Anda di halaman 1dari 12

I.

Pengkajian
a. Data demografi
1) Biodata pasien
Nama pasien
Umur
Agama
Jenis kelamin
Status
Pendidikan
Pekerjaan
Suku bangsa
Alamat
Tanggal masuk
Tanggal pengkajian

: Tn. A
: 35 tahun
: Tidak dikaji
: Laki-laki
: Tidak dikaji
: Tidak dikaji
: Tidak dikaji
: Tidak dikaji
: Tidak dikaji
: Tidak dikaji
: Tidak dikaji

b. Status kesehatan
1) Riwayat kesehatan sekarang
Alasan masuk rumah sakit

: klien mengeluh penglihatan kabur

setelah mengalami benturan pada matanya saat bekerja
Keluhan utama
: penglihatan kabur
Riwayat keluhan utama
: klien mengalami benturan pada
matanya saat bekerja, merasakan tidak dapat melihat disisi samping, dan
selalu melihat ada pelangi saat melihat lampu yang terang
2) Riwayat kesehatan lalu
Penyakit yang pernah diderita
: tidak dikaji
Pernah dirawat
: tidak dikaji
Alergi
: tidak dikaji
Kebiasaan (merokok/kopi/alkohol)
: tidak dikaji
3) Riwayat kesehatan keluarga
: tidak dikaji
4) Diagnosa medis
: Glaukoma
c. Pola kebutuhan dasar (Data Bio-psiko-sosio-kultural-spiritual)
1) Pola persepsi dan manajemen kesehatan
: Tidak dikaji
2) Pola nutrisi-metabolik
Sebelum sakit
: Tidak dikaji
Saat sakit
: Tidak dikaji
3) Pola eliminasi
- BAB
Sebelum sakit
: Tidak dikaji
Saat sakit
: Tidak dikaji
- BAK
Sebelum sakit
: Tidak dikaji
Saat sakit
: Tidak dikaji
4) Pola aktivitas dan latihan
Aktivitas
: Tidak dikaji

Sebelum sakit Saat sakit 5) Pola kognitif dan persepsi 6) Pola konsep diri 7) Pola tidur dan istirahat Sebelum sakit Saat sakit 8) Pola peran hubungan 9) Pola seksual-reproduksi Sebelum sakit Saat sakit 10) Pola toleransi stress-koping 11) Pola nilai kepercayaan : Tidak dikaji : Tidak dikaji : Tidak dikaji : Tidak dikaji : Tidak dikaji : Tidak dikaji : Tidak dikaji : Tidak dikaji : Tidak dikaji : Tidak dikaji : Tidak dikaji .

dan selalu melihat ada pelangi saat melihat yang terang. Penglihatan yang kabur dirasakan sangat mengganggu aktivitas pekerjaan klien. Pengkajian fisik 1) Keadaan umum Penglihatan klien kabur. mersakan tidak dapat melihat disisi samping. 2) Tanda-tanda vital  TD : 120/80 mmHg  Suhu : 370c  Nadi : 80x/menit  RR : 18x/menit .d.

