Anda di halaman 1dari 11

Referat Kecil

FUNGSI KESADARAN

Oleh :

Oleh
SEPTY DWI INDRIANI
NIM. 1408465687

Pembimbing :
dr. Riki Sukiandra, SpS

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU PENYAKIT SARAF
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ARIFIN ACHMAD
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2016

1

apatis.3 Proses kesadaran membutuhkan interaksi antara korteks serebri (keadaan waspada) yang intak dan formatio retikularis (keadaan bangun) di batang otak. Apatis adalah keadaan acuh tak acuh. baik dalam hal membuka mata. bicara. Somnolen adalah keadaan mengantuk. bahkan koma.FUNGSI KESADARAN 1. Kesadaran yang sehat dan adekuat dikenal sebagai komposmentis. Semua impuls aferen disebut input dan semua impuls eferen dinamakan output di susunan saraf pusat.2 Definisi lain kesadaran adalah keadaan yang mencerminkan pengintegrasian impuls eferen dan aferen.  Sopor (stupor) kantuk yang dalam. dengan ransangan nyeri atau suara keras baru membuka mata atau bersuara satu dua kata. mata tertutup. Mata tampak cenderung menutup. maupun reaksi motorik. Definisi Kesadaran adalah suatu keadaan di mana seorang individu sepenuhnya sadar akan diri dan hubungannya dengan lingkungan sekitar. masih dapat dibangunkan dengan perintah. sopor/stupor. Enggan memperhatikan keadaan dari  diri sendiri bahkan sekitarnya. Kesadaran a. 2 . masih dapat menjawab pertanyaan walaupun sedikit bingung. menyadari seluruh asupan dari panca indera (aware atau awas) dan bereaksi secara optimal terhadap seluruh ransangan baik dari luar maupun dari dalam atau dalam keadaan  awas dan waspada. Motorik  hanya berupa gerakan mengelak terhadap ransangan nyeri.5  Komposmentis/alert adalah sadar penuh. delirium. somnolen.2 b. Tingkat kesadaran Penilaian derajat kesadaran dapat dinilai secara kualitatif maupun secara kuantitatif. Kesadaran terdiri atas arousal (kemampuan berinteraksi dengan lingkungan sekitar dan dalam kondisi bangun penuh) dan awarenes (kemampuan untuk menerima dan memahami isi stimulas). Koma tidak ada lagi respon terhadap rangsangan yang keras.1. Penilaian gangguan kesadaran secara kualitatif antara lain: komposmentis.

Glasgow Coma Scale (GCS) Parameter Best Eye Response Best Motor Response Best Verbal Response Total score Patient’s response Spontaneous eye opening Eye opening to voice stimuli Eye opening to pain stimuli None Obeys commands Localizes topain Withdraws to pain Abnormal flexion (decorticate response) Extensor posturing (decerebrate response) No movement Conversant and oriented Confused and disoriented Utters inappropriate words Makes incomprehensible sounds Makes no sounds Score 4 3 2 1 6 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 3-15 c. uremia. hiponatremia. dan sebagainya. Anatomi dan Fisiologi Neuron-neuron di seluruh korteks serebri yang digalakkan oleh impuls aferen non-spesifik dinamakan neuron pengemban kewaspadaan. Oleh karenaitu. neuron-neuron tersebut dapat dinamakan neuron penggalak kewaspadaan. tumor intracranial. yaitu dengan menggunakan Glasgow Coma Scale (GCS) (tabel 1). trauma kapitis. maka koma yang dihadapi dapat terjadi oleh sebab neuron pengemban kewaspadaan sama sekali tidak berfungsi (disebut koma bihemisferik) atau oleh sebab neuron penggalak kewaspadaan tidak berdaya untuk mengaktifkan neuron pengemban kewaspadaan (koma diensefalik).6. Koma diensefalik antara lain dapat disebabkan oleh: strok. Apabila terjadi gangguan sehingga kesadaran menurun sampai derajat yang terendah. hiperglikemia. dan sebagainya. Koma bihemisferik antara lain dapat disebabkan oleh hipoglikemia. Derajat kesadaran ditentukan oleh banyaknya neuron penggalak atau neuron pengemban kewaspadaan yang aktif dan didukung oleh proses biokimia untuk menjaga kelangsungan kehidupan neuron tersebut.7 Tabel 1. derajat kesadaran bisa tinggi atau rendah. oleh karena tergantung pada jumlah neuron-neuron tersebut yang aktif. meningitis.Penilaian derajat kesadaran dapat juga dilakukan secara kuantitatif. koma hepatikum. Aktivitas neuron-neuron tersebut digalakkan oleh neuron-neuron yang menyusun inti talamik yang dinamakan nuclei intralaminares. 3 .

