Anda di halaman 1dari 10

TUGAS 1

METODE PENGAMBILAN DATA SEISMIK DI LAUTAN

1. Multi Azimuth Seismik


Adalah metode pengambilan data seismic 3D dengan arah penembakan
(shooting) dari berbagai arah (azimuth).
Dibandingkan dengan survey seismic 3D konvensional, survey seismic
multi azimuth memiliki keunggulan seperti meningkatkan resolusi, ketajaman dan
meningkatkan rasio sinyal terhadap noise (SNR). Hal positif ini muncul sebagai
buah dari meningkatnya jumlah fold dan iluminasi.terhadap noise (SNR).
Berikut prinsip

pengambilan data

seismic

3D

multi azimuth:

Gambar perbandingan rekaman seismik konvensional (kiri) dan multi azimuth


(kanan)

2. HSP (Horizontal Seismic Profiling)


Adalah metoda pengambilan data seismik, dimana posisi sumber dan
penerima (geophone) diletakkan di permukaan bumi. Jadi istilah metoda HSP
adalah istilah lain untuk metoda seismik refleksi biasa. Contoh konfigurasi
metoda HSP, geophone (kiri) dan layout kabel seismik (kanan):

Gambar courtesy: Anniston Army Depot, Alabama

3. Seismik Multicomponent (Multocomponent Seismic)


Akuisisi data seismik konvensional baik 2D, 3D maupun 4D hanyalah
menggunakan geophone 1 komponen. Komponen tersebut adalah komponen
vertikal yang hanya didesain untuk merekam gelombang kompresi (gelombang
P). Sedangkan geophone yang digunakan dalam seismik multikomponen, baik 3C
(three component) maupun 4C (four component) selain memiliki komponen
vertikal, juga memiliki komponen horizontal yang didesain untuk merekam

gelombang geser (shear wave / gelombang S).Geophone 3 komponen mengukur


pergerakan partikel secara vertikal (atas-bawah) dan dua arah horizontal (timurbarat dan utara-selatan). Komponen timur-barat disebut EW dan komponen
utara selatan disebut NS. Berikut ilustrasinya:

Komponen geophone vertikal (warna hijau) memiliki kemampuan mencatat


gelombang P lebih baik dibanding gelombang S, sedangkan komponen horizontal
(warna merah dan biru) akan merekam gelombang S lebih baik dibanding
merekam gelombang P (mengapa? lihat definisi gelombang P dan S dalam blog
ini).
Gelombang S itu sendiri merupakan gelombang yang terkonversi dari gelombang
P akibat menghantam reflektor, selanjutnya disebut dengan (PS), sementara
gelombang P yang terefleksikan disebut dengan (PP) .

Courtesy Western Geco - Schlumberger


Didalam prakteknya, kedua komponen gelombang yang terekam secara
horizontal tersebut akan dikalkulasi lebih lanjut sehingga diperoleh komponen
gelombang yang lain yaitu gelombang SH (Tangensial) dan SV (Radial), melalui
persamaan:
SV=(NS cos )+(EW sin ) 1)
SH=(-NS sin )+(EW cos ) 2)
merupakan azimuth, yakni sudut yang dibentuk oleh proyeksi horizontal sumber
penerima terhadap arah utara. Dikarenakan kecepatan gelombang P lebih tinggi
(~2 kali) daripada gelombang S, maka waktu tempuh nya pun berbeda.
Didalam akuisisi seismik, untuk menempatkan geophone multicomponent
sangatlah susah, menurut laporan CREWES, untuk crew yang sangat
berpengalamanpun error azimuth dapat mencapai 10 derajat. Didalam industri,
aplikasi Multicomponen geophone atau Multicomponent seismic memiliki

kelebihan yang tidak bisa diberikan oleh geophone komponen tunggal. Kelebihan
itu diantaranya memberikan prediksi gas cloud, Lambda Mu Rho, analisis Vp/Vs,
shear wave splitting untuk mendelineasi orientasi fracture/anisotropy, dll

Gambar sebelah kiri adalah rekaman PP dan kanan adalah rekaman PS,
perhatikan TWT PS sekitar 2X TWT PP. Courtesy: Lawton, Don C, et al.,
2001, Multicomponent survey at Calgary AirportCREWES Research Report
Volume 13
4. Rich Azimuth (RAZ) Seismic
Adalah metoda pengambilan data seismik 3 dimensi (3-D) yang merupakan
kombinasi antara seismik multi-azimuth (MAZ) dan wide azimuth (WAZ) (lihat
entry mengenai seismik multi-azimuth dan wide azimuth pada blog ini). Tujuan
dari pengambilan data dengan metoda ini adalah untuk membuat distribusi offsetazimuth yang merata ke semua arah. Hal ini dijelaskan pada gambar di bawah ini:

