Anda di halaman 1dari 8

PROGRAM PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN

RSU ATTUROTS AL ISLAMY 2014

I.

PENDAHULUAN
Pelayanan Rumah Sakit saat ini mengalami paradigma baru dengan
fokus pada pasien (patient-centered). Dalam perkembangan
masyarakat yang semakin kritis, mutu pelayanan rumah sakit tidak
hanya disorot dari aspek klinis medisnya saja namun juga dari aspek
keselamatan pasien dan aspek pemberian pelayanannya, karena
muara dari pelayanan rumah sakit adalah pelayanan jasa.
Konsekuensinya rumah sakit harus meningkatkan mutu pelayanan
terhadap pasien tidak hanya dari aspek medisnya dan mengutamakan
keselamatan pasien (patient safety). Sesuai dengan visi misi rumah
sakit. Untuk mewujudkan visi rumah sakit yaitu sebagai salah satu
rumah sakit pilihan di wilayah Sleman Barat, maka peningkatan mutu
pelayanan rumah sakit mutlak diperlukan. Dalam misi Rumah Sakit
Atturots Al Islamy juga disebutkan bahwa rumah sakit berkeinginan
meningkatkan kepuasan pasien dan mewujudkan budaya patientsafety.
Peningkatan mutu adalah program yang disusun secara objektif dan
sistematik untuk memantau dan menilai mutu serta kewajaran asuhan
terhadap pasien, menggunakan peluang untuk meningkatkan asuhan
pasien dan memecahkan masalah-masalah yang terungkap. Program
peningkatan mutu dan keselamatan pasien merupakan jembatan bagi
rumah sakit dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pasien
secara aman, tepat indikasi dan efisien.

II.

LATAR BELAKANG
Dalam perundang-undangan yang berlaku disebutkan bahwa Rumah Sakit
berkewajiban menyelenggarakan program peningkatan mutu dan
keselamatan pasien. Peraturan perundang-undangan yang terkait antara
lain adalah Undang-undang RI Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik
Kedokteran, Undang-undang RI Nomor 44 Tahun 2009 tentang rumah
sakit, PMK no 1438 tentang standar pelayanan kedokteran dan PMK 1691
tentang Keselamatan Pasien.
Inti dari undang-undang RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik
Kedokteran yakni :
1. Memberikan perlindungan kepada pasien (patient safety)
2. Mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan medis yang
diberikan.
3. Memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dan dokter.

menyelenggarakan kendali mutu dan kendali biaya. 3. masyarakat. mempertahankan/meningkatkan mutu pelayanan medis dan memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat dan dokter serta dalam melaksanakan praktknya wajib mengikuti standar pelayanan kedokteran. 2. Sebagai kelanjutan untuk mengukur hasil kerjanya perlu ada alat ukur yang lain. 3. lingkungan rumah sakit dan sumberdaya manusia di rumah sakit. masyarakat. Tanpa mengukur hasil kinerja rumah sakit tidak dapat diketahui apakah input dan proses yang baik telah menghasilkan output yang baik pula. Tujuan dari Undang-undang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran adalah memberikan perlindungan terhadap pasien. Tujuan Umum Mendorong pelaksanaan kegiatan pelayanan kepada pasien yang memnuhi standar pelayanan. Memastikan bahwa pelayanan diberikan sesuai dengan standar pelayanan medis dan keperawatan. Pada kegiatan ini rumah sakit harus melakukan berbagai standar dan prosedur yang telah ditetapkan. 2. Menjamin pemberian pelayanan sesuai dengan standar pelayanan medis. Meningkatkan mutu dan mempertahankan standar pelayanan rumah sakit. b. yakni : 1.Inti dari Undang-undang RI Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Mengupayakan peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien melalui peningkatan kemampuan pemberian pelayanan kesehatan. TUJUAN a. Mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. yaitu instrumen mutu pelayanan rumah sakit yang menilai dan memecahkan masalah pada hasil (output). Indikator rumah sakit disusun bertujuan mengukur kinerja rumah sakit serta nyata sesuai standar yang ditetapkan. 4. Tujuan Khusus 1. keselamatan pasien dan dilaksanakan secara terpadu sesuai dengan kebutuhan pasien. Rumah sakit dipicu untuk dapat menilai diri (self assesment) dan memberikan pelayanan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Memberikan kepastian hukum kepada pasien. Memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien. keselamatan pasien dan memberikan kepuasan kepada pasien. III. Kendali mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit sudah diawali dengan penilaian akreditasi rumah sakit yang mengukur dan memecahkan masalah pada tingkat input dan proses. sumberdaya masnusia rumah sakit dan rumah sakit. .

