Anda di halaman 1dari 26

1

PROSEDUR DARURAT DAN SAR
By, Capt.Very Daniel Jacobus M.Mar
Latar belakang perlunya Prosedur Keadaan Darurat di atas kapal.
Kapal laut sebagai sarana transportasi yang efektif,dalam pelayarannya bisa mengalami
berbagai masalah,diantaranya adalah terjadinya keadaan darurat,yang dapat disebabkan
oleh berbagai factor,seperti cuaca,keadaan alur pelayaran,keberadaan kapal-kapal lain
dan manusia pengelola kapal tersebut. Keadaan darurat yang terjadi jika tidak dapat
diatasi akan dapat merugikan nakhoda ,anak buah kapal, pemilik kapal dan linkungan laut
serta dapat juga menyebabkan terganggunya ekosistem laut,sehingga sebagai nakhoda
atau anak buah kapal harus dapat secara pasti mengidentifikasikan keadaan darurat yang
terjadi untuk memastikan tindakan apa yang harus kita lakukan,apakah perlu bantuan dari
pihak luar atau tidak.Untuk itu agar dapat mengatasi keadaan darurat yang terjadi dikapal
secara cepat,tepat,dan aman ,maka diperlukan suatu prosedur tetap baku yang dipakai
untuk mengatasi terjadinya keadaan darurat diatas kapal. Manajemen harus
memperhatikan ketentuan yang diatur dalam Health and Safety Work Act,1974 untuk
melindungi pelaut/pelayar dan mencegah resiko-resiko dalam melakukan suatu aktivitas
diatas kapal terutama yang menyangkut kesehatan dan keselamatan kerja baik dalam
keadaan normal maupun darurat.
Definisi .
Keadaan darurat ( Emergency Situation ) adalah suatu keadaan yang lain dari keadaan
normal yang terjadi diatas kapal yang mengharuskan diambil suatu tindakan yang
cepat,tepat dan terpadu karena mempunyai kecenderungan atau potensi tingkat yang
membahayakan keselamatan jiwa manusia ,harta benda maupun lingkungan dimana kapal
berada.
Prosedur keadaan darurat (Emergency Procedures), adalah tata cara atau urutan
tindakan yang harus dilaksanakan pada waktu kapal mengalami suatu keadaan diluar
keadan normal yang mempunyai tingkat kecenderungan akan dapat membahayakan
keselamatan jiwa manusia,harta benda ,maupun lingkungan,agar supaya akibat yang
ditimbulkannya itu dapat kita tekan sekecil mungkin atau kalau dapat akibat yang
ditimbulkannya itu dapat kita hilangkan sama sekali
Tujuan dibuatnya Prosedur Keadaan Darurat (Emergency Procedures),
1. Sebagai panduan bagi Nakhoda dan Anak Buah Kapal dalam mengatasi keadaan
darurat yang terjadi dikapal
2. Bencana yang timbul agar dapat ditekan sekecil mungkin atau dihilangkan sama
sekali
3. Sebagai panduan Nakhoda dalam melaksanakan latihan-latihan mengatasi keadaan
darurat yang dapat terjadi dikapal.
Tujuan diaksanakan latihan darurat diatas kapal .
1. Untuk menjaga ketrampilan dan kesiapan ABK baik teori maupun praktek
2. Dengan adanya latihan secara berkala dan teratur apabila terjadi suatu keadaan
darurat maka dapat dengan cepat mengambil tindakan untuk mengendalikan keadaan
Faktor-faktor penyebab keadaan darurat.
1. Faktor alam (Nature Error)
Yaitu keadaan darurat yang disebabkan karena adanya cuaca buruk dan keadaan
lainnya yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya.
2. Faktor manusia ( Human Error )
Yaitu misalnya kelalaian manusia yang dapat mengakibatkan kebakaran atau ledakan
yang disertai kebakaran dan sebagainya.
3. Faktor teknis (Technical Error )
Yaitu keadaan darurat yang diakibatkan misalnya yang ada kaitannya dengan kelaik
lautan kapal, sehingga kapal tidak mampu meneruskan pelayaran dengan aman,
akibat yang ditimbulkan boleh jadi kapal bocor,terbalik atau mesin rusak.

2
Jenis Prosedur keadaan darurat.
Karena keadaan darurat dapat diatasi secara Intern atau secara ekstern maka prosedur
keadaan darurat dibagi menjadi :
1. Prosedur Intern (Intern Procedures/Lokal)
Adalah tata cara kerja untuk mengatasi keadaan darurat yang terjadi pada tiap-tiap
departemen,dengan asumsi keadaan darurat itu masih dapat diatasi sendiri oleh
departemen-departemen yang bersangkutan tanpa melibatkan pihak-pihak luar.
2. Prosedur Umum/Utama (Main Procedures )
Adalah suatu tata cara kerja untuk mengatasi keadaan darurat yang dibuat oleh
perusahaan pelayaran,dengan asumsi bahwa keadaan darurat akan dapat
membahayakan keselamatan kapal-kapalnya dan kapal-kapal lain yang ada
disekitarnya.

Jenis-jenis keadaan darurat
1. Tubrukan
2. Kebakaran /ledakan
3. Kandas
4. Kebocoran/tengelam
5. Pencemaran
6. Orang jatuh kelaut
7. Kemudi rusak dll.
Mencegah terjadinya keadaan darurat.
a. Kapal harus laik laut sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku
b. Memperhatikan factor-faktor keselamatan dalam pemuatan pemadatan dan perawatan
muatan selama pelayaran.
c. Membuat dan melaksanakan rencana pelayaran dengan benar dengan memperhatikan
adanya “ Contigency Plan”.
d. Memantau dan menganalisa berita cuaca dan berita-berita keamanan navigasi yang
berkaitan dengan keselamatan pelayaran.
e. Melaksanakan perawatan dan pemeriksaan semua peralatan dikapal terutama yang
berkaitan dengan keselamatan pelayaran.
f. Selalu mengingatkan kepada semua awak kapal dan penumpang tentang hal-hal yang
mungkin dapat mencegah keadaan darurat,termasuk kebiasaan pelaut yang baik.(good
seamanship)
g. Senantiasa melaksanakan latihan-latihan penyelamatan,latihan pemadaman kebakaran
dan lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
h. Melakukan pemeriksaan keliling kapal sedikitnya setiap pergantian regu jaga didalam
lingkup tanggung jawabnya masing-masing dan mencatatnya kedalam buku harian
kapal.
.
Isyarat darurat.
1. Kebakaran dan keadaan darurat.
Satu tiup panjang disusul satu tiup pendek secara terus menerus.
2. Meninggalkan kapal (Abandon Ship )
7 atau lebih tiup pendek yang diikuti dengan 1 tiup panjang dengan menggunakan
suling kapal atau sirene .Isyarat ini boleh dilengkapi dengan bell atau gong secara
terus menerus.
3. Orang jatuh kelaut (Man over board )
Berteriak dan katakan orang jatuh kelaut……. Orang jatuh kelaut kearah anjungan
dan perwira jaga setelah mengetahui ada orang jatuh kelaut membunyikan 3 suling
panjang. ( isyarat huruf O kode internasional )
4. Pembatalan .
Pada kebakaran dan keadaan darurat, 3 tiup pendek pada suling kapal dan 3 bunyi
pendek pada alarm umum.
Tanggung Jawab.
Penanggung jawab tertinggi adalah penguasa pelabuhan setempat . Apabila terdapat
perubahan yang menyangkut kerja sama dalam pelaksanaannya segera memberitahukan
penguasa tersebut untuk diperbaharui.

Dalam prosedur darurat / Emergency procedures ada 4 petunjuk perencanaan yang perlu diikuti : 1. perbekalan .maka hal ini dapat segera dievaluasi kembali untuk perbaikan. 3. kapal dan lingkungan serta bagaimana cara mengatasinya disesuaikan dengan sarana dan prasarana yang tersedia.Tanggung jawab utamanya diruang kamar mesin dan bisa memberi bantuan bila diperlukan. 6. Kelompok dibawah perwira senior yang dapat menaksir keadaan.maka perlu pendataan sejauh mana keadaan daruratnya dapat membahayakan manusia (Pelayar).maksud dan tujuan organisasi bagi setiap situasi adalah untuk : 1. tepat dan terkendali atas dukungan dari instansi terkait dan sumber daya manusia serta fasilitas yang tersedia. Setiap kapal mempunyai team-team yang bertugas dalam perencanaan dan pengetrapan dalam mengatasi keadaan darurat. menyarankan tindakan apa yang harus diambil. Dapat terhindari dari hambatan hirarki formal yang selalu ada dalam perusahaan karena petugas dari berbagai bidang yang diperlukan semuanya sudah tergabung dalam satu bentuk organisasi. 3. Kelompok pendukung ini dibawah seorang perwira. 2. Satuan keadaan darurat . 2. Pola penangulangan keadaan darurat. Hanya ada satu pimpinan (komando) sehingga perintah. 4.termasuk alat bantuan pernafasan dan lain-lain. Mekanisme kerja. Sarana dan prasarana yang akan digunakan disesuaikan dengan keadaan darurat yang dialami. Menghidupkan tanda bahaya 2. Pendataan. 5. 1. 2.instruksi dan lain-lain akan lebih terarah . maka semua individu merasa saling terkait. Tiga langkah pokok dalam mengatasi keadaan darurat yang terjadi dikapal. . Satuan pendukung. melaporkan kepusat komando.3 Organisasi keadaan darurat .terhidar dari kesimpang siuran. dengan memperhatikan kemampuan kapal dan manusia untuk melepaskan diri dari keadaan darurat tersebut hingga kondisi normal kembali.bantuan medis. Dalam menghadapi setiap keadaan darurat di kapal selalu diputuskan tindakan apa yang akan dilakukan untuk mengatasi peristiwa tersebut. 3. Pusat Komando. jenis apa dan dari mana bantuan dibutuhkan. 4. Tugas dan tanggung jawab dapat tertulis dengan jelas. Kelompok dibawah kelompok satuan pendukung dibawah Masinis atau Masinis senior menyediakan bantuan atas perintah pusat komando. 3. Kelompok yang mengontrol kegiatan dibawah pimpinan Nakhoda atau perwira senior serta dilengkapi perangkat komonikasi intern dan extern. Didasarkan pada suatu pola terpadu yang mampu mengitegrasikan aktivitas atau upaya penanggulangan kadaan darurat tersebut secara cepat. Suatu organisasi keadaan darurat harus disusun untuk operasi keadaan darurat adapun keuntungan/manfaat dengan adanya organisasi penanggulangan keadaan darurat : 1. Peralatan.teratur dan terpadu. Apabila terjadi suatu kegagalan karena melakukan tugas yang tertentu. Suatu organisasi keadaan darurat harus disusun untuk operasi keadaan darurat. Dengan adanya organisasi keadaan darurat. Kelompok ahli mesin kapal. Menemukan dan menaksir besarnya kejadian dan kemungkinan bahayanya. Mengorganisasi tenaga dan peralatan. Tugas dan tanggung jawab tidak terlalu berat karena dipikul bersama-sama serta berbeda-beda. dengan demikian dapat mengurangi tindakan-tindakan yang kurang disiplin.harus siap membantu kelompok induk dengan perintah pusat komando dan menyediakan bantuan pendukung seperti peralatan.

