Anda di halaman 1dari 31

POROSITAS SEBAGAI INDIKATOR GEOMEKANIK

APLIKASI DARI CORE DAN LOG DATA DAN MEKANIKA
BATUAN

REVIEW
Karya tulis sebagai salah satu tugas
Mata Kuliah Teknik Pemboran Lanjut
Institut Teknologi Bandung

Oleh

NI KETUT SAMSIDDHIMASTHITA JYOTIR
22213063
(Program Studi Teknik Perminyakan)

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2013

POROSITAS SEBAGAI INDIKATOR GEOMEKANIK
APLIKASI DARI CORE DAN LOG DATA DAN MEKANIKA
BATUAN

Oleh

Ni Ketut Samsiddhimasthita Jyotir
Program Studi Teknik Perminyakan
Institut Teknologi Bandung

Menyetujui
Dosen Pembimbing
Bandung, 23 September 2013

___________________________
(Dr. Ing Bonar Tua Halomoan Marbun)

ABSTRAK
1

POROSITAS SEBAGAI INDIKATOR GEOMEKANIK
APLIKASI DARI CORE DAN LOG DATA DAN MEKANIKA
BATUAN
Oleh
Ni Ketut Samsiddhimasthita Jyotir
NIM : 22213063
(Program Studi teknik Perminyakan)

Ada kesadaran yang mulai muncul di antara insinyur minyak mengenai nilai
mekanika batuan berdasarkan pendekatan analitis pada kestabilan lubang bor dan
masalah produksi pasir. Kunci keberhasilan teknis, yang sudah banyak diterima
oleh dunia, terletak pada kemahiran memperoleh data yang dapat diandalkan.
Pengujian sifat geomekanik sering dirasa dibutuhkan, namun pengujian ini relatif
mahal. Akibatnya, sering kali pengujian ini dilakukan dengan jumlah sample yang
dibatasi. Makalah ini menunjukkan bagaiman porositas dapat digunakan sebagai
indeks geomekanik yang memungkinkan estimasi sifat material terkait mekanika
batuan dilakukan menggunakan korelasi umum dan korelasi sepsifik di lapangan.
Pendekatan semacam ini dapat digunakan untuk memperluas aplikasi dari
kalibrasi sampel dengan jumlah yang dibatasi.
Korelasi umum yang ada di antara porositas dan uniaxial compressive strengh dan
modulus Young terdapat pada batuan pasir dan karbonat. Sebagian besar karya
yang dilaporkan dalam literatur berfokus pada hubungan antara porositas dengan
nilai absolut dari sifat mekanis. Kekuatan material, bagaimanapun, merupakan
sifat yang sensitif terhadap tekanan (stress), dan nilainya akan naik jika tekanan
yang diberikan meningkat. Ini menunjukkan bahwa porositas berkorelasi dengan
konstanta yang dibutuhkan untuk menyusun kriteria kegagalan teoritis dan
empiris yang mendeskripsikan perilaku tersebut. Porositas juga merefleksikan
karakteristik geomekanik lainnya dari batuan sedimen, seperti mode kegagalan,
intensitas kegagaglan, laju pemboran, dan penetrasi perforasi.
Kegunaan porositas sebagai indeks geomekanik membuat data log dan batuan
yang sudah ada dapat diolah untuk memperluas penggunaan material batuan yang
terbatas.
Kata kunci : porositas, indeks geomekanik, mekanika batuan, korelasi umum,
uniaxial compressive strength, modulus Young.

2

It is readily accepted that the key to successful engineering lies in the acquisition of reliable data. It is shown that porosity correlates with the constants required to construct theoretical and empirical failure criteria which describe such behaviour. General correlations exists between porosity and the uniaxial compressive strengh and Young’s modulus of sandstones and carbonates. however. increasing as confining stress increases. The utility of porosity as a geomechanical index enables existing core and log data to be utilised to extend the use of limited core material. and perforation penetration. failure intensity.ABSTRACT POROSITY AS A GEOMECHANICAL INDICATOR : AN APPLICATION OF CORE AND LOG DATA AND ROCK MECHANICS By Ni Ketut Samsiddhimasthita Jyotir NIM : 22213063 (Petroleum Engineering Department) There is a growing awareness among petroleum engineers of the value of rock mechanics based analytical approaches to wellbore stability and sand production problems. Strength is. Most of the work reported in the literature has concentrated on correlating porosity with absolute values of mechanical properties. All to often only limited numbers of samples are tested. Keywords: porosity. general correlations. 3 . Porosity also reflects other geomechanical characteristics of sedimentary rocks including failure mode. rock mechanics. as being expensive. uniaxial compressive strength. drilling rate. This paper demonstrates how porosity can be employed as a geomechanical index to enable rock mechanics materials properties to be estimated using general and field spesific correlations. however. Young’s modulus. a stress sensitive property. geomechanical index. Geomechanical properties testing is often preceived. Such an approach can be used to extend the application of a limited number of calibration samples.

