Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH KIMIA ANORGANIK I

Hidrogen

Oleh
- Diana Ratna Sari (0610381320007)
-Anadia Mutiara (06101381320008)
-Maretha
Dosen Pengampuh: Drs. M. Hadeli L.,M.Si.

JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2016

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberi nikmat dan kasih sayang-Nya kepada kami karena hanya dengan izin-Nya lah
kami dapat menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah Radiokimia ini
dengan baik.
Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada dosen pengasuh mata kuliah Kimia
Anorganik I, Drs. M. Hadeli L.,M.Si.. yang telah memberikan pengarahan, bantuan serta
dukungannya kepada kami selama membuat tugas makalah ini. Dengan materi makalah
yaitu Unsur Hidrogen.
Seperti kata pepatah Tak ada gading yang tak retak kami pun menyadari bahwa
makalah yang telah kami susun ini masih banyak kekurangan baik secara sistematika
penulisan, bahasa, dan penyusunannya. Oleh karena itu, kami memohon saran
serta pendapat yang dapat membuat kami menjadi lebih baik dalam melaksanakan tugas di
lain waktu. Mudah mudahan makalah yang kami buat menjadi bermanfaat bagi kami
khususnya dan umumnya bagi pembacanya.
Palembang,

Penyusun

DAFTAR ISI

Mei 2016

KATA PENGANTAR............................................................................................... 2
BAB I
PENDAHULUAN................................................................................................... 4
1.1 Latar Belakang............................................................................................... 4
1.2 Rumusan Masalah........................................................................................... 4
1.3 Tujuan......................................................................................................... 5
BAB II
PEMBAHASAN..................................................................................................... 5
2.1 Sejarah Unsur Hidrogen.................................................................................... 5
2.2 Pengertian Hidrogen......................................................................................... 7
2.3 Sifat Fisis dan sifat Kimia.................................................................................. 8
2.4 Senyawa Hidrogen........................................................................................... 9
2.5 Pembuatan Gas Hidrogen................................................................................. 12
2.6 Kegunaan.................................................................................................... 14
2.7 Manfaat....................................................................................................... 15
2.8 Wewanti Keselamatan..................................................................................... 16
2.9 Sumber....................................................................................................... 17
BAB III
PENUTUP.......................................................................................................... 18
3.1 Kesimpulan.................................................................................................. 18
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 18

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hidrogen berasal dari bahasa latin Hydrogenium, adalah unsur kimia yang pada
tabel periodik dilambangkan dengan simbol H dan nomor atom 1. Pada suhu dan tekanan

standar, hidrogen tidak berwarna, tidak berbau, bersifat non-logam, bervalensi tunggal, dan
merupakan gas diatomik yang sangat mudah terbakar.
Dalam keadaan normal, hidrogen berada dalam bentuk gas diatomik (H2). Namun,
gas hidrogen sangat langka ditemukan di bumi. Karena massanya yang ringan sehingga
menyebabkan gas hidrogen lepas dari gravitasi bumi. Namun, gas hidrogen dapat diperoleh
secara industri dari berbagai senyawa hidrokarbon seperti metana atau berasal dari
gasifikasi batu bara. Walaupun demikian, hidrogen masih merupakan unsur yang melimpah
di permukaan bumi.
Hidrogen dapat berekasi dengan banyak unsur, contohnya NH 3,HF, LiH2 dan
sebagainya. Sehingga hidrogen memiliki peranan yang penting dalam pembentukan
beberapa senyawa kimia. Karena peranannya tersebut, penulis mengangkat pembahasan
mengenai Hidrogen yang bertujuan untuk menambah wawasan pembaca yang tertarik
dengan Ilmu Kimia.
Melalui makalah ini kami ingin menjabarkan tentang sifat fisis dan kimia dari
hydrogen, kegunaan, cara mendapatkannya dan membuatnya dan reaksi-reaksi dari
hydrogen.

1.2 Rumusan Masalah


1.
Bagaimana sejarah penemuan unsur Hidrogen?
2.
Apa yang dimaksud dengan Hidrogen?
3.
Apa saja sifat fisis dan sifat kimia dari Hidrogen?
4.
Bagaimana persenyawaan yang mengandung unsur Hidrogen?
5.
Bagaimana cara pembuatan unsur Hidrogen?
6.
Apa saja kegunaan dari unsur Hidrogen?
7.
Apa saja manfaat dari Hidrogen?
8.
Apa saja wewanti untuk menjaga keselamatan dari Hidrogen?
9.
Dari mana sumber energi unsur Hidrogen?

