Anda di halaman 1dari 76

AUDIT ATAS PIUTANG USAHA PT KSCCB

LAPORAN MAGANG

AGUNG TRI KUNCORO

2605311227

PROGRAM DIPLOMA III AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS INDONESIA
JAKARTA MEI 2008
 

LEMBAR PERSETUJUAN LAPORAN MAGANG

Laporan magang ini diajukan oleh :

Nama : Agung Tri Kuncoro


NPM : 2605311227
Program Studi : Diploma III Akuntansi
Kekhususan : Akuntansi Keuangan
Judul Laporan Magang : Audit atas Piutang Usaha PT KSCCB
 
Sebagai salah satu persyaratan untuk mengajukan ujian presentasi magang dan
ujian komprehensif

Jakarta, Mei 2008

(Firdaus Ahmad Dunia)


 

LEMBAR PERSETUJUAN LAPORAN MAGANG

Laporan magang ini diajukan oleh :

Nama : Agung Tri Kuncoro


NPM : 2605311227
Program Studi : Diploma III Akuntansi
Kekhususan : Akuntansi Keuangan
Judul Laporan Magang : Audit atas Piutang Usaha PT KSCCB
 
Sebagai salah satu persyaratan untuk mengajukan ujian presentasi magang dan
ujian komprehensif

Jakarta, Mei 2008

(Firdaus Ahmad Dunia)


 

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN MAGANG

Laporan magang ini diajukan oleh :

Nama : Agung Tri Kuncoro


NPM : 2605311227
Program Studi : Diploma III Akuntansi
Judul Laporan Magang : Audit atas Piutang Usaha PT KSCCB

Telah berhasil dipertahankan di hadapan Dewan Penguji dan diterima sebagai


bagian persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar Ahli Madya pada
Program Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

DEWAN PENGUJI

NAMA TANDA TANGAN

Pembimbing :

Penguji :

Penguji :

Jakarta, Mei 2008


 

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT karena atas rahmat-
Nya, penulis dapat menyelesaikan laporan magang yang berjudul “ Audit atas
Piutang Usaha PT KSCCB”.

Tujuan dibuatnya laporan magang ini adalah sebagai bahan pelaporan yang
dilakukan penulis selama program magang berlangsung, selain itu laporan ini juga
dibuat untuk memenuhi persyaratan kelulusan dalam menyelesaikan studi di
Program Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Penulis menyadari bahwa penulis tidak akan dapat menyelesaikan laporan ini
tanpa bimbingan serta bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu Penulis ingin
menyampaikan terima kasih kepada :

1. Ibu Dini Marina, SE, M.Comm, DEA, selaku Ketua Program Diploma III
Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
2. Kepada Bapak Firdaus A. Dunia. selaku dosen pembimbing magang yang
telah meluangkan waktu dan memberikan bimbingan serta pengarahan
selama penyusunan laporan magang.
3. Kedua orangtua atas kerjasamanya, serta kakak-kakak dan adik penulis,
“you are all my best girls”.
4. Fitriasti, makasih untuk kasih sayang, doa, kesabaran dan
dukungannya “I love u too”.
5. Bapak Yosef Hendrarno, Kak Tri Pramito, Kak Fery Pambingkas serta
Kak Dimas Prasetyo tentunya yang telah memberikan ilmu serta
bimbingan selama pelaksanaan magang.
6. Teman-teman sekelas D3Ak 2005, teman-teman angkatan 2005, serta para
senior angkatan 2002 sampai 2004, adik-adik angkatan 2006 dan 2007.
7. Teman-temanku : Angga, Fahmi, Yoga dan Ditya atas dukungan,
kesabaran dan kebersamaan serta doanya. Tidak lupa teman-teman yang
sepenanggungan di KAP Kosasih & Nurdiyaman.
8. Dan pihak-pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.

 

Penulis menyadari bahwa laporan magang ini memiliki banyak kekurangan. Maka
penulis sangat menghargai saran dan kritik guna memperbaiki laporan magang
ini.

Penulis berharap laporan magang ini dapat bermanfaat bagi pembacanya dan
menambah pengetahuan dalam bidang akuntansi.

Jakarta, 23 Mei 2008

Penulis

(Agung Tri Kuncoro)

ii 
 

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI


KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
(Hasil Karya Perorangan)

Sebagai sivitas akademik Universitas Indonesia, saya yang bertanda tangan di


bawah ini :

Nama : Agung Tri Kuncoro


NPM : 2605311227
Program Studi : Program Diploma III Akuntansi Keuangan
Fakultas : Ekonomi
Jenis Karya : Laporan Magang

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada


Universitas Indonesia Hak Bebas Royalti Non-Eksklusif (Non-exclusive
Royalty-Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul :
AUDIT ATAS PIUTANG USAHA PT KSCCB
Beserta perangkat yang ada (bila diperlukan). Dengan Hak Bebas Royalti Non-
Eksklusif ini Universitas Indonesia berhak menyimpan, mengalihmedia/format-
kan, mengolahnya dalam bentuk pangkalan data (database), mendistribusikannya,
dan menampilkan/mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk
kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya selama tetap
mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik Hak
Cipta. Segala bentuk tuntutan hukum yang timbul atas pelanggaran Hak Cipta
dalam karya ilmiah ini menjadi tanggung jawab saya pribadi.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di Jakarta
Pada tanggal 23 Mei 2008

Yang menyatakan

(Agung Tri Kuncoro)


 

LEMBAR PERNYATAAN PLAGIARISME

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Agung Tri Kuncoro

NPM : 2605311227

Program Studi : Program Diploma III Akuntansi Keuangan

Fakultas : Ekonomi

Jenis Karya : Laporan Magang

Menyatakan bahwa laporan magang terlampir adalah murni hasil pekerjaan saya.
Tidak ada pekerjaan pihak lain yang saya gunakan tanpa menyebutkan
sumbernya.

Materi dalam laporan magang ini belum pernah disajikan/digunakan sebagai


bahan untuk laporan magang/makalah/tugas pada mata ajaran lainnya, kecuali
saya menyatakan dengan jelas bahwa saya menggunakannya.

Saya memahami bahwa laporan magang yang saya buat dan kumpulkan ini dapat
diperbanyak dan/atau dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya
plagiarism.

Saya bersedia menerima sanksi yang diberikan, jika suatu waktu diketahui bahwa
laporan yang saya buat adalah hasil plagiarisme.

Jakarta, 23 Mei 2008

(Agung Tri Kuncoro)


NPM : 2605311227
 

ABSTRAK

Nama : Agung Tri Kuncoro

Program studi : Program Diploma III Akuntasi Keuangan

Judul : Audit atas Piutang Usaha PT KSCCB

Laporan magang ini berisi mengenai prosedur audit atas piutang usaha pada PT
KSCCB dengan bidang usaha manufaktur.

Secara teori piutang usaha adalah jumlah tagihan (claims) yang diharapkan dapat
tertagih dalam bentuk uang, yang dimiliki perusahaan atau individu terhadap
customer (pembeli ) akibat dari transaksi penjualan kredit.

PT KSCCB mengklasifikasikan piutang usahanya berdasarkan pihak ketiga (third


parties) dan pihak hubungan istimewa (related parties), lebih lanjut PT KSCCB
juga mengklasifikasikan piutang usaha pihak ketiganya berdasarkan penjualan
kredit lokal dan penjualan kredit eksport.

Dan kesimpulan dari laporan ini adalah bahwa saldo piutang usaha PT KSCCB
telah disajikan dan diungkapkan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi
yang berlaku umum di Indonesia.

Jakarta, 23 Mei 2008

Penulis

(Agung Tri Kuncoro)


 

ABSTRACT

Name : Agung Tri Kuncoro

Study Program : Diploma Program of Financial Accounting

Title : Audit of Account Receivable in PT KSCCB

This internship report discuss about the recording of account receivable in PT


KSCCB which operates in manufacturing industry.

Theoretically, account receivables are total claims which expected able to collect
in cash, which owning by company or individu to customer caused by credit sales
transaction.

PT KSCCB classified their account receivable based on third parties and related
parties, further PT KSCCB classified their account receivable based on local
credit sales and export credit sales also.

And the conclusion of this report are balance of PT KSCCB’s account receivable
had stated fairly and accordance with generally accepted accounting principle in
Indonesia (PSAK).
 

DAFTAR ISI

Kata Pengantar…….………………………………………………………….. i – ii

Daftar Isi…………………………………………………………………......iii – iv

Daftar Lampiran…………………………………………………………………...v

Bab I Pendahuluan

I.1. Latar Belakang dan Tujuan Pelaksanaan Magang ……………………….1

I.2. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Magang………………………………...4

I.3. Ruang Lingkup Kegiatan Magang ……………………………………….4

I.4. Penyusunan Karya Akhir ………………………………………………...6

Bab II Gambaran Umum Perusahaan

II.1. Gambaran Umum KAP Kosasih & Nurdiyaman …………………….......9

II.2. Gambaran Umum PT KSCCB ………………………………………….11

Bab III Landasan Teori

III.1. Pengertian, Klasifikasi dan Pokok Permasalahan

Akuntansi atas Piutang ……………………………………………….....16

III.2. Pengendalian Internal …………………………………………………...27

III.3. Penyajian & Pengungkapan …………………………………………….28

III.4. Pengertian Review dan Audit Secara Umum…………………………...28

III.5. Tujuan Audit atas Piutang Usaha ……………………………………….30

III.6. Prosedur Audit atas Piutang Usaha……………………………………...30

iii 
 

Bab IV Pelaksanaan Audit atas Piutang Usaha PT KSCCB

IV.1. Gambaran Umum Piutang Usaha PT KSCCB ………………………….33

IV.2. Tujuan Pemeriksaan atas Piutang Usaha PT KSCCB …………………..35

IV.3. Struktur Pengendalian Internal…………………………………….........35

IV.4. Prosedur dan Hasil Audit Piutang Usaha PT KSCCB ………………….36

Bab V Kesimpulan dan Saran

V.1. Kesimpulan……………………………………………………………...45

V.2. Saran….………………………………………………………………....46

Lampiran………………………………………………………………………….48

Daftar Pustaka

iv 
 

DAFTAR LAMPIRAN

1. Daftar Umur Piutang Usaha Pihak Ketiga dan Pihak Hubungan Istimewa
PT KSCCB per 31 Desember 2007.

2. Konfirmasi Piutang Usaha atas Audit Piutang Usaha PT KSCCB tahun


2007.


 

BAB I

PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang dan Tujuan Pelaksanaan Magang

I.1.1. Latar Belakang Pelaksanaan Magang

Sejak awal pendiriannya pada tanggal 15 Maret 1996, Program


Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
telah melaksanakan program magang sebagai mata kuliah wajib
yang harus diambil oleh para mahasiswanya untuk memenuhi salah
satu persyaratan kelulusan yang diselenggarakan menjelang akhir
masa perkuliahan.

Program magang ini pun merupakan salah satu strategi Program


Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
untuk mencapai visinya menjadi center of excellent dalam
pendidikan tinggi non gelar di bidang akuntansi Indonesia dan dapat
dijadikan acuan (benchmark) bagi pendidikan sejenis di Indonesia.

I.1.2. Tujuan Pelaksanaan Magang

Tujuan umum magang pada Program Diploma III Akuntansi


Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia berkaitan dengan misinya
yaitu:

Universitas Indonesia

• Untuk konsentrasi keuangan bertujuan menghasilkan praktisi


yang kompeten dalam penyusunan dan pemeriksaan laporan
keuangan untuk sebuah unit usaha dalam 6 (enam) bidang
kompetensi inti, yaitu akuntansi keuangan dan manajemen,
auditing, perpajakan, komputer akuntansi, manajemen keuangan
dan keahlian khusus seperti perbankan, perdagangan luar negeri,
perdagangan syariah, akuntansi syariah, asuransi, dan
kewirausahaan.

• Untuk konsentrasi Akuntansi Teknologi Sistem Informasi


bertujuan menghasilkan praktisi yang berperan sebagai mediator
antara bidang akuntansi dan teknologi informasi dalam 6 (enam)
bidang kompetensi inti akuntansi keuangan dan manajemen,
manajemen dan proses bisnis, pemrograman bisnis dan web,
manajemen basis data, aplikasi finansial dan keahlian khusus
sesuai minat seperti linux, jaringan komputer dan manajemen
teknologi sistem informasi.

• Untuk Konsentrasi Akuntansi Sektor Publik bertujuan


menghasilkan praktisi yang kompeten dalam penyusunan dan
pemeriksaan laporan keuangan untuk organisasi sektor publik di
6 (enam) bidang kompetensi inti, yaitu akuntansi keuangan dan
manajemen, akuntansi keuangan organisasi sektor publik,
auditing, perpajakan, komputer akuntansi dan manajemen
keuangan.

Secara khusus, 3 (tiga) tujuan magang pada Program Diploma III


Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia adalah :

Universitas Indonesia

1. Penerapan pengetahuan
Mahasiswa dapat memahami penerapan berbagai perangkat
akuntansi dan manajemen yang telah dipelajari selama
mengikuti kuliah / laboraturium di Program Diploma III
Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada
perusahaan tempat magang.
2. Peningkatan kemampuan penyelesaian masalah
Mahasiswa dapat mengasah kemampuan untuk menyelesaikan
masalah (problem solving) yang dihadapi manajemen
perusahaan sehari-hari dengan menggunakan perangkat-
perangkat akuntansi dan manajemen yang telah dipelajarinya.
3. Penyesuaian kultur kerja
Mahasiswa dapat terbiasa dengan kultur bekerja yang sangat
berbeda dengan kultur belajar dari segi manajemen waktu,
keterampilan komunikasi, kerjasama tim serta tekanan yang
lebih tinggi untuk menyelesaikan pekerjaan dengan tepat
waktu.

I.1.3. Manfaat Pelaksanaan Magang

Program magang dapat terlaksana dengan baik karena adanya


jalinan kerja sama yang menguntungkan antara 3 (tiga) komponen
utama, yaitu Program Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia, perusahaan tempat magang dan mahasiswa
peserta magang. Dengan demikian, manfaat pelaksanaan magang
tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa saja, tetapi juga perusahaan
tempat magang. Diantara manfaat penting yang dapat diperoleh
perusahaan, antara lain :

• Perusahaan dapat memanfaatkan tenaga terdidik dalam proses


kegiatan usahanya secara efisien.

