Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
dengan

pertolongan-Nya

kami

dapat

menyelesaiakan

makalah

dengan

pembahasan “Sifat Pengaturan Tubuh”. Meskipun banyak rintangan dan hambatan
yang

kami

alami

dalam

proses

pengerjaannya,

tapi

kami

berhasil

menyelesaikannya dengan baik.
Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada dr. Afriwardi. Sp. KO., selaku
dosen Fisiologi yang telah membantu kami. Kami juga mengucapkan terima kasih
kepada teman-teman mahasiswa yang juga sudah memberi kontribusi baik
langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan makalah ini.
Tentunya ada hal-hal yang ingin kami berikan kepada pembaca dari hasil
makalah ini. Karena itu, kami berharap semoga makalah ini dapat menjadi sesuatu
yang berguna bagi kita bersama.

Padang, 7 Maret 2016

Tim Penyusun

Sifat pengaturan tubuh

Page 1

yaitu: volume cairan ekstrasel dan osmolaritas cairan ektrasel.PEMBAHASAN 1. Ginjal juga turut berperan dalam mempertahankan keseimbangan asambasa dengan mengatur keluaran ion hidrogen dan ion karbonat dalam urine sesuai kebutuhan. meliputi lebih kurang 60% dari total berat badan laki-laki dewasa. Cairan ini sebagian berada di luar sel (ekstraselular) dan yang sebagian lagi berada di dalam sel (intraselular). Dari cairan ini sel menerima oksigen dan bahan makanan. Pengertian Manusia sebagai organisme multiseluler dikelilingi oleh lingkungan luar (milieu exterior) dan sel-selnya pun hidup dalam ilieu interior yang berupa darah dan cairan tubuh lainnya. Sel membangun tubuh secara sederhana yang hidup dalam laut interna yang merupakan cairan ekstra sel (CES) yang dibungkus oleh kulit tubuh. Selain ginjal. Ginjal mengontrol volume cairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan garam dan mengontrol osmolaritas cairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan cairan. yang turut berperan dalam keseimbangan asam-basa adalah paru-paru dengan mengekskresikan ion hidrogen dan CO2. Dalam cairan tubuh terlarut zat-zat makanan dan ion-ion yang diperlukan oleh sel untuk hidup. Cairan ekstrasel bergerak secara tidak tetap di seluruh tubuh dan cepat bercampur dengan sirkulasi darah. difusi darah dan cairan jaringan. Cairan tubuh adalah air beserta unsur-unsur didalamnya diperlukan untuk kesehatan sel. dan sistem dapar (buffer) kimi dalam cairan tubuh. ke dalam cairan ini juga sel mengeluarkan sampah metabolisme. Dalam cairan ekstrasel terdapat ion dan zat gizi yang diperlukan Sifat pengaturan tubuh Page 2 . termasuk darah. Ginjal mempertahankan keseimbangan ini dengan mengatur keluaran garam dan urine sesuai kebutuhan untuk mengkompensasi asupan dan kehilangan abnormal dari air dan garam tersebut. Pengaturan keseimbangan cairan perlu memperhatikan dua parameter penting. berkembang dan menjalankan tugasnya. Cairan dalam tubuh.

CES dibagi menjadi: a. Kompartemen Cairan Tubuh Seluruh cairan tubuh didistribusikan diantara dua kompartemen utama. Ukuran relatif dari (CES) dapat menurun seiring dengan bertambahnya usia. Pada orang normal dengan berat badan 70 kg. Persentase ini dapat berubah.oleh sel untuk pemeliharaan fungsi sel. Sebaliknya. Ini hampir sebanding dengan 15 L dalam rata-rata pria dewasa (70 kg). Sel tubuh hidup. berbagai ion asam amino. hanya ½ dari cairan tubuh bayi yang merupakan cairan intraselular. b. 1.Cairan Intraselular (CIS) 40% dari BB total adalah CIS. Pada bayi baru lahir. glukosa. Volume relatif dari (CIV) sama pada orang dewasa dan anak-anak. dan asam lemak yang sesuai dengan lingkungan interna. yaitu : cairan intraselular (CIS) dan cairan ekstra selular (CES). Cairan intravaskular (CIV) adalah cairan yang terkandung di dalam pembuluh darah. Cairan Intraselular adalah cairan yang terkandung di dalam sel. 2. Cairan Ekstraselular adalah cairan diluar sel. Volume Relatif (CIT) bergantung dengan ukuran tubuh. pada bayi baru lahir volume cairan interstisial kira-kira 2 kali lebih besar dibanding orang dewasa. Cairan interstisial (CIT) adalah cairan disekitar sel. pada orang dewasa volume cairan interstisial kira-kira 8L Cairan limfe termasuk dalam volume interstisial. volume relatif dari (CES) menurun sampai kirakira 1/3 dari volume total. Pada orang dewasa kira-kira 2/3 dari cairan tubuh adalah cairan intraselular.Cairan Ekstraselular (CES) 20% dari BB total adalah CES. jenis kelamin dan derajat obesitas. 2. sama kira-kira 25 L pada rata-rata pria dewasa (70 kg). Rata- Sifat pengaturan tubuh Page 3 . tumbuh dan melakukan fungsi khusus selama terjadinya konsentrasi oksigen. kira-kir ½ cairan tubuh terkandung didalam cairan ekstraselular (CES). Setelah ber usia 1 tahun. total cairan tubuh (TBF) rata-ratanya sekitar 60% berat badan atau sekitar 42 L. bergantung pada umur.

