Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Program-program pelatihan pegawai bertujuan untuk meningkatkan prestasi kerja serta

memperbaiki kepuasan kerja pegawai. Teknik on the job training (OJT) merupakan metode
latihan yang paling banyak digunakan, di mana pegawai dilatih tentang pekerjaan baru dengan
supervisor langsung atau pegawai yang lebih berpengalaman. Ada beberapa macam teknik yang
biasa digunakan dalam latihan model OJT. Dijelaskan oleh Hani Handoko (2000) dalam teknikteknik dalam OJT adalah sebagai berikut : (1)Rotasi Jabatan, pelatihan yang ditujukan untuk
memberikan pengetahuan kepada karyawan tentang bagian-bagian organisasi yang berbeda dan
praktik berbagai macam keterampilan manajerial; (2) Instruksi Pekerjaan, pelatihan yang
ditujukan untuk memberikan secara langsung petunjuk pekerjaan, dan digunakan terutama untuk
melatih para karyawan tentang cara pelaksanaan perkerjaan; (3) Magang (apprenticeships),
merupakan proses belajar dari seorang atau beberapa orang yang lebih berpengalaman. Pelatihan
ini sangat tepat untuk pekerjaan yang membutuhkan keterampilan tertentu seperti ahli kerajinan;
(4) Coaching, pelatihan yang diberikan oleh penyelia atau atasan kepada karyawan dalam
pelaksanaan kerja rutin mereka dalam bentuk bimbingan dan pengarahan; (5) Penugasan
Sementara, berupa penempatan karyawan pada posisi manajerial atau sebagai anggota panitia
tertentu untuk jangka waktu yang ditetapkan, di mana karyawan terlibat dalam pengambilan
keputusan dan pemecahan masalah-masalah organisasional secara nyata; (6) Sistem Penilaian
Pekerjaan, merupakan penilaian yang diberikan kepada karyawan setelah menyelesaikan suatu
tugas atau pekerjaan, yang selanjutnya dapat digunakan untuk pengembangan lebih lanjut dari
diri karyawan yang bersangkutan.

On The Job Training

1

1. BAB II PEMBAHASAN 1. Rumusan Masalah Apa yang dimaksud dengan On The Job Training (OJT) ? Apa tujuan dari On The Job Training (OJT) Metode apa yang terkandung dalam On The Job Training (OJT) ? Apa saja langkah-langkah yang dilakukan untuk adanya On The Job Training (OJT) ? 1. 2. kebiasaan kerja dan sikap karyawan. 4. TUJUANON THE JOB TRAINING( OJT ) On The Job Training 2 . Dengan kata lain On the Job Training adalahpelatihan dengan cara pekerja atau calon pekerja ditempatkan dalam kondisi pekerjaan yangsebenarnya.pengetahuan.B. PENGERTIAN ON THE JOB TRAINING( OJT ) On the Job Training adalah suatu proses yang terorganisasi untuk meningkatkan keterampilan. dibawah bimbingan dan pengawasan dari pegawai yang telah berpengalaman atauseorang supervisor. 3. 4. Tujuan Untuk mengetahui pengertian On The Job Training(OJT) Untuk memahami tujuan yang ada dalam On The Job Training(OJT) Untuk mengetahui metode-metode yang terkadung dalam On The Job Training Untuk menambah wawasan mengenai On The Job Training C. 2. 2. 3.