1.3 Tujuan
1. Ingin menjelaskan sejarah unsur Hidrogen
2. Ingin menjelaskan yang dimaksud dengan hidrogen
3. Ingin menjelaskan sifat fisis dan sifat kimia dari unsur Hidrogen
4. Ingin memaparkan persenyawaan yang mengandung unsur Hidrogen
5. Ingin menjelaskan cara pembuatan unsur Hidrogen
6. Ingin mendeksripsikan kegunaan dari unsur Hidrogen
7. Ingin memaparkan manfaat dari Hidrogen
8. Ingin memaparkan wewanti keselamatan dari unsure Hidrogen
9. Ingin menjelaskan sumber energy dari unsure Hidrogen

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Unsur Hidrogen
(Yunani hydro=air, dan genes=pembentukan). Hidrogen telah digunakan bertahun-tahun
sebelum akhirnya dinyatakan sebagai unsur yang unik oleh Cavendish di tahun 1776.
Dinamakan hidrogen oleh Lavoisier, hidrogen adalah unsur yang terbanyak dari semua
unsur di alam semesta. Elemen-elemen yang berat pada awalnya dibentuk dari atom-atom
hidrogen atau dari elemen-elemen yang mulanya terbuat dari atom-atom hidrogen.
Gas hidrogen, H2, pertama kali dihasilkan secara artifisial oleh T. Von Hohenheim
(dikenal juga sebagai Paracelsus, 14931541) melalui pencampuran logam dengan asam
kuat. Dia tidak menyadari bahwa gas mudah terbakar yang dihasilkan oleh reaksi kimia ini
adalah unsur kimia yang baru. Pada tahun, Robert Boyle menemukan kembali dan
mendeskripsikan reaksi antara besi dan asam yang menghasilkan gas hidrogen. Pada tahun
1766, Henry Cavendishadalah orang yang pertama mengenali gas hidrogen sebagai zat
diskret dengan mengidentifikasikan gas tersebut darireaksi logam-asam sebagai "udara
yang mudah terbakar". Pada tahun 1781 dia lebih lanjut menemukan bahwa gas ini
menghasilkan air ketika dibakar. Pada tahun 1783, Antoine Lavoisier memberikan unsur
ini dengan nama hidrogen (dariBahasa Yunani hydro yang artinya air dan genes yang
artinya membentuk) ketika dia dan Laplace mengulang kembali penemuan Cavendish yang
mengatakan pembakaran hidrogen menghasilkan air.

Hidrogen pertama kali dicairkan oleh James Dewar pada tahun 1898 dengan
menggunakan penemuannya, guci hampa. Dia kemudian menghasilkan hidrogen padat
setahun kemudian. Deuterium ditemukan pada tahun 1931 Desember oleh Harold Urey,
dan tritium dibuat pada tahun 1934 oleh Ernest Rutherford, Mark Oliphant, and Paul
Harteck. Air berat, yang mengandung deuterium menggantikan hidrogen biasa, ditemukan
oleh Urey dkk. pada tahun 1932. Salah satu dari penggunaan pertama H2 adalah
untuk sinar sorot.
Balon pertama yang diisikan dengan hidrogen diciptakan oleh Jacques Charles pada
tahun 1783. Hidrogen memberikan tenaga dorong untuk perjalanan udara yang aman dan
pada tahun 1852 Henri Giffard menciptakan kapal udara yang diangkat oleh hidrogen.
Bangsawan Jerman Ferdinand von Zeppelin mempromosikan idenya tentang kapal udara
yang diangkat dengan hidrogen dan kemudian dinamakan Zeppelin dengan penerbangan
perdana pada tahun 1900. Penerbangan yang terjadwal dimulai pada tahun 1910 dan
sampai pecahnya Perang dunia II, Zeppelin telah membawa 35.000 penumpang tanpa
insiden yang serius.
Penerbangan tanpa henti melewati samudra atlantik pertama kali dilakukan kapal udara
Britania R34 pada tahun 1919. Pelayanan penerbangan udara dipulihkan pada tahun 1920
dan penemuan cadangan helium di Amerika Serikatmemberikan peluang ditingkatkannya
keamanan penerbangan, namun pemerintah Amerika Serikat menolak menjual gas tersebut
untuk

digunakan

dalam

penerbangan.

Oleh

karenanya,

gas

H2 digunakan

di

pesawat Hindenburg, yang pada akhirnya meledak di langit New Jersey pada tanggal 6
Mei 1937. Insiden ini ditayangkan secara langsung di radio dan direkam. Banyak yang
menduga terbakarnya hidrogen yang bocor sebagai akibat insiden tersebut, namun
investigasi lebih lanjut membuktikan sebab insiden tersebut karena terbakarnya salut fabrik
oleh keelektrikan statis. Walaupun demikian, sejak itu keragu-raguan atas keamanan
penggunaan hidrogen muncul.

2.2 Pengertian Hidrogen


Hidrogen merupakan unsur yang paling banyak di alam semesta, yaitu 93% karena
bintang-bintang mengandung hidrogen sebagai bahan bakar untuk menghasilkan cahaya
jumlah atom hidrogen dibumi sekitar 3% atau 0,14% massa, dalam bentuk senyawa
anorganik (seperti air dan asam) dan organik. Air mengandung 11% massa hidrogen karena
molekulnya mengandung 2 atom hidrogen dan 1 oksigen.

