Anda di halaman 1dari 34

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat
dan karunia-Nya, Makalah Ilmu Kesehatan Masyarakat, telah selesai dibuat. Meskipun
banyak rintangan dan hambatan kami alami dalam menyelesaikan makalah ini.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama bapak Tahoma
Siregar,MSi.,Apt. dosen mata kuliah Ilmu Kesehatan Masyarakat yang telah membantu kami
dalam menyelesaikan makalah ini.
Kami mengakui bahwa kami adalah manusia yang mempunyai banyak keterbatasan.
Begitu pula dengan pembuatan laporan ini, kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk
menyempurnakannya dengan segenap kemampuan kami
Oleh karena itu, kami mengharapkan kririk dan saran yang bersifat membangun demi
kesempurnaan makalah ini. Semoga laporan ini dapat memberikan informasi dan manfaat
bagi kita semua.

Jakarta, September 2014

Penyusun

Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan”

Page

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................1
DAFTAR ISI...........................................................................................................2
BAB I

PENDAHULUAN..................................................................................3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA..........................................................................7
BAB III PEMBAHASAN....................................................................................21
BAB IV PENUTUP .............................................................................................27
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................32

Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan”

Page

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Secara umum arti statistik dibedakan menjadi dua bagian besar, yaitu :
1. Arti sempit
Merupakan data ringkasan berbentuk angka, misalnya : Jumlah karyawan BKKBN,
jumlah akseptor KB, jumlah peserta KB aktif di desa/kelurahan, jumlah balita yang
ditimbang pada bulan tertentu, jumlah kelompok penimbang yang melakukan pada bulan
tertentu, jumlah penduduk miskin, jumlah mahasiswa dan lain sebagainya.
2. Arti luas
Merupakan ilmu yang mempelajari cara pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan
analisis data termasuk cara pengambilan kesimpulan dengan memperhitungkan unsur
ketidak pastian berdasarkan konsep probabilitas.

1.2 Konsep statistik
Merupakan suatu pendekatan modern untuk menyajikan mengenai konsep-konsep dasar
pengembangan daya kritik dalam suatu kegiatan pengambilan keputusan dengan
menggunakan cara-cara kuantitatif.
Beberapa pertanyaan sehari hari yang membutuhkan suatu keputusan adalah:
1. Pertanyaan Pribadi
Misalnya:
-

Kepada siapa saya akan menikah?
Bidang pekerjaan apakah yang saya pilih dan sesuia dengan diri saya?
Subsisten pencatatan dan pelaporan manakah yang harus dibenahi?

2. Pertanyaan yang berhubungan dengan masalah bisnis
Misalnya:
-

Apakah gedung ini akan kita beli atau sewa?
Apakah produk barang baru ini akan dilempar kepasaran atau tidak?
Apakah kita menginvestasikan uang pada saat ini untuk menunggu 1 tahun lagi?

3. Pertanyaan yang berhubungan dengan perintah yang sifatnya nasional.
Misalnya:

Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan”

Page

benefit dan cost adalah faktor utama yang poling diasosiasikan dengan pengambilan suatu keputusan: Akan tetapi kenyataan yang kita hadapi adalah bahwa suatu keputusan harus dibuat. Peranan Statistik Manfaat dan peranan statistik adalah membantu pars pengelola dan pelaksana program KB-Kes khususnya dalam mengambil keputusan yang selanjutnya dipakai dasar perencanaan. dan dianalisis. Di dalam sebagian besar kasus-kasus pekerjaan yang kita alami sehari-hari. diolah disajikan. (2) Inferencial Statistic Adalah suatu cara penggambaran suatu kesimpulan dari suatu set data yang sedangditeliti dan hasilnya dapat dibuat suatu generalisasi. Dengan demikian apakah yang dibutuhkan oleh statistik dalam usaha untuk membantu mengambil keputusan? Yang dibutuhkan adalah: Data statistik atau bilangan yang mewakili suatu perhitungan atau pengukuran suatu objek. Dengan demikian. bagaimana data tersebut dikumpulkan.3. Oleh karena itu. walaupun dasar di dalam mengambil keputusan tersebut adalah sangat lemah.    Apakah siste pencatatan dan pelaporan UPGK akan dihapuskan? Apakah kegiatan TKBK akan dikurangi? Apakah alat kontrasepsi yang nonprogram dapat diterima oleh masyarakat? Apakah proposal mengenai program peningkatan pendapatan masyarakat dapat  diterima dan dilaksanakan pada saat ini ? Apakah kegiatan posyandu harus lebih ditingkatkan pada saat ini? Semua jenis pertanyaan tersebut membutuhkan suatu keputusan yang baik yang sudah memikirkan mengenai untung dan ruginya. dan tidak memikirkan mengenai implikasi atau kesimpulan yang mewakili sesuatu yang besar dan umum. penggunaan statistik adalah penting sifatnya dalam rangka membantu memberi bobot dalam mengambil keputusan. Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page . Cara penyajiannya dapat berbentuk grafik dan tabel-tabel. 1. hal ini oleh karena data-data yang diperlukan juga tidak lengkap. melalui teori serta metodologi dari statistik kita dapat membantu dan menentukan mengenai data yang harus dikompilasikan. serta kemudian ditarik kesimpulan. Statistik menurut definisi dibagi menjadi dua bagian atau sub-kategori: (1) Descriptive Statistic Adalah penggunaan statistik untuk tujuan menggambarkan sesuatu yang spesifik saja. pelaksanaan dan evaluasi berbagai kegiatan yang dilakukan.