Gambar di atas menunjukkan konsep rich azimuth survey, yang


digambarkan sebagai MAZ + WAZ = RAZ. Panel atas menggambarkan diagram
rose dari distribusi offset-azimuth. Warna panas (merah) menunjukkan jumlah
fold yang tinggi dan warna dingin (biru) menunjukkan jumlah fold yang rendah.
Panel bawah menunjukkan posisi kapal (bintik hitam) dan kabel perekam (garis
hijau) untuk masing-masing survey.
Panel kiri menunjukkan distribusi offset-azimuth untuk survey MAZ,
dengan azimuth 3 arah, tetapi tiap arah memiliki azimuth yang sempit. Panel
tengah menunjukkan distribusi offset-azimuth untuk survey WAZ, dengan
azimuth yang cukup lebar, tetapi hanya ke satu arah. Panel kanan menunjukkan
distribusi offset-azimuth untuk survey RAZ, dengan azimuth yang lebar dan
memiliki distribusi ke 3 arah.

5. VSP (Vertical Seismic Profiling)


VSP adalah operasi seismik lubang bor dimana sumber seismik diletakkan
di permukaan bumi sementara perekam (geophone) diletakkan pada level
kedalaman yang berbeda di sepanjang lubang bor. Jika sumur bor tersebut
memiliki geometri vertikal, maka lokasi sumber getar diletakkan pada posisi yang
tetap, sedangkan untuk sumur bor miring, lokasi sumber tidak tetap, lokasinya
disesuaikan dengan posisi perekam dalam lubang bor.
Walaupun geophone diletakkan disepanjang lubang bor, resolusi vertikal
VSP harus dipertimbangkan masih berada dalam resolusi seismik, sementara
secara lateral, resolusinya dibatasi oleh zona Fresnel.
Geometri survey VSP beserta sketsa rekaman yang dihasilkan ditunjukkan
pada gambar dibawah ini:

Rekaman VSP merupakan komposit dari gelombang downgoing dan


upgoing dari jenis gelombang kompresi (P) dan/atau gelombang geser (S) dan

juga gelombang Stoneley yang berhubungan dengan lubang bor dan fluida sumur.
Gelombang downgoing adalah gelombang yang terekam oleh geophone tanpa
terefleksikan terlebih dahulu. Sedangkan gelombang upgoing adalah gelombang
yang terefleksikan.
6. Wide Azimuth Seismic
Adalah metoda pengambilan data seismik yang didesain sedemikian rupa
sehingga menghasilkan azimuth antara sumber dan penerima yang cukup lebar
dibandingkan

dengan

pengambilan

data

seismik

konvensional.

Tujuan utama dari desain ini adalah untuk meningkatkan fold, rasio sinyal
terhadap noise, meningkatkan iluminasi, dll.

Berikut

ilustrasi

pengambilan

data

wide

azimuth

seismic:

Berdasarkan gambar diatas, secara sederhana wide azimuth seismic hanyalah

menempatkan kapal utama dengan streamer dan gun (paling kiri) serta beberapa
kapal gun disampingnya (kedua dan ketiga disamping kanannya).

7. Dog leg
Dog leg adalah istilah yang digunakan untuk lintasan seismik yang
membelok secara tiba-tiba. Dog leg biasanya terjadi akibat perubahan rencana
survey seismik untuk menghindari medan yang berat atau tidak memungkinkan
seperti lembah yang curam, gedung bersejarah, atau dasar laut yang dangkal
sehingga kapal survey tidak

bias

melewatinya.

Berikut ilustrasinya:

8. Marine Acquisition 2D (Akuisisi data seismik laut 2D)


Akuisisi data seismik laut 2D dilakukan untuk memetakan struktur geologi
di bawah laut dengan menggunakan peralatan yang cukup rumit seperti: streamer,
air gun, perlengkapan navigasi dll.

Skema akuisisi marin 2D dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Dalam praktiknya akuisisi seismic marin terdiri atas beberapa komponen:


kapal utama, gun, streamer, GPS, kapal perintis dan kapal pengawal dan kadangkadang perlengkapan gravity (ditempatkan di dalam kapal) dan magnetik yang
biasanya ditempatkan 240 meter di belakang kapal utama (3 meter di dalam air)