Dalam sistem periodik, hidrogen memiliki nomor atom satu dan terletak pada golongan
1A karena mempunyai 1 elektron. Tetapi kecendrungannya sama dengan VIIA, yaitu
menerima 1 elektron, dan tidak seperti golongan 1A lainnya yang cendrung melepas 1
elektron. Selain itu, elektron hidrogen dapat ditarik oleh atom lain sehingga menjadi ion
H+. Karena itu hidrogen tidak dapat dimasukkan baik dalam golongan 1A maupun dalam
golongan VII A.
Hidrogen dalam keadaan bebas berupa molekul gas diatomik (H2) dengan titik didih
dan titik beku yang sangat rendah karena gaya london antar molekul sangat kecil akibatnya
cukup sulit hidrogen dalam bentuk gas yang mudah untuk dimanfaatkan dalam bidang
industri.
Hidrogen yang terdapat di alam ada tiga isotop, yaitu (hidrogen) (D= deuterium)
dan ( T= tritium) dengan perbandingan:
H : D : T = 10.000.000 : 2.000 : 1
Air yang terbentuk dari deuterium atau D2O disebut air berat dengan perbandingan.
H2O : D2O = 5.000 : 1
Artinya, dalam 5.000 liter air tedapat sekitar 1 liter air berat. Tritium (T) bersifat
radioaktif dengan waktu paro 12,3 tahun dan dapat dibuat dengan reaksi inti.
Hidrogen yang terdapat di alam mengandung 0,0156 % deuterium sedangkan tritium
(terbentuk secara terus menerus dilapisan atas atmosfer pada reaksi inti yang direduksi oleh
sinar kosmik terdapat dialam hanya dalam jumlah yang sngat kecil, kira-kira sebanyak
1/1017 dan bersifat radioaktif ( , 12,4 tahun). Deuterium sebagai D2O dipisahkan dari air
dengan cara destilasi bertingkat atau elektrolisis yang disediakan dalam jumlah ton untuk
pemakaian sebagai moderator dalam reaktor nuklir.

2.3 Sifat Fisis dan sifat Kimia


a. Sifat Fisis Hidrogen
Unsur

: Hidrogen

Nomor atom

:1

Massa atom relative

: 1,00

Titik Leleh(oC)

: -259,14

Titik Didih(oC)

: -252,87

Rapatan pada 25oC (g/cm3)

: 0,07

Warna

: tidak berwarna

Konfigurasi Elektron

: 1s1

Energi Ionisasi (kJ//mol)

: 1312,0

Afinitas Elektron (kJ/mol)

: 72,77

Keelektronegatifan

: 2,20

Jari-jari Ion ()

: 1,46

Jari-jari Atom()

: 0,37

Massa Jenis

: 0,0899 g/cm3

Struktur Kristal

: Heksagonal

Radius Atom

: 2,08 A0

Volume Atom

: 14,10 cm3/mol

Radius kovalensi

: 0,32 A0

Entalpi penguapan

: 0,4581 Kj/mol

Entalpi pembentukan

: 0,00585 Kj/mol

Potensial ionisasi

: 13,598 V

Konduktivitas panas

: 0.1815 Wm-1K-1

Kapasitas panas

: 14,304 Jg-1K-1

Nama golongan

: alkali

Wujud

: gas

Jenis unsure

: nonlogam

Asal unsure

: unsur alam

b. sifat kimia Hidrogen


Sifat kimia Hidrogen bergantung pada tiga proses elektronik:
1. Kehilangan elektron valensi 1s. Hal ini akan menghasilkan proton, H+. Ukurannya
yang kecil, r ~ 1,5 x 10-13 cm, relatif terhadap ukuran r ~ 10-8 cm serta muatannya
yang kecil yang dihasilkan oleh kemampuannya yang khas untuk mendistorsi
awan elektron di sekeliling atom-atom lain. Proton tidak pernah dalam bentuk
seperti itu kecuali dalam berkas ion gas. Proton ini bergabung dengan atom-atom
atau molekul-molekul lain. Meskipun ion hidrogen berada dalam air, umumnya
ditulis sebagai H+, tapi sesungguhnya H3O+ atau H(H2O)n+.
2. Penambahan satu elektron. Atom H dapat memperoleh satu elektron dan
membentuk ion hidrida, H- dengan struktur He 1s2. Ion ini hanya ada dalam kristal
hidrida dari logam-logam elektropositif, seperti NaH, CaH2.