Untuk mengetahui faktor yang dapat menimbulkan Gangguan Persepsi Sensori Mandiri pribadi untuk penglihatan. 5.disimpan  gkan.Perubahan ketajaman biasanya terhadap - stimulus Disorientasi Hambatan komunikasi Konsentrasi buruk diri : pembatasan diri 1. seperti sensorik dan motorik Fungsi sensorik: deprivasi tidur.yang disertai respon sensori Perubahan respons yang Distrosi kendali pikir  persepsi sensori. 7. Status neurologis: fungsi terhadap keamanan 2. Kaji lingkungan terhadap terhadap ganggua persepsi. Untuk pengawasan Manajemen lingkungan Manajemen halusinasi Pantau neurologis Tingkat komunikasi : defisit penglihatan 4.dilebihkan. Memanipulasi lingkungan sekitar pasien untuk meminimalkan cedera 5. 1. terapi. kemungkinan bahaya proses pikir dan isi pikir. Identifikasi faktor yang menimbulkan Gangguan untuk mengenali implus terhadap stimulus tersebut yang - Observasi kemampian syaraf kranial diterima. stimulasi terhadap kulit medikasi. NO KONSEP KEPERAWATAN DIAGNOSA NOC NIC RASIONAL . Gangguan Persepsi Sensori  (00122) Domain : 5 Persepsi/Kognisi Kelas 3 : Sensasi/Persepsi Definisi : Perubahan pada  jumlah atau pola stimulus yang dihilangkan. dirasakan dengan tepat. kutaneus : tingkat ketergantungan zat kimia. Perilaku kampensasi ketidakseimbangan elektrolit. Observasi 1. Batasan Karakteristik : . Pantau tingkat kesadaran motorik sensori kranial : pasien 3. Meningkatkan .I. dan sebagainya penglihatan : tindakan Mandiri mengompensasi gangguan 4. 6. Kriteria Hasil : terhadap pasien dan untuk menghindari kemungkinan bahaya yang akan terjadi 2. Untuk mengetahui tingkat kesadaran pasien 3.atau dirusakan.

mencegah atau meminimalkan Kolaborasi 10. diharapkan HE n.dan orientasi klien dapat : 8. Instruksikan klien untuk mengalami halusinasi 6. komplikasi neurologis 7.Setelahdilakukantindakansela keamanan. Instruksikan pasien atau realitas pasien yang - Menunjukan status neurogis : fungsi motorik - sensori/kranial membaik Berinteraksi secara sesuai dengan orang lain dengan - orang lain dan lingkungan Mengkompensasi defisit sensori dengan keluarga untuk memeriksa kesehatan mata 9. Kolaborasikan dalam pemberian inhibitor karbonat anhidrase (seperti asetazolamid) untuk mengurangi produksi aques humor. Agar ada pengawasan dan untuk mengatasi secara dini kelainan pada mata 9. 11. Mengumpulkan dan menganalisis data melakukan diet rendah pasien untuk natrium. Gliserin oral) untuk klien glaukoma untuk mengurangi tekanan okular. Diet rendah natrium . Kolaborasikan dalam memaksimalkan indera pemberian agens yang tidak rusak osmotik sistemik (mis. Membantu pembelajaran dan penerimaan metode alternatif untuk menjalani hidup dengan penurunan fungsi penglihtan HE 8.kenyamana ma … X 24 jam.

Untuk membiasakan klien hidup dengan keterbatasan yang di 2.dengan efek samping untuk minimalkan mati rasa. atau digambarkan dengan istilah seperti (Internasional Association for - miliki Observasi NIC Observasi 1. mual darah atau malaise. Kaji tingkat nyeri 2. Pengendalian nyeri : menyenangkan akibat adanya - tindakan individu untuk kerusakan jaringan yang aktual atau potensial. Untuk mengurangi produksi aques humor yang berlebih 12. Kaji penyebab timbulnya nyeri. kaji dimana tempat keparahan nyeri yang nyeri dirasakan. melakukan pengkajian secara komprehensif agar dapat mengidentifikasi secara mendetail dan utuh . seberapa berat nyeri mengendalikan nyeri Tingkat nyeri : dirasakan 4. jika 10. Kaji PQRST 3. Mulai perujukan Kolaborasi terapi okupasi. 12. rasa gatal pada tingginya tekanan kaki dan t angan. Untuk menurunkan perlu tekanan pada ukolar 11. 1. Nyeri Akut (00132) Domain : 12 (kenyamanan) NOC - Tingkat kenyamanan : Kelas : 1 (kenyamanan fisik) tingkat persepsi positif Definisi : pengalaman sensori terhadap kemudahan dan emosi yang tidak fisik dan psikologis.

