Anda di halaman 1dari 7
SEJARAH FISIKA KELISTRIKAN DAN KEMAGNETAN ( PAPER UK 2_PILIHAN BEBAS ) DISUSUN OLEH : NAMA: NIRMALA RESPATININGRUM NIM K2310066 : PENDIDIKAN FISIKA SBI 2010 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012 KELISTRIKAN DAN KEMAGNETAN Fenomena kelistrikan dan kemagnetan pada awalnya tampak terpisah. Pada abad ke 19 ternyata fenomena kelistrikan dan kemagnetan mempunyai kaitan yang erat tidak dapat dipisahkan. Fenomenanya timbal balik, gejala kelistrikan dapat menimbulkan kemagnetan dan sebaliknya gejala kemagnetan menimbulkan kelistrikan. Magnet atau magnit adalah suatu obyek yang mempunyai suatu medan magnet. Kata magnet (magnit) berasal dari bahasa Yunani magnítis líthos yang berarti batu Magnesian. Magnesia adalah nama sebuah wilayah di Yunani pada masa lalu yang kini bernama Manisa (sekarang berada di wilayah Turki) di mana terkandung batu magnet yang ditemukan sejak tahun 6500 SM. Batu ini memiliki sifat khas, yaitu dapat menarik besi. Ternyata kemagnetan bahan juga dapat dibuat, maka dikenal ada magnet alam dan magnet buatan. Sekitar tahun 121 bangsa tionghoa mengetahui jika sebatng magnet digantung pada sumbu vertical dan dapat berputar bebas, maka posisinya akan berada dalam arah utara selatan. Akhirnya muncul konsep kutub utara dan kutub selatan magnet. Sifat kutub magnet yaitu kutub yang senama akan saling tolak menolak dan kutub yang tidak senama akan tarik menarik. Kutub utara magnet bumi berada di dekat kutub selatan geografi bumi (di Antartika). Kutub selatan magnet bumi berda didekat kutub utara (1500km) geografi bumi (di kutub utara Kanada). Satuan intensitas magnet menurut sistem metrik pada Satuan Internasional (SI) adalah Tesla dan SI unit untuk total fluks magnetik adalah weber. 1 weber/m^2 = 1 tesla, yang mempengaruhi satu meter persegi. Membuat magnet buatan dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu: a. Membuat magnet dengan cara menggosok. b. Membuat magnet dengan cara induksi c. Membuat magnet dengan cara arus listrik. Benda yang ditarik kuat oleh magnet disebut benda feromagnetik. Contohnya besi, baja, nikel, dan kobalt. Benda yang ditarik lemah oleh magnet disebut benda paramagnetik. Contohnya platina, tembaga, dan garam. Benda yang ditolak oleh magnet dengan lemah disebut benda diamagnetik. Contohnya timah, aluminium, emas, dan bismuth. Weber memberikan asumsi tentang dipol magnet bahwa : Dalam bahan terdapat dipol-dipol magnet, sifat magnetic suatu bahan tergantung dari keadaan dipol magnetnya, keadaan dipol magnet ada yang permanen dan ada yang tidak permanen. William Gilbert yang menemukan adanya elektron meneliti kembali mengenai magnet. Penelitiannya sangat berpengaruh hingga pada saat ini. Listrik dan magnet selama berabad-abad dainggap sebagai dua fenomena alam yang terpisah dan seolah olah tidak ada hubungannya. Barulah ketika Hans Christian Oersted pada tahun 1820 mendemonstrasiakn fenomena yang sangat menarik di universitas Kopenhagen. Ilmuan baru melihat bahwa listrik dan magnet itu seperti saudara kembar. Oersted menunjukkan adanya penyimpangan jarum kompas yang diletakkan di sekitar kawat berarus listrik. Sejak saat itu disimpulkan bahwa ada hubungan timabl balik antara listrik dan magnet. Kemudian Oersted juga mengamati bahwa serbuk besi