Anda di halaman 1dari 27

TOKSIKOLOGI

Dosen Pengampu :
Dewi Oktavia, M.Farm. Apt

SILABUS
No.

Kompetensi

Keracunan Logam Berat (Racun Logam & Metalloid)

Keracunan Logam Berat (Racun Bahan Radioaktif)

Keracunan Radioisotop

Karsinogen

Teratogen

6
7

Cemaran Bahan Makanan (Bahan makanan


tambahan/aditif)
Cemaran Bahan Makanan (Bahan makanan alami)

UTS

EVALUASI
1. Daftar kehadiran/Absensi ( 20 % )
2. Nilai Tugas individu & kelompok ( 30 % )
3. Nilai UAS ( 50 % )

RACUN LOGAM DAN METALLOID

DISKUSI
APA SAJA YG MENYEBABKAN
MANUSIA SENANTIASA TERPAJAN
(EXPOSED) LOGAM BERAT DLM
LINGKUNGAN HIDUPNYA ???

Sumber Pencemaran Lingkungan &


Penyebab utama keracunan Logam Berat
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Kontaminasi dalam makanan dan air.


Logam yg terlepas dr alat makan-minum dan alat masak.
Penambangan secara besar2an menimbulkan penyakit kerja
(occupational disease).
Konstituen logam dalam pembasmi hama (pestisida), pupuk dan
obat2an.
Pembakaran batubara yg mengandung logam berat.
Tambahan Pb tetraetil pd bensin.
Peningkatan penggunaan logam dalam industri ; pembuangan
limbah pabrik, penggunaan 25-125rb ton raksa per tahun pd
pabrik termometer, spigmanometer, barometer, baterai, saklar
elektrik & peralatan elektronik.

Penggolongan Logam
Berdasarkan konduktivitas listrik dan termal :
1. Golongan Logam konduktivitas tinggi
2. Golongan Semi Logam (Metaloid) semi
konduktor
3. Golongan Non Logam konduktivitas rendah
Berdasarkan Densitasnya (Berat Jenis) :
4. Golongan Logam Berat (heavy metals)
densitas > 5 g/cm3
5. Golongan Logam Ringan (light metals)
densitas < 5 g/cm3

Lain-lain Logam Berat :


1. Logam Esensial bagi kehidupan (Zn, Cu, Se, Fe,
Co, Mn)
2. Logam Non Esensial / toksik (Hg, Cd, Pb, As, Cr)
3. Logam Trace Mineral (oksigen, hidrogen, silicon,
aluminium, titanium, magnesium, natrium,
kalium, kalsium, besi, fosfor & mangan)
4. Logam bukan Trace Mineral (bila konsentrasi
logam di kerak bumi 1000 ppm).

Sifat Toksisitas Logam Berat


1.
2.
3.

Bersifat toksik tinggi Hg, Cd, Pb, Cu dan Zn.


Bersifat toksik sedang Cr, Ni dan Co.
Bersifat toksik rendah Mn dan Fe.

Sifat Racun Metaloid (Semi Logam)


Sebagai logam maupun nonlogam
Lebih rapuh daripada logam, kurang rapuh
dibandingkan nonlogam
Semikonduktor terhadap listrik
Beberapa metaloid berkilauan seperti logam
boron (B), silikon (Si), germanium (Ge), Arsen
(As), Antimon (Sb), Telurium (Te) dan Polonium
(Po)

Mekanisme Toksisitas Logam


1. Menghambat kerja gugus fungsi biomolekul yg
esensial untuk proses biologi, seperti protein
dan enzim.
2. Menggantikan/substitusi ion-ion logam
esensial yg terdapat dalam molekul terkait
3. Mengadakan modifikasi atau perubahan
bantuk gugus aktif yg dimiliki oleh biomolekul

Karakteristik Logam Berat


1. Spesifikasi gravitasi sangat besar (>4)
2. Nomor atom 22-34 dan 40-50 serta unsur
lantanida dan aktanida
3. Respon biokimia spesifik pd organisme hidup
menyebabkan Keracunan (apabila
melampaui ambang batas yg ditentukan)

Akumulasi & Gejala Klinis Intoksikasi


Efek/gejala klinis intoksikasi tergantung pd :
1.
Jumlah
2.
Tempat Absorbsi
3.
Sifat kimiawi-fisis racun (btk & ukuran,
kelarutan dlm air, derajat ionisasi, dan
kelarutan dalam lemak).

Portal entry
1. Absorbsi per Inhalasi btk debu halus 2-5 .
Contoh :
- Karbon bersifat inert, tdk akan bereaksi, hanya
terakumulasi.
- Silika sangat reaktif dan bereaksi dgn sel paruparu; terbentuk jaringan ikat / fibrosis,
sifatnya progresif, meski jumlahnya <
- Logam yg bersifat Radioaktif, sama spt silika.
2. Absorbsi per Oral melalui sal. GI, berdifusi pasif ,
katalitis, aktif ditransport ke organ target bereaksi
dgn organ target.

Contoh pada Organ Target:


1). Syaraf
Uap merkuri (anorganik) dan metil merkuri (organik)
menambah efek racun neurotoksik.
Timbal organik neurotoksik.
Timbal anorganik mempengaruhi sistem heme (Hb &
sitokrom)
Pemakaian yang tinggi ensefalopati gangguan fungsi
kejiwaan (gangguan kesadaran dan kelakuan).
Logam lain yang bersifat neurotoksik : tembaga, trietiltin,
emas, litium, dan mangan.

