Anda di halaman 1dari 37

MAKALAH

Demokrasi Terpimpim Di Indonesia

Oleh
Yosia Aryo Yudhanto

145120607111019

Baladhika Puji Lestari

145120607111020

I Dewa Made Werdi Gita Permata

145120607111021

Caprilya Helen Vidora

145120607111022
IPM B-4

Dosen Pengampu:
Andi Setiawan, S.IP., M.Si

ILMU PEMERINTAHAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2016

1

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.............................................................................................. ii
BAB I...................................................................................................... 1
PENDAHULUAN....................................................................................... 1
1.1

Latar belakang............................................................................... 1

1.2

Rumusan Masalah...........................................................................2

BAB II..................................................................................................... 3
PEMBAHASAN......................................................................................... 3
2.1

Mengenal Konsep Demokrasi Terpimpin...............................................3

2.2

Presiden Era Demokrasi Terpimpin....................................................11

2.3

Pemerintahan di Era Demokrasi Terpimpin..........................................13

2.4

Peristiwa Penting Dimasa Demokrasi Terpimpin...................................22

BAB III.................................................................................................. 32
PENUTUP............................................................................................... 32
3.1

Simpulan.................................................................................... 32

DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 33

2

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar belakang
Demokrasi merupakan kata yang sudah tidak asing lagi dalam masyarakat

Indonesia maupun masyarakat dunia. Hampir seluruh negara di dunia menganut
sistem demokrasi, tetapi tentunya demokrasi yang dipraktekkan berbeda beda dari
satu negara ke negara lainnya. Secara etimologi demokrasi berasal dari kata
demos yang berarti rakyat atau penduduk di suatu tempat dan cratein yang berarti
kekuasaan atau keadualatan.1 Negara Indonesia merupakan salah satu negara
berkembang yang berusaha untuk membangun sistem politik demokrasi sejak
menyatakan kemerdekaan dan kedaulatannya pada tahun 1945. Sebagai sebuah
gagasan, demokrasi sebenarnya sudah banyak dibahas atau bahkan dicoba
diterapkan di Indonesia. Pada awal kemerdekaan Indonesia berbagai hal dengan
negaramasyarakat telah diatur dalam UUD 1945.
Pertama, pasca awal kemerdekaan periode demokrasi Parlementer 19451959, selanjutnya demokrasi Terpimpin periode 1959-1965, demokrasi Pancasila
periode 1965- 1998, dan demokrasi periode 1998 (Reformasi) hingga sekarang.
Sederhananya demokrasi Parlementer dan Terpimpin ada pada era Soekarno,
demokrasi Pancasila pada era Soeharto – baik keduanya dengan problem
otoritarianisme dan kediktatoran – dan terakhir model demokrasi Reformasi, 3
adalah periode pasca runtuhnya Soeharto yang di dalamnya diisi secara bergantian
pemimpin negara dari B.J. Habibie, Gus Dur, Megawati Soekarno Putri, dan
sekarang Susilo Bambang Yudhoyono. Para pendiri bangsa berharap dengan
adanya demokrasi akan dapat memudahkan terwujudnya cita- cita bangsa
Indonesia yakni melindungi bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan
ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi dan keadilan sosial.
1 Inu Kencana, 2013, Ilmu Pemerintahan, Jakarta: Bumi Aksara, hlm
162

1

Agar kita dapat memahami secara mendalam apa yang dimaksud dengan demokrasi terpimpin itu. Apa saja peristiwa penting yang terjadi di era demokrasi terpimpin? 2 .Dalam makalah ini penulis memfokuskan pembahasan pada era demokrasi terpimpin yang berlangsung dalam periode 1959 – 1965. Apa yang dimaksud dengan demokrasi terpimpin? 2. Siapa presiden di era demokrasi terpimpin? 3. Bagaimana pemerintahan di era demokrasi terpimpin? 4. 1.2Rumusan Masalah 1.

adalah sebagai berikut : 3 . Sisi negatif berlakunya Dekrit Presiden 5 Juli 1959.BAB II PEMBAHASAN 2. Mahkamah agung serta sebagaian besar anggota DPR. yang menyatakan bahwa demokrasi terpimpin bukanlah diktator. TNI. Hal ini disebabkan masyarakat mendambakan stabilitas politik dan keamanan dalam rangka pembangunan bangsa. Istilah demokrasi terpimpin dikenalkan oleh Presiden Soekarno melalui dekrit presiden tahun 1959. Sisi positif berlakunya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. yaitu MPRS dan lembaga tinggi negara berupa DPAS yang selama masa Demokrasi Liberal tertunda pembentukannya. B. Namun Dekrit Presiden tidak dapat dilepaskan dengan berlakunya konsep Demokrasi Terpimpin.  Merintis pembentukan lembaga tertinggi negara. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 mendapat dukungan komponen masyarakat .1 Mengenal Konsep Demokrasi Terpimpin Pengertian Demokrasi Terpimpin adalah salah satu bentuk demokrasi yang memberikan keleluasaan kepada rakyatnya namun diatur dan diarahkan oleh pimpinan negara. ataupun liberal. bukan dengan perdebatan dan penyiasatan. akan tetapi demokrasi terpimpin merupakan permusyawaratan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan. sentralistik. bentuk ini disebut juga sebagai semi otoriter atau pimpinan tunggal.  Memberikan pedoman yang jelas. adalah sebagai berikut :  Menyelamatkan negara dari perpecahan dan krisis politik yang berkepanjangan. yaitu UUD 1945 dari kelangsungan hidup negara. Adapun sisi positif dan negatif dari dekrit tersebut Sisi positif dan negatif Dekrit Presiden Soekarno. A.

sehingga partai-partai politik yang terpilih oleh rakyat memiliki anggota-anggota yang duduk di MPR. dan lembaga tinggi negara. 4 menetapkan . MPRS mengadakan sidang umum pertama di Bandung. Demokrasi terpimpin merupakan reaksi terhadap demokrasi liberal/parlementer. Memberi kekuasaan yang besar kepada presiden. yaitu sebagai berikut :  Ketetapan MPRS Nomor I/MPRS/1960 yang Manifesto politik Republik Indonesia sebagai GBHN. Pada tanggal 10 November sampai 7 Desember 1960. sedangkan kekuasaan pemerintah dilaksanakan oleh partai politik. kekuasaan presiden sangat besar dan mutlak. karena pada masa Demokrasi Parlementer kekuasaan presiden hanya terbatas sebagai kepala negara. Pembentukan MPRS. Pada masa Demokrasi Terpimpin. Tindakan tersebut bertentangan dengan UUD 1945. sedangkan aktivitas partai politik dibatasi. Berdasarkan Penetapan Presiden No. 2 Tahun 1959 presiden membentuk MPRS. Sidang umum MPRS ini menghasilkan dua ketetapan. Karena kekuasaan presiden yang mutlak tersebut mengakibatkan penataan kehidupan politik menyimpang dari tujuan awal. yaitu demokratisasi (menciptakan stabilitas politik yang demokratis) menjadi sentralisasi (pemusatan kekuasaan di tangan presiden). dengan tugas MPRS hanya terbatas pada menetapkan GarisGaris Besar Haluan Negara (GBHN). Ketua MPRS Chairul Saleh. karena berdasarkan UUD 1945 pengangkatan anggota MPRS sebagai lembaga tertinggi negara harus melalui pemilihan umum. Disebut demokrasi terpimpin karena demokrasi di Indonesia pada saat itu mengandalkan pada kepemimpinan Presiden Soekarno. MPR.  Memberi peluang bagi militer untuk terjun dalam bidang politik.

Pembubaran DPR dan pembentukan DPR GR. maka semua anggota DPR GR ditunjuk oleh Presiden Soekarno. Pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara. dan pengangkatan wakil ketua MPRS yang dipilih dari pimpinan partai besar (PNI. dan PKI) serta wakil ABRI yang masing-masing diberi kedudukan sebagai menteri yang tidak memimpin departemen. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hasil Pemilihan Umum tahun 1955 dibubarkan pada tanggal 5 Maret 1960. 3 Tahun 1959. 8 orang utusan daerah. Tindakan Presiden Soekarno tersebut bertentangan dengan UUD 1945. Karena bukan hasil pemilihan umum. Berdasarkan UUD 1945. 12 orang wakil partai politik. Peraturan maupun tata tertib DPR GR ditentukan pula oleh presiden. Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960 tentang garis-garis besar pola pembangunan nasional semesta berencana tahap pertama (1961 – 1969). 5 . NU. Karena DPR menolak RAPBN tahun 1960 yang diajukan pemerintah. Presiden kemudian mengeluarkan penetapan presiden yang menyatakan bahwa DPR dibubarkan dan sebagai gantinya presiden mebentuk Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR GR). presiden tidak dapat membubarkan DPR. DPR GR mengikuti kehendak serta kebijakan pemerintah. sebab berdasarkan UUD 1945. Lembaga tinggi negara ini diketuai oleh presiden sendiri. 24 orang wakil golongan. Akibatnya. Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS) dibentuk berdasarkan Penetapan Presiden No. namun pada kenyataannya MPRS tunduk kepada presiden yang terlihat dari tindakan presiden dalam pengangkatan ketua MPRS yang dirangkap oleh wakil perdana menteri III. Keanggotaan DPAS terdiri atas satu orang wakil ketua (Rusian Abdulgani). kedudukan presiden berada di bawah MPR.