3. Pembentukan sebuah pasangan elektron. Nonlogam dan juga banyak logam dapat
membentuk ikatan kovalen dengan hidrogen.

2.4 Senyawa Hidrogen


Senyawa hidrogen sering disebut sebagai hidrida, sebuah istilah yang tidak mengikat.
Oleh kimiawan, istilah "hidrida" biasanya memiliki arti atom H yang mendapat sifat anion,
ditandai dengan H. Keberadaan anion hidrida, dikemukakan olehGilbert N. Lewis pada
tahun 1916 untuk gologngan I dan II hidrida garam, didemonstrasikan oleh Moers pada
tahun 1920 dengan melakukan elektrolisis litium hidrida cair (LiH) yang menghasilkan
sejumlah hidrogen pada anode. Untuk hidrida selain logam golongan I dan II, istilah ini
sering kali membuat kesalahpahaman oleh karena elektronegativitas hidrogen yang rendah.
Pengecualian adalah hidrida golongan II BeH2 yang polimerik. Walaupun hidrida dapat
dibentuk dengan hampir semua golongan unsur, jumlah dan kombinasi dari senyawa
bervariasi, sebagai contoh terdapat lebih dari 100 hidrida borana biner yang diketahui,
namun cuma satu hidrida aluminium biner yang diketahui. Hidrida indium biner sampai
sekarang belum diketahui, walaupun sejumlah komplek yang lebih besar eksis.
Hidrida biner diklasifikasikan sesuai dengan posisi unsurnya dalam tabel periodik, dan
oleh karakter ikatannya. Hidrida alkali dan alkali tanah di blok s adalah senyawa ionik
yang analog dengan halida dan disebut dengan hidrida salin. Unsur blok pgolongan 13-17
membentuk hidrida kovalen molekular. Belum ada senyawa hidrida gas mulia yang pernah
dilaporkan.
Beberapa unsur transisi blok d dan f membentuk hidrida logam yang menunjukkan
sifat

logam.

Logam-logam

transisi

yang

tidak

membentuk

hidrida

biner

membentuk hidrida molecularkompleks yang dikoordinasikan oleh ligan penstabil, seperti


karbonil (CO), fosfin tersier (PR3), atau siklopentadienil (C5H5) (rujuk bagian
6.1).Contoh-contoh khas hidrida diberikan di bawah ini.
a.

Hidrida salin

Hidrogen mempunyai 1 elekron dan cendrung menerima 1 elektron dari atom lain.
Akibatnya, hidrogen dapat bereaksi dengan logam yang reaktif, yaitu (Li,Na,K,Mg,dan Ca)
membentuk senyawa hidrida ionik, contohnya:
Litium hidrida, LiH, senyawa kristalin tak bewarna (titik leleh (melting point, mp)
680oC). Li+ danH- membentuk kristal berstruktur garam dapur. Pelepasan kuantitatif gas
hidrogen di anoda saat dilakukan elektrolisis garam leburnya menyarankan keberadaan

H-.Air bereaksi dengan hebat dengan litium hidrida membebaskan gas hidrogen.Karena
senyawa ini agak melarut dalam eter, hidrida ini digunakan sebagai pereduksi di kimia
organik.
Kalsium hidrida, CaH2, adalah padatan kristalin tak bewarna (mp 816 oC), dan
bereaksi denganhebat dengan air membebaskan gas hidrogen.Hidrida ini digunakan
sebagai pembentuk gas hidrogen, atau bahan dehidrator untuk pelarut organik. Hidrida ini
juga digunakan sebagai reduktor. Litium tetrahidridoaluminat, LiAlH4, adalah padatan
kristalin tak bewarna (terdekomposisi di atas 125oC) biasanya disebut litium aluminum
hidrida.Hidrida melarut dalam eter, dan bereaksi hebat dengan air.Hidrida ini digunakan
sebagai reduktor dan bahan untuk hidrogenasi dan untuk pengering pelarut
organik. Natrium tetrahidroborat, NaBH4, adalah senyawa padatan kristalin bewarna
putih (terdekomposisi pada 400 oC) biasanya disebut natrium borohidrida. Padatan ini larut
dalam air dan terdekomposisi pada suhu tingggi dengan melepaskan gas hidrogen. Padatan
ini digunakan sebagai bahan pereduksi untuk senyawa anorganik dan organik, dan untuk
mempreparasi kompleks hidrida, dsb.
b.

Hidrida molekular

Semua hidrida kecuali hidrida karbon (metana) dan oksigen (air) adalah gas beracun
dengankereaktifan sangat tinggi dan harus ditangani dengan sangat hati-hati.Walaupun
terdapat berbagai metoda untuk menghasilkan gas-gas ini di laboratorium, kini banyak gas
ini mudah didapat di silinder. Diboran, B2H6, adalah gas beracun dan tak bewarna (mp
-164.9o C dan bp -92.6oC) dengan bau iritatif yang khas. Hidrida ini merupakan bahan
reduktor kuat senyawa anorganik dan organik.Bahan ini juga bermanfaat sebagai bahan
hidroborasi untuk memasukkan gugus fungsi padaolefin, setelah adisi olefin dengan
reaksinya dengan reagen yang cocok.
Silan, SiH4, gas yang sangat mematikan dan tak bewarna (mp -185 oC dan bp -111.9
oC) denganbau yang menyengat dan juga disebut dengan monosilan.
Amonia, NH3, adalah gas beracun dan tak bewarna (mp -77.7 oC dan bp -33.4 oC)
dengan baumengiritasi yang khas. Walaupun gas ini digunakan dalam banyak kasus
sebagai larutan ammonia dalam air, yakni dengan dilarutkan dalam air, amonia cair juga
digunakan sebagai pelarut non-air untuk reaksi khusus. Sejak dikembangkannya proses
Harber-Bosch untuk sintesis amonia ditahun 1913, amonia telah menjadi senyawa yang
paling penting dalam industri kimia dan digunakan sebagai bahan baku banyak senyawa