2). Ginjal
Kadmium mempengaruhi sel tubulus
proksimal ginjal ekskresi protein, asam
amino, dan glukosa bersama urin.
Kadmium terakumulasi dalam lisosom
sel tubulus proksimal ginjal. Kompleks
kadmium, melepaskan Cd2+ yang
menghambat enzim proteolitik cedera sel.

3). Pernapasan
Menyebabkan iritasi dan radang saluran
pernapasan, bagian yang dipengaruhi
bergantung pada jenis logam dan tingkat
pemakaian.
Pemakaian yang tinggi
Kromium mempengaruhi lubang hidung,
Arsen mempengaruhi bronchi, dan
Berilium mempengaruhi paru-paru.

Beberapa Jaringan Target bagi Logam


Loga
m

GU

Saraf Hati

Al

As

GI

hem
atoe
p

Tula
ng

Endo Kulit
krin

Bi

Cd

Cr

Co

+
+

+
+

+
+

+
+

Cu

Fe

CV

Be

Pb

Resp

+
+

+
+

+
+

Beberapa Jaringan Target bagi Logam


Loga
m

GU

Mn
Hg

GI

+
+

Ni
Se

Saraf Hati

Resp

hem
atoe
p

Tula
ng

Endo Kulit
krin

+
+

Sr
Ti
Sn.or
g
Zn

CV

+
+

+
+

+
+

Eksresi ginjal, usus, rambut, kuku,


perspirasi/keringat, udara ekspirasi, air susu, dan
kulit.
Ekskresi mll ginjal tergantung pH & jumlah
protein (asam amino) yg dpt mengikat racun.
Eksresi mll Usus, selaput lendir usus (Cadmium,
Merkuri & Pb/Timah hitam).
Khusus Metil-Hg, mengalami siklus enterohepatik.

Efek racun Logam Penyebab Tumor atas dasar


Portal Entri & Jenis Tumor
Logam

Portal entri

Jenis Tumor

Berilium

Inhalasi

Kanker Paru-paru

Cadmium

SC, Intra testicular

Sarcoma, Leydigioma, Teratoma

Kromium

SC, IM, IP, Intra osseous, Intra


pleural, Intra bronchial

Sarcoma, Squamous cell


Carcinoma, Adenocarcinoma

Cobalt

SC, IM, Intra Osseous

Sarcoma

Tembaga

Intra testicular

Teratoma

Besi

SC, IM

Sarcoma

Pb / Timah
Hitam

SC, Oral

Ca ginjal, Adenocarcinoma ginjal,


Limfoma

Nikel

SC, IM, Inhalasi

Ca anaplastik

Selenium

Oral

Adenocarcinoma, Sq.Cell Ca,


Sarcoma

Titanium

IM

Fibrosarcoma, hepatoma, limfoma

Seng

Intra testicular

Leydigioma, seminoma,
chorioepitelioma, Teratoma

Keracunan Arsen (As)


Gejala Klinis :
a. Akut :
- termakan sedikit gejala tdk jelas
- termakan byk kematian
- Bau nafas khas (bawang putih)
- Kematian terjadi karena :
1). dilatasi pembuluh darah,
2). radang lambung & usus rasa terbakar di tenggorokan & diare
bercampur darah.
b. Kronis:
- Kelemahan, Kelelahan, kurang nafsu makan
- BB turun, iritabilitas
- Warna kulit coklat gelap
- Kuku menebal (garis putih di daerah persambungan kuku)
- Gangguan saraf perifer (saraf kaki lbh parah drpd tangan)
- Kelumpuhan
- Ulcer dlm saluran cerna
- kanker paru, limfa dan kulit

Mekanisme keracunan As :
Substitusi kompetitif Arsenat dgn fosfat anorganik
Ester arsenat yg cepat dihidrolisis (Arsenolisis).
Arsen trivalen (arsen anorganik)
gugus sulfhidril
menghambat enzim yg mengandung gugus SH.

Penatalaksanaan Keracunan As
1. Tindakan suportif
- cegah syok hipovolemik cairan
intravaskuler efek sal. cerna
- hipotensi cairan infus + dopamin
2. Terapi
- dimerkaprol 3 mg/kgBB IM / 4 jm ad gejala abdominal
reda
- penisilamin 4 x 250 mg/hari p.o ad 4 hari
3. Terapi kronis
- dimerkaprol + penisilamin p.o
- dialisis ginjal nefropati As

TUGAS
1. Timbal (Pb)
2. Merkuri (Hg)
3. Kadmium (Cd)
4. Besi (Fe)
5. Kromium (Cr)
6. Tembaga/kuprum (Cu)
7. Nikel (Ni)
8. Zinkum (Zn)
9. Selenium (Se)
10. Cobalt (Kobalt)
11. Mangan (Mn)
12. Aluminium (Al)
13. Barium (Ba)
14. Berilium (Be)
15. Silikon (Si)

1. Pendahuluan
2. Gejala Klinis (Akut &
Kronis)
3. Mekanisme Keracunan
4. Diagnosa &
Penatalaksanaan
Keracunan

Email : dewioktaviag@yahoo.co.id
Deadline : sebelum tgl 27 Mei 2016