Anda di halaman 1dari 12

PERANAN GURU DALAM PERENCANAAN PENDIDIKAN / PROGRAM

PEMBELAJARAN DI SEKOLAH
Oleh : Nurdian Nafarin

I. PENDAHULUAN
1. Tinjauan Pustaka
Upaya

meningkatkan

mutu

pendidikan

adalah

fokus

utama

dalam

pembangunan pendidikan dewasa ini, dan efektifitas pembelajaran oleh guru
profesional adalah faktor utama peningkatan mutu pendidikan tersebut. Pendidikan
adalah investasi jangka panjang yang memerlukan usaha dan dana yang cukup
(aswandi, 2006). Demikian halnya diakui oleh semua orang atau suatu bangsa demi
kelangsungan masa depannya.
Meski diakui bahwa pendidikan adalah investasi besar jangka panjang yang
harus ditata, disiapkan dan diberikan sarana maupun prasarananya dalam arit modal
material yang cukup besar tetapi sampai saat ini Indonesia masih berkutat pada
problematika (permasalahan) klasik dalam hal ini yaitu kualitas pendidikan.
Problematika ini setelah dicoba untuk dicari akar permasalahannya adalah bagaikan
sebuah mata rantai yang melingkar dan tidak tahu darimana mesti harus diawali.
Dikeluhkan oleh semua para pendidik bahkan orang-orang tua sendiri, karena
anak atau siswanya tidak dapat lulus. Hal ini lucu yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
Melihat kondisi rendahnya prestasi atau hasil belajar siswa tersebut beberapa upaya
dilakukan salah satunya adalah pemberian tugas berupa kepada siswa, dengan
pemberian pekerjaan rumah (PR) diharapkan siswa dapat meningkatkan aktifitas
belajarnya, hingga terjadi pengulangan dan penguatan terhadap materi yang diberikan
disekolah dengan harapan siswa mampu meningkatkan hasil belajar atau prestasi
siswa.
Liberty.U.U No. 2 Tahun 2003 meninjau bahwa penentu kebijakan dan para
manajer pendidikan sering terlena dengan beberapa isu yang instan yang menyebabkan
mereka kehilangan akan pandangan hasil akhir atau tujuan yang hendak dicapai dari
perencanaan yang telah dibuat. Itu sebabnya suatu tinjauan ulang (review) atau
persiapan suatu perencanaan strategis sangat diperlukan. Hal tersebut bukanlah suatu
resep untuk kesuksesan sebuah perencanaan, namun tanpa hal tersebut perencanaan
atau tepatnya suatu bisnis atau proyek pendidikan jauh lebih mungkin untuk gagal.
Secara sederhana suatu perencanaan seharusnya:

