Anda di halaman 1dari 21

Status Ujian

Seorang Pasien Dengan Gangguan Cemas Menyeluruh
Oleh:
Winny L. Carolus
13014101210
Masa KKM : 16 Februari 2015 – 15 Maret 2015

Penguji:
Dr. Anita E. Dundu, SpKJ

BAGIAN ILMU KEDOKTERAN JIWA
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SAM RATULANGI
MANADO
2015

LEMBAR PENGESAHAN

Status Ujian dengan Judul:
Seorang Pasien dengan Gangguan Cemas Menyeluruh

Telah dikoreksi dan dibacakan pada tanggal

Penguji

Dr. Anita E. Dundu, SpKJ

1

Maret 2015

...............................................................................Identitas Pasien .............. 20 2 ..................................................... Diskusi ....... Formulasi Diagnostik ............................................. XI. Ikhtisar Penemuan Bermakna ......................................................................................................... V............................................................. 1 I............ Diagnosis Multiaksial ................. IV........................ X.........................................................DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN .......................... Pemeriksaan Status Mental ................................................................................................................... 1 1 3 7 10 11 12 12 12 12 13 14 14 18 DAFTAR PUSTAKA ........................... Wawancara Psikiatri .................... VIII...................................... IX............................... VII........................................................................................................................................................................ XII............................................... XIII................ XIV..................................... i DAFTAR ISI .. II..................................................................................................................................................... Riwayat Kehidupan Pribadi ................. Pemeriksaan Diagnostik Lebih Lanjut ..................................... III.................................................... Anjuran ................................................. Riwayat Psikiatrik ......... ii STATUS UJIAN .............. Problem ............................. Rencana Terapi ................................................................................................................................... VI............. Prognosis .............

STATUS UJIAN I. di belakang ruangan Poliklinik Jiwa RS. 7 Agustus 1958 Menikah 1 orang Tamat SMP Ibu rumah tangga Minahasa/Indonesia Kristen Protestan Kolongan Atas Pasien rawat jalan 3 Maret 2015 Poliklinik Jiwa RS. Kegelisahan yang dialami pasien menyebabkan tergangguanya aktivitas. berjalan mondar-mandir. Keluhan Utama Pasien datang dengan keluhan gelisah berpikiran tidak tenang. Gelisah yang dialami seperti pasien merasa tidak tenang sepanjang hari. sering mondar-mandir dirumah. B.L. Rata-rata tidur pasien sejak 3 bulan terakhir sekitar 4 hingga jam dengan terbangun di tengah-tengah 1 . saat malam hari sulit tidur. Keluhan dirasakan sejak 3 bulan yang lalu. Prof. Terkadang pasien juga merasakan lemah badan. Dr. saat malam hari mengakibatkan pasien sulit tidur. Jika pasien tidur cepat biasanya pasien bangun tengah malam dan jika pasien tidur larut malam pasien sudah terbangun subuh.T 56 tahun Perempuan Manado. sakit kepala dan jantung terasa berdebar-debar sehingga menyebabkan sulit tidur. V. Ratumbuysang 08135683010 RIWAYAT PSIKIATRIK Riwayat psikiatri diperoleh pada tanggal 3 Maret 2015. Riwayat Gangguan Sekarang Pasien datang dengan keluhan gelisah hampir sepanjang hari sejak 3 bulan yang lalu yaitu sejak bulan Desember 2014. L. IDENTITAS PASIEN Nama Umur Jenis Kelamin Tempat/Tanggal Lahir Status Perkawinan Jumlah Anak Pendidikan Terakhir Pekerjaan Suku/Bangsa Agama Alamat Sekarang Cara MRS Tanggal Pemeriksaan Tempat Pemeriksaan Nomor Telepon II. : : : : : : : : : : : : : : : N.Prof.Dr. Kegelisahan yang dialami pasien selain menganggu aktivitas.V. Ratumbuysang Manado dari:  Autoanamnesis dengan pasien  Rekam medis A.

