Anda di halaman 1dari 30

Kelompok 5

TRILIYANI UTAMI
RIZKA MUTIARA
RENDRA AULIA PRATAMA
BAYU LINGGA
SYAIFULLAH AZIZ
MHD. HAFIS DISKA

METODE EKSPLORASI
LANGSUNG
Pengamatan dapat dilakukan dengan
kontak visual dan fisik dengan kondisi
permukaan/bawah permukaan,
terhadap endapan yang dicari, serta
dapat dilakukan deskripsi
megaskopis/mikroskopis, pengukuran,
dan sampling terhadap objek yang
dianalisis.

ASPEK METODE EKSPLORASI
LANGSUNG
PEMETAAN GEOLOGI/ALTERASI

TRACING FLOAT, PARITAN DAN SUMUR UJI

SAMPLING

PEMBORAN EKSPLORASI DAN SAMPLING PEMBORAN

PEMETAAN GEOLOGI ALTERASI Kegiatan pendataan informasi-informasi geologi permukaan dan menghasilkan suatu bentuk laporan berupa peta geologi yang dapat memberikan gambaran mengenai penyebaran dan susunan batuan (lapisan batuan). . serta memuat informasi gejala-gejala struktur geologi yang mungkin mempengaruhi pola penyebaran batuan pada daerah tersebut.

Pada tahapan eksplorasi lanjut s/d detail. sedangkan penentuan posisi dilakukan dengan menggunakan alat ukur permukaan . serta penentuan posisi melalui orientasi lapangan atau dengan cara tali-kompas.Pada tahapan eksplorasi awal. uji parit. pengamatan singkapan dapat diperluas dengan menggunakan metode-metode lain seperti uji sumur. maupun bor tangan atau auger. pengumpulan data (informasi singkapan) dapat dilakukan dengan menggunakan palu dan kompas geologi.

SINGKAPAN Singkapan dapat ditemukan pada puncak bukit. Struktur geologi. deskripsi singkapan . bukaan-bukaan.  Kegiatan yang dilakukan berupa pengukuran & pemangamatan: Strike & dip. aliran sungai. dinding lembah.

• digunakan sebagai dasar dalam melakukan korelasi (interpretasi) batas satuan-satuan litologi . dengan tujuan dapat memperoleh variasi litologi (batuan) • 2 tipe lintasan: terbuka dan tertutup. sedangkan lintasan tertutup bersifat loop (titik awal dan titik akhir sama). Lintasan terbuka mempunyai titik awal dan titik akhir yang tidak sama.Lintasan (traverse) • lintasan-lintasan yang dibuat pada aliran-aliran sungai atau jalur-jalur kikisan yang memotong arah umum perlapisan.

Interpretasi dan informasi data • Posisi atau letak singkapan (batuan. • Struktur geologi yang mempengaruhi kondisi geologi daerah. arah. dan bentuk permukaan dari endapan. . atau batubara. • Variasi. kontak. kedudukan. dan ketebalan satuan litologi (stratigrafi atau formasi). • Penyebaran. atau batubara). • Penyebaran dan pola alterasi yang ada. urat. bijih.

Paritan. Akibat adanya gaya gravitasi dan aliran air. Titik-titik (lokasi) pengambilan float. Peta jaringan sungai. 2. Lokasi dimana float mulai hilang. Titik-titik informasi kuantitas dan kualitas float.Tracing Float. Titik-titik informasi dimana float termineralisasi / tidak termineralisasi. dan Sumur Uji  Float adalah fragmen-fragmen atau pecahan-pecahan (potongan-potongan) dari badan bijih yang lapuk dan tererosi. Informasi-informasi yang perlu diperhatikan adalah : 1. 4.  . 3. 5. maka float ini ditransport ke tempat-tempat yang lebih rendah (ke arah hilir).

ketebalan lapisan.Trenching (pembuatan paritan) • Paritan uji dilakukan dengan cara menggali tanah penutup dengan arah relatif tegak lurus bidang perlapisan (terutama pada endapan berlapis). jurus bidang perlapisan. serta dapat sebagai lokasi sampling. karakteristik perlapisan (ada split atau sisipan). kemiringan lapisan. zona alterasi. zona mineralisasi (untuk bijih) . • Informasi yang diperoleh antara lain .

