Anda di halaman 1dari 15

Proceedings Seminar Nasional Ilmu Manajemen 2016

ANALISIS CLUSTER PADA SAHAM ASEAN STARS BERDASARKAN


RISK-ADJUSTED RETURN
CLUSTER ANALYSIS OF ASEAN STAR STOCKS BASED ON
RISK-ADJUSTED RETURN
Arsyil Hendra Saputra
Mahasiswa S2 Ilmu Manajemen Universitas Indonesia
arsyil.hendra@ui.ac.id
Abstrak
Peresmian ASEAN Exchanges pada tahun 2011 menandakan bahwa
ASEAN telah memasuki masa evolusi baru untuk dapat memberikan peluang dalam
integrasi pasar modal yang lebih kuat dan efisien di kawasan ASEAN. Bagi
investor, pasar modal ASEAN merupakan pasar yang demikian menjanjikan
peluangnya untuk berinvestasi. Untuk memfasilitasi investasi lintas wilayah maka
ASEAN Stars diluncurkan oleh ASEAN Exchanges. ASEAN Stars merupakan
sebutan untuk saham blue-chip ASEAN. Penelitian ini untuk mengetahui cluster
dari saham-saham ASEAN Stars berdasarkan kinerja saham tersebut menggunakan
nilai Risk-Adjusted Return. Hasil penelitian ini memberikan jumlah cluster optimal
adalah 5 cluster. Penelitian ini menunjukkan alternatif pengelompokan sahamsaham ASEAN Stars berdasarkan risk-adjusted return sehingga investor dapat
memperoleh manfaat dalam mendukung keputusan berinvestasi saham-saham di
bursa ASEAN.
Kata Kunci : cluster, asean stars, risk-adjusted return
Abstract
The launching of the ASEAN Exchanges in 2011 indicated that ASEAN has
entered a new period of evolution, providing opportunities for a stronger and more
efficient capital market integration in the ASEAN region. For investors, the ASEAN
capital markets are considered as promising markets for investment. To facilitate
investment across the region, ASEAN Stars was launched by the ASEAN Exchanges.
ASEAN Stars is the term for ASEAN blue-chip stocks. The purpose of this study is
to examine the clusters of ASEAN Stars stocks based on the stocks performance
which is measured using risk-adjusted return. The results provide that the number
of optimal clusters is 5 clusters. Moreover, this study also shows an alternaltive
grouping of ASEAN Stars stocks based on its risk-adjusted return that investors can
benefit from it, supporting their decision to invest in the ASEAN markets.
Keywords : cluster, asean stars, risk-adjusted return

1
ISSN: 2477-1708

Proceedings Seminar Nasional Ilmu Manajemen 2016

PENDAHULUAN
Pada 8 April 2011 bertepatan dengan momentum ASEAN Finance Ministers
Meeting di Nusa Dua Bali, diresmikanlah ASEAN Exchanges oleh tujuh
perwakilan bursa dari negara-negara di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia,
Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Peresmian ASEAN Exchanges
tersebut menandakan bahwa ASEAN telah memasuki masa evolusi baru untuk
dapat memberikan peluang dalam integrasi pasar modal yang lebih kuat dan efisien
di kawasan ASEAN. Pada saat peluncurannya, ASEAN Exchanges ditujukan untuk
mempromosikan pertumbuhan pasar modal ASEAN antar lintas negara dan
mempermudah akses di ASEAN. ASEAN Exchanges memberikan kesempatan,
perbedaan, dan mobilitas untuk mendukung kerja sama keuangan regional dengan
memperkuat intermediasi finansial, kapasitas, dan manajemen risiko dalam
menyokong pertumbuhan regional dan nasional serta memberikan wadah kerja
sama yang lebih besar untuk meminimalisir kerentanan guncangan luar dan pasar
volatile (www.kemenkeu.go.id, 2011).
ASEAN adalah salah satu kawasan penting di dunia, karena ASEAN
merupakan salah satu sumber pangan dan energi yang penting bagi dunia. Di
samping itu banyak perusahaan manufaktur global menempatkan pabriknya di
ASEAN sehingga keberhasilan ASEAN dalam mempertahankan momentum
pertumbuhan ekonominya sangat berarti bagi dunia. Begitu pula kinerja pasar
modal di negara-negara ASEAN menjadi perhatian dunia, sebab pasar modal
merupakan salah satu indikator ekonomi. ASEAN Exchanges sebagai kolaborasi
antara

bursa-bursa

di

ASEAN

diharapkan

mampu

memperkuat

dan

menumbuhkembangkan pasar modal di negara-negara ASEAN di samping


melalalui upaya peningkatan nilai transasaksi (trading value) juga upaya untuk
peningkatan jumlah investor dan peningkatan jumlah perusahaan tercatat.