C. Pasien selalu memikirkan tantang apa yang terjadi pada keesokan harinya. RIWAYAT KEHIDUPAN PRIBADI A. Selain itu pasien juga merasakan jantungnya terasa berdebar-debar. Riwayat Penggunaan Zat Psikoaktif Pasien tidak mengkonsumsi tidak merokok. Suami pasien sering berpergian keberbagai tempat. Pasien telah memeriksa ke Rumah Sakit Bethesda Tomohon. dan hanya membantu-bantu orang jika diperlukan. . Nafsu makan pasien baik. tidak minum minuman beralkohol. anak. Riwayat Gangguan Psikiatrik Tidak ada riwayat gangguan psikiatrik. Orang tua pasien mengasihi dan menyayangi pasien. Awalnya pasien menganggap biasa dengan kondisinya dan dapat hilang dengan sendirinya tetapi kegelisahan pasien tidak berkurang. menantu dan cucu pasien. Prenatal dan Perinatal Pasien merupakan anak ketujuh dari sembilan bersaudara. Riwayat Gangguan Sebelumnya 1. Riwayat Gangguan Medis riwayat penyakit sebelumnaya disangkal pasien. 3. Nafsu makan pasien baik. Pasien ingin sekali tidur tetapi kegelisahannya menyebabkan pasien kesulitan untuk tidur. Anak pasien tidak memiliki pekerjaan tetap.waktu tidur. 2. serta tidak pernah menggunakanatau zat psikoaktif lainnya. Hasil dari rumah sakit menyatakan jantung pasien dalam keadaan baik dan tidak memiliki penyakit jantung. Pasien merasakan badannya terasa lemah dan terkadang pasien merasakan sakit kepala. Pasien juga merasakan badannya terasa lemah dan terkadang pasien merasakan sakit kepala. Pasien tinggal bersama suami. Pasien tidak menceritakan alasan mengapa suami pasien berhenti. Pasien memikirkan masalah perekonomian dan memikirkan suaminya. Umur suami pasien 59 tahun.. Menantu pasien juga seorang supir di perusahaan taxi. Selama masa kehamilan kondisi kesehatan 2 . Pekerjaan suami pasien sebelumnya adalah seorang karyawan di perusahaan swasta lalu suami pasien berhenti. III. Beberapa tahun terakhir suami pasien lalu bekerja sebagai supir.

Setelah pasien mengetahui identitas seksualnya adalah perempuan. pasien mulai lebih mandiri. pasien senang bermain bersama saudara-saudaranya. Pada usia 2 tahun: pasien sudah bisa berjalan. Pada stadium anal (usia 1-3 tahun). mengerjakan perintah sederhana jika disuruh. Kondisi saat lahir tidak diketahui pasien . Pada usia 3 tahun. berpakaian dan berperilaku seperti anak perempuan. Pasien diasuh oleh kedua orang tuanya. pasien diajarkan BAK dan dapat ke toilet sendiri saat ingin BAK. Stadium Perkembangan Psikoseksual Pada stadium oral (usia 0-18 bulan). C. berjalan. Pasien jiga tidak memiliki penyakit psikiatrik atau medis. nilainya di sekolah standar saja. sudah bisa menggucapkan beberapa kata-kata. saat pasien lapar pasien akan menangis dan setelahnya langsung segera diberikan ASI kembali tenang. sudah mulai bisa bicara dan membentuk kalimat. terutama ibunya. Pasien berteman dengan teman sebayanya. Pada stadium latensi (usia 5-6 tahun sampai 11-13 tahun). Pasien lahir normal di rumah dan ditolong oleh biang kampung. dan pasien tidak terdapat masalah dalam makanan pengganti. Stadium Siklus Kehidupan (Erik Erikson) Pada stadium kepercayaan dasar lawan ketidak percayaan dasar (usia 0-12 bulan).fisik dan mental ibu pasien tidak diketahui. 3 . mengenal kosakata lebih banyak. pada usia 1 tahun: pasien mulai berbicara. Pada stadium falik. Pada stadium genital (usia 11-13 tahun sampai dewasa muda). Pasien minum ASI sampai dengan usia tidak diketahui. berusaha mengerjakan tugas yang diberikan kepadanya. pasien sudah bisa mengenggam benda-benda kecil. Pasien sudah bisa bermain. pasien mulai berpakaian seperti anak perempuan dan masuk ke toilet umum khusus perempuan. Pasien tidak terlalu senang dalam hal belajar. Jika disekolah pasien hanya bermain bersama teman yang dekat saja. saat kecil pasien dekat dengan kedua orang tuanya. dan makan. Pada stadium urethral (Transisional). Apabila ada masalah biasanya pasien lebih senang bercerita pada kakak dan adiknya dibandingkan ke teman-temannya. B. menurut pasien diketahui pasien diberi ASI oleh ibu pasien. pasien berjenis kelamin perempuan.