h. Indikator manajemen Adalah tolak ukur untuk menilai mutu rumah sakit dalam bidang manajemen. Kejadian Tidak Diharapkan Adalah setiap insiden yang mengakibatkan cidera pada pasien. 4. k. dengan mencari sebab terjadinya. Peningkatan mutu dan keselamatan pasien Definisi suatu sistem yang diterapkan di rumah sakit sehingga dapat memberikan asuhan dengan lebih baik. b. d. j. i. Kejadian Nyaris Cedera Adalah terjadinya insiden yang belum sampai terpapar ke pasien. tetapi belum menimbulkan insiden. Indikator klinis Adalah tolak ukur untuk menilai mutu rumah sakit dalam bidang pelayanan klinis. g. Clinical pathway Adalah suatu konsep perencanaan pelayanan terpadu yang merangkum setiap langkah yang diberikan kepada pasien berdasarkan standar pelayanan medis dan asuhan keperawatan yang berbasis bukti dengan hasil yang terukur dan dalam jangka waktu tertentu selama di rumah sakit. e. Risk Manajemen Kegiatan melakukan tindakan untuk risiko yang dinilai dapat menimbulkan masalah. f. RCA Adalah kegiatan analisis menggunakan pohon masalah untuk mengetahui kegiatan atau kejadian yang menyebabkan timbulnya kejadian. PENGERTIAN a. . Sentinel Adalah setiap kejadian tidak diharapkan yang mengakibatkan kematian. dan mencari solusi dengan perubahan disain/prosedur. mengenali akibat dari kesalahan. c. FMEA Adalah suatu alat mutu untuk mengkaji prosedur secara rinci dan mengenali adanya model-model kegagalan/kesalahan pada suatu prosedur. Indikator sasaran keselamatan pasien Adalah tolak ukur untuk menilai mutu rumah sakit dalam bidang keselamatan pasien. l. m. Kejadian Tidak Cedera Adalah insiden yang sudah terpapar ke pasien tapi tidak timbul cidera. melakukan penilaian pada tiap model kegagalan/kesalahan. Tersusunnya sistem monitoring pelayanan RSU Atturots Al Islamy melalui indikator mutu pelayanan rumah sakit. n.4. Kondisi Potensial Cedera Adalah kondisi yang sangat berpotensial untuk menimbulkan cidera. Upaya Peningkatan Mutu adalah memperkecil (reduction) risiko pada pasien dan staf secara berkesinambungan baik diproses klinis maupun di lingkungan fisik.

Pimpinan menetapkan prioritas kegiatan PMKP f.penggunaan antibiotika dan obat lainnya . SKP merupakan salah satu program prioritas PMKP k. Hasil PMKP di info kan ke staf secara reguler 6. Program menangani sistem dari RS. rancangan sistem dan rancang ulang dari PMKP. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN a.penggunaan darah dan produk darah .5. Program menangani koordinasi semua komponen dari kegiatan penilaian/pengukuran dan pengendalian mutu j. isi dan penggunaan rekam medis pasien . pelaksanaan dan monitoring program PMKP b. Pimpinan berpartisipasi dalam perencanaan.penggunaan anestesi dan sedasi . Clinical Pathway 1. Evaluasi Clinical Pathway melalui kegiatan audit b. Penyusunan Clinical Pathway 2.prosedur bedah . Pimpinan menetapkan mekanisme pengawasan program PMKP c.ketersediaan. Pimpinan melaporan hasil kegiatan program PMKP ke pemilik d. dengan menerapkan pendekatan sistematik i.pelayanan laboratorium . Pemantauan Indikator Area Klinis . Pimpinan menetapkan prioritas yang di evaluasi e. Penerapan Clinical Pathway di Rumah Sakit 4.pelayanan radiologi dan diagnostic imaging . Seluruh unit kerja di RS melaksanakan program PMKP h. KEBIJAKAN a. Pimpinan memahami teknologi dan unsur bantuan lain g. Sosialisasi panduan penerapan Clinical Pathway 3.kesalahan medikasi (medication error) dan Kejadian Nyaris Cedera (KNC) .asesmen pasien . PENGORGANISASIAN KOORDINATOR PMKP SEKRETARI S PJ PMKP PJ KPRS 7.

