Anda di halaman 1dari 33

PEDOMAN PENGORGANISASIAN

KOMITE PASTORAL
RS. BAPTIS BATU TAHUN 2013

RS BAPTIS BATU
JL RAYA TLEKUNG NO 1
JUNREJO - BATU

SURAT KEPUTUSAN
No. 169/13/III/SK_DIR/2013
TENTANG
PEDOMAN PENGORGANISASIAN DAN PELAYANAN
KOMITE PASTORAL

MENIMBANG

DIREKTUR RS BAPTIS BATU
: a. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu
Pengorganisasian Dan Pelayanan Komite Pastoral
Rumah Sakit Baptis Batu, maka diperlukan
penyelenggaraan Pengorganisasian & Pelayanan
Pelayanan Komite Pastoral yang bermutu tinggi;
b. Bahwa agar pelayanan Pelayanan Komite Pastoral
di Rumah Sakit Baptis Batu dapat terlaksana
dengan baik, perlu adanya kebijakan Direktur
Rumah Sakit Baptis Batu sebagai landasan bagi
penyelenggaraan Pengorganisasian Dan Pelayanan
Komite Pastoral di Rumah Sakit Baptis Batu;
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam a dan b, perlu ditetapkan dengan
Keputusan Direktur Rumah Sakit Baptis Batu.
: a. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44

MENGINGAT

b.
c.
d.

e.

Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36
Tahun 2009 tentang Kesehatan.
Peraturan Pemerintah No 32 tahun 1996 tentang
Tenaga Kesehatan.
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 772/MENKES/SK/VI/2002 Tentang
Pedoman Peraturan Internal Rumah Sakit (Hospital
Bylaws).
Keputusan Ketua Badan Pengurus Yayasan Baptis
Indonesia Nomor 047/YBI/VII/2011 tentang
Struktur Organisasi Rumah Sakit Baptis Batu.

MEMPERHATIKAN : Perlunya usaha untuk meningkatkan kualitas
Pengorganisasian Dan Pelayanan di Rumah Sakit
Baptis Batu.

ii

:

MEMUTUSKAN

MENETAPKAN

PERTAMA : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT BAPTIS BATU
TENTANG PEDOMAN PENGORGANISASIAN DAN
PELAYANAN KOMITE PASTORAL
RUMAH SAKIT
BAPTIS BATU
: Pedoman Pengorganisasian Dan Pelayanan Komite Pastoral
Rumah Sakit Baptis Batu sebagaimana tercantum dalam
KEDUA
Lampiran Keputusan ini.
:
KETIGA

KEEMPAT :
:
KELIMA

Pedoman Pengorganisasian Dan Pelayanan Komite Pastoral
Rumah Sakit Baptis Batu harus dibahas sekurang-kurangnya
setiap 3 (tiga) tahun sekali dan apabila diperlukan, dapat
dilakukan perubahan sesuai dengan perkembangan yang ada.
Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan Pengorganisasian
Dan Pelayanan Komite Pastoral Rumah Sakit Baptis Batu
dilaksanakan oleh Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit
Baptis Batu.
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dan apabila
di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan
ini akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Batu
Pada tanggal
: 13 Maret 2013
Direktur RS. Baptis Batu

Arhwinda Pusparahaju A.dr.SpKFR.,MARS

iii

.................................................................... Visi.......... 5.......... BAB IV........... BAB II.... Visi..................................................... Misi.... Daftar Isi ..........................4........... Baptis Batu ............................................... Petugas Komite Pastoral ....................... Falsafah ........................................................... 3........... Pola Ketenagaan Dan Kualifikasi Personil.......... Surat Keputusan Direktur RS.......... 4................................. 5................................ BAB IX....................................................... Gambaran Umum RS................. Struktur Organisasi ............. Visi ....................... Misi............................. 2................................ Ketua Komite Pastoral ............... 3.............................................................5................................................ Baptis Batu ................... Tujuan Dan Falsafah Komite Pastoral ...................................... 5.......................... 4............. 7........................... BAB III...... Tujuan .......................................................... 3.................................................... Struktur Organisasi RS...... Nilai-nilai .................1...................................... Tata Hubungan Kerja .......... Keterangan / Pengertian ..........................5........................................................1............. Misi .....2.........2.............. BAB VII.................................................... Falsafah .....................................1............................... Deskripsi RS........ 5................... Nilai-Nilai ..... Bagan Organisasi . Uraian Tugas Dan Kompetensi Jabatan ............................2.................................................................................. Misi ...............3.........................1....................1.......................................2........... Sekretaris Komite Pastoral ...... 3.................................................................................... 7.... Pendahuluan ................ Baptis Batu .. Sejarah Institusi RS..... Tujuan .............DAFTAR ISI Halaman Judul..................................... BAB I...... BAB V........ 7.............. iv i ii iv 1 2 2 3 5 5 5 5 6 6 6 7 7 7 11 11 11 11 11 12 13 14 14 17 20 23 24 .................................................................................................................2...................................................... 3............ Motto .. BAB VIII................................. 3..................................................4...................................... 2..........................................................6................................ Baptis Batu .. Visi ...................................... Baptis Batu ..............................3... 5....... Nilai Dan Tujuan RS..................... Falsafah. Baptis Batu.................................................... BAB VI..... Nilai....3.....

. Pelaporan ................................................. Pertemuan / Rapat..............BAB X.......... BAB XI............................ BAB XII................. Program Orientasi Bagian Komite Pastoral .................................... 25 26 28 v .......................................

