Anda di halaman 1dari 5

Dan pengertian lain tentang Inflasi juga ditemukan dalam sebuah buku yang berjudul Teori

Ekonomi Makro karangan Dwi Eko Waluyo pada tahun 2002 yang menyebutkan bahwa
“Inflasi adalah Salah satu bentuk penyakit ekonomi yang sering muncul dan dialami oleh
semua negara, kecenderungan kenaikan harga-harga umum secara terus menerus”.
Pengertian-pengertian tersebut sangatlah sejalan dengan pengertian Inflasi yang disebutkan
pula oleh Bank Indonesia, BI mendefinisikan Inflasi sebagai berikut
“Inflasi adalah kecenderungan harga-harga untuk meningkat secara umum dan terus
menerus”.
(Bank Indonesia dalam Inflation Targeting Framework)
Dari pengertian Bank Indonesia tersebut, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kenaikan
harga dari satu atau dua barang saja tidaklah bisa dikatakan sebagai Inflasi kecuali bila
kenaikan tersebut meluas (atau mengakibatkan kenaikan terhadap barang-barang lainnya.
Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut, terdapat kesamaan persepsi mengenai Inflasi,
bahwa yang disebut dengan inflasi adalah suatu kenaikan harga-harga yang terjadi secara
umum, artinya terjadi pada semua jenis barang dan juga terjadi secara meluas, yang berarti
bahwa kenaikan harga-harga tersebut tidak hanya terjadi di suatu daerah saja, tetapi
berdampak pada seluruh daerah yang ada di wilayah negara.
A. Jenis-Jenis Inflasi.
1. Ditinjau Dari Parah Tidaknya suatu Inflasi.
Apabila dilihat dari skala parah atau tidaknya Inflasi tersebut, maka dapat dilihat sebagai
berikut :
1. Inflasi ringan dengan skala Inflasi sebesar < 10 persen / tahun.
2. Inflasi sedang dengan skala Inflasi sebesar 10 – 30 persen / tahun.
3. Inflasi berat dengan skala Inflasi sebesar 30 – 100 persen / tahun.
4. Hiperinflasi dengan skala Inflasi sebesar > 100 persen / tahun.
(Dwi Eko Waluyo, 2003 ; 122)
2. Ditinjau dari Asal Inflasi.
Dilihat dari asal Inflasi maka dapat diketahui bahwa Inflasi tersebut berasal dari dalam negeri
dan juga berasal dari luar negeri atau yang lebih dikenal dengan sebutan Impoted Inflation.
Inflasi yang berasal dari dalam negeri atau disebut Domestic Inflation adalah
“Inflasi yang terjadi karena kenaikan harga akibat adanya kondisi “shock” (kejutan) dari
dalam negeri baik karena perilaku masyarakat maupun pemerintah yang mengakibatkan
kenaikan harga”.
(Dwi Eko Waluyo, 2003;125)
Sedangkan untuk Inflasi yang berasal dari luar negeri atau yang disebut dengan Imported
Inflation merupakan suatu kenaikan harga yang diakibatkan karena kenaikan harga-harga dari
barang-barang yang diimpor, sehingga akan mengakibatkan tekanan terhadap harga dalam
negeri.
3. Sebab-Sebab Terjadinya inflasi.

3. Kesempatan kerja yang tinggi menciptakan tingkat pendapatan yang tinggi dan selanjutnya menimbulkan pengeluaran yang yang melebihi kemampuan ekonomi mengeluarkan barang dan jasa sehingga menimbulkan Inflasi”. (Sadono Sukirno. “Inflasi ini terjadi pada masa perekonomian berkembang dengan pesat. Perekonomian yang berkembang pesat mendorong kepada kenaikan permintaan agregat. Inflasi Tarikan Permintaan. Apabila masyarakat masih tetap menambah pengeluarannya maka permintaan agregat menjadi AD3. yaitu dari P1 ke P2. AD2 dan AD3 adalah permintaan agregat. Inflasi desakan biaya. 2. sedangkan AD1. maka pendapatan nasional adalah Y1 dan tingkat harga adalah P1. diataranya adalah sebagaimana ayang disebutkan dalam buku karangan Sadono Sukirno. Akibatnya pendapatan nasional mencapai tingkat kesempatan kerja penuh. Kenaikan produksi nasional melebihi kesempatan kerja penuh akan menyebabkan kenaikan harga yang lebih cepat. 2. 2004. perusahaan-perusahaan akan menambah produksinyadan menyebabkan pendapatan nasional riil meningkat dari YF menjadi Y2. 334) . (Sadono Sukirno. 333) 1. Yaitu menjadi AD2. Inflasi tarikan permintaan. Inflasi desakan biaya terjadi dalam masa perekonomian berkembang dengan pesat ketika tingkat pengangguran adalah sangat rendah. Misalkan pada mulanya permintaan agregat adalah AD1. Penyebab Inflasi : 1.Berdasarkan beberapa buku yang membahas mengenai ekonomi makro menyebutkan bahwa Inflasi bisa terjadi karena beberapa sebab. yaitu YF dan tingkat harga naik dari P1 ke PF. Untuk memenuhi permintaan yang semakin bertambah tersebut. Ini berarti inflasi telah wujud.333) Gambar Inflasi Tarikan Permintaan Kurva AS adalah penawaran agregat dalam ekonomi. 2004. 2004 . Inflasi diimpor (Sadono Sukirno. Inflasi Desakan Biaya.

