Anda di halaman 1dari 3

RUMAH SAKIT

PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PADA KECELAKAAN

ISLAM

KARENA PARENTERAL ATAU NON PARENTERAL

PURWOKERTO
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

PT.PPI.001

01

1 dari 2

Ditetapkan :

Tanggal Terbit

Direktur

SPO
1 Desember 2013

Dr. Budi Santoso, SpB

PENGERTIAN
Pencegahan dan penanganan secara cepat dan tepat terhadap staf
dan pasien yang mengalami kecelakaan tertusuk jarum atau
terciprat cairan tubuh.
TUJUAN
1. Mengurangi terjadinya kecelakaan tertusuk jarum untuk
menghindari terjadinya penularan penyakit
2. Memastikan bahwa staf Rumah Sakit ( RS) mengetahui
penatalaksanaan bila terjadi kecelakaan tertusuk jarum atau
terkena darah dan cairan tubuh
KEBIJAKAN
Sesuai SK direktur RS Islam Purwokerto No………….. tentang
Kebijakan pengendalian Infeksi yaitu :
1. Setiap staf yang mengalami kejadian kecelakaan tertusuk
jarum atau benda tajam atau cipratan darah atau cairan
tubuh segera lapor ke pihak

terkait yaitu Infection

Prevention Control Nurse ( IPCN) dan Kesehatan dan
keselamatan kerja/K3 sesuai Kit Bloody Body Fluid
Exposure Incident.
PROSEDUR
Langkah langkah yang di lakukan apabila terpapar
1. Pertolongan pertama
1) Cuci permukaan atau bagian yang terkena darah atau
cairan tubuh dengan baik, beri cairan antiseptic. Jika
mengenai mata atau selaput lendir bilas mata atau seleput
lendir tersebut dengan NaCl 0,9 % atau air mengalir.
2) Jika kecelakaan terjadi pada waktu melakukan operasi
( tertusuk atau tergores ) maka benda tajam tersebut harus
di singkrkan dari daerah steril secepatnya.

Semua hasil pemeriksaan darah baik staf maupun sumber harus di sampaikan kepada IPCN .2. 4. Lakukan langkah langkah sesuai ceklist yang terdapat dalam kid BBFEI. Staf yang mengalami kecelakaan mengambil Kit bloody Fluid Exposure Incident (BBFEI) 3. yaitu : 1) Staf yang mengalami kecelakaan tersebut harus secepatnya mendapatkan pertolongan yaitu pemeriksaan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) 2) Lakukan pemeriksaan darah baik staf yang terpapar maupun pasien atau sumber yang di ketahui sesuai kebijakan 3) Kemudian sample darah di serahkan ke Laboratorium beserta formulir permintaan laboratorium yang telah di isi oleh dokter jaga IGD tanpa mencantumkan nama dokter dan tulis pada klinikal nota pojok kanan atas InfectionControl Nurse/ICN 4) Untuk sumber yang di ketahui sebelumnya minta persetujuan untuk pemeriksaan darah sesuai kebijakan 5) Staf yang terpapar tidak boleh pulang sampai di nyatakan hasil dalam batas normal dan apabila hasil sumber positif HIV/HCV/HbsAg merujuk kebijakan pencegahan dan pengendalian kecelakaan karena parenteral dan non parenteral 6) Buat laporan kejadian kecelakaan dan keselamatan kerja rangkap tiga yang di tanda tangani oleh Nurse Unit Manager/ UNM atau Supervisor apabila NUM tidak ada di tempat dan eksekutif 7) Beritahu supervisor ruangan dan Infection Prefention and Control Nurse/ IPCN dan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja/ K3 8) Isi chek list pengelolaan BBFEI setelah langkah – langkah yang sudah di lakukan.

7. HD.IGD.5. Untuk sumber yang tidak di ketahui merujuk kebijakan pencegahan dan pengendalian kecelakaan karena Parenteral atau non parenteral. Hasil analisa terhadap kejadian kecelakaan kerja di laporkan kepada Infection Control Manager ( ICM ) dan Panitia Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit/ PPIRS untuk di buatkan rekomendasi tindak lanjut. LABORATORIUM.DOKTER . IKBS. IRJA. UNIT TERKAIT IRI. IPCN menerima laporan untuk di analisa berdasarkan penyebab kejadian 6. HCU.