Riwayat Psikoseksual Orientasi seksual pasien adalah lawan jenisnya yang sebaya. prestasi pasien biasa saja. Pada masa ini pasien mulai tertarik dengan lawan jenisnya. Pasien tidak pernah terlibat masalah yang berarti di dalam sekolahnya. Setelah itu pasien tidak melanjutkan ke SMA karena pasien terlebih dahulu menikah. Saat disuruh orangtua. Pada stadium keintiman lawan isolasi (usia 21-40 tahun).Pada stadium otonomi lawan rasa malu dan ragu (usia 1-3 tahun). Pasien sudah menikah dan memiliki seorang anak perempuan. pasien mulai bisa makan sendiri dan mulai berbicara kata per kata seperti memanggil kedua orangtua dan kakaknya. inisiatif untuk belajar ada. 2. Pada stadium industri lawan inferioritas (usia 6-11 tahun). Pasien senang bermain-main dengan saudaranya. pasien memiliki hubungan yang cukup harmonis dengan keluarganya. Pasien menopause di usia 47 tahun D. Setelah tamat SD pasien melanjutkan ke jenjang SMP dan melewati masa tersebut. Pada stadium inisiatif lawan rasa bersalah (usia 3-5 tahun). Pasien masuk SD umur 6 tahun dan merupakan siswa cukup baik. Riwayat Masa Dewasa 1. 4 . penampilan pasien seperti teman perempuan seusianya. Pasien menamatkan SMP dalam waktu 3 tahun. barulah pasien mengikuti. Pada stadium identitas lawan difusi peran (usia 11 tahun sampai akhir masa remaja). terkadang pasien bertengkar dengan keluarga karena masalah rumah tangga. Pasien menyelesaikan Sekolah Dasar selama 6 tahun dan memiliki nilai yang lumayan bagus dikelas. Riwayat Pendidikan Sejak SD pasien selalu naik kelas dan selesai tepat waktu. Pasien menyelesaikan pendidikan sekolah dasar tanpa ketinggalan kelas. Prestasi pasien ketika SMP tidak berbeda jauh dengan waktu di SD. Riwayat Pekerjaan Pasien adalah seorang ibu rumah tangga dan tidak memiliki pekerjaan lain. 3. Pasien dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Pasien tidak melanjutkan ke SMA.

dan cucu. Situasi Kehidupan Sekarang Pasien tinggal di rumah permanen dengan suami. anak. menantu. lantai semen. Kehidupan Beragama Pasien beragama Kristen Protestan. 1 kamar mandi. rumah beton 1 lantai.4. dan dapur dengan perabotan seadanya. 8. Anak pasien tidak berkerja dan tinggal bersama pasien. tetapi pasien kurang bergaul dengan tetangga sekitar dan lebih menyukai menghabiskan waktu dirumah. Suami pasien seorang supir. 7. Setiap hari minggu pasien beribadah ke gereja bersama dengan keluarganya. 1 ruang tamu + ruang keluarga. Terdiri dari 3 kamar tidur. Denah Rumah Kamar Mandi Dapur Kamar Tidur Ruang Keluarga Kamar Tidur Pasien Kamar Tidur Ruang Tamu 5 . dan sering mengikuti kegiatan keagamaan. suami dan anak menurut pasien baik dan hubungan dengan tetangga juga cukup baik. 5. Riwayat Kehidupan Sosial Hubungan pasien dengan keluarga. Bentuk rumah pasien sederhana. Riwayat Perkawinan Pasien sudah menikah selama 40 tahun dan memiliki seorang anak. 6. Riwayat Pelanggaran Hukum Pasien tidak pernah terlibat dengan masalah hukum.