Isi Tri Program Kabinet Kerja adalah sebagai berikut : 6 . presiden membentuk Kabinet Kerja. dan mengembalikan Irian Barat. sosialisme Indonesia. ekonomi terpimpin.Tugas DPAS adalah memberi jawaban atas pertanyaan presiden dan mengajukan usul kepada pemerintah. 1/MPRS/1960. Front Nasional dipimpin oleh Presiden Soekarno yang bertugas menyelesaikan revolusi nasional. melaksanakan pembangunan. Pembentukan Front Nasional. Tujuan pembentukan Front Nasional adalah menyatukan seluruh potensi nasional agar menjadi kekuatan untuk menyukseskan pembangunan. Front Nasional merupakan sebuah organisasi massa yang memperjuangkan cita-cita proklamasi dan dita-cita yang terkandung dalam UUD 1945. Inti manipol adalah USDEK (Undang-Undang Dasar 1945. DPAS menempatkan diri di bawah pemerintah. 1 Tahun 1960 dan Ketetapan MPRS No. Sedangkan Ir. Seperti MPRS dan DPR GR. Alasannya adalah DPAS yang mengusulkan agar pidato presiden pada hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1959 yang berjudul “Penemuan Kembali Revolusi Kita” yang dikenal dengan manifesto politik (manipol) Republik Indonesia ditetapkan sebagai GBHN berdasarkan Penpres No. Dalam kabinet ini Presiden Soekarno bertindak sebagai perdana menteri. Pelantikan DPAS dilakukan di Istana Negara pada tanggal 15 Agustus 1959. Front Nasional dibentuk berdasarkan Penetapan Presiden No. Juanda menjadi menteri pertama. 13 Tahun 1959. Pembentukan Kabinet Kerja. Pada tanggal 9 Juli 1959. Kabinet Kerja dilantik pada tanggal 10 Juli 1959 dengan programnya yang disebut Tri Program Kabinet Kerja. dan kepribadian Indonesia) sehingga dikenal dengan manipol USDEK. Demokrasi Terpimpin.

suatu demokrasi yang tidak cocok dengan kepribadian Indonesia. Untuk menggantikan pertentangan di parlemen antara partai politik.id/2015/04/pengertian-demokrasipancasila-terpimpin-liberal. pemilihan demokrasi liberal yang tanpa pemimpin dan tanpa disiplin. Demokrasi Terpimpin pertama–tama adalah sebagai suatu alat untuk mengatasi perpecahan yang muncul di dataran politik Indonesia dalam kurun waktu pertengahan tahun 1950-an. yang pokok–pokoknya sebagai berikut (Soepomo Djojowadono.html 7 . dalam Mahfud MD.  Menyelenggarakan keamanan rakyat dan negara. Pengertian rinci tentang Demokrasi Terpimpin dapat ditemukan dalam pidato kenegaraan Sukarno dalam rangka HUT Kemerdekaan RI tahun 1957 dan 1958. c) Suatu koreksi untuk segera kembali pada cita–cita dan tujuan semula harus dilaskukan dengan cara meninjau kembali sistem politik. Mencukupi kebutuhan sandang pangan.44)2. Harus diciptakan suatu 2 http://pengertian-isp.  Melanjutkan perjuangan menentang imperialisme ekonomi dan imperialisme politik (Irian Barat).instabilitas nasional yang ditandai oleh jatuh– bangunnya kabinet serta pemberontakan di daerah–daerah. b) Kegagalan tersebut disebabkan menipisnya nasionalisme.blogspot. suatu sistem yang lebih otoriter perlu diciptakan dimana peran utama dimainkan oleh Presiden Sukarno (Harold Crouch1999.2000:550): a) Ada rasa tidak puas terhadap hasil–hasil yang dicapai sejak tahun 1945 karena belum mendekati cita–cita dan tujuan proklamsi seperti masalah kemakmuran dan pemerataan keadilan yang tidak terbina.co. belum utuhnya wilayah RI karena masih ada wilayah yang dijajah Belanda. serta sistem multi–partai yang didasarkan pada Maklumat Pemerintah 3 November 1945 yang ternyata partai–partai tersebut digunakan sebagai alat perebutan kekuasaan dan bukan sebagai alat pengabdi rakyat.

Meskipun definisi dari Demokrasi Terpimpin pada hakekatnya sebagai kebijakan alternatif dalam menghadapi perpecahan bangsa namun pada prakteknya menyimpang dari apa yang telah didefinisikan. serta membubarkan partai–partai politik yang terlibat dalam pemberontakan–pemberontakan. dengan asas dan tujuan tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Dalam rangka mengurangi peran kontrol partai politik yang menolak Demokrasi Terpimpin. VII/1965 menjelmakan Presiden Sukarno sebagai penguasa yang mengarah pada kediktatoran.  Dewan Perancang Nasional akan membuat blue-print masyarakat adil dan makmur.  Hendaknya Konstituante tidak menjadi tempat berdebat yang berlarut-larut dan segera menyelesaikan pekerjaannya agar blue print yang dibuat Depernas dapat didasarkan pada konstitusi baru yang dibuat Konstituante  Hendaknya Konstituante meninjau dan memutuslkan masalah Demokrasi Terpimpin dan masalah kepartaian.demokrasi yang menuntun untuk mengabdi kepada negara dan bangsa. Pelaksanaan Demokrasi Terpimpin yang diperkuat dengan TAP MPRS No. Sukarno juga mendefinisikan Demokrasi Terpimpin adalah demokrasi yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. 7 tahun 1959 yang berisi ketentuan kewajiban partai–partai politik mencantumkan AD/ART(anggaran dasar/anggaran rumah tangga). Selain itu.  Perlunya penyerdehanaan sistem kepartaian dengan mencabut Maklumat Pemerintah tanggal 3 November 1945 yang telah memberi sistem multi– partai dan menggantikannya dengan undang–undang kepartaian serta undang–undang pemilu. Aturan tersebut 8 . d) Cara yang harus ditempuh untuk melaksanakan koreksi tersebut adalah:  Mengganti sistem free fight liberalisme dengan Demokrasi Terpimpin yang lebih sesuai dengan kepribadian bangsa. Presiden Sukarno mengeluarkan Peraturan Presiden No. yang beranggotakan orang–orang jujur.

dimana tokoh PKI D. Konsepsi Demokrasi Terpimpin antara lain pembentukan lembaga negara baru yang ektra–konstitusional yaitu Dewan Nasional yang diketuai Sukarno sendiri dan bertugas memberi nasekat pada kabinet. Pada bulan Juli 1959.PSI dan Muhammad Hatta menentang kebijakan Sukarno tersebut dengan membentuk Liga Demokrasi.N Aidit menjadi salah seorang Wakil Ketua. Dalam Kabinet Kerja tersebut. dalam Sidang Umum I MPRS tahun 1960 menetapkan pidato kenegaraan Sukarno tanggal 17 Agustus 1959 tersebut menjadi “Manifesto Politik Indonesia” dan menetapkannya sebagai 9 .Sukarno juga membentuk DPA (Dewan Perwakilan Rakyat) serta Dewan Perancang Nasional yang dipimpin Muhammad Yamin. Kemudian Sukarno juga menetapkan MPRS. Sukarno mengumumkan kabinetnya yang bernama Kabinet Kerja yang terdiri dari sembilan menteri disebut Menteri–Menteri Kabinet Inti dan 24 menteri yang disebut Menteri Muda. MPRS yang terbentuk tanggal 22 Juli 1959. 1995:75): – Sandang-pangan bagi rakyat – Pemulihan keamanan – Melanjutkan perjuangan melawan imperalis.mengakibatkan Partai Masyumi dan Partai Sosialis dibubarkan karena dianggap mendukung pemberontakan PRRI/Permesta. serta MPRS yang diketuai Chaerul Saleh. Program kerja kabinet tersebut dirumuskan dalam tiga pokok yaitu (Herbert Feith. Untuk pelaksanaannya dibentuk kabinet baru yang melibatkan semua partai politik termasuk PKI. Djuanda diangkat sebagai menteri utama atau pertama dan semua menteri diharuskan melepaskan ikatan kepartaian dalam membentuk pemerintahan non–partai. Namun Presiden membekukan DPR hasil pemilu 1955 disebabkan parlemen menolak Anggaran Belanja Negara yang diajukan Presiden dan menggantikannya dengan DPR GR(DPR Gotong-Royong). Tokohtokoh Masyumi . Dalam rangka pelaksanaan Demokrasi Terpimpin .