PEDOMAN PENGGUNAAN TESIS Tesis S2 yang tidak dipublikasikan terdaftar dan tersedia di Perpustakaan Institut Teknologi Bandung. tetapi pengutipan atau peringkasan hanya dapat dilakukan seizing pengarang dan harus disertai kebiasaan ilmiah untuk menyebutkan sumbernya. 4 . Memperbanyak atau menerbitkan sebagian atau seluruh tesis haruslah seizin Direktur Program Pascasarjana Institut Teknologi Bandung.Referensi kepustakaan diperkenankan dicatat. dan terbuka untuk umum dengan ketentuan bahwa hak cipta ada pada pengarang dengan mengikuti aturan HaKI yang berlaku di Institut Teknologi Bandung.

Dipersembahkan untuk Mamah dan Bapak yang sangat saya cintai Yang selalu memberikan doanya yang tidak pernah putus dan terbatas Yang tidak akan pernah bisa saya balas kasih sayangnya 5 .

Kak Tegar. 3. 7.KATA PENGANTAR Tugas review paper Society of Petroleum Engineers (SPE) 28853 dengan judul “Porositas sebagai Indikator Geomekanik : Aplikasi dari Core dan Log Data dan Mekanika Batuan” ini disusun sebagai salah satu tugas Mata Kuliah Teknik Pemboran Lanjut. Dara. dan Wetong. Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Sang Hyang Widhi Wasa atas anugerah-Nya yang tidak terhingga sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini. saudara – saudara penulis yang terus memberikan semangat kepada penulis untuk tidak mudah menyerah dan terus berjuang demi masa depan yang lebih baik. Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak – pihak yang membantu penyelesaian penulisan tugas ini. TOTAL E&P Indonesie yang telah memberikan beasiswa kuliah kepada saya. Minong. Mamah dan Bapak di Jogjakarta yang selalu mendoakan dan mendukung saya apapun keadaannya. Enang. Ifan. Penulis sadar bahwa penyusunan review paper SPE ini masih jauh dari kata sempurna. 5. Terima kasih untuk Rima dan Ribka yang selalu membawa tawa dalam keseharian penulis. Terima kasih untuk Mute. antara lain : 1. untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan tulisan ini. 6 . Eriska. dan Kak Jan. Lo Ten Haven yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menjadi penerima beasiswa ini. Kak Weny. Teman-teman S2 Teknik Perminyakan ITB angkatan 2013. 8. 6. atas kesabarannya selama hampir 2 tahun mendengarkan suka duka dan keluh kesah hidup saya. Nia. 4. Ing Bonar Tua Halomoan Marbun selaku dosen Mata Kuliah Teknik Pemboran Lanjut yang telah menyempatkan waktunya untuk berbagi ilmu dengan kami. Penulis berharap bahwa hasil analisis paper ini dapat bermanfaat bagi industri perminyakan di Indonesia. Mbak Ade. Teman – teman seperjuangan di ITB-IFP 2013. 2. Terima kasih atas semangat dan dukungan yang menginspirasi. Dr. Pak Deden dan Dr.

Bandung. September 2013 Penulis DAFTAR ISI ABSTRAK ABSTRACT ii Iii 7 .

4 Ruang Lingkup Penulisan Bab II Tinjauan Pustaka II.3 Tujuan Penulisan I.1 Porositas (Porosity) II.6 Representasi Bulk.1 Gambar II.PEDOMAN PENGGUNAAN TESIS HALAMAN PERUNTUKAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR SIMBOL Bab I Pendahuluan I.2 Sifat Mekanik Batuan (Rock Mechanical Properties) II.3 Gambar II.4 (Mechanical Properties) Hubungan Antara Kriteria Kegagalan (Failure Criteria) dan 9 II.7 Batuan Pasir (Sandstones) dan Batuan Karbonat (Carbonates) Pengaruh Porositas pada Pengembangan Differential Stress Saat 10 Gambar II.5 Gambar II.8 Kegagalan (Failure) Terjadi Akibat Kenaikan Tekanan Korelasi Linier Antara Porositas dengan Kriteria Kegagalan 11 Mohr-Coulomb untuk Batuan Pasir (Sandstones) di Propinsi UK North Sea 8 3 4 5 6 6 8 .1 Aplikasi Porositas sebagai Indeks Geomekanik III.6 Porositas (Porosity) Korelasi Umum dan Korelasi Spesifik Lapangan Antara Sifat 15 Batuan dan Porositas Bab III Pembahasan III.2 Rumusan Masalah Penelitian I.5 Porositas (Porosity) Hubungan Antara Mode Kegagalan (Failure Mode) dan 14 II.2 Manfaat Penggunaan Porositas sebagai Indeks Geomekanik Bab IV Kesimpulan DAFTAR PUSTAKA 16 16 18 19 20 DAFTAR GAMBAR Gambar II. Grain.2 Gambar II.1 Latar Belakang I.3 Hubungan Antara Porositas (Porosity) dan Sifat Mekanik iv v vi viii ix x xi 1 1 2 2 2 3 3 4 6 II.4 Gambar II. dan Pore Volume Hubungan Stress-Strain untuk Uniaxial Compression Distribusi Dynamic dan Static Moduli pada Kurva Stress-Strain Distribusi Failure Stress pada Kurva Stress-Strain Pergerakan Partikel Fluida Akibat Adanya Acoustic Velocity Korelasi Umum Antara Porositas dan Sifat Mekanik pada Gambar II.

