Anda di halaman 1dari 37

UKURAN PEMUSATAN DAN

UKURAN LETAK DATA
Mata Kuliah Statistika Elementer

FARIDA DANIEL, S.Si, M.Pd
0816029101

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
SOE
2016
1

Pengantar
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang
sekumpulan data mengenai sesuatu hal baik mengenai
sampel ataupun populasi, selain data itu disajikan
dalam tabel dan diagram masih diperlukan ukuranukuran yang merupakan wakil kumpulan data tersebut.
Ukuran yg dihitung darikumpulan data dalam sampel
dinamakan Statistik sedangkan ukuran yg dihitung
darikumpulan data dalam populasi/ukuran untuk
menyatakan populasi disebut dengan Parameter.
Jadi ukuran yang sama dapat bernama statistik atau
parameter bergantung pada apakah ukuran dimaksud
untuk sampel atau populasi.

UKURAN PEMUSATAN
 Merupakan nilai tunggal yang mewakili semua data
atau kumpulan pengamatan dimana nilai tersebut
menunjukkan pusat data.
Yang termasuk ukuran pemusatan :
1. Rata-rata hitung (Mean)
2. Rata-rata ukur
3. Rata-rata harmonis
4. Median
5. Modus

RATA-RATA HITUNG Jumlah semua nilai data Rumus umumnya : Rata . Untuk data yang tidakX mengulang X  X i X1  X 2  ....rata hitung  Banyaknya nilai data 1.  f n f i .1...  f n X n f i Xi X   f1  f 2  . Untuk data yang mengulang dengan frekuensi tertentu f1X1  f 2 X 2  .  X n  n n 2..

RATA-RATA HITUNG (lanjutan) Data tunggal tidak mengulang: 70. 45. 80.6 fi 16 . 56 X  70  69  45+80+56  64 5 Data yang mengulang dengan frekuensi tertentu Xi f fXi 70 5 350 69 6 414 45 3 135 80 1 80 56 1 56 Jumla h 16 1035 fi X i 1035 X    64. 69.

RATA-RATA HITUNG (lanjutan) 1.92 f i 60 . Dalam Tabel Distribusi Frekuensi Interval Kelas Nilai Tengah (Xi) Frekuensi fiXi 9-21 22-34 35-47 48-60 61-73 74-86 87-99 15 28 41 54 67 80 93 3 4 4 8 12 23 6 45 112 164 432 804 1840 558 Σf = 60 ΣfX = 3955 X  f i X i 3955   65.

92  60  f i  . Ambil salah satu nilai tengah/tanda kelas (Xo). Dengan Memakai Sandi/Kode (c).RATA-RATA HITUNG (lanjutan) 2. Interval Kelas Nilai Tengah (Xi) ci Frekuensi fici 9-21 22-34 35-47 48-60 61-73 74-86 87-99 15 28 41 54 67 80 93 -3 -2 -1 0 1 2 3 3 4 4 8 12 23 6 -9 -8 -4 0 12 46 18 Σf = 60 ΣfU = 55  f i ci  55 X  X0  p    54  13    65.

Misal A memperoleh nilai 65 untuk tugas. Mid 3 dan Ujian Akhir 4. maka rata-rata hitungnya adalah : (2)65  (3)76  (4)70 X  70.89 23 4 . Bila nilai tugas diberi bobot 2. Dengan pembobotan Masing-masing data diberi bobot.RATA-RATA HITUNG (lanjutan) 3. 76 untuk mid dan 70 untuk ujian akhir.

. RATA-RATA UKUR Digunakan apabila nilai data satu dengan yang lain berkelipatan.X 2 ..X n Untuk data tidak berkelompok   log X i U  antilog   n   Untuk data berkelompok   f i log X i U  antilog    f i   .. U  n X1.2.

4.3010  0. 8 U  3 2. 4. 6021  0. 6021) 4 .9031  anti log   3    anti log (0.RATA-RATA UKUR (lanjutan) Contoh : • 2.8  4 Atau U U U U  log 2  log 4  log 8  anti log   3    0.

44 13.8 6.18 1.95  60  Σf log X = 107.1 U  antilog    60.7 11.84 21.54 5.61 1.96 43.83 1.RATA-RATA UKUR (lanjutan) Contoh : Interval Kelas Nilai Tengah (Xi) Frekuensi (fi) log Xi fi log Xi 9-21 22-34 35-47 48-60 61-73 74-86 87-99 15 28 41 54 67 80 93 3 4 4 8 12 23 6 1.73 1.90 1.1 .45 1.97 3.82 Σf = 60  107.