Doktrin ini mengandung arti bahwa PNI (nasionalis). agama dan komunis). Isi Manipol disimpulkan menjadi lima prinsip yaitu UUD 1945.GBHN. Sukarno menghendaki persatuan ideologi antara Nasionalisme. Sukarno memperkenalkannya dalam pidato kenegaraan tanggal 17 Agustus 1959 yang berjudul “Penemuan Kembali Revolusi Kita” yang dianggap sebagai Manifesto Politik yang disingkat Manipol. Sukarno sebagai presiden seumur hidup”. Partai NU (Agama) dan PKI (komunis) akan berperan secara bersama dalam pemerintahan disegala tingkatan sehingga menghasilkan sistem kekuatan koalisi politik. 10 . Selalu melakukan sintesa untuk melaksanakan amanat penderitaan rakyat. dan menghendaki konsultasi sesama aliran progresif revolusioner. Manipol-USDEK dikaitkan dengan dasar negara Pancasila sehingga menjadi rangkaian pola ideologi Demokrasi Terpimpin.  Melarang propaganda anti nasakom. Ekonomi Terpimpin dan Kepribadian Indonesia yang disingkat USDEK. Adanya rasa gotong royong Tidak mencari kemenangan atas golongan lain. Dalam membentuk ideologi bagi Demokrasi Terpimpin. dan Meluasnya peranan ABRI (TNI) sebagai unsur sosial politik. Islam dan Marxis dengan doktrin Nasakom (nasionalis. Selanjutnya dalam Sidang Umumnya tahun 1963 menetapkan “mengangkat Ir. Terbatasnya peranan partai politik. Berkembangnya pengaruh komunis.1991:406). Namun pihak militer tidak setuju terhadap peran PKI di pemerintahan (Ricklefs. Sosialisme Indonesia. Beberapa ciri-ciri yang dapat kita lihat dari penerapan demokrasi terpimpin adalah sebagai berikut :        Dominasi dari Presiden.Demokrasi Terpimpin.

11 . sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi. wanita keturunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika. bangsa yang mengaku lebih maju itu. beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. yang kala itu menjabat sebagai presiden Indonesia. Sebenarnya nama Soekarno bukanlah nama lahirnya. Masa kecil Soekarno hanya dihabiskan beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. seorang politisi pendiri Syarikat Islam. ketika lahir orang tua beliau memberi nama Kusno Sosrodihardjo. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Setelah tamat dari SD beliau melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Dan ketika belajar di HBS itulah Soekarno telah mulai terlatih hingga menemukan jati dirinya sebagai seseorang yang berjiwa nasionalisme. Belanda. lahir di Blitar. dengan tujuan Indonesia Merdeka. Rachmawati. Ketika SD hingga tamat beliau di Surabaya. Soekarno. Sukmawati dan Guruh. 21 Juni 1970. Ia berhasil meraih gelar “Ir” pada 25 Mei 1926. Bandung pada 29 Desember 1929. pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Kemudian. Presiden pertama Republik Indonesia. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu. Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno. beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927.2. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur. beliau menunjukkan kemurtadan Belanda. dengan tinggal di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto. Jawa Timur. memasukkannya ke penjara Sukamiskin. Akibatnya.2Presiden Era Demokrasi Terpimpin Konsep dari demokrasi terpimpin ini dicetuskan oleh Ir. Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Megawati. Berikut sedikit ulasan tentang Presiden Soekarno. Setelah lulus dari HBS tahun 1920. Semasa hidupnya. 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta.

tahun 1933. Hal ini menjadi puncak karirnya. 2012. hlm 43 12 . 18 Agustus 1945 Ir. Dalam sidang PPKI. Arsitek Bangsa. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu. tanggal 30 September PKI mulai melancarkan gerakan perebutan kekuasaan dengan nama Gerakan 30 September atau kemudian dikenal dengan G-30-S/PKI. Soekarno. yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Hal tersebut dilandasi atas rasa keprihatinannya terhadap nasib negara. Soekarno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Pada hari Kamis malam. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.3 Sebelumnya. Beliau dengan gagasan-gagasannya berusaha menghimpun bangsa-bangsa Asia-Afrika dan Amerika Latin dalam Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung yang digelar pada tahun 1995. beliau kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende. memproklamirkan berdirinya negara Indonesia setelah beberapa abad dijajah oleh Belanda dan Jepang. Akibatnya.Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama.Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Jakarta: Kompas 4 Sekretariat Negara RI.Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila.4Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan situasi politik di Indonesia menjadi genting. Tanggal 17 Agustus 1945.1985. Flores. Ir Soekarno dan Drs.Gita Karya. Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang. PNI pun dibubarkan. Ir. 30 Tahun Indonesia Merdeka . beliau juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga pada Juli 1930. Keadaan 3 Bob Hering. Setelah bebas pada tahun 1931. Jakarta: PT.negara di AsiaAfrika yang masih belum merdeka.

21 Juni 1970 beliau meninggal dunia di RSPAD dan disemayamkan di Wisma Yaso. bahkan pernah menjalani perawatan di Wina Austria pada tahun 1961 dan 1964. Jatim di dekat makam ibundanya. Yang selanjutnya diikuti dengan munculnyapenolakan MPR atas pertanggungjawabannya. masing-masing partai politik mementingkan kepentingan partai demi tujuan partainya tercapai. Agama dan Komunisme). Pemerintah menganugerahkannya sebagai “Pahlawan Proklamasi”. Demokrasi Terpimpin mengalami bentuk macam penyimpangan.semakin diperpuruk dengan adanya demonstrasi besar. Keadaan itu semakin mengguncangkan situasi politik di Indonesia. yang berbeda dengan system demokrasi liberal yang merupakan produk dari barat. sejak tahun 1956 kondisi 13 . Beliau dinyatakan mengidap gangguan ginjal. 2. sejak bulan Agustus 1965. karena akan bertentangan dengan pandangan Nasakom (nasionalisme. Namun Soekarno menolak membubarkannya. Indonesia Tahun 1956 Konstituante tidak berhasil merumuskan UndangUndang Dasar baru.besaran oleh KAMI ( Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) dan KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia).3Pemerintahan di Era Demokrasi Terpimpin Demokrasi terpimpin di Indonesia dimulai sejak dikeluarkannya Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959 sampai dikeluarkannya SUPERSEMAR pada tanggal 11 Maret 1966. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. dengan penolakan pembubaran PKI maka menjadikan posisinya semakin lemah di pemerintahan. dalam demonstrasinya mereka menyampaikan Tritura yang salah satu isinya adalah mendesak Soekarno untuk membubarkan PKI. Ida Ayu Nyoman Rai. Jakarta dan kemudian dimakamkan di Blitar. tetapi pada pelaksanaannya. Hingga akhirnya pada hari Minggu. Demokrasi terpimpin di Indonesia dimaksudkan oleh Soekarno sebagai demokrasi yang sesuai dengan kepribadian bangsa. Bahkan. Kesehatan Soekarno terus memburuk. Oleh sebab itu.

sedangkan Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS 1950) dengan sistem pemerintahan demokrasi liberal dianggap tidak sesuai dengan kondisi kehidupan masyarakat Indonesia. tapi harus mendirikan 14 . No 1. Keadaan yang semakin bertambah kacau itu sangat membahayakan dan mengancam keutuhan negara dan bangsa Indonesia karena selain Konstituante gagal menetapkan UUD yang baru juga timbulnya berbagai pemberontakan di Indonesia yaittu: DI/TI di AVATARA. banyak Suasana semakin bertambah panas karena adanya ketegangan yang diikuti dengan sikap dari setiap partai politik yang berada di Konstituante. PRRI di Sumatera dan RMS di Maluku. (2) berlakunya kembali UUD 1945 dan tidak berlakunya UUDS 1950. beberapa tokoh partai politik diantaranya Soewirjo ketua umum PNI mengajukan usul kepada Presiden Soekarno agar mendekritkan berlakunya kembali UUD 1945 dan pembubaran Konstituante. pada tanggal 5 Juli 1959. Kegagalan Konstituante untuk melaksanakan sidang-sidangnya untuk membuat undangundang dasar baru. Dalam situasi dan kondisi seperti itu. Aceh dan Sulawesi Selatan. UndangUndang Dasar yang menjadi dasar hukum pelaksanaan pemerintahan negara belum berhasil dibuat.Maret 2015 73 Jawa Barat. Permesta di Sulawesi Utara. Waktu itu pemberlakuan kembali Undang-undang Dasar 1945 dianggap sebagai langkah terbaik untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan nasional. (3) Pembentukkan MPRS Revolusi politik di Indonesia pada masa itu bukan mendirikan kekuatan segolongan atasan saja juga tidak mendirikan kekuasaan diktatorial kaum proletar. Oleh karena itu. e-Journal Pendidikan Sejarah Volume 3.dan situasi politik negara Indonesia semakin buruk dan kacau. Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit yang berisi sebagai berikut: (1) Pembubaran Konstituante. Rakyat sudah tidak sabar lagi dan menginginkan agar pemerintah mengambil tindakan yang bijaksana untuk mengatasi kemacetan sidang Konstituante namun konstituante ternyata tidak dapat diharapkan lagi.