maka klien akan : Batasan karakteristik :  Subjektif : - Mengungkapkan verbal atau secara (nyeri) dengan isyarat. Mengetahui faktor nyeri HE : nyeri berkurang Menggunakan tindakan 9. diaforesis. melakukan pengkajian tipe dan sumber uyeri untuk mengetahui dan menentukan sumber nyeri Mandiri 5. Perilaku distraksi (misalnya mondar-mandir. R. 2. atau nadi. Intruksikan pasien / meredakan nyeri dengan keluarga untuk analgesic dan menginformasikan mengenai keluhan pasien.the Study of Pain). Gunakan teknik Setelah diberikan tindakan keperawatan selama … x24 jam. waktu tiba-tiba atau perlahan dengan dilaporkan. Memonitor menagement nyeri pada pasien untuk melihat ( P. melakukan kontrol lingkungan agar dapat mencegah pengaruhnya terhadap nyeri 4. distraksi dan imajinasi terbimbing 8. awitan yang dapat diamati atau tingkat nyeri. timbulnya nyeri intensitas ringan sampai berat dengan akhir yang dapat Mandiri Kriteria hasil: diantisipasi atau diramaikan dan durasinya kurang dari enam bulan. Management Nyeri: Menggunakan terapi relaksasi. pernafasan. S. Objektif : - teknik relaksasi secara  mencapai kenyamanan Mempertahankan tingkat Perubahan autonomik nyeri pada atau kurang (misalnya. aktivitas berulang).  untuk mengetahui pengalaman nyeri individual yang efektif melaporkan komunikasi terapeutik pasien 6. 5. T) 3. Q. - Memperlihatkan untuk dilatasi pupil). Menggunakan teknik . mencari orang dan/atau aktivitas lain.  (0-10) Melaporkan bahwa nyeri  berkurang Merasa nyaman setelah perubahan tekanan darah. Evaluasi pengalaman nyeri masa lampau 7.

gangguan proses pikir. Mengkaji faktor yang dapat mempengaruhi . biologis. interaksi dengan orang lain atau lingkungan menurun).  nonanalgesik secara tepat Mempertahankan selera  makan yang baik Melaporkan pola tidur yang baik jika peredaan nyeri tidak tercapai 10. kimia. fisik. gangguan persepsi waktu. imajinasi terbimbing. Pemberian analgesic : komunikasi untuk mengetahui pengalaman nyeri yang dialami pasien 6. terapi musik distraksi) Kolaborasi : 12. Instruksikan tentang prosedur yang dapat meningkatkan nyeri dan tawarkan strategi koping yang Faktor yang berhubungan : Agen cedera (Misalnya. Melakukan evaluasi untuk mengetahui pengalaman nyeri yang dialami pasien dimasa lampaumenggun akan teknik relaksasi agar menggunakan agens- dapat agens farmakologi menggurangi untuk mengurangi rasa nyeri yang atau menghilangkan nyeri 13. psikologi) disarankan 11. Manajemen medikasi: Memfasilitasi dirasakan 7.- Fokus menyempit (misalnya. Informasikan tentang penggunaan teknik nonfarmakologi (relaksasi.

Mengajarlan pasien teknik non farmakologi agar pasien dapat mengatasi nyeri yang dialami dengan .penggunaan obat nyeri untuk resep atau obat bebas mengetahui apa secara aman dan faktor nyeri efektif HE 8. Memberikan instruksi kepada pasien dan keluarga pasien jika nyeri tidak teratasi yang berguna agar perawat dapat melakukan tidakan selanjutnya 9.

menggunakan non farmakologi 10. Memberikan obat analgetik untuk menfurangi rasa nyeri yang dirasakan 12. Memberi informasi kepada keluarga atau klien agar pasien dapat mengurangi rasa nyeri yang dirasakan berdasarkan pada terapi keperawatan yang disarankan Kolaborasi 11. Melakukan .

.kolaborasi dengan tim medis lain agar dapat menentukan tindakan lain apabila dtindakan sebelumnya belum berhasil.