Universitas Indonesia

• Perusahaan memperoleh kesempatan untuk melakukan seleksi


calon karyawan yang telah dikenal mutu dan kredibilitasnya.
• Perusahaan memperoleh kesempatan untuk dipublikasikan
dalam setiap kegiatan Program Diploma III Akuntansi Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia.
• Perusahaan telah turut serta dalam program link & match pada
sistem pendidikan di Indonesia.

Dari penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa magang


memberikan manfaat efisiensi, sumber tenaga kerja terdidik dan
promosi sosial bagi perusahaan.

I.2. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Magang

Penulis menjalani magang selama 3,5 (tiga setengah) bulan, yang dimulai
pada tanggal 14 Januari 2008 dan berakhir pada tanggal 30 April 2008.
Pelaksanaan magang tersebut dilakukan di KAP Kosasih & Nurdiyaman
yang beralamat di Menara Kadin Indonesia Level 17, Unit A, B, C, Jl. H.R.
Rasuna Said Blok X-5 Kavling 2 & 3, Jakarta 12950 dan Mega Plaza
Building di Jalan H.R. Rasuna Said Kavling C 3, Jakarta Selatan 12920.

I.3. Ruang Lingkup Kegiatan Magang


Selama menjalani magang di KAP Kosasih & Nurdiyaman, penulis
ditempatkan pada divisi audit dengan posisi sebagi Junior Auditor
(Assistant). Penulis tergabung di dalam tim yang terdiri dari Nunu
Nurdiyaman (Signing partner), Yosef Hendrarno (Engagement partner), Tri
Pramito (Supervisor auditor), Dimas Prasetyo (Senior auditor), Ferry
Pambingkas (Senior auditor), dan penulis sendiri sebagai Junior auditor.

Universitas Indonesia

Lebih lanjut, selama kegiatan magang berlangsung penulis hanya


ditempatkan pada 1 (satu) perusahaan klien, yaitu PT KSI Group yang
merupakan group dari PT KSCCB yang beralamat di Jalan Mastrip 862
Warugunung Karangpilang, Surabaya.

Junior auditor bertugas membantu melaksanakan prosedur-prosedur audit


di bawah pengawasan Senior incharge (Senior auditor) yang bertanggung
jawab penuh pada perusahaan yang diaudit.

Aktivitas yang dilakukan penulis selama pelaksanaan magang adalah


sebagai berikut :

• Pengamatan penghitungan fisik kas kecil (cash opname).


• Melakukan konfirmasi piutang, hutang, investasi dan modal.
• Rekapitulasi biaya dan pendapatan yang bernilai material. Vouching
biaya dan pendapatan ke bukti pendukungnya dan memfotokopinya
berdasarkan sampling. Vouching adalah membuktikan sah atau tidaknya
suatu transaksi dari segi akuntansi.
• Menghitung dan menganalisa rasio-rasio keuangan.
• Discuss dengan klien, meminta data yang dibutuhkan dan
memfotokopinya sebagai bukti.
• Pembuatan, penyusunan (preschedulling) dan pemberian indeks pada
working paper (indexing).
• Pengisian tentative draft, working balance sheet dan working profit &
loss.
• Footing dan cross footing atas tentative draft. Footing adalah
memeriksa kebenaran penjumlahan atau pengurangan ke bawah.
Sedangkan cross footing adalah memeriksa kebenaran penjumlahan atau
pengurangan ke samping.

Universitas Indonesia

I.4. Penyusunan Karya Akhir

I.4.1. Maksud & Tujuan Penulisan Laporan Magang

Mahasiswa yang telah menyelesaikan magang diwajibkan untuk


membuat laporan magang (karya akhir) yang dimaksudkan untuk
menjelaskan aktivitas, hal-hal penting dan hasil-hasil yang didapat
selama pelaksanaan magang.

Jangka waktu penyelesaian laporan magang ini selama 20 (dua


puluh) hari setelah hari terakhir pelaksanaan magang. Laporan
magang yang telah mendapat persetujuan dari dosen pembimbing
magang harus dipresentasikan di depan 2 (dua) orang dosen penguji,
yang salah satunya adalah dosen pembimbing magang.

Penilaian untuk laporan magang oleh dosen pembimbing didasarkan


atas 4 (empat) kriteria, diantaranya; cukup tidaknya sumber
referensi, sistematika pembahasan, logika (analisis) pembahasan dan
tata bahasa.

I.4.2. Ruang Lingkup Penulisan

Seluruh hal yang tersaji dalam laporan magang ini adalah hasil
pekerjaan yang dilaksanakan oleh penulis selama pelaksanaan
magang. Demi menjaga reputasi perusahaan klien dan guna menaati
peraturan yang telah ditentukan oleh Program Diploma III
Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan Aturan
Etika Kompartemen Akuntan Publik mengenai Tanggung Jawab
pada Klien dalam menjaga kerahasiaan data klien, penulis
merahasiakan identitas, data, informasi dan temuan-temuan lainnya
dengan menyamarkan hal-hal tersebut dari keadaan sebenarnya.

Universitas Indonesia

Adapun ruang lingkup penulisan dalam laporan magang ini adalah


mengenai prosedur audit untuk piutang usaha pada perusahaan yang
bergerak dalam bidang manufaktur. Pelaksanaan audit ini
merupakan pemeriksaan untuk Laporan Keuangan yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2007 di PT KSCCB.
Dasar dari pemilihan topik ini adalah keinginan penulis untuk
mengangkat bagaimana langkah-langkah pemeriksaan pada
perusahaan manufaktur dalam hal piutang usaha yang diatur di
dalam Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP) dan kesesuaian
penyajiannya yang diatur di dalam Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK).

I.4.3. Sistematika Penulisan

Pembagian penulisan ke dalam beberapa bab, tentu akan lebih


mempermudah dan memperjelas pokok bahasan pada laporan
magang ini. Untuk itu, penulis membaginya dengan sistematika
penyajian sebagai berikut :
• BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini, penulis membahas tentang hal-hal mendasar
dalam pelaksanaan program magang, yaitu latar belakang,
tujuan, manfaat, tempat dan waktu pelaksanaan magang,
kegiatan yang dilakukan penulis selama magang, permasalahan
yang diangkat dalam laporan magang dan alasannya serta
sistematika penyajian laporan magang (karya akhir).
• BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Pada bab ini, penulis membahas tentang gambaran umum
perusahaan tempat penulis magang serta perusahaan klien yang
menjadi sumber data dalam penulisan laporan magang (karya
akhir) ini, baik dilihat dari jenis perusahaan, produk yang
ditawarkan, kebijakan akuntansi pokok dan informasi lainnya.

Universitas Indonesia

• BAB III LANDASAN TEORI


Pada bab ini, penulis akan membahas tentang konsep-konsep
(teori-teori) dan prosedur audit yang berkaitan dengan piutang
usaha (account receivable), yang diambil dari berbagai sumber.
• BAB IV PELAKSANAAN AUDIT
Pada bab ini, penulis akan membahas mengenai kegiatan
penulis dalam melaksanakan pemeriksaan di perusahaan klien
serta analisa selama pelaksanaan audit di lapangan atas piutang
usaha (account receivable).
• BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini, penulis akan memberikan kesimpulan dan saran
kepada Program Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia, KAP Kosasih & Nurdiyaman dan PT
KSCCB berdasarkan pengetahuan yang dimiliki penulis dan
pengalaman yang didapat selama melaksanakan program
magang tersebut.
• LAMPIRAN
Penyertaan ini bertujuan untuk memperjelas hal-hal yang
disampaikan dalam laporan magang (karya akhir) dan terkait
dengan pelaksanaan audit.
• DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka ini bertujuan untuk memberikan informasi
tentang berbagai sumber yang digunakan penulis dalam
kegiatan penyusunan / pembuatan karya tulis laporan magang.

Universitas Indonesia
 

BAB II

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

II.1. Gambaran Umum KAP Kosasih & Nurdiyaman

Sejarah

Didirikan pada Juli 2003, KAP Kosasih & Nurdiyaman (K&N) memulai
jasanya kepada klien dengan memberikan pelayanan jasa akuntansi dan
perpajakan. K&N mendapatkan ijin usaha dengan No. KEP 281/KM.6/2003
tanggal 5 Agustus 2003 dengan Drs. Ruchjat Kosasih, MM sebagai
pimpinan rekan dan Drs. Nunu Nurdiyaman sebagai wakil pimpinan rekan.
Keduanya dikenal sebagai akuntan senior dengan pengalaman profesional
lebih dari 30 tahun dalam pemberian jasa audit, akuntansi dan keuangan
kepada perusahaan atau instansi yang bergerak di berbagai bidang usaha /
industri baik swasta, asing maupun pemerintah. Kantor Akuntan Publik ini,
berlokasi di Menara Kadin Indonesia dan Mega Plaza Building, Kuningan,
Jakarta.

Visi & Misi

Visi dari K&N adalah untuk menjadi salah satu KAP berkomitmen yang
berkualitas, memberikan jasa pelayanan profesional yang memenuhi
kebutuhan informasi bisnis dari para klien dan pemegang saham lainnya,
dan juga menyediakan kesempatan berkarir bagi SDM-nya.

Selain itu misi dari K&N adalah untuk membantu para klien berhasil di
dalam pasar bursa dengan meningkatkan harapan dan memberikan hasil dari
setiap yang dilakukan.

Universitas Indonesia
10

Jasa-jasa yang Diberikan

KAP K&N didukung oleh sejumlah manager, senior dan puluhan staf
profesional yang berdedikasi tinggi dan berpengalaman luas di bidang
pelayanan jasa audit, akuntansi dan keuangan. KAP K&N memberikan jasa:

• Atestasi

Jasa atestasi meliputi audit umum dan review atas laporan keuangan,
audit kinerja dan audit khusus.

• Non Atestasi

Jasa non atestasi meliputi jasa konsultasi, penerapan prosedur yang


disepakati bersama, jasa komilasi, jasa perpajakan, dan jasa-jasa yang
berhubungan dengan akuntansi dan keuangan.

Struktur Organisasi

KAP Kosasih & Nurdiyaman termasuk KAP yang mempunyai struktur


organisasi yang cukup sederhana, hal ini dikarenakan KAP Kosasih &
Nurdiyaman termasuk KAP yang tergolong KAP kecil.

Berikut ini adalah uraian mengenai pekerjaan dari masing-masing jabatan


yang termasuk dalam struktur organisasi KAP Kosasih & Nurdiyaman

• Managing Partner

Managing Partner di KAP ini adalah Drs. Ruchjat Kosasih yang


bertugas memimpin dan mengkoordinasi semua kegiatan kantor,
mengadakan perjanjian dengan klien dan memeriksa laporan audit
sebagai hasil review atas kertas kerja pemeriksaan yang sebelumnya
telah dilakukan Senior Manager.

Universitas Indonesia
11

• Senior Manager

Senior Manager bertugas mengawasi jalannya audit, memeriksa jalanya


pemeriksaan, memberikan laporan-laporan temuan audit dan
mengajukan saran-saran kepada klien (discuss).

• Senior Audit

Senior Audit memiliki tugas untuk membuat audit plan, menyiapkan


prosedur audit sebagai pedoman pelaksanaan audit, memberikan
petunjuk-petunjuk kepada junior auditor, melaporkan hasil audit
kepada senior manager, menyiapkan dan menyusun draft laporan audit.

• Junior Audit

Junior Audit bertugas membantu proses penyusunan audit plan yang


telah dilakukan senior auditor, membantu dalam pelaksanaan audit
yang telah ditugaskan oleh audit in charge.

II.2. Gambaran Umum PT KSCCB

II.2.1. Profil PT KSCCB

PT KSCCB merupakan perusahaan yang bergerak di bidang


manufaktur pembuatan karton boks bergelombang (kardus).
Perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari perusahaan terbuka
yang bergerak di bidang manufaktur pembuatan alat-alat memasak
rumah tangga, yaitu PT KSI Tbk.

Universitas Indonesia
12

Saat ini, seluruh kegiatan yang dilakukan PT KSCCB masih


dibawah kendali oleh PT KSI Tbk, hal ini disebabkan karena
kepemilikan mayoritas yang dimiliki PT KSI Tbk terhadap PT
KSCCB yaitu sebesar 99,99%. Sedangkan 0,01% lainnya dimiliki
oleh Tn. Harianto Wibisono yang tak lain adalah Direktur dari PT
KSCCB.

Audit atas PT KSCCB merupakan salah satu persyaratan yang harus


dilakukan oleh PT KSI Tbk selaku parent dari PT KSCCB yang
merupakan perusahaan terbuka. Jadi di dalam penugasan auditnya,
PT KSI Tbk meminta KAP Kosasih & Nurdiyaman untuk
melakukan audit terhadap anak perusahaannya, yaitu PT KSCCB.
PT KSCCB didirikan dengan nama PT GRC dalam rangka Undang-
undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968 yang
diubah dengan Undang-undang No. 12 tahun 1970 berdasarkan akta
Notaris Goesti Djohan, S.H., No. 93 tanggal 11 Maret 1974.

Perubahan nama menjadi PT KSCCB dilakukan berdasarkan akta


Notaris Soetjipto, S.H., No. 23 tanggal 3 Oktober 1983. Akta
pendirian dan perubahan nama tersebut telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman dengan Surat Keputusan No. C2-7555.HT.01.01.TH.83
tanggal 21 November 1983, serta diumumkan dalam Berita Negara
No. 28, Tambahan No. 382 tanggal 6 April 1984.

Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali


perubahan, terakhir dengan akta Notaris Siti Pertiwi Henny Singgih,
S.H., No. 155 tanggal 30 April 1997, mengenai peningkatan modal
dasar Perusahaan, perubahan nilai nominal per saham Perusahaan
dan pengalihan 1 (satu) saham Perusahaan kepada Harianto
Wibisono. Perubahan anggaran dasar tersebut telah disahkan oleh
Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan No. C2-
29326.HT.01.04.TH.98 tanggal 31 Desember 1998.

Universitas Indonesia
13

Sesuai dengan pasal 3 (tiga) anggaran dasar Perusahaan, ruang


lingkup aktivitas Perusahaan meliputi industri kotak karton
bergelombang dan tempat telur. Perusahaan dan pabriknya
berkedudukan di Jalan Mastrip 862, Warugunung - Karangpilang,
Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan memulai produksi komersial
pada tahun 1979.