yang mengandung nitrogen. Amonia juga digunakan sebagai refrigeran (di lemari
pendingin).
Fosfin, PH3, gas sangat beracun dan tak bewarna (mp -133 oC dan bp -87.7 oC)
dengan bau yangbusuk, juga disebut dengan fosfor hidrida. Fosfin terbakar spontan di
udara.Fosfin digunakan dalam pertumbuhan epitaksi, dalam kimia koordinasi logam
transisi, dsb.
Hidrogen sulfida, H2S, gas beracun dan tak bewarna (mp -85.5 oC and bp -60.7 oC)
dengan bautelur busuk.Gas ini sering ditangani dengan tidak cukup hati-hati, gas ini sangat
berbahaya dan harus ditangani dalam lingkungan yang ventilasinya baik. Gas ini
digunakan untuk analisis kimia dengan cara pengendapan ion logam, pembuatan senyawa
yang mengandung belerang, dsb.
Hidrogen fluorida, HF, adalah gas tak bewarna, berasap, bertitik didih rendah (mp
-83 oC danbp 19.5 oC), dengan bau yang mengiritasi.Gas ini biasa digunakan untuk
mempreparasi senyawa anorganik dan organik yang mengandung fluor.Karena
permitivitasnya yang tinggi, senyawa ini dapat digunakan sebagai pelarut non-air yang
khusus.Larutan dalam air gas ini disebut asam fluorat dan disimpan dalam wadah polietilen
karena asam ini menyerang gelas.
c.

Hidrida logam

Hidrida MHx yang menunjukkan sifat logam biasanya bertipe intertisi dan non
stoikiometribiasanya hidrogen menempati sebagian lubang dalam kisi logam. Biasanya x
bukan bilangan bulat dalam senyawa ini.Hidrida jenis ini yang dikenal meliputi hidrida
dari Golongan 3 (Sc, Y), Golongan 4 (Ti, Zr, Hf), Golongan 5 (V, Nb, Ta), Cr, Ni, Pd, dan
Cu, tetapi hidrida logam lain diGolongan 6 sampai 11 tidak dikenal.Paladium Pd bereaksi
dengan gas hidrogen pada suhu kamar, dan membentuk hidrida yang mempunyai
komposisi PdHx (x < 1).Banyak hidrida logam yang menunjukkan sifat hantaran
logam.LaNi5 adalah senyawa paduan antara lantanum dan nikel, yang dapat menampung
sampai 6 atom hidrogen atoms per sel satuan dan berubah menjadi LaNi 5H6.Paduan ini
menjadi salah satu kandidat untuk digunakan sebagai bahan penyimpan hidrogen untuk
pengembangan mobil berbahan hidrogen.
d.

Kompleks hidrida

Senyawa kompleks yang berkoordinasi dengan ligan hidrida disebut kompleks hidrida.
Logamtransisi Golongan 6 sampai 10 yang tidak membentuk hidrida biner menghasilkan
banyak kompleks hidrida dengan ligan tambahan seperti karbonil dan fosfin tersier.
Walaupun baru akhir tahun 1950-an hidrida diterima sebagai ligan, ribuan senyawa

kompleks kini telah dikenal. Lebih lanjut, dengan sintesis kompleks hidrogen molekul di
tahun 1980-an, kimia hidrogen mengambil peran baru. Riset dalam katalisis hidrokarbon
homogen dengan peran penting dimainkan oleh hidrida atau hidrogen terus berkembang.

2.5 Pembuatan Gas Hidrogen


Hidrogen adalah gas yang

tidak

berwarna,

tidak

berbau

dan

tidak

berasa. Hidrogen atau H2 mempunyai kandungan energi per satuan berat tertinggi,
dibandingkan dengan bahan bakar manapun.
Hidrogen merupakan unsur yang sangat aktif secara kimia, sehingga jarang sekali
ditemukan dalam bentuk bebas. Di alam, hidrogen terdapat dalam bentuk senyawa dengan
unsur lain, seperti dengan oksigen dalam air atau dengan karbon dalam metana. Sehingga
untuk dapat memanfaatkanya, hidrogen harus dipisahkan terlebih dahulu dari senyawanya
agar dapat digunakan sebagai bahan bakar.
Ada beberapa metode pembuatan gas hidrogen yang telah kita kenal. Namun semua
metode pembuatan tersebut prinsipnya sama, yaitu memisahkan hidrogen dari unsur lain
dalam senyawanya.
Tiap-tiap metode memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Tetapi secara
umum parameter yang dapat dipertimbangkan dalam memilih metode pembuatan H2
adalah biaya, emisi yang dihasilkan, kelaikan secara ekonomi, skala produksi dan bahan
baku. Sekarang mari kita bahas satu per satu metode-metodenya.
1.