4 Rumusan Masalah     Tinjauan umum tentang data dan statistika ? Bagaimana peran dan perkembangan statistika didalam kesehatan ? Apa saja jenis-jenis statistika ? Aplikasi statistik didalam kesehatan 1.  Statistik sebagai bahan monitoring Seperti telah tersebut dalam anti sempit bahwa statistik adalah data ringkasan berbentuk angka. 1. Melalui data yang dapat dipercaya dan tepat waktu diharapkan seluruh kegiatan pengolahan data akan menghasilkan informasi untuk mengambil suatu keputusan yang tepat.5 Tujuan Tujuan dibuat makalah ini untuk memberikan sedikit informasi kepada mahasiswa mengenai apa itu statistika. Selain itu melalui berbagai data yang ada kita dapat membandingkan dan selanjutnya membuat suatu generalisasi dari sampel yang kecil kepada populasi. Oleh karena secara umum yang dilakukan dalam kegiatan monitoring adalah memonitor seluruh kekuatan dan kelemahan program yang menyangkut berbagai variabel yang berbentuk data ringkasan. Serta perkembangan dan perananya di dalam kesehatan di Indonesia. akan sagat membantu dalam setiap kegiatan perencanaan program. penyajian dan penarikan kesimpulan serta pembuatan keputusan berdasarkan data dan kegiatan analisis yang dilakukan. Statistik sebagai bahan perencanaan Statistik seperti telah dijelaskan pada butir terdahulu adalah pengetahuan yang berhubungan dengan pengumpulan data. jenis-jenisnya. Dengan kata lain. Kemungkinan-kemungkinan penyimpangan yang telah dicoba untuk dieliminasi sekecil mungkin melalui berbagai metode yang dikembangkan dalam statistik. pengolahan penganalisisan. maka hal ini sangat membantu di dalam suatu kegiatan monitoring. Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page . setiap data yang dibutuhkan adalah data yang dapat dipercaya dan tepat waktu.  Statistik sebagai bahan evaluasi Dengan mengetahui berbagai data yang dapat dipercaya maka selanjutnya kita dapat menganalisis dan memutuskan yang baik dan yang buruk.

1.Statistik Kesehatan Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page .BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.

II. tempat tempat pencatatan kelahiran dan kematian di kelurahan. Puskesmas. dan perceraian. Instusi instusi yang mengupulkan data dengan tujuan tujuan khusus seperti perusahaan-perusahaan asuransi. Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page .lain yang berkaitan dengan kehidupan itu. dan data .Sedangkan penilaian terhadap kesehatan masyarakat didasarkan pada kejadian kejadian penting yang menimpa penduduk atau masyarakat .Statistik kesehatan ini diperoleh dari berbagai sumber. Namun. pengolahan dan interpretasi fakta-fakta numerik sehubungan dengan sehat dan sakit. perkawinan.angka kelahiran. kompilasi. 4tahun dan 5 tahun.baik individu maupun masyarakat ini disebut statistik kesehatan. tempat karantina penyakit menular dan sebagainya.Statistik kesehatan adalah suatu cabang dari statistik yang berurusan dengan cara-cara pengumpulan. kematian. kelahiran.Semua kegiatan yang berkaitan dengan pencatatatan dalam penilaian kesehatan .2. pemberantasan   penyakit penyakit menular. Pengolahan data secara manual dewasa ini sudah jarang dilakukan. disebut statistik vital (vital statistics).  Poliklinik. Statistik kesehatan mencakup juga statistik kehidupan. Apabila kegiatan pencatatan ini ditunjukan khusus pada kejadiankejadian kehidupan manusia tertentu. atau sering juga disebut statistik kehidupan (bio statistic).pemeriksaan laboraturium.yang kemudian dijadikan sebagai indikator kesehatan masyarakat seperti angka kesakitan . Rumah bersalin dan sebaginya. yakni: kelahiran. Program program khusus : Pelayanan kesehatan sekolah. Survei Epidemiologi: informasi yang di peroleh dari lapangan (masyarakat) Survei kesehatan rumah tangga (household survey) yang diadakan pada periode  waktu tertentu. antara lain:  Instusiinstusi kesehatan. kematian. dan sebaginnya.dan sebagainnya. pencatatatan dari Rumah sakit. Penilaian atau assesment terhadap kesehatan individu didasarkan pada pemeriksaan fisisk. dan faktor-faktor yang berhubungan dengan itu pada populasi manusia.angka kematian.Pengolahan data secara manual .Pengolahan dan Analisis Data Pengolahan data statistik dapat dilakukan dengan cara manual atau dengan bantuan perangkat lunak (software) komputer.dan pemeriksaan lain terhadap kesehatan orang yang bersangkutan. Apotek. pengolahan secara manual masih digunakan (dilakukan). untuk data yang berskala kecil dan dengan kelangkaan prasarana komputer dan kemampuan (keterampilan) sumber daya manusia. kantor urusan Agama untuk pencatatan perkawinan dan perceraian. misalnya tiap 3 tahun.

selanjutnya kita coba dengan (i)=1 maka banyaknya kelas (k)=4:1=4 Dari perhitungan diatas ternyata banyaknya kelas =4 belum memenuhi ketentuan yang ada. Maka banyak penyebaran angka makin mudah untuk membuat banyaknya kelas interval sesuai dengan ketentuan.1.yaitu antara 8 sampai 20 kelas sehingga interval =4 tidak dipakai .menurut tabel diatas adalah nilai 3 Mengurangi nilai terbesar dengan nilai terkecil (7-3)=4 Apabila diambil interval(i)=4 maka banyaknya kelas (k)=4:4:1 Ternyata banyaknya kelas tidak memenuhi kelas yang baik. Membuat tabel distribusi frekwensi Misalnnya:Angka berat badan dari 32 orang balita yang berumur 4bulan Tabel 1 5 4 4 4 6 5 5 7 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 3 5 6 6 5 5 5     2. namun demikian hal ini tidaklah mutlak karena untuk menentukan banyaknya kelas interval dipengaruhi oleh range nilai tertinggi dan terendah. Membuat kelas interval Rumus mencari interval (I) secara umum adalah: I= H −L K Keterangan: i =Besar kelas interval H=Nilai dari observasi yang paling tinggi L=Nilai observasi yang paling rendah K=Banyaknya kelas Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page . 3. Cara menentukan banyaknya kelas Menentukan nilai terbesar . Disamping itu jumlah penyebaran angka juga ikut menentukan.menurut tabel diatas adalah nilai 7 Menentukan nilai terkecil .