Susunan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31


Desember 2007 dan 2006 adalah sebagai berikut:

Komisaris - Heru Wibisono


Direktur - Harianto Wibisono

Pada tanggal 31 Desember 2007 dan 2006, Perusahaan memiliki


masing-masing sekitar 605 dan 725 karyawan tetap.

II.2.2. Kebijakan Akuntansi PT KSCCB

Laporan keuangan disusun sesuai dengan prinsip dan praktek


akuntansi yang berlaku umum di Indonesia berdasarkan Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).

Laporan keuangan Perusahaan, yang disajikan dalam Rupiah,


disusun berdasarkan pada saat terjadinya (accrual basis) dengan
menggunakan konsep biaya perolehan, kecuali untuk persediaan
yang dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan
nilai realisasi bersih serta laporan arus kas.

Laporan arus kas menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas yang


diklasifikasikan dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Arus kas dari aktivitas operasi disajikan dengan menggunakan
metode langsung (direct method).

Universitas Indonesia
14

Transaksi dan saldo dalam mata uang asing

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan


keuangan perusahaan adalah Rupiah. Transaksi dalam mata uang
asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat
transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban
moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan
kurs yang berlaku, sesuai publikasi terakhir oleh Bank Indonesia
untuk tahun berjalan. Laba atau rugi selisih kurs yang terjadi
dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan.
Kurs yang digunakan pada tanggal 31 Desember 2007 dan 2006
masing-masing adalah
2007 2006

1 Dolar AS (USD) 9.419 9.020


1 Dolar Hongkong (HKD) 1.208 1.160
1 Frank Swiss (CHF) 8.261 7.382
1 Euro Eropa (EUR) 13.760 11.858

Pengakuan pendapatan dan beban

Pendapatan dari penjualan lokal diakui pada saat penyerahan barang


kepada pelanggan dan pendapatan dari penjualan ekspor diakui pada
saat penyerahan barang dari gudang (FOB shipping point).

Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).

Transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan


istimewa

Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak tertentu yang


mempunyai hubungan istimewa, sesuai dengan PSAK No. 7,

Universitas Indonesia
15

“Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan


Istimewa”.

Seluruh transaksi material dengan pihak-pihak yang mempunyai


hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan
persyaratan dan kondisi normal sebagaimana dilakukan dengan
pihak ketiga, telah diungkapkan.

Piutang Usaha

PT KSCCB menyajikan piutang tanpa adanya penyisihan piutang


ragu-ragu. Hal ini disebabkan karena manajemen Perusahaan
berpendapat bahwa seluruh piutang usaha dapat tertagih, sehingga
tidak diperlukan pembentukan penyisihan piutang ragu-ragu.

Universitas Indonesia
 

BAB III
LANDASAN TEORI

III.1. Pengertian, Klasifikasi dan Pokok Permasalahan Akuntansi atas


Piutang

Akun piutang usaha merupakan akun yang dimiliki oleh hampir setiap
perusahaan, terlebih perusahaan yang menggunakan sistem penjualan kredit
pada kegiatan usahanya.

Oleh karena itu, kebijakan dan penerapan yang dilakukan oleh perusahaan
terhadap akun piutang usaha ini merupakan hal yang sangat penting untuk
diperiksa dalam kegiatan audit terhadap laporan keuangan, selain itu hal ini
menjadi penting untuk dibahas karena pengaruh akun piutang usaha juga
berpengaruh terhadap akun-akun seperti, akun kas, akun penjualan, akun
PPN Keluaran, akun beban piutang tak tertagih dan akun-akun lainnya yang
terkait.

III.1.1. Pengertian Piutang

Piutang adalah klaim dalam bentuk uang terhadap perusahaan atau


perseorangan1.

III.1.2. Klasifikasi Piutang

Untuk tujuan laporan keuangan, piutang diklasifikasikan menjadi


current (jangka pendek) dan non-current (jangka panjang).

Piutang jangka pendek (current receivable) diharapkan dapat


tertagih dalam jangka waktu satu tahun. Dan semua piutang lainnya
diklasifikasikan sebagai non-current.

                                                            
1
 Dunia, Firdaus A. Ikhtisar Lengkap Pengantar Akuntansi. 2nd edition. Jakarta : Penerbitan
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2005. hal. 123

16

Universitas Indonesia
17

Selanjutnya piutang dikelompokkan kedalam tiga jenis, yaitu:

a. Piutang Dagang (Acount Receivable)

Piutang dagang adalah jumlah tagihan (claim) yang diharapkan


dapat tertagih dalam bentuk uang, yang dimiliki perusahaan atau
individu terhadap pembeli (customer) akibat dari transaksi
penjualan kredit yang merupakan transaksi utama.

Berdasarkan definisi di atas terdapat 2 (dua) bagian pokok atas


suatu hal untuk bisa dikatakan sebagai Piutang usaha, yaitu ;

1. Tagihan (claim) dalam bentuk uang yang dimiliki


perusahaan atau individu terhadap pembeli (customer)

2. Dan terjadi akibat dari adanya transaksi penjualan kredit


yang merupakan transaksi utama.

b. Wesel Tagih (Notes Receivable)

Pemberian kredit kepada pelanggan yang didukung oleh suatu


dokumen kredit yang resmi yang berisi janji secara tertulis
untuk melunasi jumlah tertentu dan dalam waktu tertentu pula.

c. Piutang Lain-lain (Others Receivable)

Merupakan kelompok rupa-rupa piutang yang bukan berasal


dari kegiatan transaksi utama dan disajikan secara terpisah dari
piutang usaha dan wesel tagih di dalam neraca.

Contoh dari piutang lain-lain adalah piutang bunga, piutang


pajak, dan pinjaman kepada karyawan.

Universitas Indonesia
18

III.1.3. Pokok Permasalahan Akuntansi atas Piutang Usaha

Ketika kita membahas tentang Piutang Usaha maka akan terdapat


tiga masalah pokok akuntansi yang terkait, dan masalah yang terkait
dengan piutang tersebut adalah2:

1. Pengakuan (Recognizing).

Piutang usaha terjadi ketika adanya penjualan pada transaksi


utama yang dilakukan secara tidak tunai yang akan dibayar
dikemudian hari.

Berikut adalah jurnal-jurnal yang terkait dengan penjualan


kredit dan pengakuan piutang usaha:

• Pada saat pengakuan penjualan

Piutang usaha xxx


Penjualan xxx

• Pada saat pelunasan piutang

Kas xxx
Piutang Usaha xxx

Lebih lanjut untuk mengetahui jumlah yang harus diakui dalam


piutang bisa dilihat dari bukti dokumen seperti, faktur (invoice)
dan dokumen penerimaan barang (receiving report). Hal ini
disebabkan karena untuk menentukan jumlah yang diakui dalam
piutang.

                                                            
2
 Kieso, Donald E., Jerry J. Weygandt, Paul D. Kimmel. Accounting Principle ,4th edition. New
York : John Willey & Sons Inc, 1999. hal. 329

Universitas Indonesia
19

Sedangkan biasanya di dalam suatu transaksi penjualan kredit


terdapat diskon yang bisa mempengaruhi jumlah yang diakui
untuk piutang. Dan diskon itu sendiri terbagi menjadi dua yaitu3:

• Trade Discount (potongan perdagangan), yaitu potongan


harga yang diberikan penjual kepada pembeli untuk
menyembunyikan harga asli dari kompetitor. Biasanya
dalam bentuk persentase (%).

• Cash Discount (potongan tunai), atau sering disebut juga


Sales Discount (potongan penjualan), yaitu potongan harga
yang diberikan jika pelunasannya dalam waktu yang
dijanjikan. Seperti 2/10, n/30 yang artinya pembeli akan
mendapatkan potongan harga 2% dari harga penjualan jika
melunasi dalam waktu sepuluh (10) hari, dan waktu
pelunasan paling lambat 30 hari setelah tanggal transaksi
penjualan.

Sebagai ilustrasi PT ABC pada 1 Maret 20x7, menjual barang


dagangnya kepada PT XYZ sebesar Rp1.000.000 dengan term
2/10, n/30. Maka jurnal yang dibuat oleh PT ABC terkait atas
transaksi tersebut adalah:

Piutang Usaha 1.000.000


Penjualan 1.000.000

Lebih lanjut pada tanggal 5 Maret 20x7, barang yang telah


dijual kepada PT XYZ dikembalikan kepada PT ABC senilai
Rp100.000, maka jurnal yang dibuat PT ABC adalah sebagai
berikut:

Retur Penjualan 100.000


Piutang Usaha 100.000
                                                            
3
 Kieso, Donald E., Jerry J. Weygandt, Paul D. Kimmel. Intermediate Accounting,11st edition.
New York : John Willey & Sons Inc, 2001 

Universitas Indonesia
20

Kemudian pada tanggal 11 Maret 20x7 terjadi pelunasan piutang


usaha PT ABC kepada PT XYZ, maka jurnal yang terkait
adalah:

Kas 882.000
Potongan Penjualan 18.000
Piutang Usaha 900.000

Nilai piutang usaha sebesar Rp900.000 diperoleh dari hasil


penjualan kredit sebesar Rp1.000.000 dikurangi dengan Retur
Penjualan sebesar Rp100.000 (Rp1000.000 – Rp100.000).

Sedangkan nilai potongan penjualan sebesar Rp18.000 diperoleh


dari besar diskon yang berlaku dikalikan dengan nilai piutang
usaha bersih setelah dikurangi retur penjualan.
(Rp900.000 x 2%).

Dan terakhir nilai kas sebesar Rp882.000 diperoleh dari


pengurangan antara nilai piutang usaha dengan nilai potongan
penjualan (Rp900.000 – Rp18.000).

2. Penilaian (Valuing).

Menentukan nilai piutang usaha untuk dicatat di dalam aset


merupakan hal yang penting karena ternyata tidak semua dari
jumlah piutang usaha akan dapat tertagih. Sehingga untuk
meminimalkan kesalahan pencatatan piutang usaha di dalam
neraca, maka piutang usaha harus disajikan dengan nilai bersih
yang dapat direalisir, yaitu jumlah piutang bruto dikurangi
penyisihan piutang tak tertagih.

Universitas Indonesia
21

Ada dua metode akuntansi untuk mencatat dan melaporkan


beban piutang tak tertagih, yaitu4:

• Metode penyisihan (allowance method) disebut juga metode


tidak langsung.

• Metode langsung (direct write-off method).

Metode Penyisihan

Di dalam metode ini perusahaan menentukan jumlah piutang tak


tertagih berdasarkan taksiran atau estimasi.

Pada dasarnya ada dua cara untuk menentukan taksiran jumlah


penyisihan piutang tak tertagih, yaitu:

• Persentase penjualan.

Menghitung beban piutang tak tertagih sebagai suatu


persentase (%) dari penjualan kredit bersih.

Jumlah dari penaksiran ini langsung seluruhnya


ditambahkan ke dalam saldo akun Penyisihan Piutang Tak
Tertagih,

Dan ayat jurnal yang terkait dengan piutang tak tertagih,


yaitu:

Beban Piutang Tak Tertagih xxx


Pinyisihan Piutang Tak Tertagih xxx

                                                            
4
 Kieso, Donald E., Jerry J. Weygandt, Paul D. Kimmel. Accounting Principle ,4th edition. New
York : John Willey & Sons Inc, 1999. hal. 331 

Universitas Indonesia
22

Sebagai ilustrasi, pada 31 Desember 20x7 PT ABC


mempunyai saldo Piutang Usaha sebesar Rp1.000.000 dan
saldo kredit sebesar Rp100.000 pada akun Penyisihan
Piutang Tak Tertagih, dan penjualan kredit bersih PT ABC
selama tahun 20x7 sebesar Rp2.000.000. Berdasarkan
pengalaman manajemen perusahaan menetapkan bahwa
10% dari penjualan kredit bersih tidak dapat tertagih. Maka
piutang tak tertagih selama tahun 20x7 adalah sebagai
berikut:

10% x Rp2.000.000 = Rp200.000

Maka ayat jurnal penyesuaian yang perlu dibuat untuk


piutang tak tertagih pada akhir periode adalah sebagai
berikut:

Beban Piutang Tak Tertagih 200.000


Penyisihan Piutang Tak Tertagih 200.000

Setelah ayat jurnal penyisihan piutang tak tertagih dibuat


maka saldo Penyisihan Piutang Tak Tertagih bertambah
menjadi Rp300.000 (Rp100.000 + Rp200.000). Dan
penyajian Piutang di dalam neraca adalah sebagai berikut:

Piutang usaha Rp1.000.000


Penyisihan Piutang Tak Tertagih 300.000

Piutang Usaha – bersih Rp700.000

Maka piutang usaha yang disajikan di dalam neraca adalah


piutang usaha dengan jumlah yang diharapkan dapat
direalisasikan, dalam hal ini adalah sebesar Rp700.000.

Universitas Indonesia
23

• Berdasarkan analisis umur piutang (aging schedule).

Di dalam analisis umur piutang, semua piutang usaha


dianalisa dan dikelompokkan menurut lamanya piutang
tersebut beredar. Makin lama suatu piutang dagang masih
beredar, semakin kecil kemungkinan dapat diterimanya hasil
tagihan dari piutang dagang tersebut.

Sebagai contoh, berikut adalah daftar umur piutang PT ABC


tahun 20x7

Belum Jatuh Sudah Jatuh Tempo


Debitur Jumlah
Tempo 1 - 30 31 - 60 61 - 90 >90
PT DEF
300.000 200.000 100.000 600.000
PT GHI
300.000 300.000
PT JKL
200.000 250.000 450.000
PT MNO
500.000 200.000 700.000
PT PQR
300.000 300.000 600.000
Jumlah 800.000 500.000 550.000 400.000 400.000 2.650.000
Persentase
Taksiran
2% 4% 10% 20% 40%
yang Tidak
Tertagih
Jumlah
Penyisihan
Piutang 20.000 55.000 80.000 160.000 331.000
16.000
Tak
Tertagih

Jumlah taksiran dari akun Penyisihan Piutang Tak Tertagih


adalah sebesar Rp331.000. Dan Piutang usaha pada neraca
disajikan dengan nilai bersih yang direalisasi (net realizable
value) yaitu sebesar Rp2.319.000 (Rp2.650.00 - Rp331.000).