Mengamati secara langsung apa yan menjadi tanggung jawabnya. yang berganti tugas dan tanggung jawabnya. Dilaksanakan pada setiap karyawan baru. karyawan yang menunjukkan prestasi kurang baik dalam 3. Perlihatkan cara melaksanakan pekerjaan a. Dilaksanakan di tempat kerja 2. mengamati. jangan b. melihat dan 4. Buatlah karyawan yang merasa tidak nyaman itu merasa nyaman. mampu menunjukkan apa yang dikerjakan (salah dan benar) 3. kemudian mempu menjelasakan tentang apa yang dikerjakan. mereka tentang pekerjaan Jelaskan proses seluruh pekerjaan dan hubungkan beberapa pekerjaan yang telah diketahui oleh pekerja itu e. c. Pengetahuan/keterampilan berupa pengalaman (praktik langsung) 5. pindah ke bagian lain (mutasi). Tempatkan karyawantersebut pada posisi kerja yang normal f. Lakukan pekerjaan itu dengan kecepatan kerja yang normal On The Job Training 3 . Meningkatkan kemampuan dan keterampilan dengan jelas. Jelaskan persyaratan kuantitas dan kualitasnya b. dan keterampilan yang dibutuhkan. pekerjaannya Dilaksanakan untuk memberikan kecakapan yang diperlukan dalam pekerjaan tertentu sesuai dengan tuntutan kemampuan bagi pekerjaan tersebut sebagai alat untuk kenaikan jabatan 4. CIRI-CIRI ON THE JOB TRAINING ( OJT ) 1. Meningkatkan kecepatan menyelesaikan suatu pekerjaan dengan mengulang-ulang 5. carilah apa yang telah diketahui oleh d. jenis pekerjaan yang sama disertai kepercayaan diri. Biaya relatif kecil 4. perangkat. 3. Persiapkan orang yang belajar a. mengerjakan sendiri di bawah bimbingan supervisor. Memperoleh pengalaman langsung (bagi karyawan baru) mengenal jenis pengetahuan 2. dan syarat administratif 2. melihat apa yang harus dikerjakan. LANGKAH-LANGKAH UNTUK MENDUKUNG BERHASILNYA ON THE JOB TRAINING ( OJT ) Dibawah ini beberapa langkah untuk membantu keberhasilan pelatih dalam pelatihan On The Job Training 1. bahan.1. Meningkatkan diri mulai dari tingkat dasar. terampil dan akhirnya menjadi mahir. Dilaksanakan secara individual 6. sampai ada ketegangan Jelaskan mengapa mereka harus belajar Doronglah minat mereka untuk bertanya. Perkenalakan peralatan.

ke waktu berdasarkan standar kualitas dan kuantitas Perbaiki pola kerja yang salah sebelum terlanjur menjadi kebiasaan.Metode on the job adalah pelatihan yang menggunakan situasi dalam pekerjaan. Lakukan pekerjaan itu dengan kecepatan lambat untuk beberapa kali.c. Job Instruction Training (Latihan Instruktur Pekerjaan) Adalah dengan memberikan petunjuk-petunjuk pekerjaan secara langsung pada pekerjaan dan terutama digunakan untuk melatih para karyawan tentang cara-cara On The Job Training 4 . doronglah karyawantersebut agar dia mampu memenuhi standar kualitas dan kuantitas. Lakukanlah uji coba a. Beri tahukan kepada siapa dia harus meminta tolong b. jelaskan hal-hal yang penting Biarkan orang itu menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan saat anda melakukan pekerjaan itu dengan kecepatan lambat 3. c. Sambil melaksanakannya. Perbaikilah kesalahannya. berulang kali Lakukanlah pekerjaan itu dengan kecepatan normal Biarkan orang itu melakukan pekerjaan tersebut secara bertahap sehingga akan d. biarkan dia mengerjakannya. mengurangi absensi dan perputaran. periksalah pekerjaannya dari waktu c. Tindak lanjut a. Di dalam On the job Training. sambil menjelaskan setiap langkahnya kepada Anda. lakukanlah beberapa langkah rumit b. serta memperbaiki kepuasan kerja. secara perlahan. dibagi dalam beberapa metode. semakin terampil dan semakin cepat Setelah orang tersebut nampaknya mampu melakukan pekerjaan. bagian-bagian yang sulit atau bagian dimana kesalahn mungkin terjadi Sekali lagi ulangi pekerjaan itu dengan kecepatan lambat beberapa kali. Biarkan karyawantersebut melakukan pekerjaan yang diberikan beberapakali. Di sini karyawan diberi pelatihan tentang pekerjaan baru dengan supervisi langsung seorang pelatih yang berpengalaman (biasanya karyawan lain). TEKNIK ON THE JOB TRAINING( OJT ) Program latihan menurut Handoko (1995:110) dirancang untuk meningkatkan prestasi kerja. yaitu : 1. jelaskan d. 5. dan bila perlu. Buktikan d. e. agar dapat menjelaskan setiap langkahnya. Ada dua kategori pokok program latihan manajemen. tetapi jangan ditinggalkan 4. bahwa metode yang dipelajari lebih baik Berikan pujian untuk pekerjaan yang baik. Secara bertahap kurangilah pengawasan.