BAB I PENDAHULUAN Komite Pastoral RS Baptis Batu adalah salah satu bagian atau unit di Rumah Sakit Baptis Batu yang memiliki tugas untuk ikut serta dalam pelayanan kesehatan secara paripurna. Komite Pastoral RS Baptis Batu merupakan salah satu unit yang ada dalam struktur organisasi RS Baptis Batu dan sebagai unit pelaksana pelayanan spiritual RS Baptis Batu. Komite Pastoral RS Baptis Batu harus memiliki pedoman pengorganisasian komite yang akan mengimplementasikan Kebijakan Pelayanan Spiritual. Adapun pelayanan spiritual terhadap pasien dilakukan sesuai prosedur yang ada serta berkerja sama dengan semua unit terkait yang ada di RS Baptis Batu. Itulah sebabnya. keluarga pasien maupun karyawan RS Baptis Batu. 1 . dimana fokus perhatiannya mengarah pada pelayanan spiritual terhadap pasien.

Arhwinda Pusparahaju Artono. yang dilengkapi dengan pelayanan penunjang medis 24 jam. DESKRIPSI RS. Demikian juga visi. home care. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat.1. dan klinik spesialis. 1 Desa Tlekung Kec. (hunting) Fax: 0341 – 598911 dengan alamat e-mail baptisbatu@yahoo. MARS selaku direktur.KFR. II. dengan status berada dibawah kepemilikan Yayasan Rumah Sakit Baptis Indonesia. RS Baptis Batu merupakan rumah sakit tipe madya yang setara dengan rumah sakit pemerintah tipe C. Kebanggaanku. BAPTIS BATU. Jawa Timur. III. RS Baptis Batu berlokasi di JL. Indonesia. Pelayanan Rekam Medik. Kapasitas tempat tidur pasien yang disediakan di RS Baptis Batu sebanyak 100 tempat tidur. Sp. Pada saat ini RS Baptis Batu dipimpin oleh dr. Baptis Batu sesuai kebutuhan dan perkembangan RS. hotel care. misi. farmasi. Telp 0341. Raya Tlekung No. BAPTIS BATU. dan medical spa. Baptis Batu. Tanggung Jawabku diubah menjadi Compassionate Hospital atau Rumah Sakit yang berbelas kasih.com RS. Junrejo. radiologi. Pada tahun 2009 RS Baptis Batu sudah terakreditasi 5 pelayanan dasar untuk Pelayanan Administrasi. Baptis Batu) merupakan rumah sakit umum dengan pelayanan kesehatan mulai dari yang bersifat umum sampai dengan yang bersifat spesialistik. Baptis Batu diresmikan pada tanggal 11 Mei 1999. Pada permulaan kepemimpinan beliau pada tahun 2008 motto RS Baptis Batu yang lama yaitu Rumah Sakitku. Pelayanan Medik dan Pelayanan Keperawatan RS Baptis Batu memberikan beragam jenis pelayanan medis antara lain klinik umum.BAB II GAMBARAN UMUM RS. Rumah Sakit Baptis Batu (RS. 2. anestesi. klinik gigi dan mulut. serta rawat inap yang terdiri dari kelas I. dan nilai dasar yang lama mengalami perubahan untuk menyusun rencana strategi RS. fisioterapi. VIP dan VVIP yang dilengkapi pelayanan laboratorium. Kebijakan umum rumah sakit adalah setiap pasien yang datang dilayani kebutuhannya secara tuntas dengan menyediakan keperluan perawatan dan 2 . Batu 65327.594161. Instalasi Gawat Darurat.

2.2. baik obat maupun alat yang diperlukan. instalasi gawat darurat. Jabatan direktur dirangkap oleh direktur RS Baptis Kediri. Jumlah seluruh karyawan saat itu 143 orang. Visi RS Baptis Batu saat itu sama dengan visi RS Baptis Kediri. 1 Desa Tlekung Kec. II. visi ini merupakan visi yang tumbuh dari hati para misionaris yang mendirikan RS Baptis Kediri yaitu : 1. Pada awal pembukaan. BAPTIS BATU. Sukoyo Suwandani. klinik gigi. yang didukung oleh seluruh staf RS Baptis Kediri. Sukoyo Suwandani. agama. kandungan. penyakit dalam dan kesehatan anak).pengobatan pasien. Indonesia. RS Baptis Batu sebagian besar karyawan adalah karyawan RS Baptis Kediri yang bersedia dipindah tugas. suku. serta dilengkapi pelayanan laboratorium. Raya Tlekung No. Misinya adalah: 1. 2. 2. Kebijakan ini merupakan kebijakan yang telah ada sejak RS Baptis Kediri berdiri dan merupakan nilai dasar bagi RS Baptis. VIP dan VVIP. diprakarsai oleh dr. 3 . EKG. tanpa uang muka. III. Mengupayakan pelayanan kesehatan yang prima dengan dasar kasih Kristus tanpa membedakan status sosial. selaku direktur RS Baptis Kediri. Secara legalitas disahkan pada tanggal 11 Mei 1999. Semua baru dibayar oleh pasien setelah pasien siap pulang. Junrejo. RS Baptis Batu mulai dibangun pada tahun 1996. berlokasi di Jl. klinik spesialis (bedah. Batu 65327. SEJARAH INSTITUSI RS. golongan. RS Baptis Batu didirikan sebagai pengembangan RS Baptis Kediri. Jawa Timur. yaitu dr. Di atas areal tanah seluas +/-7 hektar. kamar obat. alat X-Ray. Terwujudnya kasih Tuhan Yesus kepada setiap orang melalui pelayanan rumah sakit. tanpa memberi resep yang harus dibeli oleh pasien. Menyatakan kasih Tuhan Yesus dalam pelayanan kesehatan. Menumbuhkembangkan aset yang ada. Pelayanan kesehatan yang ada pada waktu itu adalah klinik umum. rawat inap yang terdiri dari kelas I. USG.