2. Pemantauan patient safety 1. Penilaian Kinerja . Sosialisasi cara pelaksanaan pemantauan indikator area manajemen 3. Penyusunan panduan pemantauan indikator area manajemen 2.Penilaian tenaga kerja non medis e. keluarga pasien dan staf 1. Clinical Pathway : PLAN - Pengumpulan data 5-10 penyakit terbanyak dari RM . Sosialisasi pelaksanaan program keselamatan pasien rumah sakit. 5. Penerapan Root Cause Analysis dan tindak lanjut atas hasil RCA. surveilans dan pelaporan riset klinis 1. In house training penerapan program peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Pendidikan dan Latihan Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien 1. 3. 4. Studi banding pemantauan indikator area klinis dan area manajemen serta pasteint safety di RSU Nur Hidayah 3. Studi banding penyusunan dan penerapan clinical pathway di RSU Nur Hidayah 2. Evaluasi pemantauan indikator area manajemen d. pelaporan aktivitas yang diwajibkan oleh peraturan perundangundangan manajemen risiko manajemen penggunaan sumber daya harapan dan kepuasan pasien dan keluarga harapan dan kepuasan staf demografi pasien dan diagnosis klinis manajemen keuangan pencegahan dan pengendalian dari kejadian yang dapat menimbulkan masalah bagi keselamatan pasien. Penyusunan panduan pemantauan indikator area klinis Sosialisasi cara pelaksanaan pemantauan indikator area klinis Pelaksanaan pemantauan indikator area klinis Evaluasi pemantauan indikator area klinis c.Penilaian tenaga kerja medis . 4. Pencatatan dan pelaporan insiden keselamatan pasien (Sentinel. 2. Penyusunan panduan dan program keselamatan pasien rumah sakit. 3. f. Pemantauan indikator Area Manajemen - pengadaan rutin peralatan kesehatan dan obat penting untuk memenuhi kebutuhan pasien. METODE KEGIATAN a. Pelaksanaan pemantauan indikator area manajemen 4. KTD dan KNC).- pencegahan dan pengendalian infeksi.

Sosialisasi kepada unit-unit terkait Panitia mutu mengadakan evaluasi penerapan clinical pathway melalui kegiatan audit medis setiap tiga bulan sekali. Pemantauan patient safety PLAN - Tim KPRS menyusun program keselamatan pasien rumah sakit . Publikasi hasil survei indikator area klinis melalui leaflet dan poster. Tindak lanjut untuk meningkatkan mutu area manajemen agar sesuai dengan target yang ditetapkan. c. Publikasi hasil survei indikator area manajemen melalui leaflet dan poster. Pemantauan indikator area manajemen : PLAN - DO STUD Y ACTIO N - Rapat penetapan indikator manajemen bersama dengan direktur Penyusunan panduan pemantauan indikator area manajemen Penyusunan SPO pemantauan indikator area manajemen Sosialisasi panduan dan SPO kepada unit terkait Pelaksanaan survei indikator area manajemen Panitia mutu mengadakan evaluasi pemantauan indikator area manajemen setiap 3 bulan sekali. Pemantauan indikator area klinis : PLAN - DO STUD Y ACTIO N - Rapat penetapan indikator klinis bersama dengan direktur Penyusunan panduan pemantauan indikator area klinis Penyusunan SPO pemantauan indikator area klinis Sosialisasi panduan dan SPO kepada unit terkait Pelaksanaan survei indikator area klinis Panitia mutu mengadakan evaluasi pemantauan indikator area klinis setiap 3 bulan sekali.- DO STUD Y ACTIO N - Staf medis menyiapkan standar pelayanan medis (SPM). Penyusunan clinical pathway secara bersama-sama oleh dokter. petugas gizi. d. analis laboratorium dan bagian keuangan. Tindak lanjut untuk meminimalkan varians yang timbul dari penerapan clinical pathway b. perawat/bidan menyiapkan standar asuhan keperawatan. petugas gizi dan penunjang menyiapkan standar kerja dan petugas keuangan menyiapkan tarif. Tindak lanjut untuk meningkatkan mutua area klinis agar sesuai dengan target yang ditetapkan. perawat/bidan.