sulfat dan asam organik. pleural.3 L (60%) dari jumlah tersebut adalah PLASMA. bergantung pada jenis kelamin. perikardial. tetapi sedikit ion kalium.transpor hormon ke tempat aksinya . kalsium. Tapi nilai tersebut diatas dapat bervariasi pada orang yang berbeda-beda. Sebagai contoh.transpor produk sisa ke ginjal dan paru-paru . 3. sejumlah besar cairan dapat saja bergerak kedalam dan keluar ruang transelular setiap harinya. CIS. Sisanya 2-3 L (40%) terdiri dari sel darah merah (SDM. Dalam CIS Ion Sifat pengaturan tubuh Page 4 .rata volume darah orang dewasa kira-kira 5-6 L (8% dari BB). konsentrasi ion natrium dan kalium Intraselular berlawanan dengan yang ada dalam CES. Pada waktu tertentu volume (CTS) dapat mendekati jumlah 1 L. plasma mengandung lebih banyak protein dan cairan interstisial mengandung sangat sedikit protein. b. Komposisi 1. CES.pengiriman antibodi dan SDP ke tempat infeksi . sinovial. Contoh (CTS) meliputi cairan serebrospinal. Akibat pompa Natrium-kalium dependen ATP. atau eritrosit) yang mentranspor oksigen dan bekerja sebagai bufer tubuh yang penting. Plasma darah dan cairan interstisial memiliki isi yang sama yaitu ion Natrium dan klorida serta ion bikarbonat dalam jumlah besar. Komposisi kompartemen cairan a. Namun. Perbedaanya adalah dalam hal protein. sel darah putih (SDP. saluran gastro-intestinal (GI) secara normal mensekresi dan mereabsorbsi sampai 6-8 L per-hari. magnesium. atau leukosit). Cairan Transelular (CTS) adalah cairan yang terkandung didalam rongga khusus dari tubuh.pengiriman nutrien (mis . dan cairan intraokular serta sekresi lambung. fosfat. Adapun fungsi dari darah adalah mencakup : . berat badan dan faktor-faktor lain.sirkulasi panas tubuh c. glokusa dan oksigen) ke jaringan . dan trombosit.