2
ISSN: 2477-17082

Proceedings Seminar Nasional Ilmu Manajemen 2016

Tabel 1: Posisi Bursa Efek Negara-Negara ASEAN


(Per Desember 2015)
No.

Negara

Singapura

Malaysia

Indonesia

Thailand

Filipina

Vietnam

*Per Juni 2012

Bursa Efek
Singapore
Exchange (SGX)
Bursa Malaysia
(KLSE)
Bursa Efek
Indonesia (IDX)
Stock Exchange
of Thailand (SET)
Philippine Stock
Exchange (SPE)
Ho Chi Minh
Stock Exchange
(HOSE)
Hanoi Stock
Exchange (HNX)

Market Cap
(Miliar
USD)

Trading
Value (Miliar
USD)

Perusahaan
Tercatat

640

203

769

383

124

902

353

78

521

349

222

639

239

40

265

33*

n/a

303*

4.8*

n/a

394*

Sumber: Bloomberg, WFE, ASEAN Exchanges

Pada tabel 1 di atas dapat terlihat bahwa posisi pertama berdasarkan


kapitalisasi pasar (market capitalization) adalah Singapura jauh di atas (hampir dua
kali lipat) dari negara Malaysia, Indonesia dan Thailand, diikuti filipina, terakhir
adalah Vietnam yang masih kecil kapitalisasi pasarnya. Jika berdasarkan nilai
transaksi (trading value), di posisi puncak adalah Thailand diikuti oleh Singapura
dan Malaysia. Sedangkan Indonesia masih cukup kecil dan terkahir adalah Filipina.
Sedangkan untuk jumlah perusahaan tercatat tertinggi adalah Malaysia, diikuti oleh
Singapura, Thailand, dan Indonesia, serta di posisi paling sedikit adalah Filipina.
Untuk Vietnam, meski kapitalisasi pasar dan nilai transaksinya kecil, perusahaan
tercatatnya cukup banyak dibandingkan Filipina.
Bagi investor, pasar modal ASEAN merupakan pasar yang demikian
menjanjikan peluangnya untuk berinvestasi. Wilayah ASEAN meliputi 10 negara
dengan populasi kumulatif lebih dari 600 juta orang dan PDB sebesar USD 2 triliun.
Lebih dari 90% dari yang nilai tersebut dimiliki oleh enam negara dari kolaborasi
ASEAN Exchanges. Kesempatan bagi investor menjadi lebih jelas ketika menilik
lebih dalam pada pasar saham di kawasan tersebut. Sebanyak enam negara yang
merupakan bagian dari kolaborasi ASEAN Exchanges yang memiliki kapitalisasi
3
ISSN: 2477-17083