9 Korelasi Linier Antara Porositas dengan Kriteria Kegagalan 12 Hoek-Brown untuk Batuan Pasir (Sandstones) di Propinsi UK Gambar II.10 North Sea Failure Envelope Mohr-Coulomb yang Bergantung pada Nilai 13 Gambar II.11 Porositas Failure Envelope Hoek-Brown yang Bergantung pada Nilai 14 Gambar II.12 Porositas Pengaruh Porositas pada Transisi Brittle-Ductile untuk Batuan 15 Pasir (Sandstones) 9 .Gambar II.

1 Konstanta pada Kurva Eksponensial Hubungan Porositas 9 dengan Sifat Mekanis pada Batuan Pasir (Sandstones) dan Tabel II.2 Batuan Karbonat (Carbonates) Konstanta Korelasi untuk Regresi Linier Hubungan Porositas 13 dengan Kriteria Kegagalan Mohr-Coulomb dan Hoek-Brown pada Reservoir Batuan Pasir (Sandstones) di United Kingdom (UK) DAFTAR SIMBOL 10 .DAFTAR TABEL Tabel II.

Lambang Nama Satuan Pemakaian Pertama Vb Vp ф M A.B E σucs σ1 σ3 σ0 Volume bulk batuan Volume pori Porositas Mechanical properties Konstanta mechanical properties Modulus Young Uniaxial compressive strength Maximum principal stress Minimum principal stress Estimated uniaxial compressive k m s strength Triaxial stress factor Hoek-Brown parameter Hoek-Brown intact index halaman Unit volume 3 Unit volume 3 lb/ft3 3 8 8 MPa 4 MPa 10 MPa 10 MPa 10 MPa 10 degree lb/ft3 lb/ft3 11 10 10 10 pada .

Indeks geomekanik yang dapat diaplikasikan secara langsung. Hal ini menimbulkan adanya batasan dalam analisa.Bab I Pendahuluan I. Tingginya porositas dan permeabilitas menghasilkan interval yang juga cenderung paling tidak stabil secara mekanis.1 Latar Belakang Dalam beberapa tahun terakhir. 1 . Situasi ini memicu ditemukannya sebuah cara/ metode yang diperlukan untuk memperluas kegunaan dari data yang diperoleh dari sampel – sampel yang tersedia. pengujian geomekanik cenderung dirasa mahal untuk dilakukan sehingga tidak semua sampel dapat dianalisis (hanya beberapa sampel saja yang terpilih untuk dapat diuji). karena seringkali sisa core material yang ada sangat sedikit pada daerah – daerah yang ingin diketahui sifatnya lebih dalam. Kunci kesuksesan masalah mekanika batuan terletak pada keabsahan data sifat bahan (modulus elastisitas dan kekuatan/strength) yang menggambarkan lapisan batuan yang dipenetrasi. Masalah pertama. Masalah kedua. Masalah ini menjadi semakin nyata ketika kita bekerja dengan sumur – sumur tua dimana pemeliharaan core dan kesalahan penempatan core menimbulkan masalah ekstra. merupakan salah satu solusi yang mungkin digunakan untuk menyelesaikan masalah di atas. pengujian geomekanik biasanya tidak diprioritaskan sehingga hanya sebagian core material saja yang tersedia setelah operasi pemboran rutin dan proyek analisis core khusus sudah dilakukan. Namun. tantangan teknis yang muncul dari pemboran gabungan dengan maksud pengurangan biaya penyelesaian sumur dan biaya workover telah meningkatkan aplikasi mekanika batuan dalam stabilitas lubang bor dan masalah – masalah produksi padatan. dari berbagai hasil riset laboratorium. ada dua masalah umum yang cenderung berlawanan dengan keabsahan data sifat bahan. yaitu mengoptimalkan kegunaan dari data yang sudah ada. Hasil penelitian di laboratorium pada batuan di Provinsi UK North Sea menunjukkan bahwa porositas dapat dijadikan indikator geomekanik.

Mengetahui manfaat penggunaan porositas sebagai indeks geomekanik.2 Rumusan Masalah Penelitian Dalam review paper ini. Ruang Lingkup Penulisan Dalam penulisan review paaper ini. Variabel – variabel lain yang tidak berpengaruh dalam kaitannya dengan penentuan sifat geomekanik dianggap konstan. dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut :   I. digunakan batasan-batasan sebagai berikut:  Kriteria kegagalan (failure criteria) yang digunakan dalam review paper  ini adalah Mohr-Coulomb dan Hoek-Brown failure criteria.4 Mengetahui aplikasi porositas sebagai indeks geomekanik.3 Bagaimana aplikasi porositas sebagai indeks geomekanik? Apa manfaat penggunaan porositas sebagai indeks geomekanik? Tujuan Penulisan Tujuan penulisan review paper ini antara lain :   I. 2 .I.

