Anda di halaman 1dari 28

GEOLOGI LAPANGAN

Bagi seorang geologist, lapangan berarti


tempat dimana keadaan batuan atau tanah
dapat diamati
Pemetaan geologi merupakan bagian yang
sangat penting didalam kajian lapangan
Peta geologi digunakan untuk menggambarkan
tubuh batuan, mencantumkan pengukuran
struktur dan menghubungkan berbagai data.
Peta geologi merupakan suatu sarana untuk
menggambarkan penyebaran batuan
struktur, geologi, serta hubungan antara satu
batuan dengan lainnya.

Pada dasarnya kegiatan


pemetaan
geologi meliputi 3 aspek yaitu:
a.Pengamatan Singkapan
b.Penentuan Lokasi Titik
Pengamatan
c.Plotting data yang diamati ke
dalam peta dasar dan catatan
dalam buku catatan

PENGAMATAN SINGKAPAN
Singkapan (outcrop) adalah bagian dari
batuan dasar yang masih utuh (belum
terubah oleh pelapukan) yang
tersingkap, sebagai akibat adanya
pengikisan oleh gaya-gaya geologi
yang bekerja pada lapisan penutupnya.
Pada umumnya singkapan dapat
ditemukan diantaranya:
a. Di sungai (terutama kelokankelokannya) dimana pengikisan cukup
intensif
b. Puncak bukit
c. Di tempat terjadi kegiatan oleh
manusia, seperti: penggalian dsb.

Foto Singkapan (Outcrop)

Foto singkapan yang dapat dipergunakan untuk merekonstruksi peta geologi melalui
ilustrasi penampang geologi di bawah ini.

PENENTUAN LOKASI TITIK


PENGAMATAN
Berikut beberapa cara yang dapat

dilakukan:
1. Dengan melihat dan mengamati keadaan
bentuk bentang alam di sekitar titik
pengamatan dan disesuaikan dengan
peta, misalnya: kelokan sungai, bukit
yang menonjol, pertemuan dua sungai.
2. Dengan menentukan titik perpotongan
antara garis-garis yang terarah pada
obyek-obyek yang dapat dikenal dari
peta, misalnya puncak bukit.
3. Biasanya diambil 3 titik yang nyata dan
arahnya dibaca dengan Kompas

TITIK YANG LAYAK SEBAGAI TEMPAT


PENCATATAN

YANG PERLU DICARI PADA SAAT


DILAPANGAN

YANG PERLU DILAKUKAN DALAM PENGAMATAN


1.SINGKAPAN:
Cari singkapan yang paling baik, paling segar singkapannya
2. Amati jenis singkapan (batuan beku, sedimen, atau malihan),
bagaimana dan kapan terbentuknya
3. Lakukan pengukuran dan amati keadaan batuan;
a. Batuan sedimen,
ukur jurus dan kemiringan lapisan
arah arus purba (bila ada) untuk mengetahui arah sedimentasi
Ukur ketebalan masing-masing lapisan untuk mengetahui urutan
vertikalnya
b. Batuan beku
Penyebaran batuan, untuk memperkirakan bentuk dan macamnya
(ekstrusif, intrusif)
Batas kontak dengan batuan sekitar serta buktinya

Pengukuran struktur khusus seperti struktur bantal, struktur aliran,


perlapisan semu, dll
c. Batuan Metamorf, perhatikan adanya foliasi dan liniasi, serta lakukan
pengukuran pada gejala tersebut
4. Ambil contoh batuan, buat foto dan sketsa
5. Tentukan lokasi pengamatan dan cantumkan dalam peta

HAL-HAL YANG DICATAT DALAM BUKU


LAPANGAN
1. Catatan singkat mengenai lokasi dan keadaan geografis
singkapan, umpamanya di kelokan sungai, di bukit dsb.
2.

Fakta-fakta mengenai singkapan


a.

Keadaan singkapan: besar/ kecilnya singkapan, derajat pelapukan,


insitu atau tidak masif, sheared, dsb.

b.

Susunan litologi: terdiri dari satu jenis batuan atau lebih, apakah
selang-seling dalam litologi lain, sisipan dsb

c.

Batas antara jenis litologi, kemungkinan kontak intrusi; batas erosi dan
kontak patahan

d.

Struktur primer batuan


Batuan beku, apakah masif; ada penghalusan ke satu arah;
adanya konsentrasi mineral tertentu dsb
Batuan metamorf, adakah sifat foliasi, gneissosity, schistosity,
apakah bergelombang dsb
Batuan sedimen, dibahas sifat berlapis, masif, laminasi, struktur
sedimen dsb

e. Pemerian detail masing-masing litologi (susunan utama,


sisipan interkalasi, xenolith dsb)
f. Kandungan khusus dari batuan (jika ada) seperti kandungan
fosil, mineralisasi dsb
g. Keadaan struktur tektonik dari singkapan, apakah terganggu
secara tektonik, keadaan lapisan/ foliasi, sesar dsb.
3.

Usahakan untuk selalu membuat penafsiran lapangan, umpamanya


meliputi:
a. Nama batuan (klasifikasi lapangan)
b. Lingkungan pembentukannya

4.

Untuk setiap pengamatan diberikan nomor (sesuai dengan nomor


lokasi pengamatan yang dicantumkan dalam peta)

TANAH
Tanah hasil pelapukan batuan
- tanah tertransport (transported soil)
- tanah residu (residual soil)

Horison-horison (lapisan) tanah


horison O (top soil), A (sub soil), B
(tanah lempungan), C (batuan yang
mulai melapuk)

Horison O & A : pertanian


Horison B & C : pertambangan
(tanah urug, bahan bangunan)

MENENTUKAN TITIK LOKASI PENGAMATAN


(PLOTTING )

PETA GEOLOGI
Peta geologi pada dasarnya merupakan
suatu sarana untuk menggambarkan tubuh
batuan, penyebaran batuan, kedudukan
unsur struktur geologi dan hubungan antar
satuan batuan serta merangkum berbagai
data lainnya. Peta geologi juga merupakan
gambaran teknis dari permukaan bumi dan
sebagian
bawah
permukaan
yang
mempunyai arah, unsur-unsurnya yang
merupakan gambaran geologi, dinyatakan
sebagai garis yang mempunyai kedudukan
yang pasti.

LANGKAH PEMBUATAN PENAMPANG


Pembuatan sayatan profil normal
Menentukan apperent dip dari strike/dip terdekat dari sayatan
Plot setiap titik dari perpanjangan strike yang menyentuh
penampang di sayatan profil.
Menggambarkan apperent dip yang didapatkan pada setiap
titik pada profil
Penggambaran penampang berdasarkan metode metode yang
belaku (Lipatan)

MENENTUKAN APPERENT DIP

25
Direction angles

CONSTRUCTION OF CROSS SECTION