rambut warna kehitaman dan sedikit uban. Ayah dan ibu pasien mendidik pasien dan saudara-saudaranya dengan kasih sayang tanpa membeda-bedakan. Pasien dapat merespon saat diucapkan salam. Perilaku dan Aktivitas Psikomotor Selama wawancara. Penampilan Pasien adalah seorang perempuan. PEMERIKSAAN STATUS MENTAL A. 6 . IV. pasien duduk dengan tenang. Berkulit sawo matang. tetapi terkadang pasien tampak gelisah. Pasien tidak menghindari kontak mata dan perhatian pasien tidak mudah terpengaruh oleh sekitar.9. Tidak ada anggota keluarga yang mengalami keluhan serupa ataupun gangguan jiwa sebelumnya. tampak sesuai usianya. Persepsi Pasien tentang Diri dan Kehidupannya Pasien ingin segera sembuh dan hilang perasaan gelisahnya. Genogram Keterangan: : Laki-Laki : Pasien : Perempuan : Meninggal Faktor Herediter : tidak ada 10. Hubungan dengan orang tua dan saudara-saudara baik. Deskripsi Umum 1. 2. pasien termasuk keluarga yang cukup. Riwayat Keluarga Pasien adalah anak keempat dari sembilan bersaudara. Penampilan cukup rapi dengan menggunakan baju biru muda bermotif kembang dan celana panjang warna abu-abu.

Sikap terhadap Pemeriksa Pasien cukup kooperatif saat wawancara dan menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh pemeriksa. Mood 2. Kuantitas : selama wawancara pasien menyimak pertanyaan dan menjawab dengan jawaban yang tepat 3. Hendaya bahasa : tidak ada hendaya dalam berbahasa D. Mood dan Afek 1. Bicara 1. Proses/arus pikir : koheren. pasien mengetahui dimana rumah dan rumah sakit 7 . 2. Taraf Kesadaran dan Kesiagaan Kompos mentis. Kualitas : eutimik : luas : sesuai afek : volume sedang. Ditemukan pasien seperti menutupi penyebab kecemasan yang dialami. 2. mengalihkan dan memusatkan perhatiannya. Gangguan Persepsi Halusinasi auditorik dan visual (-) E. Isi pikiran : tidak ada waham. artikulasi cukup jelas 2. mempertahankan. Pasien dapat mengarahkan. pasien mengetahui waktu pada saat pemeriksaan  Orientasi tempat : baik. B.3. pasien tampak menutup-nutupi masalahnya. Pikiran 1. intonasi jelas. Keserasian C. Kesadaran dan Kognitif 1. pasien menjawab sesuai pertanyaan. Orientasi  Orientasi waktu : baik. Afek 3. F. tetapi jika ditanyai lebih lanjut lagi tentang masalah keluarga.

7. Orientasi orang : baik. Konsentrasi dan Perhatian Baik. Pasien dapat mengikuti wawancara dalam jangka waktu yang cukup lama dengan baik. dan dokter yang mewawancarainya. 3. 6. : pasien dapat menceritakan masa kecilnya dengan baik  Daya ingat jangka sedang : secara umum baik  Daya ingat jangka pendek: baik. G. pasien dapat mengingat apa yang ia kerjakan dari tidur semalam. Kemampuan Visuospatial Baik. Pasien dapat membaca dan menulis dengan jelas. perawat. Semua pertanyaan dijawab dengan baik. pasien dapat mengenali keluarganya. bangun pagi sampai saat berlangsung  Daya ingat segera : wawancara baik. 5. Pengendalian Impuls Baik. Daya Ingat  Daya ingat jangka panjang baik. Kemampuan Membaca dan Menulis Baik. dapat mengingat kembali beberapa nama benda yang disebutkan pemeriksa beberapa waktu sebelumnya 4. Pasien dapat menggambarkan lingkaran. persegi dengan jelas. 8 . Intelegensi dan Daya Informasi Baik. Ketika wawancara berlangsung pasien dapat memusatkan perhatiannya terhadap pertanyaan pemeriksa.