Representasi Bulk. sedangkan volume total batuan disimbolkan dengan V b. Porositas dapat dituliskan dengan bentuk persamaan : Porosity= void volume x 100 bulk volume (1) Porosity= bulk volume−grain volume x 100 bulk volume (2) Porosity= pore volume (Vp) x 100 void volume+ grain volume (Vb) (3) Gambar II. dan Pore Volume Porositas total (total porosity) didefiniskan sebagai rasio volume seluruh pori terhadap volume bulk total. Total Porosity= total void volume bulk volume Effective Porosity= (4) interconnected void volume bulk volume 3 (5) .Bab II Tinjauan Pustaka II. tidak memperhatikan apakah pori – pori tersebut saling berhubungan atau tidak. Porositas mempunyai simbol ф. Porositas efektif (effective porosity) didefinisikan sebagai volume seluruh pori yang saling berhubungan terhadap volume bulk total.1.1 Porositas (Porosity) Porositas didefinisikan sebagai rasio dari volume ruang kosong (void/ pore) dalam batuan terhadap volume total batuan (bulk volume). Grain. Volume ruang kosong disimbolkan dengan Vp.

4 . analisis.2 Sifat Mekanis Batuan (Rock Mechanical Properties) a. Compressive strength merupakan salah satu sifat mekanis batuan yang penting dan digunakan dalam design. dan pemodelan batuan. nilai rasio Poisson ini berkisar antara 0. Modulus Young untuk berbagai jenis batuan bervariasi sangat luas tergantung pada tipe batuannya. nilai Modulus Youngnya bisa mencapai 100 GPa. Hubungan Stress-Strain untuk Uniaxial Compression b. Pada sebagian besar batuan. Gambar II.15 – 0.4. Nilai dari Modulus Young dapat diperoleh dari nilai slope pada kurva stress-strain yang diperoleh selama pengujian compressional strength dan tensile strength pada batuan. Compressive strength yang paling umum diukur adalah uniaxial compressive strength atau unconfined compressive strength. Untuk batuan yang sangat keras dan kuat. Modulus Young didefinisikan sebagai rasio antara stress dan strain. Modulus Young (Young’s Modulus) dan Rasio Poisson (Poisson’s Ratio) Modulus Young (E) merupakan modulus elastisitas yang mengukur kekakuan dari suatu batuan.II. Rasio Poisson mengukur rasio antara lateral strain dengan axial strain pada daerah elastik yang linear. Compressive Strength Compressive strentgh merupakan kapasitas material untuk menahan gaya tekan pada arah aksial.2.

penentuan failure stress bisa menjadi masalah. Dynamic Modulii dan Static Modulli Dynamic moduli batuan merupakan modulus yang dihitung dari kecepatan gelombang elastis dan berat jenis. Pada pengujian propagasi gelombang dinamis. maka failure stress yang dihasilkan dapat dilihat dengan jelas. sedangkan static moduli merupakan modulus yang diukur secara langsung pada pengujian deformasi batuan. dan distribusi tekanan tektonik.c. Jika suatu material bersifat rapuh.3. Dynamic dan static moduli dari suatu batuan yang sama dapat bernilai beda karena adanya perbedaan pada amplitudo deformasi antara pengujian dinamis dan statis. sedangkan static strain dapat mencapai 10-2-. 5 . Gambar II. elevated pore pressure. Ketika material yang duji tidak begitu rapuh. nilai dynamic strain sekitar 10-7. Distribusi Dynamic dan Static Moduli pada Kurva Stress-Strain d. Static moduli sering digunakan dalam stabilitas lubang pemboran dan aplikasi in-situ stress untuk mengevaluasi kemungkinan terjadinya breakouts. Failure Strength Failure strength merupakan tekanan yang diberikan pada suatu material yang akan membuat material tersebut pecah atau hancur berkeping – keping.