Untuk group data (data berkelompok) X= ∑ fX n Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page .Jika rumus tersebut digunakan untuk mencari i.62 5-6 26 81.33 dibulatkan menjadi 1 3 Sehingga pengelompokan hasil berat badan pada Tabel 1 sbb: Kelas Interval 3-4 F 5 % 115.25 7-8 1 n =32 3.00 4. Mencari Nilai Rata -rata(Mean) Mean adalah rata rata hitung atau disebut juga dengan nilai kecenderungan memusat (tendency central).94 dibulatkan menjadi 5 b. Tabel maka hasilnya adalah sebagai berikut: I= H −L = k 7−3 =1.Untuk ungroup data(data tidak berkelompok) X= ∑X n Sehingga dari tabel 1 perhitungannya adalah X= 158 32 =4. Adapun untuk menghitung mean (nilai rata-rata)melalui dua cara sebagai berikut: a.13 100.

2 Median untuk ungroup data dibedakan menjadi dua cara. 1.5 26 143 7-8 ∑ 7.5 F 5 fX 17.25 5.Untuk distribusi angka genap pada deret pertama 5 4 4 4 6 5 5 7 Jika diurutkan menjadi Median adalah urutan ke = 44455567 n+1 8+ 1 = =4.perhitungannya adalah : Interval 3-4 X 3.Sehingga dari tabel 1 .5 Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page .5 1 32 7.5 5-6 5. Median ( Harga tengah atau Nilai tengah) Median adalah suatu nilai tengah yang membagi distribusi diatas dua bagian yang sama sehingga nilai tengah tersebut merupakan batas 50% dari distribusi yang berada disebelah atas median dan 50% dari distribusi yang berada dibawah median.5 168 X= 168 32 =5. Untuk mencari median rumusnya adalah sbb:  Untuk ungroup data(Data bukan kelompok) n+1 Md=nilai data ke setelah diurutkan dari terkecil ke terbesar.5 2 2 urutan ke 4+urutan ke 5 4+5 = 2 2 = urutan ke =4.

2.Contoh untuk distribusi ganjil 447656656 Jika diurutkan menjadi 445566667 Maka mediannya adalah urutan ke 9+1 =urutanke 5=6 2  Untuk group data( data kelompok) ¿ n/2−¿ fp Md=LMd+ f [ ¿] Xi ¿ n/2−¿ fp Md =UmdXi f [ ¿] Dimana: Md : median LMd : batas bawah kelas interval yang berisi median Umd : batas atas kelas interval yang berisi median N : banyaknya elemen (observasi) dalam distribusi Fp : Jumlah frekwensi dibawah/diatas kelas interval yang berisi median fMd : frekwensi dalam kelas interval yang berisi median i : besar kelas interval jika rumus tersebut digunakan untuk mencari Md dari Tabel 1 maka: Interval X F Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page .

perhitungannya adalah : Md=4.5 26 interval yang berisi median 7-8 7.maka mode adalah nilai yang sering keluar misalnya : 5 4 4 4 6 5 5 5 7 b.5 – (16−5) 26 x2 =4.5 1 1 = Banyaknya frekwensi kasus dibawah interval yang berisi median n =32 n/2=16 Sehingga dari ini .Dalam group data maka mode adalah: Mo=Lmo + Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” f ¿ mo f 1o +¿ f 2 o x i ¿ ¿ ¿ Page .15 =5.35 (cara 1) (cara 2) 6.5 +0.3-4 3-5 5 5 = Banyaknya frekwensi kasus di atas 5-6 5.5-1.85 =5.5 Md=6.35 (16−1) 26 x 2 =6. a. Metode Mode (modus) adalah suatu ukuran rata-rata yang menyatakan data yang paling sering terdapat atau muncul dari kelompok data.Untuk ungroup data.

f20 angka 1 bukan menyatakan pangkat 0. Jika rumus tersebut digunakan untuk mencari Mo dari Tabel 1 maka : 26 Mo = 4.Dimana : Mo : Modus Lmo : Nilai batas bawah kelas interval yang berisi modus Fmo F1o : frekwensi kelas yang memuat modus : fmo-1 : selisih frekwensi kelas yang memuat modus F2o : fmo+1 : selisih frekwensi kelas yang memuat modus dengan frekwensi kelas frekwensi kelas yang sebenarnnya (atasnya) Catatan :f10. Untuk mencari standar deviasi data tidak berkelompok rumusnya adalah : a= keterangan: √ N ( xᵢ+ ᵤ)2 i=1 N xᵢ = nilaiobservasi ke-1 Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page .4 ¿ 7.464)x 2=5.5 + ( 26−1 ) +( 26−5) ) x2 =4. Standart Deviasi (sd) Standar deviasi adalah ukuran yang dapat dipakai untuk mengetahui tingkat penyebaran nilainilai (data) terhadap rata-ratanya.5 +(0.