Formatio retikularis terletak di substansia grisea otak dari daerah medula oblongata sampai midbrain dan talamus. hipotalamus dan talamus. Anyaman ini dibagi menjadi tiga columna longitudinal. yang pertama menempati bidang median disebut columna mediana. subtalamus. pons. dan yang ketiga columna lateralis terutama berisi neuron-neuron yang kecil (Gambar 1). serta terdiri dari neuron-neuron berukuran sedang. mesenchephalon. yang kedua disebut columna medialis berisi neuron-neuron yang besar. melalui medulla oblongata.2 Formatio retikularis terdiri dari anyaman sel dan serabut saraf kontinu yang terletak dalam dan terbentang dari medulla spinalis.1 4 .Pusat pengaturan kesadaran manusia secara anatomi terletak pada serabut transversal retikularis dari batang otak sampai talamus dan dilanjutkan dengan formasio activator reticularis yang menghubungkan talamus dengan kortek cerebri.

Diagram yang memperlihatkan perkiraan posisi columna mediana medialis. Diinferior. akustik. Serabut aferen penting lainnya berasal dari korteks motorik primer lobus frontalis serta dari korteks somatosensorik lobus parietalis. formatio reticularis bersambung dengan interneuron substansia grisea medulla spinalis. serta nuklei talamus dan dari corpus striatum serta sistem limbik terdapat traktus-traktus aferen selanjutnya. hipotalamus. tractus spinothalamicus. dan visual. Dari subtalamus.Gambar 2. terdapat jaras cerebelloretikularis. dan lateralis formatio retikularis di dalam batang otak1 Terdapat jaras-jaras polisinaptik serta jaras-jaras asendens dan desendens yang menyilang atau tidak menyilang melibatkan banyak neuron yang memiliki fungsi-fungsi somatik dan viseral. sedangkan di superior impuls diteruskan menuju cortex cerebri. Dari medulla spinalis terdapat traktus spinoretikularis. banyak serabut proyeksi meninggalkan formation reticularis menuju cerebellum. dan lemniscus medialis. Dari nuklei saraf kranial terdapat traktus aferen asendens antara lain jaras vestibular.1 5 . Dari cerebellum.1 Proyeksi Aferen Berbagai jaras aferen dari sebagian besar susunan saraf pusat masuk ke formatio retikularis (Gambar 2).

Gambar 4.  Pengendalian susunan saraf endokrin. tectum.  Pengaruh pada jam biologis. Sebagian besar area cortex cerebri juga menerima serabut-serabut eferen. serta nuklei talamus.  Pengendalian susunan otonom. Diagram yang memperlihatkan serabut aferen formatio retikularis1 Proyeksi Eferen Jaras-jaras eferen membentang ke bawah hingga ke batang otak dan medulla spinalis melalui tarctus reticulobulbaris dan reticulospinalis ke neuron-neuron di dalam nuklei motorik saraf-saraf kranial dan sel-sel cornu anterior medulla spinalis.Gambar 3.2  Pengendalian otot rangka. substansia nigra. Neurotransmitter yang berperan pada ARAS yaitu neurotransmiter kolinergik. monoaminergik dan GABA.1 Fungsi Formatio Retikularis Terdapat beberapa fungsi penting penting dari formatio retikularis .  Sistem aktivasi retikular (Ascending Reticular Activating System/ARAS). Gambaran skematik sistem ARAS 6 . Jaras-jaras lainnya berjalan ke corpus striatum. Berbagai derajat keterjagaan (wakefulness) tampak bergantung pada tingkat aktivitas formatio retikularis (Gambar 3). nucleus ruber. subtalamus.  Pengendalian sensasi somatik dan viseral. seperti:1. Jaras desendens lainnya berjalan ke aliran keluar simpatis dan parasimpatis kraniosakralis susunan otonom. cerebellum. dan hipotalamus.