Merupakan kerangka untuk suatu pengambilan keputusan

Menyediakan basis untuk perencanaan yang lebih terperinci

isi. DR. pengepakan. directional dan konseptual. bandingkan proses merencanakan suatu liburan (dimana. yakni ibarat matarantaisatudenganyanlainnya. biaya. itu semua adalah isu strategis) dengan persiapan akhir (tugas. Atau evaluasi kurikulum adalah proses penerapan prosedur ilmiah untuk mengumpulkan data yang valid dan reliable untuk membuat keputusan tentang kurikulum yang sedang berjalan atau telah dijalankan. cuaca. bagaimana perjalanannya. lebih-lebih jika dihubungkan dengan merosotnya kualitas pendidikan nasional kita yang dirasakan hampir setiap lini pendidikan. tentu banyak indikator (purituket) lainnya. taktis dan fokus. pembiayaan. Perencanaan strategis harus bersifat visionary. Berlawanan dengan suatu perencanaan operasional yang lebih ringkas. bahwa eksistensi/keberadaan dan keprofesionalan guru di sekolah dalam mengajar telah dipertanyakan.Secara sederhana evaluasi kurikulum dapat disamakan dengan penelitian karena evaluasi kurikulum menggunakan penelitian yang sistematik. siapa yang berlibur. atau metode pembelajaran yang ada dalam kurikulum tersebut. kesesuaian efektifitas dan efisiensi dari kurikulum yang diterapkan. memotivasi dan mengajak untuk terlibat dengan kegiatan tersebut  Membantu bencmarking dan memonitor pencapaian  Menciptakan perubahan dan menjadi acuan untuk perencanaan selanjutnya.Terlepas dari pro dan kontra terhadap kebenaran hasil penelitian tersebut. Fuad Hasan dalam satu dialog interktif TVRI bahwa hanya 30 % guru-guru masa kini yang layak mengajar. . Menjelaskan suatu kegiatan kepada orang lain dengan tujuan untuk menginformasikan. berapa lama. Evaluasi kurikulum ini dapat mencakup keseluruhan kurikulum atau masingmasing komponen kurikulum seperti tujuan. pengangkutan dan seterusnya yang kesemuanya adalah kegiatan operasional). Sebagai contoh. setidakyaseperti yang diungkapkan oleh Prof. Adapun pengertian evaluasi dan kurikulum di atas maka penulis menyimpulkan bahwa pengertian evaluasi kurikulum adalah penelitian yang sistematik tentang manfaat. Secara garis besar tidaklah wajar penyebab rendahnya mutu pendidikan jika ditimpahkan kepada guru. batas waktu. Perencanaan strategis berbeda dengan perencanaan operasional. yang Keberadaan guru di sekolah dan ditengah-tengah masyarakat akhirakhir ini sering mendapat sorotan tajam. kapan. Suatu perencanaan strategis yang baik harus realistis dan attainable sehingga memungkinkan penentu kebijakan atau manajer untuk berpikir secara strategis dan bertindak secara operasional Persoalan guru di pertengahan masyarakat yang melanda bangsa kita sejak 1997 lalu.

Secara garis besar tidaklah wajar penyebab rendahnya mutu pendidikan jika ditimpahkan kepada guru. III. Perbedaan antara evaluasi dan penelitian terletak pada tujuannya. menganalisis dan menyajikan data untuk menguji teori atau membuat teori baru. tentu banyak indikator (purituket) lainnya.TUJUAN DAN HASIL PEMBAHASAN Yang melanda bangsa kita sejak 1997 lalu. evaluasi sumber daya manusia untuk menunjang kurikulum dan karakteristik siswa yang menjalankan kurikulum tersebut II. Sedangkan fokus evaluasi intrinsic evaluation seperti evaluasi sarana prasarana penunjang kurikulum. setidakyaseperti yang diungkapkan oleh Prof. Pertanyaan yang muncul pada jenis evaluasi ini adalah “apakah kurikulum telah mencapai tujuan yang harus dicapainya?” dan “bagaimanakah pengaruh kurikulum terhadap suatu pencapaian yang diinginkan?”. lebih-lebih jika dihubungkan dengan merosotnya kualitas pendidikan nasional kita yang dirasakan hampir setiap lini pendidikan. DR. Fuad Hasan dalam satu dialog interktif TVRI bahwa hanya 30 % guru-guru masa kini yang layak mengajar. yang Keberadaan guru di sekolah dan ditengah-tengah masyarakat akhir-akhir ini sering mendapat sorotan tajam. Outcomes based evaluation merupakan fokus evaluasi kurikulum yang paling sering dilakukan. Fokus evaluasi kurikulum dapat dilakukan pada outcome dari kurikulum tersebut (outcomes based evaluation) dan juga dapat pada komponen kurikulum tersebut (intrinsic evaluation).menerapkan prosedur ilmiah dan metode penelitian. serta peranan guru dalam hal proses pembelajaran disekolah”. PERUMUSAN MASALAH Adapun penulis coba membuat suatu perumusan dengan mengamati “ faktorfaktor apa sajakah yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan siswa dikaitkan dengan tugas dan fungsi. Sedangkan penelitian memiliki tujuan yang lebih luas dari evaluasi yaitu menggumpulkan. . menganalisis dan menyajikan data untuk bahan penentuan keputusan mengenai kurikulum apakah akan direvisi atau diganti. bahwa eksistensi/keberadaan dan keprofesionalan guru di sekolah dalam mengajar telah dipertanyakan.Terlepas dari pro dan kontra terhadap kebenaran hasil penelitian tersebut. Evaluasi bertujuan untuk menggumpulkan. yakni ibarat mata rantai satu dengan yang lainnya.

