Anda di halaman 1dari 38

Tumor

Medula
Spinalis
Ihsan Putra
Pembimbing
Dr. Agus Tri Joko S, SpS

Ilustrasi kasus
 RSUD

AA 19 Juli 2013
 Wanita 29th IRT, rujukan RS Kuansing
 Keluan

utama : lemah pada keempat
anggota gerak

Riwayat Penyakit
Sekarang
1 bulan SMRS kedua kaki pasien melemah
dan semakin lama kaki pasien tidak dapat
berjalan. Pasien masih dapat merasakan
bila kakinya dipegang. Telapak tangan
pasien juga melemah dan tidak dapat
menggenggam dengan kuat. BAK tidak
dapat ditahan dan susah BAB. Keluhan
sesak disangkal.

pasien sering mengeluhkan nyeri pada pundak bagian kiri yang dirasakan hingga lengan kiri atas. . Pasien masih dapat beraktifitas biasa (IRT). Riwayat jatuh disangkal. Nyeri sering timbul saat bangun tidur. Pasien tidak pernah mengangkat benda-benda berat. Pasien sering pergi ke tukang urut untuk mengobati keluhan tersebut.1 tahun SMRS.

 Riwayat penurunan berat badan yang drastis disangkal.  Riwayat memiliki benjolan di daerah lain disangkal. batuk berdarah disangkal.  Riwayat jatuh disangkal. batuk-batuk lama. .Riwayat Penyakit Dahulu  Belum pernah mengeluhkan keluhan tersebut sebelumnya.  Riwayat gangguan menstruasi disangkal.  Riwayat demam.

 Tidak ada keluarga yang menderita tumor. dan kebiasaan  IRT. sosial ekonomi.  Riwayat Pekerjaan. Tidak pernah mengangkat barangbarang berat. .Riwayat Keluarga Tidak terdapat keluhan yang sama pada anggota keluarga.

Pemeriksaan Fisik  Tekanan  Denyut darah: 120/70 mmHg nadi : 82 x/mnt. tipe abdominotorakal  Status gizi : Kesan overweigh  TB sekitar 155cm dan BB 65 Kg . teratur  Suhu : 36.80C  Paru : 18 x/mnt.

Status Neurologis  KESADARAN : komposmentis FUNGSI LUHUR: normal  KAKU KUDUK : tidak ada  SARAF KRANIAL : normal GCS 15 .

Hipoestesi 5 Motorik & Sensorik 5 ↓3 ↓2 Tetraparesis 35 52 22 22 ↓2 ↓2 ↓2 ↓2 .

Refleks   Fisiologis Biseps Triseps KPR APR Kanan   + + Kiri   + + +↑ +↑ +↑ +↑   Patologis   Hoffman + Tromer + Chaddock + Babinski   Klonus patella + Klonus achilles     + + +   + + Keterangan     Peningkatan refleks patella dan achilles         Refleks patologis (+). dengan kesan gangguan lebih berat pada sisi kiri .

Fungsi Koordinasi   Tes telunjuk Kanan N Kiri N Keterangan Tidak dapat dinilai hidung Test tumit SDN SDN lutut SDN SDN Gait SDN SDN Tandem SDN SDN Romberg Fungsi Sistem Otonom •Miksi dan defekasi : terganggu .

gibus (-).Pemeriksaan Khusus  Laseque : Tidak terbatas  Kernig : Tidak terbatas  Patrick  Kontrapatrick  Valsava test : Negatif  Brudzinski I : Negatif  Tes Lheritte : Negatif  Tes Spurling : Belum dilakukan  Tes distraksi : Belum dilakukan  PF Vertebra : deformitas (-). nyeri tekan VC3 ::- .

Diagnosis Klinis  DIAGNOSIS KLINIS : Tetraparesis ec lesi medula spinalis pars cervikal ec??  DIAGNOSIS TOPIK : Medula spinalis pars cervical  DIAGNOSIS ETIOLOGIK : Susp SOL  DIAGNOSIS BANDING : Myelitis .

USULAN PEMERIKSAAN PENUNJANG  Pemeriksaan MRI dengan kontras vertebra cervical .

Saran Terapi a. Khusus  Kortikosteroid = Dexametason inj 4 x 100mg  Konsul Dokter Bedah Saraf . Umum  Mobilisasi  Kontrol Vital Sign  Pemberian nutrisi peroral sesuai kebutuhan kalori pasien  Pasang IV plug   b.

1 IU/l ALT : 37 IU/l Elektrolit Na+ : 136.96 mmo/L Cl.: 98.1 gr% Leukosit : 13.Hasil Pemeriksaan Penunjang 19 Juli 2013 Darah rutin Hb : 15.6 mmo/L K+ : 3.400/mm3 Trombosit : 352.5 mmo/L .907 mg/dl Ureum : 46.7 mg/dl AST : 26.000/mm3 Kimia darah Glu : 117 mg/dl Kreatinin : 0.

Follow Up .

rencana MRI .Metilpradnisolon inj 4x125mg .20 Juli 2013 A: tetraparesis ec susp SOL pars cervical P: .Ranitidine inj 2 x 1 amp .RL 20 tpm .

