Anda di halaman 1dari 27

REFERAT

TRANSFUSI DARAH
Oleh
Ayu Ika Gustati N. (70 2010 019)

Pembimbing :
dr. Achmad Marwan, Sp.An, 
M.Kes
DEPARTEMEN ILMU ANASTESIOLOGI
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PALEMBANG BARI

BAB I
PENDAHULUAN

Transfusi darah adalah salah satu rangkaian proses
pemindahan darah donor ke dalam sirkulasi darah resipien
sebagai upaya pengobatan.
Transfusi
darah
memang
merupakan
upaya
untuk
menyelamatkan kehidupan dalam banyak hal, namun tranfusi
bukanlah tanpa resiko, meskipun telah dilakukan berbagai
upaya untuk memperlancar tindakan tranfusi, namun efek
samping reaksi tranfusi atau infeksi akibat tranfusi tetap
mungkin terjadi.
Tujuan dari penulisan referat ini adalah untuk mengetahui
tentang definisi transfusi darah, macam bentuk sediaan darah
serta komponen darah, indikasi pemberian transfusi darah, dan
reaksi transfusi darah.

#

dengan bagian terbesar dari plasma (90%) adalah air. terdiri dari sel darah merah. tersusun dari : 1. Komponen korpuskuler--> materi biologis yang hidup dan bersifat multiantigenik. 2. bagian kecilnya terdiri dari protein plasma dan elektrolit.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Darah. sel darah putih dan keping trombosit. Komponen cair/plasma--> menempati lebih dari 50 volume % organ darah. # .

yang dibawa dari paru-paru dan diedarkan ke seluruh tubuh dan kemudian mengangkut sisa pembakaran (CO2) dari jaringan untuk dibuang keluar melalui paru-paru. Sebagai organ pertahanan tubuh (imunologik).Peran Penting Darah : 1. khususnya dalam menahan invasi berbagai jenis mikroba pathogen dan antigen asing. khususnya oksigen (O2). 2. Sebagai organ transportasi. Peranan darah dalam menghentikan perdarahan (mekanisme homeostasis) # . 3.

Mengembalikan dan mempertahankan volume yang normal peredaran darah 2. Menggantikan kekurangan komponen seluler atau kimia darah 3. Tindakan terapi khusus # . Meningkatkan oksigenasi jaringan 4. Memperbaiki fungsi homeostasis 5.Definisi tranfusi darah Tranfusi darah pada hakekatnya adalah pemberian darah atau komponen darah dari satu individu (donor) ke individu lainnya (resipien) Tujuan transfusi darah adalah : 1.

B)Untuk mengganti kekurangan komponen seluler atau kimia darah # .Indikasi tranfusi darah Secara garis besar Indikasi Tranfusi darah adalah : A)Untuk mengembalikan dan mempertahankan suatu volume peredaran darah yang normal.

Rumus kebutuhan whole blood: 6 x ∆Hb (Hb normal -Hb pasien) x BB   Ket : Hb normal : Hb yang diharapkan atau Hb normal    Hb pasien : Hb pasien saat ini # . dan plasma indikasi--> kehilangan darah lebih dari 25-30% volume darah total. Darah Lengkap--> berisi sel darah merah. leukosit. trombosit.Jenis tranfusi darah 1.

Indikasi-->Meningkatkan jumlah sel darah merah pada pasien yang menunjukkan gejala anemia Kebutuhan darah (ml) : 3 x ∆Hb (Hb normal -Hb pasien) x BB Ket : -Hb normal : Hb yang diharapkan atau Hb normal -Hb pasien : Hb pasien saat ini # . trombosit. Sel darah merah pekat (packed red blood cell)--> terdiri eritrosit. leukosit dan sedikit plasma.2.

Rumus Transfusi Trombosit: BB x 1/13 x 0.3.000/mm3. Trombosit pekat ( concentrate platelets)--> Berisi trombosit.3 # . Indikasi--> Setiap perdarahan spontan atau suatu operasi besar dengan jumlah trombositnya kurang dari 50. beberapa leukosit dan sel darah merah serta plasma.

sejumlah limfosit. dan mungkin sedikit hidroksietil starch (HES) dengan volume 200-300 mL.0 x1010 granulosit. trombosit. Granulosit feresis (granulocytes pheresis)--> Setiap unit mengandung sekitar 1.4. # . Indikasi--> untuk meningkatkan jumlah granulosit pada pasien sepsis dengan leucopenia yang tidak menunjukkan perbaikan dengan pemberian antibiotik. 25-50 mL sel darah merah.