Pada metode ini didaftarkan semua langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam pekerjaan sesuai dengan urutannya. Apprenticeships / understudy / magang Merupakan proses belajar dari seseorang atau beberapa orang yang lebih berpengalaman. Kelemahan dari metode ini adalah adanya tambahan biaya untuk melatih para pelatih. 5. Metode ini digunakan untuk mengembangkan keahlian perorangan. 2. dan memberi sudut pandang bersifat organisasional. 1. Waktu kerja singkat 3. Sedangkan kelemahan metode ini adalah: 1. b. Mampu melaksanakan penilaian presentasi secara komparatif dengan lebih obyektif. Memberi latar belakang umum tentang organisasi. On The Job Training 5 .pelaksanaan pekerjaan sekarang. Job Rotation (Rotasi Pekerjaan) Tujuan rotasi kerja adalah memperluas latar belakang karyawan dalam bisnis. Kelebihan dari metode ini adalah pelatih telah mendapatkan keahlian tentang cara melatih sehingga pelatihan dapat dilakukan dengan lebih maksimal. a. Salah satu teknik dalam on the job di mana pelatih (trainer) diberikan pelatihan terlebih dahulu sebelum trainer tersebut itu memberikan pelatihan kepada staff. Keuntungan menggunakan metode ini antara lain : 1. Memperoleh keunggulan dalam setiap situasi. 3. Mendorong kerja sama antar departemen. 4. Karyawan berpindah dalam periode tertentu dan diberi pengetahuan tentang bagianbagian organisasi yang berbeda serta praktek berbagai majam ketrampilan manajerial. Tidak memberikan tanggung jawab penuh terhadap karyawan yang sedang dirotasi 2. 2. sehingga para karyawan yang bersangkutan dapat mempelajari segala aspek dari pekerjaannya. Mendorong keluwesan organisasi melalui penciptaan sumber daya manusia yang fleksibel. Memperkenalkan sudut pandang yang segar secara periodik kepada berbagai unit.

Metode magang tepat digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan ketrampilan tertentu seperti kayawan pengrajin. Sedangkan kelemahannya adalah tidak memberikan waktu kerja penuh yang sesungguhnya. Metode ini digunakan untuk mengembangkan keahlian perorangan sehingga para karyawan dapat mempelajari segala aspek dari pekerjaannya. Selain itu metode ini juga tidak membutuhkan fasiltas yang terpisah. Demonstration and example / demonstrasi dan pemberian contoh Dalam metode ini pelatih harus memberi contoh/memperagakan cara melakukan pekerjaan/cara bekerja suatu alat/mesin. 5. Sedangkan kelemahan magang adalah waktunya yang relatif lama. 4. Kelebihan metode ini adalah memudahkan tranfer belajar kepada para peserta/karyawan juga dapat menciptakan hubungan langsung antara karyawan dengan pelatih. Selain itu magang juga dapat memberikan pelatihan yang ekstensif. Namun. Kelebihan magang adalah peserta/karyawan tidak turut campur secara langsung dalam pekerjaan sehingga tidak mempengaruhi pekerjaan pemangku jabatan tertentu. Dalam metode ini pengawas diperlukan sebagai petunjuk untuk memberitahukan kepada peserta mengenai tugas atau pekerjaan rutin yang akan dilaksanakan dan bagaimana cara mengerjakannya. dan kemungkinan kurangnya motivasi dari pemangku jabatan tertentu sehingga tidak menunjukkan pekerjaan yang benar. Coaching and counseling / bimbingan dan penyuluhan Adalah suatu cara pelaksanaan pelatihan dimana atasan mengajarkan keahlian dan ketrampilan kerja kepada bawahannya. Dilaksanakan dengan cara peserta harus mengerjakan tugas dengan dibimbing oleh pejabat senior atau ahli.Magang dilakukan dengan cara peserta mengikuti kegiatan/pekerjaan yang dilakukan oleh pemangku jabatan tertentu yang sudah berpengalaman. untuk mempelajari bagaimana cara melakukan sesuatu kegiatan. biaya yang cukup mahal. kelemahan dari metode demonstrasi dan pemberian contoh adalah peserta/karyawan turut campur dengan On The Job Training 6 . Sangat efektif karena peserta mendapat teori dan praktek secara langsung sehingga memudahkan transfer belajar. Penyuluhan efektif bila latihannya diindividualisasikan dan peserta belajar melakukan pekerjaan langsung.

