Anda di halaman 1dari 21

KATA PENGANTAR

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas
limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Makalah
ini disusun berdasarkan pengumpulan dari berbagai sumber, dan untuk memenuhi salah
satu tugas satuan prosesmengenaialdehiddanketon.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak yang telah membantu dalam
penyelesaian tugas ini. Semoga tugas yang penulis buat dapat bermanfaat bagi penulis
pribadi maupun pihak yang membaca.
Penulis menyadari bahwa tugas ini jauh dari sempurna, masih banyak
kelemahan dan kekurangan. Setiap saran, kritik, dan komentar yang bersifat
membangun dari pembaca sangat penulis harapkan untuk meningkatkan kualitas dan
menyempurnakan tugas ini.

Palembang,

Penyusun

Mei 2016

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
A.
B.

Latar belakang
Rumusan masalah

.
.............

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian aldehida keton ....
B. Tata nama aldehida dan keton.
C. Sintesis Aldehid Dan Keton ...
D. Reaksi-Reaksi Adisi Yang Terjadi Pada Aldehid Dan Keton .........
E. Reduksi Aldehida dan Keton ...
F. Oksidasi Aldehid dan Keton ...

BAB III PENUTUP


A.
B.

Kesimpulan ..
Saran
.
DAFTAR PUSTAKA .

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Gugus fungsional (istilah dalam kimia organik) adalah kelompok gugus khusus
pada atom dalam molekul, yang berperan dalam memberi karakteristik reaksi kimia
pada molekul tersebut. Senyawa yang bergugus fungsional sama memiliki reaksi kimia
yang sama atau mirip.
Aldehid dan keton adalah keluarga besar dari gugus fungsi senyawa organik
yang merasuk dalam kehidupan sehari- hari kita. Senyawa-senyawa ini menimbulkan
bau wangi pada banyak buah-buahan dan parfum mahal.Senyawa aldehida dan keton
yaitu atom karbon yang dihubungkan dengan atom oksigen oleh ikatan ganda dua
(gugus karbonil).
Salah satu gugus fungsi yang kita ketahui yaitu aldehid yaitu suatu senyawa
yang mengandung sebuah gugus karbonil yang terikat pada sebuah atau dua buah atom
hidrogen..
Keton yaitu suatu senyawa organik yang mempunyai sebuah gugus karbonil
terikat pada dua gugus alkil, dua gugus alkil, atau sebuah alkil. Keton juga dapat
dikatakan senyawa organik yang karbon karbonilnya dihubungkan dengan dua karbon
lainnya. Keton tidak mengandung atom hidrogen yang terikat pada gugus karbonil.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian dari senyawa aldehid dan keton?
2. Bagaimana Sintesis aldehid dan keton ?
3. Bagaimana reaksi-reaksi dari senyawa aldehid dan keton?

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Aldehid dan Keton

Aldehid berasal dari alkohol primer yang teroksidasi, sedangkan keton berasal
dari alkohol sekunder yang teroksidasi.
Aldehid dan keton adalah contoh senyawa-senyawa karbonil yang banyak
ditemukan di alam bebas. Aldehid adalah senyawa organik yang karbon karbonilnya
selalu berikatan dengan paling sedikit satu atom hidrogen. Sedangkan keton adalah
senyawa organik yang karbon karbonilnya dihubungkan dengan 2 karbon lain.
Aldehid dan keton memiliki banyak manfaat. Contoh senyawa aldehid adalah
formalin yang sering digunakan dalam pengawetan zat organik. Sedangkan contoh
senyawa keton adalah aseton yang dapat digunakan untuk pembersih kuteks.
Gugus karbonil ialah satu atom karbon dan satu atom oksigen yang dihubungkan
dengan ikatan ganda dua. Gugus ini merupakan salah satu gugus fungsi yang paling
lazim di alam dan terdapat dalam karbohidrat, lemak, protein, dan steroid. Gugus
fungsi ini dijumpai dalam senyawa aldehid dan keton (Wilbraham dan Matta, 1992: 82).
Aldehida adalah persenyawaan dimana gugus karbonil diikat oleh satu gugus
alkil/aril.
O
||
R CH
Rumus ini sering disebut RCOH
Keton adalah persenyawaan dimana gugus karbonil diikat oleh dua gugus alkil/aril.
RCR
||
O
Rumus ini sering disingkat RCOR
Perhatikan kemiripan strukturnya.
Karena keduanya mengandung gugus
karbonil, sifat kimia aldehid dan keton serupa. Baik aldehid maupun keton sangat
reaktif, tetapi aldehida biasanya lebih reaktif dibanding keton (Wilbraham dan Matta,
1992: 83).
Aldehid berbeda dengan keton karena aldehid memiliki sebuah atom hidrogen
yang terikat pada gugus karbonilnya. Hal tersebut menyebabkan aldehid sangat mudah
teroksidasi.