Manusia dalam Kemelut Sejarah. Ekonomi Terpimpin) jargon politik Soekarno sebagaimana agar rakyat Indonesia agar tidak terbius oleh retorika politik. Demokrasi Terpimpin. Soekarno sebagai Presiden pertama sangat 5 H. Bahan-bahan Indoktrinasi. hlm. Penjelasan Manipol-Usdek. Sosialisme indonesia. kekuasaan menerapkan demokrasi yang menjamin terkonsentrasinya seluruh kekuatan nasional. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Rakyat yakin benar bahwa Sekarno adalah figur yang sesuai dengan kriteria-kriteria pemimpin yang dibutuhkan. UUD 45.196 15 .5 Indonesia dalam fase perpolitikan Demokrasi Terpimpin telah menyederhanakan struktur politik dengan memusatkan kekuatan di dua lembaga antara Soekarno dan Angkatan Darat sedangkan PKI sebagai partai politik dengan basis massa yang besar menjadi kekuatan ketiga.Pemikiran ini tentunya membantu melegitimasi peran para pemimpin yang mengartikulasikan simbol-simbol nasional dengan mempersepsikan rakyat sebagai patriotpatriot yang menolak cara-cara asing mengintervensi dan dominasi luar negeri terhadap Bangsa Indonesia7 Pemikiran Soekarno memiliki daya persuasi sedemikian kuatnya sehingga mampu memaksakan pemikiran-pemkirannya untuk menjadi fondasi dalam perumusan platform politik Indonesia. Djember: Penerbit Sumber Ilmu.Abdulgani.kekuasaan gotong-royong. 1961. 1978.Roslan.Reachim. A. Angkatan Darat dan Komunis. Sistem Demokrasi Terpimpin ini kemudian dikemas dalam tiga kekuatan besar yakni Soekarno. Indonesian Communism Under Soekarno (Idiologi dan Politik 1959-1965). Mortimer. hlm 149 6 Onghokham. Rasa kebangsaan yang kuat sebagai elemen terpenting proses pembangunan bangsa Indonesia yang baru yang memasuki babak baru yakni sistem Demokrasi Terpimpn.Jakarta 7 Rex. Kemudian juga digencarkan indoktrinasi Manipol-Usdek (Manifesto Politik. seluruh kekuatan rakyat. 2011.6 Kondisi Indonesia pasca Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli tahun 1959 dapat dikatakan menjadikan Soekarno sebagai subjek tunggal.

hlm. Sebelum Demokrasi Terpimpin. Mortimer. Indonesian Communism Under Soekarno (Idiologi dan Politik 1959-1965). 2011. Soekarno sebagai ideologi. Soekarno sebagai sebagai institusi politik. No 1. Kemudian masa Demokrasi Terpimpin muncul berbagai konfrontasi. 8Rex. Situasi tersebut membuat Soekarno memposisikan diri sebagai unsur politik yang mendominasi meskipun penerapannya tidak terlepas dari pengaruh Angkatan Darat. Kebijakan politik luar negeri Indonesia memperhatikan kepentingan nasional. Soekarno menduduki tiga status istimewa. Dari sudut pandang kepentingan nasioanal Indonesia. dan ketiga. e-Journal Pendidikan Sejarah Volume 3. misalnya. Soekarno memandang negara yang masih dalam taraf membangun sebagai negara yang baru merdeka haruslah mengedepankan 16 .ideal. konfrontasi sebagai alat pemersatu bangsa dan sebagai alat ”pengalihan” keterpurukan ekonomi. Berbagai kebijakan ekonomi dilakukan meskipun hasilnya jauh dari yang diharapkan.Maret 2015 75 termasuk masalah konfrontasi terhadap rencana pembentukan Federasi Malaysia. semangat nasionalisme Indonesia yaitu kurun waktu 1950-1957. Pertama. Kekuatan dalam negeri yang lebih ditekankan pada gencargencarnya Nasionalisme yang anti barat dan berpegang teguh pada Pancasila. akan tetapi semangat persatuan tumbuh dengan mengatas namakan kepentingan nasional. pada masa itu. Di antara permasalahanpermasalahan tersebut adalah masalah politik dan ekonomi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.196 AVATARA. kedua. Kepentingan politik luar negeri pada masa Demokrasi Terpimpin dipengaruhi oleh berbagai permasalahan yang timbul di dalam negeri. Soekarno sebagai aktor utama pada masa Demokrasi Terpimpin. Soekarno sebagai pemikir dan penggagas. Indonesia dan motto ”Bhineka Tunggal Ika” mengalami berbagai ujian perpecahan kesatuan dengan munculnya berbagai gerakan separatis yang bersifat kedaerahan. Keadaan politik dalam negeri pada masa Demokrasi Terpimpin membuat sebagian kepentingan dalam negeri dikaitkan dengan konfrontasi terhadap Malaysia. Masalah pada saat Demokrasi Terpimpin selain perpecahan unsur politik dan militer adalah keterpurukan ekonomi. dapat difahami alasan konfrontasi tersebut dilakukan.

Pondasinya sesuai pembukaan UUD 1945 “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan”. dan ekonomi. Soekarno menyerang konstituante karena mempraktikkan cara-cara demokrasi Liberal. sehingga menjurus ke arah pemerintahan diktator. dan berbeda pula dengan demokrasi Liberal. 1960 9 Widjaya. Ir. Tapi dalam pelaksanannya. jadi tidak sekedar dalam bidang politik. Kempen. demokrasi 8 Soekarno. namun istilah demokrasi Terpimpin sudah dinyatakan oleh Presiden Soekarno sejak tahun 1957 ketika banyak tokoh mulai gelisah tentang warna demokrasi Indonesia.9 Soekarno menyatakan bahwa generasi kepemimpinan berikutnya disebut sebagai demokrasi Terpimpin. dan bukan sebagai kamuflase kediktatoran dan sentralisme seperti faham Komunis.1984.14 Dalam pidatonya dengan judul “Respublika Sekali Lagi Respublika” pada sidang pleno konstituante di Bandung 22 April 1959. Yang bertentangan dengan azas-azas pemusyawaratan untuk mencapai mufakat sesuai dengan pancasila. 17 . apa maksud dari pernyataan ini? Dalam catatan sejarah peralihan antara demokrasi Parlementer ke demokrasi Terpimpin dituliskan sejak tahun 1959.8 Semula dimaksudkan untuk menentang pengaruh liberal dalam Demokrasi Barat. Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya. pimpinan di beri hak untuk mengambil suatu keputusan bilamana tidak tercapai persesuaian.Bandung. sambil menawarkan solusi mengembalikan demokrai Indonesia pada bentuk demokrasi Terpimpin.”Demokrasi Dan Aktualisasi Pancasila”. melainkan dalam sosial.A.kebijakan politik dan pembangunan ekonomi bukanlah suatu bagian yang paling penting untuk proses national building. seperti rapat suku yang dipimpin ketua adat.W. Demokrasi Terpimpin menurut Soekarno adalah bentuk relevan untuk Indonesia. Membangun Dunia Kembali (MDK). Soekarno tentunya memiliki hubungan yang sangat erat dengan demorkasiterpimpin. dalam demokrasi timur yang menyimpang dari kemurnian Pancasila dan UUD 1945.

Ahmad.Pertama-tama Ir. Islam dan Politik: Teori Belah Bambu. Mereka dilantik pada saat perayaan proklamasi kemerdekaan tahun 1959 dengan pidato beliau yang berupa “penemuan kembali revolusi kita” yang sekaligus memperkenalkan demokrasi terpimpin. Masa Demokrasi Terpimpin 19591965. Pasca di bentuknya MPRS oleh presiden Soekarno terjadi perbedaan pendapat antar DPR dan beliau pada tahun 1960an yang kemudian membubarkan DPR hasil pemilu 1955. Kemudia beliau berusaha “mengawinkan” ketiga paham/ideology untuk menjadi sebuah satu kesatuan yang di terapkan dalam penetapan DPR baru yaitu DPR-GR (Gotong Royong). Ekonomi Terpimpin. Soekarno dan berisikan fraksi-fraksi Nasionalis. Presiden Soekarno pada saat itu jugasegera membentuk kabinet kerja deng Ir.10 10 Syafii Maarif. DPA pada saaat itu mengusulkan pidato tersebut untuk menjadiGaris-garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang berjudul Manifesto Politik Indonesia(Manipol) yang berisi mengenai persoalan pokok dan program umum revolusiIndonesia dengan inti nya yaitu USDEK (UUD 1945. 8utusan/wakil daerah. Soekarnodalam mewujudkan dan melaksanankan demokrasi terpimpin yang diawali denganadanya pengeluaran Dekrit Presiden 5 Juli 1959. yang ditunjuk langsung oleh Ir. dan Kepribadian Indoensia).Demokrasi Terpimpin. Demokrasi terpimpin pada saat itu lahir atasdasar keinginan untuk mencapai stabilitas politik setelah dianggap gagal pada saat erademokrasi liberal sebelumnya.Islam. 1996. 24 orang wakil golongan karya dan 1 wakil ketua.Jakarta: Gema Insani Press 18 . Soekarno membentuk Dewan Pertimbangan Agung (DPA)yang diketuai oleh presiden yang beranggotakan 12 orang wakil politik. Juanda sebagai menteri pertamanya.dan Komunis (NASKOM) yaitu PNI. diberi nama gotong royong karena pada saat itu beliau menekankan kepada musyawarah mufaka.NU. Ada banyak hal yang dilakukan oleh Ir. dan PKI dengan masing-masing perimbangan suara golongan tentunya dianggap sebagai sebuah keuntungan bagi PNI dan PKI karena sebelumnya pada DPR 1955 mereka memiliki suara yang ketimbang lebih sedikit dari islam. Sosialisme Indonesia.terpimpinlahir pada masa kepemimpinan beliau.