2 (x – X) ² 4. Bulan Januari Berat (kg) 11 (xᵢ .5 2.9 0.3 5.81 Mei 12.5 0.4 Februari 11.56 Maret 11.ᵤ = rata-rata hitung populasi X = rata-rata hitung sampel N = banyaknya data populasi n = banyaknya data sampel SD = √ n ∑ (xᵢ−x)2 i=1 n−1 SD = standar deviasi populasi Contoh : Berat badan seseorang anak balita (3 tahun) setiap bulan dalam tahun 1996 di Desa X serta perhitungan rata-rata dan standar deviasinya.04 Juli 13.3 1.36 September 14.6 -1.7 2.4 13.3 -0.9 -1.4 0.6 0.7 -0.9 1.04 Agustus 13.69 April 12.29 Jumlah Rata-rata 158.9 1.25 Juni 13.2 1.2 0.81 Oktober 14.8 0.1 0.6 2.2 0.0 1. Berat badan dalam kg.2 0.00 November 14.0 -0.0 20.58 Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page .89 Desember 15.X) -2.

C.58 12 √ 1. Rumus : fx ∑ ¿² ¿ ¿ N SD = ¿ ∑ fx ²−¿ ¿ √¿ Contoh perhitungan dengan mengambil data dari tabel 1.SD = √ N ( 2 xᵢ+ ᵤ) i=1 N = √ 20.6 7-8 7.25 5-6 5.5 56.5 1 N= 32 7.25 56.26 61.4 ( ∑f 168 ) fX ( ∑¿¿ fX ² ∑¿ ¿ fx ∑ ¿² ¿ ¿ N SD = = ¿ ∑ fx ²−¿ ¿ √¿ 904−882 =0.5 26 143 30.5 12.31 = Contoh perhitungan standar deviasi dari data yang berkelompok.5 5 17.25 90.69 32 Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page .25 786.i Beratbadan X f fX X² fX² 3-4 3.715 = 1.

Analisis regresi dibedakan menjadi : a. disimbolkan dengan “Y”. Perlu diketahui bahwa persamaan regresi sederhana dalam bentuk linear. dalam persamaan ini regresinya tidak baik untuk memperkirakan Y atas dasar nilai tertentu X. Regresi Linear Berganda : jika kita membicarakan pola hubungan tiga variable atau lebih yang mempunyai hubungan linear. regresi dapat dibedakan menjadi a. (ini fungsi kuadratik. Contoh Diagram Pencar Contoh 1 Y Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page . Variable yang nilainya dipakai sebagai dasar untuk memperkirkan variable yang lain disebut variable bebas dan disimbolkan dengan “X”. Regresi Nonlinear : jika pola hubungannya tidak dinyatakan dalam bentuk tidak linear. dan sebagainya) Regrasi linear sedarhana adalah suatu pola atau model regresi yang melibatkan dua variable kuantitatif. jika Y dipengaruhi kuat oleh X maka kita dapat memperkirakan nilai Y jika X diketahui. Adakalanya antara X dan Y tidak berhubungan satu dengan yang lain atau hubungannya sangat lemah. Regresi Linear : jika pola hubungannya dinyatakan dalam bentuk linear (garis lurus) b.Artinya. Regresi linear dan nonlinear Menurut bentuk polanya. bias dipakai sebagai model yang baik untuk perkiraan jika variable X dan Y mempunyai hubungan yang kuat. Regresi Linear Sederhana : jika kita membicarakan pola dari hubungan dua variable yang mempunyai hubungan linear. Regresi Analisis regresi adalah analisis metode yang mempelajari bentuk hubungan antara dua variable atau lebih. Sedangkan variable yang nilainya diperkirakan atas dasar nilai variable lain disebut variable tidak bebas. Model ini dipergunakan untuk memperkirakan variable yang satu dengan yang lain. b.8. karena itu sering dikatakan bahwa regresi adalah suatu prosedu restimasi atau perkiraan. fungsi logaritma.

Contoh 3 : hubungan variable antara X dan Y kuat. artinyaantara X dan Y tidak terdapat hubungan linear. Contoh 2 : Hubungan variable X dan Y kuat. Pola regrasi linear sederhana dinyatakan dalam persamaan garis lurus : Populasi : Y= A + BX Sampel : Y= a + bx Keterangan : Y = variable tidak bebas X = variable bebas Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page .1 Contoh 2 Contoh 3 X Y 1 X 1 X Y Arti dari gambar di atas yaitu : Contoh 1 : Hubungan variable X dan Y lemah. Artinya X dan Y memiliki hubungan linear yang terbalik. artinyaantara X dan Y memiliki hubungan linear. tetapiterbalik.

Persamaan regresinya dalam bentuk linear dengan memakai perumpamaan : a = 96 rata-rata tingkat kematian per 1000 jika tidak diberikan imunisasi (x=0) b = 5jika imunisasi frekuensinya dinaikan 1 kali.Sejumlah (n) pasangan observasi yang diamatiakan memberikan nilai a dan b tertentu.A atau a = intercept yaitu suatu bilangan konstan yang berarti rata-rata nilai variable Y jika variable X = 0 B atau b = koefisien regresi yaitu suatu bilangan yang menyatakan besarnya perubahan variable Y jika X berubah 1 unit. yaitu: a. maka : Y = a + bX Y = 96 + 5X Cara menentukan a dan b : Nilai a dan b diperoleh dari observasi sampel. Nilai a dan b dapat dihitung berdasarkan kuadrat terkecil yang dalam perhitungannya dibedakan menjadi dua bagian. Contoh perhitungan : Y adalah jumlah kematian balita (dalam puluhan) dikaitkan dengan X yaitu jumlah imunisasi yang diberikan. Apabila perumpaan tersebut dimasukan ke dalam rumus. Data tidak berkelompok Rumus perhitungannya : ∑Y a = YbX = –b n ∑X n Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page .