Sebagai sontoh, etanal, CH3CHO, sangat mudah dioksidasi menjadi

etanoat, CH3COOH, atau ion etanoat, CH3COO. Sedangkan keton tidak memiliki
atom hidrogen tersebut sehingga tidak mudah dioksidasi. Keton hanya bisa dioksidasi
dengan menggunakan agen pengoksidasi kuat yang memilki kemampuan untuk
memutus ikatan-ikatan karbon (Anonim2,2008).
Aldehid dan keton lazim didapat dalam sistem makhluk hidup. Gula ribosa dan
hormon betina progesteron merupakan dua contohaldehid dan keton yang penting secara
biologis. Banyak aldehid dan keton mempunyai bau yang khas yang memperbedakan

umumnya aldehid berbau merangsang dan keton berbau harum.

Misalnya, trans-

sinamaldehid adalah komponen utama minyak kayu manis dan enantiomer-enentiomer,


karbon yang menimbulkan bau jintan dan tumbuhan permen (Fessenden dan Fessenden,
1986: 1).
Formaldehid, suatu gas tak berwarna, mudah larut dalam air. Larutan 40% dalam
air dinamakan formalin, yang digunakan dalam pengawetan cairan dan jaringanjaringan. Formaldehid juga digunakan dalam pembuatan resin sintetik. Polimer dari
formaldehida, yang disebut paraformaldehida, digunakan sebagai antiseptik dan
insektisida. Asetaldehid adalah bahan baku penting dalam pembuatan asam asetat,
anhidrida asetat dan esternya, yaitu etil asetat
(Petrucci, 1993: 273).
Aseton adalah keton yang paling penting. Ia merupakan cairan volatil (titik didih
56oC) dan mudah terbakar. Aseton adalah pelarut yang baik untuk macam-macam
senyawa organik, banyak digunakan sebagai pelarut pernis, lak dan plastik. Tidak
seperti kebanyakan pelarut organik lain, aseton bercampur dengan air dalam segala
perbandingan.

Sifat ini digabungkan dengan volatilitasnya membuat aseton sering

digunakan sebagai pengering alat-alat gelas laboratorium. Alat-alat gelas laboratorium


yang masih basah dibilas dengan mudah (Petrucci, 1993: 272).

1.

Aldehid
Aldehid adalah suatu senyawa yang mengandung gugus karbonil (C=O) yang
terikat pada sebuah atau dua buah unsur hidrogen. Aldehid berasal dari alkohol
dehidrogenatum. (cara sintesisnya).
Aldehid termasuk senyawa yang sederhana jika ditinjau berdasarkan tidak adanya
gugus-gugus reaktif yang lain seperti -OH atau -Cl yang terikat langsung pada atom
karbon di gugus karbonil seperti yang bisa ditemukan misalnya pada asam-asam
karboksilat yang mengandung gugus -COOH.
Pada aldehid, gugus karbonil memiliki satu atom hidrogen yang terikat padanya
bersama dengan salah satu dari gugus atom hidrogen lain atau, yang lebih umum,
sebuah gugus hidrokarbon yang bisa berupa gugus alkil atau gugus yang mengandung
sebuah cincin benzen.

2.

Keton
Keton bisa berarti gugus fungsi yang dikarakterisasikan oleh sebuah gugus

karbonil (C=O)yang terhubung dengan dua atom karbon ataupun senyawa kimia yang
mengandung gugus karbonil. Keton memiliki rumus umum: R1(CO)R2. Senyawa
karbonil yang berikatan dengan dua karbon membedakan keton dari asam karboksilat,
aldehida, ester, amida, dan senyawa-senyawa beroksigen lainnya. Ikatan ganda gugus
karbonil membedakan keton dari alkoholdan eter. Keton yang paling sederhana adalah
aseton (secara sistematis dinamakan 2-propanon).
Keton adalah suatu senyawa organik yang mempunyai sebuah gugus karbonil
(C=O) terikat pada dua gugus alkil, dua gugus aril atau sebuah alkil dan sebuah aril.
Sifat-sifat sama dengan aldehid.
B. Tata Nama Aldehid dan Keton
Tata Nama Aldehid

Secara IUPAC
1) Pemberian nama aldehida dilakukan dengan mengganti akhiran a pada nama
alkana dengan al.
Contoh :

2) Tentukan rantai utama (rantai dengan jumlah atom karbon paling panjang yang
terdapat gugus karbonil.
Contoh :

3) Tentukan substituen yang terikat pada rantai utama.


