Anda di halaman 1dari 2

TAHAPAN PENDAMPINGAN

I.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
a.
b.
c.
II.
a.
b.
c.
a.
b.
c.
III.
a.
b.
c.
IV.
a.
b.
c.
V.

PEMAHAMAN STANDART DAN INSTRUMEN AKREDITASI
1. Pendampingan 1
Komitmen dan kesepakatan dalam pendampingan dengan Puskesmas
Pendampingan per pokja
Master dokumen sudah siap
Cara penyusunana dokumen dan pemahaman instrumen akreditasi
Persiapan pembuatan POA program
SA -1
2. Pendampingan -2
Pembuatan POA Program
Melihat hasil SA-1
Penyusunan dan pemahanam instrumen akteditasi
SELF ASSESMENT DAN PENYUSUNAN POA
1. Pendampingan -3
POA Program sudah selesai
Melihat PR pendampingan sebelaumya dan hasil SA - 1
Penyusunan dan pemahaman instrumen akreditasi
2. Pendampingan -4
Melihat PR sebelumnya
Penyusunan dan pemahaman instrumen akreditasi
SA-2
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN DOKUMEN
Pendampingan-5,6,7,8,9,10
Melihat PR pendampingan sebelumya dan hasil SA - 2
Penyusunan dokumen sesuai dengan target masing-masing POKJA
Pendampingan – 10 dokumen sudah siap dan lengkap, serta
melakukan SA - 3
PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI DOKUMEN
Pendampingan – 11,12,13,14
Melihat kelengkapan dokumen dan hasil SA - 3
Telusur sistem
Pendampingan – 14 melakukan SA – 4
PENDAMPINGAN PRE ASSESMENT SURVEY AKREDITASI
Pendampingan – 15 : Menilai kelengkapan dokumen dan hasil SA – 4
untuk diusulkan maju akreditasi

KODE ETIK PENDAMPING AKREDITASI
Hal –hal yang wajib dilakukan seorang pendamping :
1. Bersikapm ramah, santun dan terbuka
2. Bersikap jujur, mawas diri akan keterbatasan
3. Menjaga kerahasiaan FKTP yang didampingi

Tidak boleh menjatuhkan martabat tim pendamping lain atau antar anggota dalam satu tim 7. karena letak kelulusan sepenuhnya berada di kemauan. budaya yang ada di FKTP 6. investigator 5.4. Berperan sebagai pendamping. Tidak diperbolehkan memberikan komentar negatif pada FKTP yang di dampingi 10.Tidak diperbolehkan meminta imbalan di luar ketentuan yang berlaku. . Patuh terhadap tata nilai. Tidak diperbolehkan memberi janji akan kelulusan. penasehat bukan sebagai auditor. komitmen pimpinan dan staf di FKTP tersebut 8. menggurui 9. Tidak diperbolehkan menyalahkan.