Steam Reforming
Dalam proses ini, gas alam seperti metana, propana atau etana direaksikan dengan

steam (uap air) pada suhu tinggi (700~1000oC) dengan bantuan katalis, untuk
menghasilkan hidrogen, karbon dioksida (CO2) dan karbon monoksida(CO). Sebuah reaksi
samping juga terjadi antara karbon monoksida dengan steam, yang menghasilkan hidrogen
dan karbon dioksida. Persamaan reaksi yang terjadi pada proses ini adalah:
CH4

H2O

-->

CO

3H2

CO + H2O --> CO2 + H2


Gas hidrogen yang dihasilkan kemudian dimurnikan, dengan memisahkan karbon
dioksida dengan cara penyerapan.
Saat ini, steam reforming banyak digunakan untuk memproduksi gas hidrogen secara
komersil

di

berbagai

sektor

industri,

diantaranya

industri pupuk dan hidrogen

peroksida (H2O2). Akan tetapi metode produksi seperti ini sangat tergantung dari
ketersediaan gas alam yang terbatas, serta menghasilkan gas CO2, sebagai gas efek rumah
kaca.
2.

Gasifikasi Biomasa
Metode yang kedua adalah gasifikasi biomasa atau bahan alam seperti jerami, limbah

padat rumah tangga atau kotoran. Di dalam prosesnya, bahan-bahan tadi dipanaskan pada
suhu tinggi dalam sebuah reaktor. Proses pemanasan ini mengakibatkan ikatan molekul
dalam senyawa yang ada menjadi terpecah dan menghasilkan campuran gas yang terdiri
dari hidrogen, karbon monoksida dan metana.
Selanjutnya dengan cara yang sama seperti pada steam reforming, metana yang
dihasilkan diubah menjadi gas hidrogen.
Gasifikasi biomasa atau bahan organik memiliki beberapa keunggulan, antara lain
menghasilkan lebih sedikit karbon dioksida, sumber bahan baku yang berlimpah dan
terbarukan, bisa diproduksi di hampir seluruh tempat di dunia serta biaya produksi yang
lebih murah.

3.

Gasifikasi Batu Bara


Gasifikasi batu bara merupakan metode pembuatan gas hidrogen tertua. Biaya

produksinya hampir dua kali lipat dibandingkan dengan metode steam reforming gas alam.
Selain itu, cara ini pula menghasilkan emisi gas buang yang lebih signifikan. Karena selain
CO2 juga dihasilkan senyawa sulfur dan karbon monoksida.
Melalui cara ini, batu bara pertama-tama dipanaskan pada suhu tinggi dalam sebuah
reaktor untuk mengubahnya menjadi fasa gas. Selanjutnya, batu bara direaksikan dengan
steam dan oksigen, yang kemudian menghasilkan gas hidrogen, karbon monoksida dan
karbon dioksida.
4.

Elektrolisa Air (H2O)


Elektrolisa air memanfaatkan arus listrik untuk menguraikan air menjadi unsur-unsur

pembentuknya, yaitu H2 dan O2. Gas hidrogen muncul di kutub negatif atau katoda dan
oksigen berkumpul di kutub positif atau anoda.
Hidrogen yang dihasilkan dari proses electrolisa air berpotensi menghasilkan zero
emission, apabila listrik yang digunakan dihasilkan dari generator listrik bebas polusi
seperti energi angin atau panas matahari.

Namun demikian dari sisi konsumsi energi, cara ini memerlukan energi listrik yang
cukup besar.

2.6 Kegunaan
Hidrogen banyak digunakan untuk mengikat nitrogen dengan unsur lain dalam proses
Haber (memproduksi amonia) dan untuk proses hidrogenasi lemak dan minyak. Hidrogen
juga digunakan dalam jumlah yang banyak dalam produksi methanol, di dealkilasi
hidrogen (hydrodealkylation), katalis hydrocracking, dan sulfurisasi hidrogen. Kegunaankegunaan lainnya termasuk sebagai bahan bakar roket, memproduksi asam hidroklorida,
mereduksi bijih-bijih besi dan sebagai gas pengisi balon.
Daya angkat 1 kaki kubik gas hidrogen sekitar 0.07 lbf pada suhu 0 derajat Celsius dan
tekanan udara 760 mm Hg.
Baterai yang berbahan bakar hidrogen (Hydrogen Fuel cell) adalah teknologi baru
yang sedang dikembangkan, di mana tenaga listrik dalam jumlah besar dapat dihasilkan
dari gas hidrogen. Pabrik-pabrik baru dapat dibangun dekat dengan laut untuk melakukan
proses elektrolisis air laut guna memproduksi hidrogen. Gas yang bebas polusi ini lantas
dapat dialirkan melalui pipa-pipa dan disalurkan ke daerah-daerah pemukiman dan kotakota besar. Hidrogen dapat menggantikan gas alam lainnya, bensin, agen dalam proses
metalurgi dan berbagai proses kimia (penyulingan), dan mengubah sampah menjadi metan
dan etilen. Kendala-kendala yang ada untuk mewujudkan impian tersebut masih banyak.
Di antaranya persetujuan publik, penanaman modal yang besar dan harga hidrogen yang
masih jauh lebih mahal ketimbang bahan bakar lainnya sekarang.

