Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN KASUS

MOLA HIDATIDOSA
Dokter pembimbing : dr Kusnawara Sp.
OG

IDENTITAS PASIEN

Nama lengkap : Ny. I


Jenis kelamin : Perempuan
Tempat / tanggaI lahir : Jakarta, 01 Maret 1982
Suku Bangsa : betawi, Indonesia
Status Perkawinan : Menikah
Agama : Islam
Pekerjaan : IRT
Pendidikan : SMA
Alamat : Komplek dewi kembar
Tanggal Masuk RS : 25 November 2015, 10.00 WIB

Nama suami
: Tn. R
Usia
: 40 tahun
Suku Bangsa: Jawa, Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Buruh
Alamat : Komplek dewi kembar

A. ANAMNESIS
Diambil dari : Autoanamnesis, tanggal: 25
november 2015, Jam: 13.00 WIB

Keluhan utama: pasien datang dengan


keluhan perdarahan pervagina sejak kurang
1 minggu yang lalu
Keluhan tambahan: lemas , pusing

Riwayat Penyakit Sekarang:


Pasien datang ke Rumah Sakit Umum Daerah
umum koja dengan keluhan keluar darah
dari vagina sejak 1 minggu yang lalu .
Pasien mengaku darah yang keluar dari
vagina berwarna hitam. Pasien mengaku
dalam sehari habis 3 pembalut sehari. Pasien
mengaku terdapat nyeri perut. pasien
mengaku muntah berisi makanan Pasien juga
mengaku pusing dan lemas.

Riwayat Penyakit Dahulu :


Pasien mengaku tidak pernah memiliki riwayat
keluhan yang serupa. Pasien juga menyangkal
adanya riwayat penyakit jantung, ginjal,
hipertensi, diabetes mellitus, dan asma.
Riwayat Penyakit Keluarga :
Menurut pasien di keluarga pasien tidak ada yang
memiliki keluhan seperti pasien. Riwayat
penyakit jantung, ginjal, hipertensi, diabetes
mellitus, dan asma disangkal.
Riwayat Riwayat Kontrasepsi :
Pasien tidak memakai alat dan pil kontrasepsi

Riwayat Obstetri :
Menarche : 14 tahun
Siklus haid : 28 hari
Lama haid : 3-4 hari
Banyak : 3x ganti pembalut
Warna : merah
Anak (1) tahun 2011, perempuan, 2800 gram,
partus pervagina, bidan
Riwayat Perkawinan
Menikah 1 kali saat usia 23 tahun, lamanya
menikah 11 tahun

PEMERIKSAAN FISIK
Dilakukan tanggal 25 november 2015, jam
13.00
Pemeriksaan umum
Keadaan umum: Baik
Kesadaran : CM
Tekanan darah : 130/90 mmHg
Nadi : 99 x/menit
Suhu : 36,6 C
Pernapasan (Frekuensi dan tipe) : 20
kali/menit

Tinggi badan
: 155 cm
Berat badan
: 59 kg
Keadaan gizi
:
Sianosis
: tidak
tampak
Edema umum
: Kepala
: normocephal
Mata
: CA +/+, SI -/-,
Telinga
: tidak tampak kelainan

Hidung : tidak tampak kelainan


Mulut/gigi : tidak tampak kelainan
Leher : tidak tampak pembesaran KGB dan tiroid
Dada : simetris
Jantung : bunyi jantung I & II regular, murni,
murmur (-), gallop (-)
Paru-paru : suara nafas vesikuler, ronkhi -/-,
wheezing -/Abdomen : supel, bising usus (+), tampak
pembesaran abdomen simetris
Alat gerak : akral hangat, edema (-) pada kedua
ekstremitas inferior.

STATUS GINEKOLOGI
Abdomen :
Inspeksi : abdomen tampak mengalami
pembesaran, tidak ada tanda-tanda
peradangan, bekas operasi (-).
Palpasi : teraba tinggi fundus uteri 3 jari di
bawah umbilikus, balotement (-), tidak
teraba bagian janin, nyeri tekan (+)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Hb
: 6,1 g/dL n : 12,5 -16 g/dL
Ht
: 27,5 % n : 37- 47 %
Lekosit : 5.28 10^3/uL n : 4.00-10.50
Trombosit : 307^3/ uL n : 182-369
Serologi
Anti HIV : non reaktif
Hepatitis Marker
HBsAg : non reaktif

Urinalisa
Tes kehamilan (EIA) Urine : (-) Negatif

Ultrasonografi (USG) Abdomen :


- uterus membesar dengan massa
- intra cavum uteri 8 x 5,5 x 4,1 cm
- kesan mola hidatidosa

RINGKASAN (RESUME)
Anamnesis :
Seorang wanita berusia 34 tahun, P1A0
datang ke ruang bersalin RSUD Koja keluhan
darah dari vaginanya sejak 1 minggu
SMSRS . OS juga mengeluh badannya lemas
dan kepalanya pusing..

