Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Tujuan pembelajaran IPA dalam Kurikulum 2013 yang menghendaki
lulusan yang memiliki multi keterampilan dan dapat mengembangkan
kemampuan siswa dalam domain pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
Salah satu upaya mencapai tujuan tersebut adalah dengan menciptakan
kegiatan pembelajaran denagn menggunakan model tertentu yang berorientasi
pada pencapaian siswa pada ketiga domain tersebut. Penggunakan model
pembelajaran yang juga disarankan dalam kurikulum 2013 diantaranya 1)
Discovery Learning, 2) Problem Based Learning, dan 3) Project Based
Learning. Ketiga model pembelajaran ini berlandaskan kepada proses
scientific approach yang memunculkan kegiatan 5 M (mengamati, menanya,
mencoba, menalar/membuat jejaring, dan mengkomunikasikan) dalam
pembelajaran termasuk pembelajaran IPA (Kemdikbud, 2013).
Dalam upaya lebih memantapkan pengetahuan yang telah diajarkan dan
diperoleh siswa, pengetahuan tersebut hendaknya diterapkan dalam berbagai
aspek kehidupan. Dengan kata lain, siswa diminta untuk menghubungkan
sebanyak mengkin pengetahuan yang diperolehnya. Salah satu model
pembelajaran yang memungkinkan terwujudnya hal tersebut adalah
pembelajaran berbasis proyek.
Adapun yang dimaksud dengan pembelajaran berbasis proyek ialah
salah satu cara pemberian pengalaman belajar dengan menghadapkan anak
dengan persoalan sehari-hari yang harus dipecahkan secara berkelompok
(Wena, 2009). Selanjutnya, dikatakan juga bahwa metode proyek bertujuan
untuk memantapkan pengetahuan yang diomiliki siswa, serta memungkinkan
siswa memperluas wawasan pengetahuannya dari suatu konsep. Dengan
demikian pengetahuan yang diperoleh siswa akan menjadi lebih berarti dan
kegiatan belajar mengajar akan menjadi lebih menarik

1

Sejumlah penelitian tentang penggunaan pembelajaran berbasis proyek telah dilakukan oleh beberapa peneliti. akan berakibat membosankan bagi siswa. membaca. Sebab dengan metode proyek guru dituntut untuk bekerja keras dan mengorganisir pelajaran yang menjadi proyek secara terencana. Morgil (2008). konsep diri. c. metode proyek masih sulirt dilaksanakan. terdapat 2010. Muthoharoh. Adami (2006). d. Sebab metode proyek menuntut siswa untuk mencari. kekurangan dalam pembelajaran berbasis proyek antara lain: a. juga kekurangan mengemukakan dalam beberapa pelaksanaannya. Bagi sekolah tingkat rendah (SD dan SMP). tentang implementasi pembelajaran berbasis proyek dalam lingkungan belajar yang fleksibel dengan menggunakan asesmen portofolio berhasil meningkatkan motivasi. Penyusun mengahdirkan suatu metode inovatif yang bernama metode “Show How’s Yours” atau disingkat dengan metode “SHY”. menerapkannya dalam melihat sikap siswa terhadap kimia. penyusun mencoba untuk meminimalisir kekurangan tersebut terutama dalam hal kesulitan guru dalam mengorganisir pelaksanaan pembelajaran dan mengontrol proses pelaksanaan proyek. Dilihat dari segi efektivitasnya. e. tenaga dan finansial. Tidak semua guru terbiasa dengan metode proyek. Fatmawati (2011) dalam penelitiannya menerapkan pembekalan kemampuan merancang proyek melalaui perkuliahan Mikrobiologi Berbasis Proyek yang ternyata dapat meningkatkan keterampilan berfikir kreatif siswa. diantaranya: penelitian oleh Dopplet (2003). Meskipun terdapat banyak keuntungan dari pelasaan pembelajaran berbasis proyek. memerlukan banyak fasilitas. b. dan sikap siswa dalam pembelajaran secara signifikan. organisasai sekolah menjadi tidak sederhana. memikirkan serta dapat memecahkan masalahnya sendiri. Maros (2004). Metode SHY ini 2 . Berdasarkan hasil penelitian tentang masih terdapatnya kekurangan dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek. Bila proyek diberikan terlalu banyak. Butter (2009) serta Mascoti dan Warner (2010) mengembangkan metode proyek untuk mengukur penguasaan konsep. Memerlukan perencanaan yang matang.

