Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN PRAKTIKUM

SIFAT FISIK HASIL PERTANIAN

Oleh :
Dinar Ardhi Wicaksono
NIM A1H012072

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2014

LAPORAN PRAKTIKUM
SIFAT FISIK HASIL PERTANIAN
MENGHITUNG BENTUK, UKURAN
DAN MENGUKUR KEKERASAN PADA BUAH

Oleh :
Dinar Ardhi Wicaksono
NIM A1H012072

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2014

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sifat fisik hasil pertanian adalah karakteristik fisik yang dimiliki oleh
masing-masing produk pertanian. Produk pertanian secara fisik memeliki banyak
sekali perbedaan meskipun yang dibandingkan adalah pada jenis tanaman yang
sama. Perbedaan ini perlu diketahui agar dapat ditentukan bagaimana cara
perlakuan yang sesuai pada produk yang dihasilkan.
Data sifat fisik dari hasil pertanian secara dapat digunakan sebagai acuan
dalam perancangan alat dan mesin pengolahannya, pengembangan prosuk baru,
evaluasi kualitas produk, analisis dan perhitungan efisiensi. Data sifat fisik hasil
pertanian tersebut biasa didapatkan setelah melakukan pengukuran pada suatu
produk pertanian. Beberapa acuan yang digunakan dalam menjelaskan bentuk dan
ukuran suatu produk pertanian adalah bentuk acuan, kebundaran, kebulatan,
dimensi sumbu bahan, serta kemiripan produk pertanian dengan benda-benda
geometri tertentu.
B. Tujuan
1. Menentukan bentuk dan ukuran suatu bahan hasil pertanian berdasarkan
perhitungan kebundaran dan kebulatan.
2. Mengukur
pnetrometer.

kekerasan

bahan

hasil

pertanian

dengan

menggunakan

dimensi sumbu bahan. Ada beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk emnjelaskan bentuk dan ukuran bahan hasil pertanian diantaranya bentuk acuan. Kedua nilai ini memiliki persaman yang berbeda serta variable angka yang berbeda serta variable angka yang berbeada pula.ap/ac . kebulatan. Nilai-nilai tersebut. Cara pengukurannya meliputi : Kebundaran (Roundness) = Ap/Ac  Nilai 0 -1  bundar/ lingkaran Gambar 1. TINJAUAN PUSTAKA Bentuk dan ukuran bahan hasil pertanian merupakan dua karakter yang tidak dapat dipisahkan dalam hal objek fisik suatu bahan dan keduanya diperlukan untuk mendeskripsikan karakter fisik suatu bahan secara jelas.II. serta kemiripan bahan hasil pertanian terhadap benda-benda geometri tertentu. Beberapa nilai perlu diketahui sebelum kita menentukan bentuk serta ukuran dari suatu hasil pertanian. kebundaran. meliputi : Ap = luas permukaan proyeksi terbesar dr bhn dlm posisi bebas Ac = luas permukaan lingkaran terkecil yg membatasi a = sumbu terpanjang b = sumbu intermediate c = sumbu terpendek di = diameter lingkaran terbesar di dalam obyek dc = diameter lingkaran terkecil yg membatasi obyek Pengukuran bahan biasanya dilakukan untuk mendapatkan nilai kebundaran dan kebulatan.

pola susunan buah dalam kemasan dan lama transportasi. Diantaranya yaitu perubahan kandungan asam-asam organik. Rangkaian perubahan tersebut mempunyai implikasi yang luasterhadap metabolismedalam jaringan tanaman tersebut. Kerusakan ini diakibatkan oleh benturan dan getaran (vibration) selama transportasi (Maezawa. Kerusakan mekanis pada buah dan sayuran segar paling banyak dihasilkan dari getaran dan tumbukan yang diterima oleh produk. 2002). beban tekanan yang . 1990). Hasil penelitian Waluyo (1990) menunjukkan bahwa kerusakan fisik buahbuahan selama proses transportasi dipengaruhi oleh varietas buah. Kerusakan fisik ditandai dengan adanya pecah (kulit terkelupas). 2007). gula dan karbohidrat lainnya (Kader. memar dan luka pada buah. jenis kemasan. di/dc Seiring dengan perubahan tingkat ketuaan dan kematangan. Getaran dan tumbukan itu berasal dari ketidak beraturan permukaan jalan dan perpindahan sistem transmisi pada kendaraan ke produk (Idah.Kebulatan (sphericity) = diameter geometri rata2 dibagi dia meter terpanjang  axbxc 1 / 3 Serta dengan rumus : = a Kebulatan (sphericity) = di/dc  Nilai 0 – 1  bola/ bulat Gambar 2. padaumumnya buah-buahan mengalami serangkaian perubahan komposisi kimiamaupun fisiknya.