Harga barang yang tinggi ini mendorong para pekerja menuntut kenaikan upah lagi. Perpindahan ini menaikan harga dari P2 ke P3. Dalam kurva diatas diandaikan kenaikan upah tidak menyebabkan kenaikan dalam permintaan agregat. yaitu pendapatan nasional pada kesempatan kerja penuh. Sekiranya ini diikuti pula oleh kenaikan permintaan agregat menjadi AD2 maka tingkat . 2. Berarti akibat dari kenaikan upah tersebut kegiatan ekonomi akan menurun dibawah tingkat kesempatan kerja penuh. permintaan agregat AD berubah menjadi AD1. Apabila proses kenaikan upah baru berlaku. Dalam proses kenaikan harga yang disebabkan oleh kenaikan upah dan kenaikan penawaran agregat ini pendapatan nasional riil terus mengalami penurunan. Andaikan pada mulanya kurva penawaran agregat adalah AS1. AS2 dan AS3 merupakan kurva penawaran agregat. Sebagai akibatnya tingkat harga naik dari P1 menjadi P2. yaitu dari AS1 ke AS2. Andaikan setelah AS1 menjadi AS2. tetapi tingkat harga lebih tinggi dari P2. Dengan demikian pada mulanya keseimbangan ekonomi negara tercapai pada pendapatan nasional Y1. Pada akhirnya ini akan menyebabkan kurva penawaran agregat bergeser dari AS2 menjadi AS3. kenaikan upah mungkin juga diikuti oleh kenaikan dalam permintaan agregat riil. Keadaan ini cenderung mengakibatkan kenaikan upah dan gaji karena : 1. maka biaya produksi akan semakin tinggi. Kenaikan upah akan menaikan biaya. Akibar dari perubahan ini kesempatan kerja penuh tertap terpakai. dan kenaikan biaya akan memindahkan fungsi penawaran agregat ke atas.Gambar Inflasi Desakan Biaya Kurva AS1. kenaikan harga akan menjadi semakin cepat dan kesempatan kerja tidak mengalami penurunan. Apabila keadaan ini berlaku. penawaran agregat akan bergerak dari AS2 ke AS3. Perusahaan akan berusaha mencegah perpindahan tenaga kerja dengan menaikkan upah dan gaji. Pada tingkat kesempatan kerja yang tinggi perusahaan-perusahaan sangat memerlukan tenaga kerja. Usaha untuk memperoleh pekerja tambahan hanya akan berhasil apabila perusahaan menawarkan upah dan gaji yang lebih tinggi. Dalam prakteknya. sedangkan kurva AD adlah permintaan agregat. yaitu dari YF atau Y1 menjadi Y2 dan Y3. dan tingkat harga adalah pada P1.

Salah satu contoh yang pernah terjadi yaitu kenaikan harga minyak dunia pada tahun 1970an yang mengakibatkan kenaikan biaya produksi. Ahli-ahli ekonomi menamakan ini dnegan sebutan Stagflasi. .00 pada tahun 1974) menyebabkan masalah stagflasi. Inflasi yang diimpor atau Imported Inflation merupakan kenaikan harga yang sangat dipengaruhi oleh tingkat harga-harga yang terjadi pada barang-barang yang diimpor. tetapi harga-harga akan mencapai tingkat yang lebih tinggi dari P3 yaitu P4. 2004.336) Gambar Inflasi Diimpor Permintaan agregat dalam ekonomi adalah AD sedangkan pada mulanya penawaran agregat ada AS1. Pendapatan menurun dari Y1 kepada Y2 sedangkan tingkat harga naik dari P1 menjadi P2. Ini berarti secara serentak perekonomian menghadapi masalah inflasi dan pengangguran yang lebih buruk. dan kenaikan biaya produksi mengakibatkan kenaikan harga-harga. Inflasi Diimpor.00 pada tahun 1973 menjadi US$ 12. dan ini seterusnya akan mengakibatkan perpindahan kurva penawaran agregat dari AS1 menjadi AS2. yaitu merupakan akronim dari Stagnasi dan Inflasi.kesempatan kerja penuh masih tetap tercapai. (Sadono Sukirno. 3. Kenaikan harga barang impor yang penting artinya di berbagai industri mengakibatkan biaya produksi naik. Kenaikan harga minyak yang tinggi tersebut (dari US$ 3. sehingga kenaikan harga barang-barang tersebut akan sangat berdampak terhadap kenaikan harga barang-barang di dalam negeri. pengangguran semakin tinggi dan pada waktu yang sama proses kenaikan harga-harga semakin bertambah cepat”. “Stagflasi yaitu menggambarkan keadaan dimana kegiatan ekonomi semakin menurun. Gambar diatas menunjukkan pendapatan ini dicapai di bawah pendapatan pada kesempatan kerja penuh (YF) maka jumlah pengangguran adalah tinggi. Dengan demikian pada mulanya pendapatan nasional adalah Y1.

maka perusahaan akan berusaha untuk menaikkan produksinya denganc ara memberikan upah yang lebih tinggi kepada pekerjanya dan mencari pekerja yang baru. . dengan tawaran pembayaran yang lebih tinggi ini mengakibatkan biaya produksi meningkat yang akhirnya menyebabkan kenaikan harga-harga berbagai barang-barang.Apabila suatu perusahaan masih mengalami permintaan yang bertambah.