Anda di halaman 1dari 18

4.

TERANGKAN DAN PENATALAKSANAAN DERMATOMIKOSIS
Dermatomikosis adalah penyakit pada kulit, kuku, rambut, dan mukosa
yang disebabkan infeksi jamur. Dermatomikosis mempunyai arti umum, yaitu
semua penyakit jamur yang menyerang kulit. Faktor yang mempengaruhi
dermatomikosis adalah udara yang lembab, lingkungan yang padat, sosial
ekonomi yang rendah, adanya sumber penularan disekitarnya, obesitas,
penyakit sistemik, penggunaan obat antibiotik, steroid, sitostatika yang tidak
terkendali.

Dermatomikosis

terdiri

dari

dermatomikosis

superfisialis,

intermedia dan profunda.
Macam – macam dermatomikosis superfisialis adalah :
A. Dermatofitosis
Jamur
Microsporum,

golongan

dermatofitosis

Trichophyton,

dan

terdiri

dari

3

Epidermophyton.

genus

yaitu

Microsporum

menyerang rambut dan kulit. Trichophyton menyerang rambut, kulit dan
kuku. Epidermophyton menyerang kulit dan jarang pada kuku.
Golongan dermatofita bersifat mencerna keratin, dermatofita termasuk
kelas fungi imperfecti. Gambaran klinis dermatofita menyebabkan beberapa
bentuk klinis yang khas, satu jenis dermatofita menghasilkan klinis yang
berbeda tergantung lokasi anatominya.
1. Definisi
Dermatofitosis adalah infeksi jaringan yang mengandung zat
tanduk (keratin) misalnya stratum korneum pada epidermis, rambut, dan
kuku, yang disebabkan oleh golongan jamur dermatofita.

Berspora dan memiliki hifa sepanjang sel kulit dan rambut yang mati. 7 spesies Microsporum dan satu spesies Epidermofiton. c. setiap spesies dermatofita mempunyai afinitas terhadap hospes tertentu. Epidemiologi Dermatofita adalah tergolong jamur contagious. merupakan serpihan dari orang yang terinfeksi. Geophilic dermatophyta addalah jamur tanah yang ditransmisikan kepada manusia melalui paparan langsung ke tanah atau ke hewan yag berdebu. Zoophilic dermatophyta sering dikaitkan dengan hewan-hewan. Antrophophilic dermatophyta sering dikaitkan dengan manusia dan ditransmisikan baik melalui kontak langsung atau melalui muntahan yang terkontaminasi b. Infeksi sub-kutaneus yang jarang yang disebabkan jamur ini dapat terjadi pada pasien AIDS. yaitu genus Microsporum. Dermatofita yang zoofilik terutama menyerang binatang. yang terdiri dari 15 spesies Trichophyton. 3. Dermatofita yang menginfeksi manusia diklasifikasikan berdasarkan habitat mereka antara lain sebagai berikut : a. Selain sifat keratinofilik. jamur ini ditransmisikan kepada manusia baik melalui kontak langsung dengan hewan tersebut misalnya hewan peliharaan dan melalui produksi hewan tersebut seperti wool. Etiologi Dermatofitosis disebabkan oleh jamur golongan dermatofita yang teridiri dari tiga genus.2. . Dermatofita yang geofilik adalah jamur yang hidup di tanah dan dapat menimbulkan radang yang moderat pada manusia. Dari 41 spesies dermatofita yang sudah dikenal hanya 23 spesies yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan binatang. dan kadang-kadang menyerang manusia. membuat infeksi berulang menjadi sering. misalnya Microsporum gypseum. Trichophyton. dan Epidermofiton. misalnya Microsporum canis dan Trichophyton verrucosum.

1) T. . tumbuh bergerombol atau satu-satu sepanjang hifa. Koloni Cottony berwarna putih seperti wol. Mikroskopis : Mikrokonidia sangat banyak berkelompok berbentuk bulat/ menyerupai sekelompok buah anggur pada cabang-cabang terminalnya dan banyak terdapat hifa yang menyerupai spiral. Dermatofita yang antropofilik terutama menyerang manusia karena memilih manusia sebagai hospes tetapnya. Trichophyton Mikokonidia banyak. Contoh jamur yang antropofilik ialah Microsporum audouinii dan Trichophyton rubrum. mentagrophytes Makroskopis : Membentuk 2 jenis koloni. Koloni powder seperti serbuk warna merah anggur.Umumnya gejala-gejala klinik yang timbulkan oleh golongan zoofilik dan golongan geofilik pada manusia bersifat akut dan sedang serta lebih mudah sembuh. a. Golongan jamur ini dapat menyebabkan perjalanan penyakit menjadi menahun dan residif karena reaksi penolakan tubuh yang sangat ringan. Sedangkan makrokonidia jarang atau tidak dibentuk sama sekali.