Abdomen : datar. N. Hepar dan Lien ttb 6. C. dan apa yang terjadi pada 9 . kemar.0oC 3. Ratumbuysang Manado pada tanggal 3 Maret 2015 dengan keluhan utama pasien sering merasa gelisah. bising (-) P : vesikuler. Gejala EPS (-). sering mondar mandir dan saat tidur pasien kesulitan untuk tidur. Pasien mencemaskan tentang apa yang akan terjadi besok. reflreks cahaya +/+. I.Kranialis : baik. Pemeriksaan Penunjang Saat dilakukan wawancara tanggal 3 Maret 2015 tidak ada pemeriksaan penunjang. lemah badan. edema (-) B. Gelisah yang dialami pasien seperti pasien menjadi tidak tenang. sudah menikah dan memiliki seorang anak perempuan. Keluhan dirasakan sejak bulan Desemberr 2014. serta terkadang disertai sakit kepala. Refleks fisiologis: normal. kesadaran kompos mentis 2. sulit tidur. pasien hanya bola-balik diatas kasur tanpa tertidur. V. Keluhan ini terjadi hampir sepanjang hari. Taraf Dapat Dipercaya Penjelasan pasien dapat dipercaya. Pendidikan terakhir SMP. agama Kristen Protestan. R. perempuan. Tremor pada ekstremitas (-). Tilikan Tilikan derajat 6 (pasien menyadari sepenuhnya tentang situasi dirinya disertai motivasi untuk mencapai perbaikan). PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK LEBIH LANJUT A. Fungsi sensoris dan motoris di ekstremitas: baik. L. S:36. Pupil: bulat isokor. Wh-/5. V. Mata : konjungtiva anemis -/-. N: 83x/m. Refleks patologis (-). Prof. BU(+) normal. Pemeriksaan Fisik 1. dan jantung berdebar-debar. datang ke Poliklinik Jiwa RS. VI. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA Berdasarkan anamnesis didapatkan pasien berusia 56 tahun. R.H. skelra ikterik -/4. Tanda vital : TD: 140/80mmHg. Rh-/-. Status Neurologikus Gejala rangsang selaput otak (-). Thoraks : C : BJ I-II reguler. Keadaan umum : baik. Dr. Ekstremitas : akral hangat. suku Minahasa. seperti apa yang dimakan keesokan hari. R: 22x/m.

yang merupakan gejala ketegangan motorik dan hiperaktivitas otonomik yang merupakan gejala dari gangguan cemas menyeluruh. Ekspresi wajah tampak cemas. disabilitas ringan dalam sosial. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan status mental. Pasien adalah seorang perempuan tampak sesuai usianya. Keluhan ini menimbulkan hendaya yang cukup bermakna. menunjukkan keadaan yang cukup baik. sakit kepala dan merasakan jantung berdebar-debar. Kriteria diagnostik pasien ini adalah gangguan cemas menyeluruh (F41.. VIII. Pada pasien ini berdasarkan anamnesis. Formulasi diagnostik ini berdasarkan DSM-V dan PPDGJ III. Riwayat perkembangan sesuai dengan seusianya. cukup puas.1). Pasien menamatkan sekolahnya sampai dengan SMP. tidak lebih dari masalah harian yang biasa. sedangkan keluhan pasien tentang penyakitnya masih tetap ada. DIAGNOSIS MULTIAKSIAL Aksis I : Gangguan cemas menyeluruh Aksis II : Ciri kepribadian skizoid Aksis III : Tidak ada Aksis IV : Masalah keluarga (perekonomian keluarga dan hubungan Aksis V pasien dengan suami). Lingkungan dan sosial ekonomi: Ada masalah dengan sosial ekonomi 10 . Penampilan cukup rapih dengan menggunakan kaos biru bermotif bunga dan celana kain berwarna abu-abu. pekerjaan. Psikologi : Pasien tampak cemas namun dapat berusaha untuk tenang. Organobiologi : tidak ada 2. rambut kehitaman dengan sedikit uban. FORMULASI DIAGNOSTIK Dari anamnesis. berfungsi baik. : GAF current: 80-71 Gejala sementara dan dapat diatasi. PROBLEM 1.keluarganya terutama suami pasien. jantung berdebar. 3. ditemukan gejala gelisah. IX. Pasien cenderung merasakan perasaan cemas sepanjang hari. Riwayat penyakit dahulu disangkal pasien. GAF HLPY: 90-81 Gejala minimal. Berkulit kuning langsat. Pasien juga terkadang merasakan lemah badan. VII.