entah lupa atau tidak sadar. Pondasinya sesuai pembukaan UUD 1945 “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan”. jelasnya dengan menerapkan politik tanpa partai mengakibatkan dirinya masuk dalam lingkaran pencidera demokrasi. Demokrasi Terpimpin menurut Soekarno adalah bentuk relevan untuk Indonesia. seperti rapat suku yang dipimpin ketua adat. Soekarno menyatakan bahwa generasi kepemimpinan berikutnya disebut sebagai demokrasi Terpimpin. dan ekonomi12 Karena menganggap dirinya sebagai ayah dalam konteks bernegara. Sebagaimana diketahui sebelumnya bahwa kesepakatan dari konstituante ditegaskan oleh Hatta bahwa anjuran untuk bergabung dengan partai politik bagi penghuni konstitusi negara (3 November 1946). 12 Mubarak. Perinsip ini kemudian membuat Soekarno banyak ditentang oleh banyak lawanlawan politiknya. jadi tidak sekedar dalam bidang politik. ”Demokrasi dan Kediktatoran: Seketsa Pasang Surut Demokrasi di Indonesia” 19 . namun istilah demokrasi Terpimpin sudah dinyatakan oleh Presiden Soekarno sejak tahun 1957 ketika banyak tokoh mulai gelisah tentang warna demokrasi Indonesia11 Dalam pidatonya dengan judul “Respublika Sekali Lagi Respublika” pada sidang pleno konstituante di Bandung 22 April 1959. sambil menawarkan solusi mengembalikan demokrai Indonesia pada bentuk demokrasi Terpimpin. Kritikan Hatta mendapat 11 Noer. Soekarno menyerang konstituante karena mempraktikkan cara-cara demokrasi Liberal. “Perkembangan Demokrasi Kita”. melainkan dalam sosial. Sikap demikian diterapkannya dalam berpolitik tanpa partai. Seperti disinggung di awal.Demokrasi Terpimpin 1959-1965. apa maksud dari pernyataan ini? Dalam catatan sejarah peralihan antara demokrasi Parlementer ke demokrasi Terpimpin dituliskan sejak tahun 1959. sehingga Soekarno memiliki kebijakan sendiri sebagai orang yang tidak akan berpihak pada siapapun. dan bukan sebagai kamuflase kediktatoran dan sentralisme seperti faham Komunis. dengan tujuan independensi tanpa adanya unsur-unsur mendiktenya. dan berbeda pula dengan demokrasi Liberal. 82.

ed.17 13 Noer. 20 .16 Gebrakan mulainya Orde Baru terjadi dalam banyak sektor. Penerjemah A. Natsir dan Ki Hadjar Dewantara – pemimpin Taman Siswa – secara pedas menyatakan demokrasi Terpimpin tidak ada bedanya dengan “liederschap” (kepemimpinan). “Perkembangan Demokrasi Kita”.13 termasuk di dalamnya Soeharto mampu menjinakkan usaha kudeta oleh Partai Komunis Indonesia tahun 1965.15 Semua lapisan masyarakat menyambut era baru demokrasi. “Pendahuluan. 15 Inu Kencana dkk. dan jabatan pemimpin negara kembali menjadi jabatan elektif setiap lima tahun. 85. dkk. berbangsa. dkk. di antaranya ketetapan MPRS No.14 Berbondong-bondong masyarakat menumpukan harapan besar atas koreksi total tidak hanya dalam segi politik. Sistem Politik Indonesia. terkecuali segelintir orang Komunis yang terancam kehidupannya karena agenda politik Soeharto menghabisi ideologi Komunis di Indonesia. 115. 16 Noer. “Demokrasi Kita” isinya menentang ketetapan Presiden Soekarno tentang demokrasi Terpimpin.” dalam Edward Aspinal. ed. di dalamnya sangat banyak bertentangan dengan asas-asas kesepakatan berdemokrasi. Selain itu kebijakan-kebijakan hasil ketentuan masa Orde Lama kembali mengalami koreksi dengan ditetapkannya MPRS No. 2000).. “Perkembangan Demokrasi Kita”. Hatta pada tahun 1961 menulis dalam bentuk brosur dengan judul. paling menjadi sorotan adalah mengembalikan fungsi UUD akibat penyelewengan masa Soekarno. (Bandung: PT Refika Aditama. dan bernegara. Wisnu Hardana (Yogyakarta: LkiS. 82 14 Edward Aspinal. Hari-hari Terakhir Presiden Soeharto.. Titik Tolak Reformasi.. 2006). tapi juga sosial terlebih kembalinya kondusif hidup beragama.. III/1963 yang menetapkan Soekarno sebagai presiden seumur hidup telah dibatalkan.. XIX/1966 untuk peninjauan kembali produk legislatif demokrasi Terpimpin. 2.dukungan dari M.

1993. Jakarta: DepdikbudBalai Pustaka.. Jakarta: Sinar Harapan. 18 Poesponegoro. Sejarah Nasional Indonesia jilid VI. Pendidikan Kewargaan (Civic Education) Demokrasi. Soekarno memberlakukan kembali konstitusi presidensial tahun 1945 pada tahun 1959 dengan dukungan kuat dari angkatan darat. Hak Asasi Manusia & Masyarakat Madani. Marwati Djoened dkk. yaitu khususnya yang diwakili oleh NU yang tergabung dalam poros nasakom Soekarno semasa 17 Rosyada. Dalam kabinet tersebut Presiden Soekarno bertindak sebagai perdana menteri. sehingga ia mendorong kegiatan-kegiatan dari kelompokkelompok sipil sebagai penyeimbang terhadap militer. 311 19 Crouch. Namun kekuatan dekrit tersebut bukan hanya berasal dari sambutan yang hangat dari sebagian besar rakyat Indonesia. Militer & Politik di Indonesia. terlepas dari pelaksanaannya yang dianggap otoriter. ManipolUsdek dan Nasakom: Struktur Konstitusi dan Ideologi Demokrasi Terpimpin. diganti dengan Kabinet Kerja. Demokrasi Terpimpin sebenarnya. sedangkan Ir. Akan tetapi Soekarno menyadari bahwa keterikatannya dengan tentara dapat membahayakan kedudukannya. suatu sistem yang lebih otoriter diciptakan dimana peran utama dimainkan oleh Presiden Soekarno. Djuanda bertindak sebagai menteri pertama.44 21 . 133. dapat dianggap sebagai suatu alat untuk mengatasi perpecahan yang muncul di dataran politik Indonesia dalam pertengahan tahun 1950-an19 Untuk menggantikan pertentangan antara partaipartai di parlemen. hlm.. dkk. Kabinet Djuanda dibubarkan dan pada tanggal 9 Juli 1959. tetapi terletak dalam dukungan yang diberikan oleh unsurunsur penting negara lainnya. Dari kelompok sipil ini yang paling utama adalah Partai Komunis Indonesia (PKI) dan juga walau tidak begitu signifikan peranan dari golongan agama. hlm. seperti Mahkamah Agung dan KSAD. 1999.Dekrit yang dilontarkan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 5 Juli 1959 mendapatkan sambutan dari masyarakat Republik Indonesia yang pada waktu itu sangat menantikan kehidupan negara yang stabil.18 Dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden. Herbert.

