Anda di halaman 1dari 2

KEPUTUSAN

KEPALA UPT KESMAS SUKAWATI II
Nomor :
TENTANG
STANDARISASI KODE KLASIFIKASI DIAGNOSIS DAN TERMINOLOGY
KEPALA UPT KESMAS SUKAWATI II
Menimbang

: a. Bahwa keseragaman diagnosis pasien dan terminology kesehatan
merupakan hal penting dalam pelayanan pada penyajian informasi
sehingga dapat menunjang fungsi perencanaan, manajemen, dan
riset bidang kesehatan;
b. Bahwa dalam upaya standarisasi kode klasifikasi diagnosis dan
terminology di UPT Kesmas Sukawati II, maka perlu disusun
kebijakan tentang standarisasi kode klasifikasi diagnosis dan
terminology.

Mengingat

: 1. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga
Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996
Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor
3697);
2. SK Menkes RI, no: 50/MENKES/I/1998 tentang memberlakukannya
ICD-10
3. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 116,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4431);
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
269/Menkes/Per/III/2008 tentang Rekam Medis;
5. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;

MEMUTUSKAN
KEPUTUSAN KEPALA UPT KESMAS TENTANG KEBIJAKAN
STANDARISASI
KODE
KLASIFIKASI
PENYAKIT
DAN
TERMINOLOGY DI UPT KESMAS SUKAWATI II
Menetapkan
Kesatu

: Kebijakan standarisasi kode klasifikasi penyakit dan terminology di
UPT Kesmas Sukawati II sebagaimana tercantum dalam Lampiran
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari surat keputusan ini.

Kedua

: Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan
apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diadakan
perbaikan/perubahan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Sukawati
pada tanggal : 18 Pebruari 2016
Kepala UPT Kesmas Sukawati II
I B Ketut Sugamia

Penetapan diagnosis sorang pasien merupakan kewajiban. cidera. Pemberian kode untuk di UPT Kesmas dilakukan oleh tenaga medis atau tenaga medis tertentu. Kode klasifikasi penyakit yang digunakan adalah kode klasifikasi penyakit oleh WHO. 7. manajemen. bertujuan untuk menyeragamkan nama dan golongan penyakit. 5. 6. 4. Pemberian kode adalah pemberian penetapan kode dengan menggunakan huruf atau angka 3. TENTANG : STANDARISASI KODE KLASIFIKASI PENYAKIT DAN TERMINOLOGY STANDARISASI KODE KLASIFIKASI PENYAKIT DAN TERMINOLOGY DI UPT KESMAS SUKAWATI II 1.LAMPIRAN KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS NOMOR……. KEPALA UPT KESMAS SUKAWATI II dr. Standarisasi kode klasifikasi penyakit dan terminology adalah keseragaman dalam pemberian kode penyakit dan pembakuan singkatan yang digunakan dalam pelayanan. dan riset bidang kesehatan. 196809141999031008 . International Statitical Clasification Deseasses and Health Problem 10 Revisi). ICD 10 menggunakan kode kombinasi yaitu menggunakan abjad dan angka (alpha numeric). Penjelasan terminology (pembakuan singkatan) yang digunakan mengacu pada Glosarium Data dan Informasi Kesehatan dari Pusat Data Dan Informasi Depatemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2006. Tenaga medis tertentu sebagai seorang pemberi kode bertanggung jawab atas keakuratan kode dari suatu diagnosis yang sudah ditetapkan oleh tenaga medis. I B Ketut Sugamia Nip. Kode klasifikasi penyakit menurut WHO adalah klasifikasi penyakit revisi-10 (ICD 10. Kegiatan dan tindakan serta diagnosis yang ada didalam rekam medis harus diberi kode dan selanjutnya diindeksagar memudahkan pelayanan pada penyajian informasi untuk menunjang fungsi perencanaan. atau kombinasi huruf dalam angka yang mewakili komponen data. 2. gejala dan faktor yang mempengaruhi kesehatan. hak dan tanggung jawab dokter ( tenaga medis) yang terkait tidak boleh diubah oleh karenanya harus diagnosis yang ada dalam rekam medis diisi dengan lengkap dan jelas sesuai dengan arahan yang ada pada buku ICD-10.