Sketsa lokasi pembuatan paritan pada garis singkapan batubara .

variasi litologi atap dan lantai. ketebalan lapisan. Pada umumnya suatu deretan (series) sumur uji dibuat searah jurus. zona residual.Test pit (sumur uji) • Merupakan salah satu cara dalam pencarian endapan atau pemastian kemenerusan lapisan dalam arah vertikal. sehingga pola endapan dapat dikorelasikan dalam arah vertikal dan horisontal. Pembuatan sumur uji ini dilakukan jika dibutuhkan kedalaman yang lebih (> 2. zona lateritik) pada endapan pelupuk . • Informasi yang didapat: kemenerusan lapisan dalam arah kemiringan.5 m). dan karakteristik variasi endapan secara vertikal pada endapan berlapis dan batas-batas zona lapisan (zona tanah.

Sketsa pembuatan sumur uji (Chaussier et al.. 1987) .

Selama fase eksplorasi sampling dilakukan pada badan bijih (mineable thickness) Selama fase evaluasi. Proses pengambilan conto tersebut disebut sampling (pemercontoan). sampling tetap . tapi juga pada daerahdaerah di sekitar endapan (kestabilan lereng dan metode penambangan).METODE SAMPLING     Conto sebagai sekumpulan material yang dapat mewakili jenis batuan. atau badan bijih (endapan) dalam arti kualitatif dan kuantitatif dengan pemerian (deskripsi) termasuk lokasi dan komposisi dari batuan. sampling dilakukan tidak hanya pada zona endapan. formasi. formasi. Sedangkan selama fase eksploitasi. atau badan bijih (endapan) tersebut.

 Secara umum. dalam pemilihan metode sampling perlu diperhatikan karakteristik endapan yang akan diambil contonya. Bentuk keterdapatan dan morfologi endapan akan berpengaruh pada tipe dan kuantitas sampling. stratiform. sedimen dan porfiri . 4 tipe endapan: endapan berbentuk urat.

MACAM-MACAM METODE SAMPLING • Grab sampling dengan cara mengambil bagian (fragmen) yang berukuran besar dari suatu material (baik di alam maupun dari suatu tumpukan) yang mengandung mineralisasi secara acak (tanpa seleksi yang khusus). dan umum dilakukan pada semua fase kegiatan (eksplorasi sampai dengan pengolahan) • Chip sampling dengan cara mengumpulkan pecahan batuan (rock chip) yang dipecahkan melalui suatu jalur (dengan lebar  15 cm) yang memotong zona mineralisasi dengan menggunakan palu atau pahat • Channel sampling dengan membuat alur (channel) sepanjang permukaan yang memperlihatkan jejak bijih (mineralisasi) . • Bulk Sampling dengan cara mengambil material dalam jumlah (volume) yang besar.

1987) .PREPARASI CONTO pengurangan bobot conto dapat mengikuti persamaan berikut (Carras op cit. 1997) : dimana : RW = berat conto yang dikurangi OW = berat conto awal D1 = diameter partikel yang dikurangi D2 = diameter partikel awal Prosedur umum (coning & quartering) preparasi conto untuk analisis laboratorium dan dokumentasi (Chaussier et al.. Annels.

yaitu : 1. yang digunakan jika interval pengambilan conto seragam dan homogenitas dari masing-masing interval diasumsikan tinggi (besar). Pembobotan aritmetik sederhana.PENENTUAN KADAR CONTO 2 (dua) metode pembobotan dalam penentuan kadar. Persamaan : .

Pembobotan oleh: Tebal  Luas  volume  SG (specific gravity)  .2.

