Anda di halaman 1dari 41

Fungsi Dan Aplikasi

Karbohidrat

Melancark
an Sistem
Pencernaa
n

Mengatur
Metabolisme
Lemak

Sebagai
Pemanis
Alami

Su
mbe
r
Cad
ang
an
Ene
rgi

Su
mbe
r
Ene
rgi

Men
gop
tim
alka
n
Fun
gsi
Prot
ein

Peran
dalam
Biosfer
Pembentuk
Struktur Sel,
Jaringan, dan
Organ Tubuh

1. Sumber Energi
Fungsi utama karbohidrat adalah sebagai
sumber energi untuk tubuh.
Dalam 1 gram karbohidrat mampu
menghasilkan 4 k kalori yang melalui proses
pembakaran kimiawi di dalam tubuh akan
menjadi sumber energi.

Sumber Energi
Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi
metabolik dalam bentuk adenosin trifsofat
(ATP), yang sangat penting dalam tubuh
manusia.
Reaksi pembentukan ATP:
C6H12O6 + 6 O2 6 CO2 + 6 H2O + 38 ATP.
Jadi, setiap pembakaran
menghasilkan 38 mol ATP.

mol

glukosa

Gambar 1. Jalur Biokimia Produksi Energi


dalam Tubuh Manusia

Sumber :
http://www.slideshare.net/n
rokhmad/metabolisme32205573

2. Sumber Cadangan
Energi
Karbohidrat disimpan di dalam tubuh dalam dua
bentuk, yaitu tersimpan dalam otot dan hati
berupa glikogen dan tersimpan dalam darah
berupa glukosa.

Gambar 2. Proses Glikogen Menjadi


Glukosa

Sumber Cadangan Energi


Karbohidrat yang kita konsumsi akan diserap di usus halus.
Karbohidrat ini masuk ke dalam aliran darah dalam bentuk
glukosa (B), kemudian melalui vena porta glukosa dibawa ke
hati dan diubah menjadi glikogen(C).
Glikogen juga dapat diubah menjadi glukosa dengan adanya
hormon adrenalin. Melalui proses glikolisis, maka glukosa dan
glikogen akan diubah menjadi asam piruvat (E). Kemudian
melalui proses siklis masuk siklus krebs menghasilkan karbon
dioksida, air, dan melepaskan energi berupa ATP. Proses ini
berlangsung dengan dibantu enzim sitokrom (F).

Sumber Cadangan Energi


Asam piruvat yang tidak masuk dalam siklus krebs
diubah menjadi asam laktat yang disimpan di dalam
jaringan otot. Inilah yang menyebabkan pegal dan lelah
pada otot kita (G). Dari jaringan otot, asam laktat ini
akan diangkut oleh darah menuju hati dan diubah
menjadi asam piruvat, yang kemudian diubah kedalam
bentuk glikogen kembali (H).

Sumber Cadangan Energi


Pembentukan glikogen terbatas,
sehingga kelebihan glukosa
akan diubah menjadi asam
lemak yang akan disimpan di
dalam jaringan lemak (D).
Peristiwa ini dapat menjelaskan,
penyebab seseorang yang
kelebihan karbohidrat menjadi
gemuk.

Sumber Cadangan Energi


Glukosa dapat diubah
menjadi glikogen dengan
bantuan hormon insulin.
Seseorang yang kekurangan
hormon insulin, proses
pembentukan glikogen
menjadi glukosa terhambat,
akibatnya kadar glukosa
dalam darah meningkat dan
mengakibatkannya

3. Mengoptimalkan Fungsi Protein


Asam amino dalam tubuh
terutama digunakan untuk
sintesis protein. Tetapi, jika
asupan glukosa rendah, asam
amino dapat diubah menjadi
glukosa melalui jalur yang
disebut glukoneogenesis yaitu
pembentukan glukosa baru
dari prekursor nonkarbohidrat.

Sumber :
www.slideshare.
net

Mengoptimalkan Fungsi Protein


Bila kebutuhan karbohidrat makanan tidak mencukupi,
maka protein akan digunakan sebagai cadangan
makanan untuk memenuhi kebutuhan energi dan
mengalahkan fungsi utamanya sebagai zat pembangun.
Asam amino tidak memiliki molekul simpanan, sehingga
proses ini memerlukan pengrusakkan protein terutama
dari jaringan otot. Dengan adanya cadangan glukosa,
maka dapat dicegah pemecahan protein yang
berlebihan (penghemat protein).