Contoh :

4) Penomoran substituen dimulai dari atom C gugus karbonil.


Contoh :

5) Jika terdapat 2 atau lebih substituent berbeda dalam penulisan harus disusun
berdasarkan urutan abjad huruf pertama nama substituen.
Contoh :

6) Awalan di-, tri-, sek-, ters-, tidak perlu diperhatikan dalam penentuan urutan abjad
sedangkan awalan yang tidak dipisahkan dengan tanda hubung (antara lain : isodan neo-) diperhatikan dalam penentuan urutan abjad.
Contoh :

Secara Trivial (Nama Umum )


1) Aldehida tak bercabang. Berikut ini daftar nama trivial beberapa aldehida yang
tidak bercabang:

2) Aldehida bercabang

a) Tentukan rantai utama (rantai dengan jumlah atom karbon paling panjang yang
terdapat gugus karbonil.
Contoh :

b) Tentukan substituen yang terikat pada rantai utama.

Contoh :

c) Penomoran substituen dimulai dari atom karbon yang mengikat gugus karbonil
dengan huruf , , .
Contoh :

Tata Nama Keton

Secara IUPAC
1) Pemberian nama keton dilakukan dengan mengganti akhiran a pada nama
alkana dengan on.

2) Tentukan rantai utama (rantai dengan jumlah atom karbon paling panjang yang
mengandung gugus karbonil.
Contoh :

3) Tentukan substituen yang terdapat dalam rantai utama.


Contoh :

4) Penomoran substituen dimulai dari ujung yang terdapat gugus karbonil (-CO-)
dengan nomor atom C paling rendah.
Contoh :

5) Jika terdapat 2/lebih substituen berbeda, dalam penulisan harus disusun


berdasarkan urutan abjad huruf pertama nama substituen.
Contoh :
6) Awalan di-, tri-, sek-, ters-, tidak perlu diperhatikan dalam penentuan urutan
abjad sedangkan awalan yang tidak dipisahkan dengan tanda hubung (antara lain :
iso-, dan neo-) diperhatikan dalam penentuan urutan abjad.
Contoh :

Secara Trivial (Nama Umum)


1) Tentukan gugus-gugus alkil (substituen) yang mengikat gugus karbonil (-CO-).
Contoh :

2) Tambahkan akhiran keton setelah nama-nama subtituen.


Contoh :

3) Penulisan substituen alkil tidak harus menurut urutan abjad.


C. Sintesis Aldehid Dan Keton
Ada beberapa metode untuk membuat aldehida, namun yang paling umum adalah
hidroformilasi. Sebagai contoh adalah butir aldehida yang dihasilkan dengan
hidroformilasi propena:
H2 + CO + CH3CH=CH2 CH3CH2CH2CHO
1. Reaksi Oksidatif
Aldehida pada umumnya didapatkan dari oksidasi alkohol. Dalam industri,
formaldehida diproduksi dalam skala besar dengan mengoksidasi metanol.Oksigen
adalah reagen yang digunakan karena murah. Di laboratorium, terkadang digunakan
agen pengoksidasi khusus seperti kromium.Oksidasi dilakukan dengan cara
memanaskan alkohol dengan larutan kalium dikromat. Dikromat yang berlebih akan
mengoksidasi aldehida menjadi asam karboksilat, maka dari itu aldehida yang terbentuk
segera didistilasi.
[O] + CH3(CH2)9OH CH3(CH2)8CHO + H2O
Oksidasi alkohol primer membentuk aldehida dapat menggunakan beberapa metode
atau reagen seperti asam IBX, Dess-Martin periodinane, Oksidasi Swern, TEMPO, atau
Oksidasi Oppenauer. Reaksi oksidasi lain yang banyak digunakan industri adalah proses
Wacker, di mana etilena dioksidasi menjadi asetaldehida dengan bantuan katalis
tembaga dan palladium (asetaldehid juga diproduksi dalam skala besar dengan hidrasi
asetilena.