Input spesifik merujuk kepada perjalanan impuls aferen yang khas dimana menghasilkan suatu kesadaran yang khas pula. Jalur ini juga menerima masukan dari neuronpeptidergik di hipotalamus lateral dan otak depan bagian basal. Masukan-masukan ini memfasilitasi transmisi talamokortikal. yang berarti bahwa suatu titik pada kulit yang dirangsang mengirimkan impuls yang akan diterima oleh sekelompok neuron dititik tertentu daerah reseptif somatosensorik primer. 7 . Setibanya impuls aferen di tingkat korteks terwujudlah suatu kesadaran akan suatu modalitas perasaan yang spesifik. yaitu perasaan nyeri di kaki atau di wajah atau suatu penglihatan. Patofisiologi kesadaran8 Berdasarkan skema diatas kita dapat melihat bahwa input/rangsangan dibagi dua.7 Gambar 5. Jalur kedua (merah) mengaktivasi korteks serebri untuk memfasilitasi pengolahan masukan talamus dan berasal dari neuron-neuron kelompok sel monoaminergik. penghiduan atau suatu pendengaran tertentu.Masukan utama kepada nukleus pemancar dan retikular talamus (Jalur kuning) berasal dari kelompok sel kolinergik di pons bagian atas. Lintasan yang digunakan impuls-impuls tersebut dapat dinamakan lintasan yang menghubungkan suatu titik pada tubuh dengan suatu titik didaerah korteks primer (penghantarannya berlangsung dari titik ke titik). pedunkulopontine dan nukleus tegmental laterodorsal. spesifik dan non-spesifik.

neuron-neuron inti intralaminar disebut “neuron penggalak kesadaran”. Inti intralaminar yang menerima impuls non-spesifik tersebut akan menggalakkan dan memancarkan impuls yang diterimanya menuju/merangsang/menggiatkan seluruh korteks secara difuse dan bilateral sehingga timbul kesadaran/kewaspadaan. Biasanya dengan gejala TIK meningkat (papil 8 .3 Apabila terjadi gangguan sehingga kesadaran menurun sampai derajat yang terendah.Input yang bersifat non-spesifik adalah sebagian dari neuron penggalak kewaspadaan impuls aferen spesifik yang disalurkan melalui lintasan aferen nonspesifik (lintasan ini lebih dikenal sebagai “diffuse ascending retikular system”) yang terdiri dari serangkaian neuron-neuron di substansia retikularis medulla spinalis dan batang otak yang menyalurkan impuls aferen ke talamus (inti intralaminar).6 Penyebab koma secara garis besar dapat disingkat dengan “SEMENITE”.3 Koma Koma merupakan penurunan kesadaran yang paling rendah atau keadaan ‘unarousable unresponsiveness’. hipoglikemia. Karena itu.(gangguan hepar. N : Neoplasma – tumor baik primer ataupun sekunder yang menyebabkan penekanan intracranial. natrium). uremia. dsb). yaitu keadaan dimana dengan semua rangsangan. koma diabetikum. virus. dll M : Metabolik – akibat gangguan metabolic yang menekan/mengganggu kinerja otak. sedangkan neuron-neuron diseluruh korteks serebri yang digalakkan disebut “neuron pengemban kewaspadaan”. penderita tidak dapat dibangunkan. E : Elektrolit – gangguan keseimbangan elektrolit (seperti kalium. maka koma yang dihadapi dapat terjadi oleh sebab ‘neuron pengemban kewaspadaan sama sekali tidak berfungsi (koma kortikal bihemisferik) atau oleh sebab “neuron penggalak” kewaspadaan tidak berdaya untuk mengaktifkan neuron pengemban kewaspadaan (koma diensefalik).5 S : Sirkulasi – gangguan pembuluh darah otak (perdarahan maupun infark) E : Ensefalitis – akibat infeksi baik oleh bakteri. jamur.