Universitas Indonesia
24

Sedangkan ayat jurnal penyesuaian yang akan dibuat untuk


penyisihan piutang tak tertagih tergantung pada jumlah saldo
akun Penyisihan Piutang Tak Tertagih sebelumnya.

Sebagai contoh, anggaplah sebelum penyesuaian PT ABC


mempunyai saldo kredit sebesar Rp100.000 atas akun
Penyisihan Piutang Tak Tertagih, maka ayat jurnal yang
dibuat adalah:

Beban Piutang Tak Tertagih 231.000


Penyisihan Piutang Tak Tertagih 231.000

Setelah ayat jurnal penyesuaian dibuat maka saldo akun


Penyisihan Piutang Tak Tertagih menjadi saldo mutakhir
(sama dengan hasil perhitungan berdasarkan Daftar Analisis
Umur Piutang), dengan rincian sebagai berikut:

Saldo 31 Desember 20x7 Rp100.000


Penyesuaian 231.000

Saldo Akhir Rp331.000

Metode Langsung

Di dalam metode langsung, tidak adanya taksiran atas beban


piutang tak tertagih dan tidak adanya penggunaan penyisihan
piutang tak tertagih di dalam pencatatan. Dan ketika piutang
usaha sudah tidak dapat tertagih lagi maka kerugiannya
dibebankan ke Beban Piutang Tak Tertagih (Bad Debt Expense).

Sebagai contoh, pada tanggal 31 Desember 20x7 PT ABC


menghapus Piutang usahanya kepada PT XYZ sebesar
Rp200.000 karena sudah tidak dapat tertagih lagi, jurnal yang
terkait untuk transaksi tersebut adalah:

Beban Piutang Tak Tertagih 200.000


Piutang Usaha 200.000

Universitas Indonesia
25

Ketika metode ini digunakan, Beban Piutang Tak Tertagih


hanya akan menyajikan kerugian yang sebenarnya yang berasal
dari piutang yang tidak tertagih dan akun Piutang Usaha akan
disajikan dengan nilai kotor (gross value) di dalam neraca.

Dan biasanya metode ini dapat digunakan dalam hal5:

• Kesulitan dalam menaksir jumlah piutang tak tertagih secara


wajar

• Sebagian besar penjualan dilakukan dengan tunai

• Jumlah piutang merupakan bagian yang relative kecil dalam


aset lancar

• Jumlah pelanggan sedikit dan berdasarkan pengalaman


tahun-tahun sebelumnya, tidak ada piutang yang tidak
tertagih.

3. Penyelesaian (Disposing).

Di dalam kejadian yang normal, piutang usaha diselesaikan


dengan penerimaan kas dan penghapusbukuan piutang usaha.
Dan pada sebagian besar entitas bisnis hal ini dilakukan dengan
membuat tagihan dan mengirimkan tagihan tersebut kepada
customer yang akan dibayar dalam suatu tenggat waktu yang
disebut termin kredit pembayaran.

                                                            
5
 Dunia, Firdaus A. Ikhtisar Lengkap Pengantar Akuntansi. 2nd edition. Jakarta : Penerbitan
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2005. hal.128 

Universitas Indonesia
26

Namun penjualan kredit dan piutang usaha telah berkembang,


dan kejadian normal telah berubah. Oleh sebab itu untuk
mempercepat penerimaan kas atas piutang usaha, perusahaan
biasanya menjual piutang usaha mereka ke perusahaan lain
untuk mendapatkan kas, hal ini biasa disebut dengan anjak
piutang.

Dan anjak piutang biasanya disebabkan oleh beberapa alasan,


diantaranya:

• Alasan persaingan (competitive reason), penjual (pengecer,


pemborong dan manufaktur) acapkali harus menyediakan
pendanaan untuk membeli barang-barang / bahan baku
untuk kegiatan aktivitas mereka.

• Piutang usaha bisa dijual mungkin karena piutang usaha


merupakan alasan satu-satunya untuk sumber penerimaan
kas bagi perusahaan.

Pada umumnya piutang usaha dijual kepada factor.

Factor adalah perusahaan pendanaan atau bank yang membeli


piutang usaha untuk mendapatkan fee dan kemudian menagih
pembayarannya langsung kepada pelanggan6.

Sedangkan menurut PSAK 43 tentang “Anjak Piutang”, factor


adalah lembaga pembiayaan atau lembaga lain yang membeli
atau menerima pengalihan piutang.

                                                            
6
 Kieso, Donald E., Jerry J. Weygandt, Paul D. Kimmel. Accounting Principle ,4th edition. New
York : John Willey & Sons Inc, 1999. hal. 336 

Universitas Indonesia
27

III.2.Pengendalian Internal

Struktur pengendalian internal adalah kebijakan dan prosedur yang


diterapkan untuk memperoleh keyakinan yang memadai bahwa tujuan
satuan usaha yang spesifik akan dapat dicapai7.

Untuk kepentingan audit atas laporan keuangan, struktur pengendalian


internal satuan usaha terdiri dari tiga unsur berikut ini8:

1. Lingkungan pengendalian

Merupakan pengaruh gabungan dari berbagai faktor dalam membentuk,


memperkuat, atau memperlemah efektifitas kebijakan dan prosedur
tertentu.

2. Sistem Akuntansi

Terdiri dari metode dan catatan yang diciptakan untuk


mengidentifikasikan, menghimpun, menganalisis, mengelompokkan,
mencatat dan melaporkan transaksi satuan usaha dan untuk
menyelenggarakan pertanggungjawaban aktiva dan kewajiban yang
bersangkutan dengan transaksi tersebut.

3. Prosedur Pengendalian

Yaitu kebijakan dan prosedur sebagai tambahan terhadap lingkungan


pengendalian dan sistem akuntansi yang telah diciptakan oleh
manajemen untuk memberikan keyakinan memadai bahwa tujuan
tertentu satuan usaha akan tercapai.

III.3. Penyajian & Pengungkapan

                                                            
7
 Agoes. Soekrisno Dr, S.E., Ak., MM., Auditing Pemeriksaan Akuntan, Jilid 1. Jakarta : Lembaga
Penerbit FEUI, 1996. P.51
8
Ibid. P.51.

Universitas Indonesia
28

III.3.1. Penyajian Akun Piutang Usaha

Setelah kita memahami bagaimana piutang usaha diakui


(recognizing), dinilai (valuing), dan diselesaikan (disposing), maka
selanjutnya adalah bagaimanakah sebaiknya piutang usaha disajikan
di dalam laporan keuangan?

Di dalam laporan keuangan perusahaan, piutang usaha dapat kita


temukan pada neraca di bagian asset lancar. Dan pertanyaan
selanjutnya adalah mengapa berada di bagian aset lancar?

Menurut PSAK No. 9 yang berisi tentang “Penyajian Aset Lancar &
Kewajiban Jangka Pendek” perusahaan diwajibkan menyajikan aset
dan kewajibannya berdasarkan klasifikasi lancar dan tidak lancar
pada waktu penyusunan laporan keuangan.

Sedangkan untuk penerapan klasifikasi lancar dan tidak lancar


adalah tergantung dari jangka waktu yang dapat direalisasikan oleh
perusahaan yaitu biasanya di dalam jangka waktu 1 (satu) tahun
atau dalam siklus operasi normal perusahaan.

Dan untuk piutang usaha, pada umumnya perusahaan dapat


menagih dan merealisasikan piutang usahanya menjadi kas dalam
jangka waktu 1 (satu) tahun.

III.4. Pengertian Review dan Audit Secara Umum

Setelah laporan keuangan dibuat dan disajikan, pertanyaan selanjutnya


adalah perlukah laporan keuangan tersebut diaudit? Sementara laporan
keuangan yang disajikan tersebut telah sesuai dengan kaidah-kaidah dan
prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Walaupun laporan keuangan yang disajikan telah sesuai dengan kaidah-


kaidah dan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum tetap saja laporan

Universitas Indonesia
29

keuangan tersebut perlu diaudit. Hal ini disebabkan karena cara yang paling
umum digunakan oleh para pengguna informasi dalam usahanya
memperoleh informasi yang andal adalah dengan meminta diadakannya
audit.

Secara khusus dapat dikatakan, bahwa bila manajemen meminta seseorang


auditor untuk melakukan audit maka manajemen bermaksud menyediakan
keandalan kepada para pengguna informasi.

III.4.1. Pengertian Review

Jasa review adalah penelaahan laporan keuangan yang belum


teraudit yang dirancang untuk menyediakan jaminan terbatas bahwa
tidak ada kebutuhan untuk memodifikasi atas laporan agar sesuai
dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum atau, jika bisa
diterapkan, dengan basis akuntansi menyeluruh yang lain9.

III.4.2. Pengertian Audit

Auditing adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan


bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas
ekonomi yang dilakukan seseorang yang kompeten dan independen
untuk dapat menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi
dimaksud dengan criteria yang telah ditetapkan10.

                                                            
9
 Arens, Alvin A., Mark S. Beasley, Randal J. Elder, Auditiing Dan Pelayanan Verifikasi :
Pendekatan Terpadu, Jilid 2, edisi 9. Jakarta : PT Indeks. 2003.hal.472
10
 Ibid.hal.15

Universitas Indonesia
30

III.5. Tujuan Audit atas Piutang Usaha

Tujuan audit rekening piutang yang terkait dengan saldo terdiri dari11:

• Rekening piutang dalam neraca saldo sesuai jumlahnya dengan data asli
lainnya, dan totalnya ditambah dengan benar dan sesuai dengan jurnal
buku besar (Detail Tie In).

• Rekening piutang catatannya ada (kebenaran).

• Rekening piutang yang ada selalu dimasukkan (kelengkapan).

• Rekening piutang akurat (akurasi).

• Rekening piutang diklasifikasikan dengan baik (klasifikasi)

• Pisah batas rekening piutang benar (cut off).

• Rekening piutang ditetapkan dengan nilai yang dapat dieralisir.

• Klien mempunyai hak-hak terhadap rekening piutang (hak).

• Rekening piutang presentasinya dan pengungkapannya memadai


(presentasi dan pengungkapan).

III.6. Prosedur Audit atas Piutang Usaha 

Menurut Dr Soekrisno Agoes di dalam bukunya yang berjudul “Auditing,


Pemeriksaan Akuntan” prosedur audit atas piutang usaha yang disarankan
adalah sebagai berikut:

1. Pahami dan evaluasi Internal Control atas piutang dan transaksi


penjualan, piutang dan penerimaan kas.

                                                            
11
 Arens, Alvin A., Mark S. Beasley, Randal J. Elder, Auditiing Dan Pelayanan Verifikasi :
Pendekatan Terpadu, Jilid 2, edisi 9. Jakarta : PT Indeks. 2003.hal.98

Universitas Indonesia
31

2. Buat Top Schedule dan Supporting Schedule atas piutang usaha.

3. Minta Aging Schedule dari piutang usaha yang antara lain menunjukkan
nama pelanggan, saldo piutang, umur piutang dan subsequent
collectionnya.

4. Periksa mathematichal accuracy-nya dan cek individual balance ke


subledger lalu totalnya ke general ledger.

5. Cek umur piutang dari beberapa pelanggan ke subledger piutang dan


sales invoice.

6. Kirimkan konfirmasi piutang.

a. Tentukan dan tuliskan dasar pemilihan pelanggan yang akan dikirimi


surat konfirmasi.

b. Tentukan apakah akan digunakan konfirmasi positif atau konfirmasi


negatif.

c. Cantumkan nomor konfirmasi baik di schedule piutang maupun di


surat konfirmasi.

d. Jawaban konfirmasi yang berbeda harus diberitahukan kepada client


untuk dicari perbedaannya.

e. Buat ikhtisar (summary) dari hasil konfirmasi.

7. Periksa subsequent collections dengan memeriksa buku kas dan bukti


penerimaan kas untuk periode sesudah tanggal neraca sampai dengan
tanggal penyelesaian pemeriksaan lapangan.

8. Periksa apakah ada wesel tagih yang didiskontokan untuk mengetahui


kemungkinan adanya contingent liability.

9. Periksa dasar penentuan penyisihan piutang tak tertagih dan periksa


apakah jumlah yang disediakan oleh klien sudah cukup, dalam arti tidak
terlalu besar dan tidak terlalu kecil.
Universitas Indonesia
32

10. Tes sales cut-off dengan jalan memeriksa sales invoice, credit note dan
lain-lain, kurang lebih dua minggu sebelum dan sesudah tanggal neraca.
Periksa apakah barang-barang yang dijual melalui invoice sebelum
tanggal neraca sudah dikirim per tanggal neraca. Kalau belum dikirim,
cari tahu alasannya.

11. Periksa notulen rapat, surat-surat perjanjian, jawaban konfirmasi bank


dan correspondence file untuk mengetahui apakah ada piutang yang
dijadikan sebagi jaminan.

12. Periksa apakah penyajian di neraca dilakukan sesuai dengan prinsip


akuntansi yang berlaku umum (SAK).

13. Tarik kesimpulan mengenai kewajaran saldo piutang yang diperiksa.

Universitas Indonesia
 

BAB IV
PELAKSANAAN AUDIT ATAS PIUTANG USAHA PT KSCCB

IV.1. Gambaran Umum Piutang Usaha PT KSCCB


Gambaran umum piutang usaha PT KSCCB adalah sebagai berikut:

a. Piutang usaha PT KSCCB diklasifikasikan menjadi piutang usaha


kepada pihak ketiga yaitu sebesar Rp142.876.620.885 yang terbagi
kedalam penjualan kredit lokal sebesar Rp141.353.285.613 dan
penjualan kredit eksport sebesar US$161.730,01 atau sekitar
Rp1.523.335.272 dan pihak lainnya yaitu pihak hubungan istimewa
sebesar Rp2.786.877.726 (diaudit per 31 Desember 2007).

b. Terdapat PAJE (Proposed Adjustment Journal Entry, yaitu adalah


jurnal penyesuaian yang dibuat oleh auditor atas persetujuan klien
untuk merekonsiliasi nilai saldo suatu akun) pada akun piutang usaha
KSCCB, karena PT KSCCB salah di dalam mengklasifikasikan antara
piutang usaha dan pendapatan diterima di muka, dengan rincian
sebagai berikut:

No Nama Pelanggan Nilai


1 CV SAP (1.097.410)
2 CV DGU (1.106.820)
3 PT SWATI (1.209.382)
4 TN SNRY (1.402.750)
5 PT AT (2.202.673)
6 PT KL (2.778.434)
7 CV PIT (3.624.060)
8 TN KSMN (6.935.088)
9 CV ATM (7.894.375)
10 PT KPJ (22.039.564)
11 PT LLM (29.084.000)
12 PT AJI (73.461.723)
13 PT BMB (346.033.518)
14 Lain-lain masing-masing diatas (1.000.000) (5.562.198)
TOTAL (504.431.995)
33

Universitas Indonesia
34

Kesalahan di dalam penyajian ini disebabkan karena adanya kelebihan


pembayaran oleh beberapa pelanggan, namun PT KSCCB mencatat
kelebihan ini bukan sebagai pendapatan diterima di muka melainkan
megkreditkan piutang usahanya, sehingga nilai piutang
usahanya menjadi negatif.