4. Mengatur Metabolisme Lemak


Karbohidrat mencegah terjadinya oksidasi lemak
yang tidak sempurna. Asam oksalasetat (produk
pecahan dari karbohidrat) sangat penting untuk
oksidasi lemak. Jika tidak ada asam oksalasetat,
maka dapat terjadi oksidasi lemak yang tidak
sempurna.

Mengatur Metabolisme Lemak


Oksidasi
lemak
yang
tidak
sempurna
menghasilkan badan keton (asam asetoasetat,
aseton, dan asam beta-hidroksi-butirat).
Badan keton dibentuk dalam hati dan dikeluarkan
melalui urin dengan mengikat basa berupa ion
natrium. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan
natrium, dehidrasi, dan pH cairan tubuh menurun
sehingga terjadi ketosis atau asidosis.

Mengatur Metabolisme Lemak


Ketosis merupakan kondisi metabolisme yang dihasilkan
dari peningkatan badan keton dalam darah. Badan
keton bersifat asam, sehingga peningkatan jumlah
badan keton dalam darah dapat menyebabkan darah
menjadi asam (dalam hal ini dapat dikatakan bahwa
karbohidrat berperan dalam menjaga keseimbangan
asam basa cairan tubuh).

Mengatur Metabolisme Lemak


Ketosis biasanya terjadi pada pecandu alkohol,
penderita malnutrisi, dan penderita diabetes tipe
1.
Jumlah minimal dari karbohidrat dalam makanan
untuk menghindari terjadinya ketosis pada orang
dewasa adalah 50 gram per hari.

5. Pembentuk Struktur Sel,


Jaringan, dan Organ Tubuh
Karbohidrat merupakan unsur-unsur struktural
dalam dinding sel bakteri (peptidoglikan atau
murein), tanaman (selulosa) dan hewan (kitin).
Dalam hal ini, karbohidrat menjadi struktur
penyusun sel.

Pembentuk Struktur Sel, Jaringan,


dan Organ Tubuh
a. Peptidoglikan

Gambar.
Peptidoglikan
Sumber : Materi-

Peptidoglikan, juga dikenal sebagai


murein, merupakan polimer yang
terdiri dari gula dan asam amino
yang membentuk lapisan jala di luar
membran plasma bakteri (tapi tidak
Archaea), membentuk dinding sel.
Peptidoglikan memberikan kekakuan
pada dinding sel. Dinding sel bakteri
dapat berisi hingga 40 lapisan
peptidoglikan, yang memberikan
kekuatan mekanik yang signifikan.

Pembentuk Struktur Sel, Jaringan,


dan Organ Tubuh
b. Selulosa
Selulosa adalah komponen struktural
dari dinding sel utama tanaman hijau,
banyak bentuk ganggang dan
Oomycetes.
Gugus hidroksil pada glukosa dari satu
rantai membentuk ikatan hidrogen
dengan atom oksigen yang sama atau
pada rantai tetangga, membentuk
mikrofibril dengan kekuatan tarik tinggi.
Kekuatan ini penting dalam dinding sel,
di mana mikrofibril yang menyatu
menjadikannya matriks karbohidrat,
yang kaku untuk sel tanaman.

Gambar. Selulosa
Sumber : www.sridianti.com

Pembentuk Struktur Sel, Jaringan,


dan Organ Tubuh
c. Kitin

Gambar. Kitin Sumber :


www.biyolojisitesi.net

Kitin
merupakan
polimer
rantai
panjang
dari
N-asetilglukosamin,
turunan dari glukosa, dan ditemukan
di banyak tempat di seluruh dunia
alami. Kitin adalah komponen utama
dari dinding sel jamur, eksoskeleton
arthropoda
seperti
krustasea
(misalnya, kepiting, lobster dan udang)
dan serangga, para radulas moluska,
dan paruh dan cangkang internal
cephalopoda, termasuk cumi-cumi dan
gurita.

