Anda di halaman 1dari 12

Sumber : http://brainly.co.

id/tugas/746294
1. Pithecanthropus Robustus berasal dari kata Pitheciane = kera, Anthropos = manusia,

Robustus = Kuat. Jadi dapat disimpulkan pithecanthropus robustus adalah manusia kera
yang besar dan kuat tubuhnya ditemukan tahun 1936 oleh Von Koeningswald di Trinil
tepi sungai Bengawan Solo dan ditemukan pada plestosen bawah (lapisan bawah).
Pithecanthropus robustus disebut juga Pithecanthropus mojokertensis.
Ciri-cirinya :
-

Tinggi badan sekitar 165-180 cm

Volume otak berkisar antara 750-1000 cc

Bentuk tubuh & anggota badan tegap

Alat pengunyah dan alat tengkuk kuat

Geraham besar dengan rahang yang kuat

Bentuk tonjolan kening tebal bagian kepala belakang menonjolmojokensis :


Pithecanthropus Mojokertensis

Pada tahun 1936, Tjokrohandoyo yang bekerja di bawah pimpinan ahli purbakala Duyfjes
menemukan fosil tengkorak anak-anak di Kepuh Klagen sebelah utara Perning
(Mojokerto). Fosil tersebut ditemukan pada lapisan Pucangan (Pleistosen bawah) dan
dinamakan Pithecanthropus Mojokertensis. Manusia purba ini tergolong jenis
Pithecanthropus yang paling tua. Jenis Pithecanthropus mempunyai ciri-ciri antara lain
sebagai berikut.
1) Badan tegap, tetapi tidak seperti Meghanthropus.
2) Tinggi badannya 165-180 cm.
3) Tulang rahang dan geraham kuat serta bagian kening menonjol.
4) Tidak mempunyai dagu.
5) Volume otak belum sempurna seperti jenis homo, yaitu 750 -1.300 cc.
6) Tulang atap tengkorak tebal dan berbentuk lonjong.
7) Alat pengunyah dan otot tengkuk sudah mengecil.

Sumber : http://www.katailmu.com/2011/01/ciri-ciri-pithecanthropus.html
Jenis Jenis Pithecanthropus

Pithecanthropus Mojokertensis. Pada tahun 1936, Tjokrohandoyo yang bekerja di


bawah pimpinan ahli purbakala Duyfjes menemukan fosil tengkorak anak-anak di Kepuh
Klagen sebelah utara Perning (Mojokerto). Fosil tersebut ditemukan pada lapisan
Pucangan (Pleistosen bawah) dan dinamakan Pithecanthropus Mojokertensis. Manusia
purba ini tergolong jenis Pithecanthropus yang paling tua.
Jenis Pithecanthropus mempunyai ciri-ciri antara lain sebagai berikut.
1) Badan tegap, tetapi tidak seperti Meghanthropus.
2) Tinggi badannya 165-180 cm.
3) Tulang rahang dan geraham kuat serta bagian kening menonjol.
4) Tidak mempunyai dagu.
5) Volume otak belum sempurna seperti jenis homo, yaitu 750 -1.300 cc.
6) Tulang atap tengkorak tebal dan berbentuk lonjong.
7) Alat pengunyah dan otot tengkuk sudah mengecil.

Pithecanthropus Erectus. Pada tahun 1890, seorang ahli purbakala Belanda Eugene
Dubois menemukan fosil manusia purba di desa Trinil (Ngawi), Jawa Timur. Daerah
tersebut terletak di Lembah Sungai Bengawan Solo. Hasil temuan tersebut setelah diteliti
dan direkonstruksi ternyata berbentuk kerangka menyerupai kera sehingga dinamakan
Pithecanthropus Erectus yang berarti manusia kera berjalan tegak.
Berdasarkan penelitian pada temuan fosil yang ada, disimpulkan bahwa Pithecanthropus
Erectus mempunyai ciri-ciri, antara lain sebagai berikut.
1) Berbadan tegap dengan alat pengunyah yang kuat.
2) Tinggi badan berkisar 167 -170 cm dengan berat badan 100 kg.
3) Berjalan tegak.
4) Makanannya masih kasar dengan sedikit pengolahan.
5) Hidupnya diperkirakan satu juta tahun yang lalu.