Plasma beku segar ditransfusikan untuk mengganti kekurangan protein plasma yang secara klinis nyata. VII. dan defisiensi faktor pembekuan II.5x ∆Hb (Hb normal -Hb pasien) x BB # . faktor Von Willbrand dan fibrinogen indiksi--> untuk menghentikan perdarahan karena kurangnya faktor VIII   Rumus Kebutuhan Cryopresipitate : 0.Cryopresipitate--> berisi faktor VIII. X dan XI. Tranfusi Plasma Segar Beku (fresh frozen plasma)--> bagian cair dari darah lengkap yang dipisahkan kemudian dibekukan dalam waktu 8 jam setelah pengambilan darah. faktor pembekuan XIII.5. V. a.

4 c. setelah gamma globulin. serta protrombin.b. dan yang baku diperoleh dari kumpulan sejumlah besar# plasma. AHF dan fibrinogen dipisahkan dari plasma. Kompleks faktor IX--> mengandung factor pembekuan yang tergantung vitamin K. -> Dosis yang dianjurkan adalah 80-100 unit/kgBB setiap 24 jam. seperti factor VII. X. . IX. d. Albumin--> Dibuat dari plasma. Rumus Kebutuhan Albumin ∆ albumin x BB x 0. yang disintesis di hati. Imunoglobulin--> konsentrat larutan materi zat anti dari plasma.

Reaksi Hemolitik Akut (Acute Hemolytic Reaction)--> reaksi yang disebabkan inkompatibilitas sel darah merah.    Penatalaksanaan hemolisis akibat reaksi transfusi -Segera menghentikan transfusi -Lakukan terapi simptomatik dengan anti piretik oral/supp dan/atau anti histamine iv -Setelah 15-30 menit berikan hidrokortison dan epinefrin iv kemudian infuse manitol 10 % yang diteruskan dengan pemberian bikarbonat natrikus serta diuretika # . Reaksi Imunologi : I. Antibodi dalam plasma pasien akan melisiskan sel darah merah yang inkompatibel.Komplikasi A.

antihistamin dan kortikosteroid. -Bila berat--> transfusi dihentikan dan diberikan adrenalin. -Edema pada muka. -Edema laring jarang. # . -Dapat timbul gejala – gejala asma bronchial. bibir.     Tanda dan Gejala -Urtikaria disertai gatal. biasanya timbul segera mulainya transfusi. Reaksi Alergi-->disebabkan oleh adanya antibody dalam tubuh penderita terhadap protein dalam plasma donor. dan kelopak mata. atau pemindahan alergi dari donor.2. -Dapat disertai demam. namun bila timbul merupakan komplikasi yang berat. sakit kepala dan muntah.    Penatalaksanaan -Bila ringan-->transfusi diperlambat dan diberikan antihistamin iv.

   Penatalaksanaan 1. Sedativa bila penderita gelisah. 3. Transfusi diperlambat.3. trombosit dan protein plasma. Bila tidak ada perbaikan transfusi dihentikan atau diganti # . Anti piretika dan anti histamin dan/atau kortikosteroid. Selimuti penderita agar tidak kedinginan 2. leukosit. 4. Reaksi Demam Non Hemolitik / Aloimunisasi--> disebabkan rangsangan aloantigen asing yang terdapat pada eritrosit.

Reaksi Anafilaksis-->dapat terjadi pada pasien dengan defisiensi IgA dan pasien yang memiliki antibodi anti-IgA. Jangan berikan kembali transfusi. muntah terkadang disertai dengan diare dan dengan abdominal cramps 3.    Tanda dan Gejala 1. Penurunan kesadaran. # . bradikardi. dan shok. Tampak beberapa saat setelah diberikannya transfusi.4 ml dari 1:1000 solution) sc/im 4. 4. hipotensi. Hentikan transfusi 2. Batuk -batuk dengan kesulitan bernafas. yaitu dengan bebaskan jalan nafas dan berikan bantuan nafas serta sirkulasi agar tetap stabil. 3. Prinsipnya ABC.4.    Penatalaksanaan 1. 2. lakukan pemantauan tanda – tanda vital secara intensif sampai stabil. Berikan epinepherin (0. Berikan cairan koloid jika memungkinkan 5. Mual. disertai bronkospasme.

Reaksi Hemolitik Non Imun 2. Emboli Udara 4. Kelebihan beban sirkulasi 3.II. Keracunan Sitrat 5. Gangguan Irama Jantung 6. Reaksi Non Imunologi 1. Thrombo Flebritis 7. Gangguan Hemostatis # .

