Anda di halaman 1dari 7

DIAGNOSIS

Diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
klinis dengan menggunakan slit lamp dan pemeriksaan laboratorium. Anamnesis pasien
penting pada penyakit kornea, sering dapat diungkapkan adanya riwayat trauma, benda
asing, abrasi, adanya riwayat penyakit kornea yang bermanfaat, misalnya keratitis akibat
infeksi virus herpes simplek yang sering kambuh. Hendaknya pula ditanyakan riwayat
pemakaian obat topikal oleh pasien seperti kortikosteroid yang merupakan predisposisi
bagi penyakit bakteri, fungi, virus terutama keratitis herpes simplek. Juga mungkin
terjadi imunosupresi akibat penyakit sistemik seperti diabetes, AIDS, keganasan, selain
oleh terapi imunosupresi khusus.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan gejala obyektif berupa adanya injeksi siliar, kornea
edema, terdapat infiltrat, hilangnya jaringan kornea. Pada kasus berat dapat terjadi iritis yang
disertai dengan hipopion.
Disamping itu perlu juga dilakukan pemeriksaan diagnostik seperti :
 Ketajaman penglihatan
 Tes refraksi
 Tes air mata
 Pemeriksaan slit-lamp (melihat dasar, batas, dinding dan warna dari ulkus,
desematokel dan hipopion)
 Keratometri (pengukuran kornea)
 Respon reflek pupil
 Pewarnaan kornea dengan zat fluoresensi.

Gambar 1. Kornea ulcer dengan fluoresensi

 Goresan ulkus untuk analisa atau kultur (pulasan gram, giemsa atau KOH)
Pada jamur dilakukan pemeriksaan kerokan kornea dengan spatula kimura dari
dasar dan tepi ulkus dengan biomikroskop dilakukan pewarnaan KOH, gram atau
Giemsa. Lebih baik lagi dengan biopsi jaringan kornea dan diwarnai dengan
periodic acid Schiff. Selanjutnya dilakukan kultur dengan agar sabouraud atau agar
ekstrak maltosa.

tidak terdapat reaksi obat dan perlunya obat sistemik. . pasien tidak dapat memberi obat sendiri. diberikan obat tetes mata yang mengandung antibiotik. Pewarnaan gram ulkus kornea bakteri akantamoeba PENATALAKSANAAN 4 Ulkus kornea adalah keadan darurat yang harus segera ditangani oleh spesialis mata agar tidak terjadi cedera yang lebih parah pada kornea.Pewarnaan gram ulkus kornea herpes simplex Gambar 4. Pengobatan pada ulkus kornea tergantung penyebabnya. Pewarnaan gram ulkus kornea bakteri Gambar 6. anti virus.Gambar 2. anti jamur. Pewarnaan gram ulkus kornea fungi Gambar 3. sikloplegik dan mengurangi reaksi peradangan dengann steroid.Pewarnaan gram ulkus kornea herpes zoster Gambar 5. Pasien dirawat bila mengancam perforasi.