pemberlakuan demokrasi terpimpin. Herbert. terutama dengan tindakan dan janji-janjinya yang langsung ditujukan kepada pembentukan kembali struktur konstitusional. mereka sendiri masingmasing terkurung dalam pertentangan yang tak terdamaikan. serta khususnya kepada perumusan ideologi dan kemudian memberikan gagasan-gagasan berulang kali. tekananannya kemudian mulai bergeser kepada tindakan simbolis dan ritual. Soekarno menyatakan bahwa Indonesia berperan sebagai salah satu pimpinan “kekuatan-kekuatan yang sedang tumbuh” di dunia. 79 22 . kolonialis dan imperialis). Akan tetapi. hlm. Pancasila ditekankan dan dilengkapi dengan serangkaian doktrin seperti Manipol-Usdek dan Nasakom. Meskipun pemimpin PKI maupun Angkatan Darat mengaku setia kepada Presiden Soekarno.4Peristiwa Penting Dimasa Demokrasi Terpimpin Masa demokrasi terpimpin terjadi pada tahun 1959 – 1965 yang dicetuskan oleh Presiden Indonesia pertama kita Ir Soekarno. Presiden Soekarno dalam hal ini menciptakan doktrin negara yang baru. Soekarno bermaksud menciptakan suatu kesadaran akan tujuan nasional yang akan mengatasi persaingan politik yang mengancam kelangsungan hidup sistem Demokrasi Terpimpin. Soekarno berusaha mengumpulkan seluruh kekuatan politik yang saling bersaing dari Demokrasi Terpimpin dengan jalan turut membantu mengembangkan kesadaran akan tujuantujuan nasional. 1995 Soekarno-Militer Dalam Demokrasi Terpimpin. Dalam usahanya mendapatkan dukungan yang luas untuk kampanye melawan Belanda di Irian Barat dan Inggris di Malaysia. Adapun mengapa demokrasi terpimpin dicetuskan dikarenakan pertama banyaknya gerakan separatis pada masa demokrasi liberal menyebabkan ketidakstabilan di bidang 20 Feith. Soekarno menciptakan suatu ideologi nasional yang mengharapkan seluruh warga negara memberi dukungan kesetiaan kepada presiden.20 2. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Sebagai lambang dari bangsa. yang bertujuan untuk menghilangkan pengaruh Nekolim (neokolonialis. Presiden Soekarno adalah pemegang inisiatif politik. Sampai dengan diberlakukannya kembali Undang-Undang Dasar 1945 pada bulan Juli 1959.

Jakarta: Bulan Bintang.22 1. SM. 22 Amin. Dan melihat dari hasil voting. usulan untuk kembali ke UUD 1945 tidak dapat diwujudkan karena disebabkan oleh jumlah anggota Konstiuante yang menyetujui usulan tersebut tidak mencapai 2/3 bagian seperti yang ada di pasal 137 UUDS 195023 2. 23 Amin. karena setiap pihak pegawai negeri. Ketiga konstiuante gagal dalam menyusun UUD baru untuk menggantukan UUDS 195021. SM. 1967. SM. Jakarta: Bulan Bintang. Berikut merupakan peristiwa penting dimana demokrasi terpimpin yang terjadi pada tahun 1959 – 1965. 1967. negara Indonesia tetap pada berdasarkan UUD 1945. Pada 21 Amin. Jakarta: Bulan Bintang. Yang mendorong pergantian masa sebelum demokrasi terpimpin adalah menurut Soekarno demokrasi liberal tidak mendorong Indonesia untuk mendekati perubahan yang dicita – citakan . Kedua terjadinya pergantian kabinet pada masa demokrasi liberal menyebabkan program – program yang dirancang oleh kabinet tidak dapat dijalankan secara utuh sehingga pembangunan ekonomi tersendat.keamanan.Perdebatan Konstiuante dan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 Dekrit Presiden yakni tanggal 5 Juli 1959 . 23 . partai politik bahkan militer saling berebut keuntungan dengan mengorbankan yang lain. 1967. Indonesia di Bawah Rezim Demokrasi Terpimpin. sehingga pembangunan ekonomi sulit untuk berkembang.Voting untuk mengatasi pro dan kontra UUD1945 Terjadi perdebatan antara orang yang memilih untuk kembali ke UUD 1945 dan tidak setuju untuk kembali ke UUD 1945 maka dari itu diadakan voting dengan hasil 269 orang setuju untuk kembali ke UUD 1945 dan 119 orang tidak setuju untuk kembali ke UUD 1945. Indonesia di Bawah Rezim Demokrasi Terpimpin. yaitu berupa masyarakat adil dan makmur. Indonesia di Bawah Rezim Demokrasi Terpimpin. Pada masa ini disebut dengan masa Orde Lama.

Konflik pendapat yang terdapat di partai – partai politik itu sendiri tidak hanya di parlemen. Kelompok ini digerakkan oleh Hamka dan Prawoto yang tergabung di dalam solidaritas kelompok Islam. Untuk mengatasi masalah pertentangan ini . Pertama kelompok yang menghendaki kembalinya UUD 1945 yang digerakkan oleh Ir Soekarno dan A. maka diperlukan Undang – Undang Dasar baru. menyulitkan badan ini untuk menyetujui sebuah kesepakatan. maka Kabinet Juanda tepatnya pada yanggal 10 Februari 195untuk melaksanakan ide Demokrasi Terpimpin. Perbedaan pendapat yang sangat mencolok. Maka UUDS 1950 mutlak harus diganti. Konflik ini semakin meluas ke instansi – instansi swasta dan di masyarakat luas. Demokrasi jenis ini dianggap sesuai dengan karakter dan kepribadian bangsa Indonesia. melainkan juga di badan – badan pemerintahan. Yang kedua kelompok yang berpendapat Undang – Undang Dasar yang sesuai dengan Piagam Jakarta yang secara tidak terperinci memasukkan prinsip – prinsip Isalm. Badan Konstiuante yang sudah terpilih melalui pemilihan umum dilantik pada tanggal 1956.masa tersebut dipaksakan doktrin yang seolah – olah negara ada di dalam keadaan rebolusi dan presiden sebagai kepala negara yang dianggap secara otomatis menjadi pemimpin besar revolusi. Kabinet kemudian mengeluarkan keputusan resmi pada tanggal 19 Februari 1959 dengan nama: Putusan Dewan Menteri mengenai pelaksanaan 24 . Tugas badan ini adalah bersama dengan pemerintah menetapkan Undang – Undang Dasar yang tetap dan sedianya untuk menggantikan UUDS 1950. karena UUDS 1950 sisteamnya menggunakan asas Demokrasi Liberal. Untuk melaksanakan Demokrasi Terpimpin ini. Dalam hal perbedaan pendapat ini terdapat dua kelompok yakni. Tetapi nampaknya harapan ini pun harus hancur di tengah jalan. maka muncul ide untuk melaksanakan Demokrasi Terpimpin. Pasca Badan Konstiuante dianggap tidak dapat bekerja dengan baik .H Nasution. Badan Konstituante bersidang hampir dua setengah tahun dan ternyata belum juga dapat membuat sebuah Undang – Undang Dasar. Besar harapan rakyat terhadap kinerja badan ini untuk segera menghasilkan UUD baru yang mampu memberikan suatu sistem politik yang stabil. yakni melalui cara kembali kepada UUD 1945.

sidang berikutnya. Konstituante yang semula menjadi harapan rakyat untuk menciptakan stabilitas politik.Demokrasi Terpimpin dalam rangka kembali ke Undang-Undang Dasar 1945. 1 Juni 1959. Sidang berlangsung sampai 3 kali. maka pemerintah meminta diselenggarakannya sidang pleno Badan Konstituante. Dengan hasil yang selalu buntu ini. dan 2 Juni 1959. Keadaan demikian sangat mengganggu stabilitas politik dan pemerintahan dan dianggap sangat membahayakan bagi kelangsungan ketatanegaraan RI. sekali lagi Res Publica”. 25 . Oleh karenanya dibutuhkan model pemerintahan yang baik. sudah tidak diharapkan lagi untuk menyusun sebuah UUD menggantikan UUDS 1950. Dari ketiga kali sidang tersebut. ternyata tidak dapat memperoleh suara yang diperlukan. sidang Konstituante dilaksanakan. Presiden Sukarno menyatakan bahwa segala kesulitan yang dihadapi negara disebabkan oleh banyaknya partai politik. maka akhirnya diadakanlah pemungutan suara mengenai penerimaan kembali UUD 1945. yakni pada tanggal 30 Mei 1959. Sesudah diselenggarakan sidang ini. Presiden Soekarno yang mengatasnamakan pemerintah. Amanat ini dikenal dengan judul “Res Publica. dan tidak dapat memenuhi jumlah yang diharuskan karena banyak pula peserta yang tidak hadir dan tidak memilih. menganjurkan kepada sidang badan ini untuk menerima berlakunya kembali UUD 1945. Melihat keadaan demikian. Atas dasar itulah Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit pada tanggal 5 Juli 1959. Tanggal 22 April 1959. Partai politik yang saling bersaing untuk memperoleh kedudukan yang kuat di parlemen berpengaruh terhadap terjadinya perpecahan dalam tubuh pemerintahan. Dalam rangka memutuskan keputusan Dewan Menteri tersebut. Setelah melalui pembahasan. banyak pernyataan dari para anggota Konstituante yang tidak mau lagi menghadiri sidang . Perbedaan pandangan antara yang setuju dan yang tidak setuju sangat kuat sehingga suaranya seimbang. maka Badan Konstituante bersidang untuk menentukan sikapnya terhadap anjuran Presiden Soekarno. Adapun isi dari Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah sebagai berikut. yakni model demokrasi terpimpin.