Distribusi Failure Stress pada Kurva Stress-Strain e. Ryskewitch (1953) menemukan hubungan antara porositas dan kekuatan keramik. yaitu variasi instan dari tekanan sekitar tekanan atmosfer.4. yaitu variasi instan dari perpindahan di sekitar posisi setimbangnya atau disebut acoustic particular velocity.Gambar II. volume dan posisi dari partikel ini berubah di sekitar keadaan seimbangnya. Fenomena pertama dapat dideskripsikan sebagai tekanan akustik (acoustic pressure). b. Pergerakan Partikel Fluida Akibat Adanya Acoustic Velocity II. 6 . Acoustic Velocity Bayangkan sebuah partikel fluida (volume fluida kecil) ada dalam lingkungan akustik.5. Wyllie (1956. Fenomena kedua dikaitkan dengan perpindahan akustik (acoustic displacement). Gambar II. antara lain : a.3 Hubungan Antara Porositas (Porosity) dan Sifat Mekanik (Mechanical Properties) Hubungan antara porositas dan sifat mekanik media berpori sudah banyak ditemukan. 1958) memperkenalkan hubungan semi empiris antara porositas dengan kecepatan akustik pada industri petroleum.

sudah lama diduga menjadi faktor utama yang mempengaruhi elastisitas dan kekuatan berbagai jenis batuan dan sudah diobservasi oleh banyak peneliti bahwa porositas merupakan variabel tunggal yang dapat memprediksi kekuatan batuan sedimen. secara tidak sengaja. batuan kristalin (crystalline rocks).c.6. Dynamic elastic moduli menurun secara linear seiring meningkatnya porositas untuk siliclastic rocks dan menurun secara eksponen untuk batuan karbonat (carbonates). dan batuan sintesis (ceramics). Hubungan antara porositas dan sifat mekanik dari batuan pasir (sandstones) dan batuan karbonat (carbonates) yang terukur pada kondisi uniaxial loading terlihat pada gambar II. Perilaku ini juga terjadi pada batuan karbonat (carbonates). 7 . Porositas. Berbagai hasil penelitian laboratoium telah mengungkap beberapa hubungan empiris antara porositas dengan elastisitas dan kekuatan batuan pada berbagai jenis batuan. batuan karbonat (carbonates). Kekuatan batuan pasir (sandstones) menurun secara linear dengan naiknya porositas batuan. seperti batuan pasir (sandstones). dan keramik. Kamel (1991) menemukan bahwa terdapat korelasi yang sangat baik antara porositas yang diukur menggunakan log neutron dan densitas dengan dynamic elastic moduli dan kecepatan akustik. batuan kristalin.

Kecenderungan yang ada dalam gambar II. Konstanta Pada Kurva Eksponensial Hubungan Porositas dengan Sifat Mekanis pada Batuan Pasir (Sandstones) dan Batuan Karbonat (Carbonates) 8 .6. Namun hal itu tidak menutup fakta mengenai adanya hubungan antara porositas dengan elastic dan rupture characteristics pada batuan sedimen. Variasi teknik eksperimen dari masing – masing laboratorium menyebabkan terbentuknya data scatter dalam grafik tersebut. Korelasi Umum Antara Porositas dan Sifat Mekanis pada Batuan Pasir (Sandstones) dan Batuan Karbonat (Carbonates) Grafik di atas disusun menggunakan data yang sudah dipublikasikan dalam literatur teknik perminyakan dan mekanika batuan.1. Tabel II. mengikuti persamaan : M = A exp ⁡( B .6 dirangkum dalam Tabel 1.Gambar II. Fungsi eksponensial sederhana dari porositas. B = konstanta yang digunakan oleh banyak peneliti dalam mendeskripsikan data eksperimen ini. ф ) (6) Dimana : M = sifat mekanis A. ф.

σ3) yang disebut kriteria kegagalan (failure criterion). 9 . σ0 = intersep = uniaxial compressive strength k = triaxial stress factor = laju kenaikan axial stress saat kegagalan (failure) terjadi pada tekanan tertentu.Meskipun hubungan umum dari porositas dan sifat mekanik ini tidak dapat digunakan sebagai pengganti evaluasi langsung karakter mekanik dari suatu batuan. data – data dalam hubungan tersebut tidak cukup untuk menyusun korelasi untuk semua tekanan yang mungkin diberikan. Beberapa kriteria kegagalan yang populer dalam mekanika batuan industri petroleum antara lain : a. Mohr-Coulomb Criterion σ1 = σ0 + k. II. Hubungan antara porositas dan kekuatan batuan pada batuan pasir (sandstones) pada berbagai tekanan telah banyak ditemukan. namun hubungan umum ini memberikan cara estimasi sifat mekanik menggunakan data porositas ketika core material tidak tersedia untuk pengujian. Baik kekuatan maupun elastisitas batuan bersifat sensitif terhadap tekanan (stress).σ3 (7) dimana. dan uniaxial compressive strength (σucs). Pengembangan kekuatan kegagalan batuan (failure strength of rocks) sebagai fungsi dari tekanan direpresentasikan dalam hubungannya dengan principal stress (σ1.4 Hubungan Antara Kriteria Kegagalan (Failure Criteria) dan Porositas (Porosity) Sebagian besar hasil penelitian hingga saat ini fokus pada hubungan antara nilai absolut dari sifat mekanis seperti Modulus Young (E). Keduanya teramati akan meningkat nilainya jika tekanan yang diberikan semakin besar. Meskipun begitu.