Sebagai ilustrasi, PT KSCCB melakukan penjualan kredit kepada CV


SAP sebesar Rp143.110.394. Dan ayat jurnal yang terkait:

Piutang Usaha 157.421.433


Penjualan 143.110.394
PPN Keluaran 14.311.039

Namun di dalam pelunasannya CV SAP membayar sebesar


Rp158.518.843 kepada PT KSCCB, dan PT KSCCB mencatat jurnal
sebagai berikut:

Kas 144.207.804
PPN Keluaran 14.311.039
Piutang Usaha 158.518.843

Maka terjadi penurunan nilai (understated) pada akun piutang usaha


sebesar Rp1.097.410 (Rp158.518.843 – Rp157.421.433) sedangkan
pencatatan ayat jurnal yang seharusnya dilakukan ketika terjadi
pelunasan adalah sebagai berikut:

Kas 144.207.804
PPN Keluaran 14.311.039
Piutang Usaha 157.421.433
Pendapatan Diterima Di muka 1.097.410

Dan hal yang sama juga seharusnya dilakukan pada para pelanggan
lainnya yang melakukan kelebihan pembayaran di dalam pelunasan
piutang usaha.

Universitas Indonesia
35

IV.2. Tujuan Pemeriksaan atas Piutang Usaha PT KSCCB

Tujuan dilakukannya audit atas piutang usaha PT KSCCB adalah sebagai


berikut:

a. Mengetahui apakah pengendalian intern (internal control) PT KSCCB


telah dilaksanakan dengan baik atau tidak.

b. Menentukan piutang usaha PT KSCCB yang dicatat dan yang


dilaporkan telah tersaji dengan layak sesuai prinsip akuntansi yang
berlaku umum dan piutang tersebut benar-benar ada dan dimiliki oleh
PT KSCCB.

c. Memastikan bahwa setiap transaksi yang didokumetasikan di dalam


bukti pendukung telah disajikan semua di dalam akun piutang usaha.

d. Menentukan apakah piutang telah disajikan akurat, diklasifikasikan


dengan benar dan sesuai tanggal neraca.

e. Menentukan jumlah penyisihan piutang tidak tertagih tidak berlebihan.

IV.3. Struktur Pengendalian Internal (Internal Control) PT KSCCB

Pengendalian internal (Internal Control) piutang usaha PT KSCCB telah


dilaksanakan cukup baik berdasarkan hal-hal berikut ini:

a. Adanya pemisahan tugas antara pemberi persetujuan piutang usaha


yaitu manager marketing, pencatatan piutang usaha yaitu staff
accounting, dan penerimaan kas atas piutang usaha yaitu bagian
keuangan, dan pengurusan pelaksanaan pengiriman barang dilakukan
oleh bagian lapangan.

b. Digunakannya formulir-formulir yang bernomor urut tercetak


(prenumbered) untuk semua dokumen pendukung.

Universitas Indonesia
36

c. Dibuatnya buku besar piutang usaha serta detail per list baik piutang
usaha pihak ketiga penjualan lokal maupun piutang usaha pihak ketiga
penjualan eksport.

d. Dibuatnya aging schedule piutang usaha.

e. Sistem pencatatan akuntansi yang dilakukan sesuai prinsip akuntansi


yang berlaku umum.

IV.4. Prosedur dan Hasil Audit Piutang Usaha PT KSCCB

Pelaksanaan audit dimulai dengan melakukan audit field work yang


dilakukan pada tanggal 21 Januari 2007 – 6 Pebruari 2007, sebelumnya
auditor telah mendapatkan laporan keuangan PT KSCCB yang terdiri dari
Neraca dan Laporan Laba/Rugi. Setelah itu penulis meminta data-data yang
dibutuhkan seperti rekening Koran, buku besar, list piutang dan hutang
usaha, list aset tetap, dan data-data lainnya.

Sehubungan dengan piutang usaha yang penulis ambil sebagai judul maka
data-data terkait seperti buku besar piutang, daftar piutang usaha, aging
schedule, konfirmasi piutang usaha, dan bukti pendukung penting lainnya.

Prosedur dan hasil audit yang dilakukan oleh penulis terhadap piutang
usaha PT KSCCB adalah sebagai berikut:

1. Membuat preliminary analytical review piutang usaha (analisa


pergerakan saldo piutang usaha tahun yang akan diaudit dengan tahun
sebelumnya).

Universitas Indonesia
37

Hasil Audit:

Adanya peningkatan piutang usaha pada preliminary analytical review


terhadap piutang usaha pihak ketiga sebesar 50,24% sedangkan piutang
usaha kepada pihak hubungan istimewa mengalami penurunan sebesar
7%. Secara umum hal ini disebabkan karena adanya peningkatan
penjualan pada tahun audit (tahun 2007) sebesar 69,6%.

2. Menyiapkan lead schedule dan sub schedule piutang usaha pihak ketiga
dan memasukkan angka piutang usaha per tanggal 31 Desember 2007
dan angka yang telah diaudit per tanggal 31 Desember 2006 sebagai
angka perbandingan.

3. Meminta rincian daftar piutang usaha dan buku besarnya, serta aging
schedule untuk diperiksa secara detail (detail tie-in). melakukan footing
dan cross footing dari data yang didapat dan melakukan vouching
dokumen pendukungnya, seperti:

• Invoice (tagihan atas penjualan barang yang telah dikirim kepada


pelanggan) dan packing list (dokumen yang berisi informasi
komoditi atau barang yang dipacking atau yang berada di dalam
pengepakan).

• Shipping instruction (dokumen sebagai tanda jadi pengiriman


barang oleh shipper).

• Persetujuan Ekspor (dokumen yang berisi persetujuan untuk


pelaksanaan ekspor barang)

• Surat Perintah Kerja Ekspor (SPKE, yaitu dokumen pelaksanaan


ekspor)

• Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB, yaitu dokumen resmi yang


dirilis dalam rangka ekspor barang sebagai identitasnya) dan Faktur
Pajak.

Universitas Indonesia
38

• Cargo manifest

• Master Airway Bill (MAWB, dokumen yang dikeluarkan oleh


Airlines).

• House Airway Bill (HAWB, yaitu dokumen yang dikeluarkan oleh


agen).

• Persetujuan Bongkar Muat & Struck Jasa Handling (Dokumen yang


berisi persetujuan untuk membongkar komoditi dari container).

• Debit Note (koreksi atas invoice).

• Statement of Account Receiveable Historis (laporan atau catatan


yang berisi atas transaksi penjualan masing-masing pelanggan).

Tujuan Audit:

Kelengkapan, Detail tie-in, Eksistensi

4. Memeriksa penyisihan piutang usaha berdasarkan aging schedule yang


dibuat client.

Tujuan Audit:

Nilai yang terealsasi

Hasil Audit:

Tidak terdapat penyisihan piutang usaha pada PT KSCCB, hal ini


dikarenakan piutang usaha yang ada selalu tertagih.

Universitas Indonesia
39

5. Memeriksa klasifikasi piutang usaha kepada pihak ketiga dan piutang


usaha kepada pihak hubungan istimewa.

Tujuan Audit:

Klasifikasi

Hasil Audit:

Seperti yang telah penulis sampaikan sebelumnya, penulis tidak


menemukan adanya kesalahan di dalam pengklasifikasian antar piutang
usaha (Piutang Usaha Pihak Ketiga dan Piutang Usaha Pihak Hubungan
Istimewa), akan tetapi penulis menemukan kesalahan di dalam
pencatatan PT KSCCB atas piutang usaha dan pendapatan diterima di
muka. Maka auditor dalam hal ini penulis membuat PAJE sebagai
berikut:

Piutang Usaha 504.431.995


Pendapatan Diterima Di muka 504.431.995

6. Meyakinkan jumlah piutang usaha yang dicatat oleh PT KSCCB telah


sesuai jumlahnya dengan yang dicatat oleh pelanggan. Hal ini dilakukan
dengan mengirimkan konfirmasi positif kepada pelanggan yang
memiliki tagihan siginifikan yaitu pelanggan dengan jumlah piutang
usaha diatas Rp500.000.000.

Konfirmasi positif adalah komunikasi yang ditujukan kepada debitur


yang meminta untuk dapat mengkonfirmasi secara langsung apakah
saldonya dinyatakan dengan benar atau salah.

Tujuan Audit:

Akurasi

Universitas Indonesia
40

Hasil Audit:

Pihak Ketiga yang dikirimkan konfirmasi adalah:

NO PELANGGAN PER BUKU PER KONFIRMASI SELISIH


1 CV AAB Rp 1.704.971.292
2 CV CPS Rp 931.947.884
3 CV MI Rp 577.809.556
4 CV SMB Rp 2.019.536.269
5 PT AWI Rp 615.353.442
6 PT AL Rp 804.041.608
7 PT AN Rp 663.761.811 Rp 663.761.811 Rp -
8 PT AIO Rp 1.291.690.928
9 PT AIC Rp 2.819.903.094
10 PT AP Rp 887.102.210
11 PT AHE Rp 1.482.277.500 Rp 1.383.365.973 Rp 98.911.527
12 PT AA Rp 2.097.628.841
13 PT BGK Rp 888.572.080 Rp 888.572.080 Rp -
14 PT BKP Rp 3.174.027.427 Rp 3.174.027.427 Rp -
15 PT BTL Rp 865.803.070 Rp 865.803.070 Rp -
16 PT CP Rp 1.323.785.000
17 PT CCB Rp 1.196.682.987
18 PT DS Rp 803.189.090
19 PT DJRM Rp 2.101.142.228
20 PT ET Rp 840.478.828
21 PT ELI Rp 1.743.643.246
22 PT GF Rp 1.108.776.283
23 PT HMS Rp 11.814.537.005
24 PT HIT Rp 2.096.690.006
25 PT H ABC I Rp 3.150.785.968
26 PT HC Rp 1.197.271.636 Rp 1.197.271.636 Rp -
27 PT ITS Rp 2.086.927.417
28 PT KAS Rp 3.171.973.992
29 PT KI Rp 1.236.315.575
30 PT LM Rp 1.179.936.909

Universitas Indonesia
41

NO PELANGGAN PER BUKU PER KONFIRMASI SELISIH


31 PT MI Rp 1.189.747.922
32 PT MM Rp 1.365.894.034
33 PT MA Rp 3.341.235.300
34 PT MT Rp 1.370.003.091
35 PT PKRN Rp 2.106.692.744
36 PT PC Rp 3.300.658.050
37 PT SJA Rp 4.914.278.757
38 PT SH Rp 3.413.963.124
39 PT SP Rp 3.306.143.932
40 PT SPI Rp 1.543.850.222
41 PT TB Rp 3.464.731.082
42 PT WS Rp 2.903.827.481
43 PT PC Rp 1.247.947.939
44 GPA CORP $ 40.630.89 $ 40.630.89 $ -
45 SNY CORP $ 28.931.92
46 MHTY CORP $ 49.155.10 $ 49.155.10 $ -

Dari hasil pengiriman konfirmasi di atas, maka dapat diambil


kesimpulan:

• Konfirmasi yang dikirim sebanyak Rp89.345.536.860 pada


penjualan kredit domestik dan US$118.717,91 atau sekitar
Rp1.118.203.994 pada penjualan kredit eksport. Hal ini berarti total
konfirmasi yang dikirim berjumlah Rp90.463.740.854 atau sekitar
63,32% dari total piutang usaha pihak ketiga sebesar
Rp142.876.620.885

• Dari keseluruhan konfirmasi yang dikirim, hanya 10,08% yang


kembali atau sekitar Rp9.117.407.764.

Universitas Indonesia
42

• Dari konfirmasi yang dijawab sebesar Rp9.117.407.764 yang


mendapatkan jawaban yang benar dan sesuai sebesar
Rp7.635.130.264 atau sekitar 83,74% sedangkan sisanya sebesar
Rp1.482.277.500 atau sekitar 16,26% mendapatkan jawaban yang
tidak sesuai dari pelanggan

• Jawaban yang tidak sesuai didapat dari pelanggan PT AHE yang


menyatakan bahwa PT KSCCB mempunyai piutang usaha kepada
PT AHE lebih kecil Rp98.911.527. Perbedaan ini ternyata
disebabkan karena adanya perbedaan waktu pencatatan antara kedua
perusahaan. PT KSCCB mengakui adanya penjualan pada saat
barang dikirim (dikeluarkan dari gudang), sedangkan PT AHE
mengakui adanya hutang usaha pada saat barang diterima digudang.
Dan pada saat tanggal 31 Desember 2007 penjualan kredit PT
KSCCB kepada PT AHE sebesar Rp98.911.527 masih di dalam
perjalanan dari gudang PT KSCCB menuju gudang PT AHE.

7. Memeriksa subsequent collection dua minggu sebelum tanggal neraca


dan dua minggu setelah tanggal neraca, dengan cara memeriksa
Rekening Koran Desember 2007 dan Januari 2008.

Tujuan Audit:

Cut off

Hasil Audit:

Berdasarkan subsequent collection, pelunasan piutang usaha telah


dicatat dengan benar, sehingga piutang usaha yang dicatat benar-benar
yang belum dilunasi.

Universitas Indonesia
43

8. Melakukan sales cut-off untuk memeriksa piutang pada saat tahun


berjalan dengan periode berikutnya.