Hatta. 26 .1. Jakarta: Bulan Bintang. bahkan DPR secara aklamasi menyatakan diri bersedia untuk bekerja atas dasar UUD 1945. Sistem pemerintahan diselenggarakan menurut UUD 1945 dan alat – alat perlengkapannya juga disusun menurut 194525 5. Dibubarkannya Konstituante 2. berarti Kabinet Parlementer yang sebelumnya memerintah di bawah pimpinan Perdana Menteri Djuanda dinyatakan demisioner dan diganti oleh Kabinet Presidensial yang langsung dipimpin oleh Presiden Soekarno. Indonesia di Bawah Rezim Demokrasi Terpimpin. melainkan juga berfungsi sebagai Kepala Pemerintahan. 3. maka berakhirlah Demokrasi Liberal dan digantikan dengan Demokrasi Terpimpin.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Berlakunya kembali UUD 1945 melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Maka pada tanggal 10 Juli 1959 Presiden Soekarno disumpah kembali menurut UUD 1945. Dengan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. 25 Wawan Tunggul Alam (2003).24 4. Berlakunya kembali UUD 1945 dan tidak berlakunya UUDS 1950. ternyata diterima baik oleh rakyat Indonesia. Dengan demikian. maka dimulailah babak baru ketatanegaraan RI di bawah payung Demokrasi Terpimpin. SM. Politik dan Pemerintahan Masa Demokrasi Terpimpin (Dekrit 5 Juli 1959) Dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Demikian pula saat itu sistem Kabinet Parlementer ditinggalkan dan diganti menjadi Kabinet Presidensial. Presiden adalah penyelenggara pemerintahan negara yang tertinggi di bawah MPR. Demi Bangsaku Pertentangan Sukarno Vs. Dibentuknya MPRS dan DPAS. Mulai saat itu presiden 24 Amin. 1967. Presiden dan Menteri – Menteri di Masa Demokrasi Terpimpin Presiden tidak hanya berfungsi sebagai Kepala Negara.

Adapun tugas DPRGR ini adalah pertama melaksanakan demokrasi terpimpin .27 7. 26 Amin. 1967. 1967. 27 Amin.26 6. presiden mengeluarkan Penetapan Presiden No. Indonesia di Bawah Rezim Demokrasi Terpimpin. menteri – menteri diangkat dan diberhentikan oleh presiden dan menteri – menteri itu merupakan pembantu presiden sehingga bertanggung jawab kepada presiden. Keanggotaan DPRGR ditunjuk langsung oleh presiden dan ditetapkan pada yanggal 14 Juni 1960. 27 . Berdasarkan UUD 1945 . presiden adalah mandataris MPR dan harus bertanggungjawab kepada MPR. Presiden kemudian membentukan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR).memerintah berdasarkan UUD 1945. SM. Dengan demikian dengan yang disusun berdasarkan UUD 1945. Hal ini semakin diperparah ketika Presiden Soekarno membubarkan DPR hasil Pemilu 1955 pada tanggal 20 Maret 1960. Jakarta: Bulan Bintang. Alasan pembubaran DPR ini ialah karena badan legislatif piliuhan rakyat ini berani menolak RAPBN yang diajukan pemerintah Soekarno. Pengangkatan anggota DPRGR ini tidak mencerminkan partai politik saja . dan ketiga saling membantu antara DPRGR dan pemerintah.12 Tahun 1960 tentang susunan keanggotaan MPRS. Pembentukan DPR – GR di Masa Demokrasi Terpimpin Penerapan Demokrasi Terpimpin semakin meperlebar masalah di antara golongan – goblongan yang pro dan kontra terhadap Demokrasi Terpimpin . 2 Tahun 1959 tentang pembentukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS). Indonesia di Bawah Rezim Demokrasi Terpimpin. Anggota DPRGR seluruhnya berjumlah 283 orang. kedua melaksakan pembaharuan . tetapi juga mewakili golongan – golongan. Jakarta: Bulan Bintang. Pembentukan MPRS Dalam rangka melaksanakn Dekrit Presiden 5 Juli 1959 . Dilanjutkan dengan ditetapkannya Peraturan Presiden No. Pada waktu itu. SM.

Presiden memberi nama kabinet itu adalah kabinet kerja. dan mulailah diterapkan Demokrasi Terpimpin. Hal ini mengakibatkan MPRS tunduk kepada presiden. Adapun program pokok kabinet kerja adalah pertama Upaya pemerintah mengenai sandang pangan rakyat. Soekarno memimpin langsung pemerintahan. tetapi juga kepala pemerintahan. 9. golongan – golongan karya. Nasionalisme Sebagai Modal Perjuangan Bangsa Indonesia. Tindakan ini jelas – jelas telah melanggar UUD 1945. Nasionalisme Sebagai Modal Perjuangan Bangsa Indonesia. Jumlah anggota DPAS 44 orang yang diangkat dari partai – partai politik. 28 . ia tidak hanya sebagai kepala negara. kedua 28 Slamet Mulyana. Jumlah keanggotaan MPRS ditetapkan oleh presiden. Dengan demikian. tidak pernah dilaksanakan28. Untuk mengisi kekosongan kabinet. Bhkan sampai berakhirnya jabatan Presiden Soekarno sekalipun pelaksanaan pemilu sebagai tuntutan UUD 1945. (1986). utusan – utusan daerah . presiden juga membentuk Dewap Pertimbangan Agung Sementara (DPAS). Jakarta : Balai Pustaka. Berdasarkan penetapan presiden. Pembentukan Kabinet Kerja Dengan dikeluarkannya Dekirt Presiden 5 Juli 1959. maka Indonesia kembali kepada UUD 1945.dan tokoh – tokoh nasional29. Pembentukan DPAS Untuk melaksanakan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. 29 Slamet Mulyana. presiden menunjuk Juanda sebagai Perdana Menteri. keangggotaan DPAS diangkat oleh presiden.Berdasarkan Perpres tersebut keanggotaan MPRS terdiri dari utusan – utusan daerah dan golongan – golongan. Kenyataan ini dibuktikan oleh sidang – sidang yang dilakukan oleh MPRS yang menetapkan pengangkatan seumur hidup Presiden Soekarno. 8. Jakarta : Balai Pustaka. (1986).

Kepribadian Indonesia). berbangsa . yakni demokrasi yang terpimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Nasionalisme Sebagai Modal Perjuangan Bangsa Indonesia.Kedua tiap orang berhak mendapatkan penghiupan yang layak dalam masyarakat. Politik yang Demokrasi berdasarkan Terpimpin. Dalam pidato presiden tanggal 17 Agustus 1959 yang berjudul “Penemuan Kembali Revolusi Kita”. Manifesto Politik Dalam rangka melaksanakan program Kabinet Kerja.Jadi Manifesto Politik adalah GBHN-nya Demokrasi Terpimpin31. dan ketiga adalah memperjuangkan Irian Barat30. Nasionalisme Sebagai Modal Perjuangan Bangsa Indonesia. Presiden Soekarno membentuk Front Nasional yang tugasnya adalah meneruskan revolusi Indonesia. MPRS berikutnya menetapkan uraian pidato presiden tersebut menjadi GBHN yang dikenal dengan 1945. Jakarta : Balai Pustaka. 11.mengupayakan keamanan dan ketenteraman rakyat dan negara . melaksanakan pembangunan. (1986). 31 Slamet Mulyana. masyarakat. dan memperjuangkan Irian Barat. berbangsa.Sistem Demokrasi Terpimpin Dalam pidato pada tanggal 17 Agustus 1959. Salah sati definisi mengatakan bahwa Demokrasi Terpimpin adalah demokrasi yang sesuai UUD 1945 . Maka untuk melanjutkan revolusi itu harus ada pemimpin yang menjadi bapak dari seluruh bangsa. USDEK Ekonomi (UUD Terpimpin. (1986). 29 . dijelaskan bahwa revolusi belum selesai. 10. presiden juga mengatakan bahwa prinsip dasar demokrasi terpimpin adalah pertama tiap orang diwajibkan untuk berbakti kepada kepentingan umum. Definisi lain menjelaskan bahwa Demokrasi Terpimpin adalah 30 Slamet Mulyana. Dengan hal itu Presiden Soekarno mengemukakan beberapa definisi tentang Demokrasi Terpimpin .Sosialisme Manifesto Indonesia. dan bernegara. dan bernegara. Jakarta : Balai Pustaka.