a) Elektrolit : Substansi yang berionisasi (terpisah) di dalam larutan dan akan menghantarkan arus listrik. Pemahaman perbedaan antara dua kompartemen ini penting dalam mengantisipasi gangguan seperti trauma jaringan atau ketidakseimbangan asambasa. cairan tubuh mengandung dua jenis substansi terlarut elektrolit dan non-elektrolit. Namun demikian. Pada situasi ini. 2. Sistem pompa terdapat di dinding sel tubuh yang memompa natrium ke luar dan kalium ke dalam Anion : ion-ion yang membentuk muatan negatif dalam larutan. Sifat pengaturan tubuh Page 5 . Kation ekstraselular utama adalah natrium (Na+). secara bermakna mengubah nilai elektrolit palsma. yang terdiri atas cairan intraselular dan interstisial. sedangkan kation intraselular utama adalah kalium (K+). sedangkan anion intraselular utama adalah ion fosfat (PO4-). Karena kandungan elektrolit dari palsma dan cairan interstisial secara esensial sama. nilai elektrolit plasma tidak selalu menunjukkan komposisi elektrolit dari cairan intraselular. Kation : ion-ion yang mambentuk muatan positif dalam larutan. Rata-rata pria Dewasa hampir 60% dari berat badannya adalah air dan rata-rata wanita mengandung 55% air dari berat badannya. b. Air adalah senyawa utama dari tubuh manusia. Cairan itu adalah sebagai berikut. a. Elektrolit berionsasi menjadi ion positif dan negatif dan diukur dengan kapasitasnya untuk saling berikatan satu sama lain (miliekuivalen/liter) atau dengan berat molekul dalam garam (milimol/litermEq/L). Anion ekstraselular utama adalah klorida ( Clˉ ). elektrolit dapat dilepaskan dari atau bergerak kedalam atau keluar sel. Selain air. Solut(terlarut). nilai elektrolit plasma menunjukkan komposisi cairan ekstraselular. yaitu sekitar empat kali konsentrasi dalam plasma. Jumlah kation dan anion.kalium berkonsentrasi tinggi dan ion natrium berkonsentrasi rendah. Konsentrasi protein dalam sel tinggi. mol/L dalam larutan selalu sama. yang diukur dalam miliekuivalen. Komposisi cairan tubuh Air.

Ca. Sebab utama air merupakan media utama adalah kerja enzim. K. objek keseimbangan berbagai elektrolit tubuh seperti : Na. katalisator reaksi biokimia dalam tubuh kita. Hal ini disebabkan oleh sifat reaksi kimia yang memerlukan media agar bisa terjadi. 4. zat-zat makanan yang dibawa oleh cairan tubuh menjadi bahan utama proses metabolisme. cairan tubuh membawa juga nutrien dari sejak absorbsi dan mendistribusikannya ke tingkat interseluler. Non-elektrolit lainnya yang secara klinis penting mencakup kreatinin dan bilirubin. Fungsi Cairan Tubuh Gambaran umum sistem cairan tubuh berperan sebagai media atau sarana untuk transportasi zat-zat makanan maupun sisa-sisa metabolisme tubuh.b) Non-elektrolit : Substansi seperti glokusa dan urea yang tidak berionisasi dalam larutan dan diukur berdasarkan berat (miligram per 100 ml-mg/dl). bisa bekerja bila medium yang ada adalah air. objek agar suhu tubuh tetap konstan (produksi panas hepar & otot. cairan tubuh memiliki peran yang sangat vital. objek keseimbangan asam basa dibantu oleh cairan atau larutan buffer 3. fungsi khusus cairan tubuh dibagi menjadi dua macam: Sifat pengaturan tubuh Page 6 . Lain halnya dengan proses kimia yang terjadi dalam tubuh kita. Fungsi-fungsi lain ada dalam poin-poin berikut ini: 1. dan medium yang bisa menjadi temat berlangsungnya jutaan reaksi kimia dalam tubuh adalah cairan tubuh yang umumnya adalah air. Cl 2. Dalam tingkat interseluler. Demikian juga dengan hasil metabolisme yang juga akan didistribusikan oleh cairan tubuh menuju tempat yang memerlukan dan sisa-sisa proses metabolisme akan dibawa menuju organ-organ ekskresi untuk dikeluarkan dari tubuh. diatur oleh hipotalamus) Selain fungsi-fungsi yang ada diatas.

potensial listrik serta perbedaan tekanan. b. dan filtrasi. b. nutrisi dan oksigen diambil dari paru-paru dan dan saluran pencernaan. Perpindahan cairan dan elektrolit tubuh terjadi dalam tiga fase yaitu: a. Fase III Cairan dan substansi yang ada di dalamnya berpindah dari cairan interselular masuk ke dalam sel.a. Metode perpindahan cairan dan elektrolit tubuh dilakukan dengan cara transpor pasif (difusi dan osmosis). Fase I Plasma darah pindah dari seluruh tubuh ke dalam sistem sirkulasi. Difusi Merupakan kecenderungan alami dari suatu substansi untuk bergerak dari suatu area dengan konsentrasi yang lebih tinggi ke daerah konsentrasi yang lebih rendah. Sifat pengaturan tubuh Page 7 . Beberapa factor yang mempengaruhi mudah tidaknya difusi zat terlarut menembus membran kapiler dan sel yaitu permebilitas membrane kapiler dan sel. cairan intrasel berfungsi sebagai medium/tempat terjadinya reaksi kimia dalam tubuh. Fase II Cairan interselular beserta komponennya pindah dari darah kapiler dan sel. Cairan ekstraseluler berfungsi sebagai medium untuk transportasi substansi kimia antara sel satu dengan sel yang lain. Difusi terjadi melalui perpindahan tidak teratur dari ion dan molekul. Pembuluh darah kapiler dan membran sel yang merupakan membran semipermiabel mampu memfilter tidak semua substansi dan komponen cairan dalam tubuh ikut berpindah. c. 5 Pergerakan Cairan Cairan tubuh dan zat yang terlarut di dalamnya berada dalam mobilitas konstan dan proses menerima dan mengeluarkan cairan yang terus menerus. transpor aktif.

