Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM

EKOLOGI TANAMAN
ACARA II
PERSAINGAN TANAMAN INTRASPESIES

Semester:
Genap 2014/2015

Oleh :
Titis Sayekti Putri Wulandari
A1L113028

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
LABORATORIUM AGROEKOLOGI
PURWOKERTO
2015

Kedua kondisi cahaya tersebut memberikan respon yang berbeda-beda terhadap tanaman.I.PENDAHULUAN A. Pada praktikum kali ini akan diamati pertumbuhan pada tanaman jagung dengan persaingan intraspesies. Cahaya dibutuhkan oleh tanaman mulai dari proses perkecambahan biji sampai tanaman dewasa. Cahaya merupakan salah satu kunci penentu dalam proses metabolisme dan fotosintesis tanaman. artinya tanaman yang toleran ketika . Tanaman yang tahan dalam kondisi cahaya terbatas secara umum mempunyai ciri morfologis yaitu daun lebar dan tipis. Respon tanaman terhadap cahaya berbeda-beda antara jenis satu dengan jenis lainnya. Kompetisi atau dengan kata lain persaingan merupakan peristiwa umum yang terjadi pada kehidupan sehari-hari. Kedua kondisi tersebut akan dapat menjadi faktor penghambat pertumbuhan tanaman apabila pemilihan jenis tidak sesuai dengan kondisi lahan. sedangkan pada tanaman yang intoleran akan mempunyai ciri morfologis daun kecil dan tebal. Begitu pula pada tanaman. positif-netral. Latar belakang Di alam organisme tidak akan bisa hidup sendirian tetapi saling berdampingan dan berhubungan dengan organisme lainnya untuk kelangsungan hidupnya. interaksi yang terjadi dapat terjadi pada tanaman bersifat positif-positif. netral-netral dan negatif-negatif. Ada tanaman yang tahan ( mampu tumbuh ) dalam kondisi cahaya yang terbatas atau sering disebut tanaman toleran dan ada tanaman yang tidak mampu tumbuh dalam kondisi cahaya terbatas atau tanaman intoleran. Kompetisi yang terjadi berupa persaingan sumber daya yang terbatas atau saling menyakiti antar individu yang sejenis dengan kekuatan fisik. baik secara anatomis maupun secara morfologis. positif-negatif.

mempunyai akar papan. B. Ini semua ada maksudnya. Faktor-Faktor lingkungan akan mempengaruhi fungsi fisiologis tanaman. Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan tanaman akibat cekaman biotik yang berupa persaingan antar tanaman pada spesies yang sama. TINJAUAN PUSTAKA Seperti yang telah diuatarakan bahwa pertumbuhan tanaman sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Respons tanaman sebagai akibat faktor lingkungan akan terlihat pada penampilan tanaman.ditanam diareal yang cukup cahaya justru akan mengalami pertumbuhan yang kurang baik. II. dan terkandung makna bahwa tumbuhan itu juga menyesuaikan diri dengan lingkungannya. begitu juga dengan tanaman intolean apabila di tanam pada areal yang kondisi cahaya terbatas pertumbuhan akan mengalami ketidak normalan. Bakau mempunyai akar napas. Hal ini dapat terlihat langsung pada vegetasi hutan bakau yang tumbuh di pantai berlumpur. Karena . Dengan demikian pemilihan jenis berdasarkan pada sifat dasar tanaman akan menjadi kunci penentu dalam keberhasilan pembuatan tanaman. Begitu pula biasanya vegetasi yang tumbuh di sekitar ekosistem tersebut juga spesifik atau tertentu. Begitu pula tumbuhan yang tumbuh pada ekosistem rawa.

