Anda di halaman 1dari 6

PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT KECAMATAN KLANGENAN

KEPUTUSAN KEPALA PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT KECAMATAN KLANGENAN
KOTA ADMINISTRASI JAKARTA PUSAT
NOMOR : 8063 TAHUN 2015
TENTANG

SASARAN SASARAN KESELAMATAN PASIEN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
KEPALA PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT KECAMATAN KLANGENAN
KABUPATEN ADMINISTRASI CIREBON,
Menimbang

: a. bahwa dalam rangka memperhatikan keselamatan pasien maka
perlu meningkatkan mutu layanan klinis, di Puskesmas Kecamatan
Klangenan
b. bahwa sehubungan dengan pernyataan butir a di atas, maka
dipandang perlu untuk menetapkan sasaran sasaran keselamatan
pasien di Puskesmas Kecamatan Klangenan
c. bahwa sehubungan dengan pernyataan pada butir a dan b tersebut
diatas, perlu menetapkan Keputusan Kepala Pusat Kesehatan
Masyarakat Kecamatan Klangenan Tentang Sasaran Sasaran
Keselamatan Pasien

Mengingat

: 1.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dan
Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran
2.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75
Tahun 2015 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;
3.

Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan
Publik;

4.

Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil
Negara;

5.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan
Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor
2 Tahun 2015;

6.

Peraturan menteri Kesehatan No.269/MENKES/PER/III/2008 Tentang
Rekam Medis;

7.

Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur
Negara Nomor : 13 TAHUN 2009 Tentang Pedoman
Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Dengan Partisipasi
Masyarakat;

Asep Firmansjah. Jenis Pelayanan Indikator Standar . 9. Peraturan Gubernur Nomor 165 Tahun 2012 tentang Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah Kabupaten Cirebon. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Akreditasi Puskesmas. 10. 128/Men. Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2014 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Peraturan Menteri Kesehatan No. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 11. MEMUTUSKAN : Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS KECAMATAN KLANGENAN TENTANG SASARAN SASARAN KESELAMATAN PASIEN KESATU : KETIGA : Menentukan Sasaran Sasaran Keselamatan sebagaimana terlampir dalam Surat Keputusan ini Pasien Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan Ditetapkan di pada Tanggal: : Cirebon 2016 KEPALA UPT PUSKESMAS KLANGENAN dr.Kes/SK/II/ 2004 tentang Kebijakan Dasar Puskesmas.8.1691/MENKES/PER/VIII/2011 Tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit. 12. H.MHKes NIP 19700904 200112 1 002 LAMPIRAN I : Keputusan Kepala Pusat Kesehatan Myasarakat Kecamatan Gambir Kota Administrasi Jakarta Pusat Nomor : 8063 Tahun 2015 Tanggal : 2016 SASARAN SASARAN KESELAMATAN PASIEN No.

penghitungan dilakukan setiap bulan Formula Rumus: Jumlah status yang sesuai Jumlah sampel X 100 % 2. sesuai target yang ditetapkan dalam sasaran mutu unit di ruangan. diagnosa. POLI GIGI 4 RUMAH BERSALIN Kesesuaian antara anamnesa. 20 % dari total kunjungan pasien. yaitu dengan mengukur ketepatan diagnose dan terapi yang sesuai dengan SOP yang ada. dibagi jumlah yang dipantau. POLI UMUM 2 RUANG TINDAKAN 3.1. Tidak terjadi infeksi pasca tindakan medis Tidak ada infeksi yang ditimbulkan setelah dilakukan tindakan medis di ruang tindakan. Kesesuaian diagnosa dan terapi Kesesuaian diagnosa dan terapi yaitu : terapi yang diberikan sesuai dengan diagnosa yang didapat berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik pasien serta hasil pemeriksaan penunjang ( jika ada ) dan sesuai dengan prosedur klinis Pengambilan data dilakukan setiap hari dari 10 penyakit yang telah ditetapkan ( merupakan 10 penyakit terbanyak di Puskesmas ):  Penatalaksanaan Hipertensi  Penatalaksanaan DBD  Penatalaksanaan demam tifoid  Penatalaksanaan ISPA  Penatalaksanaan Diare  Penatalaksanaan Dyspepsia  Penatalaksanaan Penyakit Kulit Infeksi  Penatalaksanaan Penyakit Kulit Alergi  Penatalaksanaan Penyakit kulit Jamur ( Dermatitis n)  Penatalaksanaan Myalgi Pengukuran indicator dilakukan setiap hari.Hal ini . dan terapi pada status pasien Tidak terjadi Infeksi Pasca Tindakan Medis Semua tindakan penyuntikan harus disertai inform consent Kunjungan ulang 10 hari post partum di RB Ketepatan tindakan sesuai patograph Kunjungan KIPI kurang dari 5% dari kunjungan imunisasi 100% 100 % 100 % 0% 0% 5. IMUNISASI 100 % 6 FARMASI ( gudang Obat) Tidak ada obat kadaluarsa 0% 7 KIA Pemeriksaan Hb 100% pada kunjungan ibu hamil kedua 100 % 1.