Pithecanthropus Soloensis. Ditemukan oleh Sartono di Sambung macan dan Sangiran


di daerah aliran Bengawan Solo. Mereka hidup antara 900.000 - 200.000 tahun yang lalu.
Selain di Jawa, Pithecanthropus diduga juga hidup di Sumatra, Kalimantan, dan Cina.

Ciri ciri Pithecanthropus

Pada tahun 1936, Tjokrohandoyo yang bekerja dibawah ahli purbakala Duyfjes menemukan
fosil tengkorak anak-anak di Kepuhklagen sebelah utara Perning Mojokerto. Fosil tersebut
ditemukan pada lapisan pucangan (pleistosen bawah) dan dinamakan Pithecanthropus
Mojokertensis. Manusia purba ini tergolong jenis Pithecanthropus paling tua.
Manusia purba Pithecanthropus mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

Badan tegap, tetapi tidak seperti Meganthropus;

Tinggi badan antara 165 cm 180 cm;

Tulang rahang dan geraham kuat serta bagian kening menonjol;

Wajah tidak mempunyai dagu;

Volume otak belum ssempurna, yaitu 750-1.300 cc;

Tulang atap tengkorak tebal dan berbentuk lonjong;

Alat pengunyah dan otot tengkorak mengecil;

Hidup diperkirakan 1 25 juta tahun yang lalu;

Makanan masih kasar dengan sedikit pengolahan

Sumber : http://www.artikelsiana.com/2014/09/Jenis-jenis-manusia-purba-ciri-cirinya.html#_

Manusia Purba adalah jenis manusia pada zaman prasejarah, manusia purba memiliki
jenis-jenis dan ciri-ciri masing-masing dari ciri-ciri tersebut dapat ditemukan jenis manusia
purba ini dan dari Penelitian manusia purba dilakukan dengan mengadakan peneliatian
penggalian wilayah yang diperkirakan sebagai tempat hidup manusia purba. Penggalian itu
menghasilkan temuaberupa sisa-sisa tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia yang sudah
membantu (fosil). Fosil tumbuhan, hewan dan manusia itu ditemukan di lapisan bumi
tertentu. Dengan mengetahui umur lapisan bumi, dapat ditemukan umur fosil.
I. JENIS MANUSIA PURBA DAN CIRI-CIRINYA
Penelitian fosil manusia purba di Indonesia dimulai pada akhir abad ke-19 Tokoh
penelitian manusia purba di Indonesia adalah Eugene Dubois. Keberhasilannya
menemukan fosil atap tengkorak di Trinil (tahun 1891) menjadi bagian penting dalam
sejarah palaeoantropologi. Peristiwa itu sekaligus mengawali serangkaian penelitian fosil
manusia purba di Indonesia.
A. MEGANTHROPUS PALAEOJAVANICUS
Meganthropus Palaeojavanicus: manusia raksasa dari Jawa kuno.
Fosil manusia purba ini adalah jenis paling tua yang pernah ditemukan di
Indonesia. Penemunya adalah Ralph von Koenzgswald di Fosil yang ditemukan
berupa rahang bawah dan atas gigi lepas. Dengan cara stratigrafi diketahui fosil
tersebut berada pada lapisan Puangan. Berdasarkan umur lapisan tanah, diperkirakan
fosil Megantropus Paleojavanicus berumur 1-2 juta tahun.
Ciri-ciri Meganthropus Palaeojavanicus

Berbadan tegap dengan tonjolan tajam di belakang kepala.

Bertulang pipi tebal, dengan tonjolan kening yang mencolok.

Tidak berdagu.

Otot kunyah, gigi, dan rahang besar dan kuat.