tergantung pada sifat dari cekaman dan proses fisiologis yang terpengaruh. Kadangkadang. Cekaman merupakan faktor lingkungan biotik dan abiotik yang dapat mengurangi laju proses fisiologi. Contoh cekaman adalah kekurangan nitrogen. 2008). 2006). reproduksi. Cahaya merupakan salah satu kunci penentu dalam proses metabolisme dan fotosintesis tanaman. 2003). Ada tanaman yang tahan ( mampu tumbuh ) dalam kondisi cahaya yang terbatas atau sering disebut tanaman toleran dan ada tanaman yang tidak mampu tumbuh dalam kondisi cahaya terbatas atau tanaman intoleran (Sinaga. maka tanaman tersebut memiliki tingkat resistensi terhadap cekaman. Respon ini bersama-sama memungkinkan tanaman untuk mempertahankan tingkat yang relatif konstan dari proses fisiologis. . 2011). Tanaman mengimbangi efek merusak dari cekaman melalui berbagai mekanisme yang beroperasi lebih dari skala waktu yang berbeda. kelebihan logam berat. Fluktuasi lingkungan setiap hari menantang kehidupan tumbuhan. Cahaya dibutuhkan oleh tanaman mulai dari proses perkecambahan biji sampai tanaman dewasa. meskipun terjadinya cekaman secara berkala dapat mengurangi kinerja tanaman tersebut.hanya tumbuhan yang sesuai dan cocok saja yang dapat hidup berdampingan (Campbell. Kita akan mendefinisikan disini sebagai kondisi lingkungan yang dapat member pengaruh buruk pada tumbuhan. Respon tanaman terhadap cahaya berbeda-beda antara jenis satu dengan jenis lainnya. Jika tanaman akan mampu bertahan dalam lingkungan yang tercekam. kelebihan garam dan naungan oleh tanaman lain (Lakitan. faktor dalam lingkungan berubah cukup drastic sehingga membuat tumbuhan menjadi tercekam. dan kelangsungan hidup tumbuhan (Fallah.

artinya tanaman yang toleran ketika ditanam diareal yang cukup cahaya justru akan mengalami pertumbuhan yang kurang baik. Kedua kondisi tersebut akan dapat menjadi faktor penghambat pertumbuhan tanaman apabila pemilihan jenis tidak sesuai dengan kondisi lahan. sedangkan pada tanaman yang intoleran akan mempunyai ciri morfologis daun kecil dan tebal. Bahan dan Alat . begitu juga dengan tanaman intolean apabila di tanam pada areal yang kondisi cahaya terbatas pertumbuhan akan mengalami ketidak normalan. Tanaman yang tahan dalam kondisi cahaya terbatas secara umum mempunyai ciri morfologis yaitu daun lebar dan tipis. baik secara anatomis maupun secara morfologis. Dengan demikian pemilihan jenis berdasarkan pada sifat dasar tanaman akan menjadi kunci penentu dalam keberhasilan pembuatan tanaman (Sinaga.Kedua kondisi cahaya tersebut memberikan respon yang berbeda-beda terhadap tanaman. METODE PRAKTIKUM A. 2008). III.

Hasil . Media tumbuh disiapkan. air. 4. Polibag pertama berisi 4 benih. timbangan elektronik dan alat tulis. Siram dan lakukan pengamatan. tanah. Prosedur Kerja 1. Pada pengamatan ke 7 cabut semua tanaman dan lakukan pengamatan terhadap variabel : a. 2. Jumlah akar per tanaman c. Alat yang digunakan dalam praktikum adalah polibag. polibag kedua berisi 8 benih dan polibag ketiga berisi 12 benih. mistar. Bobot basah keseluruhan tanaman IV. 3. Terlampir HASIL DAN PEMBAHASAN A. Polibag diisi tanah ¾ bagian dan tanam benih jagung pada masing-masing polibag.Bahan yang digunakan dalam praktikum adalah tanaman jagung. Panjang akar b. B.

mercubuana. 2006. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. . Jakarta: Erlangga. Diakses pada tanggal 11 Juni 2015. DAFTAR PUSTAKA Campbell. Ekologi Hewan. SIMPULAN DAN SARAN A. 2011. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Lakitan. B. Tajuk yang paling panjang terdapat pada polibag yang berisi 4 benih dibanding polibag yang berisi 8 atau 12 benih. Darmawan. Benyamin. Simpulan Pada praktiikum yang dilakukan hari pertama belum ada yang tumbuh.http://io.. hal tersebut dikarenakan persaingan tanaman lebih sedikit. at al. Malang: UM Press.id/file. Benyamin.V. 2003. Sinaga.ppi jepang.ac. Affan Fajar. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Perspektif Pertanian dalam Lingkungan yang Terkontrol. 2008. Biologi Jilid 2. Agus. http://puslit. 2005.org. 2011. Saran Sebaiknya pengamatan dilakukan setiap hari agar dapat memantau pertumbuhan tanaman dengan maksimal. Diakses pada tanggal 11 Juni 2015. Peran Air Bagi Tanaman. Fallah. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Lakitan.