Kemudain guru dan keompok lain memberikan tanggapan. BAB II PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK 3 . dimana setiap kelompok siswa melaporkan pelaksanaan tugas proyeknya secara berkala dalam kurun waktu yang ditentukan bersama dengan menampilkan (show) kemajuan pelaksanaan tugas di depan kelas. B. masukan dan saran untuk perbaikan penyelesaian proyek. Tujuan Penyusunan Makalah Makalah ini berisi paparan mengenai metode inovatif bernama Show How’s Yours (SHY) sebagai metode dalam mengatasi kekurangan pada model pembelajaran berbasis proyek khususnya pada tahap Monitor the Students and the Progress of the Project.menitikberatkan pada cara penontrolan pelaksanan tugas.

Siswa melakukan eksplorasi. Selanjutnya. d. a. 2000). b. membuat keputusan. adanya permasalahan atau tantangan kompleks yang diajukan ke siswa. melakukan investigasi.DAN METODE “SHOW HOW’S YOURS” (SHY) A. kerja proyek memuat tugas-tugas yang kompleks berdasarkan kepada pertanyaan dan permasalahan yang yang sangat menantang dan menuntut siswa untuk merancang. Pembelajaran berbasis proyek merupakan investigasi mendalam tentang sebuah topik dunia nyata. c. sintesis. Ciri-ciri pembelajaran berbasis proyek menurut materi pelatihan kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh BPSDMPK dan PMP tahun 2013 adalah: a. serat memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja secara mandiri (Thomas. Pada materi pelatihan guru implementasi kurikulum 2013 untuk SMP/MTs yang diterbitkan oleh BPSDMPK dan PMP tahun 2013 menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis proyek adalah metode pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Melalui pembelajaran berbasis proyek. interpretasi. Pada saat pertanyaan terjawab. 4 . proses inquiry dimulai dengan memunculkan pertanyaan penuntun (a guiding question) dan membimbing siswa dalam sebuah proyek kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulum. memecahkan masalah. hal ini akan berharga bagi atensi dan usaha siswa. Kajian Tentang Pembelajaran Berbasis Proyek Pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada guru untuk mengelola pembelajaran di kelas dengan melibatkan proyek. Pembelajaran berbasis proyek merupakan metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata. penilaian. secara langsung siswa dapat melihat berbagai elemen utama sekaligus berbagai prinsip dalam sebuah disiplin yang sedang dikajinya. dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.

Topik penugasan sesuai dengan dunia nyata yang relevan untuk siswa. f. siswa secara berkala melakukan refleksi atas aktivitas yang sudah dijalankan. Penentuan Pertanyaan Mendasar (Start With the Essential Question). siswa mempelajari dan menerapkan keterampilan serta pengetahuan yang dimilikinya dalam berbagai konteks ketika mengerjakan proyek. pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial. c. siswa bekerja dalam tim kooperatif demikian juga pada saat mendiskusikannya dengan guru. produk akhir siswa dalam megerjakan proyek dievaluasi B. Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial yaitu pertanyaan yang dapat memberi penugasan kepada siswa dalam melakukan suatu aktivitas. b. keterampilan pribadi. dengan cara mengintegrasikan berbagai subjek yang mungkin. terdiri dari: a. menjadi individu yang bertanggungjawab. siswa mendesain proses penyelesaian permasalahan atau tantangan yang diajukan dengan menggunakan penyelidikan. Perencanaan berisi tentang aturan main. Mendesain Perencanaan Proyek (Design a Plan for the Project) Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara guru dan siswa. e. dan dimulai dengan sebuah investigasi mendalam.b. siswa mempraktekkan berbagai keterampilan yang dibutuhkan untuk kehidupan dewasa mereka dan karir (bagaimana mengalokasikan waktu. Langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Proyek Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek yang dikembangkan oleh The George Lucas Educational Foundation (2005). serta mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses untuk membantu penyelesaian proyek. d. belajar melalui pengalaman). Dengan demikian siswa diharapkan akan merasa “memiliki” atas proyek tersebut. 5 . g.