6. Penugasan sementara Penempatan peserta/karyawan pada posisi manajerial atau anggota panitia tertentu untuk jangka waktu yang ditetapkan. Peserta terlibat dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah-masalah organisasional nyata. orang yang dilatih bisa mendapatkan keterampilan dengan mengamati penyelia. Kelebihan dari metode penugasan sementara adalah peserta/karyawan diberikan tanggung jawab secara langsung sehingga peserta/karyawan bekerja dengan serius. seseorang pekerja yang telah berpengalaman atau penyelia yang dilatih ditugaskan untuk melatih karyawan.yaitu : On The Job Training 7 . para pelatih harus mengetahui prinsip-prinsip belajar dan empatlangkah teknik instruksi. Disini. Misalnya. karena orang yang dilatih belajar sambil melakukannya dan mendapatkan timbal balik yang cepat atasprestasi mereka. Latihlah para pelatih dengan hati-hati. Metode ini juga digunakan secara luas pada level manajemen yang tinggi OJT memiliki beberapa keunggulan. Metode ini juga memberikan pembelajaran.harapan yang rendah dan peran pelatih bisa menghasilkan prestasi yang buruk dari orang yang dilatih Jadi orang yang melatih harus menekankan harapan yang tinggi untuk keberhasilan orang-orang yang mereka latih. jangan terlalu mengandalkan keberhasilan dari sebuah program OJT. Kelemahnnya adalah tentang pemberian waktu yang relatif singkat. Tetapi ada beberapa hal untuk diperhatikan saat menggunakan OJT Yang paling penting. Pada level bawah. dan berikan bahan pelatihan yang diperlukan. Metode ini relatif tidak mahal karena orang yang dilatih belajar sambil bekerja. Program On The Job Training harus mempunyai metode masa pembelajaran yang di kembangkan secara hati – hati Pembelajaran ini biasanya di lalui oleh beberapa langkah. Jenis pelatihan OJT yang paling dikenal adalah metode coaching (membimbing) atau understudy (sambil belajar).pekerjaan sehingga jika melakukan keslahan dapat merusak peralatan yang ada dan menghambat pekerjaan. Tidak membutuhkan fasilitas diluar kantor yang mahal seperti ruang kelas atau peralat belajar tertentu.

Kedua. mendesain. Ketiga. Ketika si trainer sudah melihat pegawai yang di latihnya sudah mampu. keterampilan pelatihan langkah demi langkah artinya pelatih OJT harus mengimplementasikan 3 tahapan program yakni perencanaan.maka yang di training mampu melakukan semua tugas tugasnya.a. pelatih OJT haus mempunyai keterampilan umum yakni phisik kehadiran. keterampilan penanganan masalah yakni pelatih OJT harus diberi bimbingan didalam penanganan situasi jika pada saat itu ada suatu masalah yang mereka hadapi. kemarahan ke arah pelatih dan issue di luar pelatihan. mau mendengarkan pada trainee dan melakukan pertanyaan pada trainee. prinsip belajar orang dewasa yakni orang dewasa membawa pengalaman dalam situasi belajar. menyiapkan dan mempresentasikan. Pentraining mengobservasikan pegawai yang lebih berpengalaman dan lebih ahli dalam melaksanakan tugas tugas yang berhubungan dengan pekerjaannya. memperlakukan orang dewasa dengan dewasa dan memastikan pelatihan yang praktis. d. seperti analisis. On The Job Training 8 . evalusi. pengamatan. Pegawai yang di latih. Hal ini dimungkinkan karena pengelola tidak melakukan langkah-langkah yang harus ditempuh sebelum mengadakan pelatihan. sehingga hasil yang dicapai belum sesuai dengan tujuan yang diharapkan.pelan pelan mulai di berikan pekerjaan yang lebih untuk di laksanakan hingga mereka bisa dengan benar malaksanakan seluruh pekerjaan mereka. orang dewasa belajar terbaik dengan bekerja/praktek. Prosedur prosedur dan tehnik yang digunakan didiskusikan terlebih dahulu sebelum. Keempat. orang dewasa ingin belajar. Si pentraining menyediakan bantuan dan feed back yang secara berkelanjutan. d. Ketika seorang karyawan telah terpilih menjadi seorang pelatih maka dia harus memperhatikan beberapa hal diantaranya sebagai berikut : a.sesudah si pentrainer telah mendemontrasikan tugas tugas yang berhubungan dengan pekerjaan itu di laksanakan c. Model itu misalnya. b. c. ADDIE. b. orang dewasa menyukai variasi. Contoh situasinya adalah takut gagal. Ada beberapa model yang telah dikembangkan oleh para ahli yang dapat kita gunakan sebagai acuan dasar merancang sebuah pelatihan kerja. menentukan tujuan.selama. ada beberapa pelatihan yang dirasakan belum optimal. Model-model Desain Pelatihan Terkadang. dan kegiatan lainnya.