E : Epilepsi. T : Trauma – kecelakaan. muntah). (C) Kerusakan bagian paramedian otak tengah atas dan diensefalon kaudal. (D) Kerusakan pontin tinggi dan tegmentum paramedial otak tengah bagian bawah. (B) Kerusakan diensefalik. 2. Kausal-kausal metabolik atau sub-mikroskopik yang menyebabkan penekanan aktivitas neuron. subdural 9 . Koma dihasilkan oleh dua kelompok besar permasalahan yaitu : 1.3 Tipe pertama. abses. I : Intoksikasi – keracunan. Permasalahan morfologis.4 Gambar 5. seperti tumor. bradikardi. infark edematosa masif atau perdarahan baik intraserebral. adalah lesi masa yang mudah dikenali.edema. Lesi otak yang dapat menyebabkan koma: (A) Kerusakan hemisfer bilateral luas. terdiri dari lesi-lesi berbatas tegas di batang otak bagian atas atau diensefalon bawah (dapat lesi primer atau sekunder karena kompresi) dan juga dapat terjadi oleh karena perubahan yang lebih luas di hemisfer serebri (Gambar 5). subarakhnoid.

Sama seperti di atas. Biasanya lesi-lesi tersebut melibatkan hanya sebagian dari korteks dan substantia alba. yang lebih jarang dari tipe pertama. terkadang diikuti oleh herniasi lobus temporal ke dalam bukaan tentorial yang pada akhirnya menyebabkan penekanan otak tengah dan daerah subtalamik dari sistem aktivasi retikular. sebagai akibat dari kerusakan traumatis (kontusio. ensefalitis viral.maupun epidural. atau perdarahan talamik dan batang otak atas serta beberapa tipe kerusakan akibat trauma. infark atau perdarahan bilateral. Pada tipe yang ketiga. Hanya jika lesi serebral luas dan bilateral maka kesadaran dapat ternganggu secara signifikan. Dalam banyak keadaan. lesi berlokasi di dalam talamus atau otak tengah dan menyebabkan neuron-neuron sistem aktivasi retikularis terlibat secara langsung. Pola patoanatomis ini menggambarkan stroke batang otak oleh karena oklusi arteri basilar. kerusakan aksonal difus).4 10 . lesi serebelar juga dapat menekan daerah retikular batang otak atas secara tidak langsung dengan mendorongnya ke depan dan juga mungkin ke atas. hipoksia atau iskemia. meningitis. namun tetap mendistorsi struktur yang lebih dalam. lesi masa ini atau hemisfer sekitarnya menyebabkan koma melalui penggeseran lateral struktur-struktur serebral dalam.4 Pada lesi anatomik tipe kedua. Koma dari kasus-kasus ini terjadi sebagai akibat interupsi impuls talamokortikal atau kerusakan umum neuron kortikal. terjadi kerusakan bilateral luas terhadap korteks dan substansia alba.

Clifford B. dan Mardjono. edisi ke-lima. 6.h. 2007. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. London : BMJ Books. Saper. 7. Koma. [book auth. 2009. Priguna. Buku Ajar Neurologi Klinis Cetakan Ketiga. 3. 2. 2009. h. 1257-1263 (27 october 2005)) 8. edisi ke-dua. 4. Scammell and Jun Lun Nature 437. Jakarta: EGC. Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. Neuroanatomi Klinik. Pendekatan diagnostik dan tatalaksana penurunan kesadaran (Koma). Wijaya Y. Snell R. Jakarta: EGC. Mahar. Universitas Gajah Mada.136-8. Neurologic Emergencies.] RAC Hughes. Surabaya: Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.DAFTAR PUSTAKA 1. Penerbit Dian Rakyat. Thomas E. Bates. 5. 338-340. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. 2008. 4. Sumantri S. Sherwood L. 11 . 2003. D. Neurologis Klinis Dasar. Sidharta. Medical Coma.