Sebagai rumah sakit yang baru berdiri maka jumlah pasien yang dilayani tidak terlalu banyak. Pada saat pendirian RS Baptis Batu. ditunjuk pejabat direktur RS Baptis Batu yaitu dr. Arhwinda Pusparahaju Artono. Sejak saat itu biaya operasional harus diusahakan sendiri. Sebagian besar peralatan medis dan non medis berasal dari RS Baptis Kediri. Sp. pada tahun 2009 RS Baptis Batu mencapai target kemandirian. MARS. 4 dapat . MARS. Sukoyo Suwandani selaku induk organisasi kepada direktur RS Baptis Batu yaitu dr. Setelah ada kerjasama dengan PT ASKES yang melayani askes sukarela. KFR. Arhwinda Pusparahaju Artono. Yang dimaksud dengan target kemandirian adalah kemampuan untuk menutupi biaya operasional sendiri.fisioterapi.KFR. Pada waktu itu pasien lebih memilih berobat di rumah sakit yang berada di Malang yang lebih lengkap peralatannya. Sp. Sesuai dengan target. askes sosial. RS Baptis Batu masih mendapat bantuan dana operasional dari Rumah Sakit induk yaitu RS Baptis Kediri yang sudah berdiri sejak tahun 1957. Pada tahun 2008 disusunlah Rencana Strategis RS Baptis Batu 2008-2013. Mulai awal berdiri tahun 1999 sampai tahun 2009. Seluruh manajemen diserah terimakan dari direktur RS Baptis Kediri dr. Dengan target kemandirian ini RS Baptis Batu mulai berbenah sesuai dengan rencana strategis yang sudah dicanangkan. yang menjabat direktur sampai saat ini. Apabila ada kekurangan dana operasional meminta bantuan RS Baptis Kediri yang diperhitungkan sebagai pinjaman. Pada tanggal 11 Mei 2007 bertepatan dengan ulang tahun RS Baptis Batu yang ke-8. Jamkesmas dan Jamkesda jumlah pasien meningkat pesat mulai April 2006. dicanangkan target kemandirian dicapai tahun 2009.

Rumah Sakit Baptis Batu memiliki visi : “Menjadi Rumah Sakit pilihan utama masyarakat Malang Raya karena Pelayanan Kesehatan yang berpusat pada pasien dengan mengutamakan Mutu dan Keselamatan Pasien” 3. bekerja dalam tim.2.BAB III VISI. MISI. FALSAFAH. 3. profesional. golongan. VISI. c) Sebagai tempat tenaga kesehatan mengabdi dan mengembangkan profesionalisme. Rumah Sakit Baptis Batu memiliki falsafah : a) Menjadikan Rumah Sakit Baptis Batu pilihan utama masyarakat Malang Raya. d) Secara berkesinambungan meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam berkarya. 5 . asertif. NILAI DAN TUJUAN RS. suku dan agama. MISI.1. integritas dan sejahtera. Rumah Sakit Baptis Batu memiliki misi : a) Memberikan pelayanan kesehatan prima secara holistik berlandaskan Kasih Kristus kepada setiap orang.FALSAFAH. b) Hak pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. c) Mengelola aset secara efektif dan efisien bagi Kesejahteraan dan Pengembangan rumah sakit dengan memanfaatkan potensi Kota Wisata Batu. BAPTIS BATU 3. d) Mengembangkan Sumber Daya Manusia secara utuh yang memiliki belas kasih. b) Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang berpusat pada pasien dengan mengutamakan Mutu dan Keselamatan Pasien.3. tanpa membedakan status sosial.

g) Keselarasan dalam melaksanakan tugas.5. f) Memiliki komitmen untuk mencapai tujuan rumah sakit.NILAI – NILAI. Rumah Sakit Baptis Batu memiliki nilai-nilai : B = Belas Kasih A = Asertif P = Profesional T = Tim Kerja I = Integritas S = Sejahtera 3.TUJUAN.MOTTO. Rumah Sakit Baptis Batu memiliki Motto : “Memberikan pelayanan dengan belas kasih” 6 . 3.e) Bekerja secara tim berdasarkan kebersamaan dan saling menghargai antar profesi.4. Berpartisipasi dalam pembangunan kesehatan masyarakat demi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara rohani dan jasmani 3.6.