b. Data berkelompok dengan kelas interval sama. Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page . Y’ = nilai tengah dari tiap-tiap kelas variable y dengan origin salah satu nilai tengah kelasnya.Xi Yi ¿∑ ¿ ¿ ¿ ¿ Xi b = ¿∑ ¿ ² ¿ X ²−¿ ∑ ¿−¿ XY −¿ n∑ ¿ ¿ dimana n = jumlah pasangan observasi X dan Y. Y0 = nilai tengah dari kelas yang dipakai sebagai origin dari variable Y. Rumusnya : fiX ' f 2Y ' ¿∑ ¿ ¿ ¿ ¿ fiX ' b = ¿∑ ¿² ¿ fiX ´ ²−¿ ∑ ¿−¿ fX ' Y ' −¿ n∑ ¿ ¿ ∑ f 1Y ' a = Y – bX – Y = Y0 + i ∑f1 ∑ f 1 X' X = X0 + i ∑f 1 Keterangan : n = jumlah frekuensi pasangan observasi x dan y f = nila-nilai frekuensi pasangan variable x dan y dari kelas bersangkutan f1 = jumlah frekuensi kelas dari variable x f2 = jumlah frekuensi kelas dari variable y X² = nilai tengah dari tiap-tiap kelas variable x dengan origin salah satu nilai tengah kelasnya.

Hal ini dapat terjadi apabila jumlah imunisasi ditambah terus. = interval dari kelas yang nilai tengahnya dipakai sebagai origin. Maka dapat digambarkan sebagai berikut : Pola disamping bukan linear melainkan berbentuk non linear. 9. Regresi Nonlinear Tidak selamanya hubungan antara variable itu berbentuk garis lurus. Mencari Korelasi Untuk ungroup data.X0 i = nilai tengah dari kelas yang dipakai sebagai origin dari variable X. pada suatu saat tingkat kematian akan menunjukan angka yang tepat. bisa juga dalam bentuk kurva. rumus dari Pearson product moment ∑ XY r XY = ( n−1 ) SXSY Dimana : rXY = korelasi antara X dan Y X = penyimpangan dari skor X dengan mean X Y = penyimpangan dari skor Y dengan mean Y ∑ XY = jumlah deviasi x dan y SXSY = standar deviasi (penyimpangan) sampel dari X dan Y skor Rumus lain yang dapat digunakan untuk mencari r adalah : Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page .

00 sampai +1.00 Antara 0.60 = sangat tinggi = tinggi = cukup Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page . Koefisien korelasi besarnya antara -1.80 Antara 0.40 sampai 0.rxy = X² ∑¿ ¿ Y² ∑¿ ¿ ¿ ∑ XY ¿ (alternatif formula for a Pearson r) X ¿∑ ¿ ¿ Y ∑¿ ¿ ⌋ ¿ X ∑ ¿² ¿ ¿ ¿ rXY = Y² ∑¿ ¿ ¿ Y ²−¿ n∑ ¿ X ²−¿ n∑ ¿ XY ¿ ⌊ n∑ ¿ ¿ Menyimpulkan koefisien korelasi harus hati-hati karena kita harus memperhatikan jumlah sampel yang dipakai dalam penelitian tersebut. Untuk memberikan batasan mengenai koefisien korelasi kami akan mencoba menjelaskan secara umum mengenai batasan yang dimaksud.80 sampai 1.00 Interpretasi terhadap besarnya koefisien korelasi adalah sebagai berikut : - Antara 0.60 sampai 0.

95/0.- Antara 0.00 sampai 0.90/0.20 = rendah = sangat rendah Tanda (+) artinya hubungan positif (searah) .99 serta dari besarnya sampel penelitian (objek studi).40 Antara 0. BAB III PEMBAHAS AN Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page . Selain itu interpretasi juga didasari oleh level of significance 0.20 sampai 0. tanda (-) artinya hubungan negatif (berbalik).

yakni:  Penyajian dalam Bentuk Tekstular Penyajian secara tesktular adalah penyajian data hasil penelitian dalam bentuk kalimat. Sedangkan penyajian dalam bentuk grafik adalah suatu penyajian data secara visual. Tabel Khusus Tabel khusus merupakan penjabaran atau bagian dari tabel umum. Penyajian hasil penelitian kuantitatif yang sering menggunakan bentul tabel atau grafik.  Penyajian dalam-Bentuk Tabel Berdasarkan penggunaannya.Penyajian Data Cara penyajian data Pada umumnya dikelompokkan menjadi tiga. Penyajian data dalam bentuk tabel adalah suatu penyajian yang sistematik dari data numerik.th. Tabel umum dipergunakan untuk tujuan umum. a. Gunanya tabel khusus ini antara lain untuk menggambarkan adanya hubungan atau asosiasi khusus. dan tabel khusus untuk tujuan khusus.antara lain 1. Contoh Tabel 2 Distribusi Umur Reponden .) Jumlah Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Persentase Page . Tabel univariat Adalah suatu tabel yang menggambarkan penyajian data untuk suatu variable saja. b. tabel dalam statistik dibedakan menjadi dua. yakni tabel umum (master table) dan tabel khusus. Tabel ini bentuknya bermacam macam . yang tersusun dalam kolom atau jajaran. dan menyajikan data yang terpilih (selective) dalam bentuk sederhana. oleh sebab itu yang akan diuraikan lebih lanjut dalam bab ini adalah kedua bentuk penyajian tersebut. Ciri utama dari tabel khusus ialah angka-angka dapat dibulatkan. Misalnya: penyebaran penyakit malaria di daerah pedesaan pantai lebih tinggi bila dibandingkan dengan penduduk pedesaan pedalaman. dan hanya berisi beberapa variabel saja.Jakarta 1987 Umur (dalam . Tabel Umum Yang dimaksud tabel umum di sini adalah suatu tabel yang berisi seluruh data atau variabel hasil penelitian.

