Anda di halaman 1dari 3

Hiperkolesterol

:

Jurnal
Efek Antihiperkolesterol Jus Buah Belimbing Wuluh (Averhoa bilimbi L.) terhadap Mencit Galur
Swiss Webster Hiperkolesterolemia
Samsudin Surialaga,1 Diah Dhianawaty,1 Anna Martiana,1 Andreanus A. S.2 1Departemen
Biokimia, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung 2Sekolah Farmasi Institut
Teknologi Bandung
Kandungan : flavonoid, saponin, tanin, kuinon, dan steroid/triterpenoid.
Mekanisme: belum diketahui secara jelas
Hewan uji : Mencit
Bentuk sediaan : Jus
dosis : 0,12 g/20 gBB/hari (p.o.) konversi : 0.12 x 387.9 = 46.55 g air jus belimbing

note : dapat dimanfaatkan dalam pencegahan yaitu untuk mencegah kenaikan kadar kolesterol
darah, tetapi tidak dapat dimanfaatkan dalam pengobatan yaitu untuk menurunkan kadar
kolesterol darah yang sudah tinggi.

karena terpenoid minyak atsiri dapat menyebabkan kontraksi uterus dan pada penderita infeksi ginjal karena adanya efek iritasi ginjal oleh minyak atsiri. syok anafilaksis dan inflamasi pada ginjal karena iritasi epitel.72 g/200 g bb/hari dan 3. Universitas Indonesia. 6 Efek yang Tidak Diinginkan Alkaloid dan beberapa senyawa kumarin kemungkinan mempunyai efek sebagai transquilizer. 0. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.14 g/200 g BB/hari Konversi : 0.6 g/200 g bb/hari (efek ke tiganya tidak ada perbedaan) Dipilih yang paling kecil.Pemanfaatan Herba seledri (apium graveolens L) untuk menurunkan kolesterol dan lipid dalam darah tikus putih yang diberi diit tinggi kolesterol dan lemak Juheini Jurusan Farmasi.4 Peringatan Dapat menimbulkan alergi. sehingga memungkinkan penggunaan tanaman tersebut sebagai obat penurun kadar kolesterol.14 g x 56 = 7.84 gr/ 70 kg BB Sediaan : dibuat infusa Hewan uji: Tikus Seledri Kontraindikasi Biji tidak boleh digunakan pada masa kehamilan.14 g/200 g bb/hari. 0. efek menurunkan kolesterol dan lipid. namun secara statistic penurunan kadar kolesterol total dan lemak total belum bermakna Sediaan uji : sari air herba seledri Dosis : 0. . 16424 Kandungan : asam lemak tidak jenuh. Depok.

Seledri dapat menyebabkan reaksi alergi seperti dermatitis vesikular. seledri tidak bersifat toksik.10 1. . flavonoid. DAUN JATI BELANDA (Guazuma ulmifolla)  Senyawa aktif : alkaloid.Toksisitas Jika digunakan sesuai dosis terapi. LD50 akut > 5000 mg/kgBB (pada tikus secara oral dan pada kelinci secara transdermal). gangguan pernapasan dan syok anafilaksis. urtikaria dan angiodema.o pada tikus dosis 5000 mg/kgBB. asam fenol. karotenoid.  Dosis : Monica dan Farida (2000) melaporkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun jati belanda 15% dan 30% sebanyak 2mL/g bobot badan secara oral dapat menurunkan konsentrasi kolesterol total serum kelinci. musilago.  Mekanisme kerja : menghambat kinerja enzim lipase sehingga absorbs lemak dalam tubuh berkurang. Berkurangnya lemak yang diserap dalam tubuh mengakibatkan penurunan berat badan. tannin.3. saponin. Sedangkan menurut Lestari dan Muchtadi (1997) pemakaian ekstrak etanol daun jati belanda dosis 1g/kg BB/hari dapat menghambat peningkatan kolesterol darah tikus yang diinduksi hiperkolesterolemia. Senyawa tannin dan musilago yang terkandung dalam daun jati belanda dapat mengendapkan protein yang ada di dalam permukaan usus halus sehingga dapat mengurangi penyerapan makanan sehingga proses kegemukan dapat dihambat. 9 Tidak toksik secara subkronik pada pemberian p.