Reaksi Transfusi Delayed (lambat)    Reaksi transfusi yang terjadi setelah 24 jam pemberian transfusi. Hemosiderosis Transfusi # . Purpura Pasca Transfusi Reaksi Non Imunologi 1. Reaksi Penularan Penyakit 2. Reaksi Hemolitik Lambat 2. Pembagiannya berdasarkan akibat reaksi Imun dan Non Imun Reaksi Imunologi : 1. Sensitisasi imun terhadap antigen Rhesus D 3.B.

# . Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah -penggolongan ABO -Rhesus (faktor Rh).GOLONGAN DARAH DAN CARA PENGUMPULAN DARAH Golongan darah-->iri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah.

yaitu: 1. Crossmatch adalah pemeriksaan serologis untuk menetapkan sesuai atau tidak sesuainya darah donor dengan darah resipien. Crossmatch mayor : mencampur enitrosit donor (aglutinongen donor) dengan serum resipien (aglutinin resipien) 2.cross-matching. Crossmatch minor : mencampur eritrosit resipien (aglutinongen resipien) dengan serum donor (aglutinin donor) # . Terdapat dua cara pemeriksaan.

Peran penting darah adalah : a) Sebagai organ transportasi. khususnya oksigen (O2). c) Peranan darah dalam menghentikan perdarahan (mekanisme homeostasis) sebagai upaya untuk mempertahankan volume darah apabila terjadi kerusakan pada pembuluh darah. Transfusi darah adalah suatu rangkaian proses pemindahan darah donor ke dalam sirkulasi darah resipien sebagai upaya pengobatan. # . b) Sebagai organ pertahanan tubuh (imunologik). 2. khususnya dalam menahan invasi berbagai jenis mikroba pathogen dan antigen asing. yang dibawa dari paruparu dan diedarkan ke seluruh tubuh dan kemudian mengangkut sisa pembakaran (CO2) dari jaringan untuk dibuang keluar melalui paru-paru.BAB III KESIMPULAN 1. pemikiran dasar pada transfusi adalah cairan intravaskuler dapat diganti atau disegarkan dengan cairan pengganti yang sesuai dari luar tubuh.

Darah dapat pula disimpan dalam bentuk komponen. plasma dan factorfactor pembekuan darah dengan proses tertentu yaitu dengan Refrigerated Centrifuge. • (5) Tindakan terapi khusus. Tujuan transfusi darah adalah: • (1) Mengembalikan dan mempertahankan volume yang normal peredaran darah. • (2) Mengganti kekurangan komponen seluler atau kimia darah.komponen darah yaitu: eritrosit. leukosit. trombosit. # . • (4) Memperbaiki fungsi homeostasis. 4. • (3) Meningkatkan oksigenasi jaringan.3.

5. dan lain-lain. hipofibrinogenemia. # . misalnya pada anemia karena perdarahan. misalnya pada anemia. trombositopenia. Secara garis besar Indikasi Transfusi Darah adalah: a. hipoprotrombinemia. b. Untuk mengganti kekurangan komponen seluler atau kimia darah. atau luka bakar luas. Untuk mengembalikan dan mempertahankan suatu volume peredaran darah yang normal. trauma bedah.

dan/atau gagal ginjal akut yang dapat berakibat kematian 7. sesak napas. dan hipotensi. urine berkurang. Reaksi anafilaktik # . mual. Reaksi alergi c. Demam b. koagulasi intravaskuler diseminata (KID). sakit punggung atau dada. hemoglobinuria. Pada keadaan yang lebih berat dapat terjadi renjatan (shock). Gejala dan tanda yang dapat timbul pada Reaksi Tranfusi Hemolitik Akut adalah demam dengan atau tanpa menggigil. Reaksi Transfusi Non-Hemolitik a.6.

8. AIDS c.. Hepatitis virus b. Penyakit infeksi lain yang jarang e. Penularan penyakit infeksi pada tranfusi a. Penyakit CMV d. Graft Versus Host disease    # .

transfusi darah belum dapat menghilangkan secara mutlak resiko dan efek sampingnya.    Menyadari hal ini. dengan resiko yang makin kecil.Transfusi darah merupakan bentuk terapi yang dapat menyelamatkan jiwa. maka perlu kiranya mereka yang terlibat dalam praktek transfusi darah mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam bidang ilmu kedokteran transfusi (transfusion medicine). # . agar transfusi menjadi makin aman. Berbagai bentuk upaya telah dan hampir dapat dipastikan akan dilaksanakan. Meskipun demikian.

Thank you # .