Krisis motivasi guru Penurunan gairah dan kemauan guru mengajar akan berdampak terhadap hasil pendidikan. maka ke depan sistem pengelolaan pendidikan lebih diserahkan kepada otonomi sekolah dengan konsep Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS). dikemukakan oleh Sugeng (1961) harus diakui bahwa kemajuan dibidang pendidikan sebagian besar tergantung kewenangan dan kemampuan staf pengajar (guru). M. akan dapat menghasilkan out put yang sama mutunya.yaitupemenuhan semua input pendidikan seperti penyediaan materi untuk belajar dan mengajar dan alat-alat. guru mengajar tanpa persiapan matang dan sekedar sampai materi ajar. hal ini akibat dari dampak krisis ekonomi. sebagai pengajar dan pendidikan. ketimbang persoalan peningkatan mutu dan pengembangan sekolahnya. namun sampai sekarang ini tidak sesuai seperti yang diharapkan. (1999) setidaknya ada dua faktor yang dapatmenjelaskan mengapa upaya perbaikan pendidikan selama ini kurang tidak berhasil yaitu:(1) Strategi pembangunan pendidikan selama ini bersifat inputoriented. Peran guru di sekolah Guru dalam proses belajar mengajar mempunyai fungsi ganda. Sikap kurang tanggapnya pihak-pihak terkait terhadap nasib tentu akan mendorong timbulnya krisis motivasi guru mengajar. Reformasi juga telah menggeliatkan guru melalui demonstrasi besar-besaran menuntut pemerintah agar memperbaiki nasib dan kesejahteraan guru. Menyadari akan kelemahan selma ini. akibatnya guru mencari alternatif sumber penghasilan lain.Menurut DRS. artinya lebih orientasi pendidikan banyak diatur oleh pusat. Realitas di sekolah-sekolah. sebagai pengajar dan pendidikan. krisis kepercayaanhingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda pulih. Usmaedi. pihak pimpinan sekolah ironisnya justru direpotkan oleh masalah guru. terutama didaerahdaerah. mengajar terasa monoton. Selain itu ada beberapa faktor lagi yang di duga menjadi penyebab : (1) Gaji guru yang rata-rata rendah dan belum memadai. Adapun permasalahan yang mengemukadiantaranya kekurangan tenaga guru dan pegawai tata usaha. namun pemerintah lebih banyak diam ketimbang memperhatikan aspirasi guru.(2) Kejenuhan birokrasi mengurus pindah tugas (3) Peluang kecil bagi peningkatan karir (4) Kecendrungan mengambil kredit cicilan uang di bank sehingga gaji yang diterima tiap bulannya relatif kecil (5) Kekurangan kepala sekolah untuk menjaditeladan/panutan . maka guru secara otomatis mempunyai tanggung jawa yang besar dalam mencapai kemajuan pendidikan.Ed. Begitu besarnya peranan guru. padahal banyak yang semestinya dapat dilakukan ditingkat mikro (sekolah). (2) Pengelolaan pendidikan selama ini lebih bersifat makro oriented. ditambah kurangnya motivasi melaksanakan tugasnya. krisis politik.