3. Metode Khusus
NamaReaksi

Substrat

Ozonolisis

Alkena

ReduksiOrganik

Ester

Keterangan

Reduksi ester dengan diisobutilaluminium


hydride (DIBAL-H) atau natrium

NamaReaksi

Substrat

Keterangan
aluminium hidrida
Ataumenggunakanlitium tri-tbutoksialuminiumhidrida (lialh(otbu)3).

ReaksiRosenmund

Asamklorida

Reaksi Wittig

Keton

ReaksiFormilasi

Nukleofilik
arena

ReaksiNef

Senyawa nitro

ReaksiZincke

Piridina

SintesisAldehidaStep
hen

Nitril

Reagents timah(II) kloridadanasam


hidroklorat.

Sintesis Meyers

Oksazin

Hidrolisisoksazin

ReaksiMcfadyenStevens

Hidrazida

Contohnya reaksivilsmeier-haack

D. Reaksi-Reaksi Adisi Yang Terjadi Pada Aldehid Dan Keton


1.

Reaksi dengan Air


Air dapat mengadisi suatu gugus karbonil, untuk membentuk suatu 1,1-

diol,yang disebut gem-diol,atau hidrat. Reaksi itu reversibel, dan biasanya


kesetimbangan terletak pada sisi karbonil.
Umum :

Hidrat stabi ljuga dikenal tetapi senyawa ini lebih bersifat kekecualian.
Kloralhidrat (suatu bahan hipnotik dan penyusun utama Mickey Finn) adalah
contoh hidrat yang stabil. Formalin juga mengandung hidrat stabil dari
formaldehida.

2.

Reaksi dengan Alkohol


Seperti air, suatu alkohol dapat mengadisi suatu gugus karbonil. Dalam

kebanyakan hal, kesetimbangan terletak pada sisi aldehida atau keton, sama seperti
dalam reaksi dengan air.
Produk adisi satu molekul suatu alkohol pada suatu aldehida disebut suatu
himeasetal sedangkan produk adisi dua molekul alkohol (dengan hilangnya H2O)
disebu asetal

(hemikettal dan ketal merupakan nama pada nan untuk produk

keton).Semua reaksi ini dikatalisis oleh asamkuat.


Umum :

3. Reaksi dengan Hidrogen Sianida


Hidrogen sianida (t.d. 26C) dapat dianggap sebagai gas atau cairan yang
mudah menguap. Dalam operasi laboratorium yang normal, HCN digunakan
sebagai gas, tetapi dengan menggunakan alat yang khusus,HCN dapat digunakan
sebagai suatu cairan (dalam beberapa hal, ada sebagai pelarut). Sering HCN
dibuat langsung dalam suatu campuran reaksi dari KCN atau NaCN dan suatu
asam kuat. Hidrogen sianida bersifat racun dan khusunya mengecoh, karena
hidung manusia baru dapat mendeteksi baunya hanya pada tingkat yang
mungkin telah mematikan.
Seperti air dan alkohol, hydrogen sianida dapat mengadisi ke gugus
karbonil suatu aldehida atau keton. Dalam kedua hal produknya dirujuk sebagai
suatu sianohidrin.Umum :

Sianohidrinmerupakanzatantara sintetik yang berguna. Misalnya gugus CN


dapat dihidrolisis menjadi gugus karboksil atau diubah menjadi suatu gugus
ester. Jugagugus OH darisuatu sianohidrin jauh lebih efektif dari pada gugus
OH alkohol biasa dan dapat digantikan oleh amonia untuk menghasilkan suatu

gugus amino.sifat yang kedua ini dimanfaatkan dalam sintesis asam-asam


amino.

4. Reaksi Reagensia Grignard


Reaksi suatu Reagensia Grignard dengan suatu senyawa karbonil
merupakan contoh lain dari adisi nukleofilik pada karbon positif dari suatu
gugus karbonil. Meskipun demikian adisi dari suatu senyawa reagensia Grignad
bukan suatu reaksi reversibel.

Reaksi suatu reagensia Grignard denangan suatu aldehida atau keton


menyajikan suatu metode yang bagus untuk sintesis alkohol. Rentetan reaksi
terdiri dari dua tahap yang terpisah :
1. Reaksi antara reagensia Grignard dan senyawa karbonil.
2. Hidrolisis magnesium alkoksida untuk menghasilkan alkohol.
Perlu diingat bahwa reaksi Grignard dari formaldehida menghasilkan
alkohol primer,aldehida lain menghasilkan alkohol sekunder, dan keton
menghasilkan alcohol tersier.

