Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penduduk lansia pada umumnya banyak mengalami penurunan akibat proses
alamiah yaitu proses menua dengan adanya penurunan kondisi fisik
psikologis, maupun sosial yang saling berinteraksi memperlihatkan dari
beberapa masalah kesehatan yang secara simbolis berhubungan dengan
penuaan antara lain Gangguan pendengaran, penglihatan, rematik, dan
masalah jantung (Indriana, 2012).
Menurut Sekretariat Jendral Departemen Kesehatan (2008), bahwa hasil
studi tentang kondisi kesehatan lansia, diketahui bahwa penyakit terbanyak
yang diderita lansia adalah penyakit sendi (52,3%) yakni rematik.
Rematik adalah penyakit yang menyerang sendi dan struktur atau jaringan
penunjang disekitar sendi, Menurut WHO (2012), menjelaskan bahwa sekitar
335 juta orang di dunia mengidap penyakit rematik, itu berarti enam orang
didunia ini satu diantaranya adalah penyandang rematik dan sekitar 25%
penderita rematik akan mengalami kecacatan akibat kerusakan pada
tulang dan gangguan pada persendian. Sekalipun belum ada angka pasti
tentang jumlah penderita rematik di Indonesia, diperkirakan hampir 80%
penduduk yang berusia 40 tahun atau lebih menderita gangguan otot dan
tulang.(Depkes, 2012)
Penyakit rematik ini merupakan suatu sebab sering terjadinya keterbatasan
aktivitas jika dibandingkan dengan penyakit jantung, kanker atau diabetes.
Menurut Eustice (2007), berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh
Centers for Disease Control and Prevention (2007), 38% (17 juta)
penderita penyakit rematik di Amerika Serikat mengeluhkan keterbatasan
fungsi fisik akibat daripada penyakitnya. Sementara, berdasarkan hasil
penelitian terakhir dari Qing, Y.Z., (2008) prevalensi nyeri rematik di
beberapa negara asean adalah, 26.3% Bangladesh, 18.2% India, 23.631.3% Indonesia, 16.3% Filipina, dan 14.9% Vietnam. Dari data yang
didapati ini, bisa dikatakan bahwa, negara Indonesia mempunyai
prevalensi nyeri rematik yang cukup tinggi dimana keadaan seperti ini dapat
menurunkan produktivitas negara akibat daripada keterbatasan fungsi
fisik penderita yang mengefek kualitas hidupnya

berdasarkan hasil penelitian terakhir dari Zeng QY et al (2008) dalam Ayad


(2013), prevalensi nyeri rematik di Indonesia mencapai 23,6 % hingga 31,1 %
di mana angka ini menunjukkan bahwa rasa nyeri akibat rematik sudah
cukup mengganggu aktifitas masyarakat Indonesia. Hasil penelitian
rematik di Malang oleh Handono (2005), menunjukkan 64,5% mengalami
nyeri persendian akibat rematik dan melakukan berobat sendiri, seperti:
obat bebas, jamu atau campurannya, yang berobat ke Dokter hanya
26,6% dan 16,6% sisanya berobat bukan ke Dokter. Sedangkan dari hasil
penelitian Ayad (2013), diperoleh bahwa responden yang tinggal di panti
Tresna Werdha Bdi mulia 3 Ciracas paling banyak memiliki tingkat
pengetahuan yang kurang dan kurang mendapatkan informasi tentang
penyakit rematik. Itulah sebabnya, mengapa informasi dan pendidikan
terhadap penyakit rematik sangat penting untuk diupayakan dan dilakukan,
karena dengan bertambahnya pengetahuan yang didapat oleh lansia dapat
membantu dirinya sendiri atau orang lain dalam melakukan permasalahan
yang ditimbulkan oleh penyakit rematik. Itulah sebabnya, mengapa informasi
dan pendidikan terhadap penyakit rematik sangat pentng untuk diupayakan
dan dilakukan, karena dengan bertambahnya pengetahuan yang didapat oleh
lansia dapat membantu dirinya sendiri atau orang lain dalam melakukan
permasalahan yang ditimbulkan oleh penyakit rematik
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya hubungan pengetahuan
dengan sikap lansia pada penanganan penyakit rematik.
2. Tujuan Khusus
a. Mahasiswa dapat melakukan pengkajian pada Ny.T dengan Rematik
b. Mahasiswa dapat menegakkan diagnosa pada Ny.T dengan Rematik
c. Mahasiswa dapat menentukan intervensi pada Ny.T dengan Rematik
d. Mahasiswa dapat melakukan implementasi dan evaluasi pada Ny.T
dengan Rematik
e. Mahasiswa dapat membandingkan teori dan kasus yang didapat papa
Ny.T dengan Rematik
C. Ruang Lingkup
Dalam makalah ini hanya membahas tentang asuhan keperawatan pada Ny.T
dengan Rematik di Panti Sosial Tresna Werda Budi Mulia3 Ciracas
D. Metode Penulisan