yang diletakkan berserak di atas karton akan mempumnyai pola teratur apabila arus listri dialirkan menembus karton tersebut. Oersted akhirnya menyimpulakn arus listrik pasti menimbulkan medan magnet. Namun Dia tidak mengetahui keterkaitan antara mereka. Penemuan Oersted ini mengilhami dua orang ahli fisika bangsa Prancis bernama Jean baptiste Biot dan Felix Savart. Hampir dalam waktu bersamaan Andre Marie Ampere menemukan adanya kekuatan saling menarik dari dua buah kawat sejajar yang dialiri arus dan berarah sama. Sebaliknya bila arah arusnya berlawanan akan tolak menolak. Apabila salah satu kawat diganti dengan magnet dan didekatkan ternya gaya tarik dan tolak masih ada untuk mempermudah mendapatkan hal yang sama Ampere merumuskannya dalam bentuk kaidah tangan kanan, seperti ynag terlihat pada gambar berikut: Kaidah tangan kanan mengmberitahukan kepada kita untuk mengubah energi listrik (arus) menjadi energi mekanis (gaya tolak). Michael faraday (1791-1867), seorang ilmuwan jenius dari inggris menyatakan bahwa: 1. Jika sebuah penghantar memotong garis-garis gaya dari suatu medan magnetik (flux) yang konstan, maka pada penghantar tersebut akan timbul tegangan induksi. 2. Perubahan flux medan magnetik didalam suatu rangkaian bahan penghantar, akan menimbulkan tegangan induksi pada rangkaian tersebut. Kedua pernyataan beliau diatas menjadi hukum dasar listrik yang menjelaskan mengenai fenomena induksi elektromagnetik dan hubungan antara perubahan flux dengan tegangan induksi yang ditimbulkan dalam suatu rangkaian, aplikasi dari hukum ini adalah pada generator. Gambar 1 akan menjelaskan mengenai fenomena tersebut. Gambar 1. Hukum Faraday, Induksi Elektromagnetik Tiga orang ilmuwan jenius dari perancis, Andre Marie Ampere (17751863), Jean Baptista Biot (1774-1862) dan Victor Savart (1803-1862)/ Hukum Ampere-Biot-Savart menyatakan bahwa: “Gaya akan dihasilkan oleh arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar yang berada diantara medan magnetik” Hal ini juga merupakan kebalikan dari hukum faraday, dimana faraday memprediksikan bahwa tegangan induksi akan timbul pada penghantar yang bergerak dan memotong medan magnetik. Hukum ini diaplikasikan pada mesinmesin listrik, dan gambar 2 akan menjelaskan mengenai fenomena tersebut. Gambar 2. Hukum Ampere-Biot-Savart, Gaya induksi Elektromagnetik. Pada tahun 1835 seorang ilmuwan jenius yang dilahirkan di Estonia, Heinrich Lenz (1804-1865) menyatakan bahwa: “arus induksi elektromagnetik dan gaya akan selalu berusaha untuk saling meniadakan (gaya aksi dan reaksi)”. Gambar 3. Hukum Lenz- gaya aksi dan reaksi. Sebagai contoh, jika suatu penghantar diberikan gaya untuk berputar dan memotong garis-garis gaya magnetik, maka pada penghantar tersebut akan timbul tegangan induksi (hukum faraday). Kemudian jika pada ujung-ujung penghantar tersebut saling dihubungkan maka akan mengalir arus induksi, dan arus induksi ini akan menghasilkan gaya pada penghantar tersebut (hukum ampere-biotsavart). Yang akan diungkapkan oleh Lenz adalah gaya yang dihasilkan tersebut berlawanan arah dengan arah gerakan penghantar tersebut, sehingga akan saling meniadakan. Hukum Lenz inilah yang menjelaskan mengenai prinsip kerja dari mesin listrik dinamis (mesin listrik putar) yaitu generator dan motor.