Guru sebagai perencana (planner) yang harus mempersiapkan apa yang akan dilakukan di dalam proses belajar mengajar (pre-teaching problems). Abin Syamsuddin dengan mengutip pemikiran Gage dan Berliner. merangsang. dan kompetensi (kewenangan) guru.. Efektivitas dan efisien belajar individu di sekolah sangat bergantung kepada peran guru. serta Tuhan yang menciptakannya). menggerakkan. baik secara formal (kepada pihak yang mengangkat dan menugaskannya) maupun secara moral (kepada sasaran didik. Organisator (penyelenggara) terciptanya proses edukatif yang dapat dipertanggungjawabkan. di mana ia bertindak sebagai orang sumber . Konservator (pemelihara) sistem nilai yang merupakan sumber norma kedewasaan. dan guru pun menjadi anutan siswa dan juga masyarakat lingkungannya. Abin Syamsuddin (2003) mengemukakan bahwa dalam pengertian pendidikan secara luas. yang salah satu penyebabnya krisis motivasi guru mengajar. 5. 2. Transmitor (penerus) sistem-sistem nilai tersebut kepada peserta didik. serta auladan bagi guru. yang mencakup : 1. tetapi itu bukanlah merefleksikan kepesimisan dan kurangnya kredibilitas (kepercayaan) kepada guru. Inovator (pengembang) sistem nilai ilmu pengetahuan. dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana. seorang guru yang ideal seyogyanya dapat berperan sebagai : 1. Sedangkan dalam pengertian pendidikan yang terbatas. memimpin. dalam proses interaksi dengan sasaran didik.Paparan di muka memang lebih banyak menggambarkan potret suram pendidikan kita. sehingga kekhawatiran kita terhadap krisis motivasi guru dalam proses belajar mengajar dapat dihindari sedini mungkin. yang harus dapat menciptakan situasi. 2. Guru sebagai pelaksana (organizer). peningkatan profesionalisme. bagi guru yang sudah lebih 10 tahun di tempat tertentu perlu dikaji ulang. penyegaran tempat tugas mengajar. Kondisi itu harus kita rubah jika kita ingin mewujudkan kualitas pendidikan yang baik dan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan daya saing tinggi di era globalisasi Pemerintah sebagai pengambil kebijakan ke depan diharapakan lebih respontif terhadapa aspirasi dan nasib guru dengan meningkatkan kesejahteraannya. dan kepala sekolah sebagai penanggung jawab utama penyelenggaraan pendidikan di sekolahnya dapat meningkatkan kinerjanya. Transformator (penterjemah) sistem-sistem nilai tersebut melalui penjelmaan dalam pribadinya dan perilakunya. 3. 4. mengemukakan peran guru dalam proses pembelajaran peserta didik.

dan penilai pendidikan. harus membantu pemecahannya (remedial teaching). Lebih jauh. Sedangkan dalam keluarga.(resource person). Guru sebagai penilai (evaluator) yang harus mengumpulkan. Sementara itu di masyarakat. yaitu guru harus menjaga agar para peserta didik melaksanakan disiplin. baik mengenai aspek keefektifan prosesnya maupun kualifikasi produknya. Pengambil inisiatif. yaitu guru bertanggung jawab agar pendidikan dapat berlangsung dengan baik. guru berperan sebagai pembina masyarakat (social developer). guru berperan sebagai pendidik dalam keluarga (family educator). melakukan diagnosa. guru berperan sebagai perancang pembelajaran. dan agen masyarakat (social agent). Selanjutnya. penemu masyarakat (social inovator). menafsirkan dan akhirnya harus memberikan pertimbangan (judgement). berdasarkan kriteria yang ditetapkan. prognosa. penilai hasil pembelajaran peserta didik. di mana guru dituntut untuk mampu mengidentifikasi peserta didik yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar. menganalisa. Penegak disiplin. dalam konteks proses belajar mengajar di Indonesia. 4. 6. konsultan kepemimpinan yang bijaksana dalam arti demokratik & humanistik (manusiawi) selama proses berlangsung (during teaching problems). 2. Pelaksana administrasi pendidikan. diri pribadi (self oriented). 5. Di sekolah. Pemimpin generasi muda. pengelola pembelajaran. dan . dilain pihak mengemukakan tentang peranan guru di sekolah.2007. dikemukakan pula tentang peranan guru yang berhubungan dengan aktivitas pengajaran dan administrasi pendidikan. yaitu menguasai bahan yang harus diajarkannya. artinya guru bertanggung jawab untuk mengarahkan perkembangan peserta didik sebagai generasi muda yang akan menjadi pewaris masa depan. keluarga dan masyarakat. Wakil masyarakat di sekolah. Abin Syamsuddin menambahkan satu peran lagi yaitu sebagai pembimbing (teacher counsel). dan dari sudut pandang psikologis. artinya guru berperan sebagai pembawa suara dan kepentingan masyarakat dalam pendidikan. Dalam hubungannya dengan aktivitas pembelajaran dan administrasi pendidikan. 3. guru berperan sebagai : 1. Seorang pakar dalam bidangnya. pengarah. atas tingkat keberhasilan proses pembelajaran. dan kalau masih dalam batas kewenangannya. Menurut Liannake gunawan. pengarah pembelajaran dan pembimbing peserta didik. 3.