RJ BAGIAN LAYANAN PERUSAHAAN & ASURANSI BAGIAN AKUNTANSI BAGIAN INVENTORY KEEPING HOUSE LOGISTIK BAGIAN PEMASARAN KOMITE PASTORAL SATUAN PEMERIKSA INTERNAL KOMITE ETIK RS KOMITE MEDIK KOMITE KPRS KOMITE PPIRS KOMITE KEPERAWATAN KELOMPOK STAF MEDIK PANITIA MUTU & KESELAMATAN PASIEN P2K3 (PANITIA PEMBINA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA) PANITIA REKAM MEDIS STRATEGIS BURN UNIT BAGIAN CLEANING SERVICE INSTALASI TAMAN SATUAN PENGAMANAN GAWAT DARURAT INSTALASI HUMAS INFORMA SI TRANSPOR TASI KAMAR OPERASI STERILISAS I & BINATU ANESTESI 4.BAGAN ORGANISASI. KETERANGAN/PENGERTIAN. a. & KEPERAWATAN INSTALASI INSTALASI RAWAT JALAN MANAJER GAWAT DARURAT & OUT CARE MANAJER ICU & KAMAR OPERASI MANAJER PEMASARAN. MCU & KLINIK SATELIT WAKIL DIREKTUR UMUM KEUANGAN MANAJER RAWAT INAP.1. Direktur Adalah kepala atau pejabat tertinggi di RS Baptis Batu ii. KOMPLAIN & PPA KLINIK GIGI KLINIK BAGIAN UMUM SPESIALIS RUANG OBGYN NS INSTALASI RAWAT RUANG INAP BEDAH DALAM I/II MANAJER WELLNESS CENTER RUANG KELAS II / ISOLASI KELAS I - SUMBER DAYA MANUSIA INSTALASI LABORATORIUM INSTALASI RAWAT INAP IBU & ANAK RUANG ANAK ADMINISTRASI PERSONALI A INSTALASI RADIOLOGI BAGIAN REKAM MEDIK INSTALASI GIZI BAGIAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAPUR BAGIAN KANTIN PEMELIHARAAN SARANA INSTALASI RAWAT INAP BEDAH – DALAM III UNIT BISNIS STRATEGIS ICU – HEMODIALISA. BAPTIS BATU 4. yaitu : 1.BAB IV STRUKTUR ORGANISASI RS. Wakil Direktur Adalah pejabat yang membantu Direktur dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sesuai dengan bidang masing – masing. Unit Struktural i. Wakil Direktur Pelayanan : membantu direktur dalam bidang pelayanan medis dan keperawatan 7 .2. PENDIDIKA N UNIT BISNIS UNIT NON STRUKTURAL : BAGIAN BAGIAN FARMASI INSTALASI REHABILITASI MEDIK KEUANGAN PEMBAYARA KASIR N RI . DIREKTUR WAKIL DIREKTUR PELAYANAN MANAJER RAWAT JALAN.

6. Unit Kerja Adalah suatu wadah struktural yang terdiri dari tenaga ahli atau profesi dan memiliki fungsi tertentu sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari rumah sakit baik berfungsi pelayanan maupun pendukung operasional rumah sakit. Wakil Direktur Umum dan Keuangan : membantu direktur dalam bidang umum dan keuangan iii. Manajer Rawat Inap dan Keperawatan 3. yaitu : 1. Medical Check Up dan Klinik Satelit. Manajer Pemasaran. - Instalasi Rawat Inap Ibu & Anak. Unit Kerja di RS Baptis Batu dibedakan menjadi 2 yaitu divisi bisnis yang diberi istilah Instalasi dan divisi pendukung yang diberi istilah Bagian.2. 8 - . Berikut adalah daftar Unit Kerja : - Instalasi Rawat Jalan. Manajer Adalah pejabat yang membantu Direktur dalam pelaksanaan satu atau lebih macam pelayanan rumah sakit. Manajer Rawat Jalan. Manajer Wellness Center. Manajer ICU dan Kamar Operasi. 2. - Instalasi Kamar Operasi. 5. iv. - Instalasi Rehabilitasi Medik. - Instalasi Farmasi. Unit Kerja dapat bertanggungjawab atas satu atau lebih Sub Unit Kerja. - Instalasi Gawat Darurat. - Instalasi Rawat Inap Kelas 3. Manajer Gawat Darurat dan Out Care 4. - Instalasi Rawat Inap Lantai 2 ICU. - Instalasi Rawat Inap Kelas 1 & 2. Komplain dan Pelayanan Perusahaan Asuransi. Seluruh instalasi dibawah tanggungjawab Wakil Direktur Pelayanan dan seluruh Bagian dibawah tanggungjawab Wakil Direktur Umum Keuangan.

5. Komite Adalah wadah non struktural yang terdiri dari tenaga ahli dan profesi dibentuk untuk memberikan pertimbangan strategis kepada direktur dalam rangka peningkatan dan pengembangan pelayanan rumah sakit. 3. Komite Pastoral. 4.- Instalasi Laboratorium. Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit. - Bagian Layanan Perusahaan & Asuransi. Komite Keperawatan 9 . Taman b. Bagian Keuangan. - Bagian Pemeliharaan Sarana. Satpam. Instalasi Gizi Bagian Administrasi. Bagian Pemasaran. v. Bagian Inventory. - Bagian Rekam Medik. 7. Komite Medik. Komite yang ada di RS Baptis Batu adalah sebagai berikut : 1. Unit Kerja Outsourcing Cleaning Service. Komite Pencegahan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit. Komite Etik Rumah Sakit. 2. 6. Satuan Pemeriksa Internal. - Bagian Akuntansi. Bagian Humas. - Bagian Sistim Informasi Manajemen Rumah Sakit. Unit Non Struktural i. Bagian Sumber Daya Manusia. Instalasi Radiologi.

2. 10 . 3. Kelompok Staf Gigi dan Mulut. Panitia Rekam Medik. Panitia Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit. 4. Kelompok Staf Medis Bedah. Panitia Mutu dan Keselamatan Pasien. Kelompok Staf Medis di RS Baptis Batu dikelompokkan sebagai berikut : 1. 3. Panitia Farmasi dan Therapi. 2.ii. Kelompok Staf Medis Non Bedah. iii. KSM/Kelompok Staf Medis Adalah kelompok dokter yang bekerja di bidang medis dalam jabatan fungsional. Panitia Adalah wadah non struktural yang terdiri dari tenaga ahli dan profesi dibentuk untuk bertanggungjawab terhadap bidang tertentu dalam rangka peningkatan dan pengembangan pelayanan rumah sakit 1. Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja. 5.