Makanannya jenis tumbuh-tumbuhan.

B. PITHECANTHROPUS
Pithecanthropus: Manusia Kera
Fosil manusia purba jenis Pithecantropus adalah jenis manusia purba yang
paling banyak ditemukan di Indonesia. Dengan cara stratigrafi, diketahui fosil tersebut
berada pada lapisan Pucangan dan Kabuh. Berdasarkan umur lapisan tanah,
diperkirakan fosil Pithecanthropus amat bervariasi umumya, antara 30.000-2 juta
tahun.
Ciri-ciri Pithecantropus

Tinggi tubuhnya kira-kira 165 - 180 cm.

Badan tegap, namun tidak setegap Meganthropus.

Tonjolan kening tebal dan melintang sepanjang pelipis.

Otot kunyah tidak sekuat Meganthropus.

Hidung lebar dan tidak berdagu.

Makanannya bervariasi tumbuhan dan daging hewan buruan.

Jenis-Jenis Pithecanthropus
1. Pithecanthropus Mojokertensis (manusia kera dari Mojokerto)

Fosil manusia purba jenis ini ditemukan oleh Von Koenigswald di dekat
Mojokerto , jawa timur, pada tahun 1936. Fosil berupa tengkorak. Fosil tersebut
disebut juga Pithecanthropus Robustua.
2. Pithecanthropus Erectus (manusia kera yang berjalan tegak)
Fosil manusia purba jenis ini ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1890
di Trinil, Lembah Bengawan Solo. Fosil berupa tulang rahang, bagian atas tengkorak.
geraham, dan tulang kaki.
3. Pithecanthropus Soloensis (manusia kera dari Solo)

Fosil manusia purba jenis ini ditemukan oleh von Koenigswald dan Openorth
di Ngandong dan Sangiran, di tepi Bengawan Solo, antara tahun 1931 - 1933. Fosil
berupa tengkorak dan tulang kering.

C. HOMO
Homo: manusia
Fosil manusia purba jenis homo adalah paling muda dibandingkan fosil
manusia purba jenis lainnya. Disebut juga homo Erectus (manusia berjalan tegak)
atau Homo Sapiens (manusia cerdas /bijaksana). Dengan cara stratigrafi, diketahui
fosil tersebut berada pada lapisan Notopurpo. Berdasarkan umur lapisan tanah,
diperkirakan fosil Homo amat bervariasi umurnya, antara 25.000-40.000 tahun.
Ciri-ciri Homo

Tinggi tubuh 130 - 210 cm.

Otak lebih berkembang daripada Meganthropus dan Pithecanthropus.

Otot kunyah, gigi, dan rahang sudah menyusut.

Tonjolan kening sudah berkurang dan sudah berdagu.

Mempunyaj ciri-ciri ras Mongoloid dan Austramelanosoid

Jenis-Jenis Homo
1. Homo Soloensis (manusia dan Solo)
Fosil manusia purba jenis ini ditemukan Von Koenigswald dan Weidenrich pada
tahun 193-1934 dilembah Bengawan Solo. Fosil yang ditemuka berupa tengkorak.
Dari Volume Otaknya, bukan lagi manusia kera ( Pithecantropus)
2. Homo Wajakensjs (manusia dan Wajak)
Fosil manusia purba jenis ini ditemukan oleh Dubois pada tahun 1889 di daerah
Wajak dekat Tulungagung. Manusia jenis ini sudah mampu membuat alat-alat dan
batu maupun tulang. Mereka juga telah mengenal cara memasak makanan.