artinya guru adalah model perilaku yang harus dicontoh oleh mpara peserta didik. yaitu guru merupakan orang yang yang mampu menciptakan suatu pembaharuan bagi membuat suatu hal yang baik. model keteladanan. 4. Yang dimaksud keteraturan di sini mencakup hal-hal yang terkait langsung atau tidak langsung dengan proses pembelajaran. Catalyk agent atau inovator. Pembentuk kelompok (group builder). yaitu guru berperan untuk menyampaikan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. seorang guru berperan sebagai : Pekerja sosial (social worker). Dari sudut pandang secara psikologis. guru berperan sebagai : 1. 2. Penterjemah kepada masyarakat. Pakar psikologi pendidikan. yaitu seorang yang harus senantiasa belajar secara terus menerus untuk mengembangkan penguasaan keilmuannya. artinya guru merupakan seorang yang memahami psikologi pendidikan dan mampu mengamalkannya dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik. Peserta didik diharapkan akan merasa aman berada dalam didikan gurunya. 2.2006. Orang tua. Sementara itu dua peran utama guru dalam pembelajaran yaitu menciptakan keteraturan (establishing order) dan memfasilitasi proses belajar (facilitating learning). dan 5. yaitu mampu mambentuk menciptakan kelompok dan aktivitasnya sebagai cara untuk mencapai tujuan pendidikan. 3. khususnya dengan para peserta didik sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan. Menurut Hidayanto . seniman dalam hubungan antar manusia (artist in human relations). yaitu seorang yang harus memberikan pelayanan kepada masyarakat.D N. artinya guru bertanggung jawab bagi terciptanya kesehatan mental para peserta didik. Pemberi keselamatan bagi setiap peserta didik. seperti : tata letak tempat duduk. artinya guru adalah wakil orang tua peserta didik bagi setiap peserta didik di sekolah. 1.7. artinya guru adalah orang yang memiliki kemampuan menciptakan suasana hubungan antar manusia. . Petugas kesehatan mental (mental hygiene worker). Pelajar dan ilmuwan. 3. Di pandang dari segi diri-pribadinya (self oriented). dan 4.

