Anda di halaman 1dari 8

Teori Marxisme Dalam Hukum dan Perubahan Sosial

Kehidupan manusia sama seperti bumi yang terus berputar, tidak akan
berhenti pada suatu titik tertentu. Dengan adanya perputaran tersebut, maka
kehidupan manusia juga akan mengalami perubahan sesuai dengan zaman. Baik
dari sisi dan segi manapun. Manusia yang terlahir bayi akan tumbuh menjadi
seorang yang dewasa, bertambah tinggi dan bertambah tua pula. Anak kecil yang
tadinya tidak bisa membaca dan menulis melalui pendidikan dan belajar mereka
bisa melakukannya. Hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari meskipun sering
diabaikan namun hal tersebut mengalami perubahan setiap waktu.
Manusia

perlu

berubah

dan

mengikuti

perubahan

zaman

demi

kelangsungan hidupnya. Sebab semakin maju zaman semakin manusia dituntut


untuk bersaing dengan manusia lainnya, negara dengan negara lainnya dan pada
akhirnya yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, maka
ialah yang mampu bertahan. Setiap manusia membutuhkan sandang, pangan dan
papan. Namun ketiga hal tersebut tidak serta merta dapat dengan mudah dimiliki
dan dinikmati oleh manusia. Untuk memiliki dan menikmati tiga hal tersebut
manusia harus bekerja dan berusaha untuk mendapatkannya.
Berbicara mengenai bekerja dan berusaha, tujuan manusia bekerja adalah
untuk mendapatkan sejumlah upah yang dapat berupa uang. Dengan uang yang
diperolehnya itu maka ia dapat membeli apa yang dibutuhkannya untuk
mempertahankan hidupnya. Dengan uang yang diperolehnya ia mampu membeli
sanadang, pangan dan papan, ketiga hal pokok tersebut. maka sejatinya, dalam hal
mempertahankan kehidupannya manusia tidak bisa dipisahkan dari suatu kegiatan
tertentu, yaitu kegiatan ekonomi.
Bagi kehidupan manusia, ekonomi sangatlah penting peranannya. Pada
abad ke-19 saat terjadi revolusi besar-besaran di Eropa Barat, dimana industri
berkembang dengan begitu cepat. Industri-industri tersebut menggunakan

teknologi yang canggih dan lebih efisien penggunaannya dibandingkan dengan


menggunakan tenaga manusia dan juga dengan adanya teknologi tersebut industri
dapat menghemat biaya produksi, hingga pada saat itu peranan buruh menjadi
sangat kecil dalam dunia industri. Akibat dari hal tersebut para buruh menagalami
kesulitan ekonomi.
Pada saat itu, masyarakat dibagi kedalam kelas-kelas yaitu kelas borjuis
dan kelas buruh (proletariat). Kelas borjuis memegang kekuasaan baik dalam
bidang ekonomi maupun politik. Dengan kekuasaannya tersebut kelas borjuis
melakukan hal-hal yang tidak berperikemanusiaan terhadap kelas buruh. Kelas
buruh selalu berada pada posisi yang diperas dan dimelaratkan. Perlakuan macam
ini menyebabkan dendam dan sakit hati kelas buruh sehingga bangkit menyadari
situasinya, mereka membentuk ikatan-ikatan dalam organisasi kaum komunis
dengan tujuan memusuhi kelas borjuis dan membela diri dengan mempertahankan
upah pekerja, mendirikan koperasi-koperasi serta memelopori kekacauankekacauan dalam masyarakat.1
Karl

Marx (1818-1883), mengemukakan bahwa ekonomi

dalam

masyarakat berpengaruh pada perubahan sosial. Dengan asusmsi bahwa :2


a. Keberadaan menentukan kesadaran. Kondisi-kondisi kehidupan materi
menentukan tipe kesadaran normatif atau kesadaran sosiologis
seseorang.
b. Materi menentukan ideologi. Perubahan sifat-sifat materi (kontradiksi
ekonomi dan materi) berakibat pada perubahan sosial (berubah dalam
hal norma-norma atau kesadaran sosial).
c. Masyarakat tergantung pada kondisi-kondisi materi kehidupan, yang
substruktur ekonominya dikembangkan dalam masyarakat untuk