56 20-24 74 31.71 45 3 1. kadang-kadang variabel masing-masing terdiri dari subvariabel.98 40-45 4 1. Misalnya pendapatan rendah.Jakarta 1987 Status sosek Rendah Menengah Tinggi Jumlah Pendidikan Buta huruf 29 8 3 40 Tidak tamat SD 20 23 20 63 Tamat SD 24 15 19 58 Tamat SLTP/ 5 18 19 42 Tamat SLTA 3 15 12 30 Jumlah 18 81 72 234 Tabel bivariat ini memilki banyak modifikasi.28 Jumlah 234 100. Di samping menyejikan nilai mutlak dari data dan persentasi. Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page .62 25-29 85 36. menengah.32 30-34 48 20. dan tinggi dalam contoh masih bisa dibagi lagi. Tabel khusus harus sesederhana mungkin.<20 6 2. Tabel Bivariat Adalah suatu tabel yang menyajikan data dari dua variable secara silang.51 35-39 14 5.Oleh sebab itu .00 2. artinya lebih baik membuat dua atau lebih tabel daripada satu tabel khusus yang padat dan rumit.tabel ini sering disebut tabel silang (cross table) Tabel 3 Distribusi Pendidikan Responden Berdasarkan Status Sosial Ekonomi . Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tabel khusus antara lain : a.

Ketentuan umum untuk membuat grafik. atau diagram. Garis horizontal maupun garis vertikal sebagai koordinat harus di atas agar garis kurva tampak jelas. kilogram. Judul grafik. hari. c. gambar atau skema harus jelas dan tepat. b. tempat dan tahun data tersebut diperoleh (what. Contoh grafik atau diagram garis 2. diagram. misalnya tahun. where and when). Judul terletak di atas tengah gambar atau grafik. ‘kapan terjadi’(when) dan ‘dimana’(where)? c. Skala pada grafik atau gambar harus ada catatan tentang satuan yang dipakai. diagram.b. artinya tiap kolom dan baris harus ada judul yang jelas. maka sumber data harus ditulis di bawah kiri grafik atau gambar tersebut 1. dan menggambarkan ciri data.  Penyajian dalam Bentuk Grafik Penyajian data secara visual dilakukan melalui bentuk grafik. Judul tabel harus dapat menjawab pertanyaan ‘apa itu’(what). atau gambar data antara lain: a. Tabel khusus harus jelassehingga mudah di mengerti. Apabila tabel tersebut di ambil dari sumber lain ( bukan hasil penelitian sendiri ) harus disebutkan sumbernya atau rujukannya. Apabila data dari grafik atau gambar tersebut diambil dari sumber lain (bukan hasil penelitian sendiri). Contoh Bar Diagram Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page . celcius. d. gambar. dan sebagainya.

3. Contoh Piktogram 5. Contoh Pie Diagram 4. Contoh Histogram dan Frekuensi Poligon Ukuran Statistik Kesehatan Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page .

khususnya statistic kesehatan. Sedangkan rate yang dihitung dari kelompok atau segmen tertentu disebut specific rate atau angka spesifik (purata spesifik). Berikut angka kasar yang sering digunakan dalam kesehatan masyarakat :  Crude rate yang sering digunakan dalam kesehatan masyarakat : a. Crude birth rate (Angka kelahiran kasar) Jumlah kelahiran hidup yang dilaporkan selama 1 tahun x 1000 Jumlah penduduk pada pertengahan tahuntersebut b. Natural increase rate (Pertambahan penduduk secara alamiah) Jumlah kelahiran dikurang jumlah kematian x 1000 Jumlah penduduk pada pertengahan tahun  Specific rate yang sering digunakan kesehatan masyarakat : a. Rate = Jumlah kejadian(kasus) x 1000 Populasi yang beresiko Rate yang dihitung dari total populasi dalam suatu area sebagai denominator (penyebut) disebut crude rate atau angka kasar (purata kasar). Crude death rate Jumlah kematian yang dilaporkan selama 1tahun x 1000 Jumlah penduduk pada pertengahan tahuntersebut c. Berkaitan dengan kehamilan dan kelahiran : 1) Still birth rate (Angka lahir mati) : Jumlah bayilahir mati pada umur kehamilan cukup x 1000 Jumlah bayilahir hidup danlahir mati 2) Perinatal mortality rate (Angka kematian perinatal) : Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page . Berkaitan dengan bayi dan anak : 1) Infant mortality rate (Angka kematian bayi) : Jumlah bayimati umur di bawah1 tahun x 1000 Jumlah kelahiran hidup selama 1 tahun 2) Neonatal mortality rate (Angka kematian neonatal) : Jumlah bayimati dibawah umur 1 bulan x 1000 Jumlah kelahiran hidup selama 1 tahun 3) Post neonatal mortality rate (Angka kematian pasca neonatal) : Jumlah anak matiumur 1 bulan−1 tahun x 1000 Jumlah kelahiran hidupselama 1 tahun b.Purata (rate) adalah ukuran umum yang sering digunakan dalam analisa statistic.

kelahiran x 1000 Jumlah lahir hidup dan mati 4) Fertility rate (Angka kesuburan) : Jumlah kelahiran dalam 1 tahun x 1000 Jumlah wanitaberumur 15−49 tahun  Umum : 1) Age specific death rate (Angka kematian berdasarkan kelompok umur) : Jumlah kematian pada kelompok umur tertentu x 1000 Jumlah populasi pada kelompok umur tertentu 2) Sex specific death rate (Angka kematian berdasarkan jenis kelamin) : Jumlah kematian pad a golongan sekstertentu x 1000 Jumlah populasi pada golongan sekstertentu Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page .Jumlah bayilahir hidup∧mati di bawah 1tahun x 1000 Jumlah bayi hidupdan mati 3) Maternal mortality rate (Angka kematian hidup) Jumlah kematian ibu karena kehamilan .