Sifat pengaturan tubuh Page 8 . Konsentrasi natrium lebih besar dalam CES di banding di CIS oleh karena itu ada kecenderungan natrium untuk memasuki sel dengan cara difusi. Transpor aktif berbeda dengan transpor pasif karena memerlukan energi dalam bentuk adenosine triposfat (ATP). Distribusi air dalam kedua bagian itu diatur oleh tekanan hidrostatik yang dihasilkan oleh darah kapiler. Salah satu contohnya adalah transportasi pompa kalium-natrium. terutama akibat pemompaan oleh jantung dan tekanan osmotik koloid yang disebabkan oleh albumin serum. Meskipun keadaan diatas merupakan proses pertukaran dan pergantian yang terus menerus namun komposisi dan volume cairan relatif stabil. Natrium tidak berperan penting dalam perpindahan air di dalam bagian plasma dan bagian cairan intraselular karena konsentrasi natrium hampir sama pada kedua bagian itu. Contoh proses filtrasi adalah pada glomerulus ginjal. Hal ini diimbangi juga oleh pompa natrium-kalium yang terdapat pada membran sel dan sel aktif memindahkan natrium dari sel ke dalam CES.Osmosis adalah perpindahan air terjadi melalui membran dari daerah dengan konsentrasi zat terlarut yang rendah ke daerah dengan konsentrasi zat terlarut tinggi sampai dengan kedua konsentrasi tersebut sama. Transpor aktif adalah perpindahan zat terlarut melalui sebuah membran sel yang melawan perbedaan konsentrasi atau muatan listrik. Sebaliknya konsentrasi kalium intraseluler yang terjadi dipertahankan dengan memompakan kalium ke dalam sel. Filtrasi adalah tekanan hidrostatik dalam kapiler cenderung untuk menyaring cairan yang keluar dari kompartemen vascular ke dalam cairan intra seluler. keadaan ini disebut keseimbangan dinamis atau homeostatis.

Plasma sangat perlu diberikan untuk menggantikan cairan ini. Cairan Nutrien Pasien yang istirahat di tempat tidur memerlukan sebanyak 450 kalori setiap harinya. Pada pasien dengan lika bakar berat. Asam amino. contoh: dextrose (glukosa). contoh: lipomul dan liposyn. Karbohidrat dan air. Blood volume expanders Blood volume expanders merupakan bagian dari jenis cairan yang berfungsi meningkatkan volume pembuluh darah setelah kehilangan darah atau plasma. Kalori yang terdapat dalam cairan nutrien dapat berkisar antara 2002500 kalori per liter. invert sugar (1/2 dextose dan ½ levulose). contoh: amigen. Sifat pengaturan tubuh Page 9 . maka pemberian plasma akan mempertahankan volume darah. Cairan nutrien (zat gizi) melalui intravena dapat memenuhi kalori ini dalam bentuk karbohidrat. dan paru-paru hal yang terpenting adalah untuk tetap mempertahankan jumlah cairan yang cukup dalam tubuh. aminosol dan travamin. Caian nutrient terdiri atas a. levulose (fruktosa). Jenis blood volume expanders antara lain: human serum albumin dan dextran dengan konsentrasi yang berbeda. Lemak. c. sejumlah besar cairan hilang dari pembuluh darah di daerah luka. kulit. 2. sehingga secara langsung dapat meningkatkan jumlah volume darah. 8 Keseimbangan Cairan Keseimbangan cairan dicapai dengan masukan dan keluaran cairan yang seimbang. misalnya pasien dalam kondisi pendarahan berat. nitrogen dan vitamin yang penting untuk metabolisme. Apabila keadaan darah sudah tidak sesuai. Kedua cairan ini mempunyai tekanan osmotik.6 Jenis Cairan 1. b. Karena air mengalami proses kehilangan yang tidak terelakan setiap saat melalui ginjal.