Proceedings Seminar Nasional Ilmu Manajemen 2016

pasar USD 2 triliun dan menawarkan lebih dari 3.000 perusahaan untuk
berinvestasi.
Dengan jumlah saham perusahaan tercatat di bursa ASEAN yang cukup
banyak maka akan dapat menyulitkan investor untuk memilih dan bingung
sebaiknya mulai berinvestasi darimana. Oleh karena itu untuk memfasilitasi
investasi lintas wilayah maka ASEAN Exchanges meluncurkan suatu referensi
yang mudah dipahami oleh investor yaitu The Stars of ASEAN atau ASEAN Stars.
ASEAN Stars merupakan sebutan untuk sebanyak 180 saham blue-chip yang
merepresentasikan sebanyak 30 saham perusahaan yang paling populer di masingmasing negara di ASEAN. Daftar saham-saham ASEAN Stars ditentukan
berdasarkan tingkat investability dengan basis kapitalisasi pasar dan tingkat
likuiditas.
Dalam berinvestasi, selain return investor juga memperhatikan risiko (risk)
yang harus diambil untuk mendapatkan return (imbal hasil) tersebut. Perbandingan
antara return dengan volatilitasnya hanyalah satu dari beberapa parameter yang
dapat digunakan untuk mengukur risk to reward ratio. Perhitungan yang paling
populer untuk ratio ini adalah risk-ajusted return yaitu return setelah dinormalisasi
dengan risiko. Penulis menggunakan parameter risk-ajusted return ini karena
tingkat kemudahan perhitungannya yang dapat dilakukan oleh kalangan investor
awam sekalipun.
Risiko itu dapat berupa systematic risk, yaitu risiko yang diakibatkan oleh
market secara keseluruhan, dan unsystematic risk, yaitu risiko individual yang
terkandung dalam suatu aset. Systematic risk lebih susah untuk dihindari karena
berkaitan dengan kondisi market secara keseluruhan. Sedangkan sebagai investor,
unsystematic risk dapat kita hindari dengan melakukan diversifikasi. Dengan
diversifikasi seorang investor bisa meminimalisasikan risiko yang muncul dari
suatu aset. Dalam penelitian ini penulis mencoba memberikan alternatif yang dapat
digunakan dalam aktivitas diversifikasi aset/portofolio menggunakan analisis
cluster.

4
ISSN: 2477-17084

Proceedings Seminar Nasional Ilmu Manajemen 2016

Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis melakukan penelitian:


Analisis Cluster Pada Saham ASEAN Stars Berdasarkan Risk-Adjusted Return.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cluster dari saham-saham
ASEAN Stars berdasarkan kinerja saham tersebut menggunakan nilai RiskAdjusted Return. Manfaat dari penelitian ini adalah diharapkan dapat menjadi salah
satu alternatif dalam diversifikasi portofolio saham-saham di negara-negara
ASEAN bagi investor yang melakukan aktivitas investasi lintas wilayah di ASEAN.
Biasanya keuntungan dari diversifikasi yang lebih tinggi diperoleh ketika investor
mendiversifikasi portofolio berdasarkan negara dibandingkan diversifikasi
portofolio berdasarkan sektor ekonomi (Marina, 2004).
TINJAUAN PUSTAKA
Risk-Adjusted Return
Risk-adjusted return merupakan ukuran seberapa besar imbal hasil yang
dihasilkan oleh suatu investasi dengan mempertimbangkan tingkat risiko yang
melekat pada investasi tersebut. Dengan ukuran ini memungkinkan investor untuk
membuat perbandingan antara investasi yang memberikan imbal hasil dengan
risiko tinggi dan yang berisiko rendah. Rumus dari Risk-adjusted return (RAR)
sebagai berikut:

Dengan:
ln
Rt adalah return saham pada periode t, Pt adalah harga saham pada periode t, dan
Pt-1 adalah harga saham pada periode t-1.
Sehingga expected return adalah rata-rata return saham sepanjang periode yang
diteliti (n) atau dengan rumus:

5
ISSN: 2477-17085

Proceedings Seminar Nasional Ilmu Manajemen 2016

Sedangkan risk adalah standar deviasi dari return saham sepanjang periode yang
diteliti (n) atau dengan rumus:

1
1

Penentuan Jumlah Cluster Optimal


Metode yang umum digunakan dalam penentuan jumlah cluster optimal
adalah dengan metode elbow. Menurut Merliana dkk (2015) sebagaimana pada
Madhulatha (2012) dan Bholowalia & Kumar (2014) bahwa metode elbow
merupakan suatu metode yang digunakan untuk menghasilkan informasi dalam
menentukan jumlah cluster terbaik dengan cara melihat persentase hasil
perbandingan antara jumlah cluster yang akan membentuk siku pada suatu titik.
Hasil persentase yang berbeda dari setiap nilai cluster dapat ditunjukan dengan
menggunakan grafik sebagai sumber informasinya.
Untuk mendapatkan perbandingannya adalah dengan menghitung SSE
(Sum of Square Error) dari masing-masing nilai cluster. Berdasarkan grafik, akan
ada beberapa nilai K yang mengalami penurunan paling besar dan selanjutnya hasil
dari K akan turun secara perlahan-lahan sampai hasil dari K stabil. K yang dipilih
adalah titik yang mengalami penurunan drastis dan membentuk siku.
Analisis Cluster
Analisis cluster digunakan untuk mengklasifikasi obyek ke dalam kelompok
yang relatif homogen yang disebut cluster, obyek dalam setiap kelompok
cenderung mirip satu sama lain dan berbeda jauh (tidak sama) dengan obyek dari
cluster lainnya. Prosedur pembentukan cluster terbagi menjadi 2, yaitu hierarki dan
non

hierarki.