verrucosum Makroskopis : Pertumbuhan sangat lambat.2) T. warna ditengah coklat dan pinggir coklat muda. koloni berbentuk kapas. 4) T. Warna depan putih sampai merah muda dan dasar koloni warna merah. bentuk verrucous warna abu-abu. Mikroskopis : Mikrokonidia banyak. concentricum Makroskopis : Pertumbuhan koloni lambat. . rubrum Makroskopis : Pertumbuhan koloni lambat. berkelompok atau satu-satu sepanjang hifa. Mikroskopis : Makrokonidia dan mikrokonidia jarang. 3) T. permukaan licin dan berlipat-lipat.

abu-abu. dan merah coklat dengan dasar kuning sampai merah. Bentuk bubuk sampai beledru. tonsuran Makroskopis : Pertumbuhan koloni lambat. Mikroskopis : Mikrokonidia banyak sepanjang sisi hifa dan makrokonidia jarang. 6) T. violaceum . Ditemukan branching hifa.Mikroskopis : Makrokonidia dan mikrokonidia tidak ada. Warna bervariasi cream. permukaan datar/ berbenjol-benjol. 5) T. kuning.

. Warna violet. Mikroskopis : Makrokonidia/ mikrokonidia jarang.Makroskopis : Pertumbuhan koloni lambat. permukaan menonjol dan verrukosa. Terlihat hifa irreguler dan klamidospora.

b. Microsporum Makrokonidia adalah spora yang paling banyak ditemukan dan terbentuk pada ujung-ujung hifa. permukaan halus sampai bergranuler.7) T. Banyak ditemukan hifa Favchandeliers. ujung rucing. Ukurannya besar. canis Makroskopis : Pertumbuhan koloni cepat. sedangkan mikrokonidia sedikit. bagian tengah berlipat dan lebih tinggi dari pinggir. schoenleinii Makroskopis : Pertumbuhan koloni lambat. 1) M. dinding tebal serta kasar dan ada tonjolan-tonjolan . sedangkan dasar koloni merah coklat. Mikroskopis : Makrokonidia/ mirokonidia tidak ada. Mikroskopis : Makrokonidia banyak dijumpai. Warna depan coklat muda.

warna kuning sampai coklat ada jalur jalur radier. Warna koloni abu-abu kuning sampai coklat keputihan. Mikroskopis : Makrokonidia besar. gypseum Makroskopis : Pertumbuhan cepat. audouinii Makroskopis : Pertumbuhan lambat.kecil. bisa juga dijumpai racquet hifa. 2) M. 3) M. Mikroskopis : Makrokonidia jarang dan bentuk tidak teratur. Karakteristik dijumpai adanya klamidospora. Sedangkan mikrokonidia sangat jarang dan ditemukan adanya racquet hifa. permukaan datar. dan dasar koloni merah coklat. dinding tipis dan bergerigi kecil. pectine bodies dan nodular bodies. . bentuk bujur telur.

penyakit yang mereka timbulkan tidak sama . 4. dan rambut yang telah mati. Patogenesis dan cara penularan Dermatofita menggunakan keratin sebagai sumber nutrisi dan juga berkoloni pada lapisan kulit. Epidermophyton Hanya ditemukan makroonidia. ujung bulat dinding halus dan tipis. Meskipun jamur yang terlibat dalam infeksi kutaneus dan subkutaneus hidup di tanah. Mikroskopis : Makrokonidia lebar-lebar seperti gada atau berbentuk bunga. Floccosum Makroskopis : Pertumbuhan koloni lambat.c. E. ukurannya besar dan berbentuk gada. bergranuler warna putih dan berjalur-jalur sentral warna kuning kehijauan. kuku. Mikronidia tidak ada. Mereka juga memicu kehancuran sel-sel yang hidup dengan mengaktifkan sistem imun.