bobot dan ukuran buah. Sifat produk pertanian seperti itulah yang mengakibatkan perlunya dilakukan uji kekerasan pada setiap komoditas pertanaian. tingkat kematangan. 2014) menjelaskan bahwa kekerasan buah dapat dihitung dengan persamaan ‘P = F / A’. 2008). Perubahan tingakat keasaman dalam jaringan juga akan mempengaruhiaktifitas beberapa enzim diantaranya adalah enzim-enzim pektinase yang mampumengkatalis degradasi protopektinyang tidak larut menjadi substansi pectin yanglarut. 1991). dimana ‘F’ merupakan besaran yang didapatkan pada saat menggunakan pnetrometer pada buah dan ‘A’ merupakan luasan pada buah tersebut. varietas. Dengan diketahuinya nilai kekerasan dalam setiap komoditas maka kerusakan perlakuan pasca panen yang terjadi dapat diminimalisir karena kita mengetahui tingkat kematangan bahan serta bagaimana beban maksimum yang diijinkan pada saat dilakukan penumpukan agar bahan tersebut tidak mengalami kerusakan.dialami buah. karakteristik kulit buah serta kondisi lingkungan di sekitar buah (Kays. . Praktikum kali ini (tim asisten. Perubahan komposisi substansi pektin ini akan mempengaruhi kekerasanbuah-buahan (Sianturi.

b.III. Menentukan nilai Ap. Buah B. Alat tulis 4. 6. 7. Mistar 3. buah pada kertas millimeter blok 4. Jangka 7. Menghitung kekerasan buah dengan persamaan P=F/A . Pnetrometer 8. METODOLOGI A. Menggambar buah di kertas millimeter blok 3. Ac. Prosedur Kerja 1. Jangka sorong 2. 5. Menyiapkan alat dan bahan 2. dc. c. Kertas HVS 5. Alat dan Bahan 1. Millimeter blok 6. Menentukan nilai kebulatan buah. Mengukur nilai kekerasan buah dengan menggunakan pnetrometer. Menentukan nilai kebundaran buah. a.

4 4 2 Jambu 6. kebundaran.IV. Pengukuran nilai kebundaran. Ap 29 Ac 30 28 29.79 3 Keterangan: tabel hasil pengukuran dan perhitungan praktikum acara 1. massa.52 14.94 0. kekerasan adalah kemampuan yang dimiliki . Ukuran merupakan besaran penampang yang dimiliki oleh suatu hasil pertanian.4 1 Jambu 6.46 6.74 4.47 13.52 25. kebulatan dan kekerasan Buah Kebundaran Kebulatan Kekerasan pengukura perhitungan 1 2 3 P n Jambu 0.69 3.21 14.69 0.73 12.52 25.96 6. volume.295 7 7.95 26.1 6.24 2 Jambu 0.72 0.32 3. Hasil Tabel 1. Tabel 2.96 0.33 3. Produk pertanian memilki sifat fisik yang berbeda. Pengukuran nilai besaran dimensi yang dimiliki buah. Pengamatan sifat fisik yang dapat dialkukan pada suatu produk pertanian adalah dari ukuran.6 19.5 32 34 B. dan porositas dari produk pertanian.51 4.84 14. Buah a B c di dc Jambu 6.949 0.3 3 Keteranga: nilai besaran diatas memiliki satuan dimensi panjang.45 3.51 1 Jambu 0.315 25. sifat fisik tersebut dapat langsung diamati tanpa adanya reaksi kimia.93 11. Pembahasan Sifat fisik hasil pertanian adalah karakteristik fisik yang dimiliki oleh masing-masing produk pertanian.47 10.67 1. HASILDAN PEMBAHASAN A. kebulatan. kekerasan. massa jenis.

untuk massa jenis adalah perbandingan massa yang dimiliki produk dengan volume yang dimilikinya sedangkan untuk prositas adalah ruangan yang dihasilkan oleh produk karena volume produk tersebut. setelah nilai . Untuk kebulatan memiliki proses yang hampir sama dengan kebundaran yaitu membandingkan produk dengan lingkaran lalu mencari nilai diameter lingkaran luar (dc) dan diameter lingkaran dalam (di). Volume adalah kemampuan produk untuk menenpati suatu ruang. Kebulatan adalah cara yang digunakan untuk menjelaskan bentuk dan ukuran yang dimiliki oleh hasil pertanian dengan menggunakan acuan lingkaran. kebulatan adalah pengukuran kemiripan suatu produk pertanian dengan suatu bangun lingkaran. hampir sama dengan kebulatan yang merupakan pengukuran kemiripan produk pertanian dengan bangun dengan bentuk bola. Kekerasa adalah kemampuan yang dimiliki oleh hasil pertanian dalam mempertahanakn bentuknya dari adanya gaya tekan pada hasil pertanaian tersebut. lalu kita tentukan luas lingkaran luar yang bersinggungan dengan produk(AC) dan lingkaran dalam yang bersinggungan dengan produk (AP). massa merupakan berat dari suatu produk.produk pertanian untuk tetap mempertahankan bentuknya. Kebulatan adalah cara yang digunakan untuk menjelaskan bentuk dan ukuran yang dimiliki oleh hasil pertanian dengan menggunakan acuan bangun bentuk bola. Setelah didapatkannya nilai AP dan AC maka untuk melakukan perhitungan kebundaran adalah dengan membandingakan nilai AP dengan AC. Prosedur dalam melakukan perhitungan kebundaran adalah dengan membandingakan hasil pertanian dengan sebuah lingkaran.