Juanda menjadi menteri pertama. SM. 33 Slamet Mulyana. 13. (1986). 2. yang keempat yakni pembatasan pendirian partai – partai politik untuk menstabilkan pemerintahan32. Pembentukan Front Nasional Pada tanggal 9 Juli 1959. Indonesia di Bawah Rezim Demokrasi Terpimpin. Melanjutkan perjuangan menentang imperialisme ekonomi dan imperialisme politik (Irian Barat)33. yang ketiga Memasyaratkan ajaran RESOPIM ( Revolusi. Nasionalisme Sebagai Modal Perjuangan Bangsa Indonesia. yakni demokrasi yang mendasar sistem pemerintahannya kepada musyawarah dan mufakat dengan pimpinan satu kekuasaan sentral di tangan seorang bapak yang tidak diktator. Keterlibatan PKI dalam Ajaran Nasakom 32 Amin. Isi Tri Program Kabinet Kerja adalah sebagai berikut : 1. 12. antara lain: pertama Membubarkan Masyumi karena dianggap penghalang revolusi . 1967. tetapi memimpin dan mengayomi. presiden membentuk Kabinet Kerja. Indonsia . Hal ini dapat dilihat dari kebijaksanaan presiden . dan Pemimpin Nasional) untuk menegakkan Demokrasi Terpimpin. dan Komunis ) demi persatuan dan kesatuan. 30 . yang kedua memasyaratkan ajaran NASAKOM ( Nasionalis. Jakarta : Balai Pustaka.demokrasi kekeluargaan. Dalam kabinet ini Presiden Soekarno bertindak sebagai perdana menteri. Sosialisme . Jakarta: Bulan Bintang. Sedangkan Ir. 3. Kabinet Kerja dilantik pada tanggal 10 Juli 1959 dengan programnya yang disebut Tri Program Kabinet Kerja. Menyelenggarakan keamanan rakyat dan negara. Agama. Mencukupi kebutuhan sandang pangan. Demokrasi Terpimpin mulai menyimpang dari konsepnya semula karena semakin kuatnya sentralisasi kekuasaan .

10. Selain itu. kedudukan presiden berada dibawah MPR. Adanya pemusatan kekuasaan di tangan presiden. Presiden menentukan apa yang harus di putuskan oleh MPRS. Akan tetapi. Agama. B. Kegagalan Demokrasi Terpimpin A. Tujuannya untuk menggalang persatuan bangsa. PKI juga mengambil alih kedudukan dan kekuasaan pemerintahan yang sah34. Kelompok yang kritis terhadap ajaran Nasakom adalah kalangan cendekiawan dan ABRI.Perbedaan ideologi dari partai-partai yang berkembang pada masa demokrasi parlementer menimbulkan perbedaan pemahaman mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini tampak dengan adanya tindakan presiden untuk mengangkat ketua MPRS dirangkan oleh wakil perdana menteri III serta pengangkatan wakil 34 Yahya Muhaimin. Hal ini berdampak pada terancamnya persatuan di Indonesia. Kedudukan presiden yang bertentangan dengan UUD 1945. Presiden yakin bahwa dengan menerima dan melaksanakan Nasakom maka persatuan Indonesia akan terwujud. dan Komunis). Pada masa demokrasi terpimpin pemerintah mengambil langkah untuk menyamakan pemahaman mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menyampaikan ajaran NASAKOM (Nasionalis. Perkembangan Militer dalam Politik di Indonesia 1945-1966. Berdasarkan UUD 1945. menyebabkan penyimpangan dan penyelewengan terhadap penyelewengan terhadap undang-undang dasar 1945dan pancasila dan pada akhirnya terjadi perebutan kekuasaan oleh PKI pada tanggal 30 September 1965 (G30S/PKI) yang merupakan bencana bagi bangsa Indonesia. Bagi presiden NASAKOM merupakan cerminan paham berbagai golongan dalam masyarakat. sebab MPRS tunduk kepada presiden. 31 . Upaya penyebarluasan ajaran Nasakom dimanfaatkan oleh PKI dengan mengemukakan bahwa PKI merupakan barisan terdepan pembela NASAKOM. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press . kenyataan bertentangan dengan UUD 1945. Keterlibatan PKI tersebut menyebabkan ajaran Nasakom menyimpang dari ajaran kehidupan berbangsa dan bernegara serta menggeser kedudukan Pancasila dan UUD 1945 menjadi Komunis. (1971).

E. Konflik antar partai yang mengganggu stabilitas nasional. Pembentukan MPRS yang bertentangan dengan UUD 1945. 35 Amin. Masing-masing politik berusaha untuk menghalalkan segala cara agar tujuan partainya tercapai 35.2 tahun 1959. G.ketua MPRS yang dipilih dan dipimpin oleh partai-partai besar serta wakil ARBI yang masing-masing berkedudukan sebagai menteri yang tidak memeimpin departemen. SM. F. H. 1967. Banyaknya partai dalam parlemen yang saling bebeda pendapat sementara sulit untuk mempertemukannya. C. Kegagalan kontituante dalam menetapkan undang-undang dasar sehingga membawa Indonesia ke jurang kehancuran sebab Indonesia tidak mempuyai pijakan hukum yang mantap. 32 . Indonesia di Bawah Rezim Demokrasi Terpimpin. Jakarta: Bulan Bintang. Situasi politik yang semakin buruk. Presiden juga membentuk MPRS berdasarkan penetapan presiden No. D. Tindakan ini bertentangan dengan UUD 1945 karena berdasarkan UUD 1945 pengangkatan anggota MPRS sebagai lembaga tertinggi negara harus melalui pemilu sehingga partai yang terpilih oleh rakyat memiliki anggotaanggota yang duduk di MPR.

1Simpulan Demokrasi terpimpin merupakan sebuah sistem dimana seluruh pemikiran maupun keputusan berpusat pada pemimpin negara. Demokrasi terpimpin adalah demokrasi yang dipimpin oleh sila keempat Pancasila. Soekrano dalam pembukaan sidang konstituante pada tanggal 10 november 1956. positif maupun negatif. Dimulai dari tumbangnya demokrasi liberal atau prlementer yang ditandai denga mundurnya Ali Sastroamidjojo sebagai perdana mentri. penegasan pemberlakuan demokrasi terpimpin dimulai setelah dibubarkannya badan konstituante dan dikeluarkannya dekrit Presiden 5 Juli 1959. Namun begitu.BAB III PENUTUP 3. Di indonesia sendir konsep ini diumumkan oleh presiden Indonesia yang pertama. Pada masa pemerintahannya dengan konsep demokrasi terpimpin banyak terjadi perubahan. pro dan kontra. Soekarno merupakan sosok yang begitu dihargai dan dikenal dengan sebutan “Bapak Proklamator” banyak mengalami gejolak dalam hidupnya hingga membuatnya banyak belajar tentang perpolitikan. adapun peristiwa yang penting terjadi saat itu yaitu:  Pembubaran DPR dan Pembentukan DPR GR  Pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara  Pembentukan Front Nasional  Pembentukan Kabinet Kerja 33 . Soekarno lah presiden yang memaparkan ideologi dan konsep demokrasi terpimpinnya. dan berkalu dari 1957-1965.

Manusia dalam Kemelut Sejarah. Ahmad.Gita Karya. Penerjemah A. Arsitek Bangsa. Bahan-bahan Indoktrinasi. A.1984. Jakarta: PT. ed. Kempen. ed. 1961. Penjelasan Manipol-Usdek. 34 . Ilmu Pemerintahan. Djember: Penerbit Sumber Ilmu. 2. 2011. ”Demokrasi dan Kediktatoran: Seketsa Pasang Surut Demokrasi di Indonesia” Edward Aspinal. Jakarta: Kompas Sekretariat Negara RI.Reachim. diakses pada tanggal 13 April 2016 Bob Hering. Wisnu Hardana (Yogyakarta: LkiS. 82.. Indonesian Communism Under Soekarno (Idiologi dan Politik 1959-1965). 30 Tahun Indonesia Merdeka . Soekarno.DAFTAR PUSTAKA Inu Kencana. dkk. 2000).. hlm.html. “Pendahuluan.blogspot.1985.Jakarta Rex.id/2015/04/pengertian-demokrasi-pancasilaterpimpin-liberal. Hari-hari Terakhir Presiden Soeharto. hlm 162 http://pengertian-isp... 2013. Islam dan Politik: Teori Belah Bambu. Mortimer. Titik Tolak Reformasi. 2012. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. “Perkembangan Demokrasi Kita”.Roslan.Abdulgani. hlm 149 Onghokham. Membangun Dunia Kembali (MDK). Masa Demokrasi Terpimpin 1959-1965. hlm 43 H.Jakarta: Gema Insani Press Noer.” dalam Edward Aspinal. Syafii Maarif. 1960 Widjaya.co.196 Soekarno. Jakarta: Bumi Aksara. Mubarak. dkk. 1978.”Demokrasi Dan Aktualisasi Pancasila”.A. 1996.W.Bandung.

Jakarta: Bulan Bintang.Amin. Indonesia di Bawah Rezim Demokrasi Terpimpin. 35 . Slamet Mulyana. (1986). 1967. Wawan Tunggul Alam (2003).Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. SM. Nasionalisme Sebagai Modal Perjuangan Bangsa Indonesia. Demi Bangsaku Pertentangan Sukarno Vs. Hatta. Jakarta : Balai Pustaka.