berinteraksi dengan manusia di jagat raya ini. ia akan terpuruk secara profesional. Jika guru tidak memahami mekanisme dan pola penyebaran informasi yang demikian cepat. guru harus melakukan pembaruan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya secara terus menerus. Guru di masa mendatang tidak lagi menjadi satusatunya orang yang paling well informed terhadap berbagai informasi dan pengetahuan yang sedang tumbuh. Artinya. orang tua maupun masyarakat. Guru harus harus lebih dinamis dan kreatif dalam mengembangkan proses pembelajaran peserta didik.disiplin peserta didik di kelas. jam masuk dan keluar untuk setiap sesi mata pelajaran. disesuaikan dengan konteks perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang berlangsung IV. KESIMPULAN Adapun kesimpulan yang dapat penulis kemukakan dimakalah yang sederhana ini adalah : 1. guru bukan satu-satunya orang yang lebih pandai di tengah-tengah peserta didiknya. Di masa depan. Kalau hal ini terjadi. ia akan kehilangan kepercayaan baik dari peserta didik. Sarana penunjang bagi keberhasilan guru dalam menjalankan profesinya harus didukug secara maksimal dan berkelanjutan agar dikemudian hari tidak ada alasan guru tidak bekerja 3. sehingga menuntut guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian kemampuan profesionalnya. interaksi peserta didik dengan sesamanya. pengelolaan sumber belajar. namum kenyataannya justru mematikan kreativitas para peserta didiknya. prosedur dan sistem yang mendukung proses pembelajaran. Guru yang ideal seyogyanya dapat berperan sebagai : . pengelolaan bahan belajar. sehingga dengan dukungan hasil penelitiaan guru tidak terjebak pada praktek pengajaran yang menurut asumsi mereka sudah efektif. Begitu juga. lingkungan belajar. Disamping itu. dan lain-lain. guru perlu berfikir secara antisipatif dan proaktif. Guru memiliki tugas yang cukup berat dengan kata lain selain sebagai pengajar juga sebagai pendidik. 2. Sejalan dengan tantangan kehidupan global. Untuk menghadapi tantangan profesionalitas tersebut. yang dibebani dengan membuat administrasi atau program pembelajaran yang sedemikian banyak dan harus terukur. berkembang. guru masa depan harus paham penelitian guna mendukung terhadap efektivitas pengajaran yang dilaksanakannya. interaksi peserta didik dengan guru. peran dan tanggung jawab guru pada masa mendatang akan semakin kompleks. dengan dukungan hasil penelitian yang mutakhir memungkinkan guru untuk melakukan pengajaran yang bervariasi dari tahun ke tahun.

Transmitor (penerus) sistem-sistem nilai tersebut kepada peserta didik.php?id kelas 14 Hidayanto. Pemikiran kependidikan.2007. Inovator (pengembang) sistem nilai ilmu pengetahuan. V.a.N.com/tips. Organisator (penyelenggara) terciptanya proses edukatif yang dapat dipertanggungjawabkan. yogyakarta: Liberty. baik secara formal (kepada pihak yang mengangkat dan menugaskannya) maupun secara moral (kepada sasaran didik. hal 5 Liannake gunawan. d. Konservator (pemelihara) sistem nilai yang merupakan sumber norma kedewasaan. IPSI . D. 2. Jakarta .com/berita/index.U. Pendidikan untuk Masa Depan. Asyiknya pekerjaan rumah. Penulis bersedia menerima kritik dan saran yang bersifat membangun hingga lebih sempurnanya penulisan makalah yang sederhana ini. e. Transformator (penterjemah) sistem-sistem nilai tersebut melalui penjelmaan dalam pribadinya dan perilakunya. serta Tuhan yang menciptakannya). b.pontianakpost. dari filsafat ke ruang kelas. Guru sebagai peneliti.U No. Agar dilanjutkan ke dalam penelitian yang lebih ilmiah dan terarah terbuka untuk umum untuk memperoleh gagasan yang lebih ideal dan komprehensif DAFTAR PUSTAKA Aswandi.2006. dalam proses interaksi dengan sasaran didik. SARAN 1. http://www. 2 Tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional. c.asp?Berita=Resensi&id=129554. Jakarta Abin Syamsuddin (2003). 2006.lihat. http://www. Penerbit Armas Duta Jaya.dunia belajart.

Pd DISUSUN OLEH : NURDIAN NAFARIN NIM. M.A1E306575 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA S1 KONSENTRASI KANDANGAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN 2008 . SALEH. M.TUGAS MANDIRI ETIKA PROFESI PENDIDIKAN MAKALAH ” ETIKA PROFESIONALISME GURU DAN PERMASALAHANNYA” DOSEN PENGASUH DR.

TUGAS MANDIRI PERENCANAAN PENDIDIKAN (MPB 106) JAWABAN SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER DOSEN PENGASUH H. M. M. FAUZI. SH.Sc DISUSUN OLEH : NURDIAN NAFARIN NIM.A1E306575 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA S1 KONSENTRASI KANDANGAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN 2008 .