Berdasarkan hasil yang terlah didapatkan.67 . Untuk mendapatkan nilai kekerasan dari hasil pertanian diperlukan pengukuran luas produk seperti yang telah dijelaskan pada perhitungan kebundaran (A) dan kebulatan serta gaya yang mampu ditahan oleh produk.tersebut diketahui maka untuk mencari kebulatan dapat menggunakan persamaan ‘di’ dibandingkan dengan ‘dc’. sedangkan dalam penentuan kebulatan berdasarkan perhitungan nilai hasil pengukuran millimeter blok pada ketiga buah jambu merah secara berturut-turut adalah 0. alat ini akan menghitung gaya maksimum yang dapat diterima benda (F).72 .93 . Setelah kedua komponen tersebut terpenuhi maka dalam melakukan perhitungan kekerasan dapat menggunakan perbandingan antara ‘F’ dengan ‘A’. Untuk menentukan besaran gayanya digunakan alat bernama pnetrometer. 0.95 .6. Nilai kebulatan berdasarkan pengukuran menggunakan jangka sorong pada ketiga buah jambu merah berturut-turut menghasilkan 0. Itu bisa terjadi karena buah yang kelompok kami gunakan adalah buah jambu merah yang mana memiliki kebulatan dan kebundaran yang hampir menyerupai obyek acuannya sehingga perlu pengukuran dengan sangat teliti. dalam pengukuran kebulatan ketiga buah jambu merah memiliki nilai yang berbedabeda. 1.69. Kendala yang terjadi pada saat dilangsungkannya praktikum adalah ketersediaan alat yang kurang memadahi sehingga disaat akan melakukan pengukuran secara bersamaan maka masing-masing kelompok harus menunggu . 0. 0. Perbedaan dari nilai yang di dapatkan ini dimungkinkan disebabkan oleh pengukuran yang kurang teliti pada saat menggunakan millimeter blok seta penentuan titik yang kurang tepat pada saat melakukan pengukuran dengan jangga sorong.

gilirannya. . sehingga data yang dihasilkan tidak mencerminkan hasil pengukuran yang sebenarnya. Perlakuannya adalah dengan melakukan perhitungan menggunakan jangka sorong dengan menggunakan kertas millimeter blok. Suatu benda jika memiliki nilai kebundaran 1 maka benda tersebut memiliki kebundaran yang sempurna. Pernyataan ini dibuktikan dengan nilai kebundaran yang dimiliki oleh buah jambu merah yaitu memiliki nilai diatas 0. Berdasarkan pada hasil yang didapatkan buah jambu memiliki nilai kebundaran yang hampir menyerupai obyek referensinya (lingkaran). Terjadinya peristiwa seperti ini kemungkinan karena adanya kesalahan yang dilakukan pada saat melakukan pengambilan data yang dibutuhkan sehingga menghasilkan data yang berbeda.9. Jika tidak maka akan sangat berpengaruh terhadap hasil perhitungan luasannya. Pengukuran menggunakan jangka sorong ada praktikan yang belum mengetahui cara pembacaan skala pada jangka sorong. serta untuk benda yang hampir bulat seperti jambu biji merah sulit untuk menentukan nilai dimensi terpendek yang dimiliki oleh produk. Pengukuran menggunakan millimeter blok juga terdapat kesulitan yaitu disaat benda menyerupai lingkaran sehingga ketelitian untuk menentukan selisih yang terbentuk antara buah dan lingkaran yang bersinggungan merupakan hal yang cukup sulit dan membutuhkan ketelitian yang tinggi. Kebulatan yang dimiliki oleh buah jampu merah memiliki nilai yang berbeda pada dua jenis perlakuan. Selain itu kemampuan sebagian praktikan untuk menggunakan jangka sorong masih belum baik.

Penggunaan pnetrometer pada tiap-tiap buah dilakukan sebanyak tiga kali pada posisi yang berbeda. . Peristiwa ini dapat terjadi dimungkinkan karena perlakuan pasca panen yang dilakukan ataupun karena faktor kerapatan partikel buah yang dipengaruhi jauh dan dekatnya letak pengukuran pnetrometer dengan letak sambungan antara buah dengan rantingya.Kekerasan pada buah jambu merah ditentukan dengan menggunakan luas penampang yang dimiliki buah serta pengukuran tekanan dengan pnetrometer. Berdasarkan hasil pengukuran pada tiap-tiap posisi yang digunakan pnetrometer mencatat hasil yang berbeda-beda. Pembedaan posisi ini digunakan untuk melakukan pendekatan dalam pengukuran kekerasan buah secara utuh.

Menghitung kebulatan: a.949. Kesimpulan 1.24.94. 14. 0.96. Kebundaran : 0. 0. millimeter blok = di/dc 4. Menghitung kekerasan dengan fruits hardnes tester = F/A B.95 3.72.67. . jangka sorong = (a x b x c) 3 a b. 0. Kebulatan: a) jangka sorong : 0. 0.31. 1. Tiga buah jambu biji merah memiliki : 1. 0.69 b) millimeter blok : 0. mendekati bundar sempurna 2. 25.93.V. Menghitung kebundaran = Ap/Ac 1 3.6. KESIMPULAN DAN SARAN A. Saran Sebelum dilaksanakan praktikum untuk selanjutnya diharapkan asisten untuk menjelaskan prinsip kerja serta cara penggunaan setiap alat yang akan digunakan agar semua praktikan dapat menggunakan semua alat yang digunakan pada saat praktikum.79 2. Kekerasan (rata-rata) : 13.

