Anda di halaman 1dari 6
Laporan Kasus Massa Intra Abdomen1 LAPORAN KASUS Massa Intra Abdomen Indira Suluh Paramita1 Dani Rosdiana2 1 Penulis untuk korespondensi: Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau, Alamat: Jl. Diponegoro No. 1, Pekanbaru, E-mail : indirasuluh@yahoo.com 2 Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Riau ABSTRAK Pendahuluan: Laporan kasus: Kata kunci : - Ilmu Penyakit Dalam FK UR, Maret 2016 Laporan Kasus Massa Intra Abdomen2 PENDAHULUAN sendiri oleh pasien, teraba oleh klinisi ketika pemeriksaan fisik atau tidak Tumor dalam arti luas adalah setiap benjolan abnormal sengaja pada pemeriksaan tubuh tanpa melakukan melihat ditemukan saat imaging. penyebabnya, sedangkan dalam Pendekatan diagnosis melalui arti sempit tumor yang disebut anamnesis juga fisik neoplasma adalah dan pemeriksaan biasanya dapat pertumbuhan sel atau jaringan membedakan penyebab massa baru diluar kendali tubuh.1 itu apakah inflamasi, lesi kistik, tumor atau massa vascular.3 Tumor abdomen secara Dalam umum merupakan suatu massa palpable region yang berada pada dari otot anterior penting pasien menjadi seperti: Massa baik terlebih baru pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan inflamasi apendisitis secara mengevaluasi mempertimbangkan abdomen secara umum dapat dibagi untuk dahulu margin costae, puncak illiaca, dan symphisis pubis. pasien dengan massa abdomen sangat paraspinosus dan dibatasi oleh 2 menangani imaging yang diperlukan lebih lanjut. 2 dan diverticulitis colon, kistik baik Pada anamnesis informasi primer maupun sekunder karena mengenai onset, durasi, karakter, proses inflamasi seperti yang kronologis, lokasi, dan gejala penyerta terjadi pada pancreatitis dan harus digali dengan baik. Gejala penyerta neoplasma gastrointestinal non spesifik yang baik benign, malignant, atau vaskular. Tumor berkaitan dengan massa abdomen yang pada dan kolon dapat ditanyakan adalah mual, muntah, penyebab tumor diare, dan konstipasi. Sedangkan gejala pankreas merupakan intra abdomen tersering yang spesifik yang dapat menentukan diagnosis menyebabkan pasien datang.3 adalah jaundice, melena, hematoschezia, hematemesis, hematuria, perubahan pola Adanya abdomen massa biasanya pada dikenali buang air besar. Pertanyaan non gastrointestinal seperti keluhan urologi, Ilmu Penyakit Dalam FK UR, Maret 2016 Laporan Kasus Massa Intra Abdomen3 ginekologi, obstetric, vascular dan harus dapat menilai 3 hal yaitu: 1.) Massa endokrin juga tidak boleh dilupakan. itu sendiri 2.) Menilai apakah pasien pada Adanya riwayat tumor sebelumnya kondisi akut atau tidak 3.) Pemeriksa harus menandakan adanya keganasan yang menilai semua kuadran, menilai hubungan rekurens. antara bagian yang normal dan abnormal, Pada pemeriksaan fisik untuk serta menilai adanya masa di kuadran lain mengevaluasi suatu massa abdomen klinisi atau tidak. Ketiga hal ini harus dapat dinilai melalui inspeksi, auskultasi, abdomen menjadi 4 kuadran yaitu kuadran perkusi, dan palpasi. Massa palapable kanan atas, kanan bawah, kiri atas, dan kiri harus selalu dideskripsikan lokasi, ukuran, bawah. Hal ini penting untuk bentuk, konsistensi, kontur, ada atau mempertimbangkan differential diagnosis. tidaknya nyeri tekan, pulsatile atau tidak, Setelah dilakukan anamnesis dan dan terfiksir atau tidak. Untuk pemeriksaan fisik klinisi dapat dapat memudahkan deskripsi kelainan pada membuat diagnosis kerja dan manajemen abdomen biasanya klinisi membagi pasien selanjutnya. Gambar 1. Differential diagnosis massa abdomen berdasarkan regio Ilmu Penyakit Dalam FK UR, Maret 2016 Laporan Kasus Massa Intra Abdomen4 pemeriksaan penunjang yang lebih terarah, Pemeriksaan lab yang dibutuhkan efisien, dan efektif. untuk mengevaluasi massa yang masih belum jelas penyebabnya adalah darah LAPORAN KASUS lengkap dengan differential count, kimia Anamnesis darah (elektroli, BUN, serum kreatinin,dan Tn H 40 tahun, datang ke Rumah fungsi hati) serta urinalisis. Tes darah