Pembentukan

cluster

hierarki

mempunyai

sifat

sebagai

pengembangan suatu hierarki atau struktur mirip pohon bercabang. Metode hierarki
bisa agglomerative atau devisive. Metode agglomerative terdiri dari linkage
method, variance methods, dan centroid method. Linkage method terdiri dari single
linkage, complete linkage dan average linkage. Metode non hierarki sering disebut
meode K-Means (Supranto, 2004).
6
ISSN: 2477-17086

Proceedings Seminar Nasional Ilmu Manajemen 2016

MacQueen menyarankan K-Means untuk menguraikan algoritma yang


menetapkan suatu obyek ke dalam suatu cluster yang mempunyai centroid (mean)
terdekat. Dalam bentuk yang paling sederhana, proses ini terdiri dari tiga tahap
(Johnson & Wichern, 2007):
1. Partisi obyek-obyek ke dalam cluster awal K.
2. Dimulai dengan mencatat obyek-obyek, menetapkan suatu obyek ke dalam
suatu cluster yang yang mempunyai centroid (mean) terdekat. Jarak biasanya
dihitung menggunakan jarak Euclid dengan pengamatan yang distandarkan
atau yang tidak distandarkan. Hitung kembali centroid untuk cluster yang
mendapatkan obyek baru dan untuk cluster yang kehilangan obyek.
3. Langkah 2 diulangi sampai tidak ada lagi pemindahan obyek.
Dalam menentukan jumlah cluster yaitu k, metode yang digunakan adalah
dengan metode elbow. Menurut Merliana dkk (2015) sebagaimana pada
Madhulatha (2012) dan Bholowalia & Kumar (2014) bahwa metode elbow
merupakan suatu metode yang digunakan untuk menghasilkan informasi dalam
menentukan jumlah cluster terbaik dengan cara melihat persentase hasil
perbandingan antara jumlah cluster yang akan membentuk siku pada suatu titik.
Hasil persentase yang berbeda dari setiap nilai cluster dapat ditunjukan dengan
menggunakan grafik sebagai sumber informasinya. Jika nilai cluster pertama
dengan nilai cluster kedua memberikan sudut dalam grafik atau nilainya mengalami
penurunan paling besar maka nilai cluster tersebut yang terbaik.
METODE PENELITIAN
Data yang digunakan adalam penelitian ini adalah data harga saham (adjusted
closing price) bulanan selama rentang periode Januari 2011 s.d. Desember 2015
diambil dari Yahoo! Finance. Data harga saham yang digunakan dalam bentuk mata
uang masing-masing negara. Saham ASEAN Stars yang dimasukkan ke dalam
lingkup penelitian adalah saham perusahaan yang memiliki expected return bulanan
positif selama rentang periode yang diteliti sebab dari sisi investor mengharapkan
imbal hasil (return) positif untuk melakukan investasi. Sedangkan dalam penelitian
ini hanya saham ASEAN Stars dari 4 negara yang digunakan, yaitu Singapura,
Malaysia, Indonesia, dan Thailand, karena ketersediaan datanya di Yahoo! Finance.
7
ISSN: 2477-17087

Proceedings Seminar Nasional Ilmu Manajemen 2016

Tabel 2: Jumlah Perusahaan Objek Penelitian


Jumlah Perusahaan Objek Penelitian
ASEAN Stars
Realized Return Positif
30
17
30
21
30
18
30
21
30
0
30
0
180
77