pusat haus dikendalikan berada di otak.07ml air. ginjal (urin) dan ekskresi pada proses metabolisme. 1gram karbohidrat. 1. Kondisi sakit dapat menyebabkan gangguan pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. 2. proses pembentukan urin oleh ginjal dan ekresi melalui tractus urinarius merupakan proses pengeluaran cairan tubuh yang utama. Perasaan kering di mulut biasanya terjadi bersama dengan sensasi haus walaupun kadang terjadi secara sendiri. Sedangkan kebutuhan cairan tubuh kira-kira 2500ml air per hari. jumlah perolehan secara mendasar diatur oleh rasa haus. Dalam kondisi yang normal pengeluaran cairan yang terjadi sesuai dengan pemasukannya. Sedangkan rangsangan haus berasal dari kondisi dehidrasi intraselular.Pengatur utama masuknya cairan adalah melalui mekanisme haus.41ml air. Didalam tubuh seseorang yang sehat volume cairan tubuh dan komponen kimia dari cairan tubuh selalu berada dalam kondisi dan batas yang aman. sekresi angiotensin II sebagai respon dari penurunan tekanan darah dan pendarahan yang mengakibetkan penurunan volume darah. tetapi hal ini lebih dipengaruhi oleh kebiasaan minum. penguapan kulit. Dalam rangka mempertahankan fungsi tubuh maka tubuh akan kehilangan cairan antara lain melalui proses penguapan ekspirasi. Urin. 0. Minum. air metabolik yang dihasilkan melalui katabolisme mencapai sekitar 300ml.55ml air dan 1gram protein. katabolisme 1gram lemak menghasilkan 1. Selama aktifitas dan temperature yang sedang seorang dewasa kira-kira minum 1500ml air per hari. Makan yang mengandung air. Sensasi haus akan segera hilang setelah minum sebelum proses absorbsi oleh tractus gastrointestinal. sehingga kebutuhan 1000ml sisanya diperoleh dari b. 0. Asupan (intake) cairan melalui 3 cara: a. Dalam kondisi normal Sifat pengaturan tubuh Page 10 . daging mengandung 50% sampai 75% air dan beberapa jenis buah dan sayur mengandung 95% air c. Proses oksidasi makanan dalam tubuh (metabolisme). Keluaran (output) cairan melalui 4 proses yaitu: a.

bagian yang dikendalikan oleh antidiuritik hormon (ADH).Pengaturan kadar elektrolit dalam CES dengan retensi selektif substansi yang dibutuhkan. Feses. Cairan yang keluar melalui keringat sekitar 100ml per hari. Apabila aktifitas kelenjar meningkat maka produksi urin akan menurun sebagai upaya tetap mempertahankan keseimbangan dalam tubuh. Hal tersebut mengatur reabsorbsi air dari tubulus distal ginjal dan mengatur jumlah urin yang di ekresi. Kehilangan air terbesar melalui ginjal merupakan bagian yang tidak dapat dihindarkan. Pada orang yang sehat kemungkinan produksi urin bervariasi dalam setiap harinya. Sifat pengaturan tubuh Page 11 .Ekskresi sampah metabolik dan substansi toksik. . c. Organ yang berperan dalam pengaturan keseimbangan cairan meliputi: a. b. darimana dilepaskan sesuai dengan kebutuhan. IWL (Insesible Water Loss) terjadi melalui paru-paru dan kulit. 3.Pengaturan pH CES melalui retensi ion-ion hidrogen. melalui kulit dengan mekanisme difusi. apabila respirasi atau suhu tubuh meningkat maka IWL dapat meningkat. Ginjal Fungsi-fungsi utama ginjal dalam mempertahankan keseimbangan cairan: . berkeringat terjadi sebagai respon terhadap kondisi tubuh yang panas. . karena ginjal tidak dapat berfungsi. respon ini berasal dari anterior hypothalamus sedangkan impulsnya ditransfer melalui susum tulang belakang yang dirangsang oleh susunan saraf simpatis pada kulit. . Keringat. ADH dihasilkan oleh hipotalamus dan ditransportasikan ke kelenjar pituitary.pengeluaran urin sekitar 1400-1500ml per 24jam atau sekitar 30-50ml per jam. Oleh karena itu gagal ginjal jelas mempengaruhi keseimbangan cairan. Pada orang dewasa normalnya kehilangan cairan tubuh melalui proses ini berkisar antara 300-400ml per hari. d.Pengaturan volume dan osmolalitas CES melalui retensi dan eksresi selektif cairan tubuh. yang diatur melalui proses reabsorbsi di dalam mukosa usus besar (kolon). pengeluaran air melalui feses berkisar antara 100-200ml per hari.