2.7 Manfaat
1.
Dalam Kimia Organik
Hidrogen sering dipakai untuk reaksi hidrogenasi senyawa alkena atau alkuna
untuk sintesis senyawa organik. Senyawa hidrida misalnya MgH2.NaH, dan LiH sering
dipakai untuk reagen pereduksi senyawa organik dan hal ini sering dipakai dalam proses
sistesis senyawa organik misalnya untuk reduksi senyawa aldehid atau keton.
2.

Dibidang Industri

a.

Bahan Bakar Fosil


Bahan bakar fosil atau bahan bakar mineral adalah sumber daya alam yang

mengandung hidrokarbon seperti batu bara, petroleum, dan gas alam. Penggunaan bahan

bakar fosil ini telah menggerakkan pengembangan industi menggantikan kincir angin,
tenaga air, dan juga pembakaran kayu atau peat untuk panas.
Ketika mengahasilkan listrik, energi dari pembakaran bahan bakar fosil seringkali
digunakan untuk menggerakkan turbin. Genarator tua seringkali menggunakan uap yang
dihasilkan dari pembakaran untuk memutar turbin, tetapi di pembangkit listrik baru gas
pembakaran digunakan untuk memutar turbin gas secara langsung.
Pembakaran bahan bakar fosil oleh manusia merupakan sumber utama dari karbon
dioksida yang merupakan salah satugas rumah kaca yang dipercayai menyebabakan
pemanasn global.
Sejumlah kecil bahan bakar hidrokarbon adalah bahan bakar bio yang diperoleh
dari karbon dioksida di atmosfer dan oleh karena itu tidak menambah karbon dioksida di
udara
b.

Industri Pupuk
Dasar teori pembuatan amonia dari nitrogen dan hidrogen ditenmukan oleh Fritz

Haber (1908), seorang ahli kimia dari Jerman, sedangkan proses industri pembuatan
amonia untuk produksi secara besar-besaran ditemukan oleh Carl Bosch, seorang insinyur
kimia juga dari Jerman. Persamaan termokimia reaksi sintesis amonia adalah:
N2(g)

+ 3H2(g)

2NH3(g)

= -92,4 Kj pada 25 0C: Kp = 6,2 105


3.

Meningkatkan Kejenuhan Minyak


Lemak trans terbentuk dari penambahan hidrogen pada minyak nabati melalui

proses hidrogeansi parsial. Normalnya minyak nabati bentuknya cair dan memiliki ikatan
rantai asam lemak yang tidak jenuh.
Melalui proses hidrogenasi dengan penambahan ion hidrogen , ikatan asam lemak
yang awalnay tidak jenuh akan menjadi jenuh sehinnga membuat minyak nabati semakin
padat sehinnga tidak mudah rusak. Contohnya dalam proses pembuatan margarin , namun
perubahan cair menjadi lemak padat akan mengubah lemak nabati yang tadinya tak jenuh
menjadi lemak trans.makanan yang diolah dengan minyak nabati yang terhidrogenasi akan
tahan lama, teksturnya lebih baik, lebih renyah, dan gurih serta tidak terlalu terasa
minyaknya.
4.

Hidrodealkilasi
Hidrodealkilasi toluena adalah proses yang digunakan untuk mengahasilkan

benzena , reaksi utama dalam proses ini adalah:


C6H5CH3(g)

+ H2(g)

C6H6(g) +CH4(g)

Reaksi hidrodealkilasi toleuna adalah reaksi gas-gas dengan katalis padat.dimana


toluena, hidrogen, benzena, dan metana berada dalam fase gas, toluena dan hidrogen
dikonversi dalam reaktor dengan katalis untuk memproduksi benzena dan metana.

2.8 Wewanti Keselamatan


Hidrogen mendatangkan beberapa bahaya kesehatan pada manusia, mulai dari potensi
ledakan dan kebakaran ketika tercampur dengan udara, sampai dengan sifatnya yang
menyebabkan asfiksia pada

keadaan

murni

tanpa

oksigen.Selain

itu, hidrogen

cair adalah kriogen dan sangat berbahaya oleh karena suhunya yang sangat rendah.
Hidrogen larut dalam beberapa logam dan selain berpotensi kebocoran, juga dapat
menyebabkan perapuhan hidrogen.Gas hidrogen yang mengalami kebocoran dapat
menyala dengan spontan. Selain itu api hidrogen sangat panas, namun hampir tidak dapat
dilihat dengan mata telanjang, sehingga dapat menyebabkan kasus kebakaran yang tak
terduga.
Data wewanti keselamatan hidrogen dapat dikacaukan oleh beberapa sebab. Sifat-sifat
fisika dan kimia hidrogen sangat bergantung pada nisbah parahidrogen/ortohidrogen yang
memerlukan beberapa hari untuk mencapai kesetimbangan (biasanya data yang diberikan
merupakan data pada saat hidrogen mencapai kesetimbangan). Parameter ledakan
hidrogen, seperti tekanan dan temperatur kritis ledakan sangat bergantung pada geometri
wadah penampung hidrogen.