Edukasi keluarga agar lebih memahami pasien. Terhadap Keluarga Pasien Dengan psiko-edukasi yang menyampaikan informasi kepada keluarga mengenai berbagai kemungkinan penyebab penyakit. Terhadap Pasien  Memberikan edukasi terhadap pasien agar memahami gangguannya lebih lanjut. Memberikan motivasi kepada pasien agar pasien tidak merasa putus asa dan agar semangat juangnya dalam menghadapi hidup ini tidak  kendur. Ad vitam B. b. : dubia ad bonam : dubia ad bonam : dubia ad bonam ANJURAN Dianjurkan kepada keluarga agar dapat memberikan dukungan dan perhatian yang lebih terutama selama masa pengobatan.. efek samping yang kemungkinan  muncul. dan pengobatan sehingga keluarga dapat memahami dan menerima kondisi pasien untuk minum obat dan kontrol secara teratur serta mengenali gejalagejala kekambuhan. Intervensi Psikososial a. fleksibel dan positif serta perilaku yang baru. Memberikan konseling 11 . cara pengobatannya. Bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. yaitu saling terbuka dan menceritakan masalah dengan  keluarga. perjalanan penyakit. Psikofarmaka  Clobazam 10 mg 2 x 1 tablet B. XI. Ad sanationam XII. Ad fungsionam C. Psikoterapi Cognitive Behavioral Therapy (CBT) yaitu terapi kognitif yang bertujuan mengembangkan cara berpikir alternatif. PROGNOSIS A. Memberikan edukasi kepada pasien agar melakukan keterampilan yang dimiliki dalam membantu ekonomi keluarga. Memberikan edukasi kepada pasien agar lebih dekat lagi dengan keluarga. RENCANA TERAPI A. Psikoterapi dan Intervensi Psikososial 1.X. 2. serta pentingnya kepatuhan dan keteraturan minum obat.

Diagnosis pasien ini ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan status mental. Dalam kasus ini ditemukan cemas. dan kewaspadaan kognitif. dan kegelisahan sehingga menyebabkan penderitaan yang jelas dan gangguan yang bermakna dalam fungsi sosial dan pekerjaan. Kecemasan yang dirasakan sulit untuk dikendalikan dan berhubungan dengan gejala-gejala somatik seperti ketegangan otot.1 Pada anamnesis ditemukan gejala-gejala yang berkaitan dengan gangguan cemas menyeluruh. sepanjang hari terjadi selama sekurangnya 6 bulan.yang teratur kepada pasien untuk bisa memperbaiki pemahamam tentang realitas yang ada. cara mencegah dan mengatasinya. Kriteria diagnostik gangguan cemas menyeluruh menurut DSM V:3  Kecemasan atau kekhawatiran yang berlebihan yang timbul hampir setiap hari. Formulasi Diagnostik Gangguan cemas menyeluruh merupakan kondisi gangguan yang ditandai gangguan kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan dan tidak rasional bahkan terkadang tidak realistik terhadap berbagai peristiwa kehidupan sehari-hari. Gangguan kecemasan akhirnya menjadi masalah kesehatan umum yang serius. kesulitan tidur. tentang sejumlah aktivitas atau kejadian. jantung berdebar dan sulit tidur. DISKUSI A. gelisah.  Penderita merasa sulit mengendalikan kekhawatirannya.  Kecemasan dan kekhawatiran disertai tiga atau lebih dari enam gejala berikut ini. Angka prevalensi untuk gangguan cemas menyeluruh 3-8% dan rasio antara perempuan dan laki-laki sekitar 2:1. hiperaktivitas otonomik. serta pola pikir pasien agar membantu pasien untuk dapat melakukan pengobatan yang teratur. ketegangan motorik.  Kegelisahan  Merasa mudah lelah  Sulit berkonsentrasi atau pikiran menjadi kosong 12 . XIII. Kecemasan berlebihan dan mengganggu aspek lain kehidupan pasien. Gejala utama dari ganguan anxietas adalah rasa cemas. iritabilitas.