Tujuan Audit:

Cut off

Hasil Audit:

Berdasarkan sales cut off yang dilakukan auditor, maka pencatatan


piutang usaha telah dicatat berdasarkan periode yang tepat.

9. Memeriksa surat perjanjian yang diterbitkan oleh kreditur, untuk


mengetahui apakah ada piutang yang dijadikan sebagai jaminan.

Tujuan Audit:

Penyajian dan Pengungkapan

Hasil Audit:

Semua piutang usaha pihak ketiga digunakan sebagai jaminan atas


hutang yang diperoleh dari PT Bank PRMT Tbk dengan fasilitas
pinjaman kredit Rp23.500.000.000 dengan tingkat suku bunga sebesar
11,5% per tahun dan US$300.000 dengan tingkat suku bunga 7% per
tahun.

Hal di atas telah diungkapkan di dalam catatan atas laporan keuangan


perusahaan pada akun piutang usaha dan akun pinjaman jangka pendek.

Universitas Indonesia
44

IV.4. Hasil Audit atas Piutang Usaha PT KSCCB

Berdasarkan prosedur dan hasil audit tersebut dan proposed adjustment


journal entry yang diajukan oleh auditor, agar piutang usaha PT KSCCB
dapat disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, dan
PT KSCCB setuju atas adjustment yang diajukan. Maka
opini yang dikeluarkan auditor adalah wajar tanpa pengecualian.

Universitas Indonesia
 

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

V.1. Kesimpulan

Setelah membahas bab-bab terdahulu, maka pada bab terakhir ini penulis
berusaha mengambil kesimpulan sebagai berikut:

• PT KSCCB merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur


pembuatan karton boks bergelombang yang telah melakukan pencatatan
akuntansi dengan kaidah dan standar akuntansi yang berlaku umum.

• Piutang usaha adalah jumlah tagihan (claim) yang diharapkan dapat


tertagih dalam bentuk uang, yang dimiliki perusahaan atau individu
terhadap pembeli (customer) akibat dari transaksi penjualan kredit yang
merupakan transaksi utama.

• Piutang usaha yang dimiliki PT KSCCB merupakan piutang yang


berasal dari penjualan kredit kepada pihak ketiga dan pihak yang
mempunyai hubungan istimewa.

• PT KSCCB tidak melakukan penyisihan atas piutang yang mungkin tak


tertagih, hal ini disebabkan karena manajemen beranggapan bahwa
semua piutang usaha dapat tertagih.

• Pengendalian internal PT KSCCB sudah dilaksanakan dengan cukup


baik

• Adanya peningkatan dalam piutang usaha pada preliminary analytical


review kepada pihak ketiga sebesar 50,24% sedangkan penurunan
sebesar 7% terjadi pada piutang kepada pihak yang mempunyai
hubungan istimewa, hal ini disebabkan karena adanya peningkatan pada
penjualan kredit selama tahun 2007 sebesar 69,6%.
45

Universitas Indonesia
46 

• Terdapat kesalahan di dalam pencatatan Piutang Usaha dengan


Pendapatan diterima dimuka sebesar Rp504.431.995, sehingga auditor
membuat PAJE.

• Semua piutang usaha pihak ketiga digunakan sebagai jaminan atas


hutang yang diperoleh dari PT Bank PRMT Tbk.

Dan berdasarkan prosedur dan hasil audit maka auditor mengeluarkan opini
wajar tanpa pengecualian.

V.2. Saran

Saran Untuk Program Diploma III Akuntansi FEUI

Mengingat kegiatan magang sangat bermanfaat untuk mengaplikasikan


ilmu yang telah diterima saat perkuliahan, penulis menyarankan agar
program magang dapat terus dilakukan di masa datang karena selain
mendapat ilmu pendidikan, peserta magang juga dapat memperoleh ilmu
tentang bagaimana menjalani kehidupan, berinteraksi dengan orang lain,
dan menghargai waktu.

Saran Untuk KAP Kosasih & Nurdiyaman

Setelah menjalani program magang di KAP Kosasih & Nurdiyaman,


penulis merasa perlu memberi sedikit saran untuk membangun KAP
Kosasih & Nurdiyaman untuk menjadi lebih baik. Diantara saran tersebut
adalah:

• Peningkatan fasilitas kantor, terutama hal yang berkaitan dengan


kegiatan operasional audit.

• Adanya pemisahan tugas yang jelas, sehingga peserta magang dapat


mengerjakan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Universitas Indonesia
47 

• Adanya SOP (Standard Operation Procedural) yang diketahui oleh


seluruh karyawan, agar proses audit dapat terlaksana dengan baik.

Saran Untuk PT KSCCB

Setelah melakukan proses audit di PT KSCCB selama kurang lebih 20 hari,


saran yang bisa penulis berikan untuk PT KSCCB adalah sebagai berikut:

• Lebih koperatif dalam memberikan data-data yang diperlukan untuk


kepentingan proses audit, sehingga proses audit dapat berjalan dengan
lebih baik.

• Mengingat tingginya transaksi penjualan kredit pada PT KSCCB


sebaiknya PT KSCCB membuat sistem pencatatan penjualan kredit
yang lebih baik lagi agar kesalahan pencatatan pada akun piutang usaha
tidak terjadi kembali.

Universitas Indonesia
 

LAMPIRAN

A. Daftar Umur Piutang Usaha Pihak Ketiga dan Hubungan Istimewa


PT KSCCB per 31 Desember 2007

No. Pelanggan Total 0 - 30 Hari 31 - 60 Hari 61 - 90 Hari > 91 Hari


1 AG 99.523.535 - - - 99.523.535
2 AK 54.670.572 - 54.670.572 - -
3 AS 12.080.420 12.080.420 - - -
4 APC 9.085.032 9.085.032 - - -
5 AC 10.740.510 - 10.740.510 - -
6 AKHSE 57.403.456 30.442.962 13.717.044 - 13.243.450
7 AGNWN 42.680.000 42.680.000 - - -
8 AM 154.379.225 154.379.225 - - -
9 AMBRWT 170.973.000 - - - 170.973.000
10 AGT 45.375.000 - - 45.375.000 -
11 ASP 8.467.700 - 8.467.700 - -
12 AEC 559.350 559.350 - - -
13 SATR 12.127.500 12.127.500 - - -
14 ANDY 15.540.000 15.540.000 - - -
15 AB 19.072.570 19.072.570 - - -
16 ABG 17.829.504 - - 17.829.504 -
17 AI 255.750.000 80.575.000 175.175.000 - -
18 APU 43.328.780 - 43.328.780 - -
19 BHW 223.772 223.772 - - -
20 BY 28.386.952 - - 28.386.952 -
21 BB 68.948 68.948 - - -
22 BGI 123.283 123.283 - - -
23 BD 31.581.880 8.265.950 23.315.930 - -
24 BNTR 51.026.250 51.026.250 - - -
25 BM 652.245 652.245 - - -
26 BDMN 78.890.757 23.469.600 26.077.700 29.343.457 -
27 CL 129.663.600 - - - 129.663.600
28 CV SB 1.520.555 1.520.555 - - -
29 CV SMB (8.470) (8.470) - - -
30 CV ANO 33.504.881 - 33.504.881 - -
31 CV AA 1.704.971.292 304.405.297 1.102.418.679 298.147.316 -
32 CV ATM (7.894.375) (7.894.375) - - -
33 CV CBM 44.209.550 - 44.209.550 - -
34 CV CPSM 931.947.884 632.694.017 299.253.867 - -
35 CV DGU (1.106.820) (1.106.820) - - -
36 CV DRGHY 382.726.652 126.174.532 54.692.550 118.387.170 83.472.400

48

Universitas Indonesia
49 

No. Pelanggan Total 0 - 30 Hari 31 - 60 Hari 61 - 90 Hari > 91 Hari


37 CV IF 22.440.700 22.440.700 - - -
38 CV JVMS 306.330.299 144.528.175 - - 161.802.124
39 CV JP 122.046.339 120.729.507 1.316.832 - -
40 CV KM 228.800 - 228.800 - -
41 CV KP 2.262.471 2.262.471 - - -
42 CV LMA 28.103.900 28.103.900 - - -
43 CV MDST 4.580.290 - 4.580.290 - -
44 CV MI 577.809.556 138.272.750 246.959.999 192.576.807 -
45 CV NIP 109.978.550 65.328.450 44.650.100 - -
46 CV PH 24.559.612 - - - 24.559.612
47 CV PIT (3.624.060) (3.624.060) - - -
48 CV PS 166.706.925 55.274.918 111.432.007 - -
49 CV PN 44.409.783 44.409.783 - - -
50 CV PDW 31.755.625 31.755.625 - - -
51 CV RB 333.027.268 152.609.480 165.577.490 14.840.298 -
52 CV SJHTR 62.203.020 29.612.000 32.591.020 - -
53 CV SMB 2.019.536.269 518.121.270 1.040.574.523 460.840.476 -
54 CV SAC 8.482.420 8.482.420 - - -
55 CV SDM 16.319.624 16.124.924 - 194.700 -
56 CV SM 22.260.000 22.260.000 - - -
57 CV TSL 119.719.050 99.369.050 20.350.000 - -
58 CV VDNS 15.934.923 15.934.923 - - -
59 DAP 94.323.042 - 76.173.042 18.150.000 -
60 DF 29.068.116 29.068.116 - - -
61 DPP 94.490.165 - 76.138.700 18.351.465 -
62 DL 38.645.937 - 38.645.937 - -
63 DM 241.757.826 151.860.199 89.897.627 - -
64 DA 48.424.200 - - - 48.424.200
65 DN 153.122.068 115.051.596 38.070.472 - -
66 DP 554.264 554.264 - - -
67 DJK 58.802.623 28.564.580 - 30.238.043 -
68 DART 39.504.385 39.504.385 - - -
69 DY 122.311.679 122.311.679 - - -
70 DI 6.762.756 6.762.756 - - -
71 EI 138.756.244 25.062.400 113.693.844 - -
72 EM 8.108.100 - - 8.108.100 -
73 EP 45.505.680 - 45.505.680 - -
74 ES 30.988.650 30.988.650 - - -
75 EHW 45.005.367 - - 45.005.367 -
Universitas Indonesia
50 

No. Pelanggan Total 0 - 30 Hari 31 - 60 Hari 61 - 90 Hari > 91 Hari


76 FD (273.735) (273.735) - - -
77 FV 73.796.454 - 19.729.666 54.066.788 -
78 FW 11.523.050 11.523.050 - - -
79 GND 73.857.350 31.513.950 42.343.400 - -
80 GTHY 24.061.510 - 24.061.510 - -
81 HAS 10.768.505 10.768.505 - - -
82 HT 9.110.640 - 9.110.640 - -
83 HSN 76.226.524 76.226.524 - - -
84 HS 88.268.950 36.665.200 51.603.750 - -
85 HW 53.132.554 26.806.826 26.325.728 - -
86 IS (149.762) (149.762) - - -
87 IP 45.375.000 - 45.375.000 - -
88 IJ 3.868.000 3.868.000 - - -
89 IT 18.928.701 - 18.928.701 - -
90 II 31.901.760 31.901.760 - - -
91 IH 3.143.685 3.143.685 - - -
92 ILL 28.368.450 28.368.450 - - -
93 JS 33.814.000 33.814.000 - - -
94 JSU 39.487.855 - 39.487.855 - -
95 KSMN (6.935.088) (6.935.088) - - -
96 KS 60.588.000 30.294.000 - 30.294.000 -
97 KN 132.660.000 - 48.950.000 - 83.710.000
98 KB 36.421.000 36.421.000 - - -
99 KG 50.495.500 50.495.500 - - -
100 KDR 132.660.000 - 48.950.000 - 83.710.000
101 KH 39.619.151 39.619.151 - - -
102 KMNG 32.164.000 32.164.000 - - -
103 KPRI (357.107) (357.107) - - -
104 KRNLS 290.181.672 192.698.385 97.483.287 - -
105 LLK 54.153.720 27.144.045 27.009.675 - -
106 LN 74.773.072 - 74.773.072 - -
107 LTC (293.540) (293.540) - - -
108 MFP 132.707.474 - 48.965.664 25.251.959 58.489.851
109 MRKT 48.961.478 - 48.961.478 - -
110 MA 54.788.800 - - - 54.788.800
111 MAM 22.342.540 - - - 22.342.540
112 MS 45.375.000 - 45.375.000 - -
113 MNRZ 20.728.620 - - 20.728.620 -
114 MAS 3.200.000 3.200.000 - - -
Universitas Indonesia
51 

No. Pelanggan Total 0 - 30 Hari 31 - 60 Hari 61 - 90 Hari > 91 Hari


115 MLWN 131.068.113 113.223.363 17.844.750 - -
116 NK 20.330.530 - 13.985.400 6.345.130 -
117 NYA 94.334.790 - 48.959.790 45.375.000 -
118 NGST 38.989.984 - 38.989.984 - -
119 NI 48.967.622 - 48.967.622 - -
120 ODD 50.497.150 - - - 50.497.150
121 PSK 39.236.340 39.236.340 - - -
122 PA 48.501.750 - - - 48.501.750
123 PB 12.358.500 12.358.500 - - -
124 PRTTY 19.360.000 - - - 19.360.000
125 PT AJ 1.113.200 - 1.113.200 - -
126 PT AKF 432.649.855 120.909.470 196.065.540 115.674.845 -
127 PT BI 205.525.650 56.361.250 111.673.100 37.491.300 -
128 PT CKMF 83.076.000 83.076.000 - - -
129 PT HATNI 274.231.038 118.862.655 155.368.383 - -
130 PT ISI 29.384.124 - 29.384.124 - -
131 PT RSTI 451.348.950 168.042.750 104.911.820 178.394.380 -
132 PT SPI 339.276.402 - 227.515.364 111.761.038 -
133 PT TTM 22.457.820 22.457.820 - - -
134 PT AA 117.142.058 117.142.058 - - -
135 PT AJI (73.461.723) (73.461.723) - - -
136 PT AWI TBK 615.353.442 549.118.801 66.234.641 - -
137 PT ADTX 32.207.934 3.283.434 28.924.500 - -
138 PT AP 335.809.650 237.453.425 98.356.225 - -
139 PT AIP 12.543.685 12.543.685 - - -
140 PT AL 804.041.608 341.834.462 462.207.146 - -
141 PT AN 49.321.305 21.844.130 27.477.175 - -
142 PT APE 218.515.000 96.525.000 93.225.000 - 28.765.000
143 PT AT (2.202.673) (2.202.673) - - -
144 PT AN 663.761.811 305.610.233 295.863.424 62.288.154 -
145 PT API 7.865.000 - 7.865.000 - -
146 PT AIO 1.291.690.928 555.408.568 736.282.360 - -
147 PT ACI 61.204.000 61.204.000 - - -
148 PT ATI 35.710.584 35.710.584 - - -
149 PT AIB* 2.767.050 2.767.050 - - -
150 PT AIC 2.819.903.094 921.222.962 1.024.704.230 521.351.949 352.623.953
151 PT AP TBK 887.102.210 439.674.700 392.505.060 54.922.450 -
152 PT ATOI 8.769.222 8.769.222 - - -
*) Piutang Usaha Pihak Hubungan Istimewa
Universitas Indonesia
52 