1 Andy Muawiyah Ramly. 2009. Peta Pemikiran Karl Marx. Yogyakarta : LKis
Yogyakarta. Hal. 148
2 Yesmil Anwar dan Adang. 2008. Pengantar Sosiologi Hukum. Bandung : Grasindo.
Hal. 28

memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok mereka (seperti perjuangan


manusia terhadap alam).
d. Interaksi yang terjadi adalah dialektis (sintesis akhir, saling
menggantikan unsur-unsur yang berlawanan).
Melihat dari uraian diatas, bahwa ekonomi memegang peranan penting
dalam masyarakat. Masyarakat akan melakukan apapun demi memenuhi
kebutuhannya, demi kepuasan fisik maupun batinnya. Meskipun cara yang
ditempuh terkadang bertentangan dengan konsep hak asasi manusia. Sebagai
contoh dalam beberapa waktu terakhir ini di Indonesia telah terjadi pembunuhan
terhadap seorang aktivis yang menolak penambangan pasir ilegal didaerahnya.
Dari berbagai sumber media pemberitaan, kasus kematian seorang aktivis
yang bernama Salim Kancil karena pengeroyokan yang dilakukan oleh para
preman penambang pasir dengan kepala desa daerah tersebut sebagai dalang
dari pembunuhan Salim Kancil tersebut. Jika ditarik pada suatu motif maka
penganiayaan dan pembunuhan terhadap Salim Kancil ini berorientasi pada
masalah ekonomi. sebab pertmabangan pasir tersebut merupakan bisnis yang
bernilai milyaran rupiah, dan Salim Kancil serta temannya Tosan adalah dua orang
yang menolak adanya bisnis tersebut. Sementara Kepala Desa Selok Awar-Awar
(kades Hariyono) adalah orang yang memiliki kepentingan dengan adanya bisnis
pertambangan pasir tersebut. dilansir dibeberapa media bahwa sebelum menjadi
Kepala Desa, Kades Hariyono merupakan seorang yang tergolong dalam
masyarakat ekonomi rendah, namun setelah menjadi Kades ia menjadi orang yang
paling kaya di desanya. Dengan harta kekayaan meliputi tiga unit mobil dan tiga
unit eksavator beserta harta kekayaan lainnya.
Dari contoh tersebut, maka dapat terlihat jelas bahwa motif pembunuhan
tersebut tidak lain adalah motif ekonomi. pertambangan pasir adalah sebuah bisnis
yang menjanjikan hasilnya. Berdasarkan penelusuran Republika bahwa :3
3 Dalam berita republika hari Sabtu Tanggal 03 Oktober 2015 : Pembunuhan
Salim Kancil Terkait Bisnis Pasir Miliaran Rupiah?. www.republika.co.id. Diakses
pada Tanggal 05 Oktober 2015

