Anda di halaman 1dari 16

ABORSI

PADA REMAJA

dr. Rahayu Lubis, Mkes, PhD


Departemen Epidemiologi
FKM USU

Latar Belakang
- Angka kejadian aborsi diIndonesia diperkirakan
mencapai 2,3 juta/tahun
- Sekitar 750.000 dilakukan oleh remaja.
Pergaulan bebas (free sex) semakin tinggi di Indonesia
telah meracuni masyarakat, terutama generasi muda.
Akibatnya, angka kekerasan seksual dan kehamilan
diluar pernikahan sangat tinggi.
Memprihatinkan pelakunya banyak dari kalangan
remaja.
Pelaku aborsi adalah perempuan berusia di bawah 20
tahun, dimana 11-13% dari semua kasus aborsi
dilakukan karena kehamilan yang tidak diinginkan
(unwanted pregnancy).

Pengertian
Aborsi adalah Berakhirnya suatu kehamilan

(oleh akibat akibat tertentu) sebelum buah


kehamilan tersebut mampu untuk hidup di
luar
kandungan/kehamilan
yang
tidak
dikehendaki atau diinginkan.
Aborsi merupakan upaya terminasi kehamilan
dengan alasan sosial, ekonomi, dan kesehatan

Aborsi dalam Medis


- Pandangan medis, aborsi (abortus atau
abortion) yang dibolehkan adalah
abortus berdasarkan indikasi medis
(abortus artificialis therapicus).
_ Aborsi yang dilakukan tanpa indikasi
medis dikategorikan sebagai abortus
kriminal
(abortus
provocatus
criminalis).

Aborsi yang tidak


aman
Yang dimaksud dengan aborsi tidak
aman (Unsafe Abortion) adalah
penghentian
kehamilan
yang
dilakukan oleh orang yang tidak
terlatih/kompeten dan menggunakan
sarana
yang
tidak
memadai,
sehingga
menimbulkan
banyak
komplikasi bahkan kematian.

Faktor-faktor Penyebab aborsi


Kehamilan

yang

diakibatkan

oleh

pemerkosaan
Persoalan
ekonomi
(biaya
untuk
melahirkandan membesarkan anak)
Alasan karir atau masih sekolah (karena
kehamilan dan konsekuensi lainnya yang
dianggap dapat menghambat karir
atau
kegiatan belajar)
Kehamilan karena incest

Akibat aborsi

Risiko fisik

Perdarahan dan komplikasi lain merupakan salah satu


risiko aborsi. Aborsi yang berulang selain bisa
mengakibatkan komplikasi juga bisa menyebabkan
kemandulan. Aborsi yang tidak aman bisa berakibatkan
fatal yaitu kematian.
Risiko psikis
pelaku aborsi seringkali mengalami perasaan-perasaan
takut, panik, tertekan, atau stres, trauma megingat proses
aborsi dan kesakitan
Risiko sosial
ketergantungan pada pasangan sering menjadi lebih besar
karena perempuan merasa tidak perawan, perna
mengalami KTD, atau aborsi. Selanjutnya remaja
perempuan
lebih
sulit
menolak
ajakan
seksual
pasangannya, risiko lain pendidikan menjadi terputus
Risiko ekonomi
biaya aborsi cukup tinggi, bila terjadi komplikasi maka
biaya semakin tinggi.

Dampak lain dari


aborsi
Timbul luka-luka dan infeksi pada dinding alat kelamin dan

merusak organ-organ di dekatnya seperti kandung kencing atau


usus.
Robek mulut rahim sebelah dalam (satu otot lingkar). Hal ini
dapat terjadi karena mulut rahim sebelah dalam bukan saja
sempit, tetapi juga kalau tersentuh, maka ia menguncup kuatkuat. Kalau dicoba untuk memasukinya dengan kekerasan maka
otot tersebut akan menjadi robek.
Dinding rahim bisa tembus, karena alat-alat yang dimasukkan ke
dalam rahim.
Terjadi pendarahan. Biasanya pendarahan itu berhenti sebentar,
tetapi beberapa hari kemudian/ beberapa minggu timbul kembali.
Menstruasi tidak normal lagi selama sisa produk kehamilan belum
dikeluarkan dan bahkan sisa itu dapat berubah menjadi kanker.