2.9 Sumber
Hidrogen diperkirakan membentuk komposisi lebih dari 90% atom-atom di alam
semesta (sama dengan tiga perempat massa alam semesta). Unsur ini ditemukan di
bintang-bintang dan memainkan peranan yang penting dalam memberikan sumber energi
jagat raya melalui reaksi proton-proton dan siklus karbon-nitrogen. Proses fusi atom-atom
hidrogen menjadi helium di matahari menghasilkan jumlah energi yang sangat besar.
Hidrogen dapat dipersiapkan dengan berbagai cara:

Uap dari elemen karbon yang dipanaskan

Dekomposisi beberapa jenis hidrokarbon dengan energi kalor

Reaksi-reaksi natrium atau kalium hidroksida pada aluminium

Elektrolisis air

Pergeseran asam-asam oleh metal-metal tertentu


Hidrogen dalam bentuk cair sangat penting untuk bidang penelitian suhu rendah
(cryogenics) dan studi superkonduktivitas karena titik cairnya hanya 20 derajat di atas 0
Kelvin.
Tritium (salah satu isotop hidrogen) dapat diproduksi dengan mudah di reaktor-reaktor
nuklir dan digunakan dalam produksi bom hidrogen.
Hidrogen adalah komponen utama planet Jupiter dan planet-planet gas raksasa
lainnya. Karena tekanan yang luar biasa di dalam planet-planet tersebut, bentuk padat
hidrogen molekuler dikonversi menjadi hidrogen metalik.
Di tahun 1973, ada beberapa ilmuwan Rusia yang bereksperimen memproduksi
hidrogen metalik pada tekanan 2.8 megabar. Pada titik transisi, berat jenisnya berubah dari
1.08 menjadi 1.3 gram/cm3. Satu tahun sebelumnya di Livermore, California, satu grup
ilmuwan juga memberitakan eksperimen yang hampir sama di mana fenomena yang
mereka amati terjadi pada titik tekanan-volume yang berpusar pada 2 megabar. Beberapa
prediksi mengemukakan bahwa hidrogen metalik mungkin metastable. Yang lainnya
memprediksikan hidrogen mungkin berupa superkonduktor di suhu ruangan.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pada tahun 1766, Henry Cavendish adalah orang yang pertama mengenali gas
hidrogen sebagai zat diskret dengan mengidentifikasikan gas tersebut dari reaksi logamasam sebagai "udara yang mudah terbakar". Pada tahun 1781 dia lebih lanjut menemukan
bahwa gas ini menghasilkan air ketika dibakar.
Dalam sistem periodik, hidrogen memiliki nomor atom satu dan terletak pada
golongan 1A karena mempunyai 1 elektron. Tetapi kecendrungannya sama dengan VIIA,
yaitu menerima 1 elektron, dan tidak seperti golongan 1A lainnya yang cendrung melepas
1 elektron. Hidrogen yang terdapat di alam ada tiga isotop, yaitu (hidrogen) (D=
deuterium) dan ( T= tritium) dengan perbandingan:
H : D : T = 10.000.000 : 2.000 : 1

Senyawa hidrogen sering disebut sebagai hidrida, sebuah istilah yang tidak mengikat.
Oleh kimiawan, istilah "hidrida" biasanya memiliki arti atom H yang mendapat sifat anion,
ditandai dengan H. Berdasarkan klasifikasikan sesuai dengan posisi unsurnya dalam tabel
periodik, dan oleh karakter ikatannya, senyawa hidrida dikelompokkan menjadi hidrida
salin, hiderida molekular, hidrida molekular, dan kompleks hidrida.
Untuk memperoleh gas hidrogen kita harus melakukan pemisahan hidrogen dari
senyawanya. Terdapat beberapa metode dalam pembuatan gas hidrogen. Namun, pada
dasarnya prinsip dari metode tersebut sama, yaitu memisahkan hidrogen dari unsur lain
dalam senyawanya.
Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, parameter yang dapat
diterapkan dalam pemilihan metode adalah biaya, emisi yang dihasilkan, skala produksi
dan bahan baku. Metode-metode tersebut antara lain: Elektrolisis air, Steam Reforming
gasifikasi batu bara, dan reaksi logam dengan asam kuat encer.
Hidrogen yang diperoleh dari metode-metode tersebut memiliki banyak kegunaan
antara lain dalam reaksi hidrogenasi senyawa alkena atau alkuna untuk sintesis senyawa
organik, industri pupuk, bahan bakar fosil, meningkatkan kejenuhan minyak, dan
hidrodealkilasi toluena.
DAFTAR PUSTAKA

Saito,Taro. 1996. Inorganic Chemistry,terj.Ismunandar. Diunduh dari Http://oke.or.id


Mohsin,

Yulianto.

Situs

Kimia

Indonesia,

chem.-is-try.org.

dari http://periodic.lanl.gov/elements/1.html
Lukman. Kimia. Diunduh dari www.wikipedia.org dan www.einow.org

diunduh

Anda mungkin juga menyukai