Anda di halaman 1dari 7

Journal Reading

SUB BAGIAN GERIATRI


BAGIAN/SMF ILMU PENYAKIT DALAM FK UGM/RSUP DR SARDJITO
YOGYAKARTA
Judul
: Physical Activity at Midlife in Relation to Successful
Survival in Women at Age 70 Years or Older
Pengarang
: Qi Sun, MD, ScD; Mary K. Townsend, ScD; Olivia I. Okereke,
MD; Oscar H. Franco, MD, ScD, PhD;Frank B. Hu, MD,
PhD; Francine Grodstein, ScD
Sumber
: Arch Intern Med. 2010;170(2):194-201
Pembimbin : dr. Probosuseno, SpPD-KGer, FINASIM
g
Pembaca
: dr. Joko Priyanto
Tanggal
: 2012
Intisari
Latar belakang
Aktivitas fisik dikaitkan dengan berkurangnya risiko menderita penyakit kronis
dan kematian dini. Apakah aktivitas fisik juga berhubungan dengan peningkatan
kesehatan secara keseluruhan di antara mereka yang bertahan hidup sampai usia
tua tidak jelas.
Metode
Sebanyak 13.535 orang peserta Nurses Health Study yang terbebas dari penyakit
kronis utama pada awal tahun 1986 dan telah bertahan hidup sampai usia 70 tahun
atau lebih pada periode 1995-2001 menjadi populasi penelitian. Kelangsungan
hidup didefinisikan sebagai tidak ada riwayat 10 penyakit kronis utama atau
operasi bypass arteri koroner dan tidak ada gangguan kognitif, gangguan fisik atau
keterbatasan kesehatan mental
Hasil
Setelah dilakukan penyesuaian multivariate untuk kovariat, tingkat aktivitas fisik
yang lebih tinggi pada usia paruh baya, yang diukur dengan metabolic-equivalent
tasks, secara signifikan dikaitkan dengan odds yang lebih baik untuk sukses
bertahan hidup. Peningkatan yang signifikan dalam kelangsungan hidup sukses
terlihat mulai pada aktivitas kuintil ketiga: odds ratio (OR) (95%
intervalkepercayaan [IK]) pada kuintil terendah sampai tertinggi adalah 1
[referensi], 0,98(0,80-1,20), 1,37(1,13-1,65), 1,34 (1,11-1,61), dan 1,99 (1,662,38) (p <0 .001 untuk tren). Peningkatan pengeluaran energi dari berjalan kaki
dikaitkan dengan peningkatan odds yang sama dalam peluang untuk berhasil
survive: OR (95% CI) dari yang berhasil survive pada seluruh kuintil berjalan
kaki adalah 1 [referensi], 0,99 (0,80-1,21); 1,19 (0,97-1,45), 1,50 (1,24-1,82) dan
1,47 (1,22-1,79) (p <0.001 untuk tren)
Kesimpulan