dalam satu hari, rata-rata 300 truk pengangkut pasir keluar-masuk area
penambangan. Sementara, harga pasir per truk berkisar antara Rp 200 ribu
hingga Rp 400 ribu, tergantung dari besaran truk. selain dari pembayaran
pasir, truk-truk pengangkut pasir juga dikenakan pungutan masuk atau
disebut uang portal, sebesar Rp 30 ribu hinga Rp 35 ribu per
kendaraan. Jika dikalkulasikan berdasarkan keterangan sumber tersebut,
pendapatan dari transaksi pasir mencapai Rp 1,8 milair hingga Rp 3,6
miliar per bulan. Sementara dari uang portal, didapat tambahan pemasukan
sebesar Rp 270 juta hingga Rp 315 juta per bulan.
Sebagai warga yang menolak adanya bisnis pertambangan pasir ilegal ini tentu
Salim akan menjadi penghalang bagi bisnis ini apabila warga yang lain juga ikut
mendukung penolakannya. Lebih dari itu, pelaku pengeroyakannya adalah para
pekerja tambang itu sendiri yang memiliki kepentingan dalam bisnisnya. Apabila
pertambangan ilegal ini ditutup maka mereka akan kehilangan pekerjaannya dan
bagi Kepala desa tersebut tentu merupakan kerugian besar bagi pribadinya.
Contoh diatas menunjukkan bahwa ekonomi dapat mempengaruhi tingkah
laku manusia. Bahwa pada awalnya manusia hidup berdampingan dalam
masyarakat, namun dengan seiring perkembangan zaman, kebutuhan yang
semakin bertambah setaip harinya, sifat alami manusia yang tak pernah puas, dan
faktor-faktor lainnya menyebabkan manusia dapat melakukan apapun untuk
kebutuhan ekonominya dan kepuasan dirinya. Dapat dikatakan bahwa alat
pemenuhan kebutuhan manusia dengan kebutuhan manusia yang beraneka ragam
dan semakin besar dari hari kehari menjadi terbatas, bahkan sangat terbatas.
Produksi yang dilakukan haruslah dalam skala besar dan bahkan produsenprodusen bersaing ketat dalam hal produksi tersebut. Seperti yang dikatan oleh
Marx pada zamannya, yaitu menurut Marx pertentangan antara dua unsur dalam
bidang ekonomi kekuatan produksi dan hubungan produksi melahirkan

perubahan mendasar dalam kehidupan masyarakat yakni suatu masa yang disebut
dengan revolusi sosial.4
Lebih dalam mengenai hubungan ekonomi dengan perubahan sosial dapat
dipahami bahwa ekonomi mempengaruhi hubungan sosial masyarakat yaitu
dengan menitikberatkan pada kedudukan sosial ekonomi. hampir serupa dengan
Karl Marx, Melly G. Tan mengemukakan tentang adanya golongan masyarakat
dilihat dari kedudukan sosial ekonomi. Melly. G. Tan mengatakan untuk

melihat kedudukan sosial ekonomi adalah pekerjaan, penghasilan, dan


pendidikan. Berdasarkan ini masyarakat itu dapat digolongkan kedalam
kedudukansosialekonomirendah,sedangdantinggi.5
Melly G. Tan menjelaskan secara lebih rinci, yang dimaksud dalam
golongansosialekonomirendah,sedangdantinggiadalah:6
1. Golonganmasyarakatberpenghasilanrendah.Yaitumasyarakatyang
menerimapendapatanlebihrendahdarikeperluanuntukmemenuhi
tingkathidupyangminimal.Untukmemenuhitingkathidupyang
minimal,merekaperlumendapatkanpinjamandarioranglain.
2. Golongan masyarakat berpenghasilan sedang. Yaitu pendapatan
yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok dan tidak
dapatmenabung.
3. Golongan masyarakat berpenghasilan tinggi. Yaitu selain dapat
memenuhikebutuhanpokok,jugasebagiandaripendapatannyaitu
dapatditabungkandandigunakanuntukkebutuhanyanglain.

4 Andy Muawiyah Ramly. 2009. Peta Pemikiran Karl Marx. Yogyakarta : LKis
Yogyakarta. Hal. 83.
5 D Molina. 2011. Pengaruh Sosial Ekonomi Rumah Tangga. repository.usu.ac.id. Diakses
tanggal 05 Oktober 2015.

6 Ibid.

Denganadanyagolongangolongandalammasyarakatdapatmenimbulkan
sikap iri pada golongan masyarakat tertentu (golongan rendah dan
menengah terhadap golongan masyarakat berpenghasilan tinggi) untuk
menjadikayasepertimereka.Polapikirsepertiitusebenarnyabaikapabila
dilakukan dengan cara yang sehat dan tidak menggunakan tindakan
kriminal.Namundengandigunakannyacaracarayangdilarangdanbersifat
kriminal oleh orangorang tertentu menyebabkan perlunya pengaturan
hukum yang tegas untuk menindaklanjuti perbuatan tidak bertanggung
jawab dan tidak bermoral seperti pada contoh yang telah dikemukakan
sebelumnya.
Sejatinya antara hukum, ekonomi dan perubahan sosial saling berkaitan
satusamalainnyadanjugasalingmempengaruhi.Namunperubahansosial
tidaklah secara langsung dipengaruhi oleh hukum, yang mendasari
terjadinya perubahan sosial adalah teknologi dan ekonomi (seperti yang
terjadipadarevolusiindustripadanegaraEropa).Halinidiperkuatdengan
teoridariKarlMarxmengenaihukumdanperubahansosial. KarlMarx
mengemukakanbahwa:

Perubahansosialtidakmungkindiciptakanolehhukum,
Teknologidanekonomiyangmengerakkanperubahansosial,
Hukummerupakansuprastrukturdiatasekonomidanteknologi,
Hukum sesungguhnya hanya institusi yang mengikuti perubahan
sosial.
Bahwa ekonomi dan teknologi berdampak langsung terhadap

perubahanpolatingkahlakumanusia.Manusiayangtadinyahiduptentram
denganpengaruhdesakanekonomipadaerasekaranginimampumenjadi
pribadi yang berbeda sama sekali dengan dirinya. Misalnya ia nekat
melakukan perbuatan seperti mencuri, membunuh, berjudi dan hal yang
serupa lainnya. Hal ini menunjukkan adanya perubahan sosial dalam

masyarakat,pergeseranmoraldalammasyarakattampaknyata,kriminalitas
merajalela dan mengancam kesejahteraan dan ketentraman bahkan
ketenangan jiwa masyarakat lainnya. Disinilah peran hukum muncul,
setelahadahalhalyangberlawanandantidaksesuaidengannormadan
nilai, maka halhal yang tidak bersesuaian itu harus ditegakkan dan
diupayakan untuk sesuai kembali dengan hukum, nilai dan norma yang
hidupdanberkembangdalammasyarakat.
Jadi, dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ekonomi
berpengaruhterhadapperubahansosialmasyarakatdanhukumadauntuk
mengantisipasiakibatyangditimbulkandariadanyaperubahanperubahan
tersebut.Perubahansosialiniterjadijugabukanhanyasematamatakarena
pengaruh ekonomi saja, namun juga terdapat faktorfaktor yang
mempercepatterjadinyaperubahansosialitusendiri,diantaranya:

Kontakdenganbudayalain;

Pendudukyangheterogin;

Toleransiterhadaptindakanpenyimpangan;

Sistempendidikanyangmodern;

Sikapmenghargaikaryaoranglain;

Motivasiuntukmaju;

Ketidakpuasanterhadapsektortertentu;

Keinginanmeningkatkantarafhidup.

DaftarPustaka

Buku :
Anwar, Yesmil dan Adang. 2008. Pengantar Sosiologi Hukum. Bandung :
Grasindo.
Ikram, Achadiati. 2001. Katalog Naskah Buton : Koleksi Abdul Mulku Zahari.
Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.
Magnis, Franz Suseno. 2005. Pemikiran Karl Marx Dari Sosialisme Utopis ke
Perselisihan Revisionisme. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Mallarangeng, Rizal. 2008. Dari Langit : Kumpulan Esai Tentang Manusia,
Masyarakat, dan Kekuasaan. Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia).
Ramly, Andy Muawiyah. 2009. Peta Pemikiran Karl Marx. Yogyakarta : LKis
Yogyakarta.

Jurnal/Internet :
Khoiruddin, A. 2011. Pemikiran Prof. Satjipto Rahardjo Tentang Hukum
Progresif. eprints.walisongo.ac.id. Diakses tanggal 05 Oktober 2015.
Molina, D. 2011. Pengaruh Sosial Ekonomi Rumah Tangga. repository.usu.ac.id.
Diakses tanggal 05 Oktober 2015.
S, Kukuh Tirta. 2011. Hukum dan Masyarakat. www.kompasiana.com. Diakses
tanggal 05 Oktober 2015
Soraya, B A. 2013. Perubahan Sosial Dan Kejahatan
jurnal.hukum.uns.ac.id. Diakses tanggal 05 Oktober 2015

Dunia

Maya.