Anda di halaman 1dari 5

TOR (TERM OF REFERENCE

)
PROPOSAL PENELITIAN
PENGARUH METODE VAKSINASI ANTRAKS DAN WAKTU
PENGUKURAN TERHADAP SYOK ANAFILAKSIS DAN BEBERAPA
PARAMETER FISIOLOGIS PADA DOMBA

OLEH:
YOHANES NAILETA KOLI
NIM : 1309011040

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG
2016

BAB I

Bagaimana gambaran histopatologi pada ayam yang terinfeksi avibacterium paragallinarum pada peternakan ayam di kota kupang? 1.1. kemudian mengambil sampel dari organ dan dikirim pada laboratorium RS. BAB II METODOLOGI PENELITIAN 2. Pengamatan histopatologi dilakukan di Laboratorium FKH UNDANA. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan proses nekropsi pada ayam yang diduga terkena Infectious coryza (snot) dan mengamati perubahan patologi anatomi di Laboratorium FKH UNDANA. Bagaimana gambaran patologi anatomi pada ayam yang terinfeksi avibacterium paragallinarum pada peternakan ayam di kota kupang? 2. Untuk mengetahui gambaran patologi anatomi pada ayam yang terinfeksi avibacterium paragallinarum pada peternakan ayam di kota kupang 2. Tujuan Penelitian Penelitian ini di lakukan dengan tujuan: 1. . Latar Belakang Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas.3. Lokasi dan Waktu Tempat 2. permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1.1. Untuk gambaran histopatologi pada ayam yang terinfeksi avibacterium paragallinarum pada peternakan ayam di kota kupang 1. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi dan bahan kajian dalam penelitian dan kalangan akademisi lainnya serta dapat digunakan sebagai sumber informasi dan edukasi bagi masyarakat terutama peternak ayam yang berada di Kota Kupang.1.PENDAHULUAN 1.2. Siloam Kupang untuk dijadikan sampel histopatologi.1.

Siloam untuk 2. jaringan ditiriskan pada saringan selanjutnya dipotong menggunakan scalpel dengan ketebalan 0. Tahap Pembuatan dan Pengiriman Sampel Organ yang terkena Infectious coryza (snot) dibuat sampel dengan cara dipotong 1 cm3 kemudian difiksasi dalam larutan formalin (BNF) 10 %. 2. Tahapan Penelitian Tahapan penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut: a. bulan Juni 2016. pengamatan patologi anatomi.0. b. saringan.5.1. coryza (snot).3 . Setelah jaringan organ yang berada di dalam larutan fiksasi matang. keranjang khusus (basket) dan mikroskop. avibacterium paragallinarum pada peternakan ayam di kota kupang.2. Sampel Penelitian Sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah organ dari ayam yang diduga terkena Infectious coryza (snot). maka perbandingan antara organ dan larutan yaitu 1 : 10.1. d. scalpel dan blades.4. kemudian sejumlah tissue cassette dimasukkan ke dalam keranjang khusus (basket) dan dikirimkan ke RS. tissue cassette.5 mm dan disusun ke dalam tissue cassette. Ketamin. Parameter yang diukur . pinset.3. proses yang lebih lanjut.2.2. c.4. gunting.2. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah observasi/pengamatan langsung terhadap perubahan patologi anatomi dan histopatologi dari ayam yang terinfeksi 2. dan larutan formalin (BNF) 10 % sedangkan alat yang digunakan adalah: spoit. Materi Penelitian Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam yang diduga terkena Infectious coryza (snot). needle holder. Tahap Nekropsi Ayam yang diduga terkena Infectious coryza (snot) dilakukan nekropsi. Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai dengan Juni 2016. Metodologi Penelitian 2. pengambilan dan pengiriman sampel dilakukan pada bulan April 2016 dan pengamatan histopatologi dilakukan pada 2. Proses nekropsi.4. Tahap Pengamatan Histopatologi Dilakukan pengamatan pada sampel histopatologi. agar fiksasi organ dengan larutan tersebut berlangsung sempurna. dengan lamanya fiksasi minimal 2 hari. Tahap Pengamatan Patologi Anatomi Dilakukan pengamatan pada organ ayam yang diduga terkena Infectious 2.

2 Jadwal Penelitian .Parameter yang diukur pada penelitian ini adalah gambaran patologi anatomi dan histopatologi dari ayam yang terinfeksi avibacterium paragallinarum pada peternakan ayam di kota kupang. merupakan data yang diperoleh dari hasil pengamatan langsung perubahan patologi anatomi dan histopatologi dari ayam yang terinfeksi avibacterium paragallinarum pada peternakan ayam di kota kupang.1 Rancangan Biaya 3. Analisis Data Data dianalisis dengan menggunakan uji deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang 2. BAB III RANCANGAN BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN 3.6.

“Gambaran Patologi Paru-Paru Ayam Petelur yang Terserang Coryza (Snot) Setelah Pemberian Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum Linn)” Skripsi. Makassar. dan Bagian Patologi Fakultas Kedokteran Hewan. 2001. Universitas Hasanuddin. Direktorat Kesehatan Hewan. A. Makassar. Makassar. 2015. Muntiha. Teknik Pembuatan Preparat Histopatologi dari Jaringan Hewan Dengan Pewarnaan Hematoksilin dan Eosin (H&E). Zainuddin. Program Studi Kedokteran Hewan. IPB. Balai Penelitian Ternak. 2015. SKH. Pudjiatmoko. dkk. Parede. Program Studi Kedokteran Hewan. M. Fakultas Kedokteran. Skripsi. Manual Penyakit Unggas Cetakan Ke-2 Hal: 126-131. Bogor: Balai Penelitian Veteriner. F. Program Studi Kedokteran Hewan. “Gambaran Patologi Trakea pada Ayam Petelur yang Terserang Snot (Coryza) Setelah Pemberian Ekstrak Daun Sirih (Piper betle Linn). dan Huminto. SKH. Fakultas Kedokteran. Universitas Hasanuddin. SKH. N. Bogor: Balai Penelitian Veteriner. D. Penyakit Menular pada Intensifikasi Unggas Lokal Dan Cara Penanggulangannya. .DAFTAR PUSTAKA Adnin. Asheri. 2015. 2014. Fakultas Kedokteran. “Gambaran Patologi Trakea pada Ayam Petelur yang Terserang Coryza Setelah Pemberian Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum Linn)” Skripsi. L. Jakarta: Subdit Pengamatan Penyakit Hewan. Universitas Hasanuddin.. N. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Febriani. H.