Anda di halaman 1dari 10

RETENSI

REKAM MEDIS

LAILA FEBGRIANTIE
(201402010)
STIKes BUANA HUSADA
PONOROGO

PENGERTIAN
Retensi berarti menyimpan. Jadi sistem retensi
adalah sistem yang mengatur jangka waktu
penyimpanan berkas rekam medis , suatu kegiatan
memisahkan atau memindahkan antara dokumen
rekam medis yang masih aktif dengan dokumen
rekam medis yang dinyatakan in aktif di ruang
penyimpanan (bukan sistem yang mengatur tata
cara pemusnahan rekam medis). Dokumen rekam
medis yang telah diretensi akan disimpan di ruang
penyimpanan in aktif berdasarkan tanggal terakhir
pasien berobat dan berdasarkan diagnosis
penyakit pasien.

JENIS BERKAS REKAM MEDIS


Berkas rekam medis aktif yaitu
berkas rekam medis yang masih
digunakan untuk pelayanan pasien
yang bersangkutan.
Berkas rekam medis inaktif yaitu
berkas rekam medis yang sudah tidak
digunakan lagi untuk pelayanan
pasien yang bersangkutan .

Berkas rekam medis kasus hukum


(medikolegal), misalnya kasus pembunuhan;
penganiayaan; pemerkosaan; pengguguran
kandungan, harus diretensi minimal 20 tahun
sebagai berkas aktif.
Kasus-kasus tertentu yang dianggap sangat
bernilai, misalnya kasus HIV/AIDS; operasi
pemisahan kembar siam; operasi penyesuaian
organ kelamin (gender reassigment); SARS; flu
burung; dan sebagainya, umumnya akan
disimpan selamanya karena memiliki nilai
keilmuan kedokteran yang masih terus
berkembang. Berkas-berkas rekam medis
seperti ini tidak dimusnahkan dan akan terus
diretensi, atau disebut juga diabadikan.

Misalnya, untuk pasien gangguan jiwa


dengan pelayanan rawat jalan (RJ) berkas
rekam medisnya akan tetap disimpan di
ruang filing sebagai berkas aktif sampai 10
tahun sejak terakhir digunakan untuk
pelayanan. Jadi jika pasien gangguan jiwa
tersebut datang berobat jalan terakhir
tahun 2000 dan tidak pernah datang lagi
(atau meninggal dunia) sampai tahun
2010, maka berkasnya sudah memenuhi
masa retensi sebagai berkas aktif dan
dapat dipindahkan ke tempat
penyimpanan berkas rekam medis inaktif.
Berkas pasien ini akan disimpan di ruang
filing inaktif selama minimal 5 tahun .

Jika sudah melewati penyimpanan minimal


5 tahun di ruang filing inaktif dan pasien
tetap tidak pernah datang lagi (atau
memang sudah meninggal dunia) maka
berkas pasien ini bisa disiapkan untuk
dinilai dan (mungkin) dimusnahkan .
Seandainya berkas rekam medis sudah
menjadi inaktif dan sudah dipindahkan
keruang filing inaktif lalu pasien datang
berobat lagi maka berkas rekam medis
akan diambil kembali dan setelah
digunakan untuk pelayanan akan disimpan
di ruang filing aktif lagi . Jadi, hasil dari
proses retensi adalah tersimpannya
berkas rekam medis aktif (di ruang

UNDANG-UNDANG YANG MENGATUR TENTANG


RETENSI
Permenkes 269/Menkes/Per/III/2008 dalam
bab IV pasal 8 mengatur bahwa :
Rekam medis pasien rawat inap di rumah sakit
wajib disimpan sekurang-kurangnya untuk jangka
waktu 5 (lima) tahun tehitung dari tanggal
terakhir pasien berobat atau dipulangkan;
Setelah batas waktu 5 (lima) tahun sebgaimana
dimaksud pada ayat (1) dilampaui, rekam medis
dapat dimusnahkan, kecuali ringkasan pulang
dan persetujuan tindakan medik.
Ringkasan pulang dan persetujuan tindakan
medik sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
hanya disimpan untuk jangka waktu 10 (sepuluh)
tahun terhitung dari tanggal dibuatnya ringkasan

PerMenKes No.
269/MenKes/PER/III/2008,
berdasarkan BAB IV, pasal 8 ayat a
tentang penyimpanan dokumen
rekam medis bahwa:

Rekam medis pasien rawat inap di


rumah sakit wajib disimpan
sekurang-kurangnya untuk jangka
waktu 5 (lima) tahun terhitung dari
tanggal pasien berobat atau
dipulangkan .

TERIMAKASIH