JENIS MANUSIA PURBA DI LUAR INDONESIA


Selain di Indonesia, fosil manusia purba juga ditemukan di luar Indonesia, seperti di Cina,
Eropa, dan Afrika. Fosil manusia purba di luar Indonesia adalah sebagai berikut.
A. Australopithecus Africanus
Fosil manusia purba jenis ini ditemukan di Taung, dekat Vryburg, Afrika Selatan. Fosil ini
ditemukan oleh Raymond Dart, pada tahun 1924. Diperkirakan manusia jenis ini hidup 2-3
juta tahun yang lalu.
B. Sinanthropus Pekinensis
Fosil manusia purba jenis ini ditemukan di gua Choukoutien, Peking (sekarang Beijing),
RRC. Fosil ini ditemukan oleh Davidson Black pada tahun 1927. Manusia purba jenis ini
termasuk homo sapiens sehingga sering kali disebut juga disebut Homo Pekinensis.
C. Homo Neanderthalensis
Fosil manusia purba jenis Ini ditemukan di lembah sungai Neander, dekat Dusseldorf,
Jerman, oleh Rudolf Virchow.

Ciri-ciri manusia purba ini mendekati ciri-ciri Homo

Wajakensis.
D. Homo Rhodesiensis
Fosil manusia purba jenis ini ditemukan oleh Raymond Dart dan Robert Brom pada
tahun 1924 di gua Broken Hill, Rhodesia (sekarang menjadi Zimbabwe).
E. Homo Cro-Magnon
Fosil manusia purba jenis ini ditemukan di gua Cro-Magnon, dekat Lez Eyzies, sebelah
barat daya Prancis. Fosil tersebut pertama kali ditemukan pada tahun 1868. Ciri-ciri manusia
purba jenis ini mendekati ciri-ciri manusia modern.

(sumber : IPS Sejarah, Hal :11-15, Penerbit : Erlangga, Penulis : Matroji, 2000.
Percetakan : PT. Gelora Aksara Pratama )

Sumber :
http://www.artikelsiana.com/2014/11/manusia-purba-homo-wajakensis-sejarah.html#_

Manusia Purba : Homo Wajakensis| Homo Wajakensis merupakan jeni-jenis


manusia purba jenis homo dengan ciri-ciri homo wajakensis agar kita lebih mudah
membedakan manusia purba jenis homo. Pada tahun 1889, von Reitschoten menemukan fosil
manusia purba jenis Homo di daerah Wajak dekat Campur Darat, Tulungagung (Jawa Timur).
Temuan ini diselidiki pertama kali oleh Eugene Dubois yang berupa ruas leher dan tengkorak
yang mempunyai isi kurang lebih 1.630 cc. Selain itu, Eugene Dubois pada tahun 1890
menemukan fosil di daerah Wajak yang terdiri atas fragmen tengkorak, rahang atas dan
bawah, tulang kering, serta tulang paha. Penemuan fosil manusia purba di daerah Wajak ini
dinamakan Homo Wajakensis atau Manusia dari Wajak. Homo Wajakensis ini mempunyai
tingkatan lebih tinggi daripada Pithecanthropus Erectus dan tergolong dalam jenis Homo
Sapiens

Manusia jenis Homo dari Wajak termasuk ras yang masih sulit ditentukan karena ia
memiliki ciri-ciri ras Mongoloid dan juga Austromelanesoid atau mungkin berasal dari subras
Melayu Indonesia dan turut berevolusi menjadi ras Austromelanesoid sekarang. Ras Wajak
ini mungkin meliputih juga manusia yang hidup sekitar 25.000-40.000 tahun yang lalu di
Asia Tenggara, seperti manusia Niah di Serawak (Malaysia) dan manusia Tabon di Pulau

Palawan (Filipina). Di Cina Selatan juga pernah ditemukan fragmen rahang atas yang
menyerupai manusia Wajak. Temuan manusia Wajak menunjukkan bahwa sekitar 40.000
tahun yang lalu di Indonesia sudah didiami oleh manusia jenis Homo Sapiens. Dengan
demikian, manusia Wajak dapat dianggap sebagai ras tersendiri, yaitu subras Melayu
Indonesia.