Pembentuk Struktur Sel, Jaringan,


dan Organ Tubuh
Karbohidrat struktural lainnya yang juga merupakan
molekul gabungan karbohidrat dengan molekul lain ialah
proteoglikan, glikoprotein, dan glikolipid.
Proteoglikan maupun glikoprotein terdiri atas karbohidrat
dan protein, namun proteoglikan terdiri terutama atas
karbohidrat, sedangkan glikoprotein terdiri terutama atas
protein.

Pembentuk Struktur Sel, Jaringan,


dan Organ Tubuh
Proteoglikan ditemukan pada perekat antarsel pada jaringan,
tulang rawan, dan cairan sinovial yang melicinkan sendi otot.
Sementara, glikoprotein dan glikolipid (gabungan karbohidrat
dan lipid) banyak ditemukan pada permukaan sel hewan.
Karbohidrat pada glikoprotein umumnya berupa oligosakarida
dan dapat berfungsi sebagai penanda sel. Misalnya, empat
golongan darah manusia pada sistem ABO (A, B, AB, dan O)
mencerminkan keragaman oligosakarida pada permukaan sel
darah merah.

6. Melancarkan Sistem Pencernaan


Makanan tinggi karbohidrat kaya akan serat yang
berfungsi melancarkan sistem pencernaan. Jenis glukosa
yang memiliki peran penting pada sistem pencernaan
yaitu laktosa dan selulosa.
Laktosa mempromosikan pertumbuhan dari bakteri
tertentu yang diinginkan dalam usus kecil yang
membawa sintesis vitamin B-kompleks tertentu. Selain
itu, laktosa juga meningkatkan absorpsi dari kalsium.

Melancarkan Sistem Pencernaan


Selulosa menyediakan serat dan massa yang membantu
untuk stimulasi gerakan peristaltik dari sistem lambung.
Manusia tidak dapat mencerna selulosa sehingga serat
selulosa yang dikonsumsi manusia hanya lewat melalui
saluran pencernaan dan keluar bersama feses. Serat
selulosa mengikis dinding saluran pencernaan dan
merangsangnya mengeluarkan lendir yang membantu
makanan melewati saluran pencernaan dengan lancar

Gambar. Sumber
Serat

7. Peran dalam Biosfer


Peran karbohidrat dalam biosfer yakni melalui reaksi
fotosintesis. Fotosintesis menyediakan makanan bagi
hampir seluruh kehidupan di bumi, baik secara
langsung (organisme autotrof) dan secara tidak
langsung (organisme heterotrof).

Peran dalam Biosfer


Pada proses fotosintesis, karbondioksida
diubah
menjadi
karbohidrat
yang
kemudian
dapat
digunakan
untuk
mensitesis materi organik lainnya.
Karbohidrat
yang
dihasilkan
oleh
fotosintesis adalah gula berkarbon tiga
yang dinamakan gliderida 3 fosfat.
Senyawa ini merupakan bahan dasar
senyawa seperti glukosa, selulosa, dan
pati, yang digunakan langsung oleh
organisme autotrof.

Gambar. Reaksi Gelap pada


Fotosintesis
Sumber :
http://gianroekmana.blogdetik.c
om/

8. Sebagai Pemanis Alami


Karbohidrat berfungsi sebagai pemanis alami.
Monosakarida dan disakarida berfungsi sebagai
pemberi rasa manis pada makanan. Fruktosa
merupakan jenis glukosa yang paling manis.
Rasa manis yang dirasakan pada lidah
disebabkan oleh ezim ptialin yang memecah
polisakarida menjadi glukosa yang rasanya
manis.

Sebagai Pemanis Alami

Tabel Tingkat Kemanisan


Glukosa
Sumber : http://www.chem-is-

APLIKASI
KARBOHIDRA
T:

Xylitol

Xylitol
Xylitol memiliki gugus
kimia aldehida (seperti
pada glukosa) atau keton
(seperti pada fruktosa).
Gula
langka
ini
merupakan
senyawa
berkarbon lima dengan
lima
gugus
alkohol/hidroksil (disebut
juga pentitol).