No. Pelanggan Total 0 - 30 Hari 31 - 60 Hari 61 - 90 Hari > 91 Hari


153 PT AKP 96.026.287 78.073.462 17.952.825 - -
154 PT AHEB 1.482.277.500 793.650.000 688.627.500 - -
155 PT AT 242.840.941 110.797.676 132.043.265 - -
156 PT ACOI 169.828.861 17.384.400 100.793.301 51.651.160 -
157 PT ABR 226.858.962 226.858.962 - - -
158 PT AM 65.967.330 65.967.330 - - -
159 PT AVAV 2.097.628.841 1.085.731.955 1.011.896.886 - -
160 PT BMP 309.855.171 155.339.140 154.516.031 - -
161 PT BMM 61.490.000 61.490.000 - - -
162 PT BW 415.264.575 172.497.699 215.904.326 26.862.550 -
163 PT BSS 102.840.606 73.836.906 29.003.700 - -
164 PT BB 61.433.020 38.129.960 23.303.060 - -
165 PT BI TBK 133.495.204 67.750.668 65.744.536 - -
166 PT BP 148.302.000 148.302.000 - - -
167 PT BG 22.819.225 22.819.225 - - -
168 PT BUPS 61.820.000 61.820.000 - - -
169 PT BGK 888.572.080 523.135.536 365.436.544 - -
170 PT BKP 3.174.027.427 1.159.969.695 1.209.776.232 804.281.500 -
171 PT BBPP 79.478.713 30.556.873 48.921.840 - -
172 PT BB 42.596.026 - 42.596.026 - -
173 PT BMB (346.033.518) (346.033.518) - - -
174 PT BMW 25.135.770 25.135.770 - - -
175 PT BT 444.662.306 194.211.743 242.178.563 8.272.000 -
176 PT BTI 223.719.270 223.719.270 - - -
177 PT BIND 122.292.005 71.524.200 50.767.805 - -
178 PT BFI 55.887.743 - 55.887.743 - -
179 PT BM 45.287.935 6.126.450 39.161.485 - -
180 PT BSAND 865.803.070 246.222.240 619.580.830 - -
181 PT BTLE 16.492.047 16.492.047 - - -
182 PT BKL 95.026.382 77.822.182 17.204.200 - -
183 PT BIMN 44.797.947 - 44.797.947 - -
184 PT CMAJS 34.254.000 34.254.000 - - -
185 PT CGC 124.045.163 55.447.073 48.456.430 20.141.660 -
186 PT CJA 7.316.925 7.316.925 - - -
187 PT CS 276.221.045 163.580.890 104.391.155 - 8.249.000
188 PT CIND (297.330) (297.330) - - -
189 PT CM 265.255.000 265.255.000 - - -
190 PT CA 349.875.500 185.622.350 158.973.150 5.280.000 -

Universitas Indonesia
53 

No. Pelanggan Total 0 - 30 Hari 31 - 60 Hari 61 - 90 Hari > 91 Hari


191 PT CP 1.323.785.000 965.347.500 332.037.500 26.400.000 -
192 PT CPJF 189.246.354 99.956.175 89.290.179 - -
193 PT CWF 386.956.295 170.390.110 211.657.435 4.908.750 -
194 PT CIM LTD 13.061.125 - 13.061.125 - -
195 PT CACS 1.559.917 1.559.917 - - -
196 PT CRBF 220.528.880 43.327.900 177.200.980 - -
197 PT CRS 89.413.940 70.794.240 18.619.700 - -
198 PT CBL 1.196.682.987 777.949.463 333.018.400 85.715.124 -
199 PT CCBI 424.164.299 41.225.339 213.678.588 169.260.372 -
200 PT CS 300.911.676 6.030.640 235.598.637 59.282.399 -
201 PT CSO 68.111.640 68.111.640 - - -
202 PT CINDO 201.159.145 136.776.640 64.382.505 - -
203 PT DR 13.831.488 13.831.488 - - -
204 PT DES 43.067.090 - 43.067.090 - -
205 PT DCC 3.298.372.000 3.298.372.000 - - -
206 PT DMI 803.189.090 803.189.090 - - -
207 PT DSC 15.701.239 - 15.701.239 - -
208 PT DST 1.567.940 1.567.940 - - -
209 PT DIB 6.754.308 - 6.754.308 - -
210 PT DBS 2.101.142.228 1.570.415.417 530.726.811 - -
211 PT DJRM 48.649.128 13.365.000 35.284.128 - -
212 PT DI 25.147.650 12.678.050 12.469.600 - -
213 PT DK 208.930.601 111.120.388 97.810.213 - -
214 PT EI 66.797.115 60.783.415 6.013.700 - -
215 PT ETI 840.478.828 616.580.291 223.898.537 - -
216 PT EU 189.705.780 123.057.000 66.648.780 - -
217 PT ED TBK 62.327.950 16.401.000 11.025.000 - 34.901.950
218 PT EITM 217.323.480 120.116.700 97.206.780 - -
219 PT ELI 1.743.643.245 645.204.119 196.886.701 796.747.425 104.805.000
220 PT FMS 8.593.750 8.593.750 - - -
221 PT FK 268.692.600 - 268.692.600 - -
222 PT FI 62.561.542 29.111.992 33.449.550 - -
223 PT FRI 274.811.427 99.012.331 130.783.576 45.015.520 -
224 PT FUI 315.886.912 221.688.412 94.198.500 - -
225 PT GPC 73.335.187 - 73.335.187 - -
226 PT GNDM 60.186.940 38.060.374 22.126.566 - -
227 PT GPPJ 1.108.776.283 543.630.142 516.590.106 48.556.035 -
228 PT GD 23.100.000 23.100.000 - - -

Universitas Indonesia
54 

No. Pelanggan Total 0 - 30 Hari 31 - 60 Hari 61 - 90 Hari > 91 Hari


229 PT GIR 28.490.000 28.490.000 - - -
230 PT GG 48.073.025 48.073.025 - - -
231 PT GSTX 302.935.743 270.619.943 32.315.800 - -
232 PT GM (985.468) (985.468) - - -
233 PT GSS 171.190.305 171.190.305 - - -
234 PT GKU 342.025.519 219.703.517 122.322.002 - -
235 PT GP 99.990.000 - 99.990.000 - -
236 PT GPM 209.550.000 34.925 209.515.075 - -
237 PT HKTX 13.200.000 6.562.500 6.637.500 - -
238 PT HMS TBK 11.814.547.005 5.666.791.580 6.147.755.425 - -
239 PT HKE 19.502.560 19.502.560 - - -
240 PT HIT 2.096.690.006 1.768.370.430 328.319.576 - -
241 PT H ABC I 3.150.785.968 1.616.432.072 1.282.933.980 251.419.916 -
242 PT HC 1.197.271.636 412.976.366 489.293.739 244.484.889 50.516.642
243 PT HN 145.853.279 - 124.254.911 21.598.368 -
244 PT IC 4.767.440 - - - 4.767.440
245 PT ISLP 777.150 - 777.150 - -
246 PT IYJ 209.413.875 42.349.505 141.878.770 25.185.600 -
247 PT IPP 79.788.170 49.757.400 30.030.770 - -
248 PT ICA 86.451.112 42.780.276 43.670.836 - -
249 PT ITS 2.086.927.417 1.038.775.289 1.048.152.128 - -
250 PT IS TBK 626.201.032 445.865.932 180.335.100 - -
251 PT IM 39.018.782 33.111.764 5.907.018 - -
252 PT IPTC 32.164.000 32.164.000 - - -
253 PT IUI 32.175.000 32.175.000 - - -
254 PT IU 128.634.000 59.790.500 68.843.500 - -
255 PT ILFA 26.946.700 26.946.700 - - -
256 PT ISRY 94.736.345 80.608.385 14.127.960 - -
257 PT IDA 47.666.267 31.595.718 16.070.549 - -
258 PT ISB 393.075.000 146.675.000 193.600.000 52.800.000 -
259 PT JACB 66.781.693 62.295.068 4.486.625 - -
260 PT JKI 383.966.451 358.895.916 25.070.535 - -
261 PT JK 63.313.921 46.131.932 17.181.989 - -
262 PT JL 17.310.370 17.310.370 - - -
263 PT JLM 1.000.000 1.000.000 - - -
264 PT JPFSI (682.140) (682.140) - - -
265 PT JHHP 93.132.149 23.595.000 69.537.149 - -
266 PT KNB 43.107.097 20.362.452 22.744.645 - -

Universitas Indonesia
55 

No. Pelanggan Total 0 - 30 Hari 31 - 60 Hari 61 - 90 Hari > 91 Hari


267 PT KHTX 306.378.380 137.349.080 169.029.300 - -
268 PT KI 24.246.420 24.246.420 - - -
269 PT KAS 3.171.973.992 2.073.349.498 1.098.624.494 - -
270 PT KTA 261.002.060 33.679.202 22.776.600 89.356.685 115.189.573
271 PT KLAM 94.115.697 17.872.470 54.893.877 21.349.350 -
272 PT KSI TBK* 2.786.877.726 401.599.196 841.631.673 566.594.526 977.052.331
273 PT KM 325.054.929 81.711.287 243.343.642 - -
274 PT KBT 52.406.000 52.406.000 - - -
275 PT KLAM (2.778.434) (2.778.434) - - -
276 PT KPJ (22.039.564) (22.039.564) - - -
277 PT KI 1.236.315.575 214.494.885 644.144.262 202.517.995 175.158.433
278 PT KMMI 3.261.973 - 3.261.973 - -
279 PT KBB 539.968 539.968 - - -
280 PT KNMX 119.312.847 66.697.554 52.615.293 - -
281 PT KM (1.564.720) (1.564.720) - - -
282 PT KP 34.299.243 34.299.243 - - -
283 PT KRK 149.357.120 149.357.120 - - -
284 PT LMI TBK 1.179.936.909 752.013.199 427.923.710 - -
285 PT LI 67.826.605 67.826.605 - - -
286 PT LMS 68.851.244 27.475.294 41.375.950 - -
287 PT LW 35.462.240 19.756.440 15.705.800 - -
288 PT LG E I 313.982.850 9.258.915 83.861.865 145.274.690 75.587.380
289 PT LLM (29.084.000) (29.084.000) - - -
290 PT LITI 7.903.220 - 7.903.220 - -
291 PT MF TBK 428.862.500 222.612.500 206.250.000 - -
292 PT MJP 49.876.849 13.150.720 24.412.300 12.313.829 -
293 PT MA 37.429.160 25.563.961 11.865.199 - -
294 PT MAD 277.057.400 199.025.130 78.032.270 - -
295 PT MPK 284.515.794 233.325.684 51.190.110 - -
296 PT MTRM 35.814.240 17.841.285 17.972.955 - -
297 PT MM 303.134.700 264.834.284 19.196.892 19.103.524 -
298 PT MI TBK 1.189.747.922 1.036.830.190 69.727.493 83.190.239 -
299 PT MPI 155.054.075 61.479.000 93.575.075 - -
300 PT MMS 1.365.894.034 751.073.339 544.660.501 70.160.194 -
301 PT MAL 27.555.297 27.555.297 - - -
302 PT MIP 69.316.824 - 69.316.824 - -
303 PT MAG 470.556.909 173.057.280 297.499.629 - -
304 PT MONI 184.551.961 143.884.752 40.667.209 - -
*) Piutang Usaha Pihak Hubungan Istimewa

Universitas Indonesia
56 

No. Pelanggan Total 0 - 30 Hari 31 - 60 Hari 61 - 90 Hari > 91 Hari


305 PT MGM 18.627.840 18.627.840 - - -
306 PT MK 648.329 648.329 - - -
307 PT MWNI 891.994.510 248.746.300 274.002.080 369.246.130 -
308 PT MAGRK (42.460) (42.460) - - -
309 PT MOKI 164.220.870 34.304.325 129.916.545 - -
310 PT MAPN 135.509.016 67.629.617 67.879.399 - -
311 PT MF 29.516.564 29.516.564 - - -
312 PT MAI TBK 3.341.235.300 1.179.220.550 1.456.139.000 676.984.250 28.891.500
313 PT MPO 389.995.763 83.920.221 306.075.542 - -
314 PT MMA 8.250.000 8.250.000 - - -
315 PT MGT 1.370.003.091 524.666.066 561.722.881 231.643.984 51.970.160
316 PT NP 173.541.390 109.381.635 64.159.755 - -
317 PT NTA 83.490.000 - - - 83.490.000
318 PT NESTL 26.785.905 24.600.755 2.185.150 - -
319 PT NMS (349.310) (349.310) - - -
320 PT NSTI 35.250.380 35.250.380 - - -
321 PT NCT 29.910.870 - 29.910.870 - -
322 PT NRMS 79.886.268 41.632.668 38.253.600 - -
323 PT NSSN 526.983.901 382.575.550 144.408.351 - -
324 PT NJRN 942.210.779 494.936.040 447.274.739 - -
325 PT NCM 33.354.756 33.354.756 - - -
326 PT ONGKW 63.554.150 35.402.664 28.151.486 - -
327 PT OTSK 316.261.000 272.305.000 43.956.000 - -
328 PT PKRN 2.106.692.744 1.700.232.157 406.460.587 - -
329 PT PLR (331.435) (331.435) - - -
330 PT PNSI TBK 891.077.720 - 279.839.615 472.556.485 138.681.620
331 PT PBTS 77.558.250 44.640.750 32.917.500 - -
332 PT PDS 411.105.079 151.994.810 259.110.269 - -
333 PT PPP 106.771.500 106.771.500 - - -
334 PT PNCTRD 19.943.270 13.584.115 6.359.155 - -
335 PT PSU 324.445.000 324.445.000 - - -
336 PT PEC 191.714.412 73.823.303 117.891.109 - -
337 PT PJI 90.487.430 80.681.810 9.805.620 - -
338 PT PIA 208.597.686 - 128.600.186 79.997.500 -
339 PT PNMS 28.784.151 28.784.151 - - -
340 PT PDDI 316.879.640 142.132.760 174.746.880 - -
341 PT PNI 170.500 - - - 170.500
342 PT PMI 565.918.276 463.504.888 102.413.388 - -