BAB IV PENUTUP IV. pengolahan. jumlah peserta KB aktif di desa/kelurahan. Di dalam sebagian besar kasus-kasus pekerjaan yang kita alami sehari-hari. penggunaan statistik adalah penting sifatnya dalam rangka membantu memberi bobot dalam mengambil keputusan. jumlah akseptor KB. 1. jumlah PPKBD/Sub PPKBD. Oleh karena itu. hal ini oleh karena data-data yang diperlukan juga tidak lengkap. dan lain sebagainya. penyajian dan analisis data termasuk cara pengambilan kesimpulan dengan memperhitungkan unsur ketidakpastian berdasarkan konsep propabilitas. walaupun dasar di dalam mengambil keputusan tersebut adalah sangat lemah. misalnya: Jumlah karyawan BKKBN. jumlah kelompok penimbangan yang melapor pada bulan tertentu. Konsep statistik Merupakan suatu pendekatan modern untuk menyajikan mengenai konsep-konsep dasar dan metode statistik secara lebih jelas dan langsung dapat membantu seseorang di dalam pengembangan daya kritik dalam suatu kegiatan pengambilan keputusan dengan menggunakan cara-cara kuantitatif. jumlah balita yang ditimbang pada bulan tertentu. KESIMPULAN Secara umum arti statistik dibedakan menjadi dua bagian besar yaitu: o Arti sempit: Merupakan data ringkasan berbentuk angka. Semua jenis pertanyaan tersebut membutuhkan suatu keputusan yang baik yang sudah memikirkan mengenai untung dan ruginya. Dengan demikian apakah yang dibutuhkan oleh statistik dalam usaha untuk membantu mengambil keputusan? Yang dibutuhkan adalah: Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page . benefit dan cost adalah faktor utama yang poling diasosiasikan dengan pengambilan suatu keputusan: Akan tetapi kenyataan yang kita hadapi adalah bahwa suatu keputusan harus dibuat.1. o Arti luas: Merupakan ilmu yang mempelajari cara pengumpulan.

(2) Inferencial Statistic Adalah suatu cara penggambaran suatu kesimpulan dari suatu set data yang sedangditeliti dan hasilnya dapat dibuat suatu generalisasi. dan dianalisis. melalui teori serta metodologi dari statistik kita dapat membantu dan menentukan mengenai data yang harus dikompilasikan. Statistik sebagai bahan perencanaan Statistik seperti telah dijelaskan pada butir terdahulu adalah pengetahuan yang berhubungan dengan pengumpulan data.Data statistik atau bilangan yang mewakili suatu perhitungan atau pengukuran suatu objek. setiap data yang dibutuhkan adalah data yang dapat dipercaya dan tepat waktu. penyajian dan penarikan kesimpulan serta pembuatan keputusan berdasarkan data dan kegiatan analisis yang dilakukan. pelaksanaan dan evaluasi berbagai kegiatan yang dilakukan. Statistik sebagai bahan evaluasi Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page . dan tidak memikirkan mengenai implikasi atau kesimpulan yang mewakili sesuatu yang besar dan umum. Peranan Statistik Manfaat dan peranan statistik adalah membantu pars pengelola dan pelaksana program KB-Kes khususnya dalam mengambil keputusan yang selanjutnya dipakai dasar perencanaan. pengolahan penganalisisan. akan sagat membantu dalam setiap kegiatan perencanaan program. diolah disajikan. 2. maka hal ini sangat membantu di dalam suatu kegiatan monitoring. Statistik sebagai bahan monitoring Seperti telah tersebut dalam anti sempit bahwa statistik adalah data ringkasan berbentuk angka. bagaimana data tersebut dikumpulkan. serta kemudian ditarik kesimpulan. Cara penyajiannya dapat berbentuk grafik dan tabel-tabel. Oleh karena secara umum yang dilakukan dalam kegiatan monitoring adalah memonitor seluruh kekuatan dan kelemahan program yang menyangkut berbagai variabel yang berbentuk data ringkasan. Kemungkinan-kemungkinan penyimpangan yang telah dicoba untuk dieliminasi sekecil mungkin melalui berbagai metode yang dikembangkan dalam statistik. Melalui data yang dapat dipercaya dan tepat waktu diharapkan seluruh kegiatan pengolahan data akan menghasilkan informasi untuk mengambil suatu keputusan yang tepat. Dengan demikian. Dengan kata lain. Statistik menurut definisi dibagi menjadi dua bagian atau sub-kategori: (1) Descriptive Statistic Adalah penggunaan statistik untuk tujuan menggambarkan sesuatu yang spesifik saja.