σ02)1/2 dimana.9 MPa hingga 41. Pengaruh Porositas pada Pengembangan Differential Stress Saat Kegagalan (Failure) Terjadi Akibat Kenaikan Tekanan Gambar II. Gambar II. m. Mohr-Coulomb Criterion dan Hoek-Brown Criterion diterapkan pada data eksperimen yang diperoleh dari batuan pasir (sandstones) dari area Central dan Southern UK North Sea. Nilai porositas yang terekam dihitung menggunakan Boyle’s law Helium porosimetery pada sampel tidak terbatas.σ0 σ3 + s.4 MPa.20% untuk batuan pasir Rotliegendes (Rotliegendes sandstones) yang diukur selama pengujian multifailure state triaxial meningkat pada laju yang lebih tinggi untuk sampel dengan porositas yang lebih rendah. Hoek-Brown Criterion σ1 = σ3 + (m.7 menunjukkan bahwa differential stress saat kegagalan (failure) terjadi pada rentang porositas 5% . Pengamatan ini mendorong penelitian lebih lanjut mengenai hubungan antara porositas dan koefisien kriteria kegagalan (failure criteria). s = konstanta (untuk batuan utuh. s = 1) (8) Beberapa peneliti sudah memperhatikan bahwa pengaruh porositas meluas pada perkembangan kekuatan batuan seiring meningkatnya tekanan. Gambar II.b. Axial stress pada failure ditentukan sebagai fungsi dari tekanan pengujian multifailure state pada rentang 6.6 telah menunjukkan adanya hubungan 10 .7.

antara uniaxial compressive strength dan porositas. Gambar II. Baik Mohr-Coulomb maupun Hoek-Brown Criterion menunjukkan bahwa uniaxial compressive strength menurun seiring meningkatnya porositas. meksipun korelasi dengan σ0 dari Hoek-Brown Criterion menunjukkan nilai uniaxial compressive strength yang lebih rendah pada porositas yang sama.8. 11 . Gambar II. Korelasi Linear Antara Porositas dengan Kriteria Kegagalan Hoek-Brown untuk Batuan Pasir (Sandstones) di Propinsi UK North Sea.9. Korelasi Linear Antara Porositas dengan Kriteria Kegagalan Mohr-Coulomb untuk Batuan Pasir (Sandstones) di Propinsi UK North Sea. Hoek-Brown Criterion umumnya digunakan untuk memberikan estimasi nilai uniaxial compressive strength yang lebih baik karena kriteria ini dapat mendeskripsikan dengan lebih baik peningkatan kekuatan secara non linear yang sering teramati pada batuan sedimen pada tekanan tertentu.9 menunjukkan bahwa uniaxial compressive strength yang diprediksi dari failure criteria juga menunjukkan korelasi yang baik dengan porositas.8 dan II. sedangkan gambar II.

2. σ3) yang mendefinisikan failure envelope. Korelasi ini menunjukkan bahwa ada potensi untuk memprediksi kekuatan batuan pasir pada rentang tekanan tertentu menggunakan data porositas.7.2.8 dan II.Secara signifikan. kedua triaxial stress factor (m) dari Mohr-Coulomb Criterion dan Hoek-Brown Criterion mengindikasikan laju kenaikan kekuatan karena kenaikan tekanan akibat porositas. Tabel II.2.9 dirangkum dalam Tabel II. Kekuatan dari batuan dengan porositas rendah meningkat pada laju yang lebih tinggi dengan naiknya tekanan membenarkan hasil pada gambar II. Data ini juga dapat digunakan untuk penyusunan kumpulan principal stress data (σ1. 12 . Penyusunan kriteria kegagalan batuan pasir menggunakan baik Mohr-Coulomb Criterion maupun Hoek-Brown Criterion dapat menggunakan data dalam Tabel II. Untuk rentang porositas pada batuan pasir di UK North Sea dapat didekati dengan hubungan linear yang sederhana. Regresi linier yang terlihat pada gambar II. Konstanta Korelasi Untuk Regresi Linier Hubungan Porositas dengan Kriteria Kegagalan Mohr-Coulomb dan Hoek-Brown Pada Reservoir Batuan Pasir (Sandstones) di United Kingdom (UK).

10 dan II. Failure Envelope Mohr-Coulomb yang Bergantung pada Nilai Porositas Gambar II.Gambar II. Shear stress pada 13 . Failure Envelope Hoek-Brown yang Bergantung pada Nilai Porositas Failure envelope pada gambar II.11 menggambarkan failure criteria yang bergantung pada tipe porositas yang dapat disintesis.10.11.