PEMBORAN EKSPLORASI  Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mineralisasi dari permukaan sebaik mungkin.  mineralogi batuan samping dan badan bijih. namun demikian kegiatan pemboran dapat dihentikan jika telah dapat mengetahui gambaran geologi permukaan dan mineralisasi bawah permukaan secara menyeluruh.  Hasil yang diharapkan dari pemboran eksplorasi:  identifikasi struktur geologi.  geometri endapan. .  sifat fisik batuan samping dan badan bijih. sampling. dll.

percussive drilling. Fluida bor pada umumnya berfungsi untuk : a) pendingin mata bor. d) melindungi dinding lubang bor dari runtuhan. c) mengangkat sludge ke atas. b) pelumas. . lumpur atau campuran air dan lumpur. air. dan rotary-percussive drilling • Fluida bor yang sering digunakan dalam suatu operasi pemboran dapat berupa udara. yaitu rotary drilling.• Mekanisme pemboran dibagi menjadi tiga jenis.

maka dapat dievaluasi kembali konsep dan prediksi geologi (interpretasi) yang telah ada sebelumnya. Lay out penampang pemboran (Annels. 1991) . Dengan melakukan pemboran.PERENCANAAN DAN POLA PEMBORAN Metode pemboran yang digunakan bergantung kepada asumsi letak dan ketebalan target yang akan dibor berdasarkan pada informasi/data permukaan yang diperoleh.

METODE PEMBORAN Pemboran auger adalah bor tangan dengan tangkai yang dilengkapi spiral untuk membawa material halus ke permukaan. Jenis: Down-the-hole hammer drills & Top hammer drills Reverse circulation digunakan untuk material sedimen yang tidak terkonsolidasi seperti pada endapan aluvial. Conto dapat dikumpulkan dengan cepat dan kadar kontaminasinya sedikit. biasanya digunakan untuk endapan plaser Rotary drilling metode pemboran non-coring dan tidak sebanding jika pemboran dilakukan pada batuan dengan kekerasan halus-sedang Percussive drilling Pada dasarnya alat ini menggunakan kompresor udara dan ukurannya bervariasi dari kecil (bor tangan) sampai alat bor besar dengan rata-rata kedalaman pemboran ratusan meter. .

Skema Beberapa Metode Pemboran .

PEMBORAN INTI • Drill bit Bentuk mata bor ini terdiri dari butiran sintetik halus dengan kadar intan tanpa semen metalik yang memiliki karatan tertentu • Core barrel Inti bor diperoleh dari perputaran mata bor dan kemudian didorong ke core barrel oleh perputaran tabung • Sirkulasi Bertujuan untuk memberi pelumasan pada mata bor. mendinginkannya dan melepaskan hancuran batuan yang menempel pada permukaan mata bor • Casing digunakan untuk menutupi atau menguatkan permukaan lubang bor .

dan informasi dari hasil pemboran. Pada bagian ini akan lebih ditekankan pada pengamatan geologi. . inti bor atau sludge. geofisika bawah permukaan.3 SAMPLING DAN INFORMASI DARI PEMBORAN Informasi dari lubang bor dapat diperoleh dari beberapa sumber : batuan.4.

5. baik model 2-D maupun 3-D. INTERPRETASI DAN KOMPILASI DATA Dapat berupa peta-peta atau penampang (profil) Hasil kompilasi data pemetaan geologi atau alterasi: peta penyebaran batuan/struktur atau alterasi. serta penampang geologi/struktur atau alterasi Data-data dari uji sumuran dan paritan umumnya digunakan untuk melengkapi data penyebaran singkapan kompilasi data bawah permukaan hasil pemboran dapat dibuat penampang melintang untuk menggambarkan penyebaran dan model suatu endapan atau badan bijih. .

1978) .Penampang melintang diagramatik dari potongan jalan raya di Kentucky timur menunjukkan zona urutan transisi yang terbentuk antara lingkungan dataran bawah dan atas hasil interpretasi observasi singkapan (Peters.

TERIMAKASIH .

penerapan alat-alat stratigrafi . penjelasan gambar Nanda Purnawarman : Dalam pembuatan lintasan alatalat apa saja yang digunakan.Pertanyaan      Dicky Maryand : deskripsi megaskopis dan mikroskopis Dendi Faisyal P : Bagaimana teknis yang dilakukan pada pemetaan geologi dan data apa saja yang diambil Roro Rasi P : Apakah keduda lintasan saat eksplorasi digunakan dan kapan digunakannya antara keduanya jelaskan beserta gambar Milia Putri : apa maksud dari layout pemboran.