Anda di halaman 1dari 3

SERI TAUJIHAT RI’AYAH MA’NAWIYAH KADER PK-SEJAHTERA 1424 H

TAUJIHAT DUA PEKANAN

Seri 04/67

Jadikan Shalat Pencegah Perbuatan Keji dan Munkar

‫السلم عليكم ورحمة الله وبركاته‬
‫ أما بعد‬،‫ وعلى آله وصحبه ومن تبع هداه وواله‬،‫ والصلة والسلم على رسول الله‬،‫ الحمد لله‬،‫ بسم الله‬:
Setiap kewajiban yang telah dibebankan Islam kepada umatnya senantiasa memuat hikmah dan
maslahat bagi mereka. Islam menginginkan terbentuknya akhlak Islami dalam diri Muslim ketika ia
mengimplementasikan setiap ibadah yang telah digariskan oleh Allah SWT dalam Kitab dan Sunnah
rasul-Nya.
Pada akhirnya nilai-nilai keagungan Islam senantiasa mewarnai ruang kehidupan Muslim. Tidak
hanya terbatas pada ruang kepribadian individu Muslim, namun nilai-nilai itu dapat ditemukan pula
dalam ruang kehidupan keluarga dan komunitas masyarakat Muslim. Kita bisa merenungkan kembali
ayat-ayat Allah yang berkaitan dengan hal ini, sebagaimana salah satu firman-Nya,
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan
atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Q.S. Al-Baqarah: 183).
Melalui ibadah puasa, Allah SWT menginginkan terbentuknya pribadi-pribadi Muslim yang bertakwa.
Pribadi yang tidak pernah mengenal slogan hidup kecuali slogan yang agung ini: sami’naa wa atha’na.
Pribadi yang senantiasa melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya dalam situasi
dan kondisi apapun.
Oleh karenanya, Nabiyullah agung Muhammad SAW telah bersabda: “Takutlah kamu kepada Allah di
manapun kamu berada, ikuti keburukan dosa dengan kebaikan niscaya ia akan menghapuskannya dan
gauli manusia dengan akhlak yang baik.”
Dalam sabda beliau yang lain: “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan beberapa faridlah (kewajiban)
maka jangan sekali-kali kamu menyia-nyiakannya, Dia telah menetapkan batasan-batasan maka
jangan sekali-kali kamu melampui batas, Dia telah mengharamkan banyak hal maka jangan sekalikali melanggarnya….”
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan
mereka dan berdo'alah untuk mereka. Sesungguhnya do'a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi
mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. 9/At-Taubah: 103).

Muslim yang memiliki hamasah yang menggelora dalam memperjuangkan kebenaran dan memberangus nilai-nilai kemunkaran. 6Al-An’am: 122) Ikhwan dan akhwat fillah.” (Q. yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia. kelaliman. shalat juga penyejuk mata.S.Dengan ibadah zakat. . ibadah ini akan mendekatkan seorang hamba yang melaksanakannya dengan sebenarnya kepada Sang Khalik dan mendekatkannya kepada kebaikan-kebaikan serta cahaya hidup. Sebaliknya. Tatkala kita tidak mampu menghadirkan hati. Apabila shalatnya baik maka seluruh amalnya baik. Muslim yang selalu menunaikan ibadah ini akan selalu aktif dalam kegiatan-kegiatan kebaikan dan mampu menjadi cahaya di tengah-tengah masyarakatnya. saat kebahagiaan hati. tatkala kita lalai menjaga arkan. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. ia harus menjadi cahaya yang berjalan di tengah-tengah kegelapan zaman ini. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Perhatikan ayat berikut ini. 29/Al-Ankabuut: 45). Hatinya terasa tersayat di saat menyaksikan pornografi dan porno aksi mewabah di tengah-tengah masyarakatnya. rukun-rukun. dan perbuatan keji lainnya. wajibat. Ibadah shalat merupakan wasiat Nabi yang terakhir kepada umat ini dan yang paling terakhir dari urwatul islam (ikatan Islam) yang akan dihapus oleh Allah SWT. Ibadah yang dijadikan Allah sebagai barometer hisab amal hamba-hamba-Nya di akhirat. Begitu juga ibadah shalat yakni ibadah yang jika seorang hamba melaksanakan dengan memelihara syaratsyarat. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. waktu rehatnya sang jiwa. adab-adab. yaitu Al-Kitab (AlQuran) dan dirikanlah shalat. “Pokok urusan adalah Islam. serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekalikali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.” (HR Muslim). Ibadah yang merupakan simbol dan tiang agama. dan kekhusyu`an di dalamnya.S. Ibadah yang memiliki kedudukan atau manzilah yang agung ini tidak akan hadir maknanya dalam kehidupan kita. merajut benang kekhusukan dan keikhlasan dalam melaksanakan ibadah ini maka kita tidak akan mampu menangkap untaian makna yang terkandung di dalamnya. dan apabila buruk maka seluruh amalnya buruk. Jiwanya akan terus gelisah ketika melihat kelaliman yang dipermainkan para budak kekuasaan. “Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang. niscaya ibadah ini akan menjauhkannya dari perbuatan keji dan kemunkaran. wajibat dan sunah yang inheren dengan ibadah ini. Islam mengharapkan tumbuh subur sifat-sifat kebaikan dalam jiwa seorang Muslim dan mampu memberangus kekikiran dan cinta yang berlebihan kepada harta benda.” (Q. kedamaian jiwa dan merupakan media komunikasi antara hamba dan Rabbnya. Ibadah shalat adalah awal kewajiban yang diperintahkan Allah SWT kepada umat ini pada peristiwa Isra dan Mi’raj. “Awal hisab seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat.” (HR At-Thabrani). tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah jihad di jalan Allah. Memang. Allah berfirman. “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu. Selain ini. Kita tidak akan mampu memahami sinyal-sinyal rahasia yang ada di balik ibadah ini.