Model ADDIE membantu klien dalam menganalisis kebutuhan pelatihan. Model ADDIE menyajikan desain pelatihan tahap demi tahap yang membantu merencanakan pelatihan secara khusus pada tiap tahapnya dan merancang program pelatihan. Implementation dan Evaluation. Development Tahap pengembangan. Pada tahap pengembangan ini. langkah awal ialah menganalisis peserta pelatihan. dan kelak pelatihan tidak salah sasaran. kita harus mengembangkan design atau rancangan pelatihan yang telah kita rancang agar pelatihan akan lebih menarik dan berkembang. Kelima tahap ADDIE ini meliputi proses pengembangan pelatihan. menentukan tempat. ASSURE. Model desain ADDIE membentuk pemetaan terhadap seluruh rancangan pelatihan. Menentukan model dan metode yang akan digunakan. berawal dari apa yang dibutuhkan peserta didik dalam pelatihan sampai tahap pengukuran. Analysis Dalam model ADDIE. mendesain dan mengembangkan materi serta strategi. tetapi kita bisa memilihnya sesuai dengan bidang pekerjaan. Dalam tahap design inilah segala sesuatu harus dirancang sesuai dengan tujuan dan hasil analisis. pada tahap design kita telah menentukan nara sumber sesuai dengan ahlinya. karena sudah dianalisa terlebih dahulu.. 3. Lalu model apa yang paling sesuai untuk pelatihan OJT? Sebenarnya semua model bisa digunakan. terkait juga dengan perkembangan zaman. Design. dan pada tahap pengembangan ini kita meminta On The Job Training 9 . waktu. Dari hasil analisis. mengimplementasikan pelatihan serta mengevaluasi keefektifan pelatihan. Design Setelah mengetahui apa yang peserta didik butuhkan. serta metode atau strategi yang ingin digunakan. Model ADDIE merupakan siklus yang terdiri dari lima komponen. materi. Apa yang mereka butuhkan.Morrison & Kemp. keterampilan dan pengetahuan apa yang dibutuhkan pada saat ini dalam meningkatkan kinerja SDM.Contoh. yaitu : Analysis. 2. sasaran pelatihan. dan model lainnya yang dipandang sesuai. apakah peserta didik mendapatkan apa yang mereka butuhkan (materi atau kompetesi pelatihan). dibawah ini penjelasan mengenai model ADDIE yaitu : 1. selanjutnya merancang pelatihan tersebut semenarik mungkin. sesuai dengan karakteristik peserta pelatihan. membantu memberikan langkah-langkah sistematis dan spesifik untuk kegiatan pelatihannya. dan sebagaimana mestinya. Kebutuhan peserta pelatihan akan terpenuhi. akhirnya akan muncul sebuah konsep pelatihan sesuai dengan target pasar. Development. Model-model ini sangat penting digunakan sebagai dasar merencanakan pelatihan.

agar peserta pelatihan akan merasa puas. Melakukan rotasi pekerjaan agar dapat dipertahankan tingkat ketrampilan. Kita melaksanakan pelatihan tersebut sesuai dengan yang telah kita rancang dan kembangkan. 6. ini untuk mengetahui juga apakah ia cocok atau mempunyai minat dibidang lainnya dan juga kualitas kepemimpinannya. 4. b. amka akan diperbaiki.narasumber untuk memberikan games-games pembuka terlebih dahulu agar pelatihan tidak monoton. RANCANGAN SALAH SATU METODE ON THE JOB TRAINING PADA PERUSAHAAN Desain suatu program pelatihan di tempat kerja dapat dilakukan dengan berbagai cara. g. akan dirancang lebih baik lagi. Dalam tahap pelaksanaan inilah yang merupakan tantangan. bukan hanya satu tugas. Evaluation Evaluasi merupakan tahap akhir yang paling penting. Pada tahap evaluasi. Membagi pekerjaan orang lain untuk dikerjakan bersama. e. agar dapat dipertahankan tingkat ketrampilan yang merata. Hal ini juga yang kelaka akan menjadi tahap 5. atau bahkan melenceng dari desain awal. Bisa saja pekerja yang lebih On The Job Training 10 . Seorang karyawan menjadi mentor atau pendamping dari karyawan yang baru masuk. Jika terdapat kekurangan. h. kita harus mengevaluasi segala macam proses pelatihan dari awal hingga pelaksanaan. Memberi kesempatan bagi seseorang menjadi ketua tim dari proyek diluar pekerjaannya. Memperluas pekerjaan seseorang. misalnya : a. misalnya dengan memberikan kewenangan tambahan seorang operator mesin untuk bertanggung jawab terhadap perawatan mesin yang digunakannya. sehingga kelak hasil dan tujuan akan selaras. f. Implementation Selanjutnya tahap implementasi. i. apakah pelatihan sudah berjalan dengan baik sesuai acara. d. Mengembangkan kemampuan karyawan dengan memberikan beberapa tugas. Membuat suatu tim untuk melakukan pekerjaan bersama. dan setelah pelaksanaan. yaitu pelaksanaan. Job shadowing. jika sudah baik. disini dapat terlihat bagaimana kemampuannya menjalankan berbagai tugas (multi tasks). Hal ini ditujukan agar tercipta hasil yang lebih optimal lagi di masa mendatang. c. disini bisa saja seorang pekerja yunior menjadi asisten dari pekerja senior atau sebaliknya pekerja senior mempelajari apa yang dilakukan oleh pekerja yuniornya. Melibatkan seseorang untuk melakukan pekerjaan yang sifatnya projek sementara.

