Anda di halaman 1dari 7

TUGAS KELOMPOK

TEKNIK PEMBORAN LANJUT
Kelompok :
Ni Ketut Samsiddhimasthita Jyotir
Ribka Imanuel
Rima Diniatul Hasanah

(22213063)
(22213023)
(22213062)

Dosen Pembimbing :
Dr-Ing. Bonar Tua Halomoan Marbun
Pertanyaan :
Berikan penjelasan mengenai gambar a, b, c, dan d di bawah ini!

Jawaban :
Tekanan formasi merupakan hal utama yang harus diperhatikan dalam suatu operasi
pemboran. Tekanan formasi harus dievaluasi dengan benar. Jika tidak, tekanan formasi dapat
menimbulkan masalah seperti lost circulation, blowouts, stuck pipe, hole instability, dan

porositas berkurang. sehingga liquid mencari jalan keluar melalui lapisan sand yang permeabel. Sand lens dilapisi dan didasari oleh lapisan shale dan menjadikannya sistem yang hampir tertutup. Jika tekanan formasi lebih kecil dari tekanan sumur disebut tekanan subnormal (subnormal pressure). Sand lens pada skala spasial yang bervariasi menambah heterogenitas dari sedimen glacial. Pada daerah shale yang massive. aktivitas tektonik. Hal inilah yang menyebabkan abnormal pressure. Sand lens umumnya ditemukan pada daerah ini. Gambar pada pertanyaan di atas merupakan contoh penyebab terjadinya tekanan abnormal. Namun sayangnya tekanan formasi dapat menjadi sangat sulit diprediksi secara tepat ketika tekanan abnormal (abnormal pressure) terjadi. yaitu : a. dan laju sedimentasi batuan tersebut. Sand lens memiliki konduktivitas hidraulik relatif yang tinggi dibandingkan dengan matriks sekitarnya.excessive costs. Penyebab terjadinya tekanan abnormal (abnormal pressure) tergantung dari litologi. karena shale merupakan lapisan yang impermeable. Namun. Setiap sand lense memiliki berbagai macam bentuk dan ukuran. mineralogi. Untuk mengetahui keberadaan kompartmen didalam sand lens dilakukan well testing. dan memberi efek perjalanan air dan kontaminannya dalam tanah liat. tekanan yang ada merupakan efek dari kompresi. Tekanan abnormal (abnormal pressure) merupakan tekanan formasi yang menyimpang dari tekanan sumur yang ditentukan pada kedalaman tertentu. Isolated Sand Lense in Massive Shale Section Isolated Sand lens merupakan salah satu bentuk geometri pengendapan pasir/sand di channel (sungai) yang dikelilingi oleh lapisan shale yang impermeable. Hal ini dibuktikan dengan buruknya tekanan yang disebabkan oleh faulting zona lain. dan merupakan trap untuk akumulasi minyak. dan jika tekanan formasi lebih besar dari tekanan sumur disebut tekanan abnormal (abnormal pressure). Ketika terjadi kompaksi dan kompresi akibat deposition. liquid sulit mencari jalan keluar sehingga tekanan naik. .

Tekanan abnormal bisa disebakan salah satunya karena sealed fault.Gambar 1. Topografi channel Sungai Mississippi b. Hal ini disebabkan karena adanya aktivitas tektonik yang membuat suatu formasi yang tertutup biasanya oleh shale mengalami patahan. Tekanan yang berada di sepanjang patahan lebih kecil atau lebih besar daripada sisi patahan yang lain. Sealing Fault Fault atau patahan adalah rekahan yang memperlihatkan adanya pergerakan (shear diplacement) atau off set. .

Jika formasi yang lebih rendah ini tertutup menyebabkan formasi ini menjadi lebih bertekanan dibandingkan zona yang lebih dalam. Gambar 3. Beberapa Contoh Fault Patahan membagi formasi menjadi 2 bagian yaitu Hanging wall untuk blok yang terletak diatas bidang patahan dan Footwall untuk blok yang terletak di bawah bidang patahan. Patahan yang tidak tertutup memungkinkan fluida untuk mengalir dari formasi permeable yang lebih dalam ke formasi permeable yang lebih rendah. . Footwall dan Hanging Wall Formasi yang patah bisa membuat permeable formation bertemu dengan impermeable formasi sehingga menyebabkan fluida menjadi terhalang untuk mengalir. Hal ini menyebabkan abnormal pressure.Gambar 2.

Pergerakan garam ini dapat dipicu oleh tekanan tektonik bumi sehingga batuan garam ini mengalir ke atas dan membentuk gundukan garam (salt dome/ salt diapirs). Semakin dalam deposit tersebut terendapkan. Ketika lapisan garam dalam formasi terdeposit di atas lapisan air. spesific gravity dari batuan garam relatif konstan sedangkan spesific gravity dari shale dan limestone meningkat karena kandungan air di dalam lapisan tersebut hilang dari pori – pori mereka.7. ketika batuan garam terpendam dalam formasi batuan sedimen. . Akibatnya shale dan limestone memiliki spesific gravity sekitar 2.c. lebih tinggi daripada batuan garam. ia memiliki densitas yang lebih rendah dibandingkan batuan sedimen lainnya. Fenomena ini menyebabkan adanya ketidakstabilan dalam formasi batuan. Batuan sedimen lainnya seperti shale dan limestone memiliki spesific gravity lebih rendah saat mereka terdeposit karena lumpur yang terdapat pada shale dan limestone mengandung lebih banyak air. Salt Diapirism Salt diapir atau salt dome merupakan gundukan garam yang muncul di permukaan akibat adanya beda densitas dengan batuan di bawahnya.2. Pertama.4 – 2. batuan garam berdeformasi dan mengalir seperti cairan dengan viskositas tinggi pada tekanan tinggi. dimana material dengan spesific gravity lebih rendah tertutup oleh material dengan spesific gravity lebih tinggi. Garam dengan densitas yang lebih rendah dibandingkan batuan membuatnya dapat mengalir ke atas dan membentuk gundukan garam (salt dome). Pada fenomena ini. Batuan garam (mineralnya disebut halite) memiliki dua sifat yang membuatnya dapat membentuk salt dome/ salt diapirs. Kedua. garam berperilaku seperti aliran minyak dengan viskositas tinggi yang mengalir ke atas perlahan melalui lapisan air yang berada di atasnya. ia memiliki spesific gravity sekitar 2.

Cap Rock Referensi : . Permeabilitas dari caprock ini juga sangat rendah yang menyebabkan fluida tidak bisa mengalir dan terperangkap di cap rock. Dense Capsrock Cap rock memiliki porositas yang rendah sehingga fluida yang terdapat di dalam pori-pori menjadi overpressure.Gambar 4. Hal ini menyebabkan tekanan reservoir menjadi abnormal atau overpressure. Gambar 5. Salt Diapirsm/ Salt Dome d.

A.aspx?LookIn=term%20name&filter=cap %20rock . Groshong. 1985.. 1999.. R.com/en/Terms.com/stories/13/salt-domes/ http://www. University of Alabama. Tulsa.glossary. http://geology. Oklahoma.J. PennWell Publishing Co. “3D Structural Geology”.Adams. N.oilfield. USA.slb. “Drilling Engineering : A Complete Well Planning Approach”..