Xylitol disebut gula langka


karena
hanya
sedikit
terdapat pada buah dan
sayuran
alami
dan
pembuatannya
boleh
dikatakan
cukup
sulit
dibanding
senyawa
pemanis lainnya. Oleh
karena itu dari segi harga
pun, xylitol merupakan
salah
satu
pemanis
termahal
dibanding

Xylitol
Xylitol ditemukan secara alami pada:
Buah-buahan, sayuran, jagung, jamur dan
gandum. Kandungan xylitol dalam sayuran
dan buah-buahan sekitar 0.3 - 0.9 gram per
100 gram
Tubuh manusia : proses metabolisme orang orang dewasa menghasilkan 15 gram xylitol

Produksi Xylitol secara Komersial

Sumber :
http://www.ot.co.i
d/

Karakteristik Xylitol
Xylitol, bubuk kristal berwarna putih, memiliki
tingkat kemanisan seperti gula dan stabil pada
suhu tinggi. Pemanasan dengan suhu tinggi tidak
menyebabkan xylitol mengalami karamelisasi
(pencoklatan).
Xylitol banyak diaplikasikan pada produk permen
karena memberikan efek dingin (cool mouthfeel).
Xylitol memiliki kemampuan melepaskan panas
empat kali lebih besar dibandingkan dengan gula
jika dilarutkan dalam air, sehingga saat kristal
xylitol mencair dalam mulut akan timbul sensasi
dingin.

Gambar. Xylitol
Sumber :
http://www.ot.co.id/

Tabel 2. Karakteristik berbagai jenis


polyols

Sumber :
http://www.ot.co.id/

Xylitol dan Kesehatan Gigi


Kerusakan gigi sebagian besar
disebabkan oleh dua faktor,
yaitu
makanan
(terutama
gula) dan bakteri. Kerusakan
gigi dimulai dengan proses
demineralisasi permukaan gigi
bagian luar karena asam yang
dihasilkan oleh bakteri yang
mencerna karbohidrat.

Gambar. Proses Kerusakan Gigi


Sumber : http://www.ot.co.id/

Xylitol dan Kesehatan Gigi


Xylitol dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus
mutans, bakteri yang berperan dalam mengubah
karbohidrat dan gula menjadi asam. Asam yang
terbentuk akan menempel pada gigi untuk kemudian
membentuk plak gigi. Selain itu xylitol juga akan
memicu produksi air liur. Air liur mengandung mineral
yang dapat memperbaiki lapisan gigi bagian luar.

Xylitol dan Kesehatan Gigi


Peranan xylitol dalam menjaga kesehatan gigi:
Menghambat pertumbuhan bakteri penyebab
kerusakan gigi
Menghambat pembentukan karies gigi
Menghambat pertumbuhan plak
Menekan keasaman plak
Mempercepat proses pembentukan mineral gigi
Bukan substrat yang ideal untuk pertumbuhan
bakteri karena memiliki sifat yang sulit difermentasi

Xylitol dan Kesehatan Tubuh


Xylitol dengan lima atom
karbon dalam struktur
kimianya mempunyai
manfaat sebagai
antimikroba dan anti aging.
Gula yang memiliki enam
atom karbon merupakan
sumber substrat
pertumbuhan yang baik
untuk bakteri dan jamur.

Xylitol juga banyak


digunakan untuk
mengurangi infeksi
pernafasan dan infeksi
telinga. Penelitian yang
yang dilakukan terhadap
1000 anak-anak
menunjukkan bahwa
kejadian infeksi telinga
bagian tengah berkurang
40% pada anak-anak yang
mengkonsumsi xylitol
flavored chewing gum.

Xylitol dan Kesehatan Tubuh


Penelitian di Finlandia menunjukkan bahwa xylitol
berperan dalam menjaga densitas tulang dan mencegah
osteoporosis karena konsumsi xylitol akan membantu
meningkatkan penyerapan kalsium dalam usus. Tahun
1963, FDA menyatakan xylitol aman untuk dikonsumsi
tanpa adanya efek karsinogenik.
Namun, xylitol memiliki efek laksatif (menyebabkan
diare) terhadap sebagian orang jika dikonsumsi lebih
dari 40 gram per hari, karena tubuh manusia secara
alami memproduksi xylitol.

Aplikasi Xylitol
Saat ini xylitol sudah digunakan oleh lebih dari 35
negara. Xylitol umumnya digunakan sebagai
pemanis untuk substitusi gula di berbagai
industri:
Permen dan chewing gum
Pharmaceutical
Produk
kesehatan
mulut
seperti
pelega
tenggorokan, obat kumur, dan pasta gigi.