Penularan tak langsung dapat melalui tanaman. Epidermophyton floccosum yang paling sering menyerang lipat paha bagian dalam. Faktor yang mempengaruhi Disamping cara penularan. apakah jamur Antropofilik. jamur. b.dengan infeksi jamur superfisial lainnya karena infeksinya membutuhkan lesi terlebih dahulu pada lapisan kulit yang lebih dalam. masingmasing jenis jamur tersebut berbeda pula satu dengan yang lain dalam afinitas terhadap manusia maupun bagian-bagian tubuh. Faktor yang terpenting dalam virulensi ini ialah kemampuan spesies jamur menghasilkan keratinasi dan mencerna keratin di kulit. dan rambutrambut yang mengandung jamur baik dari manusia atau dari bianatang. debu. Faktor trauma Kulit yang utuh tanpa lesi-lesi kecil. atau air. Keadaan sosial serta kurangnya kebersihan Faktor ini memegang peranan penting pada infeksi jamur. Cara penularan jamur dapat secara langsung dan secara tidak langsung Penularan langsung dapat melalui fomit. lebih susah untuk terserang jamur. misalnya Trichophyton rubrum jarang menyerang rambut. d. c. barang-barang atau pakaian. Faktor suhu dan kelembaban Kedua faktor ini sangat jelas berpengaruh terhadap infeksi jamur. Kebanyakan dermatfitosis tinggal menetap pada lapisan dermis dan hipodermis sehingga sangat jarang menyebabkan infeksi yang sistemik. epitel. Zoofilik. tampak pada lokalisasi atau lokal. Selaian afinitas ini. Faktor virulensi dari dermatofita Virulensi ini bergantung pada afinitas. dan tanah. tempat yang banyak keringat seperti lipat paha dan sela-sela jari paling sering terserang penyakit jamur ini. 5. Insiden panyakit jamur pada golongan sosial dan ekonomi yang lebih rendah . atau Geofilik. kayu yang dihinggapi jamur. timbulnya kelainan-kelainan di kulit bergantung pada beberapa faktor : a.

dan merangsang respon sel-sel imun yang dapat menghancurkan jaringan yang lebih dalam. Diagnosis. e.lebih sering ditemukan dari pada golongan sosial dan ekonomi yang lebih baik. Hal inilah yang membedakan dermatofitosis dengan infeksi jamur superfisial lainnya. yaitu jamur yang dapat tumbuh di kulit. dan hal ini banyak berhubungan dengan pekerjaan. tatalaksana. kuku. yang merupakan kata latin dari cacing karena dermatophytosis menghasilkan tempelan melingkar. Di samping faktor-faktor tadi masih ada faktor-faktor lain. seprti faktor perlindungan tubuh. Meskipun penyakit ini sering disalah tanggapkan karena cacing tidak terlibat dan terminologi fita menyatakan tumbuhan bukan jamur tetapi istilah ini masih digunakan. dan pencegahan Observasi klinis pada umumnya cukup untuk mendiagnosa infeksi dermatofita. Kebanyakan dermatofitosis secara klinis dapat dibedakan karena mereka secara langsung dapat dikenal sebagai contoh athlete’s foot adalah dermatofitosis. Pada wanita lebih sering ditemukan infeksi jamur di sela-sela jari dibandingkan pada pria. Dermatofitosis adalah infeksi kutaneus yang disebabkan oleh dermatofita. sepatu. Persiapan KOH di kulit atau kerokan kuku atau sampel . faktor transpirasi serta penggunaan pakaian yang serba nilon dapat memudahkan timbulnya penyakit jamur ini. 7. Faktor umur dan jenis kelamin Penyakit tinea kapitis lebih sering ditemukan pada anak-anaak dibandingkan pada orang dewasa. rambut. (topi. Beberapa jamur yang tumbuh di kulit memiliki gejala klinis yang disebut dengan lesi kutaneus. 6. Dermatofitosis dapat memiliki berbagai gejala klinis. Tanda dan gejala Di waktu yang lalu dermatofitosis sering disebut sebagai ring worm atau tinea. bersisik yang membuat pemeriksa berpikir ada cacing terletak dibawah permukaan kulit. dan sebagainya).