Sakit Umum Daerah Arifin Ahmad (RSUD samar pada feses rutin juga dapat sangat AA) dengan keluhan utama terdapat berguna untuk mendiagnosis suatu tumor. benjolan pada perut sejak 6 bulan sebelum Pemeriksaan tumor marker seperti CEA masuk rumah sakit. Benjolan berada pada (Carcinoma Embryonic Antigen), cancer daerah perut kanan bawah. Benjolan antigen seperti CA 19-9, CA-125, dan awalnya sebesar kelereng dan tidak terasa nyeri. Lama kelamaan benjolan tersebut AFP (Alfa Feto Protein) juga sangat semakin membesar dan kadang pasien berguna untuk membedakan masa ganas merasakan nyeri yang hilang timbul pada atau tidak.5 benjolan tersebut. Nyeri juga muncul bila Pemeriksaan imaging yang perut ditekan, Seminggu sebelum masuk direkomendasikan oleh American College rumah sakit nyeri dirasakan semakin hebat. Radiology sebagai first line untuk Pasien tidak mengeluhkan adanya benjolan mengevaluasi massa abdomen adalah pada tempat lain seperti pada lipat paha, ultrasonography (USG), foto polos ketiak, maupun leher. Pasien tidak abdomen, dan computed tomography (CT). memiliki keluhan mual muntah. Pasien Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan tidak mengeluhkan adanya perdarahan, Positron Emission Tomograph (PET scan) muntah darah maupun kehitaman, serta digunakan untuk mengevaluasi tumor lebih keluhan BAB berdarah, BAB seperti pita lanjut. 6 Setiap pemeriksaan imaging dan kecil – kecil juga disangkal. Pasien mempunyai kelebihan dan kelemahan tidak memiliki keluhan pada buang air masing masing. Pendekatan masa kecil. abdomen yang terintegrasi meliputi Sebelumnya pasien tidak pernah memiliki anamnesis, pemeriksaan fisik serta keluhan yang sama. Riwayat transfusi (+) penentuan differential diagnosis yang baik setahun yang lalu sebanyak 5 kantong seharusnya dapat menjadi penentuan kareana pasien pucat dan lemas saat beraktifitas. Pasien tidak memiliki riwayat Ilmu Penyakit Dalam FK UR, Maret 2016 Laporan Kasus Massa Intra Abdomen5 alergi obat, hipertensi, diabetes mellitus, Pada pasien ini telah dilakukan kelainan jantung ginjal, serta keganasan pemeriksaan penunjang, yaitu: sebelumnya disangkal. a. USG abdomen Tumor padat intra abdomen region Hasil pemeriksaan umum pasien ini TD 100/60 mmHg, HR 64 x/i reguler, RR illiaca dextra, suspect tumor caecum. b. CT scan abdomen c. Tumor Marker CEA 24 x/i reguler, suhu 37ᵒC. Tatalaksana adalah, kesadaran pasien komposmentis, Dari pemeriksaan fisik ditemukan Pasien telah dirawat selama 6 hari. beberapa data penting yaitu, konjungtiva Terapi farmakologis yang diberikan anemis, bibir pucat, mukosa pucat, pada selama pasien dirawat adalah pemberian pemeriksaan abdomen ditemukan bentuk cairan infus NaCL 0,9 % 20 tpm, perut yang lebih cembung pada daerah transufusi PRC sebanyak 800cc terbagi kuadran kanan bawah, pada auskultasi dalam 200 cc.12 jam, injeksi lansoprazole peristaltic usus positif, pada palpasi teraba 30 mg 1 x 1, sucralfat3 x 10 cc tumor pada cavum abdomen berukuran 10 x 7,5 cm, nyeri tekan positif, tidak mobile. Dari pemeriksaan darah rutin didapatkan hemoglobin 4.5 g/dL, hematokrit 15,2%, eritrosit 2,99 x106/uL leukosit 8.9x103/uL, trombosit 574x103/uL, MCV 50,7, MCH 15.0, MCHC 29,6. Daftar Masalah Daftar masalah dalam kasus ini adalah tumor intra abdomen serta anemia gravis. Diagnosis kerja Anemia Gravis et causa susp TIA malignant. DISKUSI KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA 1. Sjamsuhidajat. Karnadihardja, W. Prasetyono, T. Rudiman, R. Buku ajar ilmu bedah. Ed.3. EGC. Jakarta: 2010; 749-750 2. Bowne WB, Zenilmen ME. Abdominal mass in ACS surgery: Principal and practice. WEB MD. 2006 3. Gooszen, HG. Oxford Textbook of Primary Medical Care. Vol 2. Oxford University Press.2004. 74648 Pemeriksaan penunjang Ilmu Penyakit Dalam FK UR, Maret 2016 Laporan Kasus Massa Intra Abdomen6 4. Sjamsuhidajat. Karnadihardja, W. Prasetyono, T. Rudiman, R. Buku ajar ilmu bedah. Ed.3. EGC. Jakarta: 2010; 749-750 5. Ilmu Penyakit Dalam FK UR, Maret 2016