RCA dan Risk Management. FMEA. RCA dan Risk Management. 6. Pendidikan dan Latihan Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien PLAN - DO - STUD Y ACTIO N - Tim mutu menyusun panduan dan SPO pendidikan dan latihan program peningkatan mutu dan keselamatan pasien Sosialisasi program kepada unit terkait Pelaksanaan program pendidikan dan latihan Tim mutu melakukan evaluasi pelaksanaan program pendidikan dan latihan. Tindak lanjut untuk meminimalkan kejadian sentinel. Seluruh program pendidikan dan latihan dapat dilaksanakan. f. . 4. SASARAN 1. KNC Tim KPRS melakukan evaluasi dari pencatatan kejadian. VI. Adanya kejadian sentinel. KTD dan KTC seluruhnya tercatat dan dilaporkan kepada tim KPRS. 2. Pencatatan kejadian sentinel. KTD dan KTC Publikasi hasil kegiatan tim KPRS e. Tindak lanjut untuk meningkatkan kemampuan tenaga medis maupun nonmedis dalam bidang peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Sosialisasi panduan dan SPO kepada unit terkait Pelaksanaan program keselamatan pasien rumah sakit. Tercapainya target mutu untuk setiap indikator area klinis sesuai dengan target yang dijelaskan dalam panduan. FMEA. Penilaian Kinerja PLAN - DO - STUD Y ACTIO N - Tim mutu menyusun panduan dan SPO penilaian kinerja tenaga medis dan non medis. 3.DO STUD Y ACTIO N - Tim KPRS menyusun panduan keselamatan pasien rumah sakit. Tidak terdapat kejadian sentinel di RSU Atturots Al Islamy. Sosialisasi prosedur penilaian kinerja tenaga medis dan nonmedis Pelaksanaan penilaian kinerja tenaga medis dan nonmedis Tim mutu melakukan evaluasi prosedur penilaian kinerja tenaga medis dan non medis. Tim KPRS menyusun SPO keselamatan pasien rumah sakit. 5. KTD. Tindak lanjut untuk meningkatkan kinerja tenaga medis maupun non medis. Tercapainya target mutu untuk setiap indikator area manajemen sesuai dengan target yang dijelaskan dalam panduan. Tercapainya penerapan clinical pathway untuk setiap pasien di berkas rekam medis.

KTD. Penerapan clinical pathway dievaluasi melalui kegiatan audit setiap 3 bulan sekali. Adanya varians dari penerapan clinical pathways dicatat sebagai evaluasi standar pelayanan pasien. b.VII. d. Evaluasi data kejadian sentinel. Data indikator area klinis dievaluasi setiap 3 bulan sekali oleh panitia mutu untuk selanjutnya disampaikan rekomendasi kepada direktur. 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V EVALUASI a. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN 1 Pembentukan Panitia Mutu Peyusunan Program Mutu dan Keselamatan Penyusunan Clinical Pathway Penerapan Clinical Pathway Penyusunan Panduan Pemantauan Indikator Area Klinis Pengumpulan data Indikator Area Klinis Evaluasi data indikator area klinis Penyusunan panduan pemantauan area manajemen Pengumpulan data indikator area manajemen Evaluasi data indikator area manajemen Penyusunan Program KPRS Pengumpulan data KPRS Evaluasi data oleh tim KPRS VIII. Data indikator area manajemen dievaluasi setiap 3 bulan sekali oleh panitia mutu untuk selanjutnya disampaikan rekomendasi kepada direktur. KTC dilakukan oleh tim KPRS setiap 3 bulan sekali untuk selanjutnya disampaikan rekomendasi kepada direktur. V V . c.