MISI. FALSAFAH KOMITE PASTORAL 5. Menjangkau jiwa-jiwa baru agar mereka memperoleh keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus. MISI. Visi Komite Pastoral adalah Menjadi Komite Pastoral yang membawa berkat Shalom (Damai Sejahtera) bagi setiap insan di RS Baptis Batu. Komite Pastoral Rumah Sakit Baptis Batu memiliki nilai-nilai : B= Belas Kasih A= Asertif P= Profesional T= Tim Kerja I S= = Integritas Sejahtera 5.VISI.NILAI-NILAI.1. TUJUAN.4.3.BAB V VISI. Ada pun tujuan Komite Pastoral Rumah Sakit Baptis Batu memiliki tujuan: “Memberikan Pelayanan Dengan Belas Kasih” 11 .   Meningkatkan pertumbuhan spiritual setiap karyawan di RS Baptis Batu sehingga menjadi murid Kristus yang dewasa dan mandiri. dan melakukan pembinaan sehingga mereka bertumbuh menjadi murid Kristus yang dewasa dan mandiri.TUJUAN. NILAI. 5. Ada pun Misi Komite Pastoral adalah sebagai berikut: Melayani setiap pasien dan keluarganya dengan penuh kasih sayang yang  berlandaskan Kasih Kristus. 5.2.

FALSAFAH. c) Sebagai tenaga yang mengabdi dan mengembangkan profesionalisme. f) Memiliki komitmen untuk mencapai tujuan rumah sakit. Ada pun Komite Pastoral Rumah Sakit Baptis Batu memiliki falsafah sebagai berikut: a) Menjadikan pelayanan prima sebagai pilihan utama masyarakat Malang Raya. 12 . d) Secara berkesinambungan meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam berkarya. g) Keselarasan dalam melaksanakan tugas. b) Hak pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu.5. e) Bekerja secara tim berdasarkan kebersamaan dan saling menghargai antar profesi.5.

Sekretaris Komite Pastoral melaporkan dan mempertanggung-jawabkan semua tugasnya terhadap Ketua Komite Pastoral. 2. Ketua Komite Pastoral adalah seseorang yang bertanggungjawab terhadap berjalannya semua segi pelayanan spiritual baik secara teknis maupun secara administratif di setiap bagian Rumah Sakit. Sekretaris Komite Pastoral adalah seseorang yang bertanggungjawab dalan setiap kegiatan administratif dan mewakili Ketua Komite Pastoral dalam menghadiri rapat-rapat kerja. Anggota Komite Pastoral adalah semua orang yang ada di Komite Pastoral yang bertanggung jawab untuk melaksanakan semua pelayanan spiritual secara baik dan benar di seluruh area Rumah Sakit Baptis Batu.BAB VI STRUKTUR ORGANISASI DIREKTUR KETUA ANGGOTA / SEKRETARIS ANGGOTA ANGGOTA Keterangan / Pengertian : 1. 3. 13 .

untuk mencapai tujuan program. ruang rawat inap. seperti penyakit kritis atau operasi yang lama. termasuk kunjungan rohaniawan lain. karyawan. atas permintaan pasien atau keluarganya. 14 - . dan area lainnya. atau kegiatan kapel lainnya. seperti baptisan atau doa berkat terakhir. memberikan konseling dan nasehat bagi masalah dan pertanyaan yang membutuhkan tuntunan kerohanian dan masalah pribadi. dan keluarga yang berkunjung.KETUA KOMITE PASTORAL.BAB VII URAIAN TUGAS DAN KOMPETENSI JABATAN 7. keluarganya.1. - Melakukan ritual gerejawi. juga untuk menjelaskan program dan kerjasama. Menghubungi pendeta pasien untuk menginformasikan tentang dirawatinapnya pasien dan kondisinya. mau pun karyawan rumah sakit. - Rapat dengan anggota direksi rumah sakit untuk memformulasikan kebijakan program. membuat kunjungan rutin kebagian-bagian rumah sakit. - Bertindak sebagai perantara antara karyawan rumah sakit dengan keluarga dan teman pasien pada periode krisis. dan mahasiswa teologia sebagai bagian dari pelayanan pasien secara holistik. TUGAS JABATAN - Menyediakan konseling rohani dan arahan bagi pasien. Memimpin pasien dalam kebaktian terjadual. untuk menyediakan pelayanan rohani formal dan informal bagi pasien. atau mendukung rohaniawan lain untuk melakukannya. - Mengunjungi pasien rawat inap baru dalam tingkat sosial dan pertemanan.- - Mengkoordinasikan kegiatan pelayanan pastoral dengan bagian lain untuk menghindari terganggunya pelayanan medis dan untuk menjamin pertolongan rohani yang tepat untuk pasien. 1.

- Mengembangkan program pendidikan bagi mahasiswa teologia yang praktek apangan di rumah sakit.Berpartisipasi dalam kelompok diskusi bagi pasien rawat inap dengan masalah psikiatrik. - Berbicara pada pertemuan organisasi institusi dan pelayanan untuk menjelaskan program pelayanan pastoral. PERANGKAT & BAHAN KERJA ( SARANA KERJA ) Alkitab. PENDIDIKAN. buku-buku rohani dan selebaran. Mengkonseling karyawan rumah sakit yang mempunyai masalah pribadi yang mempengaruhi kinerja. 3. komputer. - Merencanakan seminar dan sesi diskusi kesehatan bagi rohaniawan. SYARAT JABATAN . pastoral. Menyiapkan riwayat kasus untuk dimasukkan dalam catatan medik pasien. - Merencanakan dan mensupervis untuk dilakukannya program pelayanann rohani khusus yang dirancang untuk mendukung bantuan terapeutik bagi pasien dan karyawan. - Menentukan program dan anggaran setiap tahun sesuai dengan keperluan. 15 4. Melaksanakan program dan melaporkan hasil kegiatan pada direksi.  PENGALAMAN : Pengalaman selama 3 tahun dalam pelayanan pastoral umum dan 2 tahun dalam pelayanan pastoral rumah sakit. PELATIHAN & PENGALAMAN PENDIDIKAN : Minimal S. - Bertanggungjawab atas semua kegiatan komite pastoral.I Theologia dari seminari  atau STT Baptis. dan karyawan RSBB pada umumnya. dan pendidikan yang berhubungan dengan pelayanan pastoral bagi kemajuan dan kesembuhan pasien.  PELATIHAN : Pelatihan selama 6 bulan mencakup aspek administrasi. 2. Mensosialisasikan program baru kepada anggota komite pastoral.