2 dan korelasi lain yang dilaporkan dalam berbagai literatur disusun menggunakan data batuan dari beberapa lokasi dengan tujuan memperoleh rentang porositas buatan yang luas. Transisi brittle-ductile teramati merupakan fungsi tekanan untuk berbagai jenis batuan.12.12. Pengaruh Porositas pada Transisi Brittle – Ductile untuk Batuan Pasir (Sandstones) II. II. Contoh situasi dimana kebutuhan akan korelasi ini muncul melibatkan lokasi awal (virgin location) ketika mengevaluasi 14 .5 Hubungan Antara Mode Kegagalan (Failure Mode) dan Porositas Mode kegagalan (failure mode) pada batuan pasir juga dipengaruhi oleh porositas.6 Korelasi Umum dan Korelasi Spesifik Lapangan Antara Sifat Batuan dan Porositas Korelasi umum yang ditampilkan dalam Tabel II. meskipun begitu pada batuan pasir (sandstones). Tipe korelasi – korelasi ini sangat bermanfaat ketika core material (batuan) untuk pengujian mekanika batuan tidak tersedia.kegagalan (failure) dan normal stress dapat dimasukkan untuk menyusun nilai Mohr failure envelope yang bergantung pada porositas. porositas dipengaruhi oleh tekanan dimana transisi brittle-ductile tersebut terjadi. Gambar II. Porositas meningkat pada tekanan tertentu dimana transisi brittle-ductile terjadi diturunkan terlihat pada gambar II.1 dan II.

korelasi spesifik lapangan dapat disusun dengan paling sedikit 10 sampel dengan berbagai rentang porositas. Berdasarkan pengalaman beberapa peneliti. Verwall dan Mulder (1993) mempresentasikan data yang menghubungkan 15 .1 Aplikasi Porositas sebagai Indikator Geomekanik Hasil yang disajikan dalam review paper ini untuk batuan sedimen menunjukkan dan memperluas bukti yang mengindikasikan bahwa porositas merupakan indeks geomekanik yang sangat berguna. Porositas dapat digunakan sebagai indeks (petunjuk) baik untuk sifat mekanis absolut maupun karakter yang senstif terhadap perubahan tekanan (stress) pada batuan sedimen. Sarda (1993) mempublikasikan data lapangan yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan linear antara compaction factor dengan critical drawdown pressure dimana produksi pasir terjadi pada sumur di Nigeria. Aplikasi porositas lain yang potensial sebagai indeks geomekanik pada klasifikasi dan karakterisasi batuan dijelaskan dalam beberapa literatur. Compaction factor merupakan rasio antara porositas yang diperoleh dari log neutron-berat jenis dan merupakan ukuran kerusakan batuan karena keretakan yang akan mempengaruhi stabilitas massa batuan. pengendalian produksi pasir. Indeks tersebut membutuhkan data sifat mekanis dasar dan kriteria kegagalan (failure criteria) untuk perhitungan tekanan sumur bor dan evaluasi kestabilan struktur teknisnya. dan patahan hidrolik (hydraulic fracture). Bab III Pembahasan III.ulang prospek lama tepat sebelum merencanakan jadwal pengujian. Ada banyak banyak aplikasi untuk indeks ini dalam bidang teknik perminyakan terkait mekanika batuan. seperti kestabilan sumur bor.

Halker (1982) juga mempresentasikan continuos strength log untuk lapisan batubara dari korelasi Hydrogen Index yang diperoleh dari log neutron-neutron dan uniaxial compressive strentgh. Elkington menyatakan ekspresi antara point-load index strength dengan porositas neutron yang dapat digunakan untuk menyusun continuos strength log. Hal ini dapat memberikan sampling berat jenis lebih banyak sebagai data untuk menyusun log porositas – kekuatan/elastistas. Hubungan kebalikan antara strength dan porositas pada data yang dipresentasikan 16 . Sebuah penelitian juga telah menunjukkan bahwa penetrasi perforator bullet dan jet berbanding terbalik dengan nilai compressive strength pada batuan pasir (sandstones) dan batuan karbonat (carbonates).uniaxial compressive strength dan modulus Young dengan data output dari Equotip Hardness Tester. Log synthetic fracture density juga ditentukan menggunakan respon log neutron-neutron oleh Halker. Howarth (1987) menunjukkan bahwa laju penetrasi pemboran dalam batuan pasir (sandstones) meningkat secara linear dengan turunnya nilai compressive strength dan naiknya nilai porositas. Modulus Young. dan data output tester. Porositas sangat mungkin dikaitkan langsung dengan data dari strength index test pada batuan utuh di lapangan ataupun di laboratorium. meskipun kalibrasi data laboratorium masih lebih disarankan. Elkington (1982) menunjukkan bahwa terdapat hubungan linear antara point-load index strength dan respon dari alat logging neutron-neutron pada lapisan batubara di UK. Data porositas yang dipresentasikan oleh Verwall dan Mulder juga berhubungan dengan uniaxial compressive strength. Aplikasi potensial lain dari porositas sebagai indeks geomekanik juga dapat ditemukan dalam design pemboran dan komplesi (drilling and completion design). Potensi lanjut aplikasi porositas yang dihasilkan dari penemuan yaitu digunakannya porositas sebagai indikator intesitas patahan (fracture intensity) dan klasifikasi massa batuan (rock mass classification). Beberapa maksud telah terbukti dari hasil ini. alat pengukur sampel batuan (core sample). Hearst dan Lynch (1994) menunjukkan bahwa deselerasi proyektil pada Tuff berhubungan langsung dengan uniaxial compressive strength.