1. Metode penulisan
Metode penulisan yang digunakan adalah menggunakan metode
deskriptif dan metode studi pustaka serta studi dokumentasi. Dalam
metode deskriptif pendekatan yang digunakan adalah studi kasus dimana
kelompok mengelola satu kasus menggunakan proses keperawatan
dimulai dengan mengumpulkan data, menganalisa masalah yang ada pada
Ny. T, kemudian diambil kesimpulan yang disajikan dalam bentuk naratif
2. Teknik pengumpulan data
a. Studi kepustakaan dengan mempelajari buku-buku, sumber-sumber
lain dan bacaan ilmiah.
b. Studi kasus melalui partisipasi aktif dengan melakukan observasi
terhadap pasien, diskusi dengan pasien dan keluarga serta perawat
yang ada diruangan.
c. Studi dokumentasi kelompok melengkapi data dengan cara melihat dan
membaca status pasien, catatan medik maupun catatan perawatan
selama pasien dirawat dan mengumpulkan data tersebu
E. Sistematikan Penulisan
Penulisan ini terdiri dari lima bab, diantaranya :
BAB I Pendahuluan yang memberikan gambaran tentang latar belakang,
tujuan, ruang lingkup penulisan, metode penulisan, dan sitematika penulisan.
BAB II Tinjauan teori berisi tentang A. Konsep Gerontik:
pengertian,batasan lansia, teori menua pada lansia,teori psikologis dan
implikasi keperawatan.
B. konsep Dasar Rematik: pengertian, klasifikasi, etiologi, patofisiologi,
pemeriksaan penunjang, penatalaksanaan, dan asuhan keperawatan secara
teori. BAB III Tinjauan kasus berisi diantaranya pengkajian, diagnos
keperawatan, intervensi, implemetasi dan evaluasi pada pasien. BAB IV
Pembahasan berisikan perbandingan antara teori dan kasus yang ditemukan.
BAB V Penutup berisikan kesimpulan dan saran.

DAFTAR PUSTAKA

Depkes .(2012).Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta:Rineka Cipta


Indriana, Y. 2008. Gerontologi : Memahami Kehidupan Usia Lanjut.
Semarang: Penerbit Universitas Diponegoro.

KATA PENGANTAR
Puji syukur kelompok ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat,
taufiq dan hidayah-nya, kelompok bisa menyelesaikan makalah ini tepat pada
waktunya. Makalah ini kelompok susun utnuk melengkapi tugas mata kuliah
Keperawatan Gerontik semester VI tahun 2016, yang berjudul Asuhan Keperawatan
Pada Ny.T dengan Rematik dipanti Sosial Tresna Werda Budi Mulia 3 Ciracas .
Pada kesempatan ini, kelompok mengucapkan terima kasih kepada :
1. Ns. Aghnitayu, S.Kep, selaku dosen pembimbing Keperawatan Gerontik karena
telah membantu kelompok dalam menyelesaikan makalah ini.
2. Ibu Nurazizah, SKM, CI lahan, perawat-perawat khususnya di Panti Sosial
Tresna Werda Budi Mulia 3 Ciracas, yang telah membantu dan membimbing
kelompok dalam menyelesaikan makalah ini.
3. Keluarga, yaitu kedua orang tua, kakak dan adik yang tidak henti-hentinya
memberikan dukungan baik moril maupun materil serta doa yang tak kunjung
putus kepada kelompok.
4. Teman-teman yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kelompok sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan makalah ini,
namun kelompok menyadari semua masih jauh dari kesempurnaan, Oleh karena itu,
kelompok megharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan makalah
selanjutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi kelompok dan
pembaca pada umumnya.

Jakarta, 24 Mei 2015

Kelompok

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.T DENGAN REMATIK


Makalah Disusun untuk Melengkapi Tugas Mata Kuliah
Keperawatan Gerontik
Semester VI Tahun Ajaran 2015-2016

Disusun Oleh
1.
2.
3.
4.
5.
6.

IkMUL SYAHPUTRA
LIDYA ARDINA PUTRI
SENTIA SETRIA DELLA
SRIANUS SAMSON
YOGA ERIZ SAPUTRA
WILSON

AKADEMI KEPERAWATAN YAYASAN RUMAH SAKIT JAKARTA


JAKARTA
2016
DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Daftar Isi

ii

BAB I : PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Tujuan
3
1. Tujuan Umum 3
2. Tujuan Khusus
C. Metode Penulisan 3
D. Ruang Lingkup 3
E. Sistematika Penulisan

3
3

BAB II : TINJAUAN TEORI

A. Konsep Gerontik.. 5
B. Konsep Dasar Rematik
C. Klasifikasi 5
D. Etiologi

E Patofisiologi9
1. Proses Perjalanan Penyakit 9
2. Manifestasi Klinis
10
3. Komplikasi
10
4. Pemeriksaan Diagnostik
11
5. Penatalaksanaan
12
F. Asuhan Keperawatan 13
1. Pengkajian Keperatawan 13
2. Dignosa Keperawatan
16
3. Perencanaan Keperawatan (Intervensi Keperawatan)
BAB III : TINJAUAN KASUS

16

A. Pengkajian

B. Diagnosa
Keperawatan
C. Intervensi
.
D. Implementasi
..
E. Evaluasi
..
BAB IV :
PENUTUP

21

A. Kesimpulan
B. Saran

21

22

pengkajian, diagnos keperawatan, intervensi, implemetasi dan evaluasi pada pasien.


I