mudah dilihat dan mudah dibaca oleh seluruh pelayar karena sijil darurat memberikan perincian prosedur tindakan ABK/crew dalam keadaan darurat seperti : 1. Bantuan kesehatan untuk awak kapal yang disediakan oleh pelabuhan-pelabuhan tertentu melalui stasiun radio pantai dimana kapal tersebut dapat dihubungkan dengan rumah sakit atau dokter yang terdekat sehingga dapat dilakukan komunikasi advise tentang penanganan gangguan kesehatan (biasanya yang bersifat ringan) Panggilan pada stasion radio pantai biasanya diawali dengan kata MEDICO .  Kapal penumpang .PAN. termasuk kelompok pendukung harus stand by menunggu perintah selanjutnya. 3 huruf yang diawali dengan huruf M) Sijil dan isyarat keadaan darurat. Ketentuan untuk melakukan latihan-latihan sekoci (Boat drill) dan latihan pemadam kebakaran (Fire drill) bagi kapal penumpang dan kapal barang. d. atau Sijil Keadaan Darurat.  Latihan-latihan tersebut harus dicatat dalam logbook kapal dan bila dalam jangka waktu 1 minggu (kapal penumpang) atau 1 bulan (kapal barang) tidak diadakan latihan-latihan. Daftar nama-nama dari seluruh ABK dengan tugas masing-masing dalam menanggulangi keadaan darurat dikapal. Harus segera membunyikan tanda bahaya .. Muster Station atau Station Kumpul. harus dilakukan satu kali sebulan.dan laporkan kepada perwira jaga yang kemudian segera menyiapkan organisasi keadaan darurat. b.Setiap orang harus tahu dimana tempatnya dan apa tugasnya .baik untuk menghadapi kebakaran maupun untuk penyiapan sekoci penyelamat.  Kapal barang . Melengkapi sekoci penolong (termasuk portable radio) dan alat-alat penolong lainnya.4 Tindakan yang harus dilakukan jika menemukan atau mengetahui adanya suatu keadaan darurat. Keuntungan-keuntungan diadakannya latihan pemadaman kebakaran (fire drill) secara teori dan praktek . dan apabila ABK diganti lebih dari 25% maka latihan-latihan tersebut dilakukan dalam jangka waktu 24 jam setelah meninggalkan suatu pelabuhan. Menunjukkan tempat berkumpul (kemana setiap ABK harus pergi) 3.maka harus dicatat dalam logbook kapal dengan alasan-alasannya . Meng-apel / menghimpun para penumpang f. . MEDICO. Peluncuran sekoci penolong.PAN . Pemadaman kebakaran termasuk panel control kebakaran. Penutupan pintu kedap air.komunikasi dapat dilakukan dengan bahasa biasa (plain language) atau bahasa isyarat sesuai Kode Isyarat Internasional (International Code Of Signal 1969 . 2. Sementara itu yang berada dilokasi segera mengambil tindakan untuk mengendalikan keadaan sampai diambil alih oleh organisasi keadaan darurat. c. harus dilakukan satu kali dalam seminggu.jika mungkin latihanlatihan tersbut juga harus dilakukan bila meninggalkan suatu pelabuhan terakhir untuk pelayaran internasional jarak jauh. Muster List. Sijil darurat dikapal perlu digantungkan ditempat strategis yang mudah dicapai.  Untuk menjaga ketrampilan dan kesiapan ABK baik teori maupun praktek  Dengan adanya latihan secara berkala dan teratur maka apabila terjadi suatu kebakaran diatas kapal maupun kapal disekitar kita mengalami kebakaran kita dapat dengan cepat mengambil tindakan untuk mengendalikan keadaan. Menunjukkan pembagian tugas bagi ABK sehubungan dengan : a. Persiapan umum alat-alat lainnya e.selain PAN.katup-katup penutup mekanis dan lubang-lubang pembuangan. Tugas-tugas khusus yang harus dilaksanakan dalam keadaan darurat oleh setiap ABK. Adalah suatu tempat digeladak terbuka (biasanya di deck sekoci) yang dipergunakan untuk mengumpulkan semua orang yang ada diatas kapal pada waktu terjadi suatu keadaan darurat.

Siapa yang bertugas jaga dikamar mesin dan didalam ruang pengontrol mesin 2. Siapa yang memakai baju tahan api. Memastikan bahwa persiapan selimut telah dibawah disekoci/rakit penolong.  Untuk bagian dek. Siapa yang bertugas diruang radio dan menerima berita. Sijil kebakaran/ Roll kebakaran 2. Siapa yang membawa selimut dan makanan tambahan 6. d. Siapa yang membuka tutup sekoci dan melayani mesin sekoci serta melepas pengait sekoci 4. Persiapan umum alat-alat lainnya e. 4. 5. 2.sijil darurat memberikan petunjuk cara-cara yang biasanya dikerjakan dalam hal terjadi kebakaran serta tugas-tugas khusus yang harus dilaksanakan sehubungan dengan operasi pemadam kebakaran di kapal. 1. Sekoci tertutup sebagian secara otomatis(self righting partially enclosd) d. . Sijil sekoci / Roll sekoci Tugas-tugas penting yang tercantum dalam sijil kebakaran. Siapa yang bertugas membantu Nakhoda membawa surat-surat penting dan lainnya. Jelaskan tugas-tugas penting yang harus tercantum dalam : 1. 3. Melengkapi sekoci penolong (termasuk portable radio) dan alat-alat penolong lainnya. Pemadaman kebakaran termasuk panel control kebakaran g. Sekoci tertutup (partially Enclosed) c. h. b. Siapa yang melayani perlengkapan radio 5. a. Sekoci penolong (life boat) Sekoci penolong yang dijinkan sesuai Solas 74 ada beberapa type. Siapa yang membawa kotak P3K Sesuai ketentuan SOLAS 1974 jenis alat-alat penolong/perlengkapan keselamatan jiwa(Life Saving Appliances) yang ada dikapal terdiri dari : 1. Penutupan pintu kedap air. Siapa yang bertugas dalam kelompok selang pemadam dan Nozzle serta siapa sebagai pemimpinnya. Siapa yang membantu dalam kelompok selang pemadam dan nozzle Tugas-tugas penting yang tercantum dalam sijil sekoci. 6. Rakit penolong yang dikembangkan(inflatable life raft). Sekoci dengan sistim udara otomatis(self contained air support system) f. Dalam hal pemadam kebakaran. Rakit penolong ( life raft ) Rakit penolong sesuai Solas 74 dibedakan menjadi 2 yaitu : a. Siapa yang menutup pintu dan lubang-lubang dikapal. a. yaitu rakit penolong yang disimpan dalam keadaan terlipat dan dikembangkan pada saat akan digunakan/diturunkan kelaut.5 4. 1. Siapa pemimpin umum dan siapa yang bertugas memimpin sekoci 2. Siapa yang membawa surat-surat penting dan perlengkapan navigasi 3. Sekoci terbuka (open life boat) b. Meng-apel / menghimpun para penumpang f. Siapa yang berjaga di generator darurat atau berjaga menghidupkan CO2 3. Siapa yang mengawasi dan menutup perlengkapan peranginan dikamar mesin 5. Mengawasi gerakan dari para penumpang dan memberikan petunjuk di gang-gang atau di tangga-tangga. Siapa yang bertugas jaga dianjungan 7. Siapa pemimpin umum dan siapa yang bertugas ditempat kejadian yang mengawasi keadaan darurat. Sekoci dengan pelindung tahan api( fire protected) 2. c.katup-katup penutup mekanis dan lubang-lubang pembuangan. Peluncuran sekoci penolong.. Tugas ABK dalam sijil keadaan darurat. Sekoci tertutup (totally enlclosed) e.  Untuk bagian mesin 1. Siapa yang berjaga di pompa pemadam darurat 4.