Efek Jangka
Pendek
Rasa sakit yang intens
Terjadi kebocoran uterus
Pendarahan yang banyak
Infeksi
Bagian bayi yang tertinggal di dalam
Shock/Koma
Merusak organ tubuh lain
Kematian

Efek Jangka Panjang


Tidak dapat hamil kembali
Keguguran Kandungan
Kehamilan Tuba
Kelahiran Prematur
Gejala peradangan di

bagian
pelvis (pelvic inflamatori deases)

Pengaturan oleh pemerintah Indonesia


Sanksi

hukum
terhadap
tindakan
aborsi
berdasarkan hukum di Indonesia.
pasal 299 ayat 1 : aborsi disengaja atas perbuatan diri
sendiri atau atas bantuan orang lain. Sangsinya 4 tahun
penjara dan terkena denda
pasal 299 ayat 2 : aborsi dilakukan oleh pihak luar
( bukan ibu) dengan tujuan ekonomi maka sanksi
ditambah 1/3 hukuman dari ayat 1
pasal 346 : ibu yang sengaja menggugurkan atau orang
lain yang menggugurkan sanksi nya 4 tahun penjara.
pasal 347 ayat 1 : orang yang menggugurkan tanpa
persetujuan wanita yang hamil , maka sanksi yang
diberikan 12 tahun penjara.
pasal 347 ayat 2 : ibu meninggal, sanksinya 15 tahun
penjara.
pasal 348 ayat 1: orang yang menggugurkan dengan
sengaja atas persetujuan wanita, maka sanksi yang

Isu pokok aborsi di Indonesia dan


dampaknya
Dampak aborsi ilegal ada beberapa

hal yaitu:
1. Pengawasan dan pemantauan pada
praktek aborsi ilegal tidak dapat
diawasi, mempengaruhi standarisasi
mutu
2. Obyek pemerasaan dan
mempengaruhi biaya
3. Berhubungan dengan obyek
pemerasan sehingga meningkatkan
biaya.

Hak atas pelayanan kesehatan


Banyaknya kematian akibat aborsi yang tidak aman,
sangat memprihatinkan. Ini diakibatkan kurangnya
kesadaran dari perempuan dan masyarakat tentang hak
atas pelayanan kesehatan. Padahal bagaimanapun
kondisinya
atau akibat apapun, setiap perempuan
sebagai warga negara tetap memiliki hak untuk
mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai dan
kewajiban negaralah untuk menyediakan hal itu. Hakhak ini harus dipandang sebagai hak-hak sosial
sekaligus hak individu yang merupakan hak untuk
mendapatkan keadilan sosial termasuk didalamnya
Hak untuk mendapatkan pelayanan. Hak atas pelayanan
kesehatan ini ditegaskan pula dalam Pasal 12 Konvensi
Penghapusan segala bentuk Kekerasan terhadap
Perempuan (Konvensi Perempuan) dan UU Kesehatan.

Contoh Kasus aborsi


Seorang pecandu yang sudah clean memiliki pengalaman
pernah melakukan aborsi karena ia dulu memakai
narkoba. Karena untuk mendapatkan obat terlarang itu ia
memerlukan
uang
banyak
untuk
memenuhi
kebutuhannya itu dan ia pun rela sampai menjual dirinya
agar mendapatkan obat-obat terlarang tersebut. Karena
pekerjaan yang menurutnya sangat menyiksa dirinya itu
ia pun tidak menggunakan kondom dan ia sampai ke
tahap hamil, tanpa mengetahui siapa ayah dari bayinya
tersebut. Ia terus berusaha mencari uang lebih untuk
kebutuhan obatnya dan juga untuk membiayai
pengguguran kandungan yang tidak ia kehendaki
tersebut. Sampai pada usia kandungannya mencapai 3
bulan ia harus penggugurkan kandungannya dan itu
memerlukan uang yang sangat banyak, karena usia
kandungannya sudah cukup besar dan ini pun bukan
pertama kalinya ia melakukan aborsi tersebut.

Pencegahan aborsi
Tidak

melakukan
hubungan
seksual
sebelum menikah
Memanfaatkan
waktu
luang
dengan
melakukan
kegiatan
positif
seperti
berolahraga, seni dan keagamaan
Hindari perbuatan-perbuatan yang akan
menimbulkan dorongan seksual, seperti
meraba tubuh pasangannya dan menonton
video porno

TERIMA KASIH