Saat diinginkan penentuan intentitas spesifik dari dermatofita membutuhkan pemeriksaan mikroskopis berupa kultur. pemeriksaan lampu wood dan pemeriksaan mikroskopis dengan KOH. Gray patch ring worm Penyakit ini dimulai dengan papul merah kecil yang melebar ke sekitarnya dan membentuk bercak yang berwarna pucat dan bersisik. Bentuk – bentuk gejala klinis dermatofitosis adalah: 1. mudah patah. Terbinafine. Berdasarkan bentuk khas. Warna rambut jadi abu-abu dan tidak mengkilat lagi. yang akan memakan waktu bermingguminggu karena jamur ini sangat lambat tumbuh di laboraturium.rambut dapat menampilkan hifa dan atau konidia (spora aseksual). Tinea kapitis Tinea kapitis adalah kelainan kulit pada daerah kepala. Kasus kronik atau kasus yang menetap diobati dengan griseofulvin sampai sembuh. Pada pemeriksaan mikroskopis terlihat spora diluar rambut (ectotric) atau didalam rambut (endotric). Pengobatan pada anak-anak peroral griseofulvin 10-25 mg/kg BB perhari. tetapi untuk infeksi yang menyebar luas pada kulit kepala atau kulit demikian juga pada infeksi kuku harus diobati dengan anti fungal oral. Diagnosis ditegakkan berdasar gambaran klinis. pada dewasa 500 mg/hr selama 6 minggu. Disebabkan oleh species dermatofita Trichophyton dan Microsporum. tinea kapitis dibagi dalam empat bentuk. sangat efektif pada sebagian besar kasus. dan terlepas dari akarnya sehingga menimbulkan alopesia setempat. sering gatal disertai rambut rontok ditempat lesi. . rambut yang disebabkan jamur golongan dermatofita. yaitu: a. Infeksi terbatas dapat diobati secara efektif dengan menggunakan obat-obat anti fungal topikal. dimana diperlukan untuk konfirmasi diagnosis. Gambaran klinis keluhan penderita berupa bercak pada kulit kepala. diberikan secara oral selama 6-12 minggu.

Kerion Bentuk ini adalah bentuk serius karena disertai dengan radang yang hebat bersifat lokal sehingga pada kulit kepala tampak bisul-bisul kecil yang berkelompok dan kadang-kadang ditutupi sisik-sisik tebal. Bila kerion ini menyembuh akan meninggalkan suatu daerah yang botak permanen karena terjadi sikatriks. Ujung rambut tampak seperti titik-titik hitam diatas permukaan kulit yang berwarna kelabu sehingga tampak seperti gambaran “black dot”. T. c. dan T.Dengan pemeriksaan dengan sinar wood tampak flouresensi kekuning-kuningan pada rambut yang sakit melalui batas “Gray patch” tersebut. Black dot ring worm Terutama disebabkan oleh T. Rambut sekitar lesi juga tidak bercahaya lagi karena kemungkinan sudah terkena infeksi. dan T. canis. violaceum. violaceum. tonsurans. Bila penyakit itu sembuh akan meninggalkan jaringan parut dan alopesia yang permanen. violaceum. Penyebab . Rambut di daerah ini putus-putus dan mudah dicabut. b. Infeksi jamur terjadi diluar rambut (ectotric) atau didalam rambut (endotric) yang menyebabkan rambut putus tepat pada permukaan kulit kepala. Biasanya bentuk ini terdapat pada orang dewasa dan lebih sering pada wanita. M. tonsurans. Jenis ini biasanya disebabkan oleh species Microsporum dan Trichophyton. d. mentagrophytes. tonsurans dan T. serta memberi bau busuk seperti bau tikus “moussy odor”. T. Bentuk ini terutama disebabkan oleh M. gypseum. Penyebab utamanya adalah T. Tinea favosa Kelainan di kepala dimulai dengan bintik-bintik kecil di bawah kulit yang berwarna merah kekuningan dan berkembang menjadi krusta yang berwarna cawan (skutula). Rambut di atas skutula putus-putus dan mudah lepas serta tidak mengkilat lagi.