Tidak berkurang daya apungnya (> 5 % ) bila digunakan selama 24 jam diair tawar 8. Pelampung yang dilengkapi tali dan lampu c.battery harus dari bahan elektrik. Rakit penolong tegar/kaku (rigid life raft). Pelampung yang dilengkapi tali. 1. Pelampung jenis ini harus dapat dijatuhkan kelau dengan cepat dari anjungan kapal dengan alat peluncur. Terbuat dari material apung yang padat. Persyaratan konstruksi pelampung penolong. Memiliki 4 tali yang memiliki kekuatan putus tidak kurang dari 2 kilo Newton 4. Dapat bertahan nyala paling tidak 2 jam 5. Memiliki 4 proyektil yang mampu melemparkan tali sepanjang 230 m dicuaca baik 3. Dilengkapi dengan cara mengoperasikan secara rinci dan jelas isyarat tanda bahaya a. Mampu dijatuhkan kelaut dari ketinggian sedikitnya 30m. Arah pancaran lampu keliling dan bila merupakan cerlang paling sedikit 50 cerlang/menit 4. Diameter luar < 800 mm. Nyaman dikenakan /dipakai 5.5 kg 5. 6. Dapat menyala secara otomatis bila pelampung dijatuhkan dilaut 2. Dikapa tangker. 3. 4. Tidak padam bila kena air 3.termasuk komponen pelengkapnya. Dilengkapi dengan peluit Alat-alat apung (buoyant apparatus) Alat-alat apung digunakan sebagai tambahan dari sekoci dan rakit penolong yang disyaratkan pada penyelamatan jiwa dilaut serta harus dilengkapi tali tangkap dan tali berjumbai dibagian luar dan beratnya tidak lebih dari 180 kg. Tidak terbakar walau terkurung/terkena jilatan api selama 2 detik 7. Memiliki massa lebih dari 2. Cerawat payung (parachute flare) b. Mampu melemparkan tali dengan kecepatan arah yang dapat diandalkan 2. Cerawat tangan (hand flare) c. 7. Mampu mengapung diair tawar sedikitnya 24 jam dengan beban ≥ 14.5 m diatas air dengan aman dan tidak rusak 6.sehingga tidak rusak bila dijatuhkan kelaut dari tempat penyimpanan. dan diameter dalam > 400 mm 2. 1. 3. Pelampung yang hanya dilengkapi tali b. Dapat digunakan secara mudah dengan tingkat kesalahan yang sedikit 4. 5. yaitu rakit penolong yang terkembang dalam penyimpanannya dan siap digunakan setiap saat diperlukan Pelampung penolong (life buoy) Pelampung penolong terdapat 3 macam yaitu : a. Seseorang harus mampu memakainya dalam waktu 1 menit tanpa bantuan orang lain. Mampu menahan api selama sedikitnya 2 detik 2.terbuat dari bahan dan konstruksi yang disetujui pemerintah. lampu dan isyarat asap. Harus dilengkapi dengan tali keamanan (grab line) dengan diameter sedikitnya 0. Rompi penolong (life jackets) Persyaratan umum. Isyarat asap (smoke signal) Alat penurun sekoci dan tangga embarkasi (launching) Alat penurunan sekoci ada 4 macam yaitu .95 cm.6 3. Alat pelempar tali (line throwing apparatus) Persyaratan minimal Solas 74. Mampu dijatuhkan dari ketinggian dimana pelampung ditempatkan 6. Pelampung penolong yang dilengkapi lampu dan isyarat asap harus memiliki massa sedikitnya 4 kg 8. b. 6. 8. 7. 1. Dapat digunakan untuk terjun kelaut dari ketinggian 4. Bila pemakai tidak sadarkan diri harus dalam keadaan telentang dipermukaan air dengan jarak hidung 12 cm diatas air. Persyaratan lampu pada pelampung penolong 1.5 kg 4.

Digunakan pada kedaruratan dan dapat menjaga suhu tubuh sipemakai baik dari cuaca dingin maupun panas . Immersion suit adalah pakaian yang terbuat dari bahan yang kedap air dan tahan api sedikitnya 2 detik . Kampak.30º C sampai + 20º C Perlengkapan pemadam kebakaran(Fire Fighting Equipment) yang digunakan apabila terjadi keadaan darurat dikapal.7 1. Perlengkapan petugas pemadam kebakaran Alat bantu pemadam kebakaran terdiri dari a. Peluncur otomatis (free fall arrangement) 9. Tahan gesekan 4. Alat pelindung pernafasan Tujuannya untuk melindungi sistim pernafasan misalnya akibat kebocoran gas beracun dimana umumnya waktu yang diperlukan untuk menyelamatkan diri sangat pendek dan akibat peracunan lewat sistim pernafasan ini langsung berakibat fatal/meninggal.Tabung pemadam disebut portable bila berat tabung dan isinya tidak lebih dari 16 kg. Selang air pemadam kebakaran dan penyemprot (Fire hoses and nozzles) Persyaratanya.terjadinya penurunan suhu tubuh akibat kontak terlalu lama dengan suhu lingkungan yg rendah) Thermal protective aid. Alat pemadam kebakaran yang dapat dijinjing (APAR=Alat-alat Peamadam Api Ringan) Yaitu. adalah kantong atau pakaian yang terbuat dari bahan kedap air dengan penghantar panas yang sangat rendah. Tabung yang lebih besar berat seluruhnya tidak lebih dari 30 kg. 4.kaca mata. Dewi-dewi gaya berat (gravity devits) 4. Selimut tahan api Merupakan alat penolong sementara bagi korban yang terkurung bahaya api. c.sebelum mendapat pertolongan dari team penyelamat. 6. Peralatan penolong pernafasan buatan (Resuscitation apparatus ) 7. Jala-jala pengaman e.(sesuai ketentuan SOLAS 74) 1. Tahan pengaruh zat-zat kimia 5. Dewi-dewi puffing ( hiffing devits) 2. Harus kuat menahan tekanan yang tinggi 2. Lampu pengaman f.Alat ini aman digunakan dari suhu . 1. Peralatan pemadam kebakaran yang dapat bergerak Bahan-bahan pemadam api jenis ini dapat ditempatkan dalam tabung-tabung berbagai ukuran sehingga sewaktu-waktu diperlukan mudah dipergunakan.Alat ini mampu mempertahankan suhu badan dari pemakainya bila paling tidak didalam air yang suhunya 5º C penurunan suhu kurang dari 2º C selama 1 Jam. Bila beratnya ebih dari 30 kg biasanya tabung dipasang pada tempat yang mempunyai roda.dsb.(mencegah Hypothermia yaitu. Dewi-dewi lengan tunggal (single arm devit) 3.gunting besar berisolasi dan sebagainya 5. Dan juga merupakan alat bagi team penyelemat untuk melindungi korban yang terancam bahaya untuk dibawa ketempat yang benar-benar aman dari bahaya api (evakuasi) International Shore Connection Adalah suatu alat yang berupa flange (kopling) yang dapat digunakan untuk menyambung selang-selang air dan pipa-pipa air yang ada diatas kapal dengan instalasi . Untuk itulah diciptakan suatu alat pelindung pernafasan (APP) yang tujuannya semata-mata melindungi sistim pernafasan saja. Digunakan pada waktu menuju sekoci atau rakit penolong atau terjun kelaut. Immersion suit dan thermal protective aid. dengan tujuan untuk memadamkan kebakaran kecil.Fungsinya adalah untuk melindungi tubuh pemakai dari cuaca dingin.helm.ringan dan elastis 2. Alat Bantu pernapasan ( breathing apparatus) b. Mempunyai sifat-sifat yang kuat.sarung tangan pengaman. Harus dilapisi bahan yang tahan api 3. 2.misalnya sepatu. Tali dan sabuk pengaman d.ganco. Pakaian tahan api dan perlengkapannya. alat pemadam kebakaran yang dapat dibawa dan digunakan oleh satu orang dan berdiri sendiri. Beratnya antara !/2 kg – 16 kg.

misalnya Norwegia. Antara kapal dengan kapal (ship to ship ) Distress Alert yang dikirim menggunakan frequency: 1. Jawab. MF Radio pd frequency 3023 khz 2. Emergency Contingency Plan. Alerting Yaitu pengiriman berita bahaya dari suatu kapal yg menerima musibah dilaut (keadaan darurat) kepada kapal-kapal lain atau RCC (Rescue Coordinating Center) kemudian RCC mengkoordinasikan dan memimpin operasi pertolongan (SAR) Distress communication . Dengan adanya suatu Connection (kopling) yang berstandard International maka dipelabuhan manapun juga apabila terjadi kebakaran penyambungan selang-selang air dapat dilakukan dengan cepat. I56.namun perlu diwaspadai karena pencemaran hanya terbatas pada sampah-sampah atau tumpahan minyak waktu bunker  Mendata jenis dan pengaturan muatan apakah ada cairan kimia yang berbahaya. Mengumpulkan pencemaran 4. Alat tersebut diperlukan bila terjadi bahaya kebakaran pada saat kapal dipelabuhan agar pemadaman dapat dilakukan dari pompa-pompa air yang tersedia disetiap pelabuhan. Adalah suatu tata cara penangulangan pencemaran dikapal dengan muatan prioritas dan pelaksanaan.serta jenis alat yang digunakan dalam hal . Kapal laut b. Melokalisir pencemaran yang terjadi 3. . a.  Menyiapkan perlengkapan pencemaran serta memeriksa apakah masih dalam keadaan baik  Perawatan dan perlengkapan lebih lengkap Kapal penumpang  Disini perlu perhatian khusus terhadap penumpang-penumpang karena pada umumnya mereka tidak mengetahui tentang apa itu pencemaran . HF Band Radio pd frequeny 4I25 khz dan 5680 khz Dinegara –negara tertentu diperbolehkan mensyaratkan Helicopter dan pesawat terbang menggunakan VHF Channel I6 dan MF 2I82 khz untuk komonikasi darurat ini. kapal tangker dan kapal penumpang(Passenger Ship) Kapal general cargo. Memperkecil sumber pencemaran 2.8 pipa air/hydrant yang terdapat didarat. Kapal terbang/pesawat terbang. 1.  Latihan tidak sesering pada kapal penumpang (1 buan sekali) Kapal tangker  Mutlak harus ada karena muatan yang dimuat adalah sumber pencemaran.  Bukan suatu keharusan. Shipboard Contingency Plan . Menetralisir pencemaran. Apabila Shipboard Contingency Plan tidak terlaksana dikapal maka jika timbul pencemaran yang diakibatkan oleh kapal dapat menimbulkan bencana terhadap kehidupan biota laut dan lingkungan laut disekitarnya yang disebabkan oleh pencemaran .8 mhz) b. MF Radio pd frequency 2I82 khz 2.jika terjadi kecelakaan kapal misalnya kandas atau tubrukan yang mengakibatkan minyak tumpah kelaut.karena itu penumpang juga harus diberi tahu tentang pencegahan pencemaran . Yaitu komonikasi marabahaya dengan radio antara kapal dalam keadaan darurat dengan stasiun-stasiun radio lain yg terlibat dalam operasi SAR. adalah rencana darurat tatacara penanggulangan pencemaran./pelabuhan. Antara kapal dengan pesawat terbang Distress Alert yang dikirim menggunakan frequency: 1. VHF Radio pd channel I6 (freq. Sebutkan perbedaan pokok “Shipboard Contigency Plan” untuk Kapal cargo. Terangkan “Distress Alert” yang dikirim oleh : a.