STATUS GINEKOLOGI
Abdomen :
Inspeksi : abdomen tampak mengalami pembesaran, tidak ada
tanda-tanda
peradangan, bekas operasi (-).
Palpasi : teraba tinggi fundus uteri 3 jari di bawah umbilikus,
balotement (-), tidak teraba bagian janin, nyeri tekan (+)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Hb : 4,2 g/dL n : 12,5 -16 g/dL
Ht : 16,5 % n : 37- 47 %
Lekosit : 5.28 10^3/uL n : 4.00-10.50
Trombosit : 307^3/ uL n : 182-369

Ultrasonografi (USG) Abdomen :


- uterus membesar dengan massa
- intra cavum uteri 8 x 5,5 x 4,1 cm
- kesan mola hidatidosa
DIAGNOSIS KERJA
Mola Hidatidosa

. DIAGNOSIS KERJA
Mola Hidatidosa

F. PENATALAKSANAAN
Rencana Diagnosis
Cek -HCG
PA
Rencana Terapi
Infus RL 20 tpm
Tranfusi PRC
As mefenamat
Vit k
As traneksamat
Pro Kuretase

Rencana Monitoring
Observasi keadaan umum dan vital sign
Observasi perdarahan
KIE pasien dan keluarga

MOLA HIDATIDOSA

suatu kehamilan yang berkembang tidak


wajar dimana terjadi keabnormalan dalam
konsepsi plasenta yang disertai dengan
perkembangan parsial atau tidak ditemukan
adanya pertumbuhan janin, hampir seluruh
vili korialis mengalami perubahan berupa
degenerasi hidropobik

Janin biasanya meninggal akan tetapi villusvillus yang membesar dan edematus itu
hidup dan tumbuh terus, gambaran yang
diberikan adalah sebagai segugus buah
anggur.
Jaringan trofoblast pada vilus berproliferasi
mengeluarkan hormon human chononic
gonadotrophin (HCG) dalam jumlah yang
lebih besar daripada kehamilan biasa

Pada pasien dengan mola hidatidosa, 20%


kasus berkembang menjadi keganasan
trofoblastik.
Setelah mola sempurna berkembang, invasi
uterus terjadi pada 15% pasien dan
metastasis terjadi pada 4% kasus

EPIDEMIOLOGI

Frekuensi mola hidatidosa umumnya di wanita


Asia lebih tinggi (1 per 120 kehamilan)
daripada wanita di negara Barat (1 per 2.000
kehamilan).
Di Indonesia, mola hidatidosa dianggap sebagai
penyakit yang penting dengan insiden yang
tinggi
Faktor risiko mola hidatidosa terdapat pada
usia kurang dari 20 tahun dan di atas 35 tahun,
gizi buruk, riwayat obstetri, etnis dan genetik.

ETIOLOGI

Faktor ovum : ovum memang sudah patologik


sehingga mati, tetapi terlambat dikeluarkan.
usia ibu yang terlalu muda atau tua (36-40
tahun) beresiko 50% terkena penyakit ini.
imunoselektif dari sel trofoblast
keadaan sosioekonomi yang rendah
paritas tinggi
defisiensi vitamin A
kekurangan protein
infeksi virus dan factor kromosom yang belum
jelas

PATOFIS

Teori missed abortion.


Teori ini menyatakan bahwa mudigah mati pada
usia kehamilan 3-5 minggu (missed abortion).
Hal inilah yang menyebabkan gangguan
peredaran darah sehingga terjadi penimbunan
cairan dalam jaringan mesenkim dari villi dan
akhirnya terbentuklah gelembung-gelembung.
Menurut Reynolds, kematian mudigah itu
disebabkan karena kekurangan gizi berupa
asam folik dan histidine pada kehamilan hari ke
13 dan 21. Hal ini menyebabkan terjadinya
gangguan angiogenesis

Teori neoplasma
Teori ini pertama kali dikemukakan oleh
Park. Pada penyakit trofoblas, yang abnormal
adalah sel-sel trofoblas dimana fungsinya
juga menjadi abnormal. Hal ini menyebabkan
terjadinya reabsorpsi cairan yang berlebihan
kedalam villi sehingga menimbulkan
gelembung. Sehingga menyebabkan gangguan
peredaran darah dan kematian mudigah.

Gambaran

Mola Komplit

Mola Parsial

Kariotipe

46,XX atau 46,XY

Umumnya 69,XXX
atau 69,XXY (tripoid)

Patologi
Edema villus

Difus

Bervariasi,fokal

Proliferasi trofoblastik

Bervariasi, ringan s/d berat Bervariasi, fokal,


ringan s/d sedang

Janin

Tidak ada

Sering dijumpai

Amnion, sel darah

Tidak ada

Sering dijumpai

Diagnosis

Gestasi mola

Missed abortion

Ukuran uterus

50% besar untuk masa

Kecil untuk masa

kehamilan

kehamilan

Kista teka-lutein

25-30%

Jarang

Penyulit medis

Sering

jarang

Penyakit pascamola

20%

<5-10%

merah janin
Gambaran klinis

GEJALA KLINIS

Tanda dan gejala kehamilan dini didapatkan


pada mola hidatidosa. Kecurigaaan biasanya
terjadi pada minggu ke 14 - 16 dimana
ukuran rahim lebih besar dari kehamilan
biasa,

Terdapat tanda-tanda kehamilan. Mual dan muntah


yang parah yang menyebabkan 10% pasien masuk RS
Pembesaran rahim yang tidak sesuai dengan usia
kehamilan (lebih besar)
Gejala gejala hipertitoidisme seperti intoleransi
panas, gugup, penurunan BB yang tidak dapat
dijelaskan, tangan gemetar dan berkeringat, kulit
lembab
Gejala gejala pre-eklampsi seperti pembengkakan
pada kaki dan tungkai, peningkatan tekanan darah,
proteinuria (terdapat protein pada air seni)

Dalam stadium pertumbuhan mola yang dini


terdapat beberapa ciri khas yang
membedakan dengan kehamilan normal
Perdarahan
Ukuran uterus
Gerakan janin
Embolisasi
Ekspulsi Spontan