Negara
Singapura
Malaysia
Indonesia
Thailand
Filipina
Vietnam

Berdasarkan perhitungan nilai expected return dan risk kemudian dihitung


nilai Risk-Adjusted Return pada masing-masing saham. Selanjutnya dilakukan
analisis cluster dengan metode K-Means menggunakan software R. Komponen
yang digunakan dalam analisis cluster adalah Return dan Risk-Adjusted Return.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pertama-tama dilakuakn perhitungan expected return dan risk-adjusted
return dari masing-masing saham yang menjadi objek penelitian, diperoleh hasil
perhitungan sebagai berikut:
Tabel 3: Perhitungan Expected Return dan Risk-Adjusted Return
Kode Negara
& Kode
Saham
Panel A: Indonesia
1
ID-ASII
2
ID-BBCA
3
ID-BBNI
4
ID-BBRI
5
ID-BMRI
6
ID-BSDE
7
ID-CPIN
8
ID-GGRM
9
ID-ICBP
10
ID-INDF
11
ID-INTP
12
ID-JSMR
13
ID-KLBF
14
ID-LPKR
15
ID-MNCN
16
ID-SMGR
17
ID-TLKM
18
ID-UNVR
Panel B: Malaysia
1
MY-AMMB
No

Expected
Return
(Annualized)

Risk-Adjusted
Return
(Annualized)

0.169802
0.186848
0.110376
0.195494
0.112199
0.194710
0.126498
0.097633
0.240001
0.046573
0.132181
0.129679
0.229337
0.132740
0.167508
0.099314
0.289977
0.208746

0.609426
0.903624
0.371956
0.619937
0.404250
0.516189
0.281007
0.358003
0.931821
0.192813
0.446446
0.577059
0.971609
0.342931
0.426525
0.353905
1.174928
0.965899

0.039552

0.401580

Kode Negara
& Kode
Saham
Panel C: Singapura
1
SG-CATL
2
SG-CMAL
3
SG-CMLT
4
SG-CTDM
5
SG-GENS
6
SG-GLPL
7
SG-HKLD
8
SG-IHHH
9
SG-JARD
10
SG-NOBG
11
SG-SCMN
12
SG-SGXL
13
SG-SIAL
14
SG-SPRM
15
SG-STAR
16
SG-STEG
17
SG-STEL
No

Panel D: Thailand
1
TH-ADVA

Expected
Return
(Annualized)

Risk-Adjusted
Return
(Annualized)

0.007262
0.169100
0.052264
0.056204
0.020485
0.026947
0.153093
0.037361
0.001958
0.021415
0.020591
0.019001
0.036670
0.131492
0.004868
0.080537
0.032465

0.028735
1.129442
0.374827
0.300710
0.096844
0.108210
0.965007
0.149841
0.010062
0.136105
0.134124
0.121541
0.358778
0.942573
0.029886
0.566256
0.170676

0.190768

0.702951

8
ISSN: 2477-17088

Proceedings Seminar Nasional Ilmu Manajemen 2016


2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21

MY-AXIA
MY-BATO
MY-DSOM
MY-GENM
MY-HLBB
MY-HLCB
MY-IHHH
MY-KLKK
MY-MBBM
MY-MXSC
MY-PCGB
MY-PEPT
MY-PETR
MY-PGAS
MY-PUBM
MY-SIME
MY-TENA
MY-TLMM
MY-UMWS
MY-YTLS

0.093234
0.081587
0.299714
0.077038
0.120888
0.122070
0.214262
0.042259
0.063413
0.107443
0.067304
0.001036
0.174849
0.173297
0.117003
0.001247
0.179020
0.163785
0.054350
0.042006

0.674742
0.465343
1.438346
0.564472
0.762975
0.703363
1.627687
0.265565
0.609870
0.986477
0.379522
0.005952
0.688840
1.126298
1.110711
0.009857
0.919375
1.112319
0.298073
0.191873

2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21

TH-AOT
TH-BAY
TH-BBL
TH-BEC
TH-BGH
TH-BIGC
TH-CPALL
TH-CPF
TH-CPN
TH-DTAC
TH-INTUCH
TH-IRPC
TH-IVL
TH-PTT
TH-PTTE
TH-PTTGC
TH-RATC
TH-SCB
TH-SCC
TH-SCCC

0.500075
0.065759
0.039470
0.038332
0.233584
0.198722
0.000606
0.116653
0.162614
0.201353
0.073144
0.063496
0.199798
0.080007
0.078863
0.110795
0.122109
0.049521
0.025122
0.181739

1.597323
0.177734
0.193817
0.116765
1.032993
0.712374
0.001545
0.632484
0.691030
0.761757
0.322925
0.233000
0.685195
0.538633
0.321369
0.475414
0.474202
0.172961
0.084006
0.696848