B.G. S. Perubahan Kimia. Institut Pertanian Bogor. 1991. AU J. Kader. Sianturi. Japan Packaging Institute Waluyo. Fruits and Vegetables Handling and Transportation in Nigeria. Fakultas Pascasarjana. Pen. Ajisegiri and M. Department Agricultural Engineering.2007.Bogor .S. Fisika Dan Lama Simpan Buah Pisang Muli dalam Penyimpanan Atmosfir Pasif. Japan International Cooperation Agency.A. 1990. Postharvest Physiology of Perishable Plant Products. New York Maezawa. Cushioning Package Design. Tesis.DAFTAR PUSTAKA A. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II 2008 Universitas Lampung. 2008. Idah P. Utama. 2002.S. Yisa.. Praktik-praktik Penanganan Pascapanen Skala Kecil: Manual untuk Produk Hortikultura (Edisi ke 4) Juli 2002.M.A. Universitas Udayana C. E. AVI Publishing by van Nostrand Reinhold. I. Federal University of Technology Minna. 10(3): 175-183 Kays. 1990. Denpasar. E.T. Niger State. 17-18 November 2008. Pengkajian Dampak Getaran Mekanik Pengangkutan Truk terhadap Jeruk dalam Kemasan. S.Nigeria.A. J.

BERAT DAN LUAS PERMUKAAN BUAH Oleh : Dinar Ardhi Wicaksono NIM A1H012072 KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS PERTANIAN PURWOKERTO 2014 .LAPORAN PRAKTIKUM SIFAT FISIK HASIL PERTANIAN MENGHITUNG VOLUME.

serta kemiripan produk pertanian dengan benda-benda geometri tertentu. Semakin tinggi massa jenis suatu benda. Menghitung volume. B. kebulatan. Densitas atau biasa disebut massa jenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. kebundaran. Latar Belakang Sifat fisik hasil pertanian adalah karakteristik fisik yang dimiliki oleh masing-masing produk pertanian. Data sifat fisik hasil pertanian tersebut biasa didapatkan setelah melakukan pengukuran pada suatu produk pertanian. Tujuan 1. PENDAHULUAN A. Produk pertanian secara fisik memeliki banyak sekali perbedaan meskipun yang dibandingkan adalah pada jenis tanaman yang sama. Beberapa acuan yang digunakan dalam menjelaskan bentuk dan ukuran suatu produk pertanian adalah bentuk acuan. Perbedaan ini perlu diketahui agar dapat ditentukan bagaimana cara perlakuan yang sesuai pada produk yang dihasilkan. dimensi sumbu bahan. maka semakin besar pula massa setiap volumenya. berat dan luas permukaan buah berdasarkan pengukuran dan pengamatan .I.

pembentukan endapan atau pembentukan gas (Mardjuki. perubahan protein selama perubahan. pembentukan endapan. Sifat fisik kimia protein dari lemak selama pengolahan. Luas permukaan biji-bijian dan buah-buahan juga sangat penting dalam tes-tes tertentu. banyak jenis pakar yang profesional telah direkomendasikan oleh ahli nutrisi dalam bentuk formula. 1998). Sifat fisik bahan dapat langsung diamati tanpa adanya reaksi kimia. Perubahan protein selama pengolahan sifat fisik sangat berhubungan dengan kondisi dan pergerakan benda dan dengan aliran transportasi energi (Dewi. suhu. dan berperan penting dalam menentukan hubungan tanaman-tanah-air. sedangkan sifat fisik kimia hanya dapat diamati dengan terjadinya perubahan warna. TINJAUAN PUSTAKA Luas permukaan bagian-bagian tertentu dari bahan pertanian sangat berperan penting dalam berbagai teknologi proses.II. suhu. atau pembentukan gas. juga sangat menentukan dalam pengembangan image-sensor untuk keperluan otomatisasi dan robotisasi mesin-mesin pertanian. Sifat fisik bahan sangat berhubungan dengan pengelolaan bahan pangan secara meknis. disamping warna. . dalam penentuan warna dan pemantulan cahaya dan fenomena transfer panas. misalnya dalam pengukuran respirasi. Luas permukaan daun menentukan kapasitasnya untuk melakukan fotosintesis dan laju pertumbuhannya. 1990). Luas permukaan bahan. sedangkan sifat-sifat fisik kimia hanya dapat diamati dengan terjadinya perubahan warna. Sifat fisik suatu bahan dapat langsung diamati tanpa adanya reaksi kimia.

proses . Luas permukaan untuk buah-buahan dapat ditentukan dengan pengukuran langsung. cacat fisik. curah hujan. toksikan. serta pengaman panen dan pasca panen (Syaifullah. jarak tanam. Sedangkan mutu eksternal terdri atas tekstur. dipengaruhi oleh faktor non iklim seperti varietas. cahaya. bentuk. dalam dimensi kuadrat (beberapa beberapa penampang melintang). berat. tingkat ketuaan saat petik. kandungan mineral. Mutu eksternal dipengaruhi oleh faktro iklim seperti angin. suhu. elevansi dan sifat atau kondisi tanah. kelembaban. dengan perhitungan. warna. serangan hama dan penyakit. Sifat fisik bahan hasil pertanian merupakan faktor yang sangat penting dalam menangani masalah-masalah yang berhubungan dengan merancang suatu alat khusus untuk suatu produk hasil pertanian atau analisa prilaku produk dan cara penanganannya. atau berdasarkan berat. penampakan. Data densitas bahan diperlukan dalam proses pengeringan penyimpanan biji-bijian. sehingga luasan buah dapat dihitung dengan lebih mudah. ukuran. luas permukaan. Pengetahuan mengenai densitas dan produk pertanian memeiliki peranan yang sangat penting dalam proses penanganan produk pertanian.Karakteristik mutu buah dikelompokkan menjadi dua yaitu mutu eksternal terdiri atas warna. Karakteristik sifat fisik pertanian adalah bentuk. Pengukuran langsung dapat dilakukan dengan membalutkan selotip pada permukaan buah. flavor. dan jasad remik. batang bawah. irigasi. kandungan zat gizi. 1991). (Suharto. penyemprotan zat kimia. tekstur dan flacor. ukuran. densitas dan kadar air. 1996). atau dari plot-plot yang berdasarkan pengukuran dimensi linier (beberapa diameter). porositas.