 Ketegangan motorik (gelisah. kekhawatiran atau gejala fisik menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan fungsi sosial. epigastrik. dan gangguan lainnya)  Pada anak-anak sering terlihat adanya kebutuhan berlebihan untuk ditenangkan serta keluhan somatik berulang yang menonjol. jantung berdebar-debar. gemetaran.  Gangguan yang terjadi adalah bukan karena efek fisiologis langsung dari suatu zat atau kondisi medis umum dan tidak terjadi semata-mata selama suatu gangguan mood.3 Gejala klinis Gangguan Cemas Menyeluruh meliputi:3.  Hiperaktivitas otonomik (terasa ringan. takikardi. dll).  Kecemasan.  Adanya gejala-gejala lain yang bersifat sementara (untuk beberapa hari). mulut kering. berkeringat. gangguan psikotik atau gangguan perkembangan pervasif. khususnya depresi. pusing kepala. Iritabilitas  Ketegangan otot  Gangguan tidur (sulit tertidur atau tetap tidur. yang tidak terbatas atau hanya menonjol pada keadaan situasi khusus tertentu saja (free floating atau mengambang). tidak membatalkan diagnosis utama gangguan anxietas menyeluruh. atau tidur gelisah dan tidak memuaskan)  Gangguan yang terjadi tidak dapat dijelaskan lebih baik dengan gangguan mental lainnya.4  Penderita menunjukkan anxietas sebagai gejala primer yang berlangsung hampir setiap hari untuk beberapa minggu sampai bulan. dsb). selama hal tersebut tidak memenuhi kriteria lengkap dari 13 . sesak napas.  Gejala-gejala tersebut biasanya mencakup unsur-unsur berikut:  Kecemasan (khawatir akan nasib buruk seperti berada di ujung tanduk. sakit kepala. pekerjaan atau fungsi penting lain. sulit berkonsentrasi. tidak dapat santai. takipnea.

. dan campuran. Saat dewasa pasien jarang berinteraksi dengan keluarga dan lebih menyukai dirumah. skizoid. Farmakoterapi 14 . Diagnosis banding gangguan kecemasan menyeluruh adalah semua kondisi medis yang menyebabkan kecemasan. Hal ini terlihat saat pasien sejak masih anak-anak. histrionik. dan tes fungsi tiroid.). paranoid. Pemeriksaan medis harus termasuk tes kimia darah standar.episode depresi (F32. Klinisi harus menyingkirkan intoksikasi kafein. putus alkohol dan putus sedatif atau hipnotik. elektrokardiogram. Pendekatan kognitif secara langsung menjawab distorsi kognitif pasien dan pendekatan perilaku   menjawab keluhan somatik secara langsung.4 a. penyalahgunaan stimulan. gangguan anxietas fobik (F40) gangguan panik (F41. memusatkan untuk mengungkapkan konflik bawah sadar dan mengenali kekuatan ego pasien. Penyebab gangguan cemas menyeluruh dapat diakibatkan karena pengaruh biologi. emosional tak stabil. genetik. dissosial. terapi ini memiliki keunggulan jangka panjang dan jangka pendek. dependen. Terapi suportif. anankastik. terapi yang menawarkan ketentraman dan kenyamanan bagi pasien. dan kognitif-perilaku. Terapi berorientasi tilikan. Rencana Terapi Pengobatan yang paling efektif untuk pasien dengan kecemasan menyeluruh adalah pengobatan yang mengkombinasikan psikoterapi dan farmakoterapi. Psikoterapi Pendekatan psikoterapi untuk gangguan kecemasan menyeluruh  meliputi: Terapi kognitif perilaku.0) atau gangguan obsesif-kompulsif (F42). Rasa tidak nyaman dalam berinteraksi. psikoanalitik. b. Pada pasien ini mengarah ke ciri kepribadian skizoid. Ciri Kepribadian Ciri gangguan kepribadian ada berbagai macam yaitu ciri gangguan kepribadian khas.2 B.3. C. dimana pasien lebih suka bermain dan berbagi cerita dengan anggota inti keluarga. cemas.