5. Reduksi Aldehida dan Keton


1) Hidrogenasi
Ikatan pi suatu gugus karbonil dapat mengalami hidrogenasi katalik,sama seperti
ikatan pi dalam suatu alkena. Alken dapat dihidrogenasi pada tekanan rendah dan
pada temperatur kamar. Untuk hidrogenasi suatu gugus karbinil, biasanya diperlukan
kalor dan tekanan. Suatu keton direduksi menjadi alkohol sekunder oleh hidrogenasi
katalik,sementara suatu aldehda menghasilkan suatu alkohol primer. Rendemenya
bagus sekali (90-100%).

Jika suatu ikatan rangkap dan suatu gugus karbonil keduanya terdapat didalam
sebuah struktur,ikatan rangkap itu dapat dihidrogenasikan sementara gugus karbonil
tetap utuh atau dapat pula keduanya terhidrogenasi. Namun, gugus karbonil tidak
dapat dihidrogenasi tanpa mereduksi ikatan rrangkapnya. Jika diinginkan
mereduksi suatu gugus karbonil ,sementara ikatan rangkap karbon-karbon tetap
utuh, haruslah dipilih reduksi dengan hidrida logam .

2) Hidrida Logam
Atas dasar satuan molar maka gas hidrogen tidaklah mahal, namun suatu
reaksi hidrogenasi agak merepotkan. Biasanya peralatannya terdiri dari tanki
gasdan suatu bejana logam bertekanan. Suatu prosedur reduksi alternatif
melibatkan penggunaan hidrida logam. Dua zat pereduksi yang bermanfaat
adalah litium aluminium hidrida dan antrium borohidrida, keduanya mereduksi
aldehida dan keton menjadi alkohol.

Natrium borohidrida merupakan zat pereduksi yang lebih lembut dari pada
LAH. Reaksinya dpat dilakukan dalam air atau alkohol berair sebagai pelarut.
Untuk mereduksi suatu aldehida atau keton, dipilih NaBH4 mereduksi aldehida
dan keton denan cepat, tetapi sngat lambat mereduksi ester. Oleh karena itu
gugus karbonil aldehida atau keton dapat direduksi tanpa diiringi reduksi suatu

gugus ester pada molekul yang sama.selektivitas semacam itu tak mungkin pada
LAH.

Hidrida logam bereaksi dengan menyerah-terimakan suatu ion hidrida negatif


kepada karbon positif dari suatu gugus karbonil, sama seperti reagensia Grignard
menyerah terimakan R ke gugus karbonil.

3) Reduksi Wolff-Kishner Clemmensen


Reduksi Clemmensen dan reduksi wolff-kishner, digunakan terutama untuk
mereduksi aril keton yang diperoleh dari reaksi Friedel-Crafts,tetapi kadangkadang dapat digunakan untuk mereduksi aldehida dan keton lain.
Dalam reduksi Wolff-Kishner, aldehida atau keton mula-mula diubah
menjadi suatu hidrazon dengan mereaksikannya dengan hadrazina. Hidrazon itu
kemudian diola dengan basa kuat seperti kalium hidroksida atau kalium tbutoksida dalam pelarut dimetil sulfolsida (DMSO). Karena itu reaksi tersebut
terbatas hanya pada senyawa karbnonil yang stabil dalam kondisi basa.

Sebaliknya dalam reduksi clemmensen, digunakan suatu amalgam seng


(alise antara seng dan raksa) dan HCL pekat; reagensia ini dipilih untuk senyawa
yang tak stabil dalam suasana basa, tetapi stabil dalam suasana asam.

4) Aminasi Reduktif
Jika diinginkan suatu amina sebagai produk reduksi,maka senyawa karbonil
itu diolah dengan amonia atau suatu amina primer untuk membentuk suatu imina
dengan kehadiran hidrogen dan suatu katalis. Kemudian gugus C=N imina
mengalami hidrogenasi katalis dengan cara yang sama seperti suatugugus C=C
atau C=O.

Amina reduktif merupakan metode yang baik untuk membuat amina dengan
suatu gugus alkil sekunder, R2 CHNH2. (mengolah alkil halida sekunder R 2 CHX
dengan NH3dalam suatu reaksi SN2 dapat mengakibatkan eliminasi atau
terbentuknya dialkilamina.