pengemasan.sortasi.(r12 + r1.h. . 2014).r2 + r22) Keterangan : V = volume produk h = tinggi produk r1 = jari-jari dasar produk r2 = jari-jari pucuk produk massa dari produk sendiri dapat dihitung dengan melakukan penimbangan (Asisten. rancang bangun alat dan mesin pertanian dan lainlain. Besaran yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan massa jenis adalah massa dan volume dari bahan tersebut. Utuk menentukan volume produk digunakan persamaan : V = (/3). grading. Penentuan nilai densitas suatu produk memerlukan beberapa besaran yang dimiliki oleh produk terebut.

III. Alat dan Bahan 1. Menghitung massa jenis dengan persamaan ‘ = massa / volume’ dari buah . Neraca 4. Prosedur Kerja 1. Menggukur nilai r1. Menimbang massa bahan dengan neraca 2. r2 serta h dari buah 3. Melilitkan selotape pada seluruh permukaan buah 4. Buah B. Gelas ukur 3. Selotape 5. Menghitung volume dan luas permukaan buah dengan persamaan yang sudah ditentukan. Jangka sorong 2. 5. METODOLOGI A. Alat tulis 7. Mistar 6.

03 0.3 5.1 155. No Massa bahan Jari-jari (cm) (g) 1 1 Dasar (r1) 2 3 1 170 140 155 4.IV. Table 2. nilai pengukuran massa. jari-jari dan tinggi dengan satuan cm.4 3.3 Pucuk (r2) Tinggi (cm) 2 3 1 2 3 1 2 3 3. Densitas N o Pengamatan 1 0.6 0.2 173.3 3.3 4.1 175 140 150 9 8 5 5 5 5 Keterangan : massa menggunakan satuan gram dan volume menggunakan satuan ml Table 3. perhitungan densitas. jari-jari dan tinggi bahan.9 1 2 Pengukuran 3 1 2 3 1.5 1 7 3 8 2 1 Keterangan :densitas dicari berdasarkan pengamatan dan pengukuran .29 6.1 50. nilai pengukuran massa dan volume produk.6 4.9 3. Hasil Table 1. HASILDAN PEMBAHASAN A. N Massa bahan (g) Volume o Jangka sorong 1 2 selotape 3 1 Cm3 Ml 2 3 1 2 3 1 1 2 3 52.6 6.51 3 9 2 6 6 5 1 1 Keterangan : massa dengan satuan gram.2 147.41 0.

329 1.075 18 0.Tabel 4.25 18 0.11 0.08 308.24 0.2 Rata2 0.32953 314.8125 224659.085 21 0.08 48.084 10 0.89063 2744.89 0.77 0.0064 1.49024 347.14 0.73 0.018225 3. y = luas permukaan).392 4 0.5329 2547.005625 9.18613 250.83 0.9056 2383.005625 1.04X + 80.08 19 0.17 0.82 0.0002402 5 0.39 0.73 17 0.68096 441.213 Y = -164.233 3 0.017 52.61395 716.41 0.01 0.0075 45.007225 1. .227.024025 4.32295 777.075 306.0000562 5 0.0024 11 0.07383333 68.5041 8 0.1293565 87. Regresis linier data praktikum.56238 1613.6576 12 0.0049 3.075 132.2465 9 0.2921 5 0.47 0.075 16 0.000196 0.0155 50.06 20.15 24.155 27.712 14 0.0064 24.1142 13 0.000289 0.005625 1.8521 7 0.6728 95116.005625 22.34298 2091.0036 1.78517 441.0225 3.2144 409.77717 2514.02 16 0.629 15 0.135 26.5 0.64 Jumla h 1.07 50.6329 6 0.939 Keterangan : Regresi hasil praktikum kelompok 1-6 (x = massa.6165 581.221 2 0.0064 1.08 21 0.0064 3.014 40. NO X Y X^2 XY Y^2 1 0.90075 17426.9875 93942.