Latihan diadakan seminggu sekali. Mengetahui Lintas Penyelamatan Diri (Escape Route) Didalam keadaan darurat maka kepanikan sering terjadi sehingga untuk mencapai suatu tempat misalnya sekoci penolong sering mengalami kesulitan.Tanda/sign .Bila ruang tersebut berada diawah sekat dek (bulkhead deck) tersedia dua lintas penyelamatan diri dari ruang dibawah garis air . Kelalaian atau keteledoran hanya akan menyebabkan kerugian bagi diri sendiri bahkan melibatkan orang lain. Ruangan akomodasi Pada ruangan akomodasi.dan melewatinya harus sambil tunduk karena letaknya dibawah. Pada kapal penumpang dari ruang penumpang dan ruang awak kapal pasti tersedia tangga /jalan menuju embarkasi dek sekoci penolong dan rakit penolong. Untuk itu para pelayar terutama awak kapal harus mengenal /mengetahui lintas penyelamatan diri (Escape Routes) Untuk itu sesuai ketentuan SOLAS 1974 BAB II-2 tentang konstruksi perlindungan penunjuk dan pemadam kebakaran dalam peraturan 53 dipersyaratkan untuk didalam ruangan-ruangan yang biasa ditempati oleh awak kapal untuk bertugas selain terdapat tangga-tangga diruangan permesinan harus ditata sedemikian rupa agar tersedianya tangga yang menuju atau keluar dari daerah tersebut secara darurat. terbakar. apabila dua buah kapal saling berhadapan . khususnya pada ruangan rekreasi ataupun ruangan makan awak kapal atau daerah tempat berkumpulnya awak kapal dalam ruangan tertentu dilengkapi dengan pintu darurat atau jendela darurat yang bertuliskan “Emerency Exit”. Apa yang anda ketahui tentang Escape Route (lintas penyelamatan diri)? Adalah suatu rute jalan-jalan atau lintasan-lintasan darurat yang menuntun setiap orang untuk menuju atau memasuki maupun melewati lorong-lorong darurat pada saat keadaan darurat.? Perhatikan kemana arah panah Escape Route menunjuk . Bila ruang tersebut berada diatas sekat dari Zone tengah utama (main vertical zone)harus tersedia minimal dua lintas penyelamatan diri.bocor yang diakibatkan oleh tubrukan dan lain-lain yang tidak dapat diatasi.maka masing-masing kapal harus merubah haluan kekanan Meninggalkan kapal.dan jangan terburu-buru/jangan panic. Dikapal lintas-lintas penyelamatan diri secara darurat atau escape routes dapat ditemui pada tempat-tempat tertentu seperti : 1. Padahal sesuai Colreg. Kamar mesin Adanya lintas darurat kegeladak kapal melalui terowongan poros baling-baling yang disepanjang lintasan tersebut didahului oleh tulisan”Emergency Exit” dan disusul dengan tanda panah atau symbol orang berlari 2.jalan menuju pintu darurat (emergency exit) ditandai dengan panah berwarna putih pada papan dasar berwarna hijau.9   Personil lebih banyak. .dimana tidak memungkinkan untuk digunakannya jalan umum yang tersedia untuk menuju ke dek embarkasi pada saat terjadinya keadaan darurat.( “Abandon Ship” ) Perintah “Meninggalkan kapal atau “Abandon Ship” adalah suatu perintah Nakhoda yang diambil bilamana keadaan darurat yang terjadi diatas kapal seperti . Overriding Authority ialah : Hak istimewa seorang nakhoda untuk mengambil keputusan baik dengan aturan atau melanggar aturan demi keselamatan dan pencemaran serta dapat meminta bantuan perusahaan jika diperlukan . Disamping itu semua awak kapal demi keselamatannya wajib memperhatikan tanda-tanda gambar yang menuntun setiap orang untuk menuju atau memasuki maupun melewati lorong darurat pada saat keadaan darurat. Contoh : pada situasi kapal saling berhadapan nakhoda memutuskan untuk merobah haluan kekiri untuk menghindari tubrukan .salah satunya harus bebas dari pintu kedap air .kandas . Dari kamar mesin akan tersedia dua lintas penyelamatan diri yang terbuat dari tangga baja yang terpisah satu dengan yang lainnya. Setiap awak kapal wajib mengetahui dan terampil mengunakan jalan-jalan atau lintasanlintasan darurat tersebut sehingga dalam kondisi yang tidak memungkinkan digunakannya jalan umum yang tersedia maka demi keselamatan lintas darurat tersebut dapat dimanfaatkan. Jelaskan mengenai Overriding Authority (Otoritas mendominasi) dari Nakhoda. Petunjuk-petunjuk apa saja yang perlu diperhatikan pada Escape Route.

6. Optimis dan termotivasi .ikat semua kapal penyelamat dan sekoci bersama. Naikkan tenda atau layar jika diperlukan. Pada waktu meninggalkan kapal usahakan menaiki sekoci/rakit penolong dalam keadaan kering. 14. 1. Apakah keadaan yang dapat menimbulkan kedaruratan dapat diatasi ? 2.pilot chart atau peta lainnya dan pengukuran waktu yang tepat. 6. Temukan posisi keadaan darurat.  Dahulukan . HO 229 . Prinsip-prinsip untuk mempertahankan hidup dalam keadaan darurat dilaut. . Bunyikan semboyan “tinggalkan kapal” (suling kapal dan tanda bahaya umum : 7 pendek dan 1 panjang. 8. Bagi para penumpang ikutilah petunjuk petugas . 11.perempuan . Ikatlah semua sekoci penolong kembung satu dengan yang lain pada jarak ± 8 meter.orang yan sakit/cidera Hal-hal yang harus dilakukan pada waktu menjauh dari kapal adalah : 1.10 Perintah meninggalkan kapal merupakan keputusan akhir yang diambil oleh seorang Nakhoda. 12.  Berbarislah dengan tertib untuk naik kesekoci penolong maupun rakit penolong kembung. teriknya matahari.jarak dan haluan yang tepat ke pulau yang terdekat. 2.orang tua . Apabila ada perintah/order meninggalkan kapal maka seluruh awak kapal /penumpang harus menuju ke stasiun keadaan darurat/ emergency exit untuk melaksanakan tugas sijil keadaan darurat meninggalkan kapal. Hal-hal yang harus diperhatikan apabila akan memilih “Abandon Ship” 1.baru berenang ketempat yang dituju. siapkan panggilan radio (EPIRB) dan ikatkan kesekoci. Pakai Life Jacket 4. Jika pengumpulan crew sudah lengkap tinggalkan kapal.pakaian akan melindungi dari air laut..jika ada bawa VHF yang dapat dibawa. Apabila salah seorang hendak mengambil sesuatu atau hendak menolong orang lain ikatlah badannya dengan tali yang ada pada sekoci penolong maupun rakit penolong kembung. Hindari dan hati-hatilah terhadap pusaran air yang diakibatkan oleh tenggelamnya kapal. 4. Dayung dan jauhi kapal ketempat yang lautnya tidak tercemar oleh tumpahan minyak 2. Coba apakah perwira radio mampu memberikan SOS.sextant. Dapatkan posisi. 9. Bawa radio keadaan darurat kesekoci. 5. Jangan panik dan buang-buang waktu ikuti petunjuk petugas 5. Manuver kapal untuk memberi jalan bagi sekoci dan kapal kecil.peralatan ploting. Ambillah semua alat-alat yang terapung yang dianggap berguna dan ikatkan pada sekoci penolong maupun rakit penolong kembung 3. Apakah alat-alat penolong telah disiapkan? 4. kirimkan ke kamar radio dan para komandan sekoci. Apakah keadaan cuaca memungkinkan untuk penurunan suatu jenis alat penolong apabila meninggalkan kapal adalah pilihan yang ditentukan? Prosedur tindakan yang harus segera dilakukan pada saat ada perintah meninggalkan kapal (Abandon Ship ) 1. Apakah isyarat-isyarat bahaya atau komunikasi marabahaya telah dikirimkan dan sejauh mana efektifitasnya. 10. Kumpulkan Nautical Almanak. 13. 7.? 5. Hentikan mesin dan siapkan segala sesuatu agar dapat keluar dengan aman dari kapal.anak-anak . Tentukan titik pertemuan dengan sekoci penolong atau rakit penolong kembung yang lain. Pakailah seluruh pakaian sebagai pelindung. bawa ke sekoci. Apabila keadaan darurat dapat diatasi apakah waktu yang diperlukan memadai? 3. serangan ikan buas dilaut dan akan memperpanjang hidup anda 3.

Minum obat anti mabuk sedini mungkin dan jangan minum alkohol untuk alasan apapun. Jika terdapat kemungkinan bahwa penerangan pada stasiun berkumpul mati. 5.dan makan sesuai dengan ketentuan minimal saja. Kurang/tidak ada penerangan. Memakai pakaian tebal Bila meninggalkan kapal usahakan memakai pakaian yang tebal dan kering. Kendala-kendala saat meninggalkan kapal adalah : 1.Melihat daftar pasang surut dan daftar arus untuk mencari keterangan mengenai kapan air pasang tertinggi serta arah dan kekuatan arus. peralatan tersebut harus siap digunakan dalam keadaan darurat. Jika kapal mengalami kandas disuatu perairan tindakan apa yang perlu anda lakukan ? a. Jangan panik Rasa panik akan berakibat semua yang dikerjakan menjadi salah dan akan berakibat fatal. Walaupun sudah ada tanda-tanda pertolongan dari tim SAR.Memerum sekitar kapal dan mencatat sarat depan dan belakangnya .Pada saat air pasang tertinggi bawalah jangkar disisi air yang dalam dengan sekoci sejauh mungkin kemudian jangkar dan rantainya diletgo kedasar laut setelah . Tidak lengkapnya personil untuk melaksanakan tugas sesuai sijil. Apabila mungkin hindari meloncat terjun kelaut.jangan minum air laut walaupun haus atau untuk menghemat air tawar. Hindari meloncat kelaut .bukan hanya pada diri sendiri tetapi juga pada orang lain.Melakukan sounding got dan tangki-tangki yang ada dikapal. Sekoci penolong tidak dapat diturunkan. Prosedur yang telah dibuat untuk mengatasi keadaan darurat harus diusahakan ditaati dan dilaksanakan secara tertib dan tepat waktu. Untuk melepaskan diri dari kandas.apakah ada pertambahan ketinggian cairan didalamnya dibandingkan pada saat sebelum kandas b.misalnya dengan menggunakan tangga. 3. Upaya melepaskan diri dari kandas. Ikuti prosedur. Untuk mengetahui kemungkinan kebocoran pada bagian kapal .. Jawab. Untuk menghindari akibat tidak lengkapnya personil untuk melaksanakan tugas sesuai sijil maka diharapkan semua personil disamping mempunyai tugas dan tanggung jawab terhadap tugas yang duberikan sesuai dengan sijil. maka harus juga mampu melaksanakan tugas-tugas lain diluar ketentuan sijil.Agar siap digunakan maka sekoci-sekoci penolong harus memenuhi kondisi-kondisi sebagai berikut . bahkan dalam kondisi trim yang tidak menguntungkan dan kemiringan tidak lebih dari 20° ke salah satu sisi.tali atau langsung naik kesekoci. 4.maka kapal dibuat trim by Astern .11 2. Prinsip-prinsip umum berkenan dengan ketentuan-ketentuan dari sekoci penolong adalah . Untuk mengetahui bagian badan kapal yang kandas . . Untuk mengetahui kemungkinan kebocoran pada bagian kapal b. 3.Apabila kandas bagian haluannya .maka harus ada penerangan yang memadai dengan lampu yang dipasok dari sumber tenaga listrik darurat untuk jangka 3 jam. Seorang yang dalam keadaan darurat harus memiliki optimisme yang tinggi sehingga ia memiliki kemauan untuk tetap hidup dan menggunakan keterampilannya secara maksimal (tidak ragu-ragu) karena termotivasi untuk dapat tetap selamat. 2. Untuk mengetahui bagian kapal yang kandas c.Dengan menggunakan sekoci kita periksa dengan memerum untuk mengetahui bagian yang terdalam . a.karena akibatnya akan lebih fatal. 7. dapat diturunkan keair secara cepat dan aman. Gunakan sarana yang ada sedapat mungkin pada waktu meninggalkan kapal. . usahakan jangan habiskan tenaga untuk kegiatan-kegiatan yang tidak penting.Memperhatikan kearah mana kapal miring c. 6.dan diusahakan agar pakaian senantiasa tetap kering. Hemat tenaga dan makanan.