Sebelum melanjutkan pada analisis cluster dilakukan penentuan jumlah


cluster (k) yang optimal menggunakan metode elbow. Dengan bantuan software R,
diperoleh grafik di bawah ini:
Gambar 1: Grafik Hasil Metode Elbow

9
ISSN: 2477-17089

Proceedings Seminar Nasional Ilmu Manajemen 2016

Grafik pada gambar 1 di atas menunjukkan dugaan kuat bahwa jumlah cluster
optimal dengan menggunakan metode Elbow adalah sebanyak 5 cluster. Artinya
berdasarkan risk-adjusted return saham-saham ASEAN Stars yang diteliti, maka
dapat dikelompokkan menjadi 5 cluster.
Dengan bantuan software R, dilakukan analisis cluster K-Means, diperoleh
hasil sebagai berikut:
Tabel 4: Cluster Centers Hasil Analisis Cluster
Cluster
1
2
3
4
5

Cluster Centers
Expected Return
Risk-Adjusted Return
0.338017
1.554452
0.184480
1.019506
0.144914
0.648126
0.089678
0.371167
0.026930
0.112683
Gambar 2: Scatterplot Hasil Analisis Cluster

Berikut ini hasil analisis cluster yang mengelompokkan 77 saham yang


terpilih dalam penelitian ini menjadi 5 cluster:
10
ISSN: 2477-170810

Proceedings Seminar Nasional Ilmu Manajemen 2016

Tabel 5: Daftar Saham Pada Masing-Masing Cluster


Cluster
1
2

Kode Negara dan Kode Saham


MY-DSOM, MY-IHHH, TH-AOT
ID-INDF, MY-PEPT, MY-SIME, MY-YTLS, SG-CATL, SG-GENS
SG-GLPL, SG-IHHH, SG-JARD, SG-NOBG, SG-SCMN, SGSGXL, SG-STAR, SG-STEL, TH-BAY, TH-BBL, H-BEC, THCPALL, TH-IRPC, TH-SCB, TH-SCC
ID-BBCA, ID-ICBP, ID-KLBF, ID-TLKM, ID-UNVR, MY-MXSC,
MY-PGAS, MY-PUBM, MY-TENA, MY-TLMM, SG-CMAL, SGHKLD, SG-SPRM, TH-BGH
ID-BBNI, ID-BMRI, ID-CPIN, ID-GGRM, ID-INTP, ID-LPKR, IDMNCN, ID-SMGR, MY-AMMB, MY-BATO, MY-KLKK, MYPCGB, MY-UMWS, SG-CMLT, SG-CTDM, SG-SIAL, THINTUCH, TH-PTTE, TH-PTTGC, TH-RATC
ID-ASII, ID-BBRI, ID-BSDE, ID-JSMR, MY-AXIA, MY-GENM,
MY-HLBB, MY-HLCB, MY-MBBM, MY-PETR, SG-STEG, THADVA, TH-BIGC, TH-CPF, TH-CPN, TH-DTAC, TH-IVL, THPTT, TH-SCCC

Jumlah perusahaan yang telah dikelompokkan dalam cluster-cluster dari


hasil analisis cluster K-Means adalah sebagai berikut:
Tabel 6: Jumlah Perusahaan Pada Masing-Masing Cluster Berdasarkan Negara
Cluster
1
2
3
4
5

Total
3
21
14
20
19

Jumlah Perusahaan
Singapura
Malaysia
Indonesia
2
10
3
1
3
5
5
3
5
8
1
6
4

Thailand
1
7
1
4
8

Cluster 1 merupakan kelompok saham yang memiliki nilai return ekstrim


terdiri atas saham perusahaan Malaysia dan Thailand. Pada Cluster 2 yang
merupakan saham dengan return tinggi didominasi oleh saham perusahaan
Singapura dan diikuti oleh Thailand. Beberapa perusahaan Malaysia dan Indonesia
masuk pada cluster 2 namun dengan porsi kecil. Selanjutnya pada cluster 3 dengan
tingkat imbal hasil (return) yang baik lebih banyak saham perusahaan Malaysia dan
Indonesia, sisanya Singapura dan Thailand sedikit di cluster ini.
Sedangkan pada cluster 4 saham perusahaan Indonesia mendominasi,
cluster ini memberikan return yang sedang. Namun saham perusahaan Malaysia,
11
ISSN: 2477-170811