Pembahasan Volume adalah pernghitungan seberapa banyak ruang yang diperlukan oleh obyek tersebut.939. tinggi. Berdasarkan hasil yang telah di dapat pada praktikum kali ini mungkin yang perlu dilakukan pembahasan adalah pada saat melakukan pengukuran luas permukaan dan densitas pada tiga buah jambu biji merah.04X + 80. karena dilakukan pengukuran dengan dua metode yang berbeda. Sedangkan untuk hasil pengukuran jari-jari. Ketiga komponen tersebut lah yang dilakukan pengukuran dalam penentuan sifat fisik hasil pertanaian. dan volume deilakukan dengan metode yang sama. Pada pengukuran luar permukaan buah didapati perbedaan nilai pada pengukuran dengan menggunakan selotape dan jangka sorong.0051.B. Ini dilakukan karena pada komponen inilah yang memiliki pembanding. Peristiwa ini dapat terjadi dimungkinkan karena bentuk buah yang sangat tidak beraturan sehingga menimbulkan perbedaan antara dua metode perhitungan. Untuk pengukuran menggunakan jangka sorong berpotensi untuk mengalami kekeliruan terletak pada penentuan tinggi serta jarijari yang dimiliki oleh bahan tersebut dan untuk pengukuran menggunakan selotape dimungkinkan terjadi kesalahan pada saat pembalutan buah menggunakan selotape sehingga ada bagian selotape yang terlipat. Luas penampang adalah luas salah satu sisi dari suatu benda. persamaan ini memiliki nilai R 2 = 0. Persamaan regresi yang didapatkan pada hasil praktikum kali ini adalah Y = -164. Koefisien determinasi yang sangat rendah tersebut dikarenakan input data yang digunakan . Densitas adalah kerapatan yang dimiliki oleh suatu obyek persatuan luas.

Pada .71 2 0.5666 0.adalah data massa dan luas permukaan dari buah yang berbeda-beda.014 40.3x – 15.01 0.02 0. misalkan pada buah jambu biji merah yang diamati oleh kelompok kami maka persamaan regresi yang terbentuk adalah y = 4073.02 massa (kg) Gambar 1.57 R² = 0.0155 7 Keterangan : Nilai massa(x) dan luas permukaan(y) kelompok 4 (jambu biji merah) Hubungan Luas Permukaan dan Massa Bahan 60 40 luas penampang (cm2) f(x) = 4073.00024 0.02 Jumlah 0. No X Y X2 XY Y2 1 0.88 20 0 0.14 0. Praktikum menghitung volume.00029 0.8826.17 0.15.7 0.01 0.0465 142.017 52.361 Rata2 47.23018 6872.02 0.0002 0.89063 2744.33x .0155 50. Tabel 5.57 dengan R2 = 0. Bila data yang digunakan hanya pada satu jenis buah saja.02 0.000725 2.77717 2514. berat dan luas permukaan buah pada kali ini memiliki kendala pada saat melakukan pembalutan dengan menggunakan selotape dan pada saat menentukan tinggi serta jari-jari pada bauh jambu biji merah. Nilai massa dan luas permukaan. Persamaan regresi dari luas permukaan dibandingkan dengan massa kelompok 4 (jambu biji merah).56238 1613.63 3 0.39 0.

saat melakukan pembalutan dengan selotape terjadi pelipatan pada selotape karena bentuk buah yang tidak beraturan. karena setiap cm dari bagian buah akan menghsilkan tinggi dan jari-jari yang berbeda. Untuk penentuan jari-jari dan tinggi buah kendala terdapat pada penentuan letak tinggi serta jari-jari dari buah ini. .

17585 cm2 c. Massa = a. Luas permukaan = a. 140 gram c. 140 ml c. 155 gram 2.V.144775 cm2 B. 150 ml 3. KESIMPULAN DAN SARAN A. . 40. Saran Sebelum dilaksanakan praktikum untuk selanjutnya diharapkan asisten untuk menjelaskan prinsip kerja serta cara penggunaan setiap alat yang akan digunakan agar semua praktikan dapat menggunakan semua alat yang digunakan pada saat praktikum.39 cm2 b. 50. 170 gram b. 175 ml b. Kesimpulan Buah jambu biji merah : 1. 52. Volume = a.

Teknologi Pengawetan Pangan. Konsui. Tim Penyusun. 1998. 2014. Pertanian Dan Masalahnya. Mardjuki. Erlangga. Pertanian UNSOED. 1991.DAFTAR PUSTAKA Dewi. PT.A. Lidia. Petunjuk Memilih Buah Segar. Y. Jakarta. Purwokerto . Suharto. Modul Praktikum Sifat Fisik Hasil Pertanian. Andi Offsed. 1996. Rineka Cipta: Jakarta. 1990. Sifat Fisik dan Sensoris Formula. Syaifullah. Yogyakarta. UGM. Teknik Pertanian.

LAPORAN PRAKTIKUM SIFAT FISIK HASIL PERTANIAN MENGHITUNG DENSITAS DAN POROSITAS Oleh : Dinar Ardhi Wicaksono NIM A1H012072 KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS PERTANIAN .

atau sebagai persentase antara 0-100%. Pengukuran densitas dan porositas dianggap penting dalam bidang keteknikkan pertanian karena setiap perlakuan yang dilakukan harus sesuai dengan karakteristik dari bahan itu sendiri. Produk pertanian merupakan bahan yang mudah mengalami kerusakan. dan merupakan fraksi dari volume ruang kosong terhadap total volume. maka semakin besar pula massa setiap volumenya. PENDAHULUAN A. kerusakan disini dikarenakan adanya banyak reaksi yang terjadi dan aktifitas dari produk tersebut diantaranya respirasi. Latar Belakang Densitas atau biasa disebut massa jenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. yang bernilai antara 0 dan 1. Ketidak sesuaian perlakuakn akan berakibat pada kerusakan dari bahan itu sendiri. Selain itu produk hasil pertanian juga memiliki kelembaban yang tinggi sehingga mudah untuk mengalami kebusukan. Dengan demikian pengetahuan terhadap karakteristik dari produk pertanian (densitas dan porositas) sangat dibutuhkan. Indonesia untuk saat ini sudah mulai memperhatikan untuk memberikan perlakuan yang tepat terhadap produk pertanian agar tetap memiliki kualitas yang . Porositas adalah ukuran dari ruang kosong di antara material. Semakin tinggi massa jenis suatu benda.PURWOKERTO 2014 I. Sebuah benda yang memiliki massa jenis lebih tinggi (besi) akan memiliki volume yang lebih rendah daripada benda bermassa sama yang memiliki massa jenis lebih rendah (air).