pengarsipan surat masuk dan keluar. Dalam training ini. On The Job Training 11 . pemberian nomor surat yang tidak sesuai dengan buku surat keluar. karyawan tersebut dapat mengetahui pekerjaan rutin yang harus dilakukan. Pekerjaan tersebut meliputi. lebih teliti dalam melihat nomor surat yang akan diberikan serta melengkapi data-data inventaris barang yang kurang lengkap. serta penginventarisan barang yang kurang lengkap. karyawan tersebut diperkenalkan dengan pekerjaan yang berhubungan dengan administrasi perkantoran yang harus dilakukan. pegawai yang menjadi pembimbing memberikan solusi untuk lebih tertib dalam pengarsipan surat. CONTOH KONKRIT ON THE JOB TRAINING ( OJT ) Seorang mahasiswa yang baru lulus. Dan diperkenalkan terlebih dahulu pada visi dan misi universitas serta struktur organisasinya. Begitu juga pekerja lama mereka betah ditempat kerja karena selalu mendapat kesempatan mengembangkan diri. karyawan tersebut mendapatkan sebuah permasalahan yaitu kurang tertibnya dalam pengarsipan surat.yunior menjadi ketua team dengan anggota pekerja yang sudah senior bahkan bosnya sendiri. Dari permasalahan yang dihadapi. Adanya pelatihan ditempat kerja juga dapat bermanfaat untuk menarik karyawan baru yang ingin bergabung karena mengetahui di perusahaan itu mempunyai pelatihan kerja yang baik. Karyawan tersebut dibimbing oleh seorang pegawai administrasi yang telah lama bekerja di tempat tersebut. Dengan adanya training kerja ini. melayani mahasiswa dalam pengadministrasian serta pengiventarisan barang-barang yang dimiliki di kantor administrasi. Setelah itu. 7. Jadi dengan menggunakan berbagai pendekatan untuk meningkatkan ketrampilan ditempat kerja dapat dicapai suatu bentuk standar pelatihan kerja. pemberian nomor surat. mendapatkan pekerjaan sebagai seorang karyawan bidang administrasi di universitas.

BAB III KESIMPULAN A. Pelatihan (training) adalah serangkaian aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan keahlian. jadi pemimpin perusahaan dapat menentukan untuk tetap menggunakan cara yang sama atau mengubahnya dengan cara baru yang dirasa lebih efektif dalam meningkatkan kinerja pegawai. pengalaman. Kesimpulan Pelatihan dan pengembangan adalah dua hal yang berbeda. Sehingga fungsi evaluasi pelatihan dan pengembangan itu sendiri adalah mengetahui seberapa efek dari suatu pelatihan dan pengembangan dalam kinerja pegawai. Sedangkan metode Off the job training adalah metode pelatihan dengan menggunakan situasi di luar pekerjaan. ataupun perubahan sikap seseorang. On The Job Training 12 . Definisi evaluasi pelatihan dan pengembangan adalah suatu usaha untuk menghasilkan data tentang efek pelatihan tersebut bagi kinerja pegawai yang akan digunakan sebagai acuan untuk memperoleh hasil kinerja yang diinginkan. pengetahuan. Sedangkan pengembangan (development) mempunyai ruang lingkup lebih luas On the job training adalah metode pelatihan yang dilaksanakan di tempat kerja yang sebenarnya dilakukan sambil bekerja. Umumnya digunakan apabila target yang perlu dicapai banyak.