3. RATA-RATA HARMONIK Untuk data tidak berkelompok n H   1  X  i   Untuk data berkelompok f i H   fi      X i .

RATA-RATA HARMONIK (lanjutan) Contoh : • 3.12 n 7 H    5.6.10.7.87 1 1 1 1 1 1 1  1          3 5 6 6 7 10 12  X i .6.5.

288 0.121 .RATA-RATA HARMONIK (lanjutan) Contoh : Interval Kelas 9-21 22-34 35-47 48-60 61-73 74-86 87-99 Nilai Tengah Frekuensi (Xi) (fi) 15 28 41 54 67 80 93 60 H   53.179 0.065 Σf = 60 Σf / X = 1.143 0.2 0.098 0.52 1.121 fi /Xi 3 4 4 8 12 23 6 0.148 0.

rata-rata ukur. ratarata hitung H U  X .Hubungan antara rata-rata harmonik.

Untuk data berkelompok n Kelas median adalah kelas yang memuat data ke2  n  F  2  Med  b  p   f     b  batas bawah kelas median F = jumlah frekuensi semua kelas sebelum kelas yang mengandung median f = frekuensi kelas median p = panjang kelas .4. MEDIAN Untuk data tunggal data diurutkan terlebih dahulu dan dilihat nilai tengahnya.

50.50.50.70.70.60.70.70.30 .40.60.70(n=8) Diurutkan : 30.70.60.40.Contoh : MEDIAN (lanjutan) Data ganjil • 80.70.40.40.70.80 Median adalah data ke 4 setelah data diurutkan yaitu 60 Data genap • 80.60.80 Median adalah rata-rata hitung 2 data tengah yaitu data ke 4 dan 5 setelah data diurutkan yaitu Me=(60+70)/2=65 .70.30 (n=7) Diurutkan : 30.70.50.

MEDIAN (lanjutan) Contoh : Interval Kelas Frekuensi 9-21 22-34 35-47 48-60 61-73 74-86 87-99 3 4 4 8 12 23 6 Σf = 60 Letak median ada pada data ke 30.5  13  2  12        72.5 F = 19  60  f = 12 .42 . sehingga : p = 13 b = 60.19   Med  60. yaitu pada interval 61-73.

5. MODUS Untuk data berkelompok Kelas modus adalah kelas yang frekuensinya paling tinggi  b1  Mod  b  p    b1  b 2 b  batas bawah kelas modus b1  selisih antara frekuensi kelas modus dengan frekuensi tepat satu kelas sebelum kelas modus b 2  selisih antara frekuensi kelas modus dengan frekuensi tepat satu kelas sesudah kelas modus p = panjang kelas .

28.28.28.18 Data yang paling sering muncul adalah 34 12.34.34.34.34. 14.34.28.28.18.34.MODUS (lanjutan) Contoh : 12. 14.28 Data yang paling sering muncul adalah 28 dan 34 .34.34.

5 b1 = 23-12 = 11 b2 = 23-6 =17  11  Mod  73. sehingga : b = 73.MODUS (lanjutan) Contoh : Interval Kelas Frekuensi 9-21 22-34 35-47 48-60 61-73 74-86 87-99 3 4 4 8 12 23 6 Σf = 60 Data yang paling sering muncul adalah pada kelas interval 74-86.5  13    78.61  11  17  .

2) Jika Mod<Med<rata-rata hitung. 3) Jika rata-rata hitung<Med<Mod. DAN MODUS Ada 3 kemungkinan kesimetrian kurva distribusi data : 1) Jika nilai ketiganya hampir sama maka kurva mendekati simetri. maka kurva miring ke kanan.HUBUNGAN EMPIRIS ANTARA NILAI RATA-RATA HITUNG. . maka kurva miring ke kiri. MEDIAN.

HUBUNGAN RATA-RATA – MEDIAN .MODUS  = Md= Mo 2. Mo < Md <  12 10 8 6 4 2 0 15 10 5 0 231 3.  < Md < Mo Mo Md Rt 663 375 Rt Md Mo 807 15 10 5 0 231 807 .

HUBUNGAN EMPIRIS ANTARA NILAI RATA-RATA HITUNG. maka terdapat hubungan : Rata-rata hitung-Modus = 3 (Rata-rata hitung-Median)  X .Mod  3 X  Med  . MEDIAN. DAN MODUS (lanjutan) Jika distribusi data tidak simetri.