utamanya adalah T. tetapi tetap meninggi dan tertutup skuama sehingga menjadi bercak yang besar. gambaran klinis yang khas berupa lesi . 2. bagian tepi lebih aktif dengan tanda peradangan yang lebih jelas. Diagnosis berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan kulit dengan KOH dan kultur. Kadang bagian tengahnya tidak menyembuh. rubrum dan T. Dermatitis seboroika dan Trikotilomania. obat topikal salep whitfield. Gambaran klinis biasanya berupa lesi terdiri atas bermacam macam efloresensi kulit. gypseum. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinis dan lokalisasinya serta kerokan kulit dengan mikroskop langsung dengan larutan KOH 10-20% untuk melihat hifa atau spora jamur. sehingga sering digolongkan dalam Tinea korporis. Karena tinea kapitis ini sering menyerupai penyakit kulit yang menyerang daeerah kepala. schoenleinii. Gambaran klinis dapat menyerang seluruh permukaan kulit halus. kemudian timbul skuama agak tebal terletak konsensif dengan susunan seperti genting. mentagropytes. arsinar. dan T. sementara tepi lesi meluas sampai ke perifer. 3. badan. atau polisiklik. Pengobatan sistemik berupa griseofulvin 500 mg sehari selama 3-4 minggu. seperti Psoriasis vulgaris. Tinea imbrikata Tinea imbrikata adalah penyakit yang disebabkan jamur dermatofita yang memberikan gambaran khas tinea korporis berupa lesi bersisik yang melingkar-lingkar dan gatal. violaceum. Tinea korporis Tinea korporis adalah infeksi jamur dermatofita pada kulit halus (globurus skin) di daerah muka. T. lengan dan glutea. Daerah sentral biasanya menipis dan terjadi seperti penyembuhan. itrakonazol 100 mg sehari selama 2 minggu. concentricum. penyakit ini harus dibedakan dengan penyakit-penyakit bukan oleh jamur. lesi bertambah melebar tanpa meninggalkan penyembuhan dibagian tengahnya. Disebabkan oleh dermatofita T. Penyebab tersering adalah T. Lesi bermula sebagai makula eritematosa yang gatal. berbatas tegas dengan konfigurasi anular.

5. sering kambuh setelah pengobatan sehingga memerlukan pengobatan ulang yang lebih lama. gatal lama kelamaan meluas sehingga dapat meliputi scrotum. rubrum. siklopiroksolamin. Penyebab E. Gambaran klinik lesi simetris dilipat paha kanan dan kiri mulamula lesi berupa bercak eritematosa. Tinea manus et pedis Tinea manus et pedis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur dermatofita didaerah kulit telapak tangan dan kaki. ketokonazol 200 mg sehari. rubrum. E. rubrum. floccosum. 4. kadang-kadang disebabkan oleh T. tolsiklat. jari-jari tangan dan kaki serta daerah interdigital. T. ataupun keseluruhan. kadang-kadang disertai banyak vesikel kecil-kecil. Penyebab tersering adalah T. Diagnosis berdasar gambaran klinis yang khas dan ditemukan elemen jamur pada pemeriksaan kerokan kulit dengan mikroskopis langsung memakai larutan KOH 10-20%. distroksi kuku mulai dari dista. mentagrophites. T. Gambaran klinik biasanya menyertai Tinea pedis atau manus penderita berupa kuku menjadi rusak warna menjadi suram tergantung penyebabnya. genitalia dan sekitar anus.konsentris. obat topikal tidak begitu efektif karena daerah yang terserang luas. Pengobatan sistemik griseofulvin 500 mg sehari selama 3-4 minggu. mentagrophytes. Tinea kruris Tinea kruris adalah penyakit jamur dermatofita didaerah lipat paha. 6. Pengobatan sistemik griseofulvin 500 mg sehari selama 4 minggu. Floccosum. pubis ditutupi skuama. obat topikal salep whitefield. Diagnosis ditegakkan berdasar gejala klinis pada pemeriksaan kerokan kuku dengan KOH 10-20 % atau biakan untuk . derivat azol dan naftifin HCL. ketokonazol. punggung tangan dan kaki. Tinea unguium Tinea unguium adalah kelainan kuku yang disebabkan infeksi jamur dermatofita. yang dapat meluas kebokong dan perut bagian bawah. haloprogin. Penyebab tersering T. lateral.