berusaha keras untuk menyelesaikan proyek. dibuat sebuah rubrik yang dapat merekam keseluruhan aktivitas yang penting. memberi umpan balik tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai siswa. Menguji Hasil (Assess the Outcome) Penilaian dilakukan untuk membantu guru dalam mengukur ketercapaian standar. (2) membuat deadline(batas waktu akhir) penyelesaian proyek. Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Proyek Menurut Moursund (dalam Wena. dan (5) meminta siswa untuk membuat penjelasan (alasan) tentang pemilihan suatu cara. d. e. berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing.c. Meningkatkan motivasi belajar siswa terbukti dari beberapa laporan penelitian tentang pembelajaran berbasis proyek yang menyatakan bahwa siswa sangat tekun. Menyusun Jadwal (Create a Schedule) Guru dan siswa secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek.masing siswa. Agar mempermudah proses monitoring. Aktivitas pada tahap ini antara lain: (1) membuat timeline (alokasi waktu) untuk menyelesaikan proyek. Dengan kata lain guru berperan menjadi mentor bagi aktivitas siswa. (3) membawa siswa agar merencanakan cara yang baru. guru dan siswa melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan. Monitoring dilakukan dengan cara menfasilitasi siswa pada setiap proses. membantu guru dalam menyusun strategi pembelajaran berikutnya. Memonitor siswa dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress of the Project) Guru bertanggungjawab untuk melakukan monitor terhadap aktivitas siswa selama menyelesaikan proyek. f. Proses refleksi dilakukan baik secara individu maupun kelompok. 2009) beberapa keuntungan dari pembelajaran berbasis proyek antara lain sebagai berikut: a. C. (4) membimbing siswa ketika mereka membuat cara yang tidak berhubungan dengan proyek. Mengevaluasi Pengalaman (Evaluate the Experience) Pada akhir pembelajaran. siswa 6 .

Dilihat dari segi efektivitasnya. Tidak semua guru terbiasa dengan metode proyek. Selain itu. Bila proyek diberikan terlalu banyak. baik dari guru dan siswa sehingga penerapannya tidak bisa secara instan c. Bagi sekolah tingkat rendah (SD dan SMP). Memerlukan perencanaan yang matang. tenaga dan finansial. Pembelajaran berbasis proyek yang diimplementasikan secara baik memberikan kepada siswa pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek dan membuat alokasi waktu. memikirkan serta dapat memecahkan masalahnya sendiri. memerlukan banyak fasilitas. Perlu perencanaan yang matang. Membuat siswa menjadi lebih aktif dan memecahkan problem-problem yang bersifat kompleks c. membaca. Rahmadani (2012) juga memaparkan beberapa kelemahan dari pembelajaran berbasis proyek. Beberapa kekeurangan dalam pembelajaran berbasis proyek antara lain: a. Sebab dengan metode proyek guru dituntut untuk bekerja keras dan mengorganisir pelajaran yang menjadi proyek secara terencana. d. 7 . Disamping memiliki sejumlah kelebihan. belum sepenuhnya mendukung anak untuk pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek. organisasai sekolah menjadi tidak sederhana. Proses evaluasi yang intensif dan harus berbasis proyek d. b. pembelajaran proyek juga memeiliki sejumlah kekurangan (Muthoharoh. Kurikulum yang ada disekolah. e.merasa lebih bergairah dalam pembelajaran. 2010). Sebab metode proyek menuntut siswa untuk mencari. metode proyek masih sulirt dilaksanakan. Meningkatkan dan mengembangkan keterampilan komunikasi siswa f. dan keterlambatan dalam kehadiran sangat berkurang b. yaitu: a. Memerlukan waktu yang relatif lama b. Memberi kesempatan kepada siswa untuk empraktekan apa yang telah dipelajari d. Meningkatkan keterampilan siswa dalam mencari dan mendapatkan informasi e. c. akan berakibat membosankan bagi siswa.