siapkan pompa-pompa. 5. Beritahu kamar mesin. Kebakaran (Fire) / Ledakan (Explotion) 1. 9. Hidupkan penerangan geladak.? Stranded adalah sengaja mengandaskan kapal yang dilaksanakan dalam keadaan darurat dimana cara ini diambil yang merupakan upaya terakhir untuk menyelamatkan jiwa manusia setelah berbagai upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan kapal tidak berhasil. Beritahu Nakhoda. Manuver kapal sedemikian rupa untuk meminimalkan dampak tubrukan 3.apa bila kapal mengalami : Tubrukan (Collision) 1. 7. Beritahu semua orang yang berhubungan dengan tempat kebakaran 3. 11. Beritahu Nakhoda 6. Jeaskan perbedaan antara “ Stranded” dan “Beached” dalam keadaan darurat.hal ini dilakukan karena sifat dari kapal itu sendiri yang mempunyai rampdoor atau pintu didepan yang bisa dibuka dan ditutup apabila memuat atau membongkar muatannya. Amankan ruang tenaga listrik dari daerah kebakaran. Hal-hal yang harus diperhatikan pada waktu beaching ialah : .Bila ditempat tersebut tersedia fasilitas kapal tunda mintalah bantuan kapal tunda.Harus mempunyai jangkar buritan. Lambatkan kapal dan manuver sedemikian rupa untuk meletakkan api pada sisi bawah angin. kemudian padamkan.Arus dan angin tidak begitu kuat . 13. Periksa kalau-kalau ada polusi minyak dan kemungkinannya. 12.12 jangkar nyankut kemudian jangkar dihibob kembali bila perlu dibantu dengan mesin mundur. 17. Kumpulkan crew dan para penumpang pada stasiun keadaan darurat. Siapkan lampu-lampu dan sosok-sosok benda.segera kirim jika diperlukan.segera kirim jika diperlukan.Pantainya harus landai dan tidak berbatu-batu . Bunyikan tanda bahaya keadaan darurat (internal dan eksternal) 2. 14.atau jangkar kapal tidak kuat menahan hempasan gelombang/arus yang sangat kuat.untuk mecegah buritannya hanyut ketempat dangkal Prosedur darurat/ tata cara dalam menghadapi keadaan darurat . . 6. Bunyikan tanda bahaya keadaan darurat (internal) 2. 15.adakan pengamatan. Laksanakan tindakan yang diperlukan untuk mengendalikan kerusakan dan polusi. gunakan sistim yang tetap jika terpasang . Pintu kedap air ditutup. 8. Stabilitas kapal diperhatikan. 4. 12.misalnya kapal mengalami kebocoran. Pindah chanel VHF ke saluran 16 8. 10. 14.dinding-dinding diatas dengan air. Perkirakan kemungkinan bahaya tenggelam atau terbalik. Siapkan apparatus/alat pelempar tali dan pyrotechnics. Rawat personil yang terluka. 16. Tutup pintu-pintu kedap air dan pintu-pintu kebakaran otomatis. Ukur tangki-tangki bilge kapal dan tangki-tangki kapal lainnya sesudah tubrukan. Padamkan pusat api. Beritahu kamar mesin 7. Beahed/beaching adalah cara menyandarkan kapal dengan haluannya dikandaskan . 4. Berikan posisi kapal ke ruang radio . Lakukan komonikasi dengan kapal lawan dan lakukan tukar menukar informasi. dan dinginkan sekat kedap air . Amankan ruang ventilasi.dan tentukan lokasi kebakaran/ledakan 11. Periksa semua ruangan yang berdekatan dengan kebakaran. . Hidupkan penerangan geladak (kalau malam) 5. Bersiap untuk penyelamatan/ digandeng atau tinggalkan kapal. 10. Berikan posisi kapal keruang radio . 13. 9.

10.perbaiki apabila diperlukan. Siapkan peralatan tambat dan tali buangan. Beritahu kamar mesin. 8. Memberitahukan petugas terkait di Pelabuhan 9. d. a. 19. Beritahu kamar mesin. 15. Beritahu kamar mesin dan dapatkan kemudi alternative/darurat. Beritahu Nakhoda. Bersiap untuk olah gerak penyelamatan /menjauhi kapal yang mengalami kebakaran baik dengan menggunakan mesin kapal sendiri atau digandeng dengan kapal tunda Apabila didalam pelabuhan terjadi kebakaran atau ledakan atau keadaan darurat lainnya. lihat draft kapal. siapkan pompa-pompa. Hentikan mesin. 4. Beritahu kapal-kapal yang berdekatan.jika upaya tersebut gagal bisa mengirim berita marabahaya untuk meminta bantuan kapal tunda. Kandas atau terdampar (Stranding) 1. Beritahu Nakhoda. Bunyikan tanda bahaya keadaan darurat (internal dan eksternal) 2. 5. Beritahu Nakhoda. Beritahu semua orang yang berhubungan dengan keadaan darurat yang terjadi. berlabuh jangkar adalah alternatif terbaik. Waspada terhadap kebocoran. . Perlihatkan sosok-sosok benda atau lampu “tidak dapat diolah gerak” b. Siapkan jangkar haluan dengan rantainya diturunkan kesekoci penolong dan dibawah kearah buritan /ketempat yg dalam sejauh mungkin kemudian di lego kedasar laut setelah itu jangkar dihibob kembali kekapal sambil dibantu mesin mundur. 4. Usahakan untuk mundur jika kondisi dasar laut /kapal memungkinkan 13. 7. Berikan posisi kapal keruang radio . 7. Tentukan apakah mampu mengapungkan kembali sendiri atau perlu bantuan. 6. 18. siapkan pompa-pompa. 6. 1. 5. 12. 2. Memberitahukan petugas terkait di Pelabuhan 9.dan selang-selang kebakaran serta peralatan pemadam busa.perpindahan ballast atau membuang barang-barang dari kapal bila diperlukan. 7. Beritahu kamar mesin siapkan pompa-pompa. 14. c. 8. Stand by mesin .dan yakinkan stabilitas kapal tetap utuh dan hitunglah daya apung untuk mengapungkan kembali 16. 4.13 Apabila kapal didekat anda mengalami kebakaran maka tindakan yang harus diambil 1. Soundimg keliling kapal. 3. Pintu kedap air ditutup. 3. Jika memungkinkan. Dapatkan data pasang surut dan data keadaan cuaca. Jika pengemudian tidak didapatkan kembali maka. Perdengarkan semboyan-semboyan bunyi. 5. 17. Siapkan pompa ballast . Tutup pintu-pintu kedap air. Hidupkan penerangan-penerangan geladak. 11. Pindah chanel VHF ke saluran 16.dan selang-selang kebakaran serta peralatan pemadam busa untuk mencegah meluasnya api dari kapal lain. Pintu kedap air ditutup. 9. Beritahu semua orang yang berhubungan dengan tempat kebakaran 3. Berikan semboyan bunyi yang tepat. 8. Hidupkan penerangan geladak. Perlihatkan penerangan/sosok-sosok benda yang sesuai. Hidupkan penerangan geladak. Beritahu Nakhoda. 6. Bunyikan semboyan bahaya (Internal dan eksternal) 3. Bersiap untuk olah gerak penyelamatan /menjauhi dermaga atau tempat yang mengalami keadaan darurat baik dengan menggunakan mesin kapal sendiri atau digandeng dengan kapal tunda Kemudi Rusak (Steering Failure) 1. Stand by mesin . Pastikan bilges dan tangki-tangki sudah diukur . Bunyikan tanda bahaya keadaan darurat (internal dan eksternal) 2. 2.