UKURAN LETAK 1. dan kuartil ketiga (Q3) atau kuartil atas. Ada 3 jenis yaitu kuartil pertama (Q1) atau kuartil bawah. Kuartil Jika sekumpulan data dibagi menjadi empat bagian yang sama banyak sesudah disusun menurut urutan nilainya maka bilangan pembaginya disebut Kuartil. kuartil kedua (Q2) atau kuartil tengah. .

Rumus letak kuartil: DATA TIDAK BERKELOMPOK K1 = [1(n + 1)]/4 K2 = [2(n + 1)]/4 K3 = [3(n + 1)]/4 DATA BERKELOMPOK 1n/4 2n/4 3n/4 0 K1 K2 K3 n 0% 25% 50% 75% 100% . K2 sampai 50% dan K3 sampai 75% setelah data diurutkan. K1 sampai 25% data.UKURAN LETAK: KUARTIL Definisi: Kuartil adalah ukuran letak yang membagi 4 bagian yang sama.

3 kelas kuartil ke-i adalah kelas yang memuat data ke in/4 b = batas bawah kelas kuartil .KUARTIL (lanjutan) Untuk data tidak berkelompok Qi  nilai ke Untuk data berkelompok  in   4 .2. i  1. i  1.F Qi  b  p   f     i  n  1 4 .2.3 F = jumlah frekuensi semua kelas sebelum kelas kuartil Qi f = frekuensi kelas kuartil Qi .

KUARTIL (lanjutan) Contoh : Interval Kelas 9-21 22-34 35-47 48-60 61-73 74-86 87-99 Nilai Tengah (X) Frekuensi 15 28 41 54 67 80 93 3 4 4 8 12 23 6 Q1 membagi data menjadi 25 % Q2 membagi data menjadi 50 % Q3 membagi data menjadi 75 % Σf = 60 Sehingga : Q1 terletak pada 48-60 Q2 terletak pada 61-73 Q3 terletak pada 74-86 .

42 Q 2  60.60  .5  13 4 12       Untuk Q3.KUARTIL (lanjutan) Untuk Q1.41 Q 3  73.31     81.60  .5  13 4 23       .60  11   :   54 Q1  47.5  13 4 8       Untuk Q2. maka :  3. maka :  2. maka  1.19     72.

Desil Kelompok data yang sudah diurutkan (membesar atau mengecil) dibagi sepuluh bagian yang sama besar.2. .

. i  1.2..3.F Di  b  p   .. i  1.9 F = jumlah frekuensi semua kelas sebelum kelas desil Di  f    f = frekuensi kelas desil Di .3...DESIL (lanjutan) Untuk data tidak berkelompok D i  nilai ke - i n  1 ..2.9 10 Untuk data berkelompok kelas desil ke-i adalah kelas yang memuat data ke in/10  in  b = batas bawah kelas desil Di  10 ...

DESIL (lanjutan) Contoh : Interval Kelas Nilai Tengah (X) Frekuensi 9-21 22-34 35-47 48-60 61-73 74-86 87-99 15 28 41 54 67 80 93 3 4 4 8 12 23 6 D3 membagi data 30% D7 membagi data 70% Σf = 60 Sehingga : D3 berada pada 48-60 D7 berada pada 74-86 .

11     58.5  13 10 23       .5  13 10 8        7.72 D 7  73.60  31     79.60  .875 D 3  47.DESIL (lanjutan)  3.

GRAFIK LETAK DESIL 0% 20% 40% 60% 80% 100% 0 D2 D4 D6 D'8 n .

99   ..2. i  kelas f frekuensi semua F = jumlah    kelas sebelum kelas desil Di f = frekuensi kelas desil Di ..3... Persentil Untuk data tidak berkelompok i n  1 Pi  nilai ke ...2..3.. i  1.99 100 Untuk data berkelompok kelas desil ke-i adalah kelas yang memuat data  in  ke in/100 -F  100  bawah desil Di Pi  bb =pbatas 1.3.

UKURAN LETAK PERSENTIL 1% 3% … … … 99% P1 P3 … … … P99 .

Median 5. Rata-rata harmonik 4. D4. Modus 6. D8 8. P30 dan P70 . Rata-rata ukur 3. Q2. Q3 7.TUGAS Diketahui data nilai ujian Statistika sbb : Nilai Ujian 21-30 frekuensi 4 31-40 6 41-50 8 51-60 10 61-70 18 71-80 25 81-90 14 91-100 15 Jumlah 100 • Dari data tsb hitunglah : 1. Rata-rata hitung 2. Q1.