Proceedings Seminar Nasional Ilmu Manajemen 2016

Thailand, dan Singapura sebagaian juga berada di cluster ini. Terkahir cluster 5
yang memberikan return cukup, didominasi saham perusahaan Thailand dan
Malaysia.
Dari hasil yang ada penulis mencoba menguji bagaimana portofolio yang
dibentuk berdasarkan kluster tersebut mampu memberikan hasil yang baik pada
saat terjadi ketidakstabilan ekonomi di ASEAN. Penulis mencoba membuat
pendekatan pada saat terjadi krisis global di akhir tahun 2008. Portofolio yang
dibentuk terdiri atas masing-masing satu saham dari tiap cluster, dalam hal ini
adalah MY-DSOM, TH-CPALL, ID-BBCA, MY-KLKK, ID-BSDE. Ini
merupakan saham dengan nilai risk-adjusted return terkecil dari masing-masing
cluster. Selanjutnya menggunakan data harga historis sepanjang periode Juli 2008
s.d. Juni 2009 (1 tahun), dihitung return dan risk dari portofolio dan
membandingkannya dengan indeks saham.
Tabel 6: Return dan Risk contoh portofolio vs indeks
(Annualized)
Return*
Risk*

Portofolio**
0.1687
0.6705

SG
-0.2484
0.4424

Indeks***
TH
ID
-0.2359
-0.1401
0.5768
0.5390

MY
-0.0857
0.2597

*Rata-rata selama periode Juli 2008 s.d. Juni 2009


**Portofolio: MY-DSOM, TH-CPALL, ID-BBCA, MY-KLKK, dan ID-BSDE dengan proporsi
dalam portofolio sama
***SG: Straits Times Index; TH: SET Index; ID: Jakarta Composite Index; MY: FTSE Bursa
Malaysia KLCI

Tabel 6 menunjukkan bahwa selama periode krisis global semester akhir


2008 hingga semester awal 2009 contoh portofolio yang dibentuk memberikan
retun yang positif meski dengan risiko yang besar dibandingkan dengan return
indeks yang semuanya negatif. Jika lebih detail, penulis menemukan bahwa return
yang positif ini dikarenakan saham dari cluster 1 dan 2 yang memberikan return
tinggi pada kondisi normal ternyata memberikan return rendah bahkan negatif pada
kondisi tidak stabil. Di sisi lain, saham di cluster 3, 4 dan 5 ternyata memberikan
return yang rendah namun konsisten dengan kata lain kondisi tidak stabil yang
terjadi tak lantas menjatuhkan return-nya.

12
ISSN: 2477-170812

Proceedings Seminar Nasional Ilmu Manajemen 2016

KESIMPULAN DAN SARAN


Setelah melakukan analisis cluster pada saham ASEAN Stars yang terpilih
pada penelitian ini berdasarkan nilai risk-adjusted return diperoleh jumlah cluster
optimal yang diperoleh adalah sebanyak 5 cluster. Artinya 5 cluster ini memiliki
porbedaan imbal hasil (return) yang berbeda antara cluster satu dengan yang lain,
dari cluster yang memiliki risk-adjusted return ekstrim hingga cukup. Jumlah
perusahaan pada masing-masing cluster secara berurut dari cluster 1 s.d. 5 adalah:
3, 21, 14, 20, dan 19. Saham perusahaan Singapura mendominasi pada cluster 2,
Indonesia pada cluster 4, Thailand pada cluster 5 dan 2, sedangkan Malaysia hampir
merata di setiap cluster.
Dengan demikian investor yang hendak melakukan diversifikasi dengan
membentuk portofolio di Bursa ASEAN khususnya terhadap saham-saham
ASEAN Stars, perlu memperhatikan karakteristik dari return dan risk di masingmasing negara ASEAN. Sebagaimana karakteristik pasar modal negara
berkembang pada umumnya adalah volatilitas yang tinggi namun menawarkan
return yang tinggi. Secara umum penelitian ini menunjukkan alternatif
pengelompokan saham-saham ASEAN Stars berdasarkan risk-adjusted return
sehingga investor dapat memperoleh manfaat dalam keputusan berinvestasi di bursa
ASEAN. Seperti jika dalam kondisi ketidakstabilan ekonomi ASEAN yang
menimpa, portofolio yang dibentuk berdasarkan analisis cluster memberikan
performa yang mampu berada di atas performa pasar.
Penelitian ini terbatas pada risk-adjusted return yang digunakan yang dalam
analisis cluster yaitu hanya menggunakan faktor expected return dan risk saham.
Penelitian selanjutnya diharapkan mampu membentuk cluster berdasarkan ukuran
lainnya yang memperhatikan faktor risk free rate, return pasar, beta pasar/risiko
sistematik, dan risiko nonsistematik. Ukuran yang dimaksud seperti sharpe ratio,
treynor ratio, atau jensen alpha sebagaimana pada Bacon (2008).
Di samping itu, Moerman (2007) menemukan bahwa peluang diversifikasi
antarnegara di Eropa semakin berkurang dimana diversifikasi industri merupakan
strategi yang lebih baik daripada diversifikasi negara namun portofolio terbaik
dibangun dari kombinasi diversifikasi negara sekaligus diversifikasi industri.
13
ISSN: 2477-170813