Pendekatan ini juga akan mendorong kerjasama inter disipliner karena banyaknya aplikasi data geomekanik dari teknik pemboran. Behrmann dan Halleck (1988) menunjukkan bahwa penetrasi batuan pasir Berea (Berea standstones) berhubungan langsung dengan porositas. Penggunaan lebih lanjut dari data porositas yang sudah ada.oleh Hearst dan Lynch mengindikasikan kedalaman perforasi seharusnya berbanding terbalik dengan porositas. dan aplikasi yang luas dari korelasi antara porositas dan sifat mekanis menyiratkan sebuah kesempatan untuk cost sharing keabsahan data yang diperoleh secara lebih efisien. Halleck (1988) mempresentasikan korelasi teoritis untuk penetrasi batuan pada perubahan kekuatan (strength) karena adanya kenaikan tekanan. 17 . Korelasi ini diperoleh dari Mohr-Coulomb failure criteria. Data porositas dari satu sumber atau lainnya akan digunakan untuk berbagai macam sumur dan bahkan digunakan untuk sumur tua. Oleh karena itu dengan menggunakan korelasi spesifik lapangan atau korelasi umum antara porositas dan sifat mekanis seperti yang terangkum dalam Tabel II. III. dan teknik reservoir. sedikitnya data yang dibutuhkan. geologi. dimana parameternya dapat diprediksi menggunakan porositas. kita dapat mengetahui berbagai sifat mekanis seluruh lapangan hanya dengan menginvestasikan dana pada pengujian sifat mekanis yang relatif sedikit. Dengan kata lain.2 Manfaat Penggunaan Porositas sebagai Indeks Geomekanik Penggunaan porositas sebagai indeks geomekanik memiliki beberapa manfaat ekonomis dan praktis. Manfaat ini berhubungan dengan ketersediaan data porositas dari core log dan well log dan munculnya banyak korelasi antara porositas dengan sifat mekanis pada jumlah data yang relatif terbatas. Penggunaan porositas dari alat well logging juga memungkinkan pencatatan sifat mekanis secara kontinyu bahkan dari data laboratorium yang terbatas.1 memungkinkan penyusunan data sifat mekanis untuk keseluruhan lapangan.

Koefisien kriteria kegagalan (the coefficient of failure criteria) untuk Mohr-Coulomb dan Hoek-Brown juga berhubungan dengan porositas sehingga memungkinkan penyusunan porosity dependant failure envelopes. Terdapat korelasi umum antara porositas dengan sifat elastis dan kekuatan untuk batuan pasir (sandstones) dan batuan karbonat (carbonates) pada nilai porositas hingga 35%. 2. klasifikasi massa batuan. 4. dan evaluasi program perforasi. 18 . 6. Kesiapsediaan data porositas dan penggunaaannya yang luas bahkan dengan data sifat mekanis yang terbatas menunjukkan sebuah kesempatan dilakukannya pendanaan efektif dan dapat mendorong terjadinya kerjasama inter disiplin. Pengembangan kekuatan (strength) akibat meningkatnya tekanan bergantung pada nilai porositas. Kesepuluh sampel ini kemudian dihubungkan dengan porosity log data untuk selanjutnya digunakan untuk menyusun continuous mechanical properties log. kinerja pemboran. seperti stabilitas sumur bor. Porositas merupakan indeks geomekanik yang berguna dan konsisten untuk batuan pasir (sandstones) dan batuan karbonat (carbonates).Bab IV Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh dari review paper ini antara lain : 1. prediksi produksi pasir. 3. Korelasi spesifik lapangan antara porositas dan sifat mekanis dapat dihasilkan hanya dengan menggunakan 10 sampel yang memiliki rentang porositas yang berbeda – beda. 5. Manfaat porositas sebagai indeks geomekanik memiliki aplikasi potensial untuk berbagai masalah perminyakan terkait mekanika batuan.

.stanford.pdf 19 .org/sites/default/files/congres/cimsg/2589. Rock Physic Basic : Static and Dynamic Moduli.br/img/fbpe/mr/v5n3/a12f01.si/journal-ags/pdfs/AGS_2006-2_article_3. Doctoral Thesis.scielo. 2011.pdf http://laum-vld. Zimmer. Department of Petroleum Engineering.univ-lemans. “Drilling Engineering”.htm http://www.uni-mb. 2003.pdf http://www.pdf http://www.DAFTAR PUSTAKA Anonim.epfl.failurecriteria. M. Failure Criteria.ch/en/ensei/Rock_Mechanics/ENS_080312_EN_JZ_Notes_C hapter_4. R. Thesis.geotech-fr.pdf http://lmrwww. Stanford University http://www.fr/definition.edu/~jack/StatDynModuli. HeriotWatt University. M.com/Media/Defining_Yield_Stress_and_Failure_Stress_ %28Strength%29.fg. Dubai Christensen..gif http://pangea.