juga terhadap karyawan rumah sakit. diskusi - lebih dalam. Minat : Berminat untuk memahami orang lain dan ide-ide abstrak tentang - keadaan rohani pasien. dan juga karyawan rumah 16 . dan tidak terbatas pada pasien rumah sakit tetapi juga bagi karyawan rumah sakit. : Kemampuan : Kemampuan verbal untuk konseling bagi pasien dan keluarganya. dalam arti untuk mengatasi konflik personal. baik kondisi - duduk dan berjalan waktu bekerja. Berminat untuk menyatakan atau mengimplementasikan jati diri -  sebagai penasehat atau konselor. Berbicara dan mendengarkan untuk konseling dan menasehati - pasien. Syarat fisik dan kondisi kerja : Mampu melakukan pekerjaan dalam kondisi apapun. pemilihan kata dan sikap seluruhnya berdasarkan faktor kepekaan dimana tidak ada referensi yang bisa didapatkan - Mampu mengembangkan dan mengkoordinasikan program pelatihan pastoral bagi karyawan dan masyarakat dengan program medis rumah sakit untuk menjamin keselarasan dan keefektifan  bagi semua individu yang terlibat. keluarga dan teman-temannya. atau keluarga dan teman pasien. mengkonseling. Temperamen : Kemampuan menemui. Kemampuan mengambil keputusan untuk pendekatan.  untuk mengembangkan materi tentang pelayanan rohani bagi pasien dan tentang hubungan pelayanan rohani dan medis. keluarga dan teman-temannya. dan menasehati individu- individu dengan segala macam tipe.

7. - Bekerja dalam ruangan. - Melakukan pengawasan tugas dan evaluasi pekerjaan guna tercapainya sasaran kegiatan program kerja. pendelegasian tugas dan motivasi kepada anggota Komite Pastoral. dan karyawan rumah sakit. dan untuk memberi kuliah kepada mahasiswa teologia. pekerja sosial. pasien dan keluarganya. kursi.sakit. untuk berkotbah dan memimpin doa. - Merencanakan menjalankan bentuk-bentuk kegiatan praktis yang mendukung sasaran program Komite Pastoral. - Menerima pengarahan dan pendelegasihan tugas-tugas dari Ketua Komite Pastoral.2. Memikirkan dan mengusahan sarana-sarana yang mendukung kegiatan praktis tersebut.SEKRETARIS KOMITE PASTORAL. TUGAS JABATAN - Bersama Ketua Komite Pastoral. BAWAHAN : Sekretaris dan anggota Komite Pastoral ORANG LAIN : Seluruh karyawan rumah sakit. - Membuat laporan bulanan dan pertanggungjawaban tahunan tentang pelaksanaan program kerja dan anggaran Komite Pastoral. 2. 1. 5. PERANGKAT & BAHAN KERJA ( SARANA KERJA ) Seperangkat alat kantor (meja. HUBUNGAN JABATAN     : ATASAN : Direktur HORIZONTAL : Kepala-kepala Departemen. Dapat tertular penyakit karena dipanggil untuk melayani pasien terminal atau sakit berat. menyusun program dan anggaran Komite Pastoral. rakbuku )  17 . Ketua-ketua Komite. - Memberikan pengarahan.

    Penunjang untuk PI : Alkitab. PENDIDIKAN. : 4. Berminat untuk menyatakan atau mengimplementasikan jati diri - sebagai penasehat atau konselor.I Theologia dari seminari atau STT  Baptis. juga terhadap karyawan rumah sakit. CD ) VCD Player. Cd player.  PELATIHAN : Pelatihan selama 6 bulan mencakup aspek administrasi. PELATIHAN & PENGALAMAN PENDIDIKAN : Minimal S. 18  . pastoral. Televisi Untuk kunjungan luar / follow up (mobil. dalam arti untuk mengatasi konflik personal. keluarga dan teman-temannya.  PENGALAMAN : Pengalaman selama 3 tahun dalam pelayanan pastoral umum dan 2 tahun dalam pelayanan pastoral rumah sakit.  Minat : Berminat untuk memahami orang lain dan ide-ide abstrak tentang - keadaan rohani pasien. SYARAT JABATAN  Kemampuan : Kemampuan verbal untuk konseling bagi pasien dan keluarganya. - untuk mengembangkan materi tentang pelayanan rohani bagi pasien dan tentang hubungan pelayanan rohani dan medis. traktat & perpustakaan Kristen Peralatan studio ( tape. sepeda motor ) 3. dan pendidikan yang berhubungan dengan pelayanan pastoral bagi kemajuan kesembuhan pasien. kaset.