. Buang oil boom untuk mencegah penyebaran dan menampung kembali minyak sebanyak mungkin dengan menggunakan penyerap minyak 8. Periksa kondisi pasien dan berikan pertolongan pertama 3. tampung dan hilangkan. Tentukan posisi kapal dan periksa pelabuhan terdekat untuk pengungsian 5. 2. Periksa kalau-kalau ada polusi minyak dan kemungkinannya. 1.jika perlu. Beritahu pengawas tehnis dan jelaskan mengenai situasi 10. Pastikan stabilitas kapal yang memadai. Kirimkan pesan bahaya. Ambil tindakan-tindakan pengendalian kerusakan b. 1. Tindakan tanggap darurat terhadap . 5. b. Bekerja sama dengan pejabat pelabuhan/kapal-kapal lain jika perlu. Orang cedera . Identifikasi sumber tumpahan. 7. Terorisme atau perampokan. Siapkan untuk meninggalkan kapal Jika tidak a. 4. Kumpulkan laporan-laporan komunikasi dan catat semua pergerakan/kejadian. 1. Kurangi putaran/ matikan mesin utama dan bunyikan alarm keadaan darurat. 4. 3. Beritahu pemilik dan pejabat terkait c. 11. Siagakan dan mintalah bantuan dari stasiun radio didarat dan kapal-kapal lain disekitar 3. Pertimbangkan perlunya memindahkan pasien kedarat 4. Ungsikan orang yan cidera /sakit kelokasi yang aman dan nyaman. Gunakan selang kebakaran dan roket tanda bahaya yang ditembakan untuk menghambat orang-orang naik kekapal. Bunyikan alarm keadaan darurat dan peluit kapal 2. Gunakan lampu sorot untuk menerangi dan menyilaukan para perampok /teroris 4. Periksa apakah ada korban dan berikan pertolongan pertama. 2. Pertimbangkan meminta bantuan darat. Aktifkan rencana tanggap darurat terhadap tumpahan minyak.. 9. Tentukan posisi kapal dan catat semua pergerakan kapal/kejadian c. 2. 5. Perkirakan kemungkinan bahaya kapal tenggelam atau terbalik secara cepat. 3. Beritahu penjaga pantai dan pejabat pelabuhan.14 Kebocoran/tenggelam 1. d. Jika ya a. 6. Beritahu kantor pusat dan P&I surveyor Pencemaran/polusi minyak dari kapal . Jika tidak mampu mundurkan awak kapal kedaerah aman yang telah disiapkan 6.sakit dan kematian. Pantaulah prakiraan cuaca terakhir dan perkirakan dampak pada situasi saat ini. Hentikan pengoperasian sampai kebocoran diperbaiki/ diisolir dan dibersihkan. Pertimbangkan untuk membuka dan mengalirkan kedalam tangki muatan sisa. Laporkan situasi kepara pejabat didarat dan / atau kapal-kapal lain dan mintalah bantuan Tindakan tanggap darurat terhadap . Hentikan kegiatan operasi dengan sarana tercepat dan bunyikan alarm keadaan darurat.

10. Setiap orang yg mengetahui kejadian itu harus berteriak “ Orang jatuh kelaut dilambung kiri/kanan “dan diulangi beberapa kali (ditujukan kepada perwira jaga) 2. Smoke signal yang mengeluarkan asap berwarna jingga cahaya merah. Roket2 atau peluru2 cahaya yg memancarkan bintang2 merah yg ditembakkan satu demi satu dengan selang waktu yang pendek. Sebuah tembakan meriam atau semboyan ledak lainnya . 3.lakukan panggilan VHF dengan PAN. Beritahu Nakhoda 7. Isyarat asap(smoke signal) yg menyebarkan sejumlah asap jingga(oranye). Isyarat yang disetujui oleh System radio radio komonikasi.( distress signal) Ditetapkan oleh peratuaran2 Internasional untuk mencegah tubrukan dilaut (Colreg 72) pasal 31. Pengiriman isyarat dengan rambu radio penunjuk posisi darurat (EPIRB) *** 16. Kode isyarat bahaya internasional yg ditunjukkan dengan huruf NC. Jika kapal-kapal lain berada disekitar daerah itu . Isyarat alarm radio telegraph * 14.dsbnya) 9. *** : Isyarat lain yang diuraikan pada ** diatas atau satu rangkaian isyarat bunyi tunggal pada frequency 1300 HZ. Menaik turunkan lengan yg terbentang kesamping secara per-lahan2 dan berulangulang. 13.kemudi dicikar kearah sikorban untuk menghindari sikorban dari buritan kapal 5. Tentukan posisi kapal dan gunakan posisi orang jatuh ke laut sebagai datum pencarian 8. Lidah api /nyala api diatas kapal (seperti tongter yg menyala. PAN .… (SOS) dari kode morse. Dipergunakan oleh sebuah kapal atau pesawat terbang laut diatas air dalam keadaan bahaya serta membutuhkan pertolongan dari kapal2 lain atau dari daratan. Setelah mengetahui sebelah mana orang tersebut jatuh .15 Isyarat bahaya. * : Satu rangkaian dua belas garis selama 4 detik dengan selang waktu satu detik ** : Pengiriman bunyi dua nada dengan memilih frequency 2200 HZ dan 1300 HZ selama 30 detik sampai 1 menit. 1. 9. Orang jatuh kelaut.tong minyak . 8. 4. 6. 2. Bunyi yg terus menerus diperdengarkan dengan suatu alat isyarat kabut yg manapun juga.dengan antara lebih kurang 1 menit. Isyarat yg dipancarkan dengan menggunakan pesawat radio teleponi yg terdiri atas kata yg diucapkan “ MAYDAY” 6. Isyarat tg dibuat oleh pesawat radio telegrafi atau sistim pengisyaratn lain yg terdiri atas kelompok … --. Isyarat alarm radio telephony ** 15. 5. 4. PAN untuk menjelaskan manuver-manuver atau meminta bantuan. 1. Tindakan selanjutnya mengolah gerak untuk menolong orang tersebut . 11. Isyarat yg terdiri atas sehelai bendera segiempat ygdiatas atau dibawahnya disambung dengan sebuah bola atau sesuatu yg menyerupai bola. Pelampung penolong yang terdekat segera dilemparkan kearah orang tersebut (sebaiknya yang berpenerangan) 3. 12. Sebuah perling cerawat payung(parachute flare) atau perling cerawat tangan(hand flare) yg memperlihatkan cahaya merah.harus memberikan atau memperlihatkan isyarat2 entah bersama-sama entah masing2 seperti tersebut dibawah ini . Mualim jaga begitu mendengar teriakan itu segera menempatkan telegraph pada posisi “ Stop” dan segera menaikan semboyan bendera “ O” dan membunyikan 3 suling panjang. 7. Tempatkan seorang pengamat untuk mengawasi sikorban kalau perlu dari tempat yang tinggi supaya jangan hilang dari pengawasan.

Kita bisa menemukan menemukan kembali haluan kita semula apalagi bila sikorban tidak diketahui kapan jatuhnya terlebih pada malam hari bila posisi jatuhnya tidak diketahui maka kapal dapat lebih dekat langsung dengan sikorban . Manouvre lebih lama.Sekoci dibawah angin disiapkan untuk diturunkan kearah sikorban dengan Mualim II sebagai orang yang bertanggung jawab.S Navy pada perang dunia II yang sangat menguntungkan untuk digunakan pada waktu cuaca dimana sikorban hilang dari pandangan untuk mengenang jasa penciptanya cara ini dinamakan Williamson Turn. Caranya. Keuntungan cara ini. 2 2 3 Datum 7 1 4 6 5 6 2. Cara Williamson Turn . Kerugiannya. . .Cikar kemudi kearah sikorban. olah gerak ini pertama kali dipakai oleh Commander (Let kol) J.Setelah itu kapal dibawah kearah dibawah angin dari sikorban .Sekoci dibawah angin diturunkan dan didayung kearah sikorban dengan mengikuti angin dan gelombang .Kecepatan dikurangi dan diatur menurut keadaan yang dibutuhkan .16 Cara menolongnya : 1. Cara biasa : Jika cuaca baik : . .Bila kapal telah berputar antara 60˚-70˚ dari haluan semula .Setelah sikorban ditolong sekoci dapat didayung kearah kapal mengikuti arah angin dan ombak lagi. .Kapal diberhentikan diatas angin dari sikorban agak jauh dari sikorban . dengan demikian kapal akan menuju ketempat korban dengan sisa kecepatan yang ada.Kapal dibawah kearah diatas angin dari sikorban .Ketika haluan kapal berada pada kebalikan dari haluan semula mesin stop. Cara Williamson (Williamson Turn) Terutama kalau angin dari belakang dan penglihatan terbatas/malam hari 1.A Wiliamson dari U. Cara biasa 2.Jika sudah ditolong sekoci didayung kekapal dengan mengikuti angin Jika cuaca berombak : .maka kemudi dibalas kesisi lain sedangkan kecepatan ditambah menurut kebutuhan .

70˚ 2 Datum 1 3 .17 4 3 60˚ .

Search And Rescue  SRR . Drift .adalah Cost Earth Station atau stasion Bumi Pantai =LUT 12. perkiraan akibat dari angin. CES . Merchant Ship Search And Rescue Manual  D/F . arus dan atau arus pasang surut yang dapat merubah posisi target. Direction Finding  SAR .: Definisi berikut berhubungan dengan sikap dan pelaksanaan dari pola pencarian . 2. Expanding Square Search Pattern .Mar Tujuan . Maritime Rscue Coordination Center  INTERCO . SAR Coordinator  SMC . Ship aircraft coordinated search pattern . Track.dimana kapal mencari secara radius dari datum menggunakan sistim dari sektor-sektor sebuah lingkaran.(OSC) ialah komandan pesawat/ kapal yang mendapat kepercayaan/ tanggung jawab untuk memimpin operasi pertolongan di tempat kejadian musibah. adalah suatu tipe pola pencarian cocok untuk kapal yang sendirian yang harus mencari keluar dari area Datum. SAR Rescue Unit  OSC . Search And Rescue Region  CRS . adalah pola pencarian dimana kapal dan pesawat terbang melaksanakan suatu pencarian yang terkoordinir 7. adalah suatu tipe dari pola pencarian yang sesuai untuk kapal yang sendiri dalam keadaan khusus. Co-ordinator Surface Search (CSS).pesawat terbang. Search and rescue region .dimana layanan pancaran dan penyelamatan tersedia. adalah jalan yang diikuti oleh sebuah kapal seperti dari titik A ke titik D melalui B dan C 8. Dekat pantai : Kapal..selain unit penyelamatan yang ditunjuk untuk koordinasi pencarian di permukaan dan operasi penyelamatan dalam area khusus pencarian.  MERSAR . ialah sebuah kapal . Parallel Track Search Pattern .18 SEARH AND RESCUE (SAR) By. Di Samudra : Kapal dan pesawat terbang jarak jauh Istilah-istilah SAR. 4. 1.Cost Radio Station yaitu Stasiun Radio Pantai. International Code Of Signal  EPIRB .Very Daniel Jacobus M. On Scene Commander. 9. Memberikan bimbingan kepada mereka yang dalam keadaan bahaya dilaut yang memerlukan bantuan atau yang mampu memberikan bantuan. SAR Mission Coordinator  SRU . Datum . ialah sebuah area yang didalamnya terdefinisi. 11. 10. Sector Search Pattern . 1. adalah posisi yang paling memungkinkan (Most Probable Position=MPP) dari target yang dicari pada waktu yang diberikan dengan memperhitungkan drift/rimban yang ada.helicopter b. . Membantu Nakhoda (Master) kapal yang mungkin diminta bantuan untuk melaksanakan operasi SAR dilaut untuk menolong jiwa manusia yang dalam bahaya. Rescue Co-ordination Centre  MRCC . CRS . 2. On Scane Commander  RCC . adalah pola pencarian yang sesuai untuk dua atau lebih kapal-kapal dimana semua kapal menggunakan haluan-haluan sejajar/parallel 6. Emergency Position Indicating Radio Beacom  ETA : Estimate Time of Arrival Definisi . Coast Radio Station  CSS .capt. 3. 5. umpama orang jatuh kelaut. Jenis peristiwa bahaya : a. Coordinator Surface Search  SC .