kompilasi. kematian. Pengolahan data secara manual dewasa ini sudah jarang dilakukan. Penyajian hasil penelitian kuantitatif yang sering menggunakan bentul tabel atau grafik. Selain itu melalui berbagai data yang ada kita dapat membandingkan dan selanjutnya membuat suatu generalisasi dari sampel yang kecil kepada populasi. yakni: kelahiran. dan data . atau sering juga disebut statistik kehidupan (bio statistic). untuk data yang berskala kecil dan dengan kelangkaan prasarana komputer dan kemampuan (keterampilan) sumber daya manusia. pengolahan secara manual masih digunakan (dilakukan). Sedangkan penyajian dalam bentuk grafik adalah suatu penyajian data secara visual. Misalnya: penyebaran penyakit malaria di daerah pedesaan pantai lebih tinggi bila dibandingkan dengan penduduk pedesaan pedalaman.Dengan mengetahui berbagai data yang dapat dipercaya maka selanjutnya kita dapat menganalisis dan memutuskan yang baik dan yang buruk. yang tersusun dalam kolom atau jajaran. dan perceraian. Penyajian data dalam bentuk tabel adalah suatu penyajian yang sistematik dari data numerik. kematian. dan faktor-faktor yang berhubungan dengan itu pada populasi manusia. yakni: 1. Apabila kegiatan pencatatan ini ditunjukan khusus pada kejadiankejadian kehidupan manusia tertentu. oleh Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page . Namun. Penyajian dalam Bentuk Tekstular Penyajian secara tesktular adalah penyajian data hasil penelitian dalam bentuk kalimat. Statistik kesehatan mencakup juga statistik kehidupan. perkawinan. kelahiran.lain yang berkaitan dengan kehidupan itu Pengolahan dan Analisis Data Pengolahan data statistik dapat dilakukan dengan cara manual atau dengan bantuan perangkat lunak (software) komputer. Penyajian Data Cara penyajian data Pada umumnya dikelompokkan menjadi tiga. disebut statistik vital (vital statistics). Statistik Kesehatan Statistik kesehatan adalah suatu cabang dari statistik yang berurusan dengan cara-cara pengumpulan. pengolahan dan interpretasi fakta-fakta numerik sehubungan dengan sehat dan sakit.

Ciri utama dari tabel khusus ialah angka-angka dapat dibulatkan. yakni tabel umum (master table) dan tabel khusus. celcius. Gunanya tabel khusus ini antara lain untuk menggambarkan adanya hubungan atau asosiasi khusus. Skala pada grafik atau gambar harus ada catatan tentang satuan yang dipakai. Penyajian dalam Bentuk Grafik Penyajian data secara visual dilakukan melalui bentuk grafik. maka sumber data harus ditulis di bawah kiri grafik atau gambar tersebut. Rate adalah suatu jumlah kejadian dihubungkan dengan populasi yang bersangkutan. Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page . hari. d. kilogram. Ketentuan umum untuk membuat grafik. diagram. Tabel umum dipergunakan untuk tujuan umum. dan sebagainya. b. dan menyajikan data yang terpilih (selective) dalam bentuk sederhana. gambar atau skema harus jelas dan tepat. c. Garis horizontal maupun garis vertikal sebagai koordinat harus di atas agar garis kurva tampak jelas. diagram. dan tabel khusus untuk tujuan khusus. khususnya statistik kesehatan. atau gambar data antara lain: a. Apabila data dari grafik atau gambar tersebut diambil dari sumber lain (bukan hasil penelitian sendiri). Judul terletak di atas tengah gambar atau grafik. where and when). misalnya tahun. Tabel Khusus Tabel khusus merupakan penjabaran atau bagian dari tabel umum. a.sebab itu yang akan diuraikan lebih lanjut dalam bab ini adalah kedua bentuk penyajian tersebut. b. Penyajian dalam-Bentuk Tabel Berdasarkan penggunaannya. Judul grafik. gambar. 2. Tabel Umum Yang dimaksud tabel umum di sini adalah suatu tabel yang berisi seluruh data atau variabel hasil penelitian. Ukuran-ukuran Statistik Kesehatan Purata (rate) adalah ukuran umum yang sering digunakan dalam analisis statistik. atau diagram. dan hanya berisi beberapa variabel saja. dan menggambarkan ciri data. tempat dan tahun data tersebut diperoleh (what. tabel dalam statistik dibedakan menjadi dua. 3.

jenis-jenisnya. mentabulasi.2. SARAN Dengan makalah ini. sehingga kesalahan dalam pengambilan keputusan dapat diperhitungkan secara numeric. kami harapkan dapat memberikan informasi yang dibutuhkan tentang apa itu statistika. pengolahan.serata aplikasinya didalam bidang kesehatan dan diharapkan mahasiswa mampu memahami dan mengaplikasikannya. Statistik secara umum dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang pengembagan dan aplikasi metode pengumpulan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. menginterpretasi kan data kuantitatif sedemikian rupa sehingga kemungkinan salah dalam kesimpulan dan estimasi dapat diperkirakan dengan menggunakan penalaran induktif berdeasarkan matematika probabilitas(Anderson dan Bancroffi). analisa/intrepretasi data numeric. Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page . Statistic kesehatan merupakan aplikasi metode statistik terhadap masalah-masalah dibidang kesehtan. penyajian.perbedaannya. Sedangkan rate yang dihitung dari kelompok atau segmen tertentu disebut specific rate atau angka spesifik (purata spesifik). Kami sangat berharapkan kritikan dan saran yang dapat membangun kami untuk lebih baik lagi. IV. Statiska merupakan ilmu dan seni mengembangkan dan menerapkan metoda yang paling efektif untuk mengumpulkan.Rate yang dihitung dari total populasi di dalam suatu area sebagai denominator (penyebut) disebut crude rate atau angka kasar (purata kasar).

wordpress.Dr.com/2013/08/06/statistik-kesehatan/ 2.Soekidjo Notoatmodjo.Prof.Ilmu kesehatan Masyarakat edisi Revisi 2011 Ilmu Kesehatan Masyarakan “Statistik Kesehatan” Page .http://avriyanti61.DAFTAR PUSTAKA 1.