org . 107/Al-Maa’uun: :4-5). Dan ini berlaku sepanjang tahun.” yang dilafazkan dalam shalat tidak mampu mengingatkan tujuan hidupnya.” (Q. mentadabburkan gerakan dan ucapan yang terkandung di dalamnya. khusyuk dan menghadirkan hati. maka (yakinlah) bahwasanya Allah melihat kamu…” (H. dan yang demikian itulah agama yang lurus. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak seorangpun yang melaksanakan shalat maktubah (fardlu). hikmah pensucian jiwa dan ketentraman. Semoga kita semua mampu merenungkan kembali arti shalat dalam kehidupan dakwah dan memperbaikinya agar kita benar-benar mi’raj kepada Allah SWT. mengagungkan Allah SWT dan merasakan haibatullah.S. khusyuk dan rukuknya kecuali shalat ini akan menjadi pelebur dosa-dosa sebelumnya selama tidak melakukan dosa besar. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan di saat melaksanakan ibadah shalat agar hikmah di dalamnya selalu terjaga. apabila dilakukan dengan penuh kekhusyukan. dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Ketiga. 98/Al-Bayyinah: 5). Pertama. Taujihat Lailatul Katibah dan Taujihat Dua Pekanan.” (H. ibadah shalat yang mampu melahirkan hikmah pencegahan dari perbuatan keji dan kemungkaran. “Maka kecelakaanlah bagi orangorang yang shalat.R. Keempat. Mereka laksana tiang yang berdiri tegak karena kekhusyukannya. “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus. Mereka terbius dengan kerinduannya akan Rabbnya dan mereka asyik berkomunikasi dengan Sang Khalik tanpa terganggu dengan suara makhluk-Nya. Muslim). Muslim) Inilah yang pernah dilakukan oleh salaf shalih termasuk di dalamnya Ibnu Zubair RA. vcd dan tulisan.R.Tidakkah banyak di antara manusia Muslim yang ahli ibadah namun masih jauh dari nilai-nilai Islam. Ibadah ini seolah-olah hanya menjadi gerakan-gerakan ritual yang maknanya tidak pernah membumi dalam kehidupan orang yang melaksanakannya. Ikhwan dan akhwat fillah. Wallahu A’lam Bish-shawwab ÃóÞõæúáõ Þóæúáöíú åóÐóÇ æóÃóÓúÊóÛúÝöÑõæúÇ Çááåó áöíú æóáóßõãú . penuh ketenangan dan dengan tafakkur yang sesungguhnya.” Kedua.” (Q. Hal ini disebabkan nilai-nilai agung yang terkandung dalam ibadah sama sekali tidak mampu memberikan pesan-pesan ilahiah di luar shalat. Do’a iftitah “Inna shalaatii wa nusukii…. kaderisasi@pk-sejahtera. do’a dan makna shalat. lalu ia memperbaiki wudlunya. “…Kamu mengabdi kepada Allah seolah-olah kamu melihatNya dan apabila kamu tidak melihat-Nya. menjaga arkan. terkontaminasi dengan nilai-nilai keta’atan dan mendapatkan cahaya ma’rifatullah. Maka ia akan keluar dari ibadah dengan merasakan kenikmatannya. Oleh karena itu. memahami dan mentadabburi ayat.S. Taujihat Ri’ayah Ma’nawiyah terbit secara berkala dalam rangka penyiagaan kader menghadapi agenda Dakwah 1424 H. Rasulullah SAW bersabda. wajibat dan sunah.æÇáÓáÇã Úáíßã æÑÍãÉ Çááå æÈÑßÇÊå Seri Taujihat Ri’ayah Ma’nawiyah terdiri dari Khithab Qiyadi. Ahli shalat namun masih suka melakukan kemaksiatan. Rasulullah SAW bersabda: “Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihatku shalat. ikhlas. Takbir yang dikumandangkan di saat beribadah tidak mampu melahirkan keagungan di luar shalat. Taujihat tersedia dalam bentuk audio.