baik. Para petani juga diharapkan untuk mengetahui densitas dan porositas yang dimiliki oleh suatu bahan. Tujuan Menghitung densitas dan porositas bahan hasil pertanian berdasarkan pengukuran dan pengamatan. Sehingga pada saat sampai di tempat pengiriman maka bahan tersebut tertap dalam kondisi yang baik tanpa terjadi kerusakan fisik karena penyusunan secara ditumpuk. salah satu manfaatnya adalah pada saat melakukan pengiriman petani sudah mengetahui seberapa besar bahan tersebut mampu untuk menahan beban. B. .

Ketelitian metode ini akan bertmbah hingga . dan kadar air. dan dalam pengembngan alat grading dan sortasi. Bobot jenis juga didefinisikan sebagai perbandingan ketentuan suhu zat terhadap kerapatan air. Bobot juga merupakan bilangan murni atau tanpa dimensi yang dapat diubah menjadi kerapatan dengan menggunakan rumus yang cocok (Respati. metode-metode yang digunakan dalam penentuan densitas pada cairan. warna. Metode Piknometer Prinsip metode ini didasarkan atas penentuan massa cairan dan penentuan ruang yang ditempati cairan ini.II. densitas. porositas. Bentuk dan ukuran sangat penting dalam perhitungan energi untuk pendinginan dan pengeringan. (Suharto. pantulan cahaya dalam evaluasi warna. TINJAUAN PUSTAKA Sifat fisik bahan hasil pertanian merupakan faktor yang sangat penting dalam menangani masalah-masalah yang berhubungna dengna merancang suatu alat khusus untuk suatu prosuk hasil pertanian atau analisa perilaku produk dan cara penanganannya. yaitu: a. Menurut Respati (2000). Karakter fisik pertanian meliputi bentuk.2002). Sehingga dibuthkan wadah untuk menimbang yang dinamakan Piknometer. ukuran luas permukaan. masalah distribusi dan penyimpanan bahan seperti elektrostatistik. rancangan pengecilan ukuran. penampakan.1991). berat. Bobot jenis adalah perbandingan antara bobot zat dibanding dengan volume zat pada suhu tertentu.

Rumus densitas dijelaskan dengan: ρ=m/V density dapat dinyatakan dalam tiga bentuk : Massa density (p) satuan dalam SI adalah (kg/m3). d. Metode Neraca Mohr-westphal Benda dari kaca yang dibenamkan tergantung pada balok timbangan yang ditoreh menjadi 10 bagian sama dan disetimbangkan dengan bobot lawan. Metode Neraca Hidrostatik Metode ini berdasarkan hukum archimedes sutu benda yang dicelupkan kedalam cairan akan kehilangan massa sebesar berta volume cairan yang terdesak. Kerapatan(density) merupakan jumlah / kwantitas suatu zat pada suatu unit volume. Berat spesifik (specific weight) (y) = p . sumbu) didasarkan pada pembacaan seberapa dalamnya tabung gelas tercelup yang sepihak diberati dan pada kedua ujung yang ditutup pelelehan.keoptimuman ini terletak pada sekitar isi ruang 30ml. g satuan dalam N/m 3 dimana g=percepatan gravitasi (9. keuntungan metode ini adalah penggunaan waktu yang singkat dan mudah dilakukan. c.mencapai keoptimuman tertentudengan bertambahnya volume piknometer.81 m/s2) . Metode Aerometer Penentuan kerapatan dengan metode aerometer berskala (timbangan benam. b. Density adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda.

Densitas bulk adalah massa partikel yang menempati suatu unit volume tertentu. Porositas merupakan bagian yang tidak ditempati oleh partikel atau bahan padatan. Densitas bulk ditentukan oleh berat wadah yang diketahui volumenya dan marupakan hasil pembagian dari berat granular dengan volume wadah. 1989). Porositas dapat dihitung dengan rumus: Porositas=1− ρbulk ×100 ρ partikel (Pantastico. .