tidak lebih dari 0. Adapun kriteria kematian bayi yang masuk dalam pemantauan yaitu : .dapat diketahui jika pasien pada saat kontrol pasca tindakan. dan cara penghitungannya yanitu setiapa ada ibu atau bayi meninggal karena persalinan dibagi jumlah ibu atau bayi yang lahir di Rumah Bersalin Untuk AKB : Setiap ada kejadian ibu hamil melahirkan di RB dan bayinya meninggal sesuai dengan kriteria a. Angka kematian bayi : 0 % dan Anka kematian Ibu 0 % Angka Kematian Ibu : 0 % yaitu tidak adanya kematian ibu pada saat dirawat/melahirkan di unit Rumah bersalin Puskesmas Kecamatan Gambir Angka Kematian bayi Baru Lahir : 0. dengan mengambil semua tindakan yang dilakukan di ruang tindakan. dan peghitungannya yaitu jumlah diagnosa dan terapi yang sesuai dibagi jumlah kasus yang ada. penghitungan dilakukan setiap bulan Formula Rumus : Jumlah Pasien tidak terjadi Infeksi X 100 % = Jumlah Pasien yang dilakukan tindakan % 3.Penatalaksanaan Hiperemia Pulpa Pengukuran dilakukan setiap hari sesuai kriteria.Bayi meninggal bukan karena kelainan kongenital . Formula Rumus AKB dan AKI : ∑ Jumlah bayi lahir meninggal ∑ jumlah bayi yang lahir x 100 % = % ∑ kejadian adanya ibu yang dirawat/melahirkan meninggal dunia ∑ Ibu bersalin di Unit RB x 100 % = % .3 % yaitu bayi yang lahir di unit Rumah bersalin Puskesmas Kecamatan GAMBIR.Ibu melakukan pemeriksaan Ante Natal Care di Rumah Bersalin Puskesmas gAMBIR Pengukuran dilakukan setiap adan kejadian yang tidak diharapkan . Pengambilan data dilakukan setiap hari sesuai kriria yang ditetapkan : . Kesesuaian diagnosa dan terapi Kesesuaian diagnosa dan terapi yaitu : terapi yang diberikan sesuai dengan diagnosa yang didapat berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik pasien dan sesuai dengan prosedur klinis.Penatalaksanaan Iritasi Pulpa .3 %. penghitungan dilakukan setiap bulan Formula Rumus Jumlah status yang sesuai X 100 % = Jumlah sampel (Sesuai Kriteria) % 4. jika pasien tidak kembali diperkiran tidak terjadi infeksi Pengukuran dilakukan setiap hari.

Makin cepat KIPI terjadi makin cepat gejalanya timbul. selalu dipantau Formula Rumus : Jumlah Kumulatif 1 bulan yang tidak terjadi KIPI Jumlah Kumulatif 1 bulan yang di berikan Imunisasi X 100 % 6.Reaksi Vaksin ( Faktor Vaksin ) . dibagi jumlah kasus yang dipantau - Formula Rumus Jumlah ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas Jumlah bumul dengan faktor risiko yang dipantau = % .Primigravida kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun .Kesalahan Program ( Kesalahan penyimpanan.Reaksi Suntikan ( Rasa takut / gelisah atau sakit dari tindakan penyuntikan ) .Peyebab tidak di ketahui Gejala Klinis KIPI: KIPI dapat timbul secara cepat / lambat dan dapat di bagi menjadi : .Reaksi Lain . yang secara langsung menyebabkan kesakitan dan kematian ibu maupun bayi Faktor Risiko pada Ibu Hamil diantaranya . Pemantauan kunjungan bumil dengan factor risiko /risti Yaitu beberapa keadaan yang menambah risiko kehamilan. misalnya kelainan tulang belakang atau panggul Pengukuran dilakukan terhadap ibu hamil dengan faktorv risiko yang berkunjung ke poli KIA PKM Gambir. Pengambilan data dilakukan setiap pelaksanaan imunisasi.Kelainan bentuk tubuh.Gejala Lokal .5. dan riwayat cacat kongenital .Anak lebih dari 4 .Reaksi susunan syaraf pusat .5 cm Riwayat keluarga menderita penyakit kencing manis. unit pelayanan Puskesmas Kecamatan Gambir Pengukuran dilakukan pada saat stok opname di gudang obat Formula rumus : Jumlah Obat yang kadaluarsa Total jumlah obat X 100 % = % 7.Jarak persalinan terakhir dan kehamilan sekarang kurang dari 2 tahun .Sistemik . pengelolaan dan tata laksana pemberian Vaksin ) . 1999 ) .Tinggi badan kurang dari 145 cm Berat badan kurang dari 38 kg atau lingkar lengan atas kurang 23. namun tidak secara langsung meningkatkan risiko kematian ibu Risiko tinggi kehamilan merupakan keadaan penyimpangan dari normal. hipertensi. Pemantauan tidak terjadinya kasus KIPI dalam pelayanan Imunisasi Definisi KIPI : adalah semua kejadian sakit dan kematian yang terjadi dalam masa 1 bulan setelah Imunisasi Klasifikasi KIPI ( WHO. Obat kadaluarsa Obat kadaluarsa artinya ditemukan adanya obat yang kadaluarsa / Expire date/ rusak di gudang obat.

I. MPH NIP 196607241993012001 .KEPALA PUSKESMAS KECAMATAN GAMBIR KOTA ADMINISTRASI JAKARTA PUSAT dr. RUSMALA DEWI. A. G.