pembelajaran berbasis proyek memuat tugas yang kompleks berdasarkan kepada pertanyaan yang sangat menantang dan menuntut siswa untuk merancang. metode proyek masih sulit dilaksanakan. D. Metode ini hadir sebagai alternatif kegiatan untuk mengatasi kelemahan pembelajaran berbasis proyek berdasarkan studi pustaka yang penyusun lakukan dilakukan dan berdasarkan kelemahan temuan hasil-hasil penelitian terdahulu. Selain itu. melakukan observasi serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kerja secara mandiri. Metode SHY (Show How’s Yours) Karya inovasi pembelajaran berupa penggunaan metode Show How’s Yours (SHY) ini dihadirkan sebagai salah satu metode inovatif dalam mengontrol terlaksananya tahapan pada pembelajaran berbasis proyek terutama pada tahap Memonitor siswa dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress of the Project). dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis proyek merupakan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyalurkan. mengembangkan dan meningkatkan kreativitas mereka. membaca. Sebab metode proyek menuntut siswa untuk mencari. 2010). Sebab dengan metode proyek guru dituntut untuk bekerja keras dan mengorganisir pelajaran yang menjadi proyek secara terencana (Muthoharoh. 2012) 8 . membuat keputusan. Masih terdapat siswa yang tidak bisa bekerja sama dengan siswa lainnya sehingga kerja kelompok berjalan kurang efektif. Kekurangan yang coba di minimalisir melalui penggunaan metode SHY yaitu: 1. Bagi sekolah tingkat rendah (SD dan SMP). karakteristik dan keunggulan pembelajaran berbasis proyek. 2010). 2. Masih terdapat siswa yang tidak bisa bekerja sama dengan siswa lainnya sehingga kerja kelompok berjalan kurang efektif (Rahmadani.. memikirkan serta dapat memecahkan masalahnya sendiri (Muthoharoh. 3. Berdasarkan definisi. Tidak semua guru terbiasa dengan metode proyek.e.

Kerjasama antar siswa terjalin semakin erat. Kemampuan berkomunikasi siswa akan meningkat. masalah.4. diantaranya: 9 . masalah yang muncul. Metode ini memberikan manfaat bagi siswa maupun bagi guru sendiri. dan apakah seluruh siswa terlibat dalam pengerjaan tugas tersebut Metode ini memungkinkan pelaksanaan proyek siswa dikontrol secara berkelanjutan. dan ide-ide tersebut di tempel pada media pajang yang dimiliki masing-masing kelompok. Pelaksanaan penampilan (show) dilakukan 15 menit sebelum atau setelah kegiatan pembelajaran. 3. dengan pelaporan berkala yang dilakukan oleh siswa/kelompok siswa atas kemajuan. foto kemajuan pembuatan alat jika proyek berupa pembuatan alat dan sebagainya). Pelaksanaan Metode SHY dalam pengontrolan pembelajaran berbasis proyek diharapkan dapat memberikan manfaat bagi guru. dan temuan kelompoknya. Salah satu alasannya karena pada saat ‘show’ siswa dalam kelompoknya bergiliran memaparkan kemajuan. Dari kerjasama tersebut diharapkan terjadi transfer pengetahuan antar teman sebaya yang akan berdampak positif pada kegiatan pembelajaran. dan ide-ide yang ditemukan selama proses pengerjaan proyek. Foto kegiatan. Bagi siswa. karena tiap pertemuan pembelajaran pada tema tertentu harus menampilkan kemajuan pelaksanaan proyeknya. siswa/kelompok siswa menyajikan kemajuan pelaksanaan tugas berupa foto kegiatan dalam penyelesaian proyek (misal foto pada saat diskusi kelompok. masalah. dengan pelaksanaan metode SHY dapat memberikan manfaat sebagai berikut: 1. masalah yang muncul. Kesulitan mengontrol pelaksanakan proyek apakah dilakukan oleh siswa sendiri apakah dengan bantuan orang lain. Dengan metode ini. Siswa merasa ‘memiliki’ pada tugas kelompoknya dan akan berusaha menyelesaikan tugas proyeknya sebaik mungkin. serta ide dalam penyelesaian proyek. 2.