Menghitung besar densitas tunggal dan porositas berturut-turut dengan persamaan ρ = m / V dan Porositas=1− ρbulk ×100 ρ partikel . m = massa (g). METODOLOGI A. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. 6. Alat dan Bahan 1. Menimbang massa dan mengukur volume dari masing-masing jenis. Mengukur volume yang dihasilkan setelah proses pencampuran merata kacang dengan jewawut. Jewawut B. Menghitung besar densitas dua jenis bahan dengan persamaan ρ= m . 8. Mengambil 200 biji kacang hijau dan 100 butir kacang tanah.r V = densitas (g/ml). Prosedur Kerja 1. Memasukkan jewawut kedalam gelas ukur sebanyak 50 ml. Neraca 3. 3. Kacang tanah 5. 4. 7. V = volume (ml) 5.III. Gelas ukur 2. 2. Kecang kedelai 4. Mencampur masing-masing bahan dengan jewawut.

bahan kelompo Massa Vawal Vakhir curah Kacang tanah Kacang kedelai k 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 (g) 48.58 0. Prosedur yang digunakan dalam mengukur porosita produk adalah dengan : .  dan porositas. volume. maka semakin besar pula massa setiap volume benda tersebut.582 0.95 34.75 0.08 35 33.631 1 1.679 0.16 B.7 1.71 33.17 18.579 0.75 0.02 9.8 78.6658 0.5535 0. 10.7 0.5 19.86 s (%) 64.IV.53 (ml) 85 75 100 85 95 70 55 50 50 50 (ml) 115 125 130 120 115 120 100 95 95 90 (g/ml) 0.63 0.8 5 35 50 80 0. Pembahasan Densitas produk adalah besarnya massa yang dimiliki oleh setiap satuan volume produk.932 0.93 50 55.35 49.862 Keterangan : Data pengukuran berdasarkan pengukuan kelompok 1-6.18 10. yang bernilai antara 0 dan 1. dan merupakan fraksi dari volume ruang kosong terhadap total volume.94 28. atau sebagai persentase antara 0-100%.8 55 100 0. HASIL DAN PEMBAHASAN A.78 0.3 70 58.7054 0.69 tungga Porosita l (g/ml) 1. Semakin tinggi massa jenis suatu benda. Data pengukuran massa.413 2.67 0.56 18.61 34.17 6 38.45 55 46.845 1. Porositas produk adalah ukuran dari ruang kosong di antara material.78 0. Hasil Tabel 1.

5. Perbedaan . Densitas dan porositas berdasarkan pada hasil praktikum pada masingmasing kelompok memiliki perbedaan yang tidak terlalu mencolok. Tetapi pada praktikum kali ini ada beberapa kelompok yang mendapatkan hasil tidak sesuai dengan teori yang ada. Menimbang massa dan mengukur volume dari masing-masing jenis. Menghitung besar densitas dua jenis bahan dengan persamaan ρ= m . 6. Menghitung besar densitas tunggal dan porositas berturut-turut dengan ρ = m / V dan Porositas=1− ρbulk ×100 ρ partikel Secara teori semakin tinggi densitas yang dimiliki oleh suatu produk maka porositas yang dimiliki oleh produk tersebut juga akan semakin kecil. V = volume (ml) 4. sehingga dapat terjadi kesalahan pada proses ini. Peristiwa seperti itu dapat terjadi dikarenakan pada saat pencampuran kancang dengan jewawut terjadi ketidakrataan sehingga mengakibatkan meningkatnya nilai volume dari bahan tersebut. m = massa (g). 7. 2. Mengambil 200 biji kacang hijau dan 100 butir kacang tanah. 3. Kesalahan ini terjadi karena pada saat dilakukan pencampuran bahan yang dicampur memiliki volume yang berbeda pada masing-masing luasannya. Mencampur masing-masing bahan dengan jewawut. Memasukkan jewawut kedalam gelas ukur sebanyak 50 ml.r= V densitas (g/ml). selain itu juga terdapat kemungkinan terjadi kesalahan pada saat pengukuran volume bahan campuran. Mengukur volume yang dihasilkan setelah proses pencampuran merata kacang dengan jewawut.1.

Kesimpulan 1. Permasalahan ini terjadi karena perbedaan tinggi luasan permukaan bahan yang tercampur. sehingga pada saat diakumulasikan dengan jumlah 100 butir (kacang tanah) dan 200 butir (kacang kedelai) juga terdapat perbedaan seperti yang ada pada hasil yang didapatkan. V. sehigga untuk menentukan volume yang tepat sangat sulit dilakukan. Kendala yang terjadi pada praktikum ini adalah pada saat melakukan penentuan volume kacang bercampur jewawut.nilai densitas dan porositas yang berbeda dimungkan karena massa jenis tunggal dari kedua kacang yang diamati memiliki perbedaan. KESIMPULAN DAN SARAN A. 100 butir kacang tanah : .

curah = 0. curah = 0. Densitas : tunggal = 0.86g/ml .413 g/ml . Porositas : 58.69 g/ml b. 200 butir kacang kedelai : a.8% B. Gadjah Mada University Press: Jojakarta. Densitas : tunggal = 1. Saran Tim asisten dimohon untuk menunjukkan bagaimana perlakuan yang paling baik harus dilakukan oleh praktikan pada setiap proses yang dilakukan agar nantinya data yang didapatkan bisa sesuai dengan teori yang ada. Fisiologi Pasca Panen dan Pemanfaatan Buah-buahan dan Sayuran-sayuran Tropika dan Subtropika.8% 2. dengan demikian proses dari praktikum ini dapat berguna disaat nanti praktikan akan melakukan penelitian. DAFATAR PUSTAKA Pantastico. . Porositas : 19.a.582 g/ml b. 1989.

Rineka Cipta: Jakarta. .Respati. 1991. Kimia Dasar Terapan Modern. H. Teknologi Pengawetan Pangan. 2000. Jakarta: Erlangga Suharto. PT.