23 Juli 2013 MRI  SOL intramedular setinggi C2-C6 yang mendorong dan menekan medula spinalis setinggi lesi. DD tumor ekstramedular P : Konsul Bedah Saraf .

pindah Cendrawasih II  26 Juli 2013  diperbolehkan rawat jalan untuk persiapan operasi  27 . 25 Juli 2013 S : Nyeri pundak kiri makin hebat Hasil Konsul SpBS   Diagnosis : SOL intradural ekstramedularis. Ketorolak 3x1amp Juli 2013  setuju operasi. DD/ tumor intramedular Saran : operasi laminektomi dengan persiapan ICU + ventilator.

Pembahasa n .

Nyeri Leher  Keadaan yang tidak menyenangkan dapat disebabkan gangguan tulang vertebra cervical dan juga jaringan lunak disekitarnya.  Cidera daerah cervical dapat menyebabkan gejala myelopati. radikulopati atau keduanya. .

Etiologi Nyeri Leher  Trauma cervical  Kelainan diskus vertebra cervical  Spondilosis  Artritis cervical reumatoid  Spondilitis ankylosa  Herpes zoster  Neoplasma  Gangguan metabolik tulang  Infeksi  Nyeri alih .

HIV. keringat malam)  Nyeri hebat  Nyeri malam hari  Usia <20 th. demam. >50th  Gejala kompresi spinal (myelopati / radikulopati)  Riwayat TB. keganasan / artritis  .Red flag nyeri leher Trauma cervical  Timbulnya gejala sistemik (penurunan berat badan.

konsul ke tempat sesuai dan memadai . Dokter  Red Umum  Kompetensi 2 flag (+).

sel glia dan meningens. kanker prostat. berasal dari kanker mammae. kanker renal atau kanker pulmo. Biasanya mengenai usia 30-50 tahun. .Tumor Medula Spinalis  0.  Tumor sekunder / metastase : 85% kasus tumor medula spinalis. Biasanya mengenai usai > 50 tahun. limfoma.5-2. sarcoma dan multipel myeloma.000 populasi  Berdasarkan sumbernya:  Tumor primer : berasal dari sel neuron.5 kasus / 100.

meningioma)  Ekstradural . neurofibroma. Ependymoma)  Intradural-ekstramedular (Schwannoma.Berdasarkan Posisi  Intramedular (Astrocytoma.

Tumor Intramedular Gejala biasanya bilateral Nyeri radikuler jarang terjadi Tumor intraduralekstramedular Gejala biasanya unilateral Nyeri radikuler ++ Biasanya diawali gangguan sensorik dan fungsi Didahului nyeri autonom Timbulnya gejala relatif lama   “Gejala tumpang tindih karena proses kronis progresif” .

Komplikasi dari tumor medula spinalis yaitu:4  Paraplegia  Tetraplegia  Gangguan pernafasan  Trauma jaringan lunak .

. Prognosis semakin buruk jika gejala yang dikeluhkan sudah lama dan dalam kondisi berat.  Prinsip penatalaksanaan : Dekompresi MS  Penegakan diagnosis pasti jenis tumor dilakukan melalui histopatologis (biopsi atau intraoperatif). Pada kasus tumor medula spinalis. perbaikan fungsi neurologis tergantung dari lama dan beratnya gangguan.

Komplikasi yang dapat terjadi setelah operasi:  Defisit neurologis  Hematoma  Infeksi/sepsis  Emboli  Gangguan pernafasan  Kematian .

gangguan BAB-BAK • Gejala UMN pada ekstremitas inferior Lesi medula spinalis pars cervical (C3) .Dasar Diagnosis • kelemahan pada tungkai dan pada telapak tangan Anamnesi • BAB dan BAK terganggu s PF • tetraparesis. hipoestesi hingga C3.

Tumo r Prim er Intradural ekstramedula r Usia 30 tahun Kronik progresif diawali nyeri radikuler Kronis progresif Awal gejala unilateral. klinis saat di RS lebih buruk bagian kiri Riwayat tumor /keganasan disangkal Gejala myelopati = penekanan medula spinalis .

susp tumor intramedular) Konsul Bedah Saraf Edukasi Cost and Benefits Treatment (Operasi) .Susp Lesi medula spinalis pars cervical (C3) Dilakukan MRI (SOL setinggi C2-C6.

Dasar Pemeriksaan Penunjang Fungsi MRI  Gambaran anatomi manusia secara 3D dan detail  Gambaran jaringan lunak yang jelas .

Dasar Penatalaksanaan Medula Spinalis  dekompresi  Pemberian kortikosteriod dosis tinggi  mengurangi udem (anti inflamasi)  Tindakan operasi  pilihan utama  Saran berupa laminektomi (eksisi arcus posterior vertebra )  SOL .

 Setelah tatalaksana  fungsi < 100% .Prognosis  Prognosis pasien tersebut kurang baik. Gejala pada pasien sudah berlangsung lama dan gangguan yang dialami sudah berat.

Terima Kasih .