Sekian artikel Manusia Purba : Homo Wajakensis semoga bermanfaat


(Sumber : Sejarah, Kelas X, Penulis : Rini Mardikaningsih-R.Sumaryanto, Penerbit :
Global).
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia_purba_Indonesia
Manusia purba Indonesia
CiriCiri
1.

Meganthropus Paleojavanicus
o

Memiliki tulang pipi yang tebal

Memiliki otot kunyah yang kuat

Memiliki tonjolan kening yang mencolok

Memiliki tonjolan belakang yang tajam

Tidak memiliki dagu

Memiliki perawakan yang tegap

Memakan jenis tumbuhan

2.

Pithecanthropus
Pithecantropus Erectus
Artinya: manusia kera yang berjalan tegak. Ditemukan oleh Eugene Dubois di Trinil
pada tahun 1891. Fosil yang ditemukan berupa tulang rahang bagian atas tengkorak,
geraham dan tulang kaki. Fosil ini ditemukan pada masa kala Pleistosen tengah.
o

Tinggi badan sekitar 165 180 cm

Volume otak berkisar antara 750 1350 cc

Bentuk tubuh & anggota badan tegap, tetapi tidak setegap meganthropus

Alat pengunyah dan alat tengkuk sangat kuat

Bentuk graham besar dengan rahang yang sangat kuat

Bentuk tonjolan kening tebal melintang di dahi dari sisi ke sisi

Bentuk hidung tebal

Bagian belakang kepala tampak menonjol menyerupai wanita berkonde

Muka menonjol ke depan, dahi miring ke belakang

3.

Homo
Homo Soloensis
Fosil Homo soloensis ditemukan di Ngandong, Blora, di Sangiran dan Sambung
Macan, Sragen, oleh Ter Haar, Oppenoorth, dan Von Koenigswald pada tahun 1931-1933
dari lapisan Pleistosen Atas. Homo Soloensis diperkirakan hidup sekitar 900.000 sampai
300.000 tahun yang lalu. Volume otaknya mencapai 1300 cc.
Menurut Von Koenigswald makhluk ini lebih tinggi tingkatannya dibandingkan
dengan Pithecanthropus Erectus. Diperkirakan makhluk ini merupakan evolusi dan
Pithecanthropus Mojokertensis. Oleh sebagian ahli, Homo Soloensis digolongkan dengan
Homo Neanderthalensis yang merupakan manusia purba jenis Homo Sapiens dari Asia,
Eropa, dan Afrika berasal dari lapisan Pleistosen Atas.

Volume otaknya antara 1000 1200 cc

Tinggi badan antara 130 210 cm

Otot tengkuk mengalami penyusutan

Muka tidak menonjol ke depan

Berdiri tegak dan berjalan lebih sempurna

Hasil Budaya

Pithecanthropus Erectus

1. Kapak perimbas
2. Kapak penetak
3. Kapak gengam
4. Pahat gengam
5. Alat serpih
6. Alat-alat tulang
Homo Soloensis

1. Kapak gengam / Kapak perimbas


2. Alat serpih
3. Alat-alat tulang
4. Alat-alat zaman dahulu

Ciri ciri homo sapiens

Bentuk fisik dan wajahnya mirip manusia sekarang. Tingkat kecerdasannya lebih
tinggi daripada Pithecantropus Erectus.

Tingkat kehidupannya lbih maju dari Pithecantropus Erectus, dan telah mengenal
perladangan dengan sistem lading berpindah.

Hidupnya telah menetap dalam waktu agak lama sekitar 2 atau 3 masa panen baru
berpindah.

Memiliki pralatan terbuat dari batu yang diasah halus, berbentuk beliung persegi, dan
alat pemukul kulit kayu.

Hidup disekitar 40.000 tahun yang lalu.

Manusia praaksara yang termasuk Homo Sapiens adalah Homo Soloensis dan Homo
Wajakensis. Homo Sapiens termasuk nenek moyang yang menurunkan ras-ras manusia
sekarang ini.
Sumber : http://www.fourseasonnews.com/2012/12/ciri-ciri-homo-sapiens.html