2. Pelaksanaan proyek akan sesuai dengan tugas dan tujuan awal . Pelaksanaan “Show” pada setiap pertemuan pembelajaran (misalnya digunakan waktu 15 menit pada setiap akhir kegiatan pembelajaran) pada tema dimana tugas proyek diberikan. Penampilan siswa ketika ‘show’ bisa dijadikan sebagai bukti proses untuk penilaian portofolio siswa. Disediakan media (misalnya stereofoam) untuk setiap kelompok sebagai media untuk memajang kemajuan pelaksanaan proyek (ajang “show”) yang akan digunakan sebagai alat untuk memantau perkembangan penyelesian tugas 10 . Misalnya proyek diberikan pada tema tertentu yang kegiatan pembelajarannya selesai selama lima kali tatap muka. karena setiap pertemuannya masing-masing kelompok harus menampilkan kemajuan pelaksanaan proyeknya. apakah semua siswa terlibat dalam pengerjaan proyek. Sebagai sarana untuk merefleksi kemajuan pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek. 4. guru mengetahui sejauh mana keterlaksanaan proyek. 2. Memudahkan guru dalam melakukan penilaian proses. serta mengetahui kesulitan siswa. Pendahuluan Guru sebelumnya memberikan tugas berupa proyek yang harus diselesaikan sekelompok siswa sesuai dengan tahapan pelaksanaan model pembelajaran berbasis proyek yaitu membuat makalah mengenai penerapan konsep tekanan dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan metode ini membantu guru dalam melakukan pengontrolan pelaksaan tugas proyek yang dilakukan siswa.1. E. Pelaksanaan Metode SHY 1. 3. Alur Pelaksanaan Metode SHY 1. dan memudahkan guru memberikan penilaian kepada masing-masing siswa.

BAB III PENUTUP A. catatan kemajuan dan kesulitan selama penyelesaian tugas serta ide. Dilakuan diskusi kelas untuk membahas kemajuan tiap kelompok dalam penyelesaian tugas. guru memberikan masukan pada setiap kelompok dan menginformasikan tentang hal apa saja yang harus ditampailkan pada kegiatan show kemajuan perkembangan penyelesaian proyek pada pertemuan yang akan datang. dan temuan dalam pelaksanaan tugas. 3. Kesimpulan 11 . Penutup Setelah proses diskusi berlangsung.ide baru yang berkaitan dengan penyempurnaan tugasnya. Penjelasan dilakukan oleh anggota kelompok yang berbeda setiap pelaksanaan “show” tersebut. masalah. Setiap anggota kelompok bergiliran menjelaskan kemajuan. Setiap kelompok menempelkan kemajuan penyelesaian tugas berupa foto pelaksanakan kegiatan pembuatan proyek. 4. 3.2.