tetapi jangan sampai melebihi 39. Infeksi pada mata harus diberikan :  Sulfas atropine sebagai salap atau larutan. konstriktor pupil. Lesi kornea sekecil apapun harus diperhatikan dan diobati sebaik-baiknya. siliaris dan M. terjadi midriasis sehinggga sinekia posterior yang telah ada dapat dilepas dan mencegah pembentukan sinekia posterior yang baru . Penatalaksanaan ulkus kornea di rumah 1. siliaris mata tidak mempunyai daya akomodsi sehingga mata dalan keadaan istirahat. secepatnya untuk melepaskannya 2.5°C. Mencegah penyebaran infeksi dengan mencuci tangan sesering mungkin dan mengeringkannya dengan handuk atau kain yang bersih 4. yang tidak sembuh dengan pengobatan biasa. - Dekongestif. konstriktor pupil. menghilangkan rasa sakit. Dengan lumpuhnya M. Jangan memegang atau menggosok-gosok mata yang meradang 3. Berikan analgetik jika nyeri b. udara yang baik. dapat diberikan vaksin tifoid 0. pemberian roboransia yang mengandung vitamin A. Akibat kenaikan suhu tubuh ini diharapkan bertambahnya antibodi dalam badan dan menjadi lekas sembuh. Pengobatan konstitusi Oleh karena ulkus biasannya timbul pada orang dengan keadaan umum yang kurang dari normal. Pengobatan lokal Benda asing dan bahan yang merangsang harus segera dihilangkan. gigi atau tempat lain harus segera dihilangkan. Jika memakai lensa kontak. menurunkan tanda-tanda radang. Dengan penyuntikan ini suhu badan akan naik. Kebanyakan dipakai sulfas atropine karena bekerja lama 1-2 minggu. Dengan lumpuhnya M. - Menyebabkan paralysis M. 2. Penatalaksanaan medis 1. tenggorok. vitamin B kompleks dan vitamin C.a. Konjungtuvitis. Infeksi lokal pada hidung. maka keadaan umumnya harus diperbaiki dengan makanan yang bergizi. dakriosistitis harus diobati dengan baik. lingkungan yang sehat. Pada ulkus-ulkus yang disebabkan kuman yang virulen.1 cc atau 10 cc susu steril yang disuntikkan intravena dan hasilnya cukup baik. Efek kerja sulfas atropine : - Sedatif. telinga.

Jamur berfilamen : topikal amphotericin B. Untuk menghindari penjalaran ulkus dapat dilakukan : 1. thiomerosal. PAA. Pada pengobatan ulkus sebaiknya tidak diberikan salap mata karena dapat memperlambat penyembuhan dan juga dapat menimbulkan erosi kornea kembali. 2. Perban tidak seharusnya dilakukan pada lesi infeksi supuratif karena dapat menghalangi pengaliran sekret infeksi tersebut dan memberikan media yang baik terhadap perkembangbiakan kuman penyebabnya. Natamicin. ARA-A. anti biotik spektrum luas untuk infeksi sekunder analgetik bila terdapat indikasi.  Antibiotik Anti biotik yang sesuai dengan kuman penyebabnya atau yang berspektrum luas diberikan sebagai salap. sikloplegik. Skopolamin sebagai midriatika. Thiomerosal 10 mg/ml. 5 mg/ml. interferon inducer.  Analgetik. Untuk herpes simplex diberikan pengobatan IDU. Natamycin > 10 mg/ml. Natamicin. Imidazol 4. Perban memang diperlukan pada ulkus yang bersih tanpa sekret guna mengurangi rangsangan. Imidazol 3. dapat diberikan tetes pantokain. Kauterisasi . Untuk menghilangkan rasa sakit. tetes atau injeksi subkonjungtiva. Ragi (yeast) : amphotericin B.  Anti jamur Terapi medika mentosa di Indonesia terhambat oleh terbatasnya preparat komersial yang tersedia berdasarkan jenis keratomitosis yang dihadapi bisa dibagi : 1. Jenis jamur yang belum diidentifikasi penyebabnya : topikal amphotericin B 1. atau tetrakain tetapi jangan sering-sering. Actinomyces yang bukan jamur sejati : golongan sulfa. golongan Imidazole 2. berbagai jenis anti biotik  Anti Viral Untuk herpes zoster pengobatan bersifat simtomatik diberikan streroid lokal untuk mengurangi gejala.