Universitas Indonesia
57 

No. Pelanggan Total 0 - 30 Hari 31 - 60 Hari 61 - 90 Hari > 91 Hari


343 PT PSI 239.894.929 239.894.929 - - -
344 PT PNP 89.911.470 23.673.870 66.237.600 - -
345 PT PCI 3.300.658.050 1.118.473.650 793.548.800 1.388.635.600 -
PT PASU
346 698.249.220 193.471.875 339.642.422 113.437.707 51.697.216
TBK
347 PT PRS 23.405.800 9.625.000 13.780.800 - -
348 PT PTHI 8.401.569 8.401.569 - - -
349 PT PP 3.021.876 3.021.876 - - -
350 PT PRFJI 385.957.822 146.116.080 239.841.742 - -
351 PT PJSI 25.799.345 25.799.345 - - -
352 PT PBM 405.814 405.814 - - -
353 PT PJK 760.320 760.320 - - -
354 PT RSN 10.762.752 10.762.752 - - -
355 PT RAJ 9.075.000 - 9.075.000 - -
356 PT RPRG 13.284.931 13.284.931 - - -
357 PT RMBK 17.135.250 - 17.135.250 - -
358 PT RDKKI 94.956.015 54.823.461 40.132.554 - -
359 PT RXPLST 300.423.342 157.024.120 87.832.601 55.566.621 -
360 PT RSI 163.319.420 65.949.840 40.701.760 28.089.600 28.578.220
361 PT RMBI 465.636.732 - 465.636.732 - -
362 PT RT 15.331.660 - - - 15.331.660
363 PT RFI 27.177.260 15.573.140 11.604.120 - -
364 PT SGAI 2.791.250 2.791.250 - - -
365 PT SWI 12.840.025 - - - 12.840.025
366 PT SP 79.594.537 36.992.076 42.602.461 - -
367 PT SGHG 54.510.500 54.510.500 - - -
368 PT SNG 183.264.867 183.264.867 - - -
369 PT SJA 4.914.278.757 3.945.954.462 968.324.295 - -
370 PT SC 67.401.935 67.401.935 - - -
371 PT SH 3.413.963.124 1.672.141.372 1.741.821.752 - -
372 PT SLE 38.497.042 30.705.674 7.791.368 - -
373 PT SLI 64.987.604 18.898.220 46.089.384 - -
374 PT SWAYI 149.084.100 149.084.100 - - -
375 PT SP 3.306.143.932 1.421.574.187 1.136.405.483 748.164.262 -
376 PT SSNT 378.964.294 378.964.294 - - -
377 PT SUR 395.675.500 167.590.500 169.785.000 58.300.000 -
378 PT SKR LT 30.195.055 18.378.030 11.817.025 - -
379 PT SSN 65.247.050 17.552.150 47.694.900 - -
380 PT SDBGN 731.361.315 446.115 172.483.200 31.868.800 526.563.200

Universitas Indonesia
58 

No. Pelanggan Total 0 - 30 Hari 31 - 60 Hari 61 - 90 Hari > 91 Hari


381 PT SP TBK 135.265.185 105.290.185 29.975.000 - -
382 PT SNR 13.333.430 13.333.430 - - -
383 PT SIK 436.193.274 226.668.915 162.524.824 46.999.535 -
384 PT SPT 317.156.840 216.431.600 100.725.240 - -
385 PT SPD 29.590.620 - - - 29.590.620
386 PT SPI 1.543.850.222 390.467.683 864.670.444 217.454.670 71.257.425
387 PT SPL 540.275.730 196.856.830 241.797.930 101.620.970 -
388 PT STBC 149.778.855 73.236.003 76.542.852 - -
389 PT SUT 23.696.530 23.696.530 - - -
390 PT STS 25.760.075 25.760.075 - - -
391 PT SBM 18.152.860 - 18.152.860 - -
392 PT SBLI 51.546.704 10.057.267 41.489.437 - -
393 PT SKA 218.662.202 121.016.973 97.645.229 - -
394 PT SPN 37.457.585 37.457.585 - - -
395 PT SBT 657.165.994 314.643.976 234.255.786 17.818.336 90.447.896
PT SPRM
396 264.500.835 264.500.835 - - -
TBK
397 PT SUJ 659.194.008 36.025.000 481.984.008 141.185.000 -
398 PT SAIP 38.654.550 - 38.654.550 - -
399 PT PTI 53.529.300 - 53.529.300 - -
400 PT TDS 66.769.340 40.007.660 26.761.680 - -
401 PT TGU (172.475) (172.475) - - -
402 PT TGRK 63.428.970 36.434.200 26.994.770 - -
403 PT TMS LTD 29.612.000 - 29.612.000 - -
404 PT TRTB 3.464.731.082 925.286.658 1.660.849.641 509.581.314 369.013.469
405 PT TFJ 303.329.048 224.558.048 78.771.000 - -
406 PT TRTI 997.978.960 823.392.592 174.586.368 - -
407 PT TRTMB 1.086.060.404 487.575.275 266.619.441 165.702.240 166.163.448
408 PT TRTMJA 136.961.143 104.261.003 32.700.140 - -
409 PT TRTMGH 485.223.409 271.082.009 214.141.400 - -
410 PT TAS 200.693.207 (401.386.414) 200.693.207 200.693.207 200.693.207
411 PT TMNB 99.303.573 99.303.573 - - -
412 PT TNDRY 10.494.000 10.494.000 - - -
413 PT TTP 201.542.528 172.952.648 28.589.880 - -
414 PT TES 95.797.391 95.797.391 - - -
415 PT TPM 47.882.670 25.016.970 22.865.700 - -
416 PT TNM 28.454.250 28.454.250 - - -
417 PT TJA 135.782.302 135.782.302 - - -
418 PT UWBM 641.895.748 346.114.559 295.781.189 - -

Universitas Indonesia
59 

No. Pelanggan Total 0 - 30 Hari 31 - 60 Hari 61 - 90 Hari > 91 Hari


419 PT USFI 5.445.858 5.445.858 - - -
420 PT VNNS 3.324.401.947 3.225.929.730 98.472.217 - -
421 PT VSS 41.666.350 41.666.350 - - -
422 PT VAK 317.475.000 204.950.000 112.525.000 - -
423 PT VTRPHM 29.054.080 29.054.080 - - -
424 PT WG 424.421.624 289.778.133 131.974.534 2.668.957 -
425 PT WP 57.668.143 20.097.929 37.570.214 - -
426 PT WB 1.201.814.349 646.602.885 555.211.464 - -
427 PT WISI 30.866.570 30.866.570 - - -
428 PT WU 46.212.342 46.212.342 - - -
429 PT WS 2.903.827.481 2.115.446.074 788.381.407 - -
430 PT WJA 45.270.213 45.270.213 - - -
431 PT WIM 69.575.649 21.145.410 48.430.239 - -
432 PT YTI 4.730.000 4.730.000 - - -
433 PT BHBI 371.933.320 38.500.000 247.760.040 85.673.280 -
434 PT BATI TBK 334.728.044 210.226.469 124.501.575 - -
435 PT PLYFN 1.247.947.939 415.616.524 651.469.100 180.862.315 -
436 PT SWATI (1.209.382) (1.209.382) - - -
437 PT SIL 349.250.000 - 251.390.150 97.859.850 -
438 PT PRNMW 13.259.180 - - - 13.259.180
439 RBT 3.127.050 3.127.050 - - -
440 ROG 179.640.474 - 132.729.225 46.911.249 -
441 RY 408.100 408.100 - - -
442 RHMD 55.617.100 55.617.100 - - -
443 RI 94.340.664 4.610.100 89.730.564 - -
444 SA 33.763 33.763 - - -
445 SLM 228.250 228.250 - - -
446 SMN 11.312.752 - 11.312.752 - -
447 SPTN 24.607.044 - 24.607.044 - -
448 STK 16.201.405 16.201.405 - - -
449 SLV 138.106.496 - 138.106.496 - -
450 SND 43.247.600 43.247.600 - - -
451 STD 10.631.060 10.631.060 - - -
452 STR 73.259.467 - - 34.805.007 38.454.460
453 SW 95.055.774 - 95.055.774 - -
454 SP 36.022.140 17.914.050 18.108.090 - -
455 SWM 2.999.700 2.999.700 - - -
456 SS 31.138.800 31.138.800 - - -

Universitas Indonesia
60 

No. Pelanggan Total 0 - 30 Hari 31 - 60 Hari 61 - 90 Hari > 91 Hari


457 SGNG 15.717.900 15.717.900 - - -
458 TJHYN 193.275.280 193.275.280 - - -
459 SLD 94.325.000 - 94.325.000 - -
460 SLS 82.939.868 - - - 82.939.868
461 SNRY (1.402.750) (1.402.750) - - -
462 SPRDY 69.888.764 - 69.888.764 - -
463 SPRTN 22.486.180 - - - 22.486.180
464 SRYU 8.679.112 8.679.112 - - -
465 SYNT 111.665.488 111.665.488 - - -
466 TSDJN 2.958.560 - - - 2.958.560
467 TE 8.999.100 8.999.100 - - -
468 TL 24.152.634 10.762.840 - 13.389.794 -
469 TA 8.391.196 8.391.196 - - -
470 TTK 8.387.280 - 8.387.280 - -
471 TRS 30.844.220 - 30.844.220 - -
472 UTM 6.069.553 - - - 6.069.553
473 WNTRK 15.754.200 15.754.200 - - -
474 WT 124.280.310 117.536.760 6.743.550 - -
475 YS 83.768.597 - - - 83.768.597
476 YK 9.915.675 - 9.915.675 - -
477 YN 21.723.504 21.723.504 - - -
478 YTD 83.718.371 - - - 83.718.371
479 YWTS (54.246) (54.246) - - -
480 YS 5.999.400 5.999.400 - - -
481 ZA 3.287.000 3.287.000 - - -

Universitas Indonesia
 

DAFTAR PUSTAKA

Agoes, Soekrisno Dr, S.E., Ak., MM., Auditing Pemeriksaan Akuntan, Lembaga Penerbit
FEUI, Jakarta, 1996.

Arens, Alvin A, James K. Loebbecke, Auditing dan Pelayanan Verifikasi: Pendekatan


Terpadu 12nd edition, Prentice-Hall, USA:1990.

Company profile KAP Kosasih & Nurdiyaman.

Company profile PT Kedawung Setia Carton Corrugated Box.

Dunia, Firdaus A. Ikhtisar Lengkap Pengantar Akuntansi, 2nd edition, Lembaga Penerbit
FEUI, Jakarta, 2005.

Pedoman Magang 2007/2008, Program Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia, Depok 2008.

Kieso, Donald E., Jerry J. Waygandt, Paul D. Kimmel. Accounting Principle, 4th edition. John
Willey & Sons Inc, New York, 1999.

61

Universitas Indonesia
 

RINGKASAN KARYA AKHIR

NPM : 2605311227
Nama Mahasiswa : Agung Tri Kuncoro
Judul Laporan : Audit Atas Piutang Usaha PT KSCCB
Dosen Pembimbing Magang : Firdaus A. Dunia
Tempat Magang : KAP Kosasih & Nurdiyaman
Perusahaan Yang diaudit : PT Kedawung Setia Corrugated Carton Box Industrial
Periode Magang : 14 Januari 2008 – 30 April 2008
Kata Kunci : Piutang Usaha, Piutang Usaha Manufaktur, Audit Piutang
Usaha Manufktur.

Abstrak :

Laporan magang ini berisi mengenai prosedur audit atas piutang usaha pada PT KSCCB
dengan bidang usaha manufaktur.

Secara teori piutang usaha adalah jumlah tagihan (claims) yang diharapkan dapat tertagih
dalam bentuk uang, yang dimiliki perusahaan atau individu terhadap customer (pembeli )
akibat dari transaksi penjualan kredit.

PT KSCCB mengklasifikasikan piutang usahanya berdasarkan pihak ketiga (third parties) dan
pihak hubungan istimewa (related parties), lebih lanjut PT KSCCB juga mengklasifikasikan
piutang usaha pihak ketiganya berdasarkan penjualan kredit lokal dan penjualan kredit
eksport.

Dan kesimpulan dari laporan ini adalah bahwa saldo piutang usaha PT KSCCB telah disajikan
dan diungkapkan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di
Indonesia.

Jakarta, 23 Mei 2008


Penulis

Agung Tri Kuncoro


 

SUMMARY OF FINAL INTERNSHIP REPORT

Student Number : 2605311227


Student Name : Agung Tri Kuncoro
Report Topic : Audit Atas Piutang Usaha PT KSCCB
Report Supervisor : Firdaus A. Dunia
Company Name : KAP Kosasih & Nurdiyaman
Auditee : PT Kedawung Setia Corrugated Carton Box Industrial
Internship Period : 14 Januari 2008 – 30 April 2008
Key Word : Piutang Usaha, Piutang Usaha Manufaktur, Audit Piutang
Usaha Manufktur.

Abstract :

This internship report discuss about the recording of account receivable in PT KSCCB which
operates in manufacturing industry.

Theoretically, account receivables are total claims which expected able to collect in cash,
which owning by company or individu to customer caused by credit sales transaction.

PT KSCCB classified their account receivable based on third parties and related parties,
further PT KSCCB classified their account receivable based on local credit sales and export
credit sales also.

And the conclusion of this report are balance of PT KSCCB’s account receivable had stated
fairly and accordance with generally accepted accounting principle in Indonesia (PSAK).

Jakarta, May 23, 2008


Written by

Agung Tri Kuncoro