adalah International Aeronautical and Maritime Searh and Rescue manual . Dimana EPIRB tersebut pada waktu kapal dalam keadaan marabahaya (distress) akan memancar sinyalnya dan diterima oleh satellite atau pesawat terbang kemudian diteruskan ke stasiun bumi(LUT) kemudian diproses datanya sehingga posisi kapal dapat ditentukan. EPIRB . AUSREP.kemudian posisi kapal tersebut diberikan ke MRCC (Maritime Rescue Co-ordinating Center) dan diteruskan ke SC (SAR Coordinator) 15. Komonikasi dan koordinasi akan efektif bila melalui CRS dan pejabat SAR didarat.CSS dan pesawat udara SAR yang ada harus berkordinasi dengan menggunakan komonikasi antara unit-unit yang ada pada gelombang radio 2182 KHZ atau bila tersedia 156. . Automated Ship Reporting System Contoh skema organisasi SAR . Kapal yang secara sukarela membantu memberikan laporan cuaca yang dialami. Local Unit Terminal =Stasiun Bumi yang menerima pancaran sinyal marabahaya dari satelit kemudian di proses sehingga posisi kapal dapat ditentukan 14. Automated Mutual Assistance Vessel Rescue System. maka tugas-tugas dan tanggung jawab apakah yang harus anda lakukan bila Rescue Coordinator Center (RCC) tidak melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawabnya ? Bila RCC tidak melaksanakan tugasnya. . Bila kapal anda ditetapkan sebagai OSC. 1. SC SSC SMC OSC SRU Darat SRU Laut SC = SAR Coordinator SMC = SAR Mission Coordinator OSC = On Scene Commander SRU Udara SRU =SAR Unit Koordinasi .dan kejadian lain yang penting untuk membantu Coast Guard Amerika dalam tugasnya untuk memberi pertolongan kecelakaan laut.Kapal-kapal niaga didalam koordinasi dengan unit-unit khusus SAR berada dibawah perintah OSC . 16.dan batas yang mungkin merupakan salah satu dari pada posisi ini dan wilayah pencarian. LUT . 18.= sarana Internasional dalam penyelamatan dan pencarian di udara dan laut 17.maka apabila anda ditetapkan sebagai OSC harus segera memimpin operasi penyelamatan ditempat musibah dengan langkah2 sbb. Penentuan pola pencarian yang cocok bagi unit-unit yang berpartisipasi dalam pencarian dan petunjuk area pencarian kepada unit-unit atau grup unit-unit. Penentuan posisi yang mungkin terhadap obyek pencarian.8 MHZ (VHF Chanel 16) akan sangat diperlukan. adalah Emergency Position Indicator Radio Beacom. 2. adalah Rescue Co-ordination Center adalah Pusat koordinasi penyelamatan yaitu sebuah unit yang mengkordinir untuk pencarian dan penyelamatan bagi kapal/orang-orang yang mendapat suatu musibah. 3. AMVER. IAMSAR.dan satu dari kapal niaga yang berpartisipasi menerima tugas CSS .19 13. Membuat rencana bagi pemisahan terhadap tujuan penyelamatan atas unit-unit yang diikut sertakan dalam pencarian. yaitu Rambu Radio Penentu Posisi dalam keadaan darurat. RCC.

Adakan jaga pendengaran secara terus menerus pada frekwensi yang digunakan untuk bahaya.Jumlah jiwa yg ada dikapal termasuk yang sudah meninggalkan kapal 2.0 Mhz . Identifikasi kapal b.masingmasing diikuti oleh nama & call sign kapal untuk dapat dibaring oleh stasiun pantai D/F. jarak penglihatan dan bahaya-bahaya navigasi yang ada (umpama gunung es dll) b. Informasi yang dapat memudahkan pertolongan seperti . Berita bahaya pada 500 Khz dikirimkan dua baris dari 10 sampai 15 detik . Jumlah abk yang tinggal dikapal d. 2. Usahakan segera mengambil baringan D/F(Direction Finding) selama pengiriman berita bahaya dan adakan jaga DF pada frekwensi 500 Khz dan atau 2182 Khz 3. 156.(EPIRB beroperasi pada 2182 Khz) Komponen berita bahaya. Dalam kasus tertentu sebagai tambahan dapat membantu pada frekwensi 156. Cuaca disekitar.kecepatan bila masih punya laju . 5. arah dan kekuatan angin.8 Mhz (VHF Chanel 16/radio telephoni) 3. Menggunakan EPIRB sebagai alat tambahan untuk kapal-kapal yang siaga di sekitar.Jenis muatan .Haluan . Waktu meninggalkan kapal c. Pengiriman ini harus diulang dengan jarak waktu yang teratur. 500 Khz (radio telegraphy) b.laut dan gelombang. Tindakan segera berikutnya harus diambil oleh tiap kapal pada saat menerima berita bahaya: 1.5 Mhz dan 243.8 Mhz (VHF channel 16) . ketika objek pencarian ditentukan. Komponen-komponen penting bahaya termasuk : a.1 Pembatalan berita bahaya Berita bahaya segera dibatalkan apabila keadaan berubah dan tidak diperlukan bantuan lagi Tindakan oleh kapal yang membantu a. Jumlah dan jenis sekoci penolong yang diluncurkan f. Jumlah yang terluka e. Kapal dalam keadaan bahaya menggunakan frekwensi 500 Khz(radio telegraphi) dan 2182 Khz (radio telephoni) 2. Juga penting untuk melengkapi informasi seperti : a. Memberitahu sudah diterima dan bila dapat meneruskan pengiriman berita bahaya 2. 2182 Khz (Radio telephony) c. 1. 4.bila berbahaya . Beritakan informasi berikut ini kekapal yang dalam keadaan bahaya: a. 1.20 4.ini biasanya : a. Pengiriman berita bahaya.radio telephony untuk kapal-kapal yang dilengkapi dengan alat VHF . Alat-alat bantu darurat penentuan lokasi yang ada disekoci penolong atau dilaut (bui berasap dll) Direction finding dan homing 1. Penentuan unit yang cocok untuk hasil penyelamatan ditempat. Koordinasi pencarian tempat kejadian dan komonikasi penyelamatan.(jangkauan > 300 mil laut) 4. Posisi c. Bila mungkin baringan benar terhadap kapal yang dalam keadaan bahaya. Didalam hal penggunaan 2182 Khz tindakan yang sama dilakukan seperti no . Identitas b. Posisi c. Kecepatan dan ETA d. Jenis bahaya dan macam bantuan yang diminta d. Didalam hal kegagalan hubungan dengan stasiun radio kapal dapat digunakan peralatan yang lebih mudah dibawah seperti radio jinjing dan ELT (Emergency Locater Transmitter) yang berfrekwensi 121. .

Sangat diperlukan bahwa CSS harus dibentuk secepat dan sepraktis mungkin dan lebih diinginkan sebelum tiba ditempat kejadian . Adakan penjagaan pada frekwensi 156. Persiapan obat-obatan utk menerima korban yg memerlukan bantuan pengobatan 5.(Berada didaerah Datum )  Apabila mendekati tempat kejadian kapal-kapal harus mengunakan secara penuh fasilitas RDF untuk menuju dan untuk melokalisir pengiriman sinyal dari EPIRB  Radar harus dioperasikan dan memelihara penglihatan yan efektif  Pada malam hari lampu-lampu sorot harus digunakan atau beberapa bentuk penerangan dipermukaan air harus disusun  CSS harus tetap diberikan informasi dari tiap hubungan yang dibuat oleh D/F. CSS harus mempertunjukan secara terus menerus sinyal-sinyal secara visual sbb. a. Sebuah derick siap utk menghibob dikedua sisi kapal utk membantu korban2 yg luka agar cepat diangkat dari air 3.Adalah penting bahwa CSS harus mempunyai fasilitas komonikasi yang baik . Operasikan radar secara terus menerus 7.2182 Khz dan 156.8 Mhz (VHF ch. Pada siang hari : International Code of Signal FR -I am (or vessel indicated is) in charge of co-ordinating search. CSS harus dibentuk atas persetujuan bersama antara kapal-kapal yang berkepentingan yang didasarkan pada kemampuan dan kedatangan yang diharapkan (ETA).8 Mhz (VHF ch 16) radio teleponi yang dipakai sebagai tambahan pada frekwensi 500 Khz radio telegraphi dalam hal kesulitan bahasa International Code of Signals dan Standard Marine Navigational Vocabolary harus digunakan.Pada saat menerima tugas CSS harus segera memberitahukan CRS . 2. Mendekati tempat kejadian. Apabila berada disekitar tempat bahaya adakan pengamatan tambahan (extra) b. b. Peralatan komonikasi yang dipasang dikapal(Call Sign dll) bisa ditemukan didalam “List of Ships Stations“ dari International Telecommunication Union (ITU) Pembentukan CSS Tugas-tugas CSS adalah mengorganisir dan mengkoordinir operasi-operasi SAR oleh kapal-kapal niaga.8 Mhz(VHF Ch. Kapal atau stasiun pantai dalam mengawasi lalu lintas berita bahaya harus berhubungan dengan RCC yang bertanggung jawab melalui CRS dan teruskan semua informasi yang ada dan ikuti perkembangan yang diperlukan. Pada malam hari : Sinyal khusus perling menjulang yang disebar luaskan oleh CSS. Kapal-kapal yang mampu berhubungan pada frekwensi 500 Khz. Adalah penting bagi CSS untuk mengontrol saluran-saluran komonikasi antar kapal disiplin yang ketat dan prosedur radio harus dilaksanakan. Persiapan2 diatas kapal utk menuju ketempat kecelakaan 1. Rakit kapal siap utk segera dipakai sebagai alat utk naik kekapal 4. Kontrol antara komonikasi kapal. Tali yg diikat dari depan kapal sampai tengah kapal diatas air dikedua sisi lambung untuk mengikat sekoci.21 5. Pengenalan diri CSS secara Visual. Dia harus di Plane (direncanakan) mengikuti perkembangan keadaan dan melaporkannya secara teratur. Alat pelempar tali penghubung yg telah disambung dengan tali yg lebih besar siap utk digunakan menghubungkan dengan kapal yg dalam bahaya atau kapal penolong Catatan. radar atau penglihatan secara visual  Kapal-kapal harus berusaha membuat dirinya tampak jelas oleh orang-orang yang selamat seperti membuat asap sepanjang hari dan menerangi kapal pada malam hari asal tidak mengganggu penglihatan .16) bila perlu 6.atau 156.16) bila mungkin harus mengulangi berita bahaya pada frekwensifrekwensi ini. Akan tetapi kapal yang pertama tiba harus segera mengambil tindakan yang diperlukan. c.) artinya Saya (atau kapal yang ditunjuk) bertugas sebagai coordinator dalam pencaharian.