Temperamen : Kemampuan menemui. dan tidak terbatas pada pasien rumah sakit. pemilihan kata dan sikap seluruhnya berdasarkan faktor kepekaan dimana tidak ada referensi yang bisa didapatkan - Mampu mengembangkan dan mengkoordinasikan program pelatihan pastoral bagi karyawan dan masyarakat dengan program medis rumah sakit untuk menjamin keselarasan dan keefektifan  bagi semua individu yang terlibat. dan untuk memberi kuliah kepada mahasiswa teologia. - Bekerja dalam ruangan. HUBUNGAN JABATAN     ATASAN : Ketua Komite Pastoral BAWAHAN : Anggota Komite pastoral PROMOSI DARI : Anggota Komite pastoral PROMOSI KE : Ketua Komite Pastoral 19 . dan menasehati individu- individu dengan segala macam tipe. baik kondisi duduk dan berjalan waktu bekerja. Kemampuan mengambil keputusan untuk pendekatan. : 5. dan karyawan rumah sakit. mengkonseling. Syarat fisik dan kondisi kerja : - Mampu melakukan pekerjaan dalam kondisi apapun. - Berbicara dan mendengarkan untuk konseling dan menasehati pasien. untuk berkotbah dan memimpin doa. keluarga dan teman-temannya. atau keluarga dan teman pasien. diskusi - lebih dalam. tetapi juga bagi karyawan rumah sakit. pekerja sosial. dan juga karyawan rumah sakit. Dapat tertular penyakit karena dipanggil untuk melayani pasien terminal atau sakit berat.

dan area lainnya. keluarganya. - Melakukan pelayanan audio visual rohani dan literature rohani sebagai bagian dari proses penyembuhan terhadap pasien. membuat kunjungan rutin ke bagian-bagian rumah sakit. Menghubungi pendeta pasien untuk menginformasikan tentang dirawatinapnya pasien dan kondisinya. PETUGAS KOMITE PASTORAL. - Melakukan pendampingan renungan pagi terhadap karyawan. 2.7.3. - Melakukan ritual gerejawi. sebagai bagian dari pelayanan pasien secara holistik. - Bertindak sebagai perantara antara karyawan rumah sakit dengan keluarga dan teman pasien pada periode krisis. kursi. - Membuat laporan bulanan rutin untuk semua kegiatan yang telah dilakukan. termasuk kunjungan rohaniawan lain. seperti: baptisan atau doaberkat terakhir. rak buku ) 20  . ruang rawat inap. atas permintaan pasien atau keluarganya. - Melakukan kunjungan follow up terhadap pasien di rumah mereka. 1. memberikan konseling dan nasehat bagi masalah dan pertanyaan yang membutuhkan tuntunan kerohanian dan masalah pribadi. - Mengkonseling karyawan rumah sakit yang mempunyai masalah pribadi yang mempengaruhi kinerja. karyawan rumah sakit. - Memimpin pasien dalam kebaktian terjadual. atau mendukung rohaniawan lain untuk melakukannya. PERANGKAT & BAHAN KERJA ( SARANA KERJA )  Seperangkat alat kantor (meja. atau kegiatan kapel lainnya. seperti: penyakit kritis atau operasi yang lama. - Melakukan penghiburan kematian terhadap pasien dan keluarga pasien yang mengalami kedukaan. - Mengunjungi pasien rawat inap baru dalam tingkat sosial dan pertemanan. TUGAS JABATAN - Menyediakan konseling rohani dan arahan bagi pasien.

SYARAT JABATAN : Kemampuan :  Kemampuan verbal untuk konseling bagi pasien dan keluarganya. Televisi ) Untuk kunjungan luar / follow up (mobil. PELATIHAN & PENGALAMAN   PENDIDIKAN : Minimal S.  PENGALAMAN : Pengalaman selama 3 tahun dalam pelayanan pastoral umum. keluarga dan teman-temannya. VCD. PENDIDIKAN.I Theologiadariseminariatau STT Baptis PELATIHAN : Pelatihanselama 6 bulan mencakup aspek administrasi.  untuk mengembangkan materi tentang pelayanan rohani bagi pasien dan tentang hubungan pelayanan rohani dan medis. dan pendidikan yang berhubungan dengan pelayanan pastoral bagi kemajuan kesembuhan pasien.   Penunjang untuk PI : Alkitab. CD Player. CD ) VCD Player. dan menasehati individu- individu dengan segala macam tipe. dalam arti untuk mengatasi konflik personal. juga terhadap karyawan rumah sakit. Minat : Berminat untuk memahami orang lain dan ide-ide abstrak tentang - keadaan rohani pasien. pastoral. Berminat untuk menyatakan atau mengimplementasikan jati diri  sebagai penasehat atau konselor. Temperamen : Kemampuan menemui. dan tidak terbatas pada pasien 21 . 4. traktat & perpustakaan Kristen Peralatan studio ( Tape. mengkonsel. Kaset. sepeda motor ) 3.

dan untuk memberi kuliah kepada mahasiswa teologia. - Bekerja dalam ruangan. - Kemampuan mengambil keputusan untuk pendekatan. pekerja sosial. diskusi lebih dalam. - Berbicara dan mendengarkan untuk konseling dan menasehati pasien. atau keluarga dan teman pasien.rumah sakit tetapi juga bagi karyawan rumah sakit. Dapat tertular penyakit karena dipanggil untuk melayani pasien terminal atau sakit berat. pemilihan kata dan sikap seluruhnya berdasarkan faktor kepekaan dimana tidak ada referensi yang bisa didapatkan. - Mampu mengembangkan dan mengkoordinasikan program pelatihan pastoral bagi karyawan dan masyarakat dengan program medis rumah sakit untuk menjamin keselarasan dan keefektifan bagi semua individu yang terlibat. untuk berkotbah dan memimpin doa. dan juga karyawan rumah sakit.  Syarat fisik dan kondisi kerja : - Mampu melakukan pekerjaan dalam kondisi apapun. dan karyawan rumah sakit. baik kondisi duduk dan berjalan waktu bekerja. keluarga dan teman-temannya. 22 .