Data ini memberikan bukti bahwa tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi pada
usia setengah baya terkait dengan status kesehatan yang luar biasa di antara
perempuan yang bertahan hidup sampai usia tua dan menguatkan peran potensial
aktivitas fisik dalam meningkatkan kesehatan secara keseluruhan
Pendahuluan
Peningkatan UHH yang dramatis, di AS dari 47,3 tahun (1900) menjadi
80,4 (2005)
Proyeksi kependudukan AS: 1 dari 5 orang Amerika akan berumur 2030
Lansia rentan terhadap penyakit kronik dan disabilitas fungsional
pembiayaan
10-50% lansia 65 tahun dapat menjaga integritas fisik dan kognitif serta
terbebas dari penyakit kronik
Faktor risiko yang dapat dimodifikasi untuk tetap survive pada lansia:
rokok dan obeisitas
Aktivitas fisik sebagai pendekatan mengurangi risiko penyakit kronik dan
aspek kesehatan yang lain
Keterbatasan penelitian sebelumnya
Tujuan penelitian: mencari hubungan antara aktivitas fisik pada usia
pertengahan dengan survival pada usia lanjut (successful aging)
Metode-Populasi
Penelitian NHS kohort prospekif
Dimulai tahun 1976 s/d 2000
Peserta 121.700 perawat perempuan
Usia baseline 30-55 tahun
Follow up tiap 2 tahun
Aktifitas fisik dinilai sejak 1986
Follow up rate akhir penelitian (2000)
Metode-Penilaian
Rata-rata waktu perminggu untuk aktivitas termasuk: walking or hiking
outdoors; jogging (10 min/mile); running (10 min/mile); bicycling; lap
swimming; playing tennis; doing calisthenics, aerobics, aerobic dance,
and/or rowing machine exercise; and playing squash or racquet ball 10
kategori
Jumlah anak tangga serta tipe langkah
Berdasarkan data tersebut dihitung energy expenditure dalam pengukuran
metabolic-equivalent tasks (METs) dalam jam perminggu
1 METs-jam adalah kalori yang dibutuhkan per kgBB perjam untuk
aktivitas dibagi kalori yang dibutuhkan per kgBB untuk istirahat.

Metode-Penyakit kronik
Bervariasi, penyakit kronik mayor yaitu cancer, diabetes, coronary heart
disease, stroke, Parkinson disease, and multiple sclerosis
Dilaporkan sejak th 1976
Follow-up tiap 2 tahun
Metode penilaian
Jawaban kuisioner dikonfirmasi
Validitas tinggi
Status fisik dan mental menggunakan SF-36 (1992, 1996, 2000)
Fungsi kognitif menggunakan Telephone Interview for Cognitive Status
(TICS) salah satu model MMSE pada subyek berusia 70 tahun dan tidak
menderita stroke
Definisi successful aging
1. no history of cancer (ex nonmelanoma skin cancer), diabetes, myocardial
infarction,coronary artery bypass graft surgery (CABG), congestive heart
failure, stroke, kidney failure, chronic obstructive pulmonary disease,
Parkinson disease, multiple sclerosis, or amyotrophic lateral sclerosis;
2. no impairment in cognitive function(TICS score31);
3. no physical disabilities (no limitations on moderate activities and no more
than moderate limitations on more demanding physical performance
measures)
4. no mental health limitations (mental health score 84, which is themedian
score in our study population)
Metode-Analisa
Subyek dikelompokkan dalam kuantil METs
Regresi logistik ORs
Regresi logistik multivariat berbagai variabel pada baseline
Hubungan METs dengan jenis langkah jalan
Hipotesis 2 arah
Ors, 95% CI
SAS 9.1
Hasil

Hasil

Hasil

Diskusi
Asosiasi positif kuat antara aktivitas fisik pada usia pertengahan dengan
successful survival
Data penelitian sebelumnya terutama pada subyek laki-laki sulit
dibandingkan langsung
Beberapa penelitian sebelumnya berlawanan hasil
Penelitian sebelumnya tidak meneliti langkah
Jenis langkah berhubungan dengan survival
Aktivitas fisik berhubungan dengan peningkatan OR survival pada subyek
yang kurus maupun gemuk
Kekuatan penelitian: pengukuran sataus kesehatan komprehensif, jumlah
sampel besar, pelaporan penyakit kronik akurat, metode pengukuran
tervalidasi, fokus pada subyek wanita, penilaian terhadap cara berjalan

Kelemahan penelitian: generalabilitas terbatas, metode kuisioner self


reported, confounding, pada baseline satus kesehatan mental dan fisik
tidak dinilai, 16% subyek tereksklusi.
Kesimpulan

Evidence baru bahwa aktivitas fisik pada usia pertengahan termasuk


berjalan kaki, berhubungan dengan peningkatan survivial pada perempuan
yang pada awalnya sehat dan survive pada usia lanjut