antibiotic dan balut yang kuat Bila terjadi perforasi dengan prolaps iris yang telah berlangsung lama.Ulkus kornea perforasi. Keratoplasti . Gambar 7.a) Dengan zat kimia : Iodine. Kalau sudah sembuh flap konjungtiva ini dapat dilepaskan kembali. Antibiotik diberikan juga secara sistemik. Penutupan ulkus dengan flap konjungtiva. larutan murni asam karbolik. jaringan iris keluar dan menonjol. Pengerokan epitel yang sakit Parasentesa dilakukan kalau pengobatan dengan obat-obat tidak menunjukkan perbaikan dengan maksud mengganti cairan coa yang lama dengan yang baru yang banyak mengandung antibodi dengan harapan luka cepat sembuh. 2. Segera berbaring dan jangan melakukan gerakangerakan. 3. dengan melepaskan konjungtiva dari sekitar limbus yang kemudian ditarik menutupi ulkus dengan tujuan memberi perlindungan dan nutrisi pada ulkus untuk mempercepat penyembuhan. kita obati seperti ulkus biasa tetapi prolas irisnya dibiarkan saja. Bila seseorang dengan ulkus kornea mengalami perforasi spontan berikan sulfas atropine. maka dapat dilakukan :  Iridektomi dari iris yang prolaps  Iris reposisi  Kornea dijahit dan ditutup dengan flap konjungtiva  Beri sulfas atripin. larutan murni trikloralasetat b) Dengan panas (heat cauterisasion) : memakai elektrokauter atau termophore. antibiotik dan balut yang kuat. sampai akhirnya sembuh menjadi leukoma adherens. infiltrat pada kornea ditepi perforasi. Dengan instrumen ini dengan ujung alatnya yang mengandung panas disentuhkan pada pinggir ulkus sampai berwarna keputih-putihan. Bila perforasinya disertai prolaps iris dan terjadinya baru saja.

atau pada keadaan kelopak mata tidak bisa menutup sempurna. Keratoplasti PENCEGAHAN 7 Pencegahan terhadap ulkus dapat dilakukan dengan segera berkonsultasi kepada ahli mata setiap ada keluhan pada mata. Sering kali luka yang tampak kecil pada kornea dapat mengawali timbulnya ulkus dan mempunyai efek yang sangat buruk bagi mata. Indikasi keratoplasti terjadi jaringan parut yang mengganggu penglihatan. serta memenuhi beberapa kriteria yaitu : 1. kekeruhan kornea yang menyebabkan kemunduran tajam penglihatan. gunakan tetes mata agar mata selalu dalam keadaan basah - Jika memakai lensa kontak harus sangat diperhatikan cara memakai dan merawat lensa tersebut. Gambar 8. 3.Keratoplasti adalah jalan terakhir jika urutan penatalaksanaan diatas tidak berhasil. Kemunduran visus yang cukup menggangu aktivitas penderita 2. Kelainan kornea yang tidak disertai ambliopia. - Lindungi mata dari segala benda yang mungkin bisa masuk kedalam mata - Jika mata sering kering. KOMPLIKASI Komplikasi yang paling sering timbul berupa:  Kebutaan parsial atau komplit dalam waktu sangat singkat  Kornea perforasi dapat berlanjut menjadi endoptalmitis dan panopthalmitis  Prolaps iris  Sikatrik kornea  Katarak  Glaukoma sekunder PROGNOSIS . Kelainan kornea yang mengganggu mental penderita.

Penyembuhan yang lama mungkin juga dipengaruhi ketaatan penggunaan obat. 2009 Anonymous. maka prognosisnya menjadi lebih buruk. Edisi 17. Dalam hal ini. Edisi ketiga FKUI. 2004 . dan ada tidaknya komplikasi yang timbul. Sidarta. Ulkus kornea yang luas memerlukan waktu penyembuhan yang lama.Prognosis ulkus kornea tergantung pada tingkat keparahan dan cepat lambatnya mendapat pertolongan. tetapi pada ulkus yang besar. migrasi sekeliling sel epitel yang dilanjutkan dengan mitosis sel dan pembentukan pembuluh darah dari konjungtiva. 2007-04-14 Ilyas. Ulkus kornea dapat sembuh dengan dua metode. jenis mikroorganisme penyebabnya. apabila tidak ada ketaatan penggunaan obat terjadi pada penggunaan antibiotika maka dapat menimbulkan resistensi. Jakarta. Ulkus superfisial yang kecil dapat sembuh dengan cepat melalui metode yang pertama.com. Dikutip dari www. Vaughan D. karena jaringan kornea bersifat avaskular. Widya Medika. Jakarta. perlu adanya suplai darah agar leukosit dan fibroblas dapat membentuk jaringan granulasi dan kemudian sikatrik.HealthCare. Corneal Ulcer. Ulkus kornea dapat membaik setiap harinya dan harus disembuhkan dengan pemberian terapi yang tepat. Semakin tinggi tingkat keparahan dan lambatnya mendapat pertolongan serta timbulnya komplikasi. Opthalmologi Umum. Ilmu Penyakit Mata.