Melakukan pelayan spiritual terhadap karyawan RSBB dan keluarganya RSBB 23 .BAB VIII TATA HUBUNGAN KERJA IRJ Seluruh Karyawan Komite Pastoral IGD IRNA INSTALASI INSTALASI RAWAT INAP INSTALASI RAWAT HUBUNGAN DENGAN KOMITE PASTORAL 1. Melakukan pelayanan spiritual terhadap pasien dan keluarganya JALAN INSTALASI GAWAT 1. Melakukan pelayanan spiritual terhadap pasien dan keluarganya DARURAT INSTALASI KAMAR 1. Melakukan pelayanan spiritual terhadap pasien dan keluarganya 1. Melakukan pelayanan spiritual terhadap pasien dan keluarganya OPERASI SELURUH KARYAWAN 1.

2 24 Jenis Pendidikan Jumlah Tenaga 1 S2 Teologia 2 2 S1 Teologia 2 Pelatihan . Perencanaan bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan oganisasi dalam mencapai sasarannya melalui strategi pengembangan kontribusi. Pola Ketenagaan dan Kualifikasi SDM Komite Pastoral saat ini adalah sbb : Tabel Pola Ketenagaan Bagian Komite Pastoral RS. Tujuannya adalah mendayagunakan sumber-sumber tersebut seefektif mungkin sehingga pada waktu yang tepat dapat disediakan sejumlah orang yang sesuai dengan persyaratan jabatan. perlu kiranya melakukan kegiatan menyediakan. yaitu proses mengantisipasi dan menyiapkan perputaran orang ke dalam. Atas dasar tersebut perlu adanya perencanaan SDM. Baptis Batu No VII.BAB IX POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL Dalam upaya mempersiapkan tenaga di Komite Pastoral yang handal dan profesional. mempertahankan sumber daya manusia yang tepat bagi organisasi. di dalam dan ke luar organisasi.

4.3.5 Pengenalan tehnik Jam 7.7 8-11 Pengenalan Jam 7-14 Observasi administrasi dan dan pelaporannya demontrasi Pengenalan Jam 7-14 Observasi tentang pelayanan dan di luar lingkungan demontrasi RSBB 12 Evaluasi Jam 7-14 Wawancara Ketua Komite Pastoral dan Ketua Bagian SDM 25 .14 Observasi pelayanan spiritual dan terhadap pasien demontrasi dan keluarganya di rawat inap dan rawat jalan 6.BAB X PROGRAM ORIENTASI BAGIAN KOMITE PASTORAL Hari Materi Ke 1 Pengenalan ruang Waktu Penanggung Jawab Observasi Ketua Komite dan fasilitas yang dan Pastoral ada demontrasi 2.14 Metoda Jam 7.

Evaluasi terhadap materi dan pelaksanaan pelayanan spiritual 4. Dan lain – lain. Perencanaan dan upaya peningkatan kinerja SDM Pastoral 26 .d selesai Tempat :Ruang Pertemuan Komite Pastoral Peserta :Seluruh anggota Komite Pastoral Materi : 1. Evaluasi SDM Bagian komite pastoral 3. Perencanaan dan upaya peningkatan kinerja SDM Pastoral 5. Evaluasi kinerja bagian komite pastoral 2. Rekomendasi dan usulan untuk peningkatan kinerja pelayanan spiritual 6. Evaluasi kinerja bagian komite pastoral 2.  Rapat Rutin bersama Pimpinan RSBB diselenggarakan pada : Waktu :Setiap Hari Senin Minggu ke I setiap bulan Jam :08. Rapat Rutin. 2.00 s. Evaluasi terhadap materi dan pelaksanaan pelayanan spiritual 4.  Rapat Rutin Komite Pastoral diselenggarakan pada : Waktu :Setiap Hari Selasa Minggu ke III setiap bulan Jam :08. Rapat Insidentil. Evaluasi SDM Bagian komite pastoral 3.BAB XI PERTEMUAN / RAPAT Rapat berkala di bagian Komite pastoral RS Baptis Batu terdiri dari : 1.00 s.d selesai Tempat :Ruang Rapat RSBB Peserta :Seluruh anggota Komite Pastoral dan Pimpinan RSBB Materi : 1.

Kelengkapan Rapat : Undangan. Kelengkapan Rapat : Undangan. 27 . daftar hadir. laporan/rekomendasi/usulan kepada pimpinan  Rapat Insidentil diselenggarakan pada : Waktu : Sewaktu-waktu bila ada masalah atau sesuatu hal yang perlu Dibahas segera. Jam : Sesuai undangan Tempat : Sesuai undangan Peserta : Semua anggota Komite Pastoral Materi : Sesuai dengan masalah yang perlu dibahas. notulen rapat. daftar hadir. Dan lain – lain. Rekomendasi dan usulan untuk peningkatan kinerja pelayanan spiritual 6.5. notulen rapat. laporan/rekomendasi/usulan kepada pimpinan.

Laporan rutin dapat dibagi menjadi: a. Laporan 9 Bulan d. Laporan Insidentil Adalah laporan mengenai pelayanan sipritual yang terjadi sewaktu-waktu dan dirasakan perlu dilaporkan oleh Komite Pastoral. 3. 1. Laporan Bulanan b. Penyajian Data Adalah data – data yang dilaporkan dalam bentuk chart atau bar (grafik). Laporan Tahunan 2. 28 . Laporan Semester c.BAB XII PELAPORAN Laporan dapat dibedakan menjadi laporan rutin dan laporan insidental. Laporan Rutin Laporan rutin adalah laporan yang dikerjakan secara rutin oleh komite pastoral.