22  Apabila mencari orang-orang yang selamat yang mungkin berada didalam rakit tiup (Inflatable Liferaft) kapal-kapal harus membunyikan suling untuk menarik perhatian orang-orang yang selamat .  Penglihatan tambahan (extra) harus ditempatkan untuk mencari sekeliling busur 360º keliling kapal selama pencarian.  Anak buah kapal harus dilarang membuang piring-piring atau barang kepingan disisi kapal selama pencarian untuk mencegah pandangan-pandangan yang keliru. Catatan : RDF atau Radio Direction Finder adalah alat pembaring dengan gelombang radio yang merupakan alat bantu navigasi untuk menentukan posisi kapal.sehingga mereka dapat menggunakan peralatan sinyal secara visual. Kedatangan pada tempat kejadian & prosedur pencarian  Apabila tempat kecelakaan belum ditentukan.jika cukup kapal-kapal pencari maka lokasi pencarian dapat diperluas. Keadaan cuaca dan jarak penglihatan . Kedatangan kapal-kapal tambahan yang membantu 2.Untuk tingkat permulaan disarankan lokasi ini disiapkan dengan menggambarkan lingkaran dengan radius 10 mil dengan titik pusat pada Datum sewaktu memulai pencarian. Memilih dan memprakarsai pola pencarian yang terbaik sehubungan dengan kapalkapal yang membantu Saat merencanakan pencarian CSS pertama-tama perlu memploting Datum dari lokasi pencarian yang paling mendekati. Didalam rencana pencarian. Informasi tambahan 3. CSS harus menggunakan secara penuh semua peralatan navigasi elektronik Perencanaan dan memimpin pencarian Tanggung jawab CSS a. kemudian membuat bidang bujur sangkar dengan tangens (melalui garis singgung lingkaran).  Untuk mengkoodinir pencarian secara efektif CSS harus menggunakan gambar yang umum dari daerah tersebut dibawah pencarian dan kapal-kapal yang membantu harus melakukan hal yang sama. . Sebab lokasi kemungkinan yang paling mendekati (Most Probable Potition=MPP) adalah lokasi yang berpusat pada Datum dimana target yang dicari sangat mungkin berada dengan memperhitungkan drift/rimban yang ada. Mengatur pola pencarian mengingat perkembangan-perkembangan berikut yang mungkin terjadi termasuk. 1. MPP R R=Jari-jari 10 mil Drift Datum Initial Posittion b. pencarian harus dimulai tanpa delay dengan menggunakan pola pencarian yang sesuai .

yaitu Pola sektor dengan satu kapal Digunakan jika posisi target diketahui pada jarak dekat dengan kemungkinan meliputi daerah yg kecil.  Setelah menempuh jarak 2 mil kapal merubah haluan 120º kekanan. 12 4 4 4 12 20 8 Θ Datum 16 8 16 2.dan begitu seterusnya.2 kali belok.23 Pola Pencarian Pencarian untuk satu kapal 1. Sector search pattern by one ship.  orang jatuh kelaut  target yg dicari sekali nampak kemudian hilang.lalu  Kapal membelok tiap menempuh jarak 12 mil.  Dan setelah menempuh jarak 2 mil lagi kapal merobah haluan lagi sebesar 120º sehingga kapal kembali posisi semula.putus ) Caranya. 2 kali belok.  Dan begitu seterusnya diulang dengan sudut awal yg berbeda (seperti arah garis terputus-putus yg ditunjukkan dalam gambar) 120º 2’ 2’ 2’ 2 Θ Datum 2’ 2’ . lalu  Kapal membelok tiap menempuh jarak 8 mil. (pola segi empat membesar) yaitu dilakukan oleh satu kapal menurut segi empat makin menbesar. Caranya  Kapal membelok tiap menempuh jarak 4 mil. Setelah selesai dengan pencarian (search) yg pertama bisa diulang kembali dengan sudut awal yg berbeda (seperti arah garis terputus.2 kali belok. Misalnya . Expanding Square search pattern.

kemudian kapal merobah haluan 90º lagi dan berlayar sejauh 20 mil  Begitu seterusnya sampai lebar pencarian mencapai 10 mil 10’ 4 4 20 10’ 4 4 20 ’ 4’ Θ Datum 20’ 4’ 4’ 20’ 4’ Track 1 Track 2 Pencarian oleh 3 kapal Paralel track search pattern 3 ships (pola lintasan sejajar dengan 3 kapal) yaitu pola pencarian yg dilakukan oleh 3 kapal dengan haluan sejajar.  Jarak kedua kapal tersebut adalah 4 mil dan kapal bergerak searah dan sejajar  Setelah keduanya menempuh jarak 20 mil kemudian merobah haluan 90º kearah luar dan berlayar lagi sejauh 4 mil . Caranya. Caranya.kemudian kapal merobah haluan 90º lagi dan berlayar sejauh 20 mil  Begitu seterusnya sampai lebar pencarian mencapai 20 mil 8’ 12’ 4’ 4’ 20’ 4’ ●Datum 20’ 4’ 20’ 4’ Track 2 4’ Track 1 Track 3 .24 Pencarian oleh 2 kapal Paralel track search pattern 2 ships (pola lintasan sejajar dengan 2 kapal) yaitu pola pencarian yg dilakukan oleh 2 kapal dengan haluan sejajar.  Jarak ke 3 kapal tersebut adalah 4 mil dan kapal bergerak searah dan sejajar  Setelah ke 3 nya menempuh jarak 20 mil kemudian merobah haluan 90º kearah luar dan berlayar lagi sejauh 4 mil .

kemudian kapal merobah haluan 90º lagi dan berlayar sejauh 20 mil  Begitu seterusnya sampai lebar pencarian mencapai 20 mil Direction of drift 3’ 3’ 3’ 20’ 20’ 3’ 20’ 20’ ’ ●Datum 3’ Track 4 3’ Track 2 Track 1 Track 3 Pencarian oleh 5 kapal Paralel track search pattern 5 or more ships(pola lintasan sejajar dengan 5 kapal) yaitu pencarian yg dilakukan oleh 5 kapal atau lebih dengan haluan sejajar. Caranya.25 Pencarian oleh 4 kapal Paralel track search pattern 4 ships (pola lintasan sejajar dengan 4 kapal) yaitu pola pencarian yg dilakukan oleh 4 kapal dengan haluan sejajar. Caranya.  Jarak ke 4 kapal tersebut adalah 4 mil dan kapal bergerak searah dan sejajar  Setelah keduanya menempuh jarak 20 mil kemudian merobah haluan 90º kearah luar dan berlayar lagi sejauh 3 mil .  Jarak antara tiap kapal tersebut adalah 4 mil dan kapal bergerak searah dan sejajar Direction of drift ●Datum 4’ 4’ 4’ 4’ Track 4 Track 2 Track 1 Track 3 Track 5 .

Merubah arah baling-baling (pitch) Catatan. Olah gerak berikut ini oleh sebuah pesawat terbang berarti bahwa bantuan kapal kearah mana sinyal tidak diperlukan lagi : 1. karena bunyi yang ribut pada kapal penolong.26 Pencarian oleh kapal dan pesawat terbang. Merubah haluan kearah yang diminta. Menaikkan bendera Internasional “: N “ b. dapat kurang efektif dari pada sinyal secara visual pada a.sinyal suara pada b. Mengitari kapal penolong paling sedikit satu kali. a. Mengoyangkan sayapnya . Merobah arah baling-baling (pitch) . Apabila diperlukan oleh sebuah pesawat terbang untuk mengarahkan kapal penolong ketempat kecelakaan. Menyinarkan cahaya sinyal prosedur kode morse “ T “ dengan lampu. Menggerek bendera “ Code and Answering” ular-ular merah-putih-merah-putihmerah (yang berarti “ Ya “) b. Meyinarkan sinyal prosedur kode Morse “ N “ dengan lampu. 2. Apabila instruksi yang tepat tersebut tidak dapat dikirimkan atau apabila dianggap lebih baik. dan c . Mengarahkan kapal penolong kearah yang harus dibimbing . Apabila menyatakan tidak mampu mengikuti . Membuka dan menutup katup penghambat (tharotle) c. Ship and aircraft search pattern. b. c.atau b.karena untuk alasan-alasan tertentu olah erak yang dipertunjukkan secara berurutan oleh sebuah pesawat terbang berarti bahwa pesawat terbang tersebut ingin mengarahkan/membimbing sebuah kapal penolong kearah pesawat terbang atau kapal yang terkena musibah (keeakaan) : 1. Kapal yang menerima sinyal tersebut diatas harus menjawab dengan cara sbb : 1. Memotong arah air baling-baling dari kapal dekat diburitan pada ketinggian yang rendah dan : a. 3.yaitu pola pencarian bekerja sama antara kapal dan pesawat terbang dimana kapal menjalani suatu haluan lurus kedepan sedangkan pesawat terbang membuat satu track bolak balik dan memotong arah haluan kapal secara tegak lurus Ship’s course as directed by OSC Mengarahkan kapal kelokasi kecelakaan. maka pesawat terbang dapat melakukan instruksi yang tepat yang dipancarkan dengan menggunakan segala cara. Pengulangan olah gerak tersebut mempunyai arti yang sama. Apabila menyatakan menerima sinyal-sinyal tersebut : a. Membuka dan menutup katup penghambat (throttle) c. a. 2. Memotong haluan kapal penolong dekat haluan pada ketinggian yang rendah dan. Menggoyangkan sayap atau.