Anda di halaman 1dari 5
2. Ciri-ciri Sesar Secara garis besar, sesar dibagi menjadi dua, yaitu sesar tampak dan sesar buta (blind fault). Sesar yang tampak adalah sesar yang mencapai permukaan bumi sedangkan sesar buta adalah sesar yang terjadi di bawah permukaan bumi dan tertutupi oleh lapisan seperti lapisan deposisi sedimen. Pengenalan sesar di lapangan biasanya cukup sulit. Beberapa kenampakan yang dapat digunakan sebagai penunjuk adanya sesar antara lain : a. Adanya struktur yang tidak menerus (lapisan terpotong dengan tiba-tiba) b. Adanya perulangan lapisan atau hilangnya lapisan batuan. c. Kenampakan khas pada bidang sesar, seperti cermin sesar, gores garis. Gambar 3. Gores Garis (slickens slides) d. kenampakan khas pada zona sesar, seperti seretan (drag), breksi sesar, horses, atau lices, milonit. Gambar 4. Zona sesar e. silisifikasi dan mineralisasi sepanjang zona sesar. f. perbedaan fasies sedimen. g. petunjuk fisiografi, seperti gawir (scarp), scarplets (piedmont scarp), triangular facet, dan terpotongnya bagian depan rangkaian pegunungan struktural. Gambar 5. Triangular facet Gambar 6. Faulth scarp h. Adanya boundins : lapisan batuan yang terpotong-potong akibat sesar. Gambar 7. Boundins · · · 3. Klasifikasi Sesar Klasifikasi sesar dapat dibedakan berdasarkan geometri dan genesanya a. Klasifikasi geometris 1) Berdasarkan rake dari net slip. strike slip fault (rake=0º) diagonal slip fault (0 º < rake <90º) dip slip fault (rake=90º) 2) Berdasarkan kedudukan relatif bidang sesar terhadap bidang perlapisan atau struktur regional · strike fault (jurus sesar sejajar jurus lapisan) · bedding fault (sesar sejajar lapisan) · dip fault (jurus sesar tegak lurus jurus lapisan) · oblique / diagonal fault (menyudut terhadap jurus lapisan) · longitudinal fault (sejajar struktur regional) · transversal fault (menyudut struktur regional) 3) Berdasarkan besar sudut bidang sesar · high angle fault (lebih dari 45o) · low angle fault (kurang dari 45o) 4) Berdasarkan pergerakan semu · normal fault (sesar turun) · reverse fault (sesar naik) 5) Berdasarkan pola sesar · paralel fault (sesar saling sejajar) · en chelon fault (sesar saling overlap dan sejajar) · peripheral fault (sesar melingkar dan konsentris) · radial fault (sesar menyebar dari satu pusat) Gambar 8. Klasifikasi sesar · · · b. Klasifikasi genetis Berdasarkan orientasi pola tegasan yang utama (Anderson, 1951) sesar dapat dibedakan menjadi : Sesar anjak (thrust fault) bila tegasan maksimum dan menengah mendatar. Sesar normal bila tegasan utama vertikal. Strike slip fault atau wrench fault (high dip, transverse to regional structure) 4. Beberapa Jenis Sesar dan Penjelasannya a. Sesar Normal / Sesar Turun (Extention Faulth) Sesar normal dikenali juga sebagai sesar gravitasi, dengan gaya gravitasi sebagai gaya utama yang menggerakannya. Ia juga dikenali sebagai sesar ekstensi (Extention Faulth) sebab ia memanjangkan perlapisan, atau menipis kerak bumi. Sesar normal yang mempunyai salah yang menjadi datar di bagian dalam bumi dikenali sebagai sesar listrik. Sesar listrik ini juga dikaitkan dengan sesar tumbuh (growth fault), dengan pengendapan dan pergerakan sesar berlaku serentak. Satah sesar normal menjadi datar ke dalam bumi, sama seperti yang berlaku ke atas sesar sungkup. Pada permukaan bumi, sesar normal juga jarang sekali berlaku secara bersendirian, tetapi bercabang. Cabang sesar yang turun searah dengan sesar utama dikenali sebagai sesar sintetik, sementara sesar yang berlawanan arah dikenali sebagai sesar antitetik. Kedua cabang sesar ini bertemu dengan sesar utama di bagian dalam bumi. Sesar normal sering dikaitkan dengan perlipatan. Misalnya, sesar di bagian dalam bumi akan bertukar menjadi lipatan monoklin di permukaan. Hanging wall relatif turun terhadap foot wall, bidang sesarnya mempunyai kemiringan yang besar. Sesar ini biasanya disebut juga sesar turun. Gambar 9. Extention Faulth Patahan atau sesar turun adalah satu bentuk rekahan pada lapisan bumi yang menyebabkan satu blok batuan bergerak relatif turun terhadap blok lainnya. Fault scarp adalah bidang miring imaginer tadi atau dalam kenyataannya adalah permukaan dari bidang sesar. b. Sesar naik (reverse fault / contraction faulth) Sesar naik (reverse fault) untuk sesar naik ini bagian hanging wall-nya relatif bergerak naik terhadap bagian foot wall. Salah satu ciri sesar naik adalah sudut kemiringan dari sesar itu termasuk kecil, berbeda dengn sesar turun yang punya sudut kemiringan bisa mendekati vertical. Nampak lapisan batuan yg berwarna lebih merah pada hanging wall berada pada posisi yg lebih atas dari lapisan batuan yg sama pada foot wall. Ini menandakan lapisan yg ada di hanging wall udah bergerak relatif naik terhadap foot wall-nya. Gambar 10. Reverse fault / contraction faulth c. Sesar mendatar (Strike slip fault / Transcurent fault / Wrench fault) Sesar mendatar (Strike slip fault / Transcurent fault / Wrench fault) adalah sesar yang pembentukannya dipengaruhi oleh tegasan kompresi. Posisi tegasan utama pembentuk sesar ini adalah horizontal, sama dengan posisi tegasan minimumnya, sedangkan posisi tegasan menengah adalah vertikal. Umumnya bidang sesar mendatar digambarkan sebagai bidang vertikal, sehingga istilah hanging wall dan foot wall tidak lazim digunakan di dalam sistem sesar ini. Berdasarkan gerak relatifnya, sesar ini dibedakan menjadi sinistral (mengiri) dan dekstral (menganan). Gambar 11. Strike slip fault / Transcurent fault / Wrench fault 5. Aplikasi Sesar dalam Bidang Geologi  · Petroleum system  · Geothermal  · Geoteknik  · Penanggulangan daerah rawan bencana