Jantung dan pembuluh darah Kerja pompa jantung mensirkulasi darah melalui ginjal di bawah tekanan yang sesuai untuk menghasilkan urine. absorbsi kalsium dari usus dan reabsorbsi kalsium dari ginjal. Sedangkan apabila aldosteron kurang maka air akan banyak keluar karena natrium hilang. Kegagalan pompa jantung ini mengganggu perfusi ginjal dan karena itu mengganggu pengaturan air dan elektrolit. Sehingga dengan PTH dapat mereabsorbsi tulang. kehilangan kalor. c. ventilasi mekanik dengan air yang berlebihan menurunkan kehilangan air ini. karena fungsinya mempertahankan tekanan osmotik sel dengan mengendalikan retensi atau ekskresi air oleh ginjal dan dengan mengatur volume darah. Pada kondisi yang abnormal seperti hiperpnea atau batuk yang terus-menerus akan memperbanyak kehilangan air. e. Kekurangan volume isotonik seringkali diistilahkan Sifat pengaturan tubuh Page 12 . Kekurangan volume cairan ekstraselular atau hipovolemia didefinisikan sebagai kehilangan cairan tubuh isotonik yang disertai kehilangan natrium dan air dalam jumlah yang relatif sama. Kelenjar adrenal Aldosteron yang dihasilkan/disekresi oleh korteks adrenal (zona glomerolus).b. Peningkatan aldosteron ini mengakibatkan retensi natrium sehingga air juga ditahan. Kortisol juga menyebabkan retensi natrium. 8 Ganguan Keseimbangan Cairan 1. Ketidakseimbangan volume a. Paru-paru Melalui ekhalasi paru-paru mengeluarkan air sebanyak +300L setiap hari pada orang dewasa. d. Kelenjar paratiroid Mengatur keseimbangan kalsium dan fosfat melalui hormon paratiroid (PTH). f. Kelenjar pituitari Hipotalamus menghasilkan suatu substansi yaitu ADH yang disebut juga hormon penyimpan air.

Glukosa terdapat pada kedua cairan. Dehidrasi isotonik. dan properti lainnya cairan intraseluler tidak umum untuk cairan ekstraseluler. Adanya protein dan asam amino adalah fitur cairan intraseluler sedangkan mereka tidak ditampilkan dalam cairan ekstraseluler. Kedua cairan terutama terdiri dari air. 5. cairan ekstraseluler memiliki dua jenis utama sedangkan cairan intraseluler adalah hanya satu jenis. c. kompleks protein. b. 4. terjadi jika tubuh kehilangan sejumlah cairan dan elektrolit secara seimbang. Ada tiga macam kekurangan cairan eksternal yaitu: a. 9. Dehidrasi hipertonik. 6. tubuh akan mengalirkan cairan keluar sel. Tubuh akan merespons kekurangan cairan tubuh dengan mengosongkan cairan vaskuler. terjadi jika tubuh kehilangan lebih banyak elektrolit daripada air. tapi cairan ekstraseluler tidak memiliki organel untuk memecah mereka untuk menghasilkan energi tetapi tidak cairan intraseluler. tetapi ada lebih banyak ion dalam cairan ekstraseluler daripada pada cairan intraseluler.dengan dehidrasi yang seharusnya dipakai untuk kondisi kehilangan air murni yang relatif mengakibatkan hipernatremia. gradien konsentrasi. 1. 3. Sifat pengaturan tubuh Page 13 . Sebagai kompensasi akibat penurunan cairan inetrstisial. Cairan intraseluler ditemukan di dalam sel sementara cairan ekstraseluler ditemukan di luar sel. 2. Pengosongan cairan ini terjadi pada pasien diare dan muntah. Dehidrasi hipotonik. Kekurangan cairan eksternal terjadi karena penurunan asupan cairan dan kelebihan pengeluaran cairan. Perbedaan antara Cairan intraselular dan Cairan ekstraselular. terjadi jika tubuh kehilangan lebih banyak air daripada elektrolit.