Pengobatan harus dilakukan menyeluruh tekun dan konsisten. Pada orang dengan kulit berwarna. Obat topical dapat diberikan dalam bentuk losio atau krim. Gambaran klinik kelainan terlihat bercak-bercak warna warni. 2. Piedra Putih . leher. Ada 2 bentuk. B. yaitu : a. jika sulit disembuhkan ketokonazole dapat dipertimbangkan dengan dosis 1x 200 mg sehari selama 10 minggu. Obat lain derivat azol misal mikonazole. Di atas lesi terdapat sisik halus. Pemberian griseofulvin 500 mg sehari selama 3-4 bulan untuk jari tangan untuk jari kaki 9-12 bulan. kulit kepala yang berambut. meliputi badan kadangkadang menyerang ketiak. Non Dermatofitosis 1. Umumya keluhan yang muncul adalah timbul bercak putih ataupun kecoklatan yang kadang gatal bila berkeringat. Ada 2 bentuk yang sering didapat. yaitu makular dan folikular. lengan. Diagnosis pada sediaan langsung kerokan kulit dengan larutan KOH 20 % terlihat campuran hifa pendek dan spora-spora bulat yang dapat berkelompok.menemukan elemen jamur. tetapi pada orang dengan kulit pucat lesi bisa berwarna coklat kemerahan. lesi yang terjadi biasanya tampak sebagai bercak hipopigmentasi. Obat yang dapat dipakai suspensi selenium sulfida (selsun) dipakai sebagai sampo 2-3x seminggu. muka. lipat paha. tungkai atas. Pitiriasis versikolor Pitiriasis versikolor (panu) adalah penyakit jamur superfisial yang kronik biasanya tidak memberikan keluhan subjektif berupa bercak skuama halus warna putih sampai coklat hitam. Piedra Piedra adalah infeksi jamur pada rambut ditandai dengan benjolan (nodus) yang keras sepanjang batang rambut. Pengobatan infeksi kuku memerlukan ketekunan. Menurut Ballon 1889 disebabkan oleh malassezia furfur robin. bentuk teratur sampai tidak teratur batas jelas sampai difus kadang penderita merasa gatal ringan. pengertian kerjasama dan kepercayaan penderita dengan dokter karena pengobatan sulit dan lama.

Bila meluas sampai ke membran timpani daerah ini akan menjadi merah. ditutupi skuama dan dapat meluas ke bagian luar sampai muara liang telinga dan daun telinga sebelah dalam. 5. Piedra hitam merupakan infeksi asimtomatik. Tinea nigra palmaris Tinea nigra palmaris adalah infeksi jamur superfisial yang biasanya menyerang kulit telapak tangan dan kaki dengan memberikan warna hitam sampai coklat pada kulit yang terserang. dada dan muka. sukar dilepas. Makula yang terjadi tidak menonjol dari permukaan kulit. Pada batang rambut dada dan dagu. terdapat nodul yang keras. Nodul melekat erat pada batang rambut. granular. Piedra Hitam Penyakit ini disebabkan oleh piedra hortae dan lebih sering ditemukan pada daerah rambut kepala serta jarang pada rambut dada dan dagu. berskuama dan mengeluarkan cairan serosanguinos dan penderita akan mengalami gangguan pendengaran. Piedra hitam merupakan infeksi asimtomatik. berukuran kecil.Penyakit ini disebabkan Trichosporon beigellii terutama di daerah subtropis dan beriklim sedang. Penyebabnya adalah Cladosporium werneckii. yaitu Aspergillus sp.. berwarna hitam dan bisa tunggal atau multipel. janggut dan tidak memberikan gejala-gejala subjektif. Pada batang rambut teraba kasar. 3. 4. bila disisir dengan logam maka akan terdengar bunyi geseran logam. Otomikosis Otomikosis adalah infeksi jamur pada liang telinga bagian luar. Tinea Pedis . kumis. Liang telinga akan tampak berwarna merah. b. Mukor dan Penisilium. Gejalannya berupa adanya benjolan warna coklat muda yang tidak begitu melekat pada batang rambut kepala. Kadang-kadang dapat meluas sampai di punggung kaki bahkan sampai menyebar ke leher. Penyebab infeksi biasanya jamur kontaminan. tidak terasa sakit dan tidak ada tanda-tanda radang.

Biasanya sering ditemukan pada orang dewasa yang setiap hari menggunakan sepatu tertutup. di sawah dan sebagainya. Dan pada orang yang bekerja di tempat yang basah. tinea pedis menahun bersifat asimtomatis dan hanya menjadi aktif pada keadaan panas atau basah yang berlebihan atau pemakaian alas kaki yang tidak sesuai. Tidak ada tindakan pengendalian yang benar-benar efektif selain hygiene yang tepat dan penggunaan bedak untuk mempertahankan agar ruang antar jari-jari kaki tetap kering. contohnya penggunaan sepatu dan kaus kaki. punggung kaki. serta daerah interdigital. mencuci. . Infeksi juga dapat menyebar melalui penggunan pancuran dan ruang ganti pakaian umum. di mana kulit yang terinfeksi dan terkelupas berperan sebagai sumber infeksi. jari-jari kaki. Pada banyak orang. atau orang awam sering menyebutnya dengan kutu air. Tinea pedis atau yang disebut juga dengan Athlete’s foot.Tinea pedis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur dermatofita di daerah kulit telapak kaki.