masalah. diharapkan kekurangan pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek yang salah satunya terletak pada susahnya melakukan pengontrolan dapat diatasi dengan optimal. Selain itu. Melalui metode ini. Dengan penggunaan metode ini. mengembangkan dan meningkatkan kreativitas mereka. membuat keputusan. B.. DAFTAR PUSTAKA 12 . Saran 1. Model Pembelajaran berbasis proyek merupakan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyalurkan. melakukan observasi serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kerja secara mandiri. pembelajaran berbasis proyek memuat tugas yang kompleks berdasarkan kepada pertanyaan yang sangat menantang dan menuntut siswa untuk merancang. Metode SHY (Show How’s Yours) merupaka nmetode inovatif dalam mengontrol pelaksanaan model pembelajaran berbasis proyek. Untuk menerapkan pembelajaran berbasis proyek perlu diperhatikan hal yang terkait dengan perencanaan yang matang dalam pengalokasian waktu untuk pengerjaan proyek agar pembelajaran berbasis proyek menjadi optimal 2. dan ide-ide yang ditemukan selama proses pengerjaan proyek. pelaksanaan proyek oleh siswa atau kelompok siswa dapat dikontrol secara berkelanjutan. dengan pelaporan berkala yang dilakukan oleh siswa/kelompok siswa atas kemajuan. Dalam pembuatan silabus perlu difikirkan untuk menyisipkan model pembelajaran yang dapat mendukung dan memfasilitasi berkembangnya kompetensi yang komprehensif salah satunya dengan pembelajaran berbasis proyek.

Pembelajaran Berbasis Proyek untuk meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan penguasaan Konsep Siswa SMK pada Pemisahan Campuran. P.com/2010/02/03/metode-proyek-projectmethod Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013. Inquiry. (2003). Dan Warner. 81. Disertasi Doktor Ilmu Pendidikan dan Bidang Ilmu Pengetahuan Alam UPI Bandung. I. Tesis UPI Bandung. Sri. (2010). Journal of Chemistry Education. 124-132. B. tidak diterbitkan. Muthoharoh. 735-738. (2004). “Class Project in Physical Organic Chemistry: The Hydrolysis of Aspirin’. 13 . (2010). Kemdikbub. International Journal oF Technology and Design Edition. Implementasi Kurikulum. “ Effects of Project. Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013. P. “Complementary Spestoscopic Assays for Investigating Protein-Ligand Binding Activity: A project for The Advanced Chemistry Laboratory”. BPSDMPK dan PMP: Jakarta Maros. The effect of Web-Based Project Application on Students Attitudes Towards Chemistry’. Tersedia: http://alhafizh84. Y. and Lecture-Demonstration Teaching Methods on Senior Secondary Students Achievement in Separation Mixtures Practical Test’. (7). 2013. (2007). 87. Lampiran IV. (2011). Implementation and Asessment of Project-Based Learning in a Flexible environtment. D.Dopplet.J. Pembekalan Kemampuan Merancang Proyek untuk Meningkatkan Keterampilan Berfikir Kreatif Mahasiswa Melalui Perkuliahan Mikrobiologi Berbasis Proyek.S.: Jakarta Rahmadani. M. Pedoman Umum Pembelajaran. Journal of Education Research and Review vol 2 (6).wordpress. [Online]. Journal of Chemistry Education. Morgil. Sola dan Ojo. (2008). Journal of Distance Education-TODJE Volume 9. tidak diterbitkan. 255-272. H. Metode Proyek (Project Method). 870-873. (2012). (6). Fatmawati. pp. Mascotti. 13.

[Online]. (2005). Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer.edutopia. Tersedia di: http://www. J.php Thomas. [Online]. Instructional Module Project Based Learning.W. (2000). (2013).php/site/RE/pbl_research/29 Wena.The George Lucas Educational Foundation.org/modules/PBL/whatpbl. A review Research on Project-Based Learning. Tersedia di. M. Jakarta: Bumi Aksara 14 .org/index. http://bie.