5. Oksidasi Aldehid dan Keton


Aldehida adalah reduktor kuat sehingga dapat mereduksi oksidator-oksidator
lemah. Perekasi Tollens dan pereaksi Fehling adalah dua contoh oksidator lemah yang
merupakan pereaksi khusus untuk mengenali aldehida. Oksidasi aldehida menghasilkan
asam karboksilat. Pereaksi Tollens adalah larutan perak nitrat dalam amonia. Pereaksi
ini dibuat dengan cara menetesi larutan perak nitrat dengan larutan amonia sedikit demi
sedikit hingga endapan yang mula-mula terbentuk larut kembali.

Pereaksi Tollens dapat dianggap sebagai larutan perak oksida (Ag 2O).Aldehida
dapat

mereduksi

pereaksi

Tollens

sehingga

membebaskan

unsur

perak

(Ag).Bilareaksidilangsungkanpada bejana gelas, endapan perak yang terbentuk akan


melapisi bejana, membentuk cermin. Oleh karena itu, reaksi ini disebut reaksi cermin
perak.Pereaksi Fehling terdiri dari dua bagian, yaitu Fehling A dan Fehling B. fehling A
adalah larutan CuSO4, sedangkan Fehling B merupakan campuran larutan NaOH dan
kalium natrium tartrat. Pereksi Fehling dibuat dengan mencampurkan kedua larutan
tersebut, sehingga diperoleh suatu larutan yang berwarna biru tua. Dalam pereaksi
Fehling, ion Cu2+ terdapat sebagai ion kompleks.Pereaksi Fehling dapat dianggap
sebagai larutan CuO.Reaksi Aldehida dengan pereaksi Fehling menghasilkan endapan
merahbatadari Cu2O.
Pereaksi Fehling dipakai untuk identifikasi adanya gula reduksi (seperti glukosa)
dalam air kemih pada penderita penyakit diabetes (glukosa mengandung gugus
aldehida).
Keton tak mudah dioksidasi tetapi aldehida sangat mudah teroksidasi menjadi
asam karboksilat.Hampir setiap reagensia yang mengoksidasi suatu alkohol juga
mengoksidasi suatu aldehida, garam permanganat attau dikromat merupakan zat
pengoksidasi

yang

terpopuler,

tetapi

bukanlah

dapatdigunakan.

BAB III
PENUTUP

A.

Kesimpulan

satu-satunya

reagensia

yang

Aldehid merupakan senyawa organik yang memiliki gugus karbonil


terminal. Gugus fungsi ini terdiri dari atom karbon yang berikatan dengan atom
hydrogen dan berikatan rangkap dengan atom oksigen.
Keton atau bisa disebut dengan alkanon memiliki dua gugus alkil yang
terikat pada gugus karbonil, dan pada aldehid memiliki sekurang kurangnya satu
atom hidrogen yang terikat pada atom karbonilnya. Aldehid dan keton
mempunyai rumus molekul yang sama, yaitu CnH2n.
Gugus aldehid dapat bereaksi dengan pereaksi fehling yang terbukti dengan
terbentuknya endapan warna merah bata. Pengujian aldehid dan keton dengan
reaksi adisi nukleofilik memperlihatkan hasil berupa perubahan fisik, dimulai
dari pembentukan kristal saat Natrium bisulfit di dinginkan, di tambah aseton
dan di tambah etanol. Kemudian kristal kembali melarut setelah di tetesi HCl
pekatdanmenimbulkanasap.

B.

Saran
Gugus aldehid dan keton memiliki berbagai macam kegunaan baik

kegunaan positif maupun negatif bagi manusia. Seperti formalin yang


dipergunakan dalam pengawetan mayat. Penggunaan senyawa ini mestinya lebih
diawasi dalam kehidupan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

http://winblower.blogspot.co.id/2012/11/aldehid-dan-keton-a.html

(Diakses

Kamis,19 Mei 2016, pukul 14:23)


http://catatanengalaman.blogspot.co.id/2015/02/makalah-aldehid-dan-keton-babi.html (Diakses : Kamis,19 Mei 2016,pukul 14:35)
https://slamanto.wordpress.com/2012/03/29/aldehid-dan-keton/

(Diakses

Kamis,19 Mei,pukul 14:45)


http://goldendust-ika.blogspot.co.id/2014/11/aldehid-dan-keton-kimiaorganik.html (Diakses : Kamis, 19 Mei 2016,pukul 13.00)

Fessenden& Fessenden.1999.Kimia Organik.EdisiketigaJilid 1.Erlangga.Jakarta