Proceedings Seminar Nasional Ilmu Manajemen 2016

Penulis menyadari penelitian mendatang diharapkan mampu menjelaskan


diversifikasi investasi secara negara di wilayah ASEAN sekaligus diversifikasi
sektoral/industri, sehingga mampu memberikan manfaat lebih bagi investor.
DAFTAR PUSTAKA
Amtiran, P. Y. 2014. Kesiapan Pasar Modal Indonesia Dalam Menghadapi Asean
Economy Community 2015. Proceedings SNEB 2014, Unjani Bandung.
Bholowalia, P. & Kumar, A. 2014. EBK-Means: A Clustering Technique based on
Elbow Method and K-Means in WSN. International Journal of Computer
Applications (0975 8887) Volume 105.
Hair, J. F., JR., Anderson, R. E., Tatham, R. L. and Black, W. C., Multivariate Data
Analysis, fifth edition, Prentice-Hall, Inc., USA, 1998.
Johnson, R. A. and Wichern, D. W. 2007. Applied Multivariate Statistical Analysis,
sixth edition. Pearson Education Inc, USA.
Kabacoff, R. I. Cluster Analysis. URL: http://www.statmethods.net/
advstats/cluster.html diakses pada 9 April 2016.
Madhulatna, T. S. 2012. An Overview on Clustering Method. IOSR Journal of
Engineering Vol. 2(4) pp:719-725.
Marina, E. 2004. Sectoral vs Country Diversification Benefits and Downside Risk.
Working Paper Series, National Bank of Belgium.
Martos, G. Cluster Analysis with R. URL:
static.s3.amazonaws.com/ diakses pada 9 April 2016.

https://rstudio-pubs-

Merliana, Ernawati, dan Santoso. 2015. Analisa Penentuan Jumlah Cluster Terbaik
Pada Metode K-Means Clustering. Prosiding Seminar Nasional Multi
Disiplin ilmu & Call For Papers Unisbank.
Moerman, G. 2004. Diversification In Euro Area Stock Markets: Country Versus
Industry. Working Paper Series, European Central Bank.
Supranto, J. 2004. Analisis Multivariat Arti dan Interpretasi. PT. Rineka Cipta,
Jakarta.
_____. 2011. ASEAN Exchanges, Evolusi Baru ASEAN. URL:
http://kemenkeu.go.id/Berita/asean-exchanges-evolusi-baru-asean diakses
pada 10 April 2016.
_____.
ASEAN:
The
Worlds
Growth
Market.
URL:
http://aseanexchanges.org/pdf/AseanExchanges.pdf diakses pada 4 April
2016.
_____. 2015. FTSE ASEAN Index Series Ground Rules v1.3. URL:
http://www.ftse.com/products/downloads/FTSE_ASEAN_Index_Series_Gr
ound_Rules_new.pdf?978 diakses pada 4 April 2016
14
ISSN: 2477-170814

Proceedings Seminar Nasional Ilmu Manajemen 2016

_____. Definition of Risk Adjusted Return, The Economic Times. URL:


http://economictimes.indiatimes.com/definition/risk-adjusted-return diakses
pada 10 April 2016.

15
ISSN: 2477-170815