Anda di halaman 1dari 4

DIABETES MELLITUS

Sambiloto (Andrographis paniculata)
a. Deskripsi Umum
Herba sambiloto (Andrographis paniculata Nees, Acanthaceae) merupakan
salah satu bahan obat tradisional yang paling banyak dipakai di Indonesia. Dalam
buku resmi tanaman obat Indonesia, herba sambiloto digunakan sebagai diuretika dan
antipiretika, sedangkan pustaka lain menyebutkan bahwa herba sambiloto yang
digunakan

bersama-sama

dengan

kumis

kucing

(Orthosiphon

stamineus)

diindikasikan sebagai obat kencing manis. Penggunaan tradisional ini didasarkan atas
kenyataan bahwa seduhan sambiloto mempunyai rasa yang pahit, sehingga
diharapkan dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit kencing manis (diabetes
mellitus).
Adanya efek antidiabetes dari herba sambiloto telah ditunjukkan baik pada
kelinci maupun penderita diabetes. Pada pengujian dengan menggunakan uji toleransi
glukosa, komponen non-polar dari herba sambiloto tidak menunjukkan adanya
aktivitas sebagai penurun gula darah. Efek sebagai penurun gula darah ditunjukkan
oleh komponen polar, yaitu ekstrak etanol yang diperoleh dari serbuk yang telah
diekstraksi secara berturut-turut dengan heksana dan etilasetat
b. Senyawa Kimia dan Mekanisme Kerja
Dalam mendukung pencarian obat antidiabetik yang aman dan efektif, saat
inibanyak dilakukan penggalian bahan-bahan alam. Salah satunya penelitian
terhadaptanaman

sambiloto

(Andrographis

paniculata).

Tanaman

sambiloto

mengandung senyawa golongan fenol, flavonoid, terpenoid, alkaloid, kalium, natrium
dan asam kersik (Nuratmi dkk., 1996; Widiastuti, 2002). Senyawa kimia yang telah
berhasil diisolasi adalah andrografolid, andrografisid, andrograpanin, andropanosid
serta andrografidin A, B, C, D, E, dan F (Nuratmi dkk., 1996).
Menurut Elin Yulinah (2011), efek penurunan glukosa darah pada mencit
diabetes yang diinduksi barangkali disebabkan oleh perbaikan sel-sel β-pulau
Langerhans oleh komponen-komponen flavonoid dalam ekstrak herba sambiloto.
Percobaan lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan kemungkinan tersebut. Sejauh
ini, kemampuan ekstrak dalam meningkatkan sekresi insulin yang diuji in vitro
dengan mengukur peningkatan produksi insulin tidak memberikan hasil yang
bermakna dibandingkan kontrol in vitro12). Kemungkinan andrografolida, zat pahit

2010). g. Dapat menimbulkan reaksi anafilaksis bagi yang alergi. 2010).5 gram untuk manusia (BB 70 kg pada umumnya). diberikan secara oral. Cara penyiapan/pembuatan sediaan herbal dan Cara pemberian Sediaan dapat dibuat dalam bentuk kapsul yang berisi serbuk ataupun ekstrak herba sambiloto. d. jika mengkonsumsi bersamaan dengan obat antiplatelet atau antikoagulan karena sambiloto dapat menghambat agregasi platelet (Balai POM. Interaksi Obat Penggunaan herba sambiloto dalam kombinasi dengan daun salam menurut data etnofarmakologi dapat memberikan hasil lebih baik berupa penurunan kadar gula darah yang lebih stabil. Kontraindikasi Ibu hamil dan menyusui dilarang menggunakan herba ini karena dapat menyebabkan keguguran (mempunyai aktivitas abortivum) dan adanya efek antagonis dengan progesteron endogen. Hati-hati pada pasien kardiovaskular. sedangkan pada wanita dapat menyebabkan efek antifertilitas. i. Hindari penggunaan jangka panjang bersamaan dengan obat imunosupresan. Penderita yang alergi terhadap tanaman Acanthaceae (Balai POM.Kes. M. f. Bukti-bukti ilmiah yang mendukung Artikel Aktivitas Hipoglisemik Ekstrak Herba Sambiloto (Andrographis Metode Invivo. Mahalul Azam. c. h. pada mencit Hasil Positif memberikan aktivitas . Dosis. e. serta dapat pula dikonsumsi langsung dengan cara dibuat jus ataupun diseduh. Peringatan Tidak boleh dikonsumsi oleh wanita hamil. hal ini disebabkan karena rasa pahit dari andrografolida. diketahui bahwa dosis yang telah terbukti dapat memberikan efek antidibetik yaitu 22 mg/kg bb atau setara dengan 1.dari sambiloto yang bertanggungjawab terhadap aktivitas hipoglisemik perlu dikaji lebih lanjut. Berdasarkan hasil uji klinik fase 3 terhadap pasien DM yang telah dilakukan oleh dr. mual dan kehilangan selera makan. 2010). Ekstrak herba sambiloto kemungkinan memiliki efek sinergis dengan isoniazid (Balai POM. Efek Samping Penggunaan dosis tinggi herba sambiloto dapat menyebabkan perut tidak enak. Pernah dilaporkan (sangat jarang) timbulnya gatal-gatal (kaligata/urtikaria) setelah minum rebusan sambiloto (Balai POM. 2010). muntah-muntah.

dan ekstrak air memberikan aktivitas yang lebih tinggi. dimana didapatkan sediaan ekstrak sambiloto menunjukkan efek menurunkan glukosa . Hal ini tentu saja sesuai dengan uji praklinis dari pemeberian ekstrak sebelumnya. Buncis Dan Sambiloto) Sebagai Fitofarmaka Untuk Membantu Menurunkan Kadar Glukosa Darah Pada Penderita DM Invivo. Pada dosis 0. ekstrak etanol dan air menunjukkan aktivitas yang bermakna. menggunakan metode Kawanichi yang dimodifikasi Uji klinik fase 3 pada manusia penderita DM hipoglikemik.5 g/kg bb. diperoleh bahwa pemberian ekstrak sambiloto dosis 22mg/kgBB pada subjek penelitian terbukti memberikan hasil yang berbeda dan bermakna secara statistika. pada mencit Invitro untuk melihat daya inhibisi ekstrak terhadap enzim alfaglukosidase. Pare.49% Berdasarkan uji klinik fase 3. Acanthaceae) Aktivitas Antidiabetika Ekstrak Etanol Herba Sambiloto (Andrographis paniculata Nees (Acanthaceae) Perbandingan Daya Inibisi Terhadap enzim alfa-glukosidase antara ekstrak ramuan dan ekstrak tunggal penyusun formula obat antidiabetes alami Pengembangan Tanaman Lokal (Angsana.paniculata Nees. Positif memberikan efek penurunan kadar glukosa darah melalui uji toleransi glukosa pada mencit jantan yang diinduksi aloksan Ekstrak sambiloto memiliki daya inhibisi terhadap enzim alfaglukosidase yang paling besar yakni 94.

5 g dosis pada manusia dewasa.darah pada dosis 27 mg/200 gBB atau setara dengan 1. .