Pada penderita diberikan clobazam 10 mg 3x1. dan keadaan psikosomatik yang ada hubungannya dengan rasa cemas. premedikasi tindakan operatif. Spektrum klinis benzodiazepine meliputi efek antianxietas. menimbulkan sedasi menghilangkan rasa cemas. disebabkan spesifitas.4 Terapi farmakologi pada pasien ini direncanakan Clobazam yang merupakan golongan benzodiazepine yang merupakan potensiasi inhibisi neuron dengan GABA sebagai mediator . untuk pasien dewasa dan usia lanjut yang ingin tetap aktif.4 15 . Golongan benzodiazepine merupakan “drug of choice” dari semua obat yang mempunyai efek anti-anxietas.Golongan benzodiazepine sebagai obat antiansietas mempunyai rasio terapuetik lebih tinggi dan lebih kurang menimbulkan adiksi dengan toksitas yang rendah. anti konvulsan. potensi dan keamanannya. anti insomnia. karena “psychomotor performance”paling kurang terpengaruh.

30 WITA.XIV. V. A : ibu barasa apa lagi? B : kita rasa badan rupa lome-lome kong kadang le sakit kepala. Ratumbuysang pada tanggal 3 Maret 2015 jam 10. WAWANCARA PSIKIATRI Wawancara dilakukan di Poliklinik Jiwa RS. Keterangan : A: Pemeriksa B: Pasien A : Selamat siang. saya dokter muda Winny. mau bertanya bu? B : Boleh dok A : Ibu pe nama sapa? B : Nelly Tenda A : Umur sekarang berapa bu? B : 56 thn dok A : Tempat dan tanggal lahir bu? B : Kita lahir di Tomohon. Prof. A : Ibu ada bapikir apa sto jadi biki ibu sampe gelisah dan susah tidur? B : Nda tau dok. apalagi kalo mo tidur malam. sampe kalo malam susah mo tidur A : sejak kapan keluhannya itu bu? B : so dari tahun lalu mar qt rasa paling mo hilang tapi nda hilang-hilang noh. deng barasa jantung rupa berdebar cepat A : ibu rasa begitu saat bikin apa? B : muncul ja datang-datang dok. 7 Agustus 1958 A : asal suku mana? B : Minahasa A : apa keluhan yang dirasakan bu? B : kita sering gelisah dok. L. A : Ibu ada masalah dengan keluarga ato tetangga begitu? 16 . Dr.

17 . anak le dirumah dpe suami da kerja bwa-bawa orang pe oto. mar yahh begitulah kehidupan tidak ada yang sempurna A : Klo boleh tau ibu ada masalah apa sebenarnya? boleh cerita? B : Begitu noh dong leng laki tapikir mo makan apa besok.B : Nda dok. mo bayar ini itu. Sekarang da tinggal dengan kita dan suami A : Ibu pe pekerjaan apa? pekerjaan suami dan anak? B : Nyanda kita cumah dirumah. Tape suami supir. mar begitu kehidupan dok tidak ada yang sempurna A : Ibu sudah pernah berobat sebelumya? B : Sudah dok tulalu kita da periksa di RS Tomohon tapi dorang bilang kita pe jantung nda papa. A : Ibu sudah menikah? anak berapa? B : sudah dok qt pe anak cwe 1. A : Oh iya bu’ terima kasih atas waktunya B : iya sama-sama dokter. A : Ibu kalo dirumah bikin apa saja? B : Kita dok babantu orang ato nda ba pelihara babi.

3. Sinopsis psikiatri ilmu pengetahuan perilaku psikiatris klinis. Buku Ajar Psikiatri.Jakarta. Tangerang: BinarupaAksara Publisher.. 2010:17-31. DC: American Psychiatric Publishing. American Psychiatric Association. Hadisukanto G.2010.DAFTAR PUSTAKA 1. Diagnostic and statistical manual of mental disorders. Washington. Edisi 5. Kaplan HI. Grebb JA. Jilid II. 2013:35-6. Lippincott Wiliams And Wilkins. Sadock BJ. 7th Ed. Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.2004. Elvira S. Philadelphia. 2. 18 . Kaplan and Saddock. Comprehensive Textbook Of Psychiatry. 4.