Anda di halaman 1dari 13

HUBUNGAN ANTARA PEMERINTAH DENGAN RAKYAT DALAM KONSEP

DEMOKRASI
Oleh :Rizky Akbar. P
Mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara, FISIP

Demokrasi dipahami sebagai sikap hidup dan pandangan hidup yang demokratis. Demokrasi
membutuhkan usaha nyata dan perilaku demokratis untuk mendukung pemerintahan dan sistem
politik demokrasi. Perilaku didasarkan nilai-nilai demokrasi dan membentuk budaya/kultur
demokrasi baik dari warganegara maupun dari pejabat negara/pemerintah.
Munculnya sistem demokrasi ke dalam ranah kehidupan rakyat dan ketatanegaraan
mengamanahkan bahwa kekuasaan terbesar berada di tangan rakyat yang memberikan
kepercayannya kepada pemerintah untuk dapat mengatur kehidupan rakyat agar tercipta
ketertiban dan kenyamanan dalam menjalani kehidupan. Poin penting dalam hal ini dapat
disimpulkan bahwa demokrasi adalah sama dengan rakyat itu sendiri.
Demokrasi lahir sebagai sebuah sistem yang sebenarnya telah lama digagas, yaitu sejak zaman
negara-kota di Yunani. Kata “demokrasi” berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat,
dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan
rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
Demokrasi menempati posisi vital dalam kaitannya dengan pembagian kekuasaan dalam suatu
negara. Dengan kekuasaan negara yang diperoleh dari rakyat, maka haruslah digunakan untuk
kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Prinsip ini menjadi sangat penting untuk diperhitungkan
ketika fakta-fakta sejarah mencatat kekuasaan pemerintah (eksekutif) yang begitu besar ternyata
tidak mampu untuk membentuk masyarakat yang adil dan beradab, bahkan kekuasaan absolut
pemerintah seringkali menimbulkan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia.
Demokrasi akhirnya berkembang dengan konsep “trias-politica” (montesque:1689-1755),
dimana konsep tersebut pada hakikatnya ingin menguraikan kekuasaan ke dalam 3 level
(eksekutif-legislatif-yudikatif) yang kesemuanya secara garis besar adalah bertujuan untuk
menjalankan mekanisme “check and balance”. Dan karena itu diperlukan hubungan timbal balik
yang berkesinambungan antara rakyat dengan pemerintahannya. Berikut peranan masing-masing
pihak dalam keterkaitannya dengan demokrasi :
A. LEMBAGA NEGARA
Dalam menerapkan trias politica, indonesia menganut pada sistem demokrasi Pancasila.
Pancasila merupakan ideologi negara, pandangan hidup bangsa Indonesia, dasar negara
Indonesia dan sebagai identitas nasional Indonesia. Demokrasi Pancasila dapat diartikan secara
luas dan sempit. Secara luas, demokrasi Pancasila berarti kedaulatan rakyat yang didasarkan
pada nilai-nilai Pancasila dalam bidang politik, ekonomi dan sosial. Secara sempit, demokrasi

5. dan 4)ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. artinya kedudukan presiden tidak bergantung pada DPR.. Pembentukan lembaga negara dengan tugas dan kewenangannya pada dasarnya adalah untuk menyelenggarakan fungsi-fungsi negara. wewenang dan kewajiban masing-masing serta mekanisme hubungan kerja antarlembaga negara dalam rangka penyelenggaraan negara untuk mencapai tujuan nasional. 1. namun keduanya saling bekerja sama dalam menetapkan suatu kebijakan. Dalam sistem pemerintahan negara telah ditetapkan berbagai perangkat pemerintahan yang berupa lembaga negara dengan tugas. 6. maka Sistem administrasi Negara yang diselenggarakan dan dikembangkan dalam mengemban tugas negara serta menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sistem pemerintahan negara seperti termuat dalam UUD 1945 dengan tujuh kunci pokok sebagai berikut : Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum. bukan pada kekuasaan Pemerintah berdasarkan sistem konstitusi (hukum dasar). maka penyelenggaraan fungsi-fungsi negara dilaksanakan oleh lembaga negara.Pancasila berarti kedaulatan permusyawaratan/ perwakilan. yakni : . 4. perdamaian abadi dan keadilan sosial. rakyat yang didasarkan hikmat kebijaksanaan dalam Sistem Pemerintahan Negara Indonesia sebagaimana dirumuskan dalam UUD 1945 merupakan pedoman dasar bagi penyelenggaraan Sistem Administrasi Negara Indonesia. tidak bersifat absolute (kekuasaan tak terbatas) Kekusaan tertinggi di tangan MPR Presiden adalah penyelenggara negara tertinggi di bewah MPR Presiden tidak bertanggung jawab pada DPR. 3)mencerdaskan kehidupan bangsa.. 2. Menteri negara adalah pembantu presiden Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas (tidak absolut) Dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan negara.” Guna tercapainya tujuan tersebut. 3. 7. Tujuan nasional tersebut termuat dalam pembukaan UUD 1945 alenia keempat yang berbunyi “kemudian daripada itu untuk membentuk pemerintah negara Indonesia yang 1)melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk 2)memajukan kesejahteraan umum.

menetapkan UUD dan GBHN. Tentara Nasional Indonesia (TNI). Fungsi konstitutif. DPRD Kota. misalnya Komisi Hukum Nasional yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden. Pemerintahan Daerah Kota. Fungsi Yudikatif (menyelenggarakan kekuasaan kehakiman. dimana dalam lapis ini ada lembaga yang sumber kewenangannya dari UUD.1. Lembaga tinggi negara yaitu . DPRD Provinsi. dilaksanakan oleh presiden) 3. Mahkamah Konstitusi (MK). ialah fungsi menyelenggarakan kedaulatan rakyat. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan lain sebagainya. KPU. Presiden dan Wakil Presiden. dimana nama. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Fungsi konsultatif (memberikan jawaban atas pertanyaan presiden dan mengajukan usul. 2. DPRD Kabupaten. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). dilaksanakan oleh DPR) 5. saran dan pertimbangan kepada pemerintah. Fungsi ini dilaksanakan oleh MPR 2. Organ lapis pertama disebut sebagailembaga tinggi negara. 3. . yakni : 1. Fungsi ini dilaksanakan oelah BPK) 7. Sedangkan yang termasuk kategori Lembaga Negara yang sumber kewenangannya berasal dari regulator atau pembentuk peraturan di bawah Undang-Undang. Mengawasi pelaksanaan tugas pemerintah (fungsi pengawasan terhadap presiden. Kepolisian Negara. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Fungsi ini dilaksanakan oleh Dewan Pertimbangan Agung) Lembaga negara meliputi 3 organ lapis. Bank Sentral . ada pula sumber kewenangannya dari Undang-Undang dan regulator atau pembentuk peraturan dibawah Undang-Undang. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Gubernur. oleh Mahkamah Agung) 6. Mahkamah Agung (MA) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Fungsi esekutif (menyelenggarakan kekuasaan pemerintahan. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Komisi Yudisial (KY). fungsi dan kewenangannya dibentuk berdasarkan UUD 1945. Yang mendapat kewenangan dari UUD misalnya Menteri Negara. Bupati. Organ lapis kedua disebut sebagai lembaga negara saja. Walikota. Organ lapis ketiga merupakan lembaga daerah yaitu merupakan lembaga negara yang ada di daerah yang ketentuannya telah diatur oleh UUD 1945 yaitu : Pemerintah Daerah Provinsi. Pemerintahan Daerah Kabupaten. dilaksanakan presiden dengan persetujuan DPR) 4. Fungsi Audiktif (menyelenggarakan pemeriksaan keuangan negara yang dikelola pemerintah. Fungsi legislatif (membentuk Undang-undang. dan yang sumber kewenangannya adalah UndangUndang misalnya seperti Komnas HAM.

Hubungan itu berwujud status. Bisa diartikan. mengeluarkan pikiran dengan lisan maupun tulisan. etika. bahwa peran lembaga negara adalah suatu implikasi konsep dari rakyat. dan sebagainya. Sebagai negara demokrasi. . dan budaya yang berlaku di Indonesia. Pasal ini mencerminkan bahwa negara Indonesia bersifat demokrasi. Semua warga negara harus menjunjung bangsa Indonesia ini kepada kehidupan yang lebih baik dan maju. yang dibatasi oleh ketentuan agama. Peran pasif adalah kepatuhan warga negara terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. oleh rakyat dan untuk rakyat. sehingga eksistensinya sangat kuat secara konstitusional.Seluruh lembaga negara tersebut harus saling mendukung dan saling berhubungan guna mewujudkan serta mengendalikan check and balance yang merupakan tujuan utama dari adanya demokrasi. hak dan kewajiban secara timbal balik. Peran warga negara meliputi peran yang pasif. HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA Warga Negara memiliki hubungan hukum dengan negara. peranan dari lembaga negara dalam demokrasi adalah sebagai suatu wadah yang berfungsi untuk menjalankan sistem pemerintahan negara yang merupakan perwakilan dari rakyat guna membuat. Hak dan kewajiban warga negara telah diatur sedemikian rupa di dalam UUD 1945 dari pasal 26 hingga pasal 34*). Negara wajib melindungi hak asasi manusia sebagai individu sesuai ketentuan internasional. moral. B. aktif. Yaitu dengan menjalankan hak-hak dan kewajiban dengan seimbang. 2000). lembaga-lembaga tersebut harus bekerja dan memiliki relasi sedemikian rupa sehingga membentuk suatu kesatuan untuk merealisasikan secara praktis fungsi negara dan mewujudkan tujuan negara jangka panjang. serta mengawasi suatu kebijakan-kebijakan yang semuanya dirumuskan untuk tercapainya tujuan nasional yakni keadilan dan kesejahteraan rakyat. Peran negatifmerupakan aktivitas warga negara untuk menolak campur tangan negara dalam persoalan pribadi. negatif dan positif (Cholisin. Indonesia didirikan berdasarkan UUD 1945 yang mengatur hak dan kewajiban negara terhadap warganya yang pada dasarnya adalah memberikan kesejahteraan hidup dan keamanan lahir dan batin sesuai sesuai sistem demokrasi. Peran aktif merupakan aktivitas warga negara untuk terlibat (berpartisipasi) serta ambil bagian dalam kehidupan bernegara.Disamping itu didalam UUD 1945 disebutkan pula adanya satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus dan istimewa yang diakui dan dihormati keberadaannya secara tegas oleh UUD. Peran positif merupakan aktivitas warga negara untuk meminta pelayanan dari negara untuk memenuhi kebutuhan hidup. Secara teori. menjalankan. yang menetapkan bahwa hak warga negara dan penduduk untuk berserikat dan berkumpul. terutama dalam mempengaruhi keputusan publik. Dengan demikian. syaratsyarat akan diatur dalam undang-undang. peran. Misalnya telah ditetapkan dalam UUD 1945 pada pasal 28. Berdasarkan pemaparan di atas.

berbangsa dan bernegara. Manusia. Ibu dua anak yang terseret kasus pencemaran nama baik hanya karena “curhat” di dunia maya tentang ketidakpuasannya dengan pelayanan RS Omni Internasional. Kasus ini begitu menyita perhatian dan simpati publik. sekarang ini banyak sekali perkumpulan yang menjurus ke arah negatif dan memberontak. pramuka. berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Hal ini tentunya menyimpang dari pasal28 J ayat 1 yang menyebutkan bahwa: Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. ataupun pada organisasi kepartaian. dan perkumpulan negatif lainnya. dsb. Organisasi berdampak baik dan disadari atau tidak akan meningkatkan tali silaturahmi serta menambah wawasan dan pertemanan. dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum”. Tetapi. keinginan untuk melakukan perubahan. arisan RT.Manusia adalah individu yang dilahirkan dengan naluri atau keinginan bersosialisasi yang tinggi. seiring dengan keganjilan-keganjilan yang terlihat dalam kasus ini. UUD 1945 telah mengatur hak asasi yang berkaitan dengan kebebasan dalam berserikat. Misalnya seperti perkumpulan geng motor yang kerap meresahkan warga sekitar karena perilaku mereka yang buruk. Ataupun pada pasal 28 D ayat 1 yang menyebutkan bahwa “Setiap orang berhak atas pengakuan. serta merambah ke instansi pendidikan seperti OSIS. Salah satu hak dan kewajiban warga negara lainnya juga disebutkan dalam pasal 27 ayat 1 yang menyebutkan “segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya”. kesamaan dan keadilan perlakuan di hadapan . jaminan. baik itu di dalam ataupun di luar perkumpulannya pasti mempunyai pemikiranpemikiran yang berlawanan. perkumpulan segelintir masyarakat yang hendak melakukan teror. Oleh karena itu. Kesadaran ini tak pernah lepas dan terus melekat erat di masing-masing individu. perlindungan. Masyarakat merasa hak-nya untuk mengeluarkan pendapat seperti yang tertera dalam UUD 1945 pasal 28 tidak terpenuhi. organisasi PKK. Lalu bagaimana kenyataan yang ada sekarang ini? Jika kita lihat dari beberapa kasus. Misalnya perkumpulan Karang Taruna disekitar tempat tinggal.Tentunya kita masih ingat kasus Prita Mulyasari. serta keinginan untuk mengeluarkan keluh kesah dari sebuah permasalahan. Dalam kehidupan sehari-hari kita bisa dengan mudah menemukan suatu perkumpulan.

Hak dan Kewajiban merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dan haruslah seimbang. untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Hak untuk hidup (pasal 28 A) 7. memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya serta berhak kembali (pasal . Hal ini membuat rasa keadilan dan kesamaan hukum di masyarakat memudar. Hak atas persamaan kedudukan dalam pemerintahan (pasal 27 ayat 1) 4. Hak atas kelangsungan hidup dan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi bagi anak (pasal 28 B ayat 2) 9. dan tumpul di atas. Kebebasan memeluk agama dan beribadat menurut agamanya.hukum sekarang ini sangatlah memprihatinkan. yang mengambil dua buah kakao. Hak atas penghidupan yang layak (pasal 27 ayat 2) 5. Hak untuk memajukan diri (pasal 28 C ayat 2) 11. akan tetapi terjadi pertentangan karena hak dan kewajiban tidak seimbang. Hak bela negara (pasal 27 ayat 3) 6. Hingga akhirnya masyarakat membentuk opini bahwa hukum hanya tajam di bawah. Masyarakat tak percaya lagi akan keadilan hukum. Hal ini tentu tidak sebanding dengan beberapa kasus besar yang mendapat hukuman ringan dan tidak jelas penanganan hukumnya (Misalnya kasus-kasus korupsi). Hak atas kedudukan yang sama dalam hukum (pasal 27 ayat 1) 3. Pemerintah sebagai penegak hukum wajib menjalankan hukum secara adil. presiden justru memberikan grasi terhadap Sphalle Corby. Dari beberapa contoh kasus di atas. dihukum 1.5 bulan penjara oleh pengadilan. terpidana/ratu kasus narkoba dengan mengurangi masa hukumannya selama lima tahun. *) Lampiran hak dan kewajiban warga negara :  Beberapa Hak–hak warga negara menurut UUD 1945 mencakup : 1. Begitupun masyarakat juga wajib mentaati hukum di samping menerima hak-nya sebagai warga negara. Misalnya. maka semua pihak harus menjalankan hak dan kewajibannya dengan seimbang. Bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk mendapatkan penghidupan yang layak. tetapi pada kenyataannya banyak warga negara yang belum merasakan keadilan dan kesejahteraan serta mendapat hak-nya dalam menjalani kehidupannya. Hak pemenuhan kebutuhan dasar (pasal 28 C ayat 1) 10. sementara penguasa kelas elit seakan kebal terhadap hukum. memilih pendidikan dan pengajaran. Hak atas status kewarganegaraan (pasal 28 D ayat 4) 15. Hak memperoleh keadilan hukum (pasal 28 D ayat 1) 12. si Minah. Hak membentuk keluarga (pasal 28 B ayat 1) 8. Hak untuk bekerja dan imbalan yang adil (pasal 28 D ayat 2) 13. Hak untuk menjadi warga negara (pasal 26) 2. Dan bahkan baru-baru ini. Hak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan (pasal 28 D ayat 3) 14. hukum hanya berlaku tegas pada rakyat kecil ataupun kaum marginal. Maksudnya. memilih pekerjaan. memilih kewarganegaraan.

 Peran warga negara 1. Hak atas perlindungan diri pribadi. Ikut berpartisipasi untuk mempengaruhi setiap proses pembuatan dan pelaksanaan kebijaksanaan publik oleh para pejabat atau lembaga–lembaga . Hak untuk tidak diperbudak (pasal 28 I ayat 1) 27. mempertahankan kedaulatan negara indonesia dari serangan musuh 2. keluarga. Menjadi saksi di pengadilan. dan lain–lain. Hak kemerdekaan berserikat. Hak atas kebebasan menyakini kepercayaan. Hak atas kebebasan berserikat. berkumpul. Hak mendapat pendidikan (pasal 31 ayat 1)  Contoh Kewajiban Warga Negara Indonesia 1. pemerintah lokal dan pemerintah nasional. Hak atas jaminan sosial (pasal 28 H ayat 3) 25. tunduk dan patuh terhadap segala hukum yang berlaku di wilayah negara indonesia 5. Hak milik pribadi (pasal 28 H ayat 4) 26. 4. Menghargai hak orang lain. Melaksanakan aturan hukum. Hak pertahanan dan keamanan negara (pasal 30 ayat 1) 33. Setiap warga negara wajib membayar pajak dan retribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) 3. 2. Setiap warga negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk membangun bangsa agar bangsa kita bisa berkembang dan maju ke arah yang lebih baik  Beberapa Kewajiban Warga Negara lainnya: 1.28 E ayat 1) 16. Memiliki informasi dan perhatian terhadap kebutuhan–kebutuhan masyarakatnya. 6. Melakukan kontrol terhadap para pemimpin dalam melakukan tugas–tugasnya 5. Hak hidup sejahtera lahir dan batin (pasal 28 H ayat 1) 23. Hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut (pasal 28 I ayat 1) 28. menyatakan pikiran dan sikap sesuai denga hati nuraninya (pasal 28 E ayat 2) 17. Hak atas kebebasan beragama (pasal 29) 32. Hak atas identitas budaya (pasal 28 I ayat 3) 30. hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali. Membayar pajak 7. Setiap warga negara wajib mentaati serta menjunjung tinggi dasar negara. mengeluarkan pendapat baik lisan maupun tulisan (pasal 28) 31. berkumpul dan mengeluarkan pendapat (pasal 28E ayat 3) 18. Hak bebas dari perlakuan diskriminatif (pasal 28 I ayat 2) 29. Setiap warga negara berkewajiban taat. 3. Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam membela. Melakukan komuniksai dengan para wakil di sekolah. kehormatan. serta dijalankan dengan sebaik-baiknya 4. martabat dan harta benda (pasal 28 G ayat 1) 20. Hak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi (pasal 28 F) 19. Hak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat dan martabat manusia (pasal 28 G ayat 2) 21. Hak memperoleh suaka politik dari negara lain (pasal 28 G ayat 2) 22. Hak mendapat kemudahan dan memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama (pasal 28 H ayat 2) 24.

Memelihara nilai–nilai positif (hidup rukun. Tetapi jika lembaga-lembaga negara tersebut tidak berfungsi dengan baik. 3. 11. PARTAI POLITIK Partai politik mempunyai posisi dan peranan yang sangat penting dalam setiap sistem demokrasi. Karena itu. “Political parties created democracy”. dll). Menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan. Menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar. Menurut Robert . seperti dikatakan oleh Schattscheider (1942). C. Partai politik-lah yang bertindak sebagai perantara dalam proses-proses pengambilan keputusan bernegara. Mengembangkan IPTEK yang dilandasi iman dan takwa. partai politik sangat berperan dalam proses dinamis perjuangan nilai dan kepentingan (values and interests) dari konstituen (kelompok) yang diwakilinya untuk menentukan kebijakan dalam konteks kegiatan bernegara. 6. kinerjanya tidak efektif dalam menjalankan fungsinya masing-masing. 7. kedudukan dan peranan setiap lembaga negara haruslah samasama kuat dan bersifat saling mengendalikan dalam hubungan “checks and balances”. Dalam suatu negara demokrasi. Partai memainkan peran penghubung yang sangat strategis antara proses-proses pemerintahan dengan warga negara. Berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional. partai merupakan pilar yang sangat penting untuk diperkuat derajat pelembagaannya dalam setiap sistem politik yang demokratis. maka yang sering terjadi adalah partai-partai politik yang rakus atau ekstrim-lah yang merajalela menguasai dan mengendalikan segala proses-proses penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintahan. gotong royong. 5. Ikut serta memajukan pendidikan nasional. Menciptakan kerukunan umat beragama. Dalam hubungannya dengan kegiatan bernegara. 9. 10. Merubah budaya negatif yang dapat menghambat kemajuan bangsa. Menjaga keselamatan bangsa dari segala macam ancaman. 2. yang menghubungkan antara warga negara dengan institusi-institusi kenegaraan. Mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara 12. Memberikan bantuan sosial. melakukan pembinaan kepada fakir miskin. 4. memberikan rehabilitasi sosial. 8.negara. Bahkan banyak yang berpendapat bahwa partai politiklah yang sebetulnya menentukan demokrasi.

partai berperan sangat penting dalam upaya mengartikulasikan kepentingan (interests articulation) atau “political interests” yang terdapat dalam masyarakat. (2) sarana pembentukan pengaruh terhadap perilaku memilih (voting patterns). dan (4) pengatur konflik (conflict management). Partai lah yang menjadi struktur-perantara atau ‘intermediate structure’ yang harus memainkan peran dalam membumikan cita-cita kenegaraan dalam kesadaran kolektif masyarakat warga negara.fungsi partai politik itu mencakup fungsi (1) mobilisasi dan integrasi. dan (4) sarana elaborasi pilihan-pilihan kebijakan. Ide. Tentu tidak semua jabatan yang dapat diisi oleh peranan partai politik sebagai sarana rekruitmen politik. Fungsi Partai Politik Umumnya. Keempat fungsi tersebut sama-sama terkait satu dengan yang lainnya. Dengan perkataan lain. dan cenderung saling bersaing dan bertabrakan satu sama lain. dan lain-lain yang tidak bersifat politik. rumit. “Political Parties.Michels dalam bukunya. (3) sarana rekruitmen politik. Partai dibentuk memang dimaksudkan untuk menjadi kendaraan yang sah untuk menyeleksi kaderkader pemimpin negara pada jenjang-jenjang dan posisi-posisi tertentu. Berbagai kepentingan itu diserap sebaik-baiknya oleh partai politik menjadi ide-ide. A Sociological Study of the Oligarchical Tendencies of Modern Democracy”. para ilmuwan politik menyatakan bahwa terdapat empat fungsi partai politik. (2) sosialisasi politik (political socialization). Jabatanjabatan profesional di bidang-bidang kepegawai-negerian. “… organisasi … merupakan satu-satunya sarana ekonomi atau politik untuk membentuk kemauan kolektif. ide-ide dan kebijakan atau aspirasi kebijakan itu diadvokasikan sehingga dapat diharapkan mempengaruhi atau bahkan menjadi materi kebijakan kenegaraan yang resmi. sebagai pengatur atau pengelola konflik (conflict management). Partai hanya boleh terlibat dalam pengisian jabatan-jabatan yang bersifat politik dan karena itu memerlukan pengangkatan pejabatnya melalui prosedur politik pula (political appointment). Setelah itu. Partai politik juga berperan penting dalam melakukan sosialisasi politik(political socialization). (3) sarana rekruitmen politik (political recruitment). partai juga berperan sangat penting dalam rangka pendidikan politik. partai berperan sebagai sarana agregasi kepentingan (aggregation of . Sebagai sarana komunikasi politik. visi dan kebijakankebijakan partai politik yang bersangkutan. Terkait dengan sosialisasi politik ini. Fungsi keempat adalah pengatur dan pengelola konflik yang terjadi dalam masyarakat (conflict management). Nilai-nilai (values) dan kepentingan-kepentingan (interests) yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat sangat beraneka ragam. Keempat fungsi partai politik itu menurut Miriam Budiardjo. meliputi (1) sarana komunikasi politik. Sedangkan menurut Yves Meny dan Andrew Knapp. visi dan kebijakan strategis yang menjadi pilihan partai politik dimasyarakatkan kepada konstituen untuk mendapatkan‘feedback’ berupa dukungan dari masyarakat luas. Fungsi ketiga partai politik adalah sarana rekruitmen politik (political recruitment).

D. pemerintahan Abdurrahman Wahid. Bahkan. Bahkan secara resmi yang disebut sebagai partai politik hanya dua saja. Keperluan mengakomodasikan kepentingan banyak partai politik untuk menjamin dukungan mayoritas di parlemen sangat menyulitkan efektifitas pemerintahan. Baru di masa reformasi kebebasan berpartai kembali dibuka dan tiba-tiba jumlah partai politik meningkat tajam sesuai dengan tingkat keanekaragaman yang terdapat dalam masyarakat majemuk Indonesia.  partai politik merupakan instrumen yang memungkinkan masyarakat dapat berpartisipasi dalam pemerintahan  Partai politik memberikan kendali atau pengawasan dalam pemerintahan yaitu melalui wakilwakil partai di pemerintahan Partai Politik Indonesia Pasca Reformasi Pada periode awal kemerdekaan. Sistem multi partai ini tentu sangat menyulitkan bagi penerapan sistem pemerintahan presidensil untuk bekerja efektif. Tetapi pada pemilu 1977. termasuk pemerintahan SBY-Boediono yang ada sekarang. Habibie. OTONOMI DAERAH Munculnya krisis ekonomi. terbukti dalam pemerintahan yang terbentuk di masa reformasi. Pembangunan ekonomi yang sentral . Sistem multi partai terus dipraktikkan sampai awal periode Orde Baru sejak tahun 1966. jumlah partai politik masih cukup banyak. Hal itu. Jadi pada dasarnya fungsi dari dibentuknya partai politik adalah untuk :  Meredakan ketegangan-ketegangan individual dalam masyarakat sehingga kontroversi individual dapat lebih terkelola dengan baik  Memformulasikan pendapat-pendapat individu dalam suatu kemasan ideologi dan kepentingan untuk diperjuangkan dalam kehidupan bernegara  Menyediakan alternatif bagi masyarakat untuk menyalurkan aspirasi individualnya dan bahwa tersedianya alternatif merupakan ciri negara yang demokratis  Mewujudkan check and balances dalam pemerintahan.interests) yang menyalurkan ragam kepentingan yang berbeda-beda itu melalui saluran kelembagaan politik partai. melainkan golongan karya saja. yaitu PPP dan PDI. jumlah partai politik mulai dibatasi hanya tiga saja. mulai dari pemerintahan BJ. banyak juga caloncalon independen yang tampil sendiri sebagai peserta pemilu 1955. partai politik dibentuk dengan derajat kebebasan yang luas bagi setiap warga negara untuk membentuk dan mendirikan partai politik. Pada pemilu 1971. politik dan sosial serta hilangnya kepercayaan pada pemerintah. Membuat masyarakat yang tertekan selama pemerintahan orde baru untuk menuntut kemerdekaan untuk mendapat otonomi yang lebih luas. Sedangkan Golkar tidak disebut sebagai partai politik. dan pemerintahan Megawati sampai ke pemerintahan SBY jiilid 1 maupun jilid 2 dewasa ini.

Jadi. sesuai dengan harapan dan kenginanan rakyat. terlebih dalam perumusan kebijakan publik di daerah. Hingga akhirnya melahirkan undangundang yang memberikan kekuasaan kepada daerah dalam wujud otonomi yang luas dan bertanggung jawab untuk mengatur dan mengurus kepentingannya sendiri tanpa campur tangan pemerintah pusat. supremasi hukum. tanggung jawab dan pengolahan sumber daya keuangan sebagai upaya menyediakan pelayanan umum ke berbagai tingkat daerah. LEMBAGA MASYARAKAT Demokrasi pada prinsipnya mengandung beberapa pilar yang harus ditegakkan demi tegaknya demokrasi itu sendiri (yakni masyarakat sipil. baik kepada pemerintah maupun DPRD. membuat daerah yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah seperti Aceh dan Papua menuntut merdeka. Hal ini dikarenakan pembagian penghasilan ekspor SDA selama orde baru tidak dilakukan secara adil dan merata. Undang-undang ini menitikberatkan pada desentralisasi administratif yang dimaksudkan untuk mendistribusikan kewenangan. otonomi daerah merupakan pancaran kedaulatan rakyat (ciri adanya sistem demokrasi). Disinilah pentingnya bila masyarakat selalu berpartisipasi. serta dapat menumbuhkan semangat persatuan. dan kewajiban yang diberikan kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat untuk meningkatkan daya dan hasil guna penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat dan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.22/1999 (telah diamandemen menjadi UU No. Sehingga kebijakan yang dibuat akan tepat sasaran. maka banyak sekali manfaat yang dirasakan oleh rakyatnya. Dengan adanya partisipasi proaktif masyarakat. semangat bekerja sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. maka semakin bisa dipahami kebutuhan masyarakat. Pelaksanaan desentralisasi administratif didasarkan pada argumentasi bahwa pengelolahan pelayanan publik akan lebih efisien dan efektif jika diserahkan pada unit yang langsung bersentuhan langsung dengan masyarakat.(terpusat). Sedangkan yang dimaksud dengan daerah otonom adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat Pada dasarnya. Karena sesungguhnya masyarakat itu sendiri yang lebih tahu akan kebutuhan dan permasalahannya. masyarakat . Kerangka desentralisasi (penyerahan wewenang dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah) diatur dalam UU No.32/2004 tentang pemerintahan daerah). Otonomi daerah dapat diartikan sebagai hak. Asusmsinya bahwa semakin dekat pemerintah dengan masyarakat. wewenang. dapat disimpulkan bahwa otonomi daerah dimaksudkan agar kebijakan publik di daerah selalu berpihak pada kepentingan rakyat. masyarakat politik. E.

Terutama yang berkaitan dengan masalah-masalah publik yang cukup berpengaruh. Secara garis besar civil society memang dapat diartikan sebagai masyarakat sipil. bencana kelaparan diberbagai daerah di Indonesia. tetapi secara prinsipil. kasus korupsi pejabat-pejabat pusat maupun daerah. Dalam posisi itulah. pengkajian. Maka pada negara-negara tersebut dibutuhkanlah agen-agen yang dapat menyalurkan advokasi dan juga pendidikan politik maupun semua aspek kehidupan bernegara kepada rakyat. Akan tetapi. dikenal sebuah organisasi independen yang terlepas dari campur tangan pemerintah dan mempunyai program yang jelas dalam hal pendidikan. Civil society adalah suatu level dimana rakyat/warga negara menjadi pihak yang selalu didengarkan dalam setiap pengambilan kebijakan dari pemerintah. minimal permasalahan warga tersebut diliput oleh media dan menjadi perhatian publik juga. tidak semua negara demokratis didalamnya terdapat sebuah level masyarakat yang telah mencapai tingkatan civil society. Dari pilar-pilar tersebut yang paling bersangkutan dengan kehidupan rakyat adalah pilar masyarakat sipil (civil society). . Dalam era Demokrasi sekarang ini memang keberadaan LSM sangat diperlukan. Kemunculan LSM di berbagai bidang kehidupan tersebut merupakan sebuah bukti bahwa civil society merupakan hal penting dalam pembangunan masyarakat demokratis disamping pilar-pilar lainya yang juga merupakan pilar penting. penelitian. Kalau tidak sampai ke tingkat DPR/DPRD. terutama dalam hal akuntabilitas kebijakan yang dilakukan. Civil society yang kokoh tentunya adalah impian semua negara-negara demokratis yang ingin memberdayakan rakyatnya dengan benar. dan birokrasi yang bersih). Tentunya. dan pelatihan. Seperti yang kita ketahui bersama. Organisasi tersebut biasanya disebut dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau ada juga yang menyebut dengan organisasi non-penerintah (Ornop).ekonomi. LSM biasanya didirikan oleh sekelompok orang yang menjalankan fungsi-fungsi pembentukan civil society yang bersifat nirlaba (tidak berbasis mencari keuntungan) dan independen. Kemunculan LSM tersebut juga memberikan nuansa baru dalam mekanisme “check and balance” terhadap kebijakan-kebijakan lembaga pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan rakyat. Agen-agen tersebut haruslah bersifat independen dan mempunyai tujuan yang jelas terhadap pemberdayaan masyarakat sipil dan juga advokasi hak-hak prinsipil dari masyarakat sipil itu sendiri. advokasi. misalnya masalah lumpur lapindo di Sidoarjo. di dalam menjalankan roda pemerintahannya tersebut banyak permasalahan-permasalahan yang terjadi. civil society adalah sebuah kondisi dimana masyarakat sudah mengenal hak-haknya sebagai warga suatu negara yang demokratis dan dapat mempergunakannya dengan penuh tanggung jawab. di negara kita ini terdapat lembaga negara yang mempunyai tugas untuk melaksanakan jalannya Pemerintahan. LSM-lah yang selama ini ngotot dan selalu membawa keluhan masyarakat ini ke tingkat DPR/DPRD. pembunuhan aktivis HAM Munir. yang kesemuanya berguna dalam pembentukan civil society. dsb.

Dengan independensinya dan juga sifatnya yang nir-kepentingan dan nirlaba tersebut LSM dapat mengambil alih peran pendidikan warga negara terhadap hak-hak dasarnya agar tercipta kehidupan yang adil dan sejahtera seperti yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa. Jika semua pihak telah memahami dan menjalankan peran mereka dengan penuh tanggung jawab. KESIMPULAN Demokrasi idealnya mepunyai keseimbangan dalam melaksanakan check and balance. Untuk mewujudkan suatu sistem demokrasi yang ideal tersebut. maka sistem pemerintahan didasarkan pada potensi serta kepentingan rakyat di daerah. 1997 Mardiyatmo dkk. maka dapat disimpulkan bahwa peran LSM dalam membangun civil society yang merupakan salah satu pilar demokrasi. 163-164. kehadiran atau bahkan menjamurnya LSM pada era ini adalah sebuah langkah awal dalam menciptakan tatanan pemerintahan yang baik (good gevernance) dalam pengelolaan kehidupan bernegara. maka pengawasan terhadap seluruh pilar dilaksanakan oleh rakyat itu sendiri melalui organisasi non pemerintah/LSM. hal. Tak dapat dipungkiri lagi. 5. 40 Miriam Budiardjo. PKN & Sejarah untuk tingat 2 SMK. DAFTAR PUSTAKA Undang Undang Dasar 1945 SISTEM ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA-JILID 1/Edisi Ketiga.com . hal. Pengantar Ilmu Politik. Karena pada dasarnya demokrasi adalah rakyat itu sendiri. maka semua pihak yang berada dalam suatu negara harus saling mendukung sesuai peran masing-masing. 4. tidak dapat dipungkiri.1. Indoskripsi. Jadi berdasarkan wacana di atas. 2. Rakyat adalah pilar utama dalam demokrasi. Sehingga tujuan negara untuk keadilan dan kesejahteraan rakyat dapat tercapai. Jakarta : Penerbit Toko Gunung Agung. Jakarta: Gramedia. Guna menjalankan demokrasi yang seutuhnya. Yudihistira. 3. Agar tujuan utama demokrasi yakni check and balance tercipta. 1982. F. Kepentingan rakyat yang beragam disalurkan melalui partai politik untuk kemudian diaspirasikan pada lembaga negara yang merupakan wadah perumusan dan pelaksanaan kebijakan yang dibuat untuk rakyat. Untuk itulah dibentuk otonomi daerah agar rakyat dapat berpartisipasi penuh dalam menentukan kebijakan yang dibuat